Beranda blog Halaman 893

Koordinator Srikandi Milenial Dukung Tgk Amran dan Akmal AH di Pilkada Aceh Selatan 2024

0
Koordinator Srikandi Milenial Bersama AMAL, Syafawiyah. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dukungan terhadap pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Aceh Selatan, Tgk Amran dan Akmal AH, terus mengalir. Salah satu dukungan datang dari kelompok Srikandi Milenial Bersama AMAL (MBA) yang siap memenangkan pasangan tersebut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh Selatan 2024-2029.

“Kami siap memenangkan Tgk Amran dan Akmal AH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2024-2029,” ujar Koordinator Srikandi Milenial Bersama AMAL, Syafawiyah, Minggu (29/9/2024).

Menurut Syafawiyah, dukungan tersebut didasarkan pada keyakinan bahwa Tgk Amran dan Akmal AH memiliki visi yang sejalan dengan harapan generasi muda di Aceh Selatan. Mereka dinilai mampu membawa perubahan positif bagi daerah, terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan pengembangan generasi muda.

“Kami melihat sosok Tgk Amran dan Akmal AH memiliki semangat yang sama dengan kami, muda-mudi, dalam membangun Aceh Selatan. Kami melihat selama ini lebih banyak program yang pro-generasi muda dan pemberdayaan perempuan di daerah ini,” tambahnya.

Syafawiyah juga menyebut bahwa Srikandi Milenial Bersama AMAL akan menggelar berbagai kegiatan untuk mensosialisasikan visi dan misi pasangan tersebut kepada masyarakat.

“Kami akan melakukan kegiatan sosialisasi, terutama secara online, agar masyarakat dapat memahami visi dan program yang akan dijalankan oleh Tgk Amran dan Akmal AH,” jelasnya.

Dukungan kelompok milenial ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap popularitas dan elektabilitas Tgk Amran dan Akmal AH di kalangan pemilih muda Aceh Selatan.

Editor: Akil

Optimalkan Lahan Kosong, Petani Milenial di Abdya Mulai Budidaya Pisang Cavendish

0
Ketua Pemuda Tani HKTI Abdya, T. Auliya Rahman. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Blangpidie – Sekelompok petani muda di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang tergabung dalam Pemuda Tani HKTI Abdya memulai langkah inovatif dengan membudidayakan pisang Cavendish. Mereka memanfaatkan lahan kosong di Kecamatan Manggeng sebagai lahan percontohan untuk mengembangkan tanaman pisang jenis Cavendish dan Barangan Merah yang masih jarang dibudidayakan oleh petani lokal.

“Inisiatif ini berawal dari keinginan untuk memanfaatkan lahan yang selama ini tidak terpakai dan menjadikannya bernilai ekonomis. Di lahan percobaan ini, kami telah menanam sekitar 200 pohon pisang dengan fokus utama pada varietas Cavendish dan Barangan Merah,” ujar Yasrul Fajri, inisiator usaha tersebut, Senin (24/9/2024).

Yasrul menambahkan, pisang Cavendish dan Barangan Merah dipilih karena keduanya memiliki harga yang cukup tinggi di pasaran, serta permintaan yang terus meningkat. Ia berharap, lahan percontohan ini bisa menjadi sumber informasi bagi petani lokal yang ingin mengembangkan tanaman serupa.

Tak hanya fokus pada pengembangan tanaman, upaya ini juga bertujuan untuk menarik minat anak muda setempat agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bertani itu memiliki prospek yang bagus, terutama jika lahan kosong dapat dioptimalkan,” kata Yasrul.

Ketua Pemuda Tani HKTI Abdya, T. Auliya Rahman, menegaskan bahwa langkah ini merupakan gerakan awal dalam mengembangkan sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Kami berkomitmen untuk terus mendukung inovasi-inovasi lainnya di sektor pertanian. Kami berharap gerakan ini bisa memotivasi lebih banyak pemuda di Abdya, khususnya di Manggeng, untuk terlibat dalam usaha tani,” ujar Auliya.

