Beranda blog Halaman 894

KIP Banda Aceh Tetapkan Batas Maksimal Dana Kampanye Rp 54 Miliar untuk Pilkada 2024

0
Yusri Razali Ketua KIP Banda Aceh. (Foto: Humas KIP Banda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh menetapkan batas maksimal dana kampanye bagi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 sebesar Rp 54 miliar. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan KIP Banda Aceh Nomor 494.

Ketua KIP Banda Aceh, Yusri Razali, menyampaikan bahwa penetapan batas dana kampanye ini merupakan hasil koordinasi antara KIP, pasangan calon, serta Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Banda Aceh.

“Pembatasan maksimal sebesar Rp 54 miliar untuk dana kampanye ini diharapkan dapat menciptakan kesetaraan di antara pasangan calon yang berkompetisi,” ujar Yusri dalam konferensi pers di Banda Aceh, Jumat (27/9/2024).

Penetapan ini sejalan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 14 Tahun 2024, yang mengatur pengelolaan dana kampanye secara lebih ketat. Dalam aturan tersebut, transparansi dan akuntabilitas menjadi fokus utama untuk memastikan setiap dana yang digunakan dalam kampanye dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mewajibkan setiap pasangan calon untuk melaporkan seluruh pengeluaran dana kampanye mereka melalui aplikasi Sistem Informasi Dana Kampanye (Sikadeka),” kata Yusri.

Penggunaan aplikasi Sikadeka ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan serta memastikan akuntabilitas atas setiap transaksi yang dilakukan. Selain itu, laporan keuangan pasangan calon juga akan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) guna memastikan kesesuaian dengan aturan yang berlaku.

Yusri menegaskan, KIP Banda Aceh berkomitmen untuk menjaga pelaksanaan Pilkada yang bersih dan demokratis.

“Kami akan terus mengawasi pelaksanaan aturan ini agar semua pasangan calon dapat bertarung secara adil dan transparan,” tegasnya.

Editor: Akil

Usai Post-Test, Kakanwil Kemenag Aceh Ikuti Penutupan PRESTASI Bersama Gus Adung dan Irjen Faisal

0
Kakanwil Kemenag Aceh Ikuti Penutupan PRESTASI Bersama Gus Adung dan Irjen Faisal. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Aceh, Drs H Azhari MSi, menyelesaikan Pelatihan Refleksi dan Aktualisasi Integritas (PRESTASI) Batch 2, yang berlangsung di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Tenaga Administrasi, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (27/9/2024).

Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 40 peserta, termasuk para pejabat eselon II, Kakanwil Kemenag Provinsi, rektor perguruan tinggi keagamaan negeri, dan pejabat tinggi pratama di lingkungan Kemenag. Acara penutupan dihadiri oleh Inspektur Jenderal Kemenag RI, Dr H Faisal Ali Hasyim MSi, serta Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, Dr H Adung Abdul Rochman MA, yang akrab disapa Gus Adung.

Dalam sambutannya, Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim menekankan pentingnya penguatan integritas dan tata kelola yang baik dalam setiap kegiatan di Kementerian Agama. Ia menyebutkan bahwa pihaknya terus mendorong berbagai langkah strategis, seperti penerbitan petunjuk teknis untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan komite, implementasi layanan transformasi digital melalui audit Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG).

“Kami juga mendorong penerbitan Keputusan Menteri Agama tentang Manajemen Risiko, mempercepat pembentukan UPG, serta mengawal Proses Pengadaan Barang/Jasa (PAPBJ) dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) melalui reviu yang baik,” ujar Faisal.

Sementara itu, Gus Adung mengingatkan pentingnya komitmen integritas dalam memberantas praktik korupsi di birokrasi Kementerian Agama. Menurutnya, komitmen ini adalah kunci untuk membangun budaya antikorupsi dan mewujudkan birokrasi yang bersih dan profesional.

“Praktik-praktik transaksional yang menjurus pada korupsi harus kita basmi dari birokrasi Kementerian Agama. Muaranya hanya satu: integritas,” tegas Gus Adung.

Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi, dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa pelatihan PRESTASI ini penting untuk meningkatkan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Kemenag, termasuk di Kanwil Kemenag Aceh. Hal ini, lanjut Azhari, sejalan dengan komitmen mewujudkan wilayah birokrasi bersih melayani (WBM) dan wilayah birokrasi bersih dan bebas korupsi (WBBK).

“Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk terus meningkatkan integritas ASN di Kemenag agar senantiasa mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani,” katanya.

Acara penutupan ini juga turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dr Ir Wawan Wardiana MT, yang memberikan arahan pada sesi pembukaan.

Selama pelatihan, para peserta juga menerima materi seputar delik tindak pidana korupsi, penilaian risiko korupsi, pengendalian gratifikasi, serta strategi aktualisasi dan diseminasi integritas. Kegiatan ini diakhiri dengan post-test untuk mengukur pemahaman peserta setelah mengikuti rangkaian pelatihan.

Pelatihan PRESTASI ini dilaksanakan menindaklanjuti arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait teknis pelatihan bagi eselon II di Kemenag, seperti yang disampaikan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melalui surat undangan kepada para peserta.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Besar dan USK Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Literasi Desa

0
Pemkab Aceh Besar dan USK Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Literasi Desa. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar menandatangani kerja sama dengan Universitas Syiah Kuala (USK) terkait program Library Tour di Desa Binaan USK. Penandatanganan berlangsung di Ruang Adnan Ganto, UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, Darussalam, Banda Aceh, Jumat (27/9/2024).

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, Fazlun SH MT, dan Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si, IPU.

Fazlun dalam sambutannya mengatakan, kerja sama ini merupakan upaya dalam meningkatkan minat baca dan mengembangkan perpustakaan di gampong serta sekolah di Aceh Besar, sesuai dengan arahan Penjabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto.

“Sesuai arahan Pak Pj Bupati, kami sangat senang bisa menjalin kerja sama ini dalam rangka meningkatkan literasi dan minat baca, serta memajukan perpustakaan di gampong dan sekolah,” ujar Fazlun.

Ia menambahkan, capaian Aceh Besar dalam pembinaan dan pendampingan perpustakaan, baik di tingkat desa maupun sekolah, diharapkan akan semakin meluas dengan adanya dukungan dari pihak akademisi dan penelitian dari mahasiswa USK.

“Dengan dukungan akademisi dan penelitian dari mahasiswa, kami yakin kemajuan literasi yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat dapat lebih cepat terwujud,” kata Fazlun.

Fazlun juga menjelaskan bahwa perpustakaan gampong di Aceh Besar telah bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial, tidak lagi hanya sekadar tempat membaca.

“Transformasi yang digagas oleh Perpustakaan Nasional ini telah mengubah wajah perpustakaan gampong menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinteraksi, berkreasi, dan bahkan menghasilkan pendapatan melalui fasilitas yang didukung dana desa,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor USK Bidang Akademik, Prof. Agussabti, mengaku bangga dengan capaian literasi yang telah diraih Pemerintah Aceh Besar hingga ke tingkat nasional, baik dari perpustakaan gampong maupun sekolah.

“Capaian tersebut bisa menjadi studi tiru bagi mahasiswa kami dalam upaya peningkatan keilmuan dan pengembangan ilmu. Kami sangat bangga bisa menjalin kerja sama ini dan berharap dapat terwujud sebagaimana cita-cita kita semua,” kata Agussabti.

Kerja sama ini mencakup bidang pendidikan, penelitian, pembinaan perpustakaan, peningkatan literasi, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua upaya ini diharapkan dapat mendukung program peningkatan literasi masyarakat secara luas.

Editor: Akil

Bag SDM Polresta Banda Aceh Kembali Lakukan “Delivery Service” untuk Efisiensi Pengiriman Berkas Personel

0
Bag SDM Polresta Banda Aceh Kembali Lakukan "Delivery Service" untuk Efisiensi Pengiriman Berkas Personel. (Foto: Diskominfotik BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polresta Banda Aceh kembali melaksanakan program “Delivery Service” untuk mengirimkan berkas-berkas penting kepada personel Polsek jajaran yang selama ini menumpuk di unit mereka. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (25/9/2024) ini bertujuan mempercepat proses penerimaan berkas sekaligus menghindari penumpukan di Subbag Watpers.

