Beranda blog Halaman 85

Dewan Perdamaian Versi Trump dan Dilema Politik Bebas Aktif Indonesia

0
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump (AFP/ Fabrice Coffrini)

NUKILAN.ID | INDEPTH – Di luar Congress Hall, hamparan salju Pegunungan Alpen membeku dalam sunyi. Namun di balik pintu ruang VIP, suasana justru terasa hangat—dipenuhi percakapan pelan, aroma diplomasi, dan energi kekuasaan yang kental. Kamis siang itu, Donald Trump tidak sekadar tersenyum; ekspresinya memancarkan rasa puas, hampir seperti selebrasi kemenangan politik.

Dilansir Nukilan.id dari berbagai media, dengan gaya khas yang teatrikal, Presiden Amerika Serikat tersebut menepuk bahu dua tokoh yang berdiri di sampingnya: Presiden Indonesia Prabowo Subianto di sebelah kiri dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban di sisi kanan.

“Dua pria tangguh,” seloroh Trump, disambut tepuk tangan meriah para undangan—kalangan elit global yang kerap memandang dinamika dunia layaknya permainan strategi di atas papan catur raksasa.

Di atas meja mahoni putih yang berkilau, terbentang sebuah dokumen resmi bertajuk Board of Peace (Dewan Perdamaian). Beberapa saat kemudian, Prabowo, pemimpin negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, menorehkan tanda tangannya pada dokumen tersebut.

Goresan pena tersebut tidak sekadar menjadi ritual seremonial belaka; ia menjelma sebagai pintu masuk yang berpotensi membawa Indonesia terseret ke pusaran manuver geopolitik paling kontroversial dalam satu dekade terakhir.

Di mata Istana, tanda tangan itu dipandang sebagai “momen bersejarah” dan “peluang emas” diplomasi. Namun di sisi lain, sejumlah pengkritik di Jakarta menilainya sebagai cek kosong yang sarat risiko—sebuah langkah spekulatif yang dipandang mempertaruhkan kedaulatan Palestina di meja judi Davos.

Narasi “Perdamaian” di Balik Kepentingan

Di permukaan, pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dipresentasikan sebagai langkah mulia—sebuah mekanisme transisi untuk membangun kembali wilayah Gaza yang hancur akibat konflik berkepanjangan, dengan legitimasi yang merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Namun, sebagaimana lazim terjadi dalam diplomasi tingkat tinggi, detail teknis justru menjadi ruang tempat kepentingan politik dan kekuasaan bekerja secara tersembunyi.

Struktur lembaga ini dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan forum mediasi yang setara. Alih-alih berdiri sebagai badan arbitrase independen, komposisinya menyerupai konsolidasi kekuasaan yang terkonsentrasi. Donald Trump disebut memegang posisi Ketua dengan kewenangan eksekutif dominan, sementara sejumlah posisi strategis dipercayakan kepada figur-figur dari lingkaran dekatnya, seperti menantunya Jared Kushner, utusan khusus Steve Witkoff, serta mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.

Kehadiran Kushner kembali memunculkan kekhawatiran lama. Publik internasional masih mengingat bagaimana ia kerap memandang dinamika konflik Timur Tengah melalui pendekatan ekonomi dan pembangunan properti—menempatkan Gaza bukan semata sebagai wilayah yang mengalami trauma kemanusiaan, tetapi juga sebagai kawasan dengan potensi investasi di pesisir Laut Tengah.

Kontroversi semakin menguat ketika muncul skema pembiayaan yang menyertai struktur keanggotaan dewan tersebut. Masa keanggotaan disebut dibatasi tiga tahun, kecuali bagi negara yang bersedia menyetor dana sebesar US$ 1 miliar (sekitar Rp16,8 triliun) untuk memperoleh status permanen. Nilai tersebut memicu kritik karena dianggap menyerupai “tiket masuk” menuju forum yang desain institusionalnya disebut-sebut lebih banyak ditentukan oleh Washington.

Menanggapi berbagai sorotan itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, segera memberikan klarifikasi. Ia menepis anggapan bahwa keterlibatan Indonesia sarat kepentingan politik tertentu. Menurutnya, partisipasi Indonesia justru merupakan bentuk dukungan konkret terhadap perjuangan Palestina, bukan sekadar simbol diplomatik. Mengenai isu kontribusi dana besar, Vahd menegaskan bahwa mekanisme tersebut tidak bersifat wajib, melainkan sukarela.