Dengan inisiatif ini, Pemuda Tani HKTI Abdya berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pertanian lokal serta mendorong perekonomian masyarakat melalui komoditas unggulan seperti pisang Cavendish.

Editor: Akil

Cawagub Fadhil Rahmi Sambangi Alim Ulama di Pesisir Timur Aceh

0
Cawagub Fadhil Rahmi Sambangi Alim Ulama di Pesisir Timur Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Bireuen – Calon wakil gubernur Aceh, HM Fadhil Rahmi Lc MAg, atau akrab disapa Syech Fadhil, mengunjungi alim ulama di pesisir timur Aceh, Jumat 27 September 2024.

Kunjungan tersebut dilakukan Syech Fadhil, sebagai bentuk ketakziman kepada para ulama Aceh yang selama ini memberikan dukungan kepada dirinya, dan juga ditunjuk sebagai sosok yang melanjutkan perjuangan almarhum Tu Sop sebagai pendamping Bustami-Hamzah di pilkada Aceh.

Pada Jumat siang, Syech Fadhil dan rombongan berkunjung ke Dayah Al Madinatuddiniyah Babussalam Blang Blahdeh, Bireuen.

Kedatangan Syech Fadhil disambut langsung oleh pimpinan dayah setempat, Tu Muhammad, anak dari almarhum Abu Tu Min Blang Blahdeh. Hadir juga dalam pertemuan tersebut, pimpinan dayah Darul Istiqamah, Abi Doktor Alfurqan. Darul Istiqamah adalah dayah dimana Syech Fadhil pernah mengenyam pendidikan agama sebelum ke Pesantren Darul Arafah, Sumatera Medan.

Syech Fadhil, dalam pertemuan tersebut, menjelaskan kronologis dirinya ditakdirkan sebagai orang yang melanjutkan perjuangan almarhum Tu Sop sebagai pendamping Bustami Hamzah di pilkada 2024.

Syech Fadhil meminta doa dan restu kepada Tu Muhammad agar bisa melalui semua proses tersebut dengan baik.

“Semoga Allah memberikan yang terbaik,” kata Tu Muhammad di akhir pertemuan.

Sehari sebelumnya, di Banda Aceh, Syech Fadhil juga bersilaturahmi dengan ulama kharismatik asal Aceh Utara, Abu Hasballah Keutapang, Nisam.

Dalam pertemuan tersebut, Abu Keutapang, memberikan sejumlah peutuahnya untuk mantan senator Aceh tersebut. Baik untuk masa kampanye maupun jika terpilih nantinya.

Syech Fadhil sendiri, usai pertemuan dengan pimpinan Dayah Darut Thalibin Mesda Keutapang ini, mengatakan komunikasi dirinya dengan Abu Hasballah, selama ini terjalin dengan sangat baik.

“Selama ini, komunikasi saya dengan Abu sangat baik. Antara seorang murid dengan gurunya. Semoga peutuah-peutuah dari beliau, mampu saya serap dengan baik. Semoga Abu diberi kesehatan dan selalu mampu membimbing kami,” ujar Syech Fadhil.

Editor: Akil

Kanwil Kemenag Aceh Pelajari Program Qoryah Sakinah di Kota Malang

0
Kanwil Kemenag Aceh Pelajari Program Qoryah Sakinah di Kota Malang. (Foto: Kanwil Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Malang – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh mengunjungi Kota Malang untuk mempelajari Program Qoryah Sakinah yang sukses diterapkan di kota tersebut. Kunjungan ini dilakukan oleh jajaran Bidang Penerangan Agama Islam Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Aceh, pada Jumat (27/9/2024).

Tim yang dikoordinasi oleh Kabid Penaiszawa, H. Zulfikar, S.Ag., M.Ag., ini mengaku tertarik dengan keberhasilan Kota Malang dalam melaksanakan Program Kampung Moderasi Beragama dan Pemberdayaan Ekonomi Umat. Program tersebut diterapkan di Qoryah Sakinah Tanjungrejo, RW 07, Kota Malang.

