Beranda blog Halaman 828

Rohingya di Aceh: Antara Kewajiban Kemanusiaan dan Hukum

0
Ilustrasi pengungsi Rohingya. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Opini – Kehadiran pengungsi Rohingya di Aceh sejak 2009 menyulut perdebatan yang tak berkesudahan. Di satu sisi, sebagai sesama Muslim, masyarakat Aceh merasa punya kewajiban moral dan religius untuk menolong. Namun di sisi lain, kebijakan hukum dan birokrasi nasional membatasi peran daerah, menjadikan isu ini tak sepenuhnya berada di tangan pemerintah provinsi atau kabupaten. Situasi ini mempertanyakan, di manakah sebenarnya letak peran kemanusiaan dan batasan hukum dalam persoalan pengungsi ini?

Antara Tanggung Jawab dan Kewenangan

Pengungsi Rohingya di Aceh bukanlah fenomena baru. Mereka hadir akibat pergolakan dan kekejaman yang berlangsung di Myanmar, yang tidak mengakui Rohingya sebagai warga negara. Dengan harapan menyeberang ke Malaysia, banyak yang justru berlabuh di Aceh—wilayah yang menyambut mereka karena nilai-nilai keislaman dan tradisi lokal yang menghormati tamu. Sayangnya, sebagai daerah, Aceh tidak memiliki kuasa dalam mengelola pengungsi asing, merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi. Pemerintah provinsi tidak memiliki wewenang atau anggaran untuk menangani masalah ini. Semua tanggung jawab ada pada pemerintah pusat.

Namun demikian, masyarakat Aceh tak bisa berpaling begitu saja. Bagi mereka, menolong pengungsi bukan sekadar masalah legalitas, tetapi juga amanah agama dan adat. Hukum Islam, khususnya dalam fikih siasah, mengamanatkan hak-hak tertentu bagi para pencari suaka. Ini menjadi dasar bagi masyarakat Aceh untuk menerima dan melindungi para pengungsi.

Dilema Kemanusiaan dan Tantangan Hukum

Meski memiliki tanggung jawab moral, masyarakat Aceh tidak bisa mengabaikan aspek hukum dan birokrasi. Presiden telah menetapkan aturan bahwa daerah hanya sebatas menyediakan tempat penampungan sementara. Kewenangan lainnya tetap berada di tangan pemerintah pusat. Tentu, ini menimbulkan dilema tersendiri, terlebih bagi pemerintah Aceh yang dibatasi oleh regulasi dan anggaran yang tidak boleh dialokasikan untuk pengungsi. Akibatnya, kehadiran pengungsi Rohingya menjadi isu yang rentan, terutama karena berbagai provokasi dari pihak-pihak yang menginginkan mereka ditolak.

Kondisi ini memerlukan revisi Peraturan Presiden agar pemerintah daerah memiliki peran lebih dalam menangani pengungsi. Tanpa keterlibatan daerah, penanganan pengungsi tidak akan efektif. Situasi yang dihadapi Aceh sekarang adalah kekosongan kebijakan yang memungkinkan masalah ini terus berlanjut tanpa solusi konkret.

Peran Lembaga Internasional

Sejatinya, masalah pengungsi Rohingya bukan hanya tanggung jawab Indonesia, melainkan juga lembaga internasional seperti UNHCR dan IOM. Meskipun Indonesia tidak meratifikasi Konvensi PBB tahun 1951 tentang Pengungsi, lembaga-lembaga ini tetap memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan dan masa depan pengungsi. Pengungsi Rohingya di Aceh bukanlah beban lokal, melainkan dampak dari ketidakadilan global yang memerlukan tanggapan dunia. Pemerintah Myanmar yang terus menyangkal status kewarganegaraan Rohingya telah membuat mereka menjadi warga dunia tanpa negara.

Kewajiban Kemanusiaan dan Ukhuwah Islamiyah

Di sisi lain, masyarakat Aceh didorong oleh nilai ukhuwah Islamiyah, solidaritas sesama Muslim. Dalam konteks ini, menolak pengungsi berarti melanggar prinsip yang mendasar dalam agama Islam: kewajiban membantu dan menolong sesama Muslim yang tertindas. Sebagai tamu yang hadir dalam kondisi darurat, para pengungsi selayaknya diperlakukan dengan penghormatan, sebagaimana nilai adat Aceh yang sangat menjunjung tinggi tamu.

