Beranda blog Halaman 895

Kemenkominfo Terima Penghargaan Atas Dukungan Media Center di PON XXI Aceh-Sumut

0
Kemenkominfo Terima Penghargaan Atas Dukungan Media Center di PON XXI Aceh-Sumut. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menerima penghargaan atas kontribusinya dalam menyediakan media center untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara, Agus Fatoni, kepada Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, dalam sebuah acara yang digelar di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2024).

Menteri Budi Arie menyampaikan rasa terima kasihnya atas apresiasi yang diberikan kepada kementeriannya. Ia menjelaskan bahwa kehadiran media center di setiap acara berskala nasional hingga internasional merupakan bagian dari tugas Kemenkominfo dalam mendukung komunikasi publik dan penyebaran informasi.

“Media center Kominfo telah banyak membantu para jurnalis, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dengan menyediakan fasilitas yang lengkap, mulai dari layanan telekomunikasi hingga ruang kerja yang nyaman,” ujar Budi.

Media center yang dihadirkan oleh Kemenkominfo di PON XXI menyediakan berbagai fasilitas bagi para wartawan, seperti ruang pers, studio mini, ruang broadcast untuk awak media televisi, serta berbagai sarana pendukung lainnya. Fasilitas ini memungkinkan para jurnalis melaksanakan tugas mereka dalam meliput rangkaian acara PON dengan lebih mudah dan efisien.

Dalam setiap acara berskala besar, Kemenkominfo selalu menyiapkan media center guna memastikan akses informasi yang luas dan cepat bagi publik. Hal ini, menurut Budi, sudah menjadi bagian dari tanggung jawab kementeriannya dalam mendukung kelancaran penyebaran informasi di acara tingkat nasional dan internasional.

“Media center di PON XXI Aceh-Sumut menjadi bagian dari upaya Kemenkominfo untuk memastikan informasi seputar penyelenggaraan olahraga ini dapat tersebar dengan baik, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga ke mancanegara,” tambah Budi.

Sementara itu, Pj Gubernur Sumatera Utara Agus Fatoni menyampaikan penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atas dukungan penuh Kemenkominfo selama berlangsungnya PON XXI.

“Kami berterima kasih kepada Kemenkominfo yang telah menghadirkan fasilitas media center dengan standar internasional di PON XXI. Fasilitas ini sangat membantu para jurnalis dalam menjalankan tugas mereka,” kata Agus.

Dengan penghargaan ini, Kemenkominfo berharap dapat terus berkontribusi dalam memajukan komunikasi publik di berbagai acara nasional dan internasional yang digelar di Indonesia, termasuk PON yang akan datang. Kemenkominfo juga telah mempersiapkan rencana untuk meningkatkan kualitas media center di PON selanjutnya pada 2028.

Editor: Akil

Banda Aceh Hasilkan 9 Ton Sampah per Hari Selama PON XXI

0
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gampong Jawa, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Banda Aceh mencatat adanya peningkatan jumlah sampah yang cukup drastis selama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut.

Berdasarkan data yang diperoleh Nukilan, rata-rata sampah yang dihasilkan pada Agustus 2024 mencapai 253,2 ton. Namun, sejak dimulainya PON XXI, angka tersebut melonjak menjadi 262,4 ton.

“Artinya, ada kenaikan sekitar 9,1 ton sampah per hari akibat penyelenggaraan PON di Banda Aceh,” jelas Asnawi.

Menurut Asnawi, dalam kurun waktu 1 hingga 20 September 2024 saja, total sampah yang harus diangkut mencapai 5.248 ton. Untuk mengatasi hal ini, DLHK telah menambah shift kerja dan mengoptimalkan seluruh armada yang tersedia.

Asnawi juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengatasi masalah sampah ini dengan cara memilah sampah sesuai jenisnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memilah sampah sesuai jenisnya. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis seperti botol plastik, kardus, dan kaleng minuman dapat dijual kembali atau didaur ulang. Dengan demikian, beban TPA dapat berkurang,” imbuhnya.

