Beranda blog Halaman 89

Gempa Dangkal Magnitudo 3,0 Guncang Wilayah Gayo Lues

0
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Getty Images)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,0 mengguncang wilayah Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Rabu (4/2/2026) pagi. Dikutip Nukilan.id dari akun X Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada kedalaman dangkal, yakni 3 kilometer.

“Gempa Mag: 3.0, 04-Feb-2026 05:26:52WIB,” tulis BMKG melalui akun X resminya Rabu (4/2/2026).

BMKG menyebutkan, pusat gempa berada di koordinat 4.18 Lintang Utara dan 97.52 Bujur Timur. Lokasi gempa berada di darat, sekitar 28 kilometer arah timur laut Kabupaten Gayo Lues.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum menerima laporan mengenai dampak yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. BMKG juga menegaskan bahwa informasi awal yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga data masih dalam proses pemutakhiran dan dapat mengalami perubahan. (XRQ)

Reporter: Akil

Harga Emas di Banda Aceh Menguat, Naik Rp210 Ribu per Mayam

0
Ilustrasi untung rugi jual emas di toko perhiasan (Photo by Pixabay)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga emas di Banda Aceh kembali bergerak naik pada Selasa (3/2/2026), setelah sempat melemah cukup tajam sehari sebelumnya.

Berdasarkan pemantauan Nukilan.id melalui akun Instagram Toko Emas Bina Nusa, harga jual emas hari ini berada di level Rp 8.760.000 per mayam.

Harga tersebut tercatat mengalami kenaikan Rp 210.000 dibandingkan Senin (2/2/2026) yang berada di angka Rp 8.550.000 per mayam. Dengan ketentuan umum satu mayam setara 3,3 gram, maka harga emas di Banda Aceh hari ini berada di kisaran Rp 2.654.000 per gram.

Kenaikan ini menjadi sinyal awal pemulihan harga setelah emas mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir.

Penguatan harga emas ini terjadi setelah sebelumnya emas sempat menyentuh rekor tertinggi pada akhir Januari 2026. Pergerakan tersebut mengindikasikan mulai meredanya tekanan jual, seiring berkurangnya aksi ambil untung di pasar emas.

Meski kembali menguat, harga emas di Banda Aceh masih terpantau bergerak fluktuatif dan berada dalam fase konsolidasi. Namun demikian, posisinya tetap bertahan di level yang relatif tinggi dibandingkan awal Januari 2026.

Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai dinilai masih cukup kuat. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional, emas masih dipandang sebagai aset aman.

Perlu diketahui, harga tersebut merupakan harga dasar emas dan belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan. Di Banda Aceh, ongkos pembuatan emas perhiasan umumnya berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per mayam, tergantung desain dan tingkat kerumitan.

Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan berlangsung dinamis mengikuti perkembangan harga emas dunia, nilai tukar mata uang, serta sentimen ekonomi global.

Sementara itu, harga emas Antam pada hari yang sama dilaporkan mengalami penurunan. (XRQ)

Reporter: Akil

Pemerintah Aceh Tegaskan Komitmen Dukung Produksi Migas demi Ketahanan Energi Nasional

0
Pemerintah Aceh Tegaskan Komitmen Dukung Produksi Migas demi Ketahanan Energi Nasional. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh menegaskan dukungannya terhadap peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) sebagai kontribusi daerah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, saat mewakili Gubernur Aceh membuka 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood, Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Senin (2/2/2026).

Forum ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan pemerintah, badan pengelola migas, kontraktor, pelaku usaha, serta kalangan akademisi untuk membahas penguatan tata kelola dan rantai pasok sektor hulu migas di Aceh.

Dalam sambutan Gubernur Aceh yang dibacakan M. Nasir, Pemerintah Aceh mengapresiasi BPMA dan seluruh pemangku kepentingan atas konsistensi penyelenggaraan summit sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Summit ini dinilai penting dalam mendorong pengelolaan migas yang profesional, transparan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

‎”Pemerintah Aceh berkomitmen dalam mendukung peningkatan produksi migas sebagai bagian dari kontribusi daerah terhadap ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong investasi yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal,” kata Sekda.