Namun, tidak dapat diabaikan bahwa masyarakat pun memiliki batas dalam menanggung beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah. Tugas masyarakat seharusnya terbatas pada menyelamatkan dan membantu pengungsi saat tiba, bukan mengelola keberlanjutan hidup mereka. Sementara itu, pemerintah pusat bersama lembaga internasional seharusnya mengambil alih peran lebih besar.

Mengatasi Stigma dan Ketakutan

Sayangnya, berbagai isu telah memperkeruh suasana. Ketakutan bahwa kehadiran pengungsi akan menimbulkan masalah sosial atau ekonomi telah mendorong sebagian warga untuk menolak. Sejatinya, pola pikir yang menganggap pengungsi sebagai ancaman harus dihindari. Narasi provokatif yang mempersepsikan mereka sebagai bahaya bagi masyarakat lokal sama sekali tidak berdasar. Aceh, yang sudah lama menjadi persinggahan para pencari suaka, mestinya mampu melihat masalah ini dengan pandangan lebih bijak. Pengungsi tidak serta merta datang dengan niat menetap di Aceh. Sebagian besar hanya ingin mencapai tempat tujuan lain.

Refleksi untuk Masa Depan

Isu pengungsi Rohingya memerlukan solusi yang komprehensif. Regulasi nasional perlu disesuaikan dengan kebutuhan lokal, terutama bagi Aceh yang menjadi wilayah pertama yang bersinggungan dengan para pengungsi. Ke depan, revisi Peraturan Presiden akan memungkinkan pemerintah daerah lebih berperan aktif, termasuk dalam koordinasi dengan lembaga internasional dan masyarakat setempat. Sebab, pada akhirnya, menjaga kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama.

Kasus pengungsi Rohingya di Aceh bukan hanya persoalan lokal atau nasional, tetapi juga sebuah pengingat bagi dunia tentang pentingnya solidaritas dan keadilan global. (XRQ)

Penulis: Vira Fitriani (Mahasiswa Ilmu Pemerintahan USK)

Mensos: Kakek Prabowo Subianto Layak Diberi Gelar Pahlawan Nasional

0
Mensos RI, Saifullah Yusuf. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Jakarta — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menilai Margono Djojohadikoesoemo, kakek dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Hal ini disampaikan Gus Ipul saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2024), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Menurut Gus Ipul, banyak nilai kepahlawanan yang dapat diteladani dari sosok Margono Djojohadikoesoemo.

“Tadi ada yang nanya apakah kakeknya Pak Prabowo layak diberi gelar pahlawan? Iya, sangat layak beliau,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menegaskan bahwa pemberian gelar pahlawan harus melalui proses yang ditetapkan pemerintah. “Kalau ada yang nanya, sangat layak dan diproses bagaimana mestinya,” kata dia.

Margono Djojohadikoesoemo dikenal sebagai tokoh penting di masa kemerdekaan Indonesia. Lahir di Banyumas, Jawa Tengah, pada 16 Mei 1894, Margono menjadi direktur utama pertama Bank Negara Indonesia (BNI). Selain itu, ia adalah ayah dari ekonom nasional Soemitro Djojohadikoesoemo, yang juga merupakan ayah dari Prabowo Subianto.

Sosok Margono tak hanya dikenal sebagai pendiri bank nasional pertama di Indonesia tetapi juga sebagai figur yang memiliki peran besar dalam membangun fondasi perekonomian negeri. Menurut Gus Ipul, keteladanan Margono adalah bukti bahwa nilai-nilai kepahlawanan yang ia perjuangkan layak diakui secara nasional.

Di peringatan Hari Pahlawan tahun ini, Gus Ipul mengingatkan masyarakat untuk terus mengenang dan menghargai perjuangan para pahlawan.