Reporter: Rezi

NCB Dental Care Banda Aceh, Klinik Gigi Modern dengan Layanan Lengkap dan Nyaman

0
Dokter dan perawat gigi sedang melakukan pemeriksaan gigi pasien di NCB Dental Care Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – NCB Dental Care, klinik gigi ternama yang terletak di Jalan Keuchik Amin, Beurawe, Kuta Alam, Banda Aceh, telah menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan perawatan gigi berkualitas. Klinik ini dikenal tidak hanya karena fasilitasnya yang modern, tetapi juga layanan ramah yang diberikan oleh para perawat dan dokter gigi.

Saat tim Nukilan.id mengunjungi klinik ini, kami disambut oleh Asmatul Qoriyah, salah satu perawat gigi di NCB Dental Care. Dengan senyum ramah, ia langsung mengarahkan ke ruang tunggu yang bersih, rapi, dan nyaman—membuat para pasien merasa tenang selama menunggu giliran.

Farhan Akram, salah seorang pasien yang sedang menunggu giliran perawatan, membagikan pengalamannya kepada Nukilan.id.

“Saya sering merasakan nyeri saat mengunyah, dan ini adalah kunjungan kedua saya di sini,” kata Farhan kepada Nukilan.id, Jumat (27/9/2024).

Farhan mengatakan ia telah menjalani perawatan saluran akar (PSA) untuk giginya dan merasa sangat puas dengan hasilnya.

“Biaya sekali kunjungan sekitar 300 ribu rupiah, dan minggu depan adalah kunjungan terakhir saya,” tambahnya.

Farhan mengaku puas dengan hasil perawatan yang didapat dan merasakan perbaikan yang signifikan pada kondisi giginya.

Asmatul Qoriyah menjelaskan bahwa NCB Dental Care menawarkan berbagai layanan perawatan gigi untuk anak-anak dan dewasa, mulai dari pencabutan gigi, penambalan gigi, pemasangan gigi palsu permanen seperti implant dan bridge, hingga gigi palsu lepasan.

Klinik ini juga menyediakan layanan perawatan saluran akar (PSA), scaling atau pembersihan karang gigi, serta perawatan gusi. Menariknya, beberapa tindakan seperti scaling dapat dilakukan baik oleh dokter gigi maupun perawat terlatih.

“Untuk scaling, jika dilakukan oleh perawat biayanya sekitar 150 ribu rupiah, sedangkan jika ditangani dokter, biayanya berkisar antara 250 hingga 300 ribu rupiah,” jelas Asmatul.

NCB Dental Care buka setiap hari Senin hingga Sabtu, dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Dengan fasilitas yang lengkap dan tenaga medis yang profesional, klinik ini menjadi salah satu pilihan terbaik bagi masyarakat Banda Aceh yang ingin menjaga kesehatan gigi dan mulut. Bagi Anda yang membutuhkan perawatan gigi, NCB Dental Care siap memberikan layanan yang memuaskan dan berkualitas. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Kebakaran Hebat Hanguskan 30 Ruko di Simeulue

0
Kebakaran ruko di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, pada Kamis 26 September 2024. (Foto: Dok. BPBA)

NUKILAN.id | Simeulue – Sebuah peristiwa kebakaran besar melanda Kabupaten Simeulue pada Kamis (26/9) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Peristiwa kebakaran ini tepatnya terjadi di Desa Suka Makmur, Kecamatan Simeulue Timur. Sebanyak 30 unit rumah toko (ruko) dilaporkan ludes terbakar dalam peristiwa ini.

Menurut keterangan Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. 

Selain kerugian materiil berupa 30 ruko yang rusak berat, kebakaran ini juga mengakibatkan 44 kepala keluarga (KK) atau lebih dari itu terpaksa mengungsi.

“Korban kebakaran saat ini mengungsi di beberapa tempat, seperti Masjid Al-Falaq, Islamic Center, dan rumah kerabat terdekat,” ujar Fadmi Ridwan dalam laporannya yang diterima Nukilan.id.