Kapolresta Banda Aceh, KBP Fahmi Irwan Ramli, melalui Kabag SDM Kompol Armia, menyampaikan bahwa layanan ini memberikan kemudahan bagi personel untuk menerima Surat Keputusan (Skep), kenaikan gaji berkala (KGB), dan Tanda Kehormatan (SL).

“Dengan layanan ini, personel yang tidak sempat mengambil berkas di Polresta Banda Aceh tetap bisa mendapatkannya dengan cepat dan efisien,” ujar Kompol Armia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Paur Watpers Bag SDM Polresta Banda Aceh, Aiptu Okto Limando, yang menambahkan bahwa penyerahan berkas dilakukan secara langsung di lapangan apel Polresta Banda Aceh.

“Kami memberikan Skep, KGB, dan Tanda Kehormatan langsung kepada personel Satuan Lalu Lintas, yang diserahkan oleh Kasatlantas Kompol Ikmal saat apel pagi,” jelasnya.

Menurut Kompol Armia, program “Delivery Service” akan terus dilanjutkan guna meningkatkan efisiensi kerja dan meminimalisir penumpukan berkas. Ia juga berharap agar personel segera mengambil berkas yang sudah selesai di Subbag Watpers untuk menghindari risiko kehilangan atau tercecer.

Program ini menjadi solusi praktis bagi Polresta Banda Aceh dalam meningkatkan pelayanan administrasi internal sekaligus memastikan berkas penting diterima tepat waktu oleh setiap personel yang membutuhkannya.

Editor: Akil

Inovasi Bubu Ramah Lingkungan Tingkatkan Produktivitas Nelayan Aceh Barat

0
Inovasi Bubu Ramah Lingkungan Tingkatkan Produktivitas Nelayan Aceh Barat. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Meulaboh – Dosen Program Studi Perikanan Universitas Teuku Umar (UTU) mengadakan workshop bertema “Pengoperasian Bubu Ikan Karang Berbasis Sumberdaya Lokal” untuk meningkatkan keterampilan nelayan tradisional di Kabupaten Aceh Barat, sekaligus mendukung praktik perikanan berkelanjutan.

Kegiatan ini berlangsung di perairan Lhok Meureubo, Aceh Barat, dan diikuti oleh sejumlah nelayan tradisional serta mahasiswa UTU. Workshop ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat berjudul “Pemberdayaan Nelayan Tradisional Lhok Meureubo dalam Pemanfaatan Teknologi Bubu Ramah Lingkungan untuk Peningkatan Hasil Tangkapan Ikan Karang di Perairan Aceh Barat.”

Program tersebut didanai oleh hibah dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (DRTPM) tahun 2024. Tim pengabdian dipimpin oleh Afdhal Fuadi, S.Pi., M.Si., dengan anggota Rosi Rahayu, S.Pi., M.Si., dan Rusdi, M.Si. Selain itu, teknisi dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UTU juga turut terlibat.

Dalam pelatihan ini, para peserta diberikan pengetahuan langsung mengenai pengoperasian teknologi bubu dasar yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Bubu ini diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan tanpa merusak ekosistem laut, terutama terumbu karang yang menjadi habitat utama ikan karang.

Ketua tim pengabdian, Afdhal Fuadi, menjelaskan bahwa workshop ini memberikan kesempatan bagi nelayan untuk mempraktikkan teknik pengoperasian bubu ikan karang, mulai dari proses penurunan bubu ke dasar laut (setting), perendaman selama dua hari, hingga pengangkatan kembali (hauling).

Sebelum bubu diletakkan, ditambahkan atraktor berupa daun pinang dan daun kelapa untuk memikat ikan masuk ke dalam bubu.

“Pemilihan atraktor lokal seperti daun pinang dan daun kelapa adalah inovasi sederhana namun efektif, yang bisa membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapan ikan karang tanpa merusak lingkungan sekitar,” ujar Afdhal kepada Nukilan.id, Sabtu (28/9/2024).