Dalam pertemuan dan diskusi bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, Achmad Shampton, S.H.I., M.Ag., tim dari Aceh mendapat berbagai informasi mengenai penerapan program tersebut. Setelah pemaparan, tim kemudian berkunjung langsung ke Kampung Qoryah Sakinah dan berdialog dengan para penyuluh mengenai sistem pendampingan lansia dan berbagai inovasi sosial yang diterapkan di sana.

Zulfikar mengungkapkan kekagumannya terhadap keberhasilan Program Qoryah Sakinah setelah berbincang dengan warga setempat.

“Saya berbicara dengan masyarakat di sini, dan mereka mengatakan bahwa hidup di Kampung Qoryah Sakinah sangat nyaman. Kampung ini bersih, asri, dan jauh dari kata kumuh. Program ini bisa dikatakan sangat sukses,” ujar Zulfikar yang juga Direktur Ma’had Daarut Tahfizh Al-Ikhlas Aceh Besar.

Program Qoryah Sakinah di Kota Malang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi, sosial, dan keagamaan. Gus Shampton, sapaan Kepala Kemenag Kota Malang, memaparkan empat program utama yang dijalankan, yakni Program Kader Agamawan, Moderasi Beragama, Program Keluarga Harmoni, dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif.

“Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sosial dan keagamaan,” kata Gus Shampton.

Program Kader Agamawan, misalnya, memberikan pendampingan terkait praktik keagamaan sehari-hari, seperti pembentukan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) untuk anak-anak, bantuan bagi tempat ibadah, dan kegiatan keagamaan rutin.

Adapun Program Moderasi Beragama berfokus pada membentuk kesadaran warga Tanjungrejo agar memiliki pandangan yang moderat dalam kehidupan beragama. Sementara itu, Program Keluarga Harmoni menyediakan bimbingan dan konsultasi pernikahan, terutama bagi mereka yang menikah siri, serta bantuan makanan gratis bagi lansia dan dhuafa.

Di bidang ekonomi, Pemberdayaan Ekonomi Kreatif dilakukan melalui bantuan usaha seperti gerobak dagang, alat jahit, serta pelatihan kerja. Bantuan sembako dan uang tunai juga diberikan untuk kebutuhan mendesak.

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara Kanwil Kemenag Aceh dan Kota Malang, terutama dalam penerapan program-program pemberdayaan masyarakat yang telah terbukti memberikan dampak positif. Tim dari Aceh berharap dapat mereplikasi keberhasilan Program Qoryah Sakinah di wilayah Aceh guna mengentaskan kemiskinan dan mengoptimalkan pemanfaatan zakat, infaq, dan shadaqah agar lebih tepat sasaran.

Editor: Akil

Aceh Punya Potensi Besar Kembangkan Ekonomi Hijau

0
Aceh Punya Potensi Besar Kembangkan Ekonomi Hijau. (Foto: BI Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Rony Widijarto, mengungkapkan bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau atau green economy. Potensi ini diharapkan dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Rencong.

Pernyataan ini disampaikan Rony dalam acara Aceh Economic Forum (AEF) yang digelar di Auditorium Teuku Umar Bank Indonesia Provinsi Aceh, Kamis (26/9/2024).

Menurut Rony, sektor perbankan saat ini juga mulai melirik ekonomi hijau sebagai bagian dari kewajiban negara untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

“Investasi di Aceh akan menjadi lebih menarik, tidak hanya karena pertumbuhan ekonominya, tetapi juga karena mempertimbangkan aspek lingkungan dan keberlanjutan ekonomi,” ujarnya.

Bank Indonesia menilai bahwa pengembangan ekonomi hijau dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja baru, menjaga biodiversitas Aceh, serta menjaga kualitas ekosistem dan memitigasi risiko perubahan iklim.

Beberapa sektor yang dinilai potensial dalam pengembangan ekonomi hijau di Aceh meliputi pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Sektor ini merupakan penyumbang terbesar bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh, dengan kontribusi mencapai 30,71 persen.