Upaya pemadaman kebakaran dilakukan secara masif oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Simeulue, TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Api berhasil dipadamkan pada pukul 23.05 WIB.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tambah Fadmi.

Reporter: Rezi

Pj Gubernur Aceh Sambut Baik Investasi Findco Investors Berhad Malaysia

0
Pj Gubernur Aceh Sambut Baik Investasi Findco Investors Berhad Malaysia. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, membuka peluang bagi Findco Investors Berhad Malaysia untuk berinvestasi di Aceh. Kunjungan tim Findco Investors Berhad pada Kamis (26/9/2024) disambut hangat oleh Safrizal, yang menyatakan siap mendukung investasi yang sesuai dengan potensi daerah.

“Kami mengapresiasi kunjungan ini. Aceh memiliki beragam potensi, dan kami mempersilakan Findco Investors Berhad untuk berinvestasi sesuai bidang yang diminati,” ujar Safrizal saat audiensi di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Findco Investors Berhad tidak hanya menyatakan minat untuk menanamkan modal di Tanah Rencong, tetapi juga menawarkan pengembangan teknologi, khususnya dalam pengolahan sampah dan energi terbarukan.

“Selain investasi, kami juga membawa konsep teknologi solar cell dan pengolahan sampah yang dapat diimplementasikan di Aceh,” ungkap perwakilan Findco Investors Berhad.

Safrizal menyambut baik rencana tersebut, khususnya di bidang teknologi ramah lingkungan, mengingat Aceh memiliki perhatian khusus terhadap keseimbangan alam dalam setiap aktivitas pembangunan.

“Kami sangat terbuka terhadap investasi, namun tetap ada syarat penting yang harus diperhatikan, yaitu menjaga keseimbangan alam dan memastikan setiap kegiatan bersifat ramah lingkungan,” tegas Safrizal.

Safrizal juga mengundang tim Findco untuk mempelajari lebih dalam berbagai potensi yang ada di Aceh. Menurutnya, dengan kerjasama yang baik, investasi yang masuk akan memberikan manfaat bagi pembangunan Aceh serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Aceh, dengan kekayaan sumber daya alam dan peluang pengembangan energi terbarukan, dinilai sebagai lokasi strategis bagi investasi asing. Pemerintah Aceh sendiri terus mendorong investasi yang sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Editor: Akil

Pj Gubernur Safrizal Resmikan Gedung Pelayanan Psikiatri Intensif di RSJ Aceh

0
Pj Gubernur Safrizal Resmikan Gedung Pelayanan Psikiatri Intensif di RSJ Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, meresmikan Gedung Pelayanan Intensive Psikiatri atau Balee Seurunee di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh, Jumat (27/9/2024). Fasilitas baru ini diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan jiwa yang lebih komprehensif, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan mental.

Amatan Nukilan.id, dalam sambutannya, Safrizal menekankan pentingnya menghilangkan stigma negatif terhadap kesehatan mental.

“Kesehatan mental harus terus disuarakan, bahkan untuk gejala ringan sekalipun. Masyarakat perlu terbuka untuk membicarakan hal-hal kecil terkait kesehatan mental sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah besar,” tegas Safrizal.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak sejak usia dini, terutama terkait pengaruh lingkungan keluarga.

“Pembentukan kondisi kejiwaan anak sangat ditentukan oleh lingkungannya, khususnya keluarga. Ini yang harus kita sadari bersama,” lanjutnya.

Gedung pelayanan yang diresmikan ini dilengkapi dengan fasilitas intensif psikiatri dan menjadi bagian penting dalam upaya RSJ Aceh meningkatkan layanan kesehatan jiwa. Safrizal juga menyebut adanya rencana perubahan nama RSJ Aceh agar tidak hanya berfokus pada istilah “rumah sakit jiwa” tetapi juga mencakup layanan kesehatan mental yang lebih holistik.

“Mari kita pikirkan nama tokoh bersejarah yang layak diabadikan untuk rumah sakit ini,” ucapnya.