“Ini mekanisme paling operasional, didukung negara-negara Timur Tengah dan OKI,” ujarnya,  membela langkah bosnya yang kini duduk satu meja dengan arsitek “Deal of the Century”, sebagaimana dikutip dari inilah.com.

Arsitektur Kekuasaan di Balik Retorika Perdamaian

Narasi pemerintah mengenai strategi “berjuang dari dalam” mulai dipertanyakan setelah dokumen tersebut dianalisis secara lebih mendalam. Hasil pembacaan kritis terhadap draf resolusi justru memunculkan gambaran berbeda dari klaim diplomatik yang selama ini disampaikan.

Dikutip dari Tempo, Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), Bachtiar Nasir, menilai isi dokumen itu memperlihatkan arah kebijakan yang jauh dari semangat perdamaian yang digaungkan.

“Kalau kita membaca draf resolusinya, yang tampak jelas adalah desain kekuasaan, bukan desain perdamaian,” kata Bachtiar.

Menurut Bachtiar, persoalan utama dalam struktur dewan tersebut terletak pada absennya posisi rakyat Palestina sebagai aktor politik utama. Dalam analisisnya, rancangan kelembagaan itu justru menempatkan Palestina bukan sebagai subjek yang menentukan masa depan wilayahnya sendiri, melainkan sekadar pihak yang diatur.

Berdasarkan dokumen yang dibocorkan Drop Site News, Dewan tersebut dirancang memiliki otoritas legislatif, eksekutif, sekaligus yudikatif penuh atas Gaza. Konsekuensinya, posisi kepemimpinan internasional—yang disebut-sebut akan dipegang oleh Donald Trump—dipandang menyerupai figur penguasa kolonial modern, sementara warga Palestina berpotensi direduksi menjadi objek administratif dalam tata kelola baru tersebut.

Bachtiar juga menilai wacana rekonstruksi dan investasi ekonomi yang dipromosikan sebagai solusi pascakonflik hanyalah strategi retoris untuk meredam kritik terhadap agenda politik yang lebih besar.

“Pembangunan tanpa kemerdekaan bukan solusi. Itu hanya mengubah penjajahan militer menjadi penjajahan administratif dan ekonomi,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam skema tersebut berpotensi membawa konsekuensi serius, terutama jika kehadiran itu justru dipersepsikan sebagai dukungan moral terhadap proyek yang dinilainya bernuansa kolonial.

“Gaza tidak membutuhkan wali internasional. Gaza membutuhkan kemerdekaan,” tegasnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim. Dilansir dari Jawa Pos, ia menilai konsep Board of Peace (BoP) mencerminkan praktik “neokolonialisme”, karena pendekatan yang ditawarkan lebih menitikberatkan pada stabilisasi administratif dan pembangunan infrastruktur ketimbang penyelesaian akar konflik, yakni penghentian pendudukan.

“Keterlibatan tanpa garis merah yang jelas dapat menjadikan Indonesia sebagai legitimasi moral bagi skema yang justru merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina,” ingat Sudarnoto.

Paradoks “Bebas Aktif” dalam Arena Kekuasaan Global

Di titik inilah keputusan Prabowo menjadi arena pertaruhan besar—bahkan bagi sebagian kalangan dinilai sebagai langkah yang berisiko. Politikus Golkar Dave Laksono memandang kebijakan tersebut sebagai praktik diplomasi lama yang kembali dihidupkan: keterlibatan langsung demi memberi warna dari dalam. Menurutnya, pendekatan ini berangkat dari kalkulasi pragmatis—kehadiran di dalam forum kekuasaan dianggap lebih efektif untuk memengaruhi arah kebijakan dibanding berdiri di luar tanpa akses pengambilan keputusan.

Pandangan serupa disampaikan Anggota Komisi I DPR dari PKB, Oleh Soleh. Ia menilai kehadiran Indonesia justru membuka peluang untuk memainkan peran sebagai penyeimbang, bahkan menjadi “rem” terhadap kebijakan Donald Trump yang kerap dinilai minim empati dalam sejumlah isu global.