Selain mendorong peningkatan produksi, forum ini juga diharapkan memperkuat keterlibatan sumber daya lokal, mulai dari tenaga kerja, pelaku usaha barang dan jasa, hingga perguruan tinggi dalam ekosistem industri hulu migas Aceh.

Melalui 7th Aceh Upstream Oil & Gas Supply Chain Management Summit 2026, Pemerintah Aceh berharap lahir rekomendasi konkret guna memperkuat rantai pasok migas yang berdaya saing dan berkelanjutan di daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan sektor energi, di antaranya perwakilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diwakili Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhianto, unsur Forkopimda Aceh, perwakilan Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM yang diwakili Direktur Hulu Ariana Suryanto, Kepala BPMA Nasri, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Batusate, Rektor UIN Ar-Raniry, Wali Kota Banda Aceh, serta pimpinan BUMN dan BUMD.

DSI Banda Aceh Gelar Pembinaan Al-Qur’an Rutin bagi Mualaf

0
DSI Banda Aceh Gelar Pembinaan Al-Qur’an Rutin bagi Mualaf. (Foto; Humas BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam membina keagamaan para mualaf melalui kegiatan pembinaan Al-Qur’an yang digelar secara rutin setiap hari Selasa di Mushalla Al Bayan DSI Kota Banda Aceh.

Kegiatan yang dilaksanakan ba’da salat Ashar, Selasa (3/2/2026), tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, penghayatan, serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari para mualaf.

Pembinaan Al-Qur’an itu dipandu langsung oleh Kepala Seksi Bina Aqidah DSI Kota Banda Aceh, Niyyatinur, S.HI., M.H., bersama Ustazah Nurlaina, S.T., M.IP., dari Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Aceh. Para peserta mendapatkan bimbingan membaca Al-Qur’an, pemahaman dasar ajaran Islam, serta penguatan aqidah.

Kepada Nukilan.id, Niyyatinur mengatakan bahwa pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya DSI Kota Banda Aceh dalam memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para mualaf agar semakin mantap dalam menjalankan ajaran Islam.

“Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam. Melalui pembinaan ini, diharapkan para mualaf dapat memahami, mengamalkan, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai tuntunan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pembinaan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi serta penguatan ukhuwah Islamiyah antar mualaf di Kota Banda Aceh.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin tersebut, DSI Kota Banda Aceh berharap kualitas keimanan dan ketakwaan para mualaf dapat terus meningkat, sekaligus mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil

Harga Komoditas Turun, Aceh Catat Deflasi 0,15 Persen di Awal 2026

0
Cabai merah di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat Provinsi Aceh mengalami deflasi sebesar 0,15 persen pada Januari 2026 dibandingkan Desember 2025. Data tersebut dirilis BPS Aceh pada 2 Februari 2026, menandai penurunan harga sejumlah komoditas di awal tahun.

Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menjelaskan bahwa deflasi bulanan paling besar disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami deflasi 2,01 persen dengan andil sebesar 0,79 persen terhadap deflasi Aceh pada Januari 2026.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar pada Januari,” ujar Tasdik dalam keterangan resminya, Senin 2 Februari 2026.

Sejumlah komoditas yang dominan mendorong deflasi antara lain telur ayam ras, cabai merah, beras, bahan bakar rumah tangga, dan minyak goreng. Penurunan harga komoditas tersebut dinilai berkontribusi langsung terhadap meredanya tekanan harga di tingkat konsumen.

Meski secara umum terjadi deflasi, BPS Aceh juga mencatat beberapa komoditas yang justru memberikan andil inflasi pada Januari 2026. Komoditas tersebut meliputi nasi dengan lauk, emas perhiasan, daging ayam ras, cabai rawit, serta mi.

