Beranda blog Halaman 81

Gempa Dangkal Magnitudo 3,5 Guncang Bener Meriah

0
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Getty Images)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Gempa bumi dangkal berkekuatan Magnitudo 3,5 mengguncang Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa (10/2/2026) pagi. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi sekitar pukul 05.37 WIB.

Dikutip Nukilan.id dari informasi yang disampaikan melalui akun X resminya, BMKG mencatat pusat gempa berada di darat, sekitar 28 kilometer barat laut Kabupaten Bener Meriah, dengan kedalaman 4 kilometer.

“(UPDATE) Mag:3.5, 10-Feb-26 05:37:10 WIB, Lok:4.95 LU, 96.75 BT (Pusat gempa berada di darat 28 km Barat Laut Kab. Bener Meriah), kedlmn:4 Km. Dirasakan (MMI) II-III Bener Meriah,” tulis akun @infoBMKG.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut. Meski demikian, warga Bener Meriah dan wilayah sekitarnya diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

BMKG juga menegaskan bahwa data gempa yang disampaikan masih bersifat sementara.

“Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” demikian keterangan BMKG. (XRQ)

Reporter: Akil

KUA Kluet Utara Gelar Manasik Haji, 59 Calon Jemaah Ikuti Pembekalan Empat Hari

0
KUA Kluet Utara Gelar Manasik Haji, 59 Calon Jemaah Ikuti Pembekalan Empat Hari. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kluet Utara memfasilitasi pelaksanaan manasik haji bagi calon jemaah haji di wilayah Aceh Selatan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Baiturrahman, Gampong Kota Fajar, dan diikuti oleh 59 calon jemaah haji yang berasal dari kawasan Trumon hingga Pasie Raja.

Manasik haji ini berlangsung selama empat hari. Selama kegiatan, para jemaah mendapatkan pembekalan intensif terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji, mulai dari pemahaman rukun, wajib, hingga sunnah haji. Selain materi teori, peserta juga mengikuti simulasi praktik manasik secara langsung.

Kepala KUA Kecamatan Kluet Utara, Donni, S.Ag, kepada Nukilan.id mengatakan bahwa kegiatan manasik bertujuan untuk mempersiapkan calon jemaah secara menyeluruh, baik dari sisi pemahaman ibadah maupun kesiapan mental dan spiritual sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Manasik ini menjadi bekal penting bagi jemaah agar memahami dengan baik seluruh rangkaian ibadah haji, sehingga pelaksanaannya nanti dapat berjalan tertib, khusyuk, dan sesuai tuntunan syariat Islam,” ujar Donni.

Ia berharap, dengan pembekalan yang diberikan, seluruh calon jemaah haji mampu menjalankan ibadah dengan lancar serta memperoleh haji yang mabrur.

Selama kegiatan berlangsung, suasana manasik terpantau khidmat dan penuh antusiasme. Para jemaah tampak aktif mengikuti setiap sesi pembekalan, menunjukkan kesungguhan dalam mempersiapkan diri untuk menunaikan rukun Islam kelima. (xrq)

Dosen Pertanian USK Salurkan 108 Paket Bantuan untuk Warga Dayah Usen, Pidie Jaya

0
Dosen Pertanian USK Salurkan 108 Paket Bantuan untuk Warga Dayah Usen, Pidie Jaya. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDU — Sejumlah dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat Desa Meunasah Usen, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu (8/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam skema community development (Comdev) yang bertujuan memperkuat kepedulian sosial serta membantu pemenuhan kebutuhan warga desa.

Program pengabdian tersebut diketuai oleh Mujiburrahmad dan mendapat dukungan dari sivitas akademika Fakultas Pertanian USK, alumni, lembaga riset, komunitas mahasiswa, hingga para donatur. Kehadiran tim pengabdian disambut hangat oleh masyarakat setempat.

Dalam kegiatan itu, panitia menyalurkan sebanyak 108 paket sembako kepada masyarakat Dayah Usen. Selain sembako, bantuan juga diberikan kepada 108 kepala keluarga (KK) yang terdata sebagai penerima manfaat.