Namun, argumentasi tersebut berhadapan dengan realitas politik internasional yang tidak sepenuhnya setara. Struktur kekuasaan global, bagi sebagian pengamat, tidak memberi ruang pengaruh yang seimbang bagi semua pihak yang duduk di meja perundingan. Wakil Ketua Umum MUI, Anwar Abbas, melihat ketimpangan itu sebagai persoalan mendasar yang sulit diabaikan.

“Jika Trump punya hak veto mutlak, Indonesia tidak bisa duduk sama rendah tegak sama tinggi,” ujar Anwar sebagaimana dikutip dari DetikFinance.

Ia kemudian mengurai apa yang ia sebut sebagai ilusi pengaruh diplomatik. Dalam pandangannya, sulit membayangkan Indonesia mampu benar-benar “mewarnai” keputusan ketika kendali utama berada di tangan Trump, sementara di sisi lain Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu—yang secara terbuka menolak solusi dua negara—ikut menentukan arah pembicaraan. Kekhawatiran Anwar berangkat dari kemungkinan bahwa kehadiran Indonesia justru dimanfaatkan sebagai simbol legitimasi politik, seolah-olah Israel telah memperoleh penerimaan dari negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Dalam konteks inilah prinsip politik luar negeri “bebas aktif” kembali diuji. Apakah keterlibatan langsung benar-benar membuka ruang pengaruh, atau justru menempatkan Indonesia dalam posisi simbolik tanpa daya tawar nyata—pertanyaan itu kini menjadi perdebatan yang belum menemukan jawaban pasti.

Menjadi Sorotan Akademisi

Sejumlah akademisi memandang langkah diplomatik tersebut dengan nada kehati-hatian yang serupa. Dina Sulaeman, analis geopolitik Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, menilai pembentukan Dewan itu lebih menyerupai Trojan Horse atau Kuda Troya dalam diplomasi global.

Dikutip dari Inilah.com, dokumen piagam lembaga tersebut menurut diana tidak secara tegas menempatkan Gaza sebagai fokus utama yang bersifat eksklusif, melainkan membuka ruang perluasan agenda ke berbagai konflik internasional lain yang dapat disesuaikan dengan kepentingan Donald Trump.

“Ini mekanisme di luar PBB di mana dia (Trump) yang menguasai, dia yang mengatur,” kata Dina. Sebuah unilateralisme yang dibungkus jubah multilateral.

Pandangan kritis juga datang dari Broto Wardoyo, akademisi hubungan internasional Universitas Indonesia, yang menyoroti implikasi politik domestik Indonesia. Ia menilai, di tengah kuatnya solidaritas publik Indonesia terhadap Palestina, keputusan untuk berada dalam forum yang sama dengan Benjamin Netanyahu berpotensi menjadi langkah yang kurang tepat secara politik dan dapat memicu reaksi negatif di dalam negeri.

“Jangan sampai niat memajukan Palestina, kita malah ‘menjual’ mereka,” peringatnya tajam.

Di Persimpangan Kepentingan dan Idealisme

Dalam perspektif Realpolitik, kebijakan luar negeri kerap ditentukan oleh kepentingan nasional ketimbang pertimbangan moralitas. Dalam kerangka itu, langkah Prabowo mendekat kepada Trump dapat dibaca sebagai manuver strategis—baik untuk memperkuat posisi ekonomi maupun pertahanan—dengan isu Palestina dijadikan jalur masuk diplomasi.

Di sisi lain, konstitusi Indonesia secara tegas mengamanatkan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan. Karena itu, keterlibatan dalam dewan yang, meminjam istilah Bachtiar Nasir, “mengonsolidasikan penguasaan atas Gaza”, menghadirkan paradoks dalam praktik diplomasi Indonesia. Prinsip politik luar negeri “Bebas Aktif” pun tampak mengalami pergeseran makna menjadi “Bebas mengekor agenda asing, Aktif membayar tagihannya”.

Kritik serupa juga disampaikan Broto Wardoyo, yang mengingatkan bahwa Indonesia sebelumnya berada pada posisi lemah saat menghadapi kebijakan perang tarif Trump. Dalam konteks tersebut, harapan untuk dapat “mengendalikan” Trump dari dalam dewan yang ia ciptakan sendiri terdengar lebih menyerupai optimisme yang rapuh—atau bahkan bentuk penyerahan diri yang dibalut narasi diplomasi yang elegan. (XRQ)

Reporter: Akil

Mulai 2026, PNS Tak Lagi Sepenuhnya Ditanggung Negara dalam Skema Pensiun

0
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).