“Setiap tokoh memiliki kontribusi besar bagi negara ini, dan kita harus belajar dari semangat perjuangan mereka,” tutupnya.

Editor: Akil

Prabowo Bertemu Presiden Xi Jinping dan PM Li Qiang di China

0
Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden China, Xi Jinping saat upacara kenegaraan di Beijing, China. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Beijing – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai kunjungan kenegaraan ke China pada Jumat (8/11/2024) dengan disambut langsung oleh Menteri Pertanian dan Pedesaan China, Han Jun, dan Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong. Kedatangan Prabowo di Bandara Internasional Beijing juga disambut oleh Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun dan Atase Pertahanan RI di Beijing Brigjen Mar. Benny P. Nadeak.

Pertemuan dengan Ketua Kongres Nasional Rakyat

Pada hari Sabtu (9/11/2024), Prabowo mengawali agendanya dengan pertemuan bilateral bersama Ketua Kongres Rakyat Nasional China, Zhao Leji, di Great Hall of the People. Dalam pertemuan ini, Prabowo menyampaikan komitmen kuat Indonesia untuk mempererat hubungan bilateral dengan China.

“Kunjungan ini menunjukkan rasa hormat kami yang besar kepada Republik Rakyat Tiongkok serta komitmen kami untuk menjaga dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua negara,” ujar Prabowo.

Zhao Leji menyambut baik kedatangan Prabowo dan menyampaikan ucapan selamat atas pelantikannya sebagai Presiden Indonesia. Zhao berharap pertemuan ini memperjelas komitmen kedua negara dalam mencapai kemajuan bersama.

Bertemu Perdana Menteri Li Qiang: Investasi 10 Miliar Dolar AS

Pada hari yang sama, Prabowo juga mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri China, Li Qiang. Dalam kesempatan ini, Prabowo mengumumkan bahwa Indonesia dan China akan segera menandatangani beberapa kontrak bisnis senilai lebih dari 10 miliar dolar AS.

“Saya pikir ini menunjukkan kolaborasi yang erat dan juga partisipasi serta integrasi yang meningkat antara perusahaan-perusahaan Tiongkok dengan perusahaan-perusahaan Indonesia,” katanya.

Prabowo juga menyoroti minat Indonesia untuk belajar dari China dalam pengentasan kemiskinan, termasuk upaya mengirim lebih banyak pelajar Indonesia ke universitas-universitas ternama di China, guna mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.

Penghormatan di Monumen Pahlawan Rakyat

Di sela kunjungannya, Prabowo berkesempatan mengunjungi Monumen Pahlawan Rakyat di Tiananmen Square. Didampingi sejumlah pejabat China, Prabowo meletakkan karangan bunga dan memberikan penghormatan, sembari mengenang perjuangan para pahlawan China. Acara tersebut diiringi lagu “Flowers to the Heroes” yang menambah nuansa khidmat saat Prabowo merapikan pita karangan bunga.

Pertemuan dengan Presiden Xi Jinping: Komitmen untuk Kemitraan Strategis

Pada malam harinya, Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping, memenuhi undangan kehormatan dari Presiden Xi. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menggarisbawahi pentingnya China sebagai kekuatan dan peradaban besar yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia.

Prabowo menekankan pentingnya kemitraan strategis antara Indonesia dan China, terutama di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi saat ini.

“Kedua negara kini telah menjadi mitra dekat di berbagai bidang,” ujarnya, sembari mengapresiasi kehadiran utusan khusus dari China pada pelantikannya.

Langkah Selanjutnya: Penguatan Kemitraan Ekonomi

Selama kunjungannya, Prabowo juga dijadwalkan menghadiri pertemuan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia dengan perusahaan-perusahaan besar China, di mana penandatanganan perjanjian investasi senilai lebih dari 10 miliar dolar AS akan dilakukan.

“Ini adalah pencapaian yang sangat signifikan dalam hubungan kita,” kata Prabowo.

Setelah menyelesaikan kunjungannya di China, Prabowo dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan Presiden Joe Biden pada 11-12 November 2024.