Jenis bantuan yang disalurkan antara lain Al-Qur’an berbagai ukuran, termasuk Al-Qur’an jumbo, mukena, jilbab, sajadah, kain sarung, buku-buku keagamaan, pakaian muslim anak dan dewasa, beras, paket kebutuhan pokok, serta bantuan dana tunai.

Sebagian bantuan diserahkan ke Masjid Madinah Tgk Japakeh, termasuk 30 mushaf Al-Qur’an yang berasal dari donatur luar negeri, yakni Brunei Darussalam. Selain itu, panitia juga menyalurkan bantuan tambahan berupa kurma, sprei, mukena, dan kain sarung dari para donatur.

Ketua Pelaksana kegiatan, Mujiburrahmad, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan pengabdian tersebut.

“Alhamdulillah, bantuan yang terkumpul dapat kami salurkan kepada 108 KK di Dayah Usen. Ini merupakan wujud nyata kepedulian dan semangat gotong royong dari sivitas akademika Fakultas Pertanian USK serta para donatur. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi amal jariah bagi semua pihak yang telah berkontribusi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat desa, sekaligus menumbuhkan nilai empati dan solidaritas sosial.

Melalui kegiatan tersebut, Fakultas Pertanian USK berharap program pengabdian kepada masyarakat dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas. Ke depan, kegiatan pengabdian tidak hanya diarahkan pada bantuan sosial, tetapi juga pada pendampingan, edukasi, serta penguatan kapasitas masyarakat desa.

Selain itu, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendorong kemandirian serta peningkatan kesejahteraan warga Dayah Usen, Kabupaten Pidie Jaya.

Dua Bulan Nonaktif, Tokoh Masyarakat Nilai H. Mirwan MS Peroleh Pengalaman Strategis untuk Kemajuan Aceh Selatan

0
Tokoh masyarakat Aceh Selatan H. Bachtiar AR, yang akrab disapa Abu Saka. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara terhadap Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE, M.Sos, setelah yang bersangkutan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk melaksanakan ibadah umrah tanpa izin resmi.

Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari penegakan disiplin dan tata kelola pemerintahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025), Tito Karnavian menyampaikan bahwa Wakil Bupati Aceh Selatan, H. Baital Mukadis, ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Aceh Selatan selama masa pemberhentian sementara tersebut.

Mendagri menetapkan sanksi nonaktif selama tiga bulan, terhitung sejak Desember 2025 hingga Maret 2026.

Memasuki dua bulan masa penonaktifan, tepat pada 9 Februari 2026, tokoh masyarakat Aceh Selatan H. Bachtiar AR, yang akrab disapa Abu Saka, mengajak publik untuk menyikapi peristiwa tersebut secara lebih jernih, objektif, dan berorientasi pada masa depan daerah.

Kepada Nukilan.id, Abu Saka mengatakan sanksi yang dijatuhkan Mendagri merupakan bagian dari proses penegakan aturan guna memastikan disiplin dan tata kelola pemerintahan daerah berjalan sebagaimana mestinya.

Ia menegaskan bahwa dinamika yang terjadi tidak boleh dimaknai sebagai kemunduran bagi Aceh Selatan.

“Yang perlu kita pahami bersama, roda pemerintahan Aceh Selatan tetap berjalan. Pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti. Program-program prioritas daerah tetap dilaksanakan. Ini menunjukkan bahwa fondasi pemerintahan yang dibangun sudah berada pada jalur yang benar,” ujar Abu Saka, Senin (9/2/2026).

Lebih lanjut, Abu Saka menilai bahwa penempatan sementara H. Mirwan MS di lingkungan Kementerian Dalam Negeri justru menyimpan nilai strategis bagi pembangunan Aceh Selatan ke depan.

Menurutnya, tidak banyak kepala daerah yang memiliki kesempatan untuk merasakan langsung atmosfer kerja, pembinaan, serta dinamika kebijakan di tingkat pusat, khususnya di Kemendagri sebagai pembina utama pemerintahan daerah.

“Dari sisi kepemimpinan, ini adalah ruang pembelajaran yang sangat berharga. Bekerja dan berkantor di Kemendagri memberi pemahaman yang lebih utuh tentang regulasi, kebijakan nasional, serta pola hubungan pusat dan daerah. Ini menjadi bekal penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan Aceh Selatan ke depan,” ungkapnya.

