Beranda blog Halaman 829

Makam Teuku Nyak Arief, Ikon Patriotisme Aceh

0
Makam Teuku Nyak Arief. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Feature – Banyak orang mengatakan, Aceh memiliki 3 hal yang tak dimiliki daerah lain. Pertama, keistimewaan penyelenggaraan hukum syariat, kedua, bencana maha dahsyat stunami yang terjadi di penghujung tahun 2004, serta militansi masyarakat Aceh ketika perang melawan kolonialisme Belanda berikut konflik vertikal selama puluhan tahun yang menyertai sejarah panjang perjalanan negeri Seuramoe Mekah.

Hingga saat ini, histori perang Aceh masih menarik untuk diceritakan. Dalam berbagai literatur sejarah, perlawanan sporadis rakyat Aceh kala itu menjadi salah satu perang terlama yang pernah terjadi di Aceh, dan melahirkan banyak pahlawan yang terkenal. Salah satunya Teuku Nyak Arief.

Teuku Nyak Arief dilahirkan dari rahim seorang wanita hebat bernama Cut Nyak Rayeuk pada tanggal 17 Juli 1899 di Ulee Lheue, Kutaraja (sekarang Banda Aceh) pada tanggal 17 Juli 1899. Ayahnya bernama Teuku Nyak Banta, seorang Ulee Balang yang memiliki kedudukan sebagai Panglima Sago 26 Mukim wilayah Aceh Besar.

Makam Teuku Nyak Arief. (Foto: Nukilan)

Dikutip dari situs Wikipedia, dahulunya Teuku Nyak Arief mengenyam pendidikan dasarnya di Volksschool (Sekolah Rakyat) Kutaraja, lalu melanjutkan pendidikannya di Sekolah Guru Kweekschool di Bukit Tinggi, dan menempuh jenjang berikutnya di Sekolah Pamongpraja OSVIA di Serang Banten. Konon, sekolah ini khusus diadakan oleh Belanda untuk anak-anak Raja dan Bangsawan dari seluruh Indonesia.

Sosok yang dianugerahi pahlawan nasional pada tahun 1974 ini memiliki kegemaran membaca, terutama yang menyangkut politik dan pemerintahan serta mendalami pengetahuan agama. Sejak usia muda ia telah aktif dalam dunia pergerakan, dan dikenal sebagai orator ulung.

Dalam karir di dunia gerakan, Teuku Nyak Arif pernah menjabat jabatan penting di sejumlah organisasi, seperti diangkat menjadi ketua National Indische Partij cabang Kutaraja. Setahun setelahnya ia menggantikan sang ayah sebagai Panglima Sago 26 Mukim. Kemudian pada tahun 1927 Ia diangkat menjadi anggota Dewan Rakyat Volksraad sampai dengan tahun 1931.

Teuku Nyak Arief juga merupakan salah seorang pendiri dan anggota dari Fraksi Nasional di Dewan Rakyat yang diketuai oleh Mohammad Husni Thamrin. Dalam berbagai kesempatan yang diperolehnya ini ia banyak memberikan sumbangan dalam bentuk perjuangan politik baik untuk kesejahteraan rakyat maupun kemerdekaan.

Sejak tahun 1932 Teuku Nyak Arif telah aktif memimpin gerakan bawah tanah menentang penjajahan Belanda di Aceh. Bersama Mr. Teuku Muhammad Hasan, ia mendirikan Perguruan Taman Siswa di Kutaraja pada tanggal 11 Juli 1937. Lembaga pendidikan yang diprakarsai oleh Ki Hajar Dewantara ini berfokus pada kegiatan-kegiatan peningkatan pendidikan di Aceh. Dalam lembaga itu, Teuku Nyak Arief sendiri berposisi sebagai sekretaris dengan ketuanya Mr. Teuku Muhammad Hasan.

Bersama Mr. T.M Hasan, ia juga turut mempelopori berdirinya organisasi Atjehsche Studiefonds (Dana Pelajar Aceh) yang bertujuan untuk membantu anak-anak Aceh yang cerdas tetapi tidak mampu untuk sekolah.

Teuku Nyak Arief dikenal memiliki jiwa nasionalisme yang begitu tinggi. Kecintaanya terhadap tanah air tak perlu diragukan lagi. Setelah menerima kabar tentang kemerdekaan RI, dia memanggil tokoh-tokoh penting Aceh. Dihadapan pemimpin-pemimpin itu Teuku Nyak Arief menyatakan sumpah setia kepada Negara Republik Indonesia, dan dilakukanlah pengibaran Sang Merah Putih pada tanggal 24 Agustus 1945 di depan Kantor Polisi Kepang (Kantor Baperis sekarang) oleh para pegawai bangsa Indonesia.

Dedikasinya terhadap perjuangan bangsa ini juga ditunjukkan menjual harta benda pribadinya termasuk segala perhiasan emas milik istrinya. Hal ini dilakukan untuk memikul biaya perang (perjuangan) yang semakin berat dan demi kelancaran perjuangan untuk mempertahankan tanah air Indonesia.