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Barat–Selatan Aceh

0
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca bagi sejumlah wilayah di Aceh. Peringatan tersebut berlaku pada Selasa, 3 Februari 2026, sebagai langkah antisipasi untuk meminimalkan dampak buruk cuaca ekstrem.

BMKG menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan dan analisis atmosfer, terdapat sejumlah faktor meteorologis yang berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa daerah.

“Terdapat sirkulasi siklonik di Perairan Barat Aceh yang dapat menyebabkan adanya belokan angin serta konvergensi. Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Pesisir Barat Aceh dapat meningkatkan penambahan massa uap air,” ujar Nabila, Prakirawan BMKG, dalam keterangannya kepada Nukilan.id.

Kondisi tersebut berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh. BMKG mencatat, daerah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan petir meliputi Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Subulussalam, Aceh Singkil, Simeulue, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari. Fenomena ini dipicu oleh pemanasan intens pada siang hari yang memperkuat pembentukan awan konvektif.

Selain hujan lebat, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Kehati-hatian saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk, sangat dianjurkan.

BMKG turut mengingatkan warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor agar selalu siaga. Cuaca ekstrem, termasuk hujan deras dan angin kencang, berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap keselamatan masyarakat serta infrastruktur, sehingga kesiapsiagaan menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi cuaca buruk.

Reporter: Akil

India Tetap Jadi Pasar Utama Ekspor Komoditas Aceh

0
Ilustrasi Ekspor. (Foto: Niaga Asia)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Nilai ekspor barang asal Provinsi Aceh pada Desember 2025 tercatat sebesar USD 59,69 juta, meningkat 2,42 persen dibandingkan November 2025. Data tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh dalam rilis bulanan, Senin (2/2/2026).

Plt. Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, menyebutkan bahwa ekspor Aceh pada periode tersebut masih didominasi oleh kelompok Bahan Bakar Mineral, terutama komoditas batubara, dengan nilai transaksi mencapai USD 42,42 juta.

“Kelompok komoditas terbesar yang diekspor pada bulan Desember 2025 dari kelompok komoditas Bahan Bakar Mineral. Nilai dari transaksi itu sebesar USD 42,42 juta yang didominasi oleh komoditas Batubara,” ujar Tasdik Ilhamudin.

Tasdik menjelaskan, India masih menjadi negara tujuan utama ekspor komoditas asal Aceh selama Desember 2025. Nilai ekspor ke negara tersebut mencapai USD 52,19 juta, dengan komoditas utama berupa batubara dan minyak kelapa sawit (CPO).

Selain ekspor, BPS Aceh juga mencatat nilai impor Provinsi Aceh pada Desember 2025 sebesar USD 53,16 juta, atau meningkat tajam hingga 124,89 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan impor tersebut didominasi oleh komoditas Bahan Bakar Mineral/Gas senilai USD 43,19 juta, sementara sisanya berasal dari komoditas nonmigas sebesar USD 9,97 juta.

“Angka ini naik hingga 124,89 persen dibandingkan impor November 2025. Selama Desember 2025 nilai impor senilai USD 53,16 juta didominasi komoditas Bahan Bakar Mineral/Gas, yaitu senilai USD 43,19 juta dan sisanya beberapa komoditas non migas senilai USD 9,97,” sebutnya.

Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan luar negeri Aceh pada Desember 2025 masih mencatatkan surplus sebesar USD 6,54 juta. BPS Aceh juga mencatat bahwa sebagian besar ekspor komoditas Aceh dilakukan melalui pelabuhan di wilayah Aceh, dengan nilai mencapai USD 55,98 juta atau setara 93,77 persen dari total ekspor.

ASN Dinas Syariat Islam Aceh Diduga Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Mahasiswi

0
Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, berinisial NI, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi asal Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 1 Februari 2026, dini hari.