Editor: Akil

Kisah Pahit Mantan Pemain Judi Online: Dari Kecanduan hingga Kehilangan Harta

0
Ilustrasi Judi Online. (Foto: Berita Satu)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Judi online menjadi fenomena baru yang banyak memakan korban, tak hanya kehilangan uang, namun juga kehancuran hidup bagi sebagian pemain. Marlo (nama samaran), seorang mahasiswa asal Aceh Selatan yang saat ini kuliah di Banda Aceh, berbagi pengalaman kelamnya akibat terjerat judi slot online yang kini marak dimainkan melalui ponsel.

Awalnya, Marlo bermain slot online hanya untuk mengisi waktu senggang. Namun, berkat kemenangan kecil yang ia dapat, ketertarikan yang mulanya “iseng” berubah menjadi kecanduan. Hari-harinya kini diwarnai dengan harapan untuk menang besar yang hanya berujung pada kerugian jutaan rupiah setiap harinya.

“Awalnya hanya iseng-iseng untuk menghabiskan waktu senggang, lama kelamaan menjadi kecanduan akibat dipicu kemenangan kecil. Hari-hari penuh harapan untuk menang, lalu emosional hingga mengalami kerugian jutaan rupiah setiap hari,” ujar Marlo kepada Nukilan.id dalam wawancara eksklusif pada Minggu (10/11/2024).

Kecanduan ini semakin menguasainya, hingga memaksa Marlo untuk menjual barang-barang berharganya. Bahkan, ia terpaksa menggadaikan sepeda motor kesayangannya untuk menambah modal permainan slot online, yang ia yakini akan menghasilkan kemenangan besar. Namun, harapan itu hanya menyisakan kepedihan dan utang yang semakin menumpuk.

“Tidak hanya sampai di situ, sepeda motor kesayangan pun ludes terjual dan membuat hutang kian menumpuk,” ucap Marlo penuh penyesalan.

Walaupun sudah terlambat menyadari dampak buruk dari kecanduan judi online, Marlo merasa bersyukur atas langkah pemerintah yang kini gencar memberantas praktik tersebut demi menyelamatkan kehidupan masyarakat.

“Percayalah, judi itu membuat kita melarat dan memaksa kita berdusta kepada keluarga. Belum lagi utang yang masih tersisa dan saya dikejar-kejar tagihan,” katanya, mengingatkan orang lain untuk tidak mengikuti jejaknya.

Fenomena kerugian akibat kecanduan judi online seperti Marlo ini bukanlah kasus tunggal. Banyak pemain lainnya mengalami nasib serupa. Kerugian finansial yang besar menjadi beban tambahan, sementara rasa malu dan takut berurusan dengan hukum terus menghantui.

Penegakan hukum terhadap judi online pun kini mulai menampakkan hasil. Banyak tempat yang diduga menjadi sarang judi online mulai sepi, seiring gencarnya pemberantasan oleh pihak kepolisian dan pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai kecanduan yang telah menjebak banyak orang.

Dengan adanya pemberantasan judi online, pemerintah dan aparat berharap bisa menyelamatkan lebih banyak orang dari kehancuran finansial dan moral yang disebabkan oleh kecanduan. Kisah Marlo dan banyak korban lainnya menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya judi online yang mengintai.

“Semoga orang-orang bisa belajar dari pengalaman saya. Jangan sampai terjebak seperti saya,” tutup Marlo dengan harapan pengalaman pahitnya menjadi pelajaran berharga bagi orang lain. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Kanwil Kemenag Aceh Gelar Upacara Hari Pahlawan dengan Penuh Khidmat

0
Kakanwil Kemenag Aceh Gelar Upacara Hari Pahlawan dengan Penuh Khidmat. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2024, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh sukses menggelar upacara yang berlangsung khidmat di halaman kantor mereka. Mengusung tema “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu,” acara ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, yang bertindak sebagai inspektur upacara, beserta para pejabat dan staf Kanwil yang mengenakan seragam putih-hitam.

Dalam suasana pagi yang sejuk, Azhari membacakan amanat Menteri Sosial, H. Saifullah Yusuf, yang menekankan bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya berwujud perjuangan fisik seperti di masa lalu, namun kini harus diwujudkan dalam upaya mengatasi kemiskinan dan kebodohan sebagai akar permasalahan sosial di Indonesia.