Pada tanggal 4 Mei 1946 pahlawan hebat ini wafat di Takengon. Sebelum meninggal ia sempat berpesan kepada keluarganya, “Jangan menaruh dendam, karena kepentingan rakyat harus diletakkan di atas segala-galanya”

Jasad almarhum dikebumikan di tanah pemakaman keluarga pada tepi sungai Lamnyong di Lamreung, Aceh Besar, dua kilometer dari Lamnyong, Banda Aceh. Sebagai penghormatan, nama beliau diabadikan sebagai nama jalan dimana ia dikuburkan.
—————-
Sore itu, Sabtu, 9 November 2024. Cahaya senja menerabas dedaunan ditengah semilir angin yang bertiup sepoi-sepoi di sekitar makam Teuku Nyak Arief.

Penulis menyapu pandangan sekitar. Sepi. Hanya ada dua orang wanita mengenakan kemeja PDH sebuah kampus terkenal di Aceh ditempat tersebut.

Di areal makam, terdapat puluhan pusara lainnya yang diketahui merupakan keturunan Teuku Nyak Arief sekaligus pejuang Aceh pada masa lampau.

Tak lama muncul seorang pria paruh baya berjalan terseok-seok ke arah penulis. Ia adalah Fauzi, seorang laki-laki yang telah menjaga makam Teuku Nyak Arief selama 16 tahun.

“Kiban? Peu na yang jeut lon bantu? (Bagaimana, apa yang saya bantu),” ucap Fauzi ramah sembari menjabat tangan penulis. Dalam kesempatan itu penulis juga menjelaskan maksud dan tujuan mengunjungi makam Teuku Nyak Arief.

Kala menjabat tangan penulis, tangannya bergetar. Fauzi mengaku telah menderita stroke sejak 8 tahun lalu. Meskipun dalam keadaan sakit, ia rutin membersihkan areal makam Teuku Nyak Arief agar tetap terawat.

Fauzi menjelaskan makam Teuku Nyak Arief ramai dikunjungi setiap peringatan hari kemerdekaan RI dan hari pahlawan. Selain itu, makam pahlawan nasional ini juga ramai di ziarahi keluarganya setiap bulan Mei untuk memperingati hari kematiannya. Selain di Banda Aceh, keturunan Teuku Nyak Arief juga diketahui ada yang telah menetap di Medan.

“Tradisi Haul ini rutin dilakukan oleh keluarga Teuku Nyak Arief setiap bulan Mei untuk menghormati almarhum,” tutur Fauzi.

Fauzi mengaku selama ini pemerintah memiliki kepedulian terhadap keberadaan Teuku Nyak Arief ini. Pemeliharaan makam ini merupakan tanggung jawab Kemensos RI dan Dinas Sosial Aceh. Selain itu, dirinya juga memperoleh sedikit insentif dari pihak terkait yang diperoleh secara berkala.

“Untuk tahun ini saya berharap pemerintah dapat melakukan pembaharuan cat pagar makam yang sudah mulai terkelupas,” harap Fauzi.

Dalam kesempatan itu, ia meminta kepada pengunjung untuk menjaga areal makam dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Harapan ini saya sampaikan agar kita dapat merawat sama-sama makam Teuku Nyak Arief. Selain itu, saya juga minta kepada pengunjung untuk memberitahukan keinginannya berkunjung kepada saya. Bukan apa bang, kadang-kadang pengunjung yang datang asal masuk saja tanpa minta permisi,” tutur Fauzi.

Selain destinasi wisata sejarah, makam Teuku Nyak Arief juga ramai dikunjungi oleh mahasiswa. Selain dalam rangka tugas kuliah, mereka juga bertujuan untuk mengetahui sejarah perjuangan Teuku Nyak Arief sebagai pahlawan nasional.

Hal tersebut disampaikan dua orang mahasiswi Universitas Getsempena Bangsa, Rizki Mahbengi, S dan Rahma Rejeki, yang mengaku sedang menyelesaikan tugas kuliah menggali sejarah Teuku Nyak Arief. Keduanya berasal dari daerah yang sama, Takengon.

“Selain tugas kuliah, kami juga ingin memperkaya wawasan tentang sejarah perjuangan Teuku Nyak Arief berikut kontribusinya dalam memerdekakan bangsa kita,” ujar Rizki yang diamini Rahma.

Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi makam Teuku Nyak Arief dan mengenal lebih dekat tentang patriotisme almarhum, komplek makam ini dibuka setiap harinya. Komplek makam ini berada dipinggiran Kota Banda Aceh, tepatnya di jalan Teuku Nyak Arief, Gampong Lambreung, Aceh Besar.

Penulis: Boim

Gala Siswa 2024: 40 SMP Berlaga di Aceh Besar Memperebutkan Piala Pj Bupati

0

NUKILAN.id | Jantho – Sebanyak 40 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari total 86 SMP di Aceh Besar akan berlaga dalam turnamen sepak bola Gala Siswa 2024, memperebutkan Piala Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP MM. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada 20-23 November 2024 dan akan dimainkan di lima lapangan berbeda, yaitu Lapangan Indrapuri, Kuta Baro, Peukan Bada, Meunasah Krueng, dan Montasik.

Para peserta telah dikelompokkan ke dalam lima grup, dari Grup A hingga Grup E, dengan masing-masing grup berisi delapan sekolah. Format pertandingan ini memungkinkan setiap sekolah untuk beradu keterampilan dan sportifitas demi memperebutkan posisi teratas. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Aceh Besar, Bahrul Jamil SSos MSi, mengungkapkan bahwa turnamen ini menawarkan total hadiah sebesar Rp 20 juta untuk para peserta yang berhasil melaju hingga babak akhir.

“Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini menjadi kesempatan berharga untuk mengasah keterampilan sepak bola serta membangun semangat sportifitas di kalangan pelajar,” ujar Bahrul Jamil, yang juga sering disapa BJ.

Ia menambahkan bahwa laga perempat final hingga final akan diadakan di Stadion Mini Jantho Sport City (JSC) sebagai fasilitas olahraga kebanggaan di pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Besar.

Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, turut mengapresiasi antusiasme tinggi dari sekolah-sekolah yang mengikuti turnamen ini.

“Partisipasi dari 40 sekolah menunjukkan besarnya minat pelajar terhadap olahraga, khususnya sepak bola. Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat persaudaraan antar sekolah dan membina semangat positif di usia muda,” ungkap Iswanto.

Berikut jadwal lengkap pertandingan grup di lima lapangan utama:

Grup A (Lapangan Indrapuri)

  • 20 November 2024: SMPN 3 Ingin Jaya vs SMPN 1 Lhoong (16.30 WIB)
  • 21 November 2024: SMPN 4 Seulimeum vs SMP Dayah Mulia (16.30 WIB)
  • 22 November 2024: SMPN 2 Seulimeum vs SMPN 2 Mesjid Raya (16.30 WIB)
  • 23 November 2024: SMPN 1 Suka Makmur vs SMPN 1 Ingin Jaya (16.30 WIB)

Grup B (Lapangan Kuta Baro)

  • 20 November 2024: SMP IT Al Farabi BS vs SMP Darul Qur’an Aceh (16.30 WIB)
  • 21 November 2024: SMPN 1 Mesjid Raya vs SMPN 2 Lembah Seulawah (16.30 WIB)
  • 22 November 2024: SMPN 3 Montasik vs SMPN Al Fauzul Kabir (16.30 WIB)
  • 23 November 2024: SMPN 4 Seulimeum vs SMPN 1 Kuta Cot Glie (16.30 WIB)

Grup C (Lapangan Peukan Bada)

  • 20 November 2024: SMP Babul Maghfirah vs SMPN 2 Peukan Bada (16.30 WIB)
  • 21 November 2024: SMPN 1 Blang Bintang vs SMPN 1 Seulimeum (16.30 WIB)
  • 22 November 2024: SMPN 1 Leupung vs SMP Nurul Qur’an (16.30 WIB)
  • 23 November 2024: SMPN 1 Pulo Aceh vs SMP PKPU (16.30 WIB)

Grup D (Lapangan Meunasah Krueng)

  • 20 November 2024: SMPN 1 Lembah Seulawah vs SMPN 1 Darussalam (16.30 WIB)
  • 21 November 2024: SMPN 1 Peukan Bada vs SMPN 2 Kuta Cot Glie (16.30 WIB)
  • 22 November 2024: SMPN 1 Kota Jantho vs SMPN 1 Lhoknga (16.30 WIB)
  • 23 November 2024: SMP IT Nurul Fikri vs SMPS Alfalah (16.30 WIB)

Grup E (Lapangan Lubok/Montasik)

  • 20 November 2024: SMPN 1 Indrapuri vs SMPN 1 Darul Imarah (16.30 WIB)
  • 21 November 2024: SMPN 1 Montasik vs SMPN 2 Montasik (16.30 WIB)
  • 22 November 2024: SMPN 2 Kuta Baro vs SMPN 1 Baitussalam (16.30 WIB)
  • 23 November 2024: SMPN 2 Darul Imarah vs SMP Negeri Ali Hasjmy (16.30 WIB)

Turnamen ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya bibit-bibit pesepak bola masa depan di Aceh Besar yang kelak dapat berprestasi hingga tingkat nasional. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga memperkokoh persatuan dan persahabatan di kalangan pelajar, sekaligus menghidupkan atmosfer olahraga di tengah-tengah masyarakat.

Editor: Akil

Relawan Bustami Alihkan Dukungan ke Mualem, Bentuk Relawan Pejuang Mualem Aceh

0
Relawan Bustami Alihkan Dukungan ke Mualem. (Foto: WaspadaAceh)

NUKILAN.idBanda Aceh — Gerakan dukungan politik di Aceh terus mengalami perubahan jelang Pemilihan Gubernur Aceh. Kali ini, tim Relawan Bustami (RBT), yang sebelumnya mendukung calon gubernur nomor urut 1, Bustami, mengumumkan secara resmi alih dukungan kepada pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut 2, Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhullah (Dek Fadh). Mereka pun meresmikan nama baru sebagai Relawan Pejuang Mualem (RPM) Aceh.

Deklarasi alih dukungan ini digelar di Kriyad Muraya Hotel, Banda Aceh, dan dihadiri langsung oleh Mualem beserta tim pemenangannya. Ketua RPM, Asnawi alias Keuchik Nawi, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah berbagai diskusi dan masukan dari para relawan di lapangan.

“Setelah kita berdiskusi dengan teman-teman relawan di seluruh Aceh, kami sepakat mengalihkan dukungan untuk mendukung Mualem-Dek Fadh,” ujar Asnawi dalam pidatonya.