Direktur RSJ Aceh, dr. Hanif, menjelaskan bahwa fasilitas baru ini merupakan bagian dari empat program utama RSJ, yakni peningkatan layanan kesehatan jiwa, rehabilitasi ketergantungan narkotika, rumah sakit pendidikan spesialis jiwa, serta rehabilitasi psikososial terpadu.

Ia juga menyoroti salah satu tantangan utama yang dihadapi RSJ Aceh, yaitu banyaknya pasien yang tidak lagi dikunjungi oleh keluarga mereka, bahkan setelah dinyatakan sembuh.

“Untuk mengatasi hal ini, kami memulai program rehabilitasi terpadu yang bertujuan melatih kemandirian pasien sebelum dipulangkan,” ungkap Hanif.

RSJ Aceh juga menghadapi masalah dengan pasien yang tidak diketahui alamatnya atau sudah lama dirawat di rumah sakit.

“Saat ini ada sekitar 50 pasien yang tidak jelas alamatnya, bahkan beberapa di antaranya sudah lebih dari lima tahun berada di sini,” tambah Hanif. Program rehabilitasi ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah tersebut.

Sebelum meresmikan gedung baru tersebut, Safrizal juga menyerahkan satu unit kursi roda kepada Suprayitno, atlet paralayang asal Bangka Belitung yang mengalami cedera tulang belakang saat bertanding di PON XXI Aceh-Sumut. Penyerahan dilakukan kepada Ketua Kontingen Bangka Belitung, Ferdian Hermawan Lubis.

Suprayitno mengalami kecelakaan saat mendarat akibat angin kencang, namun kondisinya kini mulai pulih berkat penanganan medis yang cepat. Selain itu, Safrizal juga menyempatkan diri menjenguk Candra Setiawan, wasit panahan asal Blitar, yang saat ini dirawat intensif di RSUD dr. Zainoel Abidin.

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat, antara lain Asisten III Setda Aceh Iskandar AP, Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak, Wakil Direktur RSUDZA, Kepala Dinas Sosial Aceh, serta Kepala DP3A. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Bustami-Fadhil Usung 5 Program Unggulan untuk Pilkada Aceh 2024

0
Fadhil Rahmi Gantikan Tu Sop Dampingi Bustami Hamzah di Pilgub Aceh 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, Bustami Hamzah dan M. Fadhil Rahmi, memaparkan visi, misi, serta program unggulan mereka dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang berlangsung pada Rabu (25/9/2024).

Dalam sesi penyampaian tersebut, paslon nomor urut satu ini mengungkapkan lima program unggulan yang mereka yakini dapat membawa perubahan besar bagi Aceh.

“Aceh membutuhkan harapan baru untuk perubahan yang lebih baik, terarah, dan menjanjikan,” ujar Bustami.

Menurutnya, pasangan ini siap memperjuangkan aspirasi rakyat Aceh, yang mereka sebut telah mereka tangkap dengan penuh kesungguhan.

Bustami menjelaskan bahwa visi dan misi mereka berfokus pada empat isu krusial: kesejahteraan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan penguatan keistimewaan Aceh. Untuk mencapai tujuan tersebut, berikut lima program unggulan yang akan mereka realisasikan jika terpilih:

1. Program Ekonomi Unggul Berbasis Komunitas

Pasangan ini berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan yang layak. “Kami akan memastikan setiap warga Aceh dapat berkontribusi dan merasakan manfaat dari pembangunan ekonomi,” kata Bustami.
Program ini mencakup perjuangan untuk memperpanjang Dana Otsus (Otonomi Khusus), pembangunan industri di Aceh, penyediaan irigasi untuk lahan pertanian, dan ketersediaan pupuk serta bahan bakar bersubsidi bagi masyarakat kurang mampu. Mereka juga berjanji untuk mempermudah akses permodalan bagi pelaku UMKM melalui lembaga keuangan.