“Dulu, kepahlawanan berarti berjuang melawan kolonialisme. Hari ini, semangat itu harus diwujudkan melalui upaya membangun kemakmuran dan kesejahteraan sosial yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Bangsa yang maju bukan hanya dinilai dari pertumbuhan ekonominya, tetapi juga dari kemampuannya mengatasi permasalahan sosial yang dihadapi rakyatnya,” ujar Azhari membacakan pesan Mensos yang disampaikan dengan lantang.

Tidak hanya di halaman Kanwil, sebagian pegawai Kanwil Kemenag Aceh juga mengikuti upacara di halaman Kantor Gubernur Aceh. Upacara di Kanwil ini pun dirangkai dengan pembacaan pesan-pesan dari pahlawan nasional, yang memberikan inspirasi tentang semangat juang dan keikhlasan. Pesan Tjut Nyak Dhien, misalnya, “Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan,” disampaikan dengan heroik oleh petugas upacara, memberikan suntikan semangat bagi para peserta.

Pesan-pesan heroik lainnya juga menggemakan semangat kemerdekaan yang tidak lekang oleh waktu. Di antaranya, pesan Teuku Nyak Arief, “Indonesia merdeka harus menjadi tujuan hidup kita bersama,” yang disampaikan pada pidato Maret 1945, serta pesan dari Supriyadi yang menyatakan, “Kita yang berjuang jangan sekali-kali mengharapkan pangkat, kedudukan ataupun gaji yang tinggi,” seolah menegaskan makna kepahlawanan sebagai panggilan jiwa tanpa pamrih.

Upacara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Rifki Ismail, S.Ag, M.Pd, serta sesi foto bersama yang turut melibatkan seluruh petugas dan tim pendukung acara, termasuk dari Tim Umum dan Humas, Tim Kepegawaian dan Hukum, serta Bidang Urais. Kehadiran seluruh jajaran Kanwil Kemenag Aceh dalam upacara ini menjadi bukti semangat mereka untuk meneladani jiwa pahlawan dan menginspirasi masyarakat agar terus mencintai negeri ini.

Dengan tema yang menggugah, “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu,” Kemenag Aceh mengajak seluruh peserta untuk meneladani semangat juang para pahlawan dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Akil

Abi Mudi Samalanga Resmi Dukung Mualem – Dek Fadh di Pilgub Aceh 2024

0
Abi Mudi Samalanga Resmi Dukung Mualem – Dek Fadh di Pilgub Aceh 2024. (Foto: Waspada)

NUKILAN.id | Bireuen Dukungan dari kalangan ulama terus mengalir kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh nomor urut 2, Mualem – Dek Fadh. Kali ini, Mudir Ma’had Aly Mudi, Dr. Tgk H. Abi Zahrul Mubarrak HB, M.Pd., atau yang dikenal sebagai Abi Mudi, menyatakan secara resmi dukungannya terhadap pasangan tersebut pada Jumat (8/11).

Dukungan itu disampaikan Abi Mudi di hadapan Dek Fadh, Calon Wakil Gubernur Aceh, saat Dek Fadh memenuhi undangan untuk berkunjung ke Ma’had Aly MUDI Samalanga. Dalam keterangannya kepada Waspada Online, Abi Mudi mengungkapkan bahwa sikapnya sudah mendapat restu dari ayahandanya, Abu Mudi, yang dikenal sebagai salah satu tokoh ulama terkemuka di Aceh.

“Saya melihat sosok Mualem sebagai figur yang bisa menyatukan Aceh dan membawa kemaslahatan bagi umat. Mualem memiliki kekuatan di akar rumput, sedangkan Dek Fadh sebagai Ketua Gerindra Aceh punya kedekatan dengan partai penguasa, yakni Gerindra,” kata Abi Mudi, Jumat (8/11/2024).