Selain itu, Aceh juga memiliki potensi besar dalam pengembangan energi hijau atau energi terbarukan, perikanan berkelanjutan (sustainable fishing), serta ekowisata (eco-tourism). Sumber daya alam yang melimpah di provinsi paling barat Indonesia ini dapat menjadi modal utama bagi Aceh dalam menciptakan ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Rony berharap ekonomi hijau tidak hanya menjadi tren, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai sektor di Aceh guna mendukung pertumbuhan yang lebih inklusif dan berbasis lingkungan.

Editor: Akil

Sejumlah Media di Aceh Ikuti Training Cek Fakta Bersama AMSI dan MAFINDO

0
Sejumlah Media di Aceh Ikuti Training Cek Fakta Bersama AMSI dan MAFINDO. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh menggelar Training Cek Fakta selama dua hari, mulai Sabtu (28/9/2024) hingga Minggu (29/9/2024). Pelatihan ini diadakan bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Cekfakta.com, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dengan menghadirkan trainer nasional Nurika Manan dan Adi Marsiela.

Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah media di Aceh, termasuk Layarberita.com, Metroaceh.com, Kabartamiang.com, Samudrapost.com, Acehsatu.com, SinarPost.com, Dialeksis.com, Masakini.co, Anterokini.com, Line1news, Lintasnasional.com, Radioantero.com, Bahas.id, Orinews.id, Harian Aceh, Nukilan.id, Ruangberita.co, Acehnews.id, dan Telitik.com.

Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada, mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perusahaan media dalam memverifikasi informasi guna memerangi hoaks yang semakin marak di masyarakat.

“Hoaks adalah ancaman serius bagi kredibilitas informasi dan media, terutama dalam era digital seperti saat ini. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting agar memastikan informasi yang disampaikan kepada publik adalah informasi yang benar dan terverifikasi,” kata Aryos kepada Nukilan.id, Sabtu (28/9/2024).

Selama dua hari pelatihan, para peserta dibekali dengan teknik-teknik dasar verifikasi fakta dan metode mengidentifikasi informasi palsu.

Training ini menjadi langkah konkret dalam upaya AMSI, MAFINDO, dan AJI untuk mendukung media di Aceh dalam melawan penyebaran berita palsu dan menjaga integritas jurnalisme di tengah tantangan arus informasi yang deras. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

AMSI Aceh Gelar Training Cek Fakta, Fokus Bentuk Ekosistem Anti Hoaks di Aceh

0
AMSI Aceh Menggelar Training Cek Fakta. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh menggelar Training Cek Fakta yang bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO), Cekfakta.com, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (28/9/2024) hingga Minggu (29/9/2024), dan menghadirkan trainer nasional Nurika Manan dan Adi Marsiela.

Dalam wawancara dengan Nukilan.id, Nurika Manan menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, mereka juga pernah mengadakan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan organisasi sipil, serta pelatihan bersama jurnalis. Kali ini, pelatihan dikhususkan bagi anggota AMSI Aceh dan perusahaan media.

“Harapannya, dengan adanya tiga elemen ini—organisasi sipil, jurnalis, dan perusahaan media—dapat terbentuk ekosistem cek fakta yang solid,” kata Nurika.

Adi Marsiela, selaku trainer, turut menjelaskan alasan Training Cek Fakta kali ini digelar di Aceh. Ia mengatakan bahwa Aceh menjadi salah satu dari lima provinsi dengan indeks toleransi yang kurang baik berdasarkan penilaian Setara Institute.

“Saat Pilkada nanti, potensi polarisasi sangat mungkin terjadi, melihat pengalaman sebelumnya seperti Pilkada DKI 2017 dan Pilpres 2019. Hal ini yang coba kami antisipasi agar tidak terulang kembali di Pilkada 2024,” ujar Adi.

Adi juga menekankan pentingnya pembentukan ekosistem lokal pengecekan fakta sebagai langkah keberlanjutan dari pelatihan ini.