2. Program Pendidikan Berkualitas untuk Semua

Dalam sektor pendidikan, Bustami-Fadhil fokus pada peningkatan akses dan kualitas pendidikan di Aceh. Mereka akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu, termasuk beasiswa penuh untuk studi kedokteran. Subsidi kebutuhan sekolah bagi siswa tingkat SD hingga SMA juga menjadi prioritas. “Kami juga ingin mewujudkan legalisasi dana abadi pendidikan untuk masa depan Aceh yang lebih cerah,” ujar Fadhil.

3. Program Peningkatan Akses Layanan Kesehatan

Mereka juga berkomitmen meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau. Bustami-Fadhil berencana memperbaiki dan melanjutkan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA), serta memfungsikan pembangunan rumah sakit regional yang saat ini belum optimal. Teknologi informasi juga akan diintegrasikan ke dalam sistem pelayanan kesehatan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi.

4. Penguatan Keistimewaan Aceh dan Nilai-nilai Keagamaan

Pasangan ini juga berjanji untuk menjaga dan memperkuat keistimewaan Aceh, khususnya dalam hal penerapan syariat Islam dan nilai-nilai keagamaan. Di antara programnya adalah peningkatan kuota jamaah haji, beasiswa untuk santri dan penghafal Al-Qur’an, serta insentif bagi guru dayah (pesantren) di Aceh.

“Kami akan memastikan satu desa satu hafiz untuk memperkuat karakter keagamaan di Aceh,” jelas Fadhil.

5. Pelestarian Budaya dan Lingkungan

Bustami-Fadhil berkomitmen melestarikan warisan budaya Aceh dan menjaga lingkungan hidup melalui revitalisasi kearifan lokal, penyelenggaraan festival budaya, serta pendidikan seni di sekolah-sekolah.

“Kami juga akan mengembangkan ekowisata yang berbasis kearifan lokal untuk menarik wisatawan dan meningkatkan perekonomian desa,” tambah Bustami.

Dalam pidatonya, Bustami menutup dengan harapan besar bahwa program-program ini akan menjadi jalan menuju perubahan positif bagi Aceh.

“Ini adalah waktu yang tepat bagi Aceh untuk bangkit dan bergerak maju,” pungkasnya.

Editor: Akil

MPU Aceh Keluarkan Fatwa Haram Kekerasan terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan

0
MPU Aceh Keluarkan Fatwa Haram Kekerasan terhadap Pendidik dan Tenaga Kependidikan. (Foto: MPU Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menetapkan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan hukumnya haram. Hal ini disampaikan dalam Sidang Paripurna MPU Aceh yang ditutup pada Kamis (26/9/2024) di Gedung Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba, Banda Aceh.

Fatwa tersebut merupakan hasil dari pembahasan fenomena kekerasan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan yang dilihat dari perspektif hukum Islam, adat, dan hukum positif. Sidang yang berlangsung selama tiga hari ini melahirkan lima poin fatwa dan sebelas butir taushiyah yang menyoroti pentingnya penghormatan terhadap tenaga pendidik.

“Dalam pandangan Islam, pendidik atau tenaga kependidikan adalah perwakilan dari orang tua atau wali peserta didik. Oleh karena itu, mereka wajib dihormati dan ditaati,” kata Ahmad Taufik, Lc, Kabag. Persidangan MPU Aceh, saat membacakan rancangan fatwa.

Selain mengharamkan kekerasan, fatwa MPU Aceh juga menegaskan bahwa sanksi yang bersifat mendidik dan tidak mencederai fisik peserta didik diperbolehkan.

Wakil Ketua MPU Aceh, Prof. Dr. Tgk. H. Muhibbuththabary, M.Ag, mengapresiasi kerja keras seluruh anggota MPU yang telah berijtihad selama tiga hari untuk merumuskan fatwa ini.

“Fatwa ini didasarkan pada prinsip keadilan sesuai dengan hukum yang berlaku di Aceh. Oleh karena itu, bagi umat Islam yang berdomisili di Aceh, fatwa ini bersifat wajib diikuti,” ungkap Prof. Muhibbuththabary.

Dalam taushiyahnya, MPU Aceh juga menyerukan kepada Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota untuk memberikan perlindungan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan dari segala bentuk kekerasan. Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah pembuatan regulasi yang tegas terkait perlindungan tersebut.