NUKILAN.ID | JAKARTA — Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) diminta mulai bersiap menghadapi perubahan sistem pensiun yang akan diberlakukan pemerintah mulai 2026. Dalam skema baru ini, pensiun PNS tidak lagi sepenuhnya ditanggung negara seperti sebelumnya.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia tengah menyiapkan skema pensiun fully funded, yakni sistem pendanaan pensiun yang dikumpulkan sejak PNS masih aktif bekerja. Artinya, aparatur negara akan mulai menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai iuran pensiun yang dikelola secara berkelanjutan.

Dengan skema tersebut, dana pensiun ke depan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selama ini, sistem pensiun PNS masih menggunakan pola pay as you go, di mana pembayaran pensiun dilakukan langsung dari APBN.

Namun, pemerintah menilai pola lama tersebut berisiko membebani keuangan negara dalam jangka panjang, seiring terus meningkatnya jumlah pensiunan setiap tahun.

“Sistem Pay as You Go (yang berlaku selama ini) membuat APBN kita tersandera. Kita membayar pensiunan hari ini dengan pajak rakyat yang bekerja hari ini. Di tahun 2026, di mana rasio pensiunan terhadap pegawai aktif semakin tinggi, skema ini sudah tidak sustainable,” ungkap Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewo dalam konferensi pers di Gedung Djuanda, seperti dilansir Nukilan.id belum lama ini.

Melalui sistem fully funded, pembayaran manfaat pensiun di masa depan akan bersumber dari akumulasi dana iuran selama masa kerja PNS. Pemerintah menilai model ini memberikan dua keuntungan sekaligus, yakni mengurangi tekanan fiskal negara dan tetap memberikan kepastian manfaat pensiun bagi aparatur sipil negara.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa perubahan sistem pensiun ini tidak akan diterapkan secara serentak. Kebijakan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi fiskal nasional, kesiapan regulasi, serta mekanisme pengelolaan dana pensiun yang aman dan berkelanjutan. (XRQ)

Reporter: Akil

Kemenkum Aceh Sabet PROAKSI Awards Berkat Kinerja Pelaporan Keuangan

0
Kepala KPPN Banda Aceh, M. Afifudin Ikhsan saat menyerahkan penghargaan kepada Kepala Kanwil Kemenkum Aceh, Meurah Budiman, di Komplek Gedung Keuangan Negara, yang berlokasi di Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh pada Kamis, 5 Februari 2026. (Foto: Kemenkum Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh meraih PROAKSI Awards dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banda Aceh atas capaian kecepatan pengiriman dan kualitas laporan keuangan satuan kerja.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala KPPN Banda Aceh, M. Afifudin Ikhsan, kepada Kepala Kanwil Kemenkum Aceh, Meurah Budiman, di Komplek Gedung Keuangan Negara, Ateuk Pahlawan, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Kamis (5/2/2026).

Kepala Kanwil Kemenkum Aceh, Meurah Budiman, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dalam menjaga akuntabilitas dan ketertiban pengelolaan keuangan negara. Menurutnya, apresiasi dari KPPN Banda Aceh menjadi bukti bahwa pembenahan sistem administrasi serta penguatan tata kelola keuangan yang dilakukan selama ini berada pada jalur yang tepat.

“Penghargaan ini kami maknai sebagai penyemangat bagi seluruh jajaran agar semakin disiplin, profesional, dan tepat waktu dalam pengelolaan serta pelaporan keuangan. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada KPPN Banda Aceh atas pembinaan dan pendampingan yang selama ini diberikan. Sinergi ini sangat membantu satuan kerja dalam menjaga kualitas laporan keuangan,” ungkap Kakanwil.

Ia berharap penghargaan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi komitmen berkelanjutan dalam menjaga integritas dan transparansi pengelolaan anggaran. Pengelolaan keuangan yang akuntabel dinilai sebagai fondasi penting dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.

Wamendagri Lepas Ratusan Praja IPDN untuk Dukung Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang

0
Wamendagri Lepas Ratusan Praja IPDN untuk Dukung Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang. (Foto: Kemeendagri)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melepas praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Gelombang II yang akan ditugaskan membantu percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Pelepasan berlangsung di Lapangan Parade IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026).