Menurutnya, keputusan mendukung pasangan Mualem – Dek Fadh diambil setelah melalui proses panjang, termasuk melaksanakan shalat istikharah untuk meminta petunjuk. Abi Mudi menilai bahwa pasangan ini tidak hanya mampu menjembatani aspirasi masyarakat di Aceh, tetapi juga memiliki kedekatan yang kuat dengan kalangan ulama.

Abi Mudi juga mengajak seluruh santri dayah dan masyarakat Aceh untuk tidak ragu mendukung Mualem – Dek Fadh. Ia meyakini bahwa keduanya akan menjadi pemimpin yang dekat dengan ulama dan memiliki visi memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh.

“Karena itu, saya mengajak seluruh santri dan masyarakat Aceh untuk bersama-sama mendukung Mualem – Dek Fadh. Mereka adalah sosok yang dekat dengan kalangan ulama dan punya komitmen untuk membangun Aceh yang lebih baik,” pungkasnya.

Dengan dukungan dari Abi Mudi, pasangan Mualem – Dek Fadh semakin mendapat dukungan dari berbagai kalangan, terutama dari komunitas dayah yang memiliki pengaruh besar di Aceh. Pilgub Aceh 2024 yang akan digelar pada 27 November mendatang pun diprediksi akan berlangsung dengan semakin ketat, seiring semakin banyaknya tokoh-tokoh besar Aceh yang menyatakan dukungannya.

Editor: Akil

UMKM Aceh Besar Pukau Pengunjung di Peer Learning Meeting Nasional

0
UMKM Aceh Besar Pukau Pengunjung di Peer Learning Meeting Nasional. (Foto: Perpustakaan An Nur Reuhat Tuha)

NUKILAN.id | Sanur — Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari Aceh Besar berhasil menarik perhatian pada ajang Peer Learning Meeting Nasional yang digelar di Sanur, Bali, Jumat (08/11/2024). Beragam produk khas Aceh, yang ditampilkan di stand Provinsi Aceh, menjadi favorit para pengunjung dari 38 provinsi di Indonesia.

Beberapa produk yang dipamerkan termasuk Keripik Bayam “The Chip By Zakiyah,” Kerupuk Kulit Hasanah, dan aneka keripik dari “Cemilanku Wuenak.” Stand Aceh terus dipadati peserta yang penasaran dengan cita rasa unik dan kualitas khas dari setiap produk tersebut.

Menurut Baihaqi, S.Pd., M.Si., Pengurus Perpustakaan Gampong Reuhat Tuha, Aceh Besar, yang mewakili Aceh pada pertemuan nasional ini, produk-produk tersebut dihadirkan sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi lokal dari Gampong Reuhat Tuha, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar.

“Produk ini telah didata oleh Perpustakaan An Nur sebagai potensi unggulan, dan kami melihat kesempatan di acara ini sebagai momentum untuk mempromosikan UMKM lokal,” kata Baihaqi.

Program ini juga sejalan dengan upaya Perpustakaan An Nur yang mengusung konsep transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, mendorong kemajuan UMKM agar lebih dikenal hingga skala nasional.

“Dengan program ini, perpustakaan kami terus mendukung kemajuan UMKM di tingkat gampong. Di acara nasional seperti ini, kami ingin memperlihatkan bahwa produk UMKM lokal tak kalah bersaing,” tambahnya.

Antusiasme peserta terhadap produk Aceh Besar sangat tinggi. Baihaqi menyebutkan, meski membawa produk dalam jumlah terbatas untuk promosi, semua produk yang dibawa ludes terjual.

“Kami semula hanya berniat mengenalkan produk ini, jadi persediaannya terbatas. Namun, respons dari teman-teman dari Kalimantan, Riau, dan Sulawesi luar biasa, mereka memborong semua produk yang kami bawa,” ujarnya dengan senyum.

Pameran Peer Learning Meeting Nasional di Bali ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga menjadi kesempatan bagi produk UMKM Aceh untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui keikutsertaan dalam acara ini, UMKM Aceh Besar mendapat sorotan sebagai produk yang memiliki potensi besar di pasar nasional.