Korban berinisial AN (20) mengalami dugaan pelecehan saat tertidur di dalam mobil penumpang jenis Hiace yang melaju dari Nagan Raya menuju Banda Aceh. Saat itu, korban tengah terlelap tidur di kursi penumpang.

Paman korban menuturkan, kejadian bermula ketika keponakannya terbangun secara tiba-tiba setelah diduga diraba oleh pelaku pada bagian intim tubuhnya. Aksi tersebut membuat korban terkejut dan langsung berteriak di dalam mobil.

Tidak berhenti di situ, dugaan pelecehan kembali terjadi ketika korban turun dari kendaraan untuk membeli makanan. Pelaku disebut dengan sengaja menempelkan kemaluannya ke tangan korban.

Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami trauma mendalam dan menangis histeris. Pihak keluarga pun menempuh jalur hukum atas dugaan tindak pidana tersebut.

“Kasus ini sudah dilaporkan ke SPKT Polda Aceh dengan nomor Laporan STTLP/B/26/11/2026/SPKT/Polda Aceh tanggal 02 Februari 2026. Untuk di proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata paman korban.

Ia menyebutkan, terduga pelaku merupakan warga Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, dan diketahui bekerja sebagai ASN di Dinas Syariat Islam Aceh.

“Kami dari keluarga tidak akan tinggal diam akan kami proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” sebutnya tegas.

Selain proses hukum, keluarga juga memastikan korban akan mendapatkan pendampingan psikologis guna memulihkan trauma yang dialami.

“Secara khusus kami minta Gubernur Aceh, Sekda Aceh, kepala Badan kepegawaian Aceh, kepala Dinas syariat Islam Aceh, inspektorat Aceh, untuk memproses oknum ASN Dinas syariat Islam Aceh tersebut sidang kode etik Disiplin ASN,” demikian tutupnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto dikutip dari indojayanews.com, membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut. Ia menyatakan kasus tersebut kini tengah ditangani aparat kepolisian.

“Benar, sudah dilaporkan ke Polda Aceh dan sekarang ditangani oleh penyidik Dit Reskrimum,” demikian kata Joko Krisdiyanto dengan singkat.

Rektor USK Resmi Berangkatkan 1.050 Peserta Program Mahasiswa Berdampak ke Lokasi Bencana di Aceh

0
Rektor USK Berangkatkan 1.050 Mahasiswa ke Lokasi Bencana di Aceh. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Marwan, secara resmi melepas 1.050 mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak yang akan menjalankan pengabdian di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh. Pelepasan berlangsung di halaman Gedung Rektorat USK, Jumat (30/1/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Marwan mengapresiasi komitmen mahasiswa dan dosen pembimbing yang terlibat dalam program pengabdian tersebut. Ia menegaskan, capaian USK yang berhasil meloloskan banyak proposal bukan hanya prestasi institusi, tetapi juga tanggung jawab besar untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita patut bangga karena USK berhasil memperoleh 21 proposal yang didanai. Capaian ini menempatkan USK sebagai perguruan tinggi dengan jumlah program terbanyak yang didanai dari 82 institusi pengusul. Namun yang lebih penting, kehadiran mahasiswa harus mampu memberikan dampak positif, membantu masyarakat, dan tidak menjadi beban bagi lingkungan sekitar,” ujar Prof. Marwan.

Rektor juga mengingatkan mahasiswa bahwa mereka akan ditempatkan langsung di wilayah bencana dengan berbagai keterbatasan. Karena itu, mahasiswa diminta mempersiapkan diri secara fisik dan mental, menjaga kesehatan, serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan program.

Program pengabdian ini akan berlangsung selama 20 hari dan bertepatan dengan bulan Ramadan. Prof. Marwan berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat pengabdian dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai proses pembelajaran untuk menumbuhkan empati, kepedulian sosial, serta kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof. Dr. Mudatsir, M.Kes, menjelaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan program yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Program ini mendorong mahasiswa terlibat aktif dalam pemberdayaan masyarakat, sejak pengusulan proposal hingga pelaksanaan di lapangan.