Dalam penugasan tersebut, sebanyak 776 peserta diterjunkan ke Aceh Tamiang. Jumlah itu terdiri dari 721 praja IPDN dan 55 aparatur sipil negara (ASN) pendamping. Mereka dijadwalkan melaksanakan tugas mulai 6 Februari hingga 6 Maret 2026.

Wiyagus menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera. Dalam perannya tersebut, Tito secara rutin memantau perkembangan pemulihan pascabencana di sejumlah daerah terdampak.

“Dan kehadiran praja setelah ini juga bagian dari apa yang sedang dipimpin oleh Bapak Mendagri,” ujar Wiyagus dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Ia menekankan agar para praja mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai kepemimpinan pemerintahan secara langsung di tengah masyarakat. Penugasan di Aceh Tamiang, lanjutnya, menjadi pengalaman berharga bagi praja untuk menerapkan keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus.

Wiyagus juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi langsung dengan Bupati Aceh Tamiang. Dari komunikasi tersebut, ia menerima kesan positif atas dedikasi para praja IPDN selama membantu pemulihan daerah, khususnya dalam pelayanan pemerintahan.

“Bupati mengatakan sungguh sangat terbantu dan sangat luar biasa. Etos kerja yang ditunjukkan oleh para praja ini benar-benar memberikan motivasi bukan hanya kepada bupati, tapi kepada seluruh ASN yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang,” sambung Wiyagus.

Lebih lanjut, Wiyagus menjelaskan bahwa para praja akan berperan dalam mendorong pemulihan layanan publik serta memperkuat kapasitas administrasi pemerintahan daerah. Ia berharap kontribusi tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk melalui pemulihan fasilitas publik di wilayah terdampak bencana.

“Oleh karena itu, saya berpesan agar seluruh praja senantiasa menjunjung tinggi disiplin, kemudian loyalitas, dan etika kepamongprajaan. Jaga sikap, jaga perilaku, serta jadilah teladan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Rektor IPDN Halilul Khairi beserta sejumlah pejabat di lingkungan IPDN.

Sekda Aceh Ikuti Konsultasi Publik Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

0
Sekda Aceh Ikuti Konsultasi Publik Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, bersama Asisten II Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Zulkifli, menghadiri Forum Konsultasi Publik Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Renduk PRRP) Provinsi Aceh yang berlangsung di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Rabu (4/2/2026).

Dalam sambutannya, M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PPN/Bappenas atas inisiatif dan koordinasi penyusunan Renduk PRRP Provinsi Aceh. Menurutnya, dokumen rencana induk tersebut memiliki peran strategis untuk memastikan proses pembangunan pascabencana tidak sekadar memulihkan kondisi awal, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah ke depan.

Ia menegaskan bahwa Aceh merupakan daerah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi, sehingga upaya rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara terukur, terencana, dan berkelanjutan. Pemerintah Aceh, kata dia, menyambut baik proses konfirmasi dan penyelarasan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk verifikasi Jitupasna (Pengkajian Kebutuhan Pascabencana) serta penetapan Zona Rawan Bencana (ZRB).

“Kami menyatakan kesiapan untuk mendukung proses validasi Jitupasna dan ZRB, serta mendampingi pemerintah kabupaten/ kota agar rencana aksi yang disepakati dapat diimplementasikan secara efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, M. Nasir menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh mengedepankan prinsip build back better dalam pemulihan pascabencana. Prinsip tersebut diwujudkan melalui pembangunan kembali infrastruktur, hunian, dan layanan dasar yang lebih aman dan berkelanjutan. Selain itu, pemulihan mata pencaharian masyarakat serta pendampingan sosial dan psikologis juga menjadi perhatian, seiring dengan penguatan sistem peringatan dini dan pemanfaatan teknologi kebencanaan untuk menekan risiko di masa mendatang.