Bubu ini ditempatkan pada kedalaman 40 meter di sekitar terumbu karang Aceh Barat, tepatnya pada koordinat 3°59.211’ Lintang Utara dan 95°55.028’ Bujur Timur. Lokasi tersebut dipilih karena terumbu karangnya masih terjaga dan kaya akan keanekaragaman hayati, terutama spesies ikan karang bernilai ekonomi tinggi.

Para nelayan yang terlibat dalam workshop ini menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka mengapresiasi inisiatif dari para akademisi UTU yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diaplikasikan di lapangan. Muhammad, salah satu nelayan peserta, mengungkapkan rasa terima kasihnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada dosen dan mahasiswa UTU yang mengajarkan cara pengoperasian bubu ini. Selama ini kami hanya menggunakan cara-cara tradisional, tetapi dengan teknologi bubu ramah lingkungan ini, kami yakin bisa meningkatkan hasil tangkapan tanpa merusak laut,” ujar Muhammad.

Selain mengajarkan keterampilan teknis, workshop ini juga memberikan pemahaman kepada nelayan tentang pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut. Penggunaan teknologi bubu ramah lingkungan diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan kelangkaan ikan akibat eksploitasi berlebihan dan kerusakan lingkungan.

Mahasiswa Program Studi Perikanan UTU juga dilibatkan dalam kegiatan ini, dengan tujuan meningkatkan kompetensi mereka sebagai calon ahli perikanan di masa depan. Mereka ikut serta dalam pendampingan teknis di lapangan, sekaligus belajar bagaimana mengaplikasikan teori yang mereka pelajari di bangku kuliah.

“Keterlibatan mahasiswa di lapangan adalah bagian penting dari proses pembelajaran. Dengan begini, mereka tidak hanya paham teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di dunia kerja nanti,” kata Rosi Rahayu, salah satu dosen yang terlibat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) menyambut baik program ini. Kepala DKP Aceh Barat, Syafruddin, berharap teknologi bubu ramah lingkungan ini dapat diperluas penggunaannya di kalangan nelayan tradisional Aceh Barat.

“Kami mendukung penuh inisiatif Universitas Teuku Umar dalam memberdayakan nelayan tradisional. Teknologi ini harus kita perkenalkan lebih luas agar dapat membantu meningkatkan perekonomian nelayan tanpa merusak alam,” pungkas Syafruddin.

Dengan adanya workshop ini, diharapkan nelayan tradisional Aceh Barat semakin terampil dalam mengoperasikan teknologi bubu ramah lingkungan, sehingga mereka dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian sumber daya laut yang merupakan bagian penting dari mata pencaharian mereka. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Menpora Dito Tegaskan Peparnas XVII 2024 Dipindah ke Solo dari Aceh-Sumut

0
Menpora RI, Dito Ariotedjo. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menegaskan bahwa Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII tahun 2024 tidak lagi diselenggarakan di Aceh dan Sumatera Utara seperti rencana awal, melainkan di Surakarta (Solo). Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kesiapan infrastruktur di Sumatera Utara yang dinilai belum memadai pada akhir 2023.

Peparnas XVII dijadwalkan berlangsung dari 6 hingga 13 Oktober 2024 di Solo. Menpora Dito menyatakan bahwa pemilihan Solo sebagai tuan rumah adalah langkah tepat, mengingat kota tersebut memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan event olahraga tingkat internasional, seperti ASEAN Paragames pada 2022.

“Surakarta sudah memiliki infrastruktur yang memadai, termasuk banyaknya hotel dari bintang dua hingga bintang lima,” ungkap Dito saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (27/9).

Pemindahan lokasi Peparnas ini telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo. “Atas dasar kesiapan yang ada, kita melaporkan kepada Presiden untuk pemindahan Peparnas dari Sumut ke Surakarta,” kata Dito.

Keputusan ini diambil agar penyelenggaraan Peparnas dapat berlangsung maksimal dan sesuai standar. Solo dinilai memiliki kesiapan yang lebih baik dari segi infrastruktur, sarana pendukung, dan kapasitas akomodasi.

Menpora juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah mengucurkan dana sebesar Rp 290 miliar untuk penyelenggaraan Peparnas. Dana tersebut diserahkan kepada Panitia Besar Peparnas yang diketuai oleh DB Susanto, yang juga merupakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta.