Abu Saka juga menilai pengalaman tersebut akan memperluas jejaring kelembagaan serta memperkaya perspektif kepemimpinan H. Mirwan MS dalam membaca peluang dan tantangan pembangunan daerah.

“Ketika nanti kembali menjalankan amanah, beliau tidak hanya membawa semangat baru, tetapi juga membawa pengalaman nasional, jaringan yang lebih luas, dan pemahaman regulasi yang lebih matang. Ini tentu akan berdampak positif bagi percepatan terwujudnya visi Aceh Selatan yang Maju, Produktif, dan Madani,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa visi tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah besar pembangunan daerah yang membutuhkan pemimpin dengan wawasan luas, keteguhan sikap, serta kematangan dalam mengambil kebijakan. Proses yang sedang dijalani saat ini dinilainya sebagai bagian dari pematangan kepemimpinan tersebut.

Selain itu, Abu Saka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas daerah, mendukung jalannya pemerintahan di bawah kepemimpinan Plt Bupati, serta tidak terjebak dalam narasi yang dapat melemahkan semangat kebersamaan.

“Aceh Selatan dibangun dengan kebersamaan. Kita perlu menjaga stabilitas, saling menguatkan, dan berpikir ke depan. Apa yang terjadi hari ini, insya Allah akan menjadi bagian dari perjalanan menuju Aceh Selatan yang lebih baik,” tutup Abu Saka.

Dengan semangat optimisme dan kedewasaan dalam berdemokrasi, Aceh Selatan diyakini akan terus melangkah maju, produktif dalam karya, kuat dalam tata kelola pemerintahan, serta madani dalam nilai-nilai kehidupan bermasyarakat. (XRQ)

Kader Internal Makin Solid Jelang Musda Demokrat Aceh, DPC Pidie Soroti Rekam Jejak dan Kapasitas

0
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pidie, Teuku Syawal. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Sigli – Dinamika politik menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Aceh 2026 kian menghangat. Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat Ketua DPD Partai Demokrat Aceh periode 2026–2031, dengan dukungan terhadap figur muda dari internal partai mulai disuarakan secara terbuka.

Musda Demokrat Aceh 2026 dinilai menjadi momentum strategis, tidak hanya dalam menentukan pergantian kepemimpinan, tetapi juga arah konsolidasi dan kekuatan partai menghadapi kontestasi politik ke depan.

Sejauh ini, beberapa nama yang diperbincangkan berasal dari internal dan eksternal partai. Dari internal Demokrat, muncul nama Drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes (DNA) dan H.T. Ibrahim. Sementara dari eksternal, nama Illiza Sa’aduddin Djamal turut masuk dalam radar perbincangan politik.

Di tengah dinamika tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pidie, Teuku Syawal, secara terbuka menilai Nurdiansyah Alasta sebagai figur yang paling tepat untuk memimpin Demokrat Aceh ke depan.

Menurut Syawal, DNA memiliki kombinasi pengalaman politik, kapasitas kepemimpinan, intelektualitas, serta jaringan komunikasi yang menjadi modal penting dalam mengonsolidasikan partai.

“Beliau dua periode menjadi anggota DPR Aceh, punya relasi politik yang baik dengan partai nasional maupun partai lokal, dan mampu membangun komunikasi lintas kepentingan, terutama dengan Pemerintah Aceh saat ini,” kata Teuku Syawal kepada awak media, Kamis (5/2/2026).

Selain rekam jejak sebagai legislator, Syawal juga menyoroti kiprah DNA yang saat ini menjabat Ketua Komisi IV DPRA serta Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh, yang dinilainya berhasil dijalankan dengan baik.

Dalam sejumlah momentum, DNA dikenal vokal menyuarakan berbagai persoalan strategis daerah. Salah satunya terkait dugaan aliran dana tidak jelas dari aktivitas tambang ilegal yang dinilai merugikan Aceh.

Syawal menilai, keberanian bersikap serta kemampuan membaca isu strategis merupakan indikator penting bagi kepemimpinan Partai Demokrat Aceh di masa mendatang.