Menurut Prof. Mudatsir, dari 609 proposal yang diajukan secara nasional, sebanyak 203 proposal dinyatakan lolos pendanaan. USK berhasil meraih 21 proposal hibah, menjadikannya perguruan tinggi dengan jumlah proposal didanai terbanyak.

“Capaian ini merupakan hasil sinergi antara mahasiswa dan dosen pembimbing yang difasilitasi LPPM, dengan mahasiswa sebagai aktor utama pelaksana program di lapangan,” jelasnya.

Melalui program ini, mahasiswa memperoleh dukungan biaya hidup harian serta pengakuan akademik berupa konversi dua satuan kredit semester (SKS). Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam membantu menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.

Sebanyak 1.050 mahasiswa peserta program akan disebar ke tujuh kabupaten/kota di Aceh, yakni Aceh Tengah (2 kelompok), Aceh Timur (1), Aceh Utara (1), Bener Meriah (2), Bireuen (6), Gayo Lues (1), dan Pidie Jaya (8). Sebaran ini diharapkan mampu memperluas kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.

Sambut Ramadhan, Baznas Siapkan Ratusan Sapi untuk Dukung Tradisi Meugang di Aceh

0
Ilustrasi BAZNAS. (Foto: Baznas)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berencana mengirimkan hingga 200 ekor sapi hidup ke Aceh menjelang datangnya Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Program ini disiapkan untuk mendukung pelaksanaan tradisi Meugang, budaya turun-temurun masyarakat Aceh yang rutin digelar menjelang Ramadhan.

Hal tersebut disampaikan Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, dalam konferensi pers Program Ramadhan Baznas 2026 yang berlangsung di Jakarta, Senin (2/2/2026).

“Ada yang menarik, dalam waktu dekat insyaallah kita akan melakukan Meugang. Itu adalah tradisi penyembelihan hewan kerbau atau sapi yang dilakukan sebelum puasa Ramadhan di Aceh,” ujar Saidah.

Menurut Saidah, Baznas akan menyiapkan sekitar 100 hingga 200 ekor sapi hidup yang akan dikirim langsung ke Aceh. Hewan-hewan tersebut nantinya disembelih dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari tradisi Meugang.

“Insya Allah Baznas akan menyiapkan 100-200 sapi hidup yang akan kita bawa ke Aceh,” ucapnya.

Ia menambahkan, penyerahan bantuan tersebut akan dilakukan secara simbolis kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem. Penyerahan ini direncanakan melibatkan Ketua Baznas RI Prof Noor Ahmad serta sejumlah pejabat pusat, sebagai bentuk sinergi dan penghormatan terhadap kearifan lokal Aceh.

“Nanti akan kita serahkan ke Mualem. Mualem bersama Pak Ketua Baznas dan bersama Pak Menko akan menyerahkan itu di Aceh sebagai bagian dari menghormati tradisi Meugang,” katanya.

Tradisi Makmeugang atau Meugang sendiri telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh. Tradisi ini diyakini bermula sejak masa Kerajaan Aceh, ketika kerajaan menyembelih hewan dalam jumlah besar untuk kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada rakyat menjelang hari-hari besar Islam, khususnya Ramadhan.

Hingga kini, Meugang tetap dipertahankan sebagai simbol kebersamaan, kepedulian sosial, serta ungkapan rasa syukur dalam menyambut bulan suci. Bahkan, masyarakat Aceh yang tinggal di luar daerah asalnya kerap berupaya tetap melaksanakan tradisi ini di tempat mereka berada.

Melalui program pengiriman sapi tersebut, Baznas berharap dapat membantu masyarakat Aceh menjalankan tradisi Meugang dengan lebih layak, sekaligus memperkuat solidaritas sosial menjelang Ramadhan, terutama di tengah kondisi masyarakat yang baru saja terdampak bencana banjir.