“Sebanyak Rp 275 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk penyelenggaraan acara, sementara sisanya sebesar Rp 14 miliar lebih dialokasikan untuk peralatan,” jelas Dito.

Ia juga memastikan bahwa penggunaan dana ini akan diawasi ketat oleh berbagai pihak.

“Pengelolaan dana akan diawasi dengan ketat, dengan adanya saksi dari Kejaksaan Agung, Bareskrim, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam proses penandatanganan,” ujar Dito.

Lebih lanjut, Dito menjelaskan bahwa Satgas Tata Kelola yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2024 akan terus bekerja untuk memastikan kesuksesan Peparnas XVII. Hal ini tidak hanya mencakup suksesnya penyelenggaraan, tetapi juga dampak ekonomi yang positif bagi daerah dan administrasi yang transparan.

“Kita ingin memastikan Peparnas berjalan sukses tidak hanya dari segi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan dampak positif pada perekonomian Solo dan sekitarnya, serta memastikan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel,” tambahnya.

Dengan adanya persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan Peparnas XVII di Surakarta akan berlangsung sukses dan memberikan pengalaman terbaik bagi para atlet disabilitas yang bertanding.

Editor: Akil

Masa Jabatan Pj Bupati Aceh Selatan Cut Syazalisma Diperpanjang

0
Pj Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP. (Foto: Humas Asel)

NUKILAN.id | Banda Aceh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, resmi memperpanjang masa jabatan Pj Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma. Surat Keputusan (SK) perpanjangan tersebut diserahkan langsung oleh Safrizal di ruang kerjanya pada Jumat (27/9/2024) sore.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, menjelaskan bahwa perpanjangan ini dilakukan karena masa jabatan Cut Syazalisma yang seharusnya berakhir pada 27 September 2024.

“Berdasarkan SK sebelumnya, masa jabatan Pak Cut Syazalisma berakhir per 27 September ini. Oleh karena itu, hari ini Bapak Pj Gubernur Safrizal, atas nama Menteri Dalam Negeri, menyerahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan,” kata Akkar.

Cut Syazalisma dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam birokrasi Aceh Selatan. Sebelum menjabat sebagai Pj Bupati, ia adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Selatan. Pengalaman ini membuatnya dianggap mampu melanjutkan tugas sebagai kepala daerah hingga periode selanjutnya.

Perpanjangan masa jabatan ini dianggap penting untuk menjaga kesinambungan program pemerintahan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Aceh Selatan. Cut Syazalisma dinilai berpengalaman dalam mengawal kebijakan daerah serta menjaga stabilitas birokrasi di tengah transisi politik.

“Dengan perpanjangan ini, kami berharap stabilitas pemerintahan tetap terjaga dan berbagai program pembangunan dapat terus dilaksanakan tanpa hambatan,” tambah Akkar.

Cut Syazalisma sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait perpanjangan masa jabatannya. Namun, ia disebut akan melanjutkan fokus pada sejumlah program prioritas, seperti peningkatan pelayanan kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan di wilayah Aceh Selatan.

Penyerahan SK ini juga menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan bahwa roda pemerintahan di Aceh Selatan tetap berjalan optimal, khususnya menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang direncanakan pada 2025 mendatang

Editor: Akil

Dua Siswi MAN 4 Aceh Selatan Terima Bantuan Sepeda, Tak Lagi Berjalan 6 Kilometer ke Sekolah

0
Dua Siswi MAN 4 Aceh Selatan Terima Bantuan Sepeda. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Dua siswi MAN 4 Aceh Selatan kini bisa bernapas lega. Setelah bertahun-tahun harus berjalan kaki sejauh enam kilometer untuk mencapai sekolah, mereka kini menerima bantuan dua unit sepeda yang diberikan oleh Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, Tabrani Yunis.

Bantuan tersebut diberikan kepada Rita Yulisliana dan Nurhayati, dua siswi asal Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sepeda-sepeda itu dikirimkan langsung melalui angkutan L-300 dan diterima oleh Kepala MAN 4 Aceh Selatan, Khairul Amizar SAg, pada Jumat (27/9/2024).