Ia juga menambahkan bahwa faktor generasi menjadi pertimbangan serius. Menurutnya, Demokrat Aceh membutuhkan figur yang mampu menjangkau pemilih muda, seiring dengan meningkatnya jumlah pemilih dari kelompok usia tersebut.

“Pemilih muda akan menjadi penentu pada pemilu mendatang. Figur yang intelek, komunikatif, energik, dan mampu memahami perubahan zaman menjadi kebutuhan politik hari ini,” ujarnya.

Meski dinamika Musda mulai menghangat, Syawal menegaskan bahwa seluruh proses tetap harus berjalan sesuai mekanisme organisasi. Ia menekankan bahwa keputusan akhir kepemimpinan Demokrat Aceh berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.

“Proses Musda tetap kita hormati sesuai aturan. Pada akhirnya kita tunduk dan patuh pada keputusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Mas AHY,” tutupnya.

Pengembang Bangun 20 Sumur Bor untuk Penuhi Air Bersih Korban Banjir di Aceh

0
Asosiasi Pengembang Beri Bantuan untuk korban banjir di Aceh. (Foto: Dok. Himperra)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Asosiasi pengembang memberikan bantuan penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak banjir di Provinsi Aceh dengan membangun sumur bor di sejumlah titik strategis. Total sebanyak 20 titik sumur bor disiapkan sebagai solusi jangka menengah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya menjelang Ramadan.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (DPP Himpera), Ari Tri Priyono, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral pengembang terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Aksi ini adalah bentuk tanggung jawab moral kami sebagai bagian dari masyarakat. Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga peduli terhadap kehidupan di dalamnya,” kata Ari dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (8/2/2026).

Ia menambahkan, program bantuan ini melibatkan kolaborasi antara DPP Himpera dan seluruh DPD Himpera se-Indonesia untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat Aceh, baik secara fisik maupun psikologis.

“Kolaborasi antara DPP dan seluruh DPD Himperra se-Indonesia ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan fisik dan psikologis saudara-saudara kita di Aceh, agar mereka dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman,” tambahnya.

Sebanyak 20 titik sumur bor tersebut dibangun di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Aceh Barat. Seluruh sumur bor dilengkapi dengan sistem reverse osmosis (RO) yang memungkinkan masyarakat mengakses air bersih yang layak konsumsi secara langsung. Penggunaan sistem ini juga bertujuan menekan risiko penyakit yang kerap muncul akibat buruknya sanitasi pascabencana banjir.

Selain penyediaan air bersih, Himpera turut menyalurkan tujuh paket infak untuk masjid dan mushala yang terdampak banjir. Bantuan tersebut digunakan untuk perbaikan dan perawatan fisik bangunan rumah ibadah, mendukung dana operasional, penyaluran Al Quran, serta paket kurma guna menunjang aktivitas ibadah selama Ramadan.

“Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan berkoordinasi bersama DPD Himperra Provinsi Aceh, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat setempat guna memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi para korban banjir,” tuturnya.

Tak hanya itu, sekitar 1.000 korban banjir juga menerima bantuan paket sembako untuk membantu meringankan beban ekonomi keluarga saat memasuki bulan suci Ramadan.

Meunasah Darurat di Pidie Jaya Dibangun di Atas Endapan Lumpur Banjir

0
Meunasah (Mushala) Darurat yang sedang dibangun di Desa Manyang Cut Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Minggu (8/2/2026). (Foto: ANTARA/FB Anggoro)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membangun meunasah (mushala) darurat di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Meunasah tersebut didirikan langsung di atas timbunan lumpur sisa banjir bandang yang telah mengeras sejak akhir November 2025.

“Meunasah sementara ini langsung dibangun di atas lumpur yang sudah mengeras. Lumpur ini tebalnya 2 sampai 2,5 meter dan tidak mungkin untuk dikeruk lagi,” kata Ketua Posko Darurat Kebencanaan Desa Manyang Cut, Teuku Nazarudin, Minggu (8/2/2026).

Desa Manyang Cut menjadi salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat luapan Sungai Meureudu yang membawa material lumpur dan kayu ke permukiman warga. Hingga kini, sisa lumpur masih menutupi sejumlah fasilitas umum, termasuk tempat ibadah.