“Kami berharap media-media di Aceh dapat mendorong adanya kanal cek fakta di portalnya masing-masing. Jadi ke depan, jika ada hoaks yang muncul di Aceh, teman-teman di sini mampu mengidentifikasi dan mengantisipasi dengan cepat,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas media di Aceh dalam menangkal hoaks dan menjaga agar informasi yang beredar di masyarakat tetap akurat, khususnya menjelang Pilkada 2024 yang berpotensi memunculkan banyak isu dan disinformasi. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar Wisuda, 51 Lulusan Sarjana S-1 Resmi Diwisuda

0
STAI Tgk Chik Pante Kulu Gelar Wisuda, 51 Lulusan Sarjana S-1 Resmi Diwisuda. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tgk Chik Pante Kulu melaksanakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka wisuda sarjana (S-1) di Kryad Muraya Hotel Banda Aceh, Kamis (26/9/2024). Sebanyak 51 lulusan resmi diwisuda dalam prosesi yang berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat badar, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Amatan Nukilan.id, para wisudawan juga disambut dengan persembahan Mars Darussalam dan Hikayat Prang Sabi dari sanggar seni mahasiswa STAI Tgk Chik Pante Kulu. Dalam sambutannya, Ketua STAI Tgk Chik Pante Kulu, Dr. Lismijar, MA, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan 51 lulusan, yang terdiri dari 14 lulusan Sarjana Pendidikan Agama Islam dan 37 lulusan Sarjana Hukum Ekonomi Syariah. Lima di antaranya bahkan meraih predikat cum laude.

“Selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di STAI Tgk Chik Pante Kulu. Semoga ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Dr. Lismijar.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Baitul Mal Aceh (BMA) yang telah memberikan dukungan melalui program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).

“Sebanyak 20 lulusan merupakan penerima beasiswa SKSS dari BMA. Kita patut berterima kasih atas dukungan yang diberikan BMA dalam membantu para mahasiswa menyelesaikan studi mereka,” ujarnya.

Kepada para wisudawan, Lismijar mengajak untuk tidak berhenti belajar dan berusaha mencapai cita-cita dengan penuh keyakinan.

“Hidup yang bernilai adalah ketika kita dapat mendedikasikan diri untuk selalu melakukan yang terbaik, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat,” kata Lismijar.

Ia juga mengingatkan para alumni untuk tidak malas dan yakin bahwa Allah sudah menjamin rezeki bagi setiap makhluk-Nya.

Ketua Yayasan Tgk Chik Pante Kulu, Ir Ahmadiyar, M.Sc H, berpesan agar lulusan STAI dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan berperan aktif dalam menyelesaikan berbagai persoalan umat.

“Saya berharap para alumni bisa menjadi bagian penting dalam membangun umat,” ujarnya.

Wakil Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, Dr. Ismail, MA, yang hadir mewakili Koordinator Kopertais, menegaskan bahwa perguruan tinggi Islam swasta di Aceh, termasuk STAI Tgk Chik Pante Kulu, telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Banyak alumni perguruan tinggi Islam swasta yang mampu memberikan pencerahan, terutama dalam bidang keagamaan,” tuturnya.

Prosesi wisuda ini turut dihadiri sejumlah Guru Besar UIN Ar-Raniry, pimpinan perguruan tinggi, perwakilan dari Baitul Mal Aceh, para dosen, wali mahasiswa, dan tamu undangan lainnya. Suasana penuh keharuan tampak saat para wisudawan menerima gelar mereka, menandai akhir dari perjuangan panjang di bangku kuliah dan awal langkah baru dalam mengabdi di masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Unmuha Wisuda 583 Lulusan, 197 Cumlaude

0
Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur saat memberikan kata sambutan rapat terbuka wisuda ke-47. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Univestitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menggelar sidang terbuka dalam rangka wisuda ahli madya, sarjana dan magister ke-47 semester genap tahun akademik 2023/2024 di UCC Ahmad Dahlan Unmuha, Banda Aceh, pada Sabtu 28 September 2024.