Pada forum yang sama, Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam, memaparkan konsep rencana induk dan rencana aksi PRRP, termasuk gambaran umum ZRB. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi serta verifikasi dan validasi data Jitupasna agar dokumen rencana induk yang dihasilkan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Pelaksana, Suprayoga Hadi, menyampaikan bahwa Renduk PRRP yang telah disusun akan menjadi pedoman utama dalam perumusan kebijakan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah, sehingga seluruh program pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih terarah dan terintegrasi.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Jarwansah, juga melaporkan perkembangan penyusunan Dokumen R3P di Provinsi Aceh. Ia mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar penyusunan Renduk PRRP Provinsi Aceh dapat diselesaikan sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Forum Konsultasi Publik tersebut turut dihadiri oleh jajaran SKPA terkait, para kepala Bappeda dan BPBD se-Aceh, akademisi, serta mitra pembangunan. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk menyelaraskan kebijakan lintas sektor serta memastikan Renduk PRRP Provinsi Aceh dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

PT Banda Aceh Tekankan Integritas dan Kerendahan Hati Hakim Lewat Pembinaan Daring

0
PT Banda Aceh Tekankan Integritas dan Kerendahan Hati Hakim Lewat Pembinaan Daring. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh menggelar pembinaan dan pengawasan melekat secara daring bagi jajaran hakim di wilayah Aceh, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua PT Banda Aceh, Nursyam, S.H., M.H., bersama Wakil Ketua PT Banda Aceh, A. Bondan, S.H., M.H.

Pembinaan tersebut diikuti oleh Ketua, Wakil Ketua, serta para Hakim dari 22 satuan kerja Pengadilan Negeri yang berada di bawah yurisdiksi PT Banda Aceh. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Pimpinan Mahkamah Agung yang didelegasikan kepada Pengadilan Tinggi se-Indonesia, khususnya dalam menyikapi peningkatan kesejahteraan hakim yang baru terealisasi.

Dalam sambutan pembuka, Nursyam memastikan kedisiplinan dan kesiapan para hakim dalam mengikuti pembinaan, sekaligus melakukan pemantauan terhadap kondisi sarana dan prasarana di masing-masing satuan kerja Pengadilan Negeri di Provinsi Aceh.

“Peningkatan kesejahteraan Hakim harus disertai dengan komitmen terhadap Integritas, pahami baik-baik arahan dari pimpinan Mahkamah Agung dan himbauan Dirjen Badilum tanggal 1 Februari 2026,” ujar Nursyam, S.H., M.H., mengawali kegiatan.

Selanjutnya, pembinaan dilanjutkan oleh Wakil Ketua PT Banda Aceh, A. Bondan, S.H., M.H. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya pelaksanaan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 8 Tahun 2016 sebagai upaya menjaga martabat serta kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

“Dalam menjalankan tugas dan fungsi kehakiman, setiap Hakim wajib berpegang teguh pada Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim serta Tri Prasetya Hakim sebagai landasan moral dan profesional. Kode etik dan Tri Prasetya Hakim bukan hanya pedoman tertulis, tetapi harus diimplementasikan secara konsisten dalam setiap sikap dan putusan Hakim,” ucap A. Bondan, S.H., M.H.

Dalam penyampaiannya, Wakil Ketua PT Banda Aceh juga mengutip frasa latin “Honeste vivere, alterum non laedere, suum cuique tribuere” yang bermakna hidup jujur, tidak merugikan orang lain, serta memberikan keadilan kepada setiap orang. Nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman para hakim dalam menjalankan tugasnya.

Seiring dengan peningkatan kesejahteraan yang telah diterima, A. Bondan juga mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dan menjauhi perilaku ojo dumeh atau tidak bersikap sombong. Menurutnya, kesejahteraan harus diiringi rasa syukur dan tanggung jawab moral yang tinggi.

Kegiatan pembinaan ini mendapat respons positif dari para hakim di 22 satuan kerja. PT Banda Aceh menegaskan komitmennya sebagai kawal depan (voorpost) Mahkamah Agung dalam menjalankan fungsi pembinaan, pengawasan, serta penguatan integritas seluruh Pengadilan Negeri di wilayah hukum Aceh.

Warga Aceh Tamiang Dibayar Rp 125.000 per Hari Bersihkan Lumpur Banjir

0
Sejumlah pengendara melintasi jalan yang tergenang banjir di Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (9/1/2026). (FOTO: BNPB)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melibatkan warga terdampak banjir dalam program pembersihan lumpur dengan skema cash for work (CFW). Warga yang terlibat mendapat upah sebesar Rp 125.000 per hari.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Syuibun Anwar, mengatakan program CFW tersebut diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum RI dengan melibatkan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Warga direkrut untuk membersihkan saluran yang tertimbun lumpur akibat banjir serta area perkantoran pemerintah di Kabupaten Aceh Tamiang.