Alih dukungan ini juga ditandai dengan pembubaran resmi RBT Aceh. Asnawi menyampaikan, alasan utama mereka mengalihkan dukungan adalah keyakinan bahwa Muzakir Manaf memiliki visi yang lebih sesuai dengan kebutuhan Aceh dan layak diperjuangkan untuk memimpin provinsi ini.

Dengan total anggota yang tersebar di seluruh Aceh dan berjumlah sekitar 2.500 orang, RPM berkomitmen penuh untuk memenangkan pasangan Mualem-Dek Fadh pada Pemilihan Gubernur yang akan dilaksanakan 27 November mendatang.

Mualem, yang hadir dalam deklarasi tersebut, menyambut baik tambahan dukungan dari RPM. Ia merasa terhormat dan optimis bahwa aliran dukungan ini akan menjadi dorongan besar bagi kemenangan mereka.

“Terima kasih kepada seluruh relawan yang bergabung. Ini merupakan kebanggaan dan kebahagiaan bagi kami. Dengan bertambahnya dukungan dari RPM, kami semakin optimis dapat meraih kemenangan di Pilkada nanti,” ungkap Mualem dengan penuh keyakinan.

Deklarasi ini menandai momen penting dalam dinamika politik Aceh, menunjukkan betapa dukungan dari elemen masyarakat terus bergerak, mendukung kandidat yang diyakini membawa harapan bagi perubahan di Aceh.

Editor: Akil

Amerika Serikat Gelar Pameran Bantu Aceh saat Tsunami

0
Amerika Serikat Gelar Pameran Bantu Aceh saat Tsunami. (Foto: Disbudpar)
NUKILAN.id | Banda Aceh – Amerika Serikat melalui Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) menggelar pameran bertajuk ‘Kemitraan yang Tangguh’ di Museum Tsunami Aceh. Dalam pameran tersebut, negara Paman Sam memamerkan kondisi saat mereka membantu Aceh pasca bencana terjadi.

Pameran yang resmi buka pada Minggu 10 November 2024 itu digelar untuk mengenang 20 tahun Tsunami Samudera Hindia 2004. Pameran yang berlangsung hingga pertengahan 2025 itu mengisahkan perjalanan pemulihan dan rekonstruksi yang luar biasa setelah tsunami memporak-porandakan Aceh.

Pembukaan pameran dihadiri Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA, Direktur USAID Jeff Cohen, Kadisbudpar Aceh Almuniza Kamal serta pejabat terkait lainnya. Usai membuka pameran, rombongan menyaksikan film dokumenter yang diputar di museum.

Jeff Cohen menyebutkan, melalui tampilan visual, artefak, dan elemen interaktif, pameran ini menjadi dokumentasi bagaimana Amerika Serikat melalui USAID, Departemen Pertahanan, dan lembaga lainnya, memberikan bantuan senilai lebih dari 400 juta dolar AS yang memberikan dampak terhadap kehidupan lebih dari 580.000 warga Aceh setelah bencana.

“Dua dekade lalu, saat tsunami menerjang Aceh, Amerika Serikat berdiri bahu-membahu dengan Indonesia. Sekarang, pameran ini mengenang mereka yang hilang, sekaligus merayakan semangat luar biasa masyarakat Aceh dan dampak kuat dari kemitraan internasional,” kata Jeff Cohen.

Menurut Jeff, rekonstruksi Aceh merupakan salah satu upaya pemulihan bencana paling sukses dalam sejarah modern, yang menunjukkan apa yang bisa kita capai saat kita bekerja bersama. Sebagai bagian dari pembukaan pameran, USAID menayangkan perdana tiga film dokumenter mini yang menyoroti berbagai aspek perjalanan menuju pemulihan dan dampak jangka panjang dari kemitraan kedua negara.

“Tiga film dokumenter ini berfokus pada dampak jalan penting Banda Aceh-Calang sepanjang 146 kilometer, revitalisasi industri kopi Gayo di Aceh, dan perkembangan kemampuan penanggulangan bencana Indonesia yang luar biasa,” sebutnya.

Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA menyebutkan, pameran ini menunjukkan bagaimana kemitraan AS-Indonesia telah berkembang melampaui upaya bantuan langsung dan mencakup program pemulihan yang berdampak pada setiap sendi kehidupan termasuk pembangunan infrastruktur penting, pemulihan aktivitas ekonomi, dan pengembangan sistem manajemen bencana yang kuat serta kemampuan peringatan dini.

“Dengan penuh khidmat, hari ini kita mengenang sebuah peristiwa yang tidak hanya menguji ketangguhan Aceh, tetapi juga menggerakkan dunia untuk bersatu dalam solidaritas dan kepedulian,” ujar Safrizal

Lebih lanjut Safrizal menerangkan, pameran tersebut dihadirkan digelar untuk mengingatkan semua orang terkait tragedi besar yang pernah menimpa tanah rencong, Aceh.

“Namun di balik kesedihan dan kehilangan itu, kita juga diingatkan akan kekuatan dan ketangguhan yang muncul dari kebersamaan berbagai pihak di masa-masa sulit itu,” ungkap safrizal.

Safrizal berharap, film dokumenter yang ditampilkan merupakan penghormatan atas upaya kolaboratif yang telah dicapai melalui kemitraan antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta negara-negara sahabat lainnya, dalam upaya pemulihan dan rekonstruksi.