Editor: Akil

Imigran Rohingya Ditampung di GOR Tapaktuan: Aktivis Desak Solusi Konkret

0
Aktivis Muda, Syahrul Amin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan — Sebanyak 152 imigran Rohingya akhirnya mendapatkan tempat penampungan sementara di Gedung Olahraga (GOR) Tapaktuan Sport Center, Gampong Pasar, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, pada Sabtu (9/11/2024). Kepindahan ini mengakhiri perjalanan panjang dan penuh penolakan yang dialami para imigran setelah mereka tiba di Aceh pada akhir Oktober lalu.

Sebelum tiba di Tapaktuan, perjalanan para imigran penuh tantangan. Mereka pertama kali didaratkan di Pelabuhan Labuhanhaji pada 24 Oktober setelah beberapa hari terapung di laut. Pada Kamis (7/11), mereka dipindahkan ke Alun-alun Tapaktuan, namun hanya bertahan sementara karena kembali dipindahkan ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) di Banda Aceh. Namun, di Banda Aceh, mereka kembali menghadapi penolakan, bahkan tidak diizinkan turun dari truk. Dari sana, mereka diarahkan ke Kota Lhokseumawe, tetapi lagi-lagi masyarakat setempat menolak.

Penolakan serupa juga terjadi di Tapaktuan. Warga menolak kehadiran imigran Rohingya ini, yang memicu audiensi antara masyarakat, pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, dan pihak kepolisian. Setelah diskusi panjang dan mempertimbangkan alasan kemanusiaan, akhirnya warga setuju menampung para imigran dengan syarat penampungan bersifat sementara.

Menanggapi kondisi ini, Syahrul Amin, Aktivis Muda Peduli Aceh Selatan, mendesak pihak terkait untuk segera mencari solusi konkret terkait penanganan imigran ini. Dalam wawancara dengan Nukilan.id, Syahrul menekankan bahwa upaya penanganan ini tidak boleh hanya sekadar menjadi solusi sementara.

“Saat ini, warga Tapaktuan menerima mereka atas dasar kemanusiaan, tetapi sampai kapan? Solusi konkret sangat dibutuhkan secepatnya,” kata Syahrul kepada Nukilan.id, Minggu (10/11/2024).

Syahrul juga menyayangkan pernyataan Kakanwil Kemenkumham Aceh yang dianggap menyudutkan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam penanganan imigran Rohingya. Menurut Syahrul, Pemkab Aceh Selatan sudah berusaha melakukan yang terbaik, bahkan ketika mereka pertama kali mengevakuasi para imigran dari laut ke daratan di Labuhanhaji.

“Pada 24 Oktober itu Kakanwil Kemenkumham berjanji bahwa para imigran akan direlokasi ke Lhokseumawe. Namun, kenyataannya tidak, malah menyalahkan Pemkab Aceh Selatan,” tutupnya.

Syahrul menegaskan perlunya koordinasi lebih baik antara pemerintah daerah dan Kemenkumham, agar penanganan para imigran ini tidak semakin memicu ketegangan dengan masyarakat lokal.

“Jika tidak ada langkah konkret, maka masalah ini akan terus berlanjut dan memicu keresahan sosial di daerah-daerah penerima. Pemerintah harus segera memberikan solusi yang tegas dan jelas,” pungkas Syahrul.

Dengan kondisi penampungan sementara di GOR Tapaktuan, masyarakat setempat berharap agar pemerintah segera mencari jalan keluar yang lebih baik dan permanen bagi para imigran Rohingya ini. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Delapan Sekolah Muhammadiyah Aceh Raih Status Unggul, Jumlah Siswa Meningkat Signifikan

0
Wakil Ketua PWM Aceh, Taqwaddin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pendidikan Muhammadiyah di Aceh mencatat prestasi gemilang dengan delapan sekolah dari berbagai jenjang kini resmi berstatus unggul. Tak hanya itu, jumlah siswa di sekolah Muhammadiyah Aceh juga mengalami peningkatan pesat dalam dua tahun terakhir, menjadi bukti daya tarik institusi pendidikan ini yang semakin diminati masyarakat.