Selain itu, MPU Aceh mendesak agar pemerintah segera mengesahkan qanun tentang perlindungan guru dan merumuskan qanun pendidikan Aceh yang berlandaskan nilai-nilai Islami.

MPU juga berharap agar seluruh lembaga pendidikan di Aceh mengajarkan etika, adab, dan kesopanan terhadap guru. Pendidikan akhlakul karimah, yang meliputi etika dan tata krama kepada pendidik, dinilai perlu diintensifkan di setiap satuan pendidikan di Aceh.

Fatwa dan taushiyah ini diharapkan mampu mencegah kekerasan terhadap pendidik sekaligus memperkuat penghormatan kepada mereka dalam menjalankan tugas mulia mendidik generasi penerus bangsa.

Editor: Akil

Perhitungan Hari Kerja Tak Adil, Honor LO PON XXI Aceh-Sumut Dipersoalkan

0
Logo PON Aceh-Sumut 2024. (Foto: PON)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut yang seharusnya menjadi ajang kebanggaan nasional, kini diwarnai dengan keluhan dari sejumlah Liaison Officer (LO) terkait ketidakadilan dalam perhitungan hari kerja dan pencairan honor.

Salah satu LO dari cabang olahraga Soft Tenis, Arjuna, mengungkapkan kekecewaannya atas perbedaan perlakuan dalam menghitung hari kerja dan honor yang diterima. Menurutnya, LO cabor hanya dihitung bekerja selama 12 hari, berbeda dengan LO VIP yang mendapatkan 15 hari, serta LO administrasi yang dihitung selama 17 hari.

“Kami sudah terlibat dalam persiapan jauh sebelum kedatangan atlet, termasuk rapat-rapat dan pengecekan lapangan. Tapi yang dihitung hanya 12 hari kerja, dari kedatangan kontingen pada 8 hingga 19 September 2024,” kata Arjuna, Kamis (26/9/2024).

Arjuna menjelaskan bahwa dirinya dan rekan-rekan LO cabor Soft Tenis sudah bekerja sejak akhir Agustus 2024. Mereka bahkan sudah melakukan komunikasi dengan manajer kontingen dari berbagai provinsi, serta mempersiapkan segala kebutuhan sebelum kedatangan atlet.

“Kami sudah aktif sejak akhir Agustus, bahkan sejak 30 Agustus 2024 kami sudah 20 kali melakukan absensi online untuk koordinasi kedatangan atlet. Namun, kerja keras kami itu tidak dihitung dalam hari kerja,” ungkapnya.

Arjuna mempertanyakan kebijakan dari PB PON Bidang SDM yang dinilai tidak konsisten dalam menghitung jam kerja para LO. Ia menduga ada kesalahan teknis atau masalah lain yang membuat para LO tidak mendapatkan haknya secara adil.

“Kami berharap tidak ada unsur kesengajaan. Jika memang ada kesalahan, kami berharap segera diperbaiki, karena PON XXI ini seharusnya sudah siap berjalan tanpa masalah seperti ini,” tambahnya.

Selain perbedaan perhitungan hari kerja, Arjuna juga mempersoalkan honor yang diterima. Menurutnya, ada ketidakjelasan terkait jumlah honor yang dibayarkan. Dari informasi yang diterima sebelumnya, setiap LO, VO, dan WF dijanjikan honor Rp250 ribu per hari. Namun, hingga saat ini, ia hanya menerima Rp940.500.

“Sampai sekarang, saya baru terima Rp940.500. Padahal ada LO yang sudah dibayar hingga dua sampai tiga juta rupiah. Ini tidak masuk akal,” keluhnya.

Arjuna berharap pihak PB PON segera memberikan penjelasan dan solusi terkait perbedaan perhitungan honor tersebut. Ia merasa bahwa para LO, yang sudah bekerja tanpa pamrih untuk kesuksesan PON, layak mendapatkan hak mereka dengan adil.

“Kami hanya meminta hak kami. Tidak lebih. Kami juga ingin tahu kenapa ada perbedaan honor yang begitu mencolok di antara para LO,” tegasnya.