“Pameran ‘Kemitraan yang Tangguh’ terbuka untuk umum hingga Juni 2025 di Museum Tsunami Aceh” tutup Safrizal.

Pustakawan SMKN 1 Banda Aceh Raih Juara 1 Lomba TPS Jambore GTK Hebat 2024

0
Para juara lomba Tenaga Perpustakaan Sekolah dalam Gelar Wicara Jambore GTK Hebat 2024: Tiga pustakawan berprestasi ini berhasil meraih penghargaan atas dedikasi mereka dalam memajukan literasi di sekolah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pustakawan SMKN 1 Banda Aceh, Luthfi Arkan, meraih juara pertama dalam lomba Tenaga Perpustakaan Sekolah (TPS) pada Gelar Wicara Jambore GTK Hebat Tahun 2024. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Balai Guru Penggerak pada 5-7 November 2024 di Hermes Palace Hotel Banda Aceh, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional.

Saat diwawancarai oleh Nukilan.id, Luthfi mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaiannya tersebut. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman serta wawasan baru. Tak hanya itu, Luthfi juga terkesan bisa bertemu dengan para tokoh inspiratif di bidang pendidikan dari berbagai daerah di Aceh.

“Ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus menginspirasi pustakawan lainnya agar tetap kreatif dan selalu berinovasi,” ungkapnya kepada Nukilan.id, Sabtu (9/11/2024)

Selain Luthfi, posisi juara kedua diraih oleh Linawati dari SMP Negeri 2 Kuala Simpang, dan juara ketiga diraih Fatria Yuliati dari SMK Negeri 1 Mesjid Raya.

Luthfi menjelaskan bahwa proses seleksi dimulai dengan pendaftaran melalui SIM JMB. Setelah itu, peserta menjalani seleksi administrasi, penilaian praktik baik, penilaian video dan portofolio, hingga wawancara. Dari puluhan peserta, hanya 10 yang lolos ke tahap wawancara langsung bersama atasan, rekan sejawat, dan orang tua murid. Pada tahap akhir, lima peserta terbaik akan mengikuti sesi talk show sebagai babak final.

“Di sini, kami (peserta) harus menunjukkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta pengalaman dalam memajukan perpustakaan di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Luthfi berharap hal ini bisa menjadi pemacu bagi pustakawan sekolah lain di Aceh untuk terus berkreasi dan mengembangkan perpustakaan sebagai pusat literasi di sekolah.

“Ini bukti bahwa pustakawan memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca dan literasi siswa. Semoga ke depannya, perpustakaan semakin menjadi ruang belajar yang menarik dan inovatif,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi ajang bagi para pustakawan untuk berbagi pengalaman dan inovasi demi pengembangan perpustakaan sekolah di Aceh, sekaligus mempererat jaringan kerja antar pustakawan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

BPBA dan BNNP Aceh Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana untuk Tingkatkan Kesadaran Personil

0
BPBA dan BNNP Aceh Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana untuk Tingkatkan Kesadaran Personil. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh dalam sosialisasi mitigasi kebencanaan untuk meningkatkan kesadaran personil terhadap potensi bencana alam. Kegiatan yang berlangsung di aula BNNP Aceh ini dihadiri oleh puluhan pegawai yang antusias mempelajari kesiapsiagaan bencana.

Acara yang digelar Jumat, 8 November 2024 ini menghadirkan Seksi Kesiapsiagaan BPBA Kota Banda Aceh, Fazli, SKM, M.Kes, sebagai narasumber utama. Fazli menjelaskan berbagai langkah penting yang perlu dilakukan jika terjadi bencana serta menjelaskan ancaman bencana yang berpotensi melanda Banda Aceh. Ia juga memaparkan pentingnya pemahaman geografis dan langkah-langkah penanggulangan yang telah ditetapkan.

Kabag Umum BNNP Aceh, Agus Mulya, S.Pd., M.Si., yang mewakili Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran bersama untuk membentuk kesiapsiagaan di lingkungan BNNP Aceh.

“Mitigasi bencana adalah langkah awal yang penting. Dengan pemahaman yang baik, kita bisa lebih siap menghadapi berbagai situasi darurat, baik bencana alam maupun bencana sosial, termasuk penyalahgunaan narkotika yang juga memerlukan mitigasi tersendiri,” ujarnya.

Sosialisasi ini tidak hanya fokus pada teori tetapi juga memberikan praktik langsung melalui pemutaran video simulasi penanganan bencana. Materi yang disampaikan mencakup data daerah yang rawan bencana, pengetahuan tentang peran “PENTAHELIK” — kolaborasi antara pemerintah, media, masyarakat, sektor swasta, dan akademisi — serta pemetaan area evakuasi sementara di wilayah Aceh.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk membekali personil BNNP Aceh dengan informasi dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana alam, sehingga mampu melindungi diri sendiri, rekan kerja, serta masyarakat sekitar.

“Kita harap melalui sosialisasi ini, setiap personil dapat meningkatkan kewaspadaan dan sigap bertindak jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” pungkas Fazli.

Dengan adanya inisiatif kolaboratif seperti ini, diharapkan kesiapsiagaan bencana di Aceh semakin meningkat, khususnya di kalangan personil BNNP yang turut andil dalam menjaga keamanan masyarakat Aceh.