“Saya belum menerima laporan dari PT Wika Persero yang merekrut warga berapa banyak yang mendaftar, tapi yang jelas ratusan orang. Mereka dilibatkan dalam proyek yang dikerjakan oleh tiga BUMN dan Ditjen Cipta Karya,” ucap Syuibun per telepon, Kamis (5/2/2026).

Menurut dia, pelibatan warga korban banjir dalam kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah berlangsung di sejumlah lokasi pembangunan di Aceh Tamiang. Umumnya, tenaga kerja direkrut dari masyarakat setempat.

“Misalnya lokasi pembangunan hunian sementara di desa A, maka pekerjanya sedapat mungkin diambil dari desa itu. Jika kurang jumlahnya, bisa merekrut warga dari desa lain,” tuturnya.

Syuibun menambahkan, pembersihan lumpur di lingkungan perkantoran Bupati Aceh Tamiang juga melibatkan warga korban banjir. Namun, pendaftaran tenaga kerja kini telah ditutup karena jumlah pekerja sudah disesuaikan dengan kebutuhan.

“Setahu saya sudah ditutup pendaftarannya karena sesuai kebutuhan pekerja saja yang direkrut,” ucapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang membuka skema CFW sebagai upaya pemulihan pascabanjir. Pada tahap pertama, kegiatan difokuskan pada pembersihan saluran yang tertimbun lumpur di seluruh desa. Tahap berikutnya dilanjutkan dengan pembersihan lumpur di area perkantoran.

“Skema ini mendukung pemulihan pendapatan ekonomi masyarakat korban banjir. Mereka dilibatkan dan diberi penghasilan yang memadai,” kata Staf Ahli Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus, dalam siaran pers, Rabu (4/2/2026).

Ia menegaskan, seluruh tenaga kerja yang dilibatkan berasal dari warga di masing-masing desa lokasi kegiatan pembersihan.

DWP Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Gelar Silaturahmi Rutin dan Tausiah Jelang Ramadhan 1447 H

0
DWP Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Gelar Silaturahmi Rutin dan Tausiah Jelang Ramadhan 1447 H. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sekretariat DPRA menggelar pertemuan rutin yang dirangkaikan dengan tausiah menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026, di Ruang Serbaguna Sekretariat DPRA, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Dalam keterangan yang diterima Nukilan.id, pertemuan ini dihadiri oleh ketua, jajaran pengurus, serta seluruh anggota DWP Sekretariat DPRA. Selain agenda rutin organisasi, kegiatan juga diisi dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustaz Dr. Fahmi Sofyan, Lc., MA sebagai bagian dari persiapan spiritual menyambut bulan puasa.

Tidak hanya tausiah, rangkaian acara turut menghadirkan arisan DWP serta bazar produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Bazar tersebut diikuti oleh anggota DWP bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat DPRA, sebagai upaya mendorong aktivitas ekonomi keluarga sekaligus menampilkan kreativitas anggota.

Ketua DWP Sekretariat DPRA menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum mempererat hubungan antaranggota sekaligus meningkatkan nilai keagamaan menjelang Ramadhan.

“Kegiatan ini dapat menjadi sarana silaturahmi, peningkatan keimanan, serta memperkuat kebersamaan antaranggota dalam menyongsong Bulan Suci Ramadhan,” ujarnya.

Selain itu, keberadaan bazar UMKM diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pemberdayaan ekonomi keluarga dan mendukung produktivitas anggota Dharma Wanita Persatuan di lingkungan Sekretariat DPRA. (xrq)

Jelang Ramadan, Taruna Akpol Distribusikan Al-Qur’an ke Masjid Terdampak Bencana di Aceh

0
Taruna Akpol Distribusikan Al-Qur’an ke Masjid Terdampak Bencana di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Taruna Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLVI menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di wilayah Aceh yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut difokuskan untuk mendukung sarana ibadah masjid menjelang datangnya bulan suci Ramadan.

Berdasarkan keterangan video yang diterima pada Kamis (5/2/2026), bantuan disalurkan ke Masjid Babul Taqwa yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang. Perlengkapan ibadah yang diberikan meliputi sajadah, mukena, serta Al-Qur’an.