Dalam wisuda kali ini, Unmuha meluluskan sebanyak 583 orang wisudawan dari berbagai program studi. Prestasi membanggakan diraih oleh 197 wisudawan yang berhasil meraih predikat cumlaude atau lulus dengan pujian.

Para wisudawan ini berasal dari program studi Magister Kesehatan Masyarakat, Ilmu Hukum, Akuntansi, Manajemen, Kewirausahaan, Bisnis Digital, Teknik Sipil, Arsitektur, Pendidikan Agama Islam, Tadris Bahasa Inggris, Tadris Matematika, Perbankan Syariah, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Psikologi, dan Fisioterapi.

Wisudawan Unmuha ke-47. (Foto: Nukilan/Rezi)

Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada para orang tua serta pasangan wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka di Unmuha. 

“Kami segenap civitas akademika telah berupaya memberikan yang terbaik, baik dari sisi layanan administrasi maupun akademis,” ungkapnya.

Dr. Aslam juga menyampaikan beberapa pencapaian terbaru Unmuha, termasuk perkembangan akreditasi yang terus meningkat. Saat ini, Unmuha memiliki 22 program studi yang terdiri dari 18 program sarjana dan 4 program pascasarjana, semuanya terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN PT) dan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Unmuha juga telah mendapatkan akreditasi institusi dengan nilai “Baik Sekali.”

Selain akreditasi, Unmuha juga berhasil memenangkan beberapa program hibah kompetitif dari Kemendikbud Ristek, termasuk program Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada semester genap tahun akademik 2023/2024. Pada bulan Juli 2024, Unmuha menerima Surat Keputusan izin pembukaan program studi S2 Pendidikan Agama Islam.

“Insya Allah, tahun ini kita akan menyelesaikan pembangunan gedung Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik,” tutup Rektor Unmuha.

Reporter: Rezi

Pemkab Aceh Barat Janji Segera Bayar Gaji 376 Guru THL yang Tertunggak

0
Pemkab Aceh Barat Janji Segera Bayar Gaji 376 Guru THL yang Tertunggak. (Foto: MC Aceh Barat)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memastikan segera membayarkan gaji 376 tenaga harian lepas (THL) guru yang selama delapan bulan terakhir tertunggak. Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Drs. Mahdi Efendi, melalui Juru Bicara Pemkab Aceh Barat, Hidayat Isa, menegaskan tidak ada niatan untuk menunda pembayaran tersebut.

“Tidak ada sedikitpun upaya untuk menghambat atau memperlambat pembayaran ini, hanya saja karena ada kendala regulasi dan teknis, jadi belum bisa dilakukan pengamprahan,” ujar Hidayat, Jumat (27/9/2024).

Hidayat menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) untuk memprioritaskan pembayaran gaji para guru THL. Saat ini, proses pembayaran sudah sampai pada tahap pembuatan Surat Perintah Membayar (SPM).

“Diharapkan pada awal Oktober 2024, upah THL akan masuk ke rekening masing-masing tenaga pendidik,” kata Hidayat.

Pemerintah setempat berkomitmen memenuhi hak-hak para guru yang telah bekerja keras meski belum menerima gaji secara tepat waktu.

“Yang namanya hak-hak gaji guru THL, pastinya kami upayakan. Kami akan melunasi tunggakannya selama delapan bulan. Insya Allah lunas,” tambah Hidayat.

Menurut Hidayat, Dinas Pendidikan saat ini sedang mempercepat proses pencairan pembayaran. Prioritas utama adalah memastikan kesejahteraan para guru yang selama ini bekerja tanpa kepastian gaji.

“Pembayaran yang tertunda akan segera dituntaskan demi menjaga komitmen terhadap para tenaga pendidik di Aceh Barat. Insya Allah segera selesai, kini sedang proses finalisasi SPM,” pungkas Hidayat.

Editor: Akil