Editor: Akil

152 Imigran Rohingya Akhirnya Ditampung di GOR Aceh Selatan

0
152 Imigran Rohingya Akhirnya Ditampung di GOR Aceh Selatan. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Sebanyak 152 imigran Rohingya akhirnya mendapatkan tempat penampungan sementara di Gedung Olahraga (GOR) Tapaktuan Sport Center, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, pada Sabtu (9/11/2024). Para imigran ini sebelumnya harus berpindah-pindah lokasi setelah ditolak di sejumlah daerah di Aceh.

Imigran ini tiba di Tapaktuan pada Sabtu dini hari pukul 03.42 WIB menggunakan empat truk. GOR tersebut saat ini mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan, dan area sekitar dipasangi garis polisi. Para imigran terlihat mulai membersihkan diri dan makan, sementara beberapa anak terlihat bermain bulu tangkis dengan alat sederhana.

Sebelum akhirnya ditampung di Tapaktuan, perjalanan para imigran ini cukup panjang. Mereka pertama kali didaratkan di Pelabuhan Labuhanhaji pada 24 Oktober setelah beberapa hari terombang-ambing di laut. Kemudian pada Kamis (7/11), mereka sempat dipindahkan ke Alun-alun Tapaktuan, namun di malam harinya, mereka dinaikkan kembali ke truk dan dibawa ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Aceh di Banda Aceh. Sayangnya, mereka kembali ditolak dan tidak diizinkan turun dari truk, hingga akhirnya dibawa ke Kota Lhokseumawe, namun lagi-lagi menghadapi penolakan warga setempat.

Penolakan ini tidak hanya terjadi di Lhokseumawe. Masyarakat Tapaktuan sebelumnya juga menolak kehadiran para imigran ini. Penolakan tersebut memicu audiensi antara warga, pihak pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, dan kepolisian. Setelah diskusi yang alot dan atas pertimbangan kemanusiaan, akhirnya warga Tapaktuan setuju untuk menerima para imigran dengan syarat mereka ditempatkan sementara di GOR Tapaktuan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Aceh, Meurah Budiman, mengungkapkan bahwa penanganan pengungsi luar negeri, termasuk para imigran Rohingya ini, merupakan tanggung jawab pemerintah daerah sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Berdasarkan peraturan ini, pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, berwenang menentukan lokasi penampungan, sementara Kemenkumham hanya bertugas melakukan pengawasan, pendataan, dan verifikasi dokumen.

Meski perjalanan panjang dan penuh tantangan, setidaknya kini 152 imigran Rohingya ini bisa beristirahat sementara di Tapaktuan setelah berhari-hari dalam ketidakpastian.

Editor: Akil

Paradoks Rokok di Indonesia: Kebutuhan, Kebijakan, dan Konflik Kesehatan

0
Ilustrasi rokok. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Rokok telah menjadi isu yang penuh paradoks di Indonesia, dilihat sebagai kebutuhan bagi sebagian, tapi dibenci oleh banyak orang lain. Ini adalah fenomena yang menciptakan ketegangan antara kepentingan ekonomi dan kesehatan. Di satu sisi, rokok menghasilkan pendapatan negara yang signifikan; di sisi lain, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat menjadi perdebatan yang tidak pernah usai.

Penerimaan negara dari cukai rokok terus meningkat, seiring dengan bertambahnya jumlah perokok. Harga rokok yang terus naik tampaknya tidak menghalangi para perokok, yang tetap mencarinya walau dengan harga yang lebih mahal. Bahkan, jika harga rokok terus melambung, mereka cenderung mencari produk yang lebih murah, kadang melalui jalur ilegal.

Rokok bukanlah kebutuhan primer, namun bagi sebagian orang, merokok adalah bagian dari gaya hidup dan bahkan kebutuhan psikis. Para ahli mengingatkan bahwa rokok menciptakan ketergantungan yang tidak dapat dianggap enteng, karena miliaran rupiah berputar dalam industri ini.

Dalam hal ini, pemerintah berada dalam situasi yang rumit. Di satu sisi, sektor kesehatan berupaya untuk mengurangi dampak buruk rokok terhadap masyarakat. Namun di sisi lain, sektor industri dan keuangan melihat rokok sebagai salah satu sumber pendapatan negara yang signifikan serta menciptakan banyak lapangan kerja. Konflik kepentingan antar-sektor ini membutuhkan keseimbangan agar tujuan kesehatan masyarakat tercapai tanpa mengganggu stabilitas ekonomi.

Pada tahun 2023, Indonesia mencatat produksi rokok mencapai 318 miliar batang dengan cukai yang hampir mencapai Rp 250 triliun. Prevalensi perokok dewasa berada di angka 38,2 persen, atau sekitar satu dari tiga orang dewasa di Indonesia. Ini membuat Indonesia berada di peringkat delapan negara dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. Sepuluh negara dengan perokok terbanyak sebagian besar berasal dari kawasan Asia Tenggara dan Eropa Balkan, negara berkembang atau miskin.

Permasalahan antara rokok dan kesehatan terus menjadi topik hangat. Data menunjukkan bahwa rokok berkontribusi pada meningkatnya angka penyakit dan kematian. Di sisi lain, tidak dapat dimungkiri bahwa bagi sebagian pemuda, rokok menjadi simbol semangat hidup.