“Sekarang ada delapan sekolah Muhammadiyah di Aceh yang telah mencapai status unggul, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Kami juga terus mendorong peningkatan di sekolah-sekolah lainnya,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Taqwaddin, dalam acara pelatihan khusus Kepala Sekolah Muhammadiyah se-Aceh di Banda Aceh, Sabtu (9/11).

Kedelapan sekolah yang menyandang status unggul tersebut antara lain SD Muhammadiyah 2 Langsa, SD Muhammadiyah Bireuen, SD Muhammadiyah Kutacane, MI Muhammadiyah Blangpidie, SD Muhammadiyah Sinabang, SMP Muhammadiyah Kuala Simpang, SMP Muhammadiyah Langsa, dan SMA Muhammadiyah Subulussalam.

Peningkatan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah

Dalam kegiatan pelatihan tersebut, Taqwaddin menegaskan pentingnya integritas dan kualitas para guru di sekolah-sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, guru berperan vital dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik yang pada akhirnya akan meningkatkan apresiasi positif dari para wali murid.

“Apresiasi dari wali murid adalah bentuk promosi yang efektif. Jika sekolah kita diminati, maka dengan sendirinya akan menjadi sekolah unggul dan favorit,” kata Taqwaddin.

Dia juga mengungkapkan bahwa perkembangan pendidikan Muhammadiyah di Aceh cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dua tahun lalu, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Aceh hanya memiliki total 3.025 siswa. Namun, pada tahun 2024, angka tersebut telah melonjak menjadi lebih dari sembilan ribu siswa, menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap sekolah-sekolah Muhammadiyah.

Perjuangan untuk Kesejahteraan Guru

Meski demikian, Taqwaddin juga mengakui bahwa kesejahteraan guru di sekolah Muhammadiyah masih menjadi tantangan. Banyak guru Muhammadiyah yang belum menerima penghasilan layak seperti halnya guru-guru PNS. Ia berharap, dengan semakin banyaknya siswa dan peningkatan status sekolah, pendapatan sekolah dapat meningkat sehingga kesejahteraan guru pun bisa diperbaiki.

“Harapan kami, semua guru di sekolah Muhammadiyah se-Aceh bisa mendapatkan honorarium minimal setara UMR setiap bulannya,” tuturnya.

Taqwaddin mengajak semua kepala sekolah dan guru Muhammadiyah di Aceh untuk bekerja optimal dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas dan berprestasi. Dengan begitu, kehadiran sekolah-sekolah Muhammadiyah yang unggul dan favorit akan semakin menarik minat masyarakat luas di Aceh.

Editor: Akil

UNHCR Pastikan Bantuan Penuh untuk Imigran Rohingya di Aceh Selatan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia menegaskan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Rohingya yang kini ditampung sementara di Aceh Selatan. Pernyataan ini disampaikan oleh Faisal Rahman, Protection Associate UNHCR Indonesia, dikutip dari Serambinews.com, Minggu (10/11/2024).

“UNHCR tidak lepas tangan dalam menangani pengungsi ini,” ujar Faisal.

Ia menyatakan bahwa UNHCR bersama pemerintah akan terus melakukan upaya penanganan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi.

Menurut Faisal, peraturan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan dalam menetapkan lokasi penampungan.

“UNHCR akan mengikuti arahan pemerintah setempat dan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan para pengungsi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini tim UNHCR bersama mitra kerja mereka telah berada di lokasi penampungan dan siap memberikan dukungan penuh, baik dalam hal logistik maupun kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh para pengungsi Rohingya.

Kembali Ditampung di Aceh Selatan

Sebelumnya, sebanyak 152 pengungsi Rohingya terpaksa kembali dibawa ke Aceh Selatan setelah sempat mengalami penolakan di Banda Aceh dan Lhokseumawe. Para pengungsi tersebut sempat dihadang saat berada di depan Kantor Kementerian Hukum dan HAM Aceh dan eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe, yang menjadi alasan untuk kembali membawa mereka ke lokasi penampungan awal di Aceh Selatan.

UNHCR berharap langkah ini dapat memastikan pengungsi Rohingya tetap dalam kondisi aman dan dapat menerima bantuan yang memadai selama berada di Aceh.

Editor: Akil