Nazarudin menjelaskan, pembangunan meunasah darurat tersebut didanai oleh Kemenag dan Baznas serta dikerjakan dengan melibatkan warga setempat. Proses pembangunan telah berlangsung selama tiga minggu dan baru mencapai tahap penyelesaian atap dengan rangka baja.

Kebutuhan akan meunasah sementara dinilai mendesak karena Meunasah Krueng Baroh yang berada tak jauh dari lokasi masih tertimbun lumpur. Upaya pembersihan yang sempat dilakukan warga dan relawan kembali sia-sia ketika hujan turun dan air sungai meluap ke dalam bangunan.

Meunasah darurat ini memiliki luas sekitar 14×10 meter dengan konstruksi rangka baja, lantai panggung, serta dinding semipermanen setinggi 1,2 meter. Di kawasan tersebut juga dibangun sumur bor oleh Kementerian ESDM serta fasilitas toilet yang didukung oleh perusahaan konstruksi BUMN.

“Targetnya meunasah ini bisa selesai sebelum bulan Ramadhan. Tapi meski begitu, warga sudah sempat pakai saat malam nisfu syaban meski belum ada lampu dan kita shalat di tanah,” ujar Nazarudin.

Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh mencatat sekitar 98 persen dari total 737 masjid dan mushala yang terdampak bencana di Aceh telah kembali difungsikan, meskipun sebagian masih dalam kondisi darurat.

“Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen masjid dan mushala yang terdampak kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat,” kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh.

Menurut Azhari, Kemenag RI akan memberikan bantuan renovasi bagi masjid dan mushala yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, masing-masing sebesar Rp50 juta untuk masjid dan Rp30 juta untuk mushala. Namun, bantuan tersebut tidak mencakup bangunan yang sudah tidak dapat digunakan sama sekali.

“Harapan kita, masjid/mushala yang rusak ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik untuk masyarakat beribadah. Apalagi, sebentar lagi kita mau memasuki Ramadhan,” katanya.

Akun Facebook Mengatasnamakan Gubernur Aceh Beredar, Warga Diimbau Tetap Waspada

0
Akun Facebook Mengatasnamakan Gubernur Aceh Beredar, Warga Diimbau Tetap Waspada. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Masyarakat Aceh diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul beredarnya akun Facebook palsu yang mencatut nama Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem.

Amatan Nukilan.id, akun dengan nama “Muzakir Manaf” tersebut diketahui menyebarkan informasi tidak benar terkait penyaluran bantuan kepada masyarakat. Dalam aksinya, akun tersebut meminta sejumlah persyaratan yang dikirimkan melalui pesan Facebook, yang diduga kuat merupakan modus penipuan.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, memastikan bahwa akun tersebut bukan akun resmi milik Gubernur Aceh maupun Pemerintah Aceh.

Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh mudah percaya terhadap informasi atau tawaran bantuan yang beredar di media sosial, terlebih jika disertai permintaan data pribadi atau persyaratan tertentu.

“Pemerintah Aceh tidak pernah melakukan penyaluran bantuan maupun pemenuhan syarat bantuan melalui media sosial. Jika ada akun yang mengatasnamakan pimpinan pemerintah dan menawarkan bantuan, itu dipastikan hoaks,” ujar Akkar, Kamis 5 Februari 2026.

Akkar juga mengimbau masyarakat agar mengabaikan dan tidak menanggapi pesan dari akun palsu tersebut maupun akun lain yang mengatasnamakan pejabat pemerintah.

Menurutnya, seluruh program bantuan resmi pemerintah disalurkan melalui mekanisme dan jalur resmi, bukan melalui komunikasi pribadi di media sosial.

“Jika menemukan akun mencurigakan, masyarakat diharapkan segera melaporkan dan tidak memberikan data pribadi apapun,” tegasnya.