Indonesia hingga kini belum meratifikasi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC), karena khawatir akan berdampak pada petani tembakau dan pendapatan negara. Meskipun begitu, upaya pengendalian telah dilakukan dengan berbagai kebijakan seperti pembatasan tempat merokok. Namun, efektivitasnya masih perlu dievaluasi.

Data menunjukkan bahwa cukai rokok terus naik dengan harapan konsumsi rokok akan menurun. Tapi kenyataannya, jumlah perokok malah bertambah. Ahli kesehatan berpendapat bahwa harga rokok di bawah Rp 100.000 per bungkus tidak akan cukup membatasi konsumsi. Mereka berpendapat, untuk benar-benar mengurangi prevalensi merokok, harga rokok harus dinaikkan lebih dari Rp 200.000 per bungkus, sehingga hanya mereka yang mampu yang bisa membelinya.

Rokok ilegal juga menjadi perhatian karena harganya lebih murah dan tidak memenuhi standar kesehatan. Pemerintah pun menggencarkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal yang merugikan negara dari sisi pendapatan dan juga membahayakan kesehatan.

Langkah terbaru yang sedang dipertimbangkan adalah penggunaan kemasan polos untuk rokok, yang bertujuan menurunkan daya tarik produk tersebut. Namun, banyak pihak meragukan efektivitasnya. Mereka khawatir bahwa kemasan polos justru akan meningkatkan peredaran rokok ilegal, yang lebih murah dan sulit diawasi. Akibatnya, penerimaan negara bisa mengalami penurunan signifikan.

Situasi ini menunjukkan bahwa isu rokok di Indonesia adalah masalah yang kompleks, melibatkan berbagai sektor yang saling bertolak belakang. Sektor kesehatan memiliki kewajiban untuk menjaga kesehatan masyarakat, namun sektor keuangan dan industri bergantung pada kontribusi rokok terhadap pendapatan negara dan lapangan pekerjaan.

Kenaikan cukai, pembatasan area merokok, serta pengaturan kemasan polos merupakan langkah yang bertujuan untuk menurunkan jumlah perokok. Namun, kebijakan-kebijakan ini masih memerlukan kajian mendalam untuk mencapai hasil yang optimal tanpa mengganggu keseimbangan dalam masyarakat.

Pada akhirnya, pemerintah diharapkan dapat menciptakan regulasi yang menjaga kesehatan tanpa mengesampingkan aspek ekonomi. Dengan pendekatan yang bijak, isu rokok dapat dikelola agar masyarakat tetap sehat, sementara sektor ekonomi yang terkait tetap berkembang dalam batas yang tidak merugikan.

Editor: Akil

Pentingnya Cek Kadar Gula Darah untuk Pengelolaan Diabetes

0
Ilustrasi tes gula darah penderita diabetes (Foto: pixabay.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh Cek kadar gula darah adalah langkah penting yang membantu pemantauan dan pengelolaan diabetes, terutama bagi mereka yang harus memperhatikan keseimbangan kadar gula darah setiap harinya.

Menurut Mayo Clinic, pemantauan gula darah memberikan gambaran tentang efektivitas pengobatan diabetes yang dilakukan, bahkan memungkinkan pemantauan secara rutin harian dan per jam.

Namun, frekuensi dan waktu terbaik untuk tes gula darah dapat berbeda, tergantung pada jenis diabetes dan apakah seseorang menggunakan insulin atau tidak. Umumnya, waktu yang dianjurkan adalah sebelum atau setelah makan, saat bangun atau sebelum tidur, dan sebelum atau setelah berolahraga.

Manfaat Tes Gula Darah pada Waktu-waktu Tertentu

Setiap waktu pemeriksaan gula darah membawa manfaat yang berbeda dalam membantu mengelola pengobatan diabetes:

  1. Saat Bangun Tidur
    Kadar gula darah saat ini dikenal sebagai gula darah puasa. Pemeriksaan ini berguna untuk mengevaluasi kadar gula darah selama malam. Jika Anda juga melakukan cek gula darah sebelum tidur, ini dapat memberikan gambaran keseluruhan tentang pola gula darah sepanjang malam.
  2. Sebelum Makan
    Tes sebelum makan berguna untuk merencanakan asupan makanan yang tepat. Jika Anda menggunakan insulin, pengecekan sebelum makan juga membantu menyesuaikan dosis yang diperlukan. Pemeriksaan sebelum dan sesudah makan memberikan wawasan mengenai pengaruh makanan terhadap kadar gula darah Anda.
  3. Setelah Makan
    Dua jam setelah makan adalah waktu yang baik untuk mengukur pengaruh makanan terhadap gula darah Anda. Ini penting untuk melihat apakah ada penyesuaian yang perlu dilakukan pada dosis insulin atau obat diabetes yang Anda konsumsi.
  4. Sebelum dan Sesudah Olahraga
    Aktivitas fisik umumnya menurunkan kadar gula darah, namun pada beberapa kasus bisa meningkatkannya. Melakukan tes sebelum dan sesudah berolahraga membantu mengidentifikasi pengaruh spesifik aktivitas terhadap kadar gula darah Anda dan mencegah penurunan atau kenaikan drastis.
  5. Sebelum Tidur
    Pengecekan sebelum tidur membantu mendeteksi jika kadar gula darah terlalu rendah atau tinggi. Kadar gula rendah saat tidur lebih berbahaya karena risiko penurunan kesadaran. Di sisi lain, kadar gula yang tinggi saat tidur juga perlu diwaspadai karena bisa terus meningkat selama beberapa jam tidur.