“Rita adalah seorang anak yatim dan belum memiliki transportasi ke sekolah. Setiap hari, mereka berdua menempuh jarak lebih dari lima kilometer hanya untuk belajar. Dengan bantuan ini, diharapkan mereka bisa lebih mudah dan cepat sampai ke sekolah,” ujar Tabrani Yunis, yang juga menjabat sebagai Pimpinan Majalah POTRET dan Anak Cerdas.

Program 1.000 Sepeda dan Kursi Roda yang digagas CCDE, Majalah POTRET, Majalah Anak Cerdas, dan POTRET Gallery, bertujuan membantu anak-anak yatim, piatu, serta penyandang disabilitas agar bisa mengakses pendidikan dengan lebih mudah. Bantuan ini didukung oleh para dermawan dari dalam dan luar negeri.

“Alhamdulillah, kami telah menyalurkan sepeda dan kursi roda ke berbagai daerah. Beberapa waktu lalu, kami juga memberikan bantuan sepeda kepada siswa SMA serta kursi roda bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Kluet, Aceh Selatan,” ungkap Tabrani.

Kepala MAN 4 Aceh Selatan, Khairul Amizar, menyampaikan terima kasih atas bantuan sepeda ini. Ia menjelaskan bahwa Rita Yulisliana, yang tinggal di Desa Fajar Harapan, dan Nurhayati dari Desa Pasie Asahan, setiap hari berjalan kaki ke madrasah dengan jarak sekitar enam kilometer.

“Mereka berdua adalah siswi yang sangat rajin. Setiap pagi, sekitar pukul 06.00 atau 06.30 WIB, setelah shalat Subuh, mereka sudah berjalan kaki menuju madrasah,” ujar Khairul.

Inisiatif pemberian sepeda ini bermula dari Safrijah SPdI, seorang guru MAN 4 Aceh Selatan, yang mengirimkan data kedua siswi tersebut kepada CCDE di Banda Aceh. Setelah mengajukan permohonan bantuan, hanya dalam waktu singkat, sepeda-sepeda itu sampai di madrasah pada Jumat pagi.

Khairul berharap, dengan bantuan ini, Rita dan Nurhayati tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki.

“Semoga sepeda ini memotivasi mereka untuk terus belajar dan meraih prestasi,” tambahnya.

Ia juga berterima kasih kepada Tabrani Yunis dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini. “Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda,” ucap Khairul penuh syukur.

Menurutnya, kejadian ini membuktikan bahwa tugas manusia adalah berusaha, berdoa, dan bertawakal, sedangkan hasil akhir adalah kehendak Allah yang penuh kejutan.

“Hadirnya pertolongan Allah sering kali datang dengan cara yang indah dan tidak terduga,” tutupnya.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Besar Serahkan Wanita Terlantar ke Aceh Tamiang

0
Pemkab Aceh Besar Serahkan Wanita Terlantar ke Aceh Tamiang. (Foto: Dinsos Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, melalui Dinas Sosial, menyerahkan seorang wanita terlantar kepada keluarganya di Aceh Tamiang. Penyerahan ini dilakukan setelah melalui berbagai proses identifikasi dan koordinasi lintas instansi. Wanita tersebut, yang semula ditemukan oleh warga Gampong Krueng Kalee, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, diselamatkan oleh Keuchik setempat dan petugas Polsek Darussalam, Rabu (25/9/2024).

Menurut Plt Kepala Dinas Sosial Aceh Besar, Aulia Rahman, SSTP, MSi, wanita terlantar tersebut, yang sulit diajak berkomunikasi, sempat dirawat di rumah singgah Kota Banda Aceh.

“Dia tidak bisa berkomunikasi dengan jelas, sehingga menyulitkan kami mengetahui identitas dan asal-usulnya,” ujar Aulia.

Proses identifikasi kemudian dilakukan dengan bantuan teknologi pemindaian retina di kantor Dukcapil Aceh Besar cabang Peukan Bada. Dari hasil pemindaian, diketahui wanita tersebut bernama Syarifahnur, warga Kabupaten Aceh Tamiang.

“Setelah identitasnya diketahui, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial Aceh Tamiang. Dengan dukungan biaya operasional dari Baitul Mal Aceh, kami mengantarkan Syarifahnur ke keluarganya di Aceh Tamiang,” jelas Aulia.

Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Aceh Besar, Nasri, menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan TKSK Aceh Tamiang untuk memastikan penyerahan berlangsung lancar.

“Setelah koordinasi, kami menyerahkan OT (orang terlantar) ini kepada keluarganya yang didampingi oleh Datok Penghulu Gampong Alur Nunang, Kecamatan Bandar Mulia, Aceh Tamiang,” kata Nasri.

Penyerahan ini menjadi salah satu langkah cepat Pemkab Aceh Besar dalam menangani masalah sosial, terutama terkait orang terlantar, dengan harapan dapat mempertemukan kembali mereka dengan keluarga.

Editor: Akil

Pasar Modal Indonesia Salurkan Bantuan Traktor untuk Petani di Pulau Terluar Aceh

0
Pasar Modal Indonesia Salurkan Bantuan Traktor untuk Petani di Pulau Terluar Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-46, Pasar Modal Indonesia melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), bekerja sama dengan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), menyalurkan bantuan traktor tangan kepada masyarakat di Pulau Aceh dan Pulau Nasi. Bantuan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Kamis (26/9/2024).

Bantuan traktor tangan ini bertujuan untuk mendukung produktivitas pertanian di wilayah terluar Aceh, yang selama ini mengandalkan pertanian sebagai sumber penghidupan utama. Seremoni penyerahan dilakukan di Kantor Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Distanbun Aceh, Ir. Cut Humaizah, MP, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh, Daddi Peryoga, serta Kepala Kantor Perwakilan BEI Aceh, Thasrif Murhadi.

Dalam acara tersebut, lima kelompok tani dari Pulau Aceh dan Pulau Nasi menerima langsung bantuan traktor tangan. Kelompok penerima antara lain:

  1. Kelompok Tani Bina Sejahtera, Desa Alu Riyeung, yang diwakili oleh Syarbini,
  2. Kelompok Nipah Jaya Sepakat, Desa Rabo, diwakili oleh Mawardi,
  3. Kelompok Lampuyang Jaya, Desa Lampuyang, diwakili oleh M. Nasir,
  4. Kelompok Tani Bunoet Jaya, Desa Paloh, diwakili oleh Nasri, dan
  5. Kelompok Tani Makmue Beurata, Desa Ulee Paya, diwakili oleh Asri.

“Bantuan traktor ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat di pulau-pulau terluar Aceh,” ujar Ir. Cut Humaizah, MP dalam sambutannya.

Selain bantuan traktor, program CSR Pasar Modal Indonesia di Aceh juga mencakup pembangunan rumah jemur kopi untuk petani di Bener Meriah serta pembangunan bank sampah di Dayah Jeumala Amal, Pidie. Seluruh program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan di Aceh.

Bantuan CSR ini merupakan bagian dari komitmen BEI, KPEI, dan KSEI dalam menciptakan pasar modal yang inklusif dan berkelanjutan. Selain menyediakan fasilitas dan layanan perdagangan efek, ketiga lembaga yang tergabung dalam Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia ini juga berperan aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Pasar Modal Indonesia tidak hanya dirasakan oleh para pelaku industri, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Thasrif Murhadi, Kepala Kantor Perwakilan BEI Aceh.

Serangkaian program CSR di berbagai wilayah Indonesia ini juga melibatkan kegiatan penanaman mangrove, peremajaan hutan, dan pemberian bantuan ambulance. Dengan adanya inisiatif seperti ini, diharapkan dapat tercipta keseimbangan antara perkembangan ekonomi dan kelestarian lingkungan yang pada akhirnya mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Bantuan CSR Pasar Modal Indonesia ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para penerima manfaat. Syarbini, perwakilan Kelompok Tani Bina Sejahtera, menyampaikan rasa syukur atas bantuan traktor yang sangat dibutuhkan dalam mempercepat proses pertanian di desanya.

“Traktor ini akan sangat membantu kami, terutama dalam mempercepat proses pengolahan lahan yang sebelumnya masih banyak dikerjakan secara manual,” ujar Syarbini.

Dengan pelaksanaan program ini, Pasar Modal Indonesia berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di Aceh.

Editor: Akil