Pemerintah Aceh berharap masyarakat semakin waspada agar tidak menjadi korban penipuan digital yang memanfaatkan nama pejabat daerah. (XRQ)

Aceh Ajukan Rp153,3 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana

0
Tampak foto udara yang diambil menggunakan drone ini menunjukkan wilayah yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang, Pulau Sumatra, Kamis 4 Desember 2025. (AP Photo/Binsar Bakkara)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp153,3 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana melalui dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Iya benar, Pemerintah Aceh telah menyampaikan dokumen R3P kepada pemerintah pusat melalui BNPB pada 3 Februari 2025,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, kepada Nukilan.id, di Banda Aceh, Minggu (8/2/2026).

Menurut MTA, dokumen R3P tersebut memuat kebutuhan anggaran pemulihan Aceh pascabencana secara menyeluruh dengan total nilai Rp153,3 triliun. Anggaran itu dibagi berdasarkan kewenangan masing-masing pihak.

Berdasarkan rekapitulasi, kebutuhan anggaran kementerian/lembaga pusat mencapai Rp41,8 triliun, Pemerintah Provinsi Aceh Rp22 triliun, pemerintah kabupaten/kota Rp60,43 triliun, serta kewenangan masyarakat dan dunia usaha sebesar Rp29 triliun.

Dirinya menjelaskan, R3P Aceh memuat seluruh data kerusakan, kerugian, serta rencana pemulihan pascabencana yang dihimpun dari semua level pemerintahan, mulai dari kementerian/lembaga pusat hingga pemerintah daerah.

“Secara khusus, Tim Bappenas RI sudah ke Aceh melakukan rapat koordinasi dengan tim pemerintah Aceh dalam rangka penyelarasan dokumen R3P tersebut,” ujarnya.

Saat ini, BNPB tengah melakukan verifikasi terhadap dokumen R3P yang telah diterima. Proses tersebut akan dilanjutkan dengan verifikasi faktual ke lapangan sesuai dengan data yang diajukan.

“Setelah verifikasi faktual dilakukan, BNPB akan meneruskan kepada Bappenas RI dalam rangka persiapan Rehab-Rekon pascabencana,” katanya.

Ia menegaskan, upaya pemulihan terus dilakukan oleh seluruh unsur pemerintahan, baik pusat maupun daerah. “

Gubernur Aceh selalu berharap agar semua komponen untuk terus bersatu demi Aceh lebih baik, bangkit dari bencana ini,” demikian Muhammad MTA. (xrq)

Kerugian Banjir Bandang di Nagan Raya Tembus Rp1,1 Triliun

0
TRK
Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan, SH, MH. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, mencatat total kerusakan dan kerugian akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu, 26 November 2025, mencapai lebih dari Rp1,1 triliun.

Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan mengatakan bahwa data kerusakan dan kerugian tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat.

“Data kerusakan dan kerugian akibat bencana alam banjir bandang ini sudah kita sampaikan ke pemerintah pusat, kita berharap semua kerusakan ini dapat diakomodir,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh, Teuku Raja Keumangan didampingi Wakil Bupati Raja Sayang di Suka Makmue, Sabtu.

Ia merinci, kerusakan permukiman mencapai lebih dari Rp131 miliar, sektor infrastruktur sebesar Rp572,7 miliar lebih, serta dampak ekonomi sekitar Rp278,8 miliar. Selain itu, kerusakan sektor sosial tercatat lebih dari Rp75,9 miliar dan lintas sektor sebesar Rp39,6 miliar lebih.

Pemerintah Kabupaten Nagan Raya juga terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Aceh untuk melaporkan perkembangan pascabencana. Pelaporan tersebut diharapkan menjadi dasar pertimbangan pemerintah dalam membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak akibat banjir bandang.

Sebelumnya, banjir bandang tersebut berdampak pada 25.608 jiwa atau 8.325 kepala keluarga. Bencana ini juga menyebabkan tiga orang hilang dan satu orang meninggal dunia.

Kerusakan fasilitas umum meliputi 29 kantor, tiga rumah ibadah, 12 dayah atau pesantren tradisional, 46 sekolah, serta empat fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu, tercatat tujuh titik jalan dan tiga jembatan mengalami kerusakan atau putus.

Sementara itu, sebanyak 1.807 rumah terdampak banjir bandang, dengan rincian 487 rumah rusak berat, 283 rumah rusak sedang, dan 1.043 rumah rusak ringan.