Frekuensi Pemeriksaan Gula Darah Harian

Seberapa sering seseorang perlu melakukan cek gula darah ditentukan oleh dokter, tergantung pada jenis diabetes yang diderita serta pengobatan yang dijalani.

  • Diabetes Tipe 1
    Penderita diabetes tipe 1 umumnya disarankan untuk cek kadar gula darah antara 4 hingga 10 kali sehari, termasuk sebelum makan, sesudah makan, sebelum tidur, di malam hari, sebelum dan sesudah olahraga, serta setelah mengobati gula darah rendah. Jika kondisi tubuh berubah, seperti saat sakit atau mengubah pola aktivitas, frekuensi tes mungkin perlu ditingkatkan.
  • Diabetes Tipe 2
    Pada diabetes tipe 2, frekuensi tes gula darah bervariasi sesuai jenis insulin yang digunakan. Bagi yang menggunakan insulin, tes biasanya dilakukan sebelum makan dan sebelum tidur. Bagi yang tidak menggunakan insulin, tes mungkin lebih jarang, cukup beberapa kali dalam sehari atau sesuai dengan kebutuhan pengelolaan penyakit. Jika ada perubahan aktivitas seperti olahraga berat atau pola makan, tes tambahan bisa diperlukan.

Dengan pengaturan tes gula darah yang tepat, penderita diabetes dapat mengelola kondisi mereka secara optimal dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Peluang Beasiswa S3 ke Austria 2025 untuk Dosen Tetap, Bisa Bawa Keluarga dan Dapat Tunjangan

0
Pemandangan kota di Austria. (Foto: Unplash)

NUKILAN.id | Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi kembali membuka program beasiswa S3 melalui Indonesia – Austria Scholarship Programme (IASP) 2025, hasil kerjasama dengan Pemerintah Austria. Program ini ditujukan bagi dosen tetap di perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang ingin melanjutkan studi doktoral di universitas-universitas Austria.

Durasi Studi dan Fasilitas

Para penerima beasiswa IASP 2025 akan menjalani pendidikan selama 36 bulan, termasuk 9 bulan masa persiapan, dan dapat mengajukan perpanjangan masa studi hingga 2 semester jika diperlukan.

Berikut cakupan beasiswa yang ditawarkan:

  • Tunjangan biaya pendidikan
  • Biaya hidup bulanan sekitar Rp 19,7 juta
  • Tunjangan mobilitas sekitar Rp 1,3 juta per bulan
  • Tunjangan keluarga bagi pasangan dan satu anak masing-masing Rp 4,3 juta per bulan
  • Tiket pesawat internasional

Syarat Pendaftaran

Calon penerima beasiswa harus memenuhi persyaratan berikut:

  1. Berstatus sebagai dosen tetap di perguruan tinggi di bawah naungan Kemendikbud Ristek.
  2. Memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN).
  3. Mendapatkan surat izin dari pemimpin perguruan tinggi asal (untuk dosen PTN) atau dari Kepala LLDikti Wilayah masing-masing (untuk dosen PTS).
  4. Memiliki gelar magister yang diperoleh dalam 5 tahun terakhir pada tahun pendaftaran.
  5. Belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menempuh pendidikan doktoral.
  6. Memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal TOEFL iBT® 90, TOEFL ITP® 550, atau IELTS™ 6,5, yang masih berlaku dalam dua tahun terakhir.
  7. Menyertakan proposal penelitian (2-4 halaman) yang disetujui calon pembimbing di universitas tujuan di Austria.
  8. Berusia maksimal 35 tahun pada 31 Desember tahun pendaftaran.
  9. Menyediakan CV dalam bahasa Inggris.
  10. Menyertakan dua surat rekomendasi akademik dalam bahasa Inggris, misalnya dari pembimbing magister atau atasan langsung.
  11. Memiliki paspor yang masih berlaku minimal 1 tahun.
  12. Menyertakan Letter of Acceptance (LoA) yang tidak bersyarat dari universitas atau calon pembimbing di Austria.
  13. Menyertakan ijazah dan transkrip nilai magister (dalam bahasa Inggris) yang sesuai dengan aslinya.
  14. Menunjukkan surat keterangan sehat dari rumah sakit pemerintah.
  15. Bagi pelamar yang berstatus suami istri dan memiliki bidang keilmuan sama, tidak diperkenankan melamar di universitas yang sama atau memiliki pembimbing yang sama.

Pendaftaran dan Informasi Lebih Lanjut

Pendaftaran program IASP 2025 akan ditutup pada 1 Maret 2025. Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs beasiswadosen.kemdikbud.go.id pada bagian “Indonesia-Austria Scholarship Programme (IASP)”.

Untuk informasi lebih lanjut, calon pelamar bisa mengunjungi grants.at/en atau menghubungi tim beasiswa luar negeri Direktorat Sumber Daya melalui email: bln.dikti@kemdikbud.go.id.