Kasus ini menimbulkan tanda tanya mengenai transparansi dalam pengelolaan SDM dan honor di ajang sebesar PON XXI. Arjuna dan rekan-rekannya berharap PB PON memberikan perhatian serius agar masalah ini tidak semakin merusak citra PON, yang seharusnya menjadi ajang persatuan dan kebanggaan bangsa.

“Kami berharap pihak terkait mendengarkan suara kami dan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Jangan sampai ketidakadilan seperti ini merusak semangat PON yang seharusnya menginspirasi banyak pihak,” pungkas Arjuna.

Editor: Akil

Tanggapi Visi Misi Mualem-Dekfadh, Pakar Pertanian: Ide Menarik, Tapi Hati-Hati

0
Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, pakar pertanian dari Universitas Syiah Kuala. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut 2, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah, mengusung visi besar untuk periode 2025-2030. Visi mereka adalah “Terwujudnya Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan”, dengan salah satu misi utama di sektor pertanian dan kelautan. Mereka berencana membangun lumbung pangan dan mengembangkan kawasan pertanian berbasis korporasi sebagai upaya meningkatkan produktivitas di sektor tersebut.

Menanggapi gagasan ini, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU, pakar pertanian dari Universitas Syiah Kuala, memberikan pandangannya saat diwawancarai Dialeksis pada Kamis (26/9/2024). Menurut Agussabti, ide pembangunan lumbung pangan dan kawasan pertanian berbasis korporasi memang menarik, tetapi perlu diimplementasikan dengan penuh kehati-hatian.

“Ide ini harus dipastikan tidak membuat petani kecil tersingkir dari ekosistem pertanian Aceh. Mereka harus tetap menjadi bagian dari perubahan ini,” kata Agussabti.

Agussabti juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup untuk mengatasi masalah produktivitas di sektor pertanian Aceh. Menurutnya, ada beberapa aspek yang perlu menjadi perhatian serius dalam implementasi kebijakan ini.

“Kita tidak hanya bicara soal infrastruktur, tetapi juga peningkatan kapasitas petani. Mereka harus memiliki akses terhadap teknologi pertanian terkini. Selain itu, penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir sangat penting agar pertanian Aceh dapat bersaing,” jelasnya.

Selain itu, Agussabti menyarankan pengembangan sistem pertanian pintar berbasis teknologi digital. Menurutnya, Aceh memiliki peluang besar untuk menjadi pionir dalam penerapan pertanian presisi di Indonesia.

“Pertanian presisi akan membuat penggunaan sumber daya lebih efisien dan produktivitas lahan meningkat. Ini adalah langkah strategis yang perlu dipertimbangkan oleh para pemimpin masa depan Aceh,” tambah Agussabti.

Agussabti juga menyoroti pentingnya diversifikasi komoditas pertanian di Aceh. Ia menegaskan bahwa terlalu fokus pada satu komoditas, seperti padi, bisa menjadi bumerang bagi keberlanjutan sektor pertanian.

“Kita perlu memperluas fokus ke komoditas bernilai tinggi yang sesuai dengan agroklimat Aceh, seperti kopi gayo atau nilam. Ini akan meningkatkan pendapatan petani dan memberikan daya saing baru bagi Aceh di pasar nasional dan internasional,” ujarnya.

Tak hanya di sektor pertanian, Agussabti juga memberikan catatan penting terkait pengelolaan sumber daya laut Aceh. Menurutnya, pembangunan di sektor kelautan harus dilakukan dengan pendekatan yang berkelanjutan.

“Budidaya perikanan yang ramah lingkungan dan pengelolaan sumber daya laut yang bijaksana sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Kita tidak bisa hanya memikirkan hasil jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat di masa depan,” tutup Agussabti.

Pasangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah diharapkan dapat mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk pakar, demi mewujudkan Aceh yang lebih maju dan sejahtera, terutama di sektor pertanian dan kelautan yang menjadi andalan perekonomian daerah.

Editor: Akil