“Menjelang bulan suci Ramadan, kegiatan kami memberikan bantuan kepada tempat ibadah yang terdampak, salah satunya adalah di Masjid Babul Taqwa, Aceh Tamiang,” bunyi keterangan perwakilan Taruna Latsitardanus XLVI.

Selain penyaluran perlengkapan ibadah, para taruna juga melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan psikologis pascabencana.

Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) memberikan pendampingan dan penguatan mental kepada anak-anak di Sekolah Rakyat Aceh Tamiang serta TK Kemala Bhayangkara Aceh Tamiang melalui pendekatan edukatif dan rekreatif.

Dalam kegiatan tersebut, para taruna berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui berbagai aktivitas seperti menggambar, menulis, dan membaca bersama guna membantu mengurangi trauma.

Tak hanya itu, Taruna Latsitardanus XLVI juga terlibat dalam kerja bakti membersihkan lingkungan di kawasan terdampak bencana sebagai bentuk implementasi komitmen Polri untuk Masyarakat. Mereka membersihkan sisa lumpur di rumah-rumah warga akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh Tamiang.

BNN Bongkar Jaringan Ganja Aceh–Medan, Sita 200 Kilogram Ganja Kering

0
200 Kilogram Ganja Kering. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kasus peredaran narkoba lintas provinsi yang melibatkan jaringan Aceh–Medan. Dalam pengungkapan tersebut, petugas menangkap tiga orang pria dan menyita sekitar 200 kilogram ganja kering siap edar.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan, ketiga pelaku diamankan saat mengendarai dua unit mobil.

“Berhasil mengamankan tiga orang laki-laki dengan mengendarai mobil Toyota Hilux dan Toyota Innova,” kata Suyudi, Selasa (3/2/2026).

Penangkapan dilakukan pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Lintas Dusun 1 Halaban Block, Desa Bukit Selamat, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Operasi ini melibatkan personel Direktorat Intelijen BNN RI bersama Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sumut.

Pengungkapan bermula dari laporan Tim Analis Subdit IT BNN terkait dugaan penyelundupan ganja kering dari Kabupaten Gayo Lues, Aceh menuju Sumatera Utara pada Jumat (30/1). Menindaklanjuti informasi tersebut, Direktorat Intelijen BNN berkoordinasi dengan BNNP Sumut dan mengerahkan personel untuk melakukan surveilans.

Petugas kemudian mengetahui adanya aktivitas penjemputan ganja dari Medan pada Sabtu (31/1) siang. Selanjutnya, BNN memantau pergerakan pelaku yang dua kali mengambil ganja kering di Gayo Lues, masing-masing pada Minggu (1/2) dini hari dan Senin (3/2) dini hari.

Setelah itu, para pelaku bergerak kembali menuju Medan melalui jalur Aceh Timur dan jalan lintas Aceh–Medan. Tim gabungan akhirnya menghentikan dan menangkap ketiganya di wilayah Besitang, Langkat.

“Kemudian dilakukan penggeledahan terhadap 3 orang dan 2 mobil tersebut dan ditemukan 8 buah karung yang berisi 148 bungkus plastik dilakban warna cokelat dengan berat sekitar 200 kg yang diduga berisi daun kering narkotika jenis ganja di mobil Toyota Hilux,” ujar Suyudi.

Tiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial Deffardo Julianto Sigiro (28), Yogi Hasibuan (23), dan Aditya Sembiring (30). Seluruh tersangka beserta barang bukti dibawa ke Kantor BNNP Sumut untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Sebelumnya, Komjen Suyudi menegaskan bahwa pemberantasan narkoba merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya membangun sumber daya manusia unggul.

“Berperang terhadap narkoba demi kemanusiaan tentunya sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden. Khususnya poin ke-7 terkait pemberantasan narkoba sebagai bagian reformasi hukum dan ketahanan bangsa,” kata Suyudi dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/10).

Ia juga menekankan bahwa persoalan narkoba tidak semata-mata dipandang sebagai tindak kriminal.

“Narkoba dipandang sebagai isu kemanusiaan bukan hanya sekadar kriminalitas. Pengguna narkoba sebagai korban yang harus disembuhkan melalui rehabilitasi, bukan penjara,” ujarnya.