Beranda blog Halaman 80

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Bener Meriah Berstatus Waspada dalam Dua Periode

0
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda menerbitkan peringatan dini terkait potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Provinsi Aceh. Informasi kewaspadaan tersebut berlaku pada pertengahan hingga akhir Februari 2026.

Peringatan itu tertuang dalam surat resmi bernomor e.B/ME.02.04/008/KBTJ/II/2026. Dalam dokumen tersebut dijelaskan adanya gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang memicu terbentuknya belokan angin (shearline) serta konvergensi di wilayah Aceh. Kondisi atmosfer ini berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.

Amatan Nukilan.id, berdasarkan pemetaan wilayah rawan bencana yang dilampirkan, Kabupaten Bener Meriah menjadi daerah yang mendapat perhatian khusus. Tidak seperti sejumlah wilayah lain yang hanya berpotensi terdampak pada satu periode, Bener Meriah diperkirakan menghadapi risiko bencana dalam dua fase sekaligus, yakni:

  1. Periode I: 11–15 Februari 2026

  2. Periode II: 16–20 Februari 2026

Situasi tersebut menempatkan wilayah Bener Meriah pada status waspada secara berkelanjutan selama sekitar sepuluh hari. Dengan kondisi geografis berupa dataran tinggi, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana seperti tanah longsor, terutama di kawasan tebing dan jalur lintas jalan nasional, angin kencang, serta banjir luapan atau banjir kiriman.

Kepala Stasiun Meteorologi, Nasrol Adil, juga mengimbau pemerintah daerah, termasuk Gubernur Aceh dan jajaran pemerintah kabupaten, agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut.

“Kami mengharapkan perhatian dan kesiapsiagaan bersama untuk meminimalisir dampak dari potensi bencana hidrometeorologi ini,” tulisnya dalam dokumen tersebut.

BMKG turut mengingatkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Bener Meriah, untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta menghindari aktivitas di ruang terbuka maupun kawasan lereng perbukitan ketika hujan lebat disertai angin kencang terjadi. (XRQ)

Ibas Ajak Demokrat Aceh Solid, Tekankan Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengajak seluruh kader Partai Demokrat di Aceh memperkuat soliditas partai sekaligus aktif mengawal percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi masyarakat terdampak bencana.

Hal itu disampaikan Ibas kepada kader disela kunjungan pimpinan. MPR RI di Ruang VIP bandara Iskandar Muda, Selasa (10/2/2026).

Dalam arahannya kepada pengurus dan kader Demokrat Aceh, Ibas menegaskan bahwa Aceh masih menghadapi berbagai tantangan pascabencana, mulai dari banjir hingga longsor yang berdampak di sejumlah kabupaten/kota. Ia mengingatkan bahwa penderitaan masyarakat harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga partai politik dan seluruh elemen bangsa.

Menurut Ibas, kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang, pangan, dan papan harus menjadi prioritas utama. Ia juga menekankan pentingnya memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, tepat sasaran, dan berbasis data yang valid agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Ia menyebut pemerintah pusat telah mengalokasikan berbagai bentuk bantuan, termasuk dukungan anggaran rehabilitasi, bantuan sosial bagi warga terdampak, serta program pembangunan hunian sementara dan hunian tetap. Namun, pengawalan di lapangan dinilai tetap penting agar proses berjalan transparan dan efektif.

Selain itu, Ibas mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, mulai dari TNI-Polri, kementerian, hingga relawan dan masyarakat lokal dalam membantu penanganan bencana. Ia juga mendorong pelibatan masyarakat dalam kegiatan pemulihan ekonomi dan pembangunan agar pemulihan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Ibas mengingatkan kader Demokrat di Aceh untuk menjaga kekompakan menjelang berbagai agenda konsolidasi partai. Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal wajar, namun harus diselesaikan secara musyawarah dan tetap mengutamakan kepentingan besar partai.

“Kesuksesan tidak bisa dicapai sendiri, tetapi melalui kebersamaan dan kerja kolektif,” ujarnya.

Ibas menutup arahannya dengan mengajak seluruh kader untuk terus hadir di tengah masyarakat dan menjadikan Demokrat sebagai partai yang konsisten memperjuangkan kesejahteraan rakyat, khususnya di Aceh.

Kehadiran Ibas di Aceh dalam rangka kunjungan pimpinan MPR-RI terkait pascabencana di Aceh.

Turut hadir dalam arahan kepada kader Demokrat Aceh tersebut, Penjabat (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Aceh Rian Firmansyah, Sekretaris Arif Fadillah, Bendahara Nurdiansyah Alasta, unsur Fraksi Demokrat DPR Aceh, unsur DPRK, dan kader utama Partai Demokrat.

Ibas didampingi Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat yang juga wakil ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto dan Anggota DPR RI Komisi III H. T. Ibrahim.[]

Gelar GOTF 2026 dengan Diskon 140 Ribu Kursi, Rute Banda Aceh Belum Masuk Promo Garuda

0
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: detik.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia kembali menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra perbankan dalam penyelenggaraan Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) 2026. Program ini menawarkan sekitar 140 ribu kursi penerbangan domestik dan internasional dengan potongan harga hingga 65 persen.

Sebagaimana diberitakan Republika, Kamis (29/1/2026), Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim menyampaikan bahwa penjualan tiket GOTF 2026 dibuka mulai 29 Januari hingga 4 Februari 2026, dengan periode perjalanan berlaku sampai 3 Februari 2027. Tiket promo dapat diakses melalui situs resmi Garuda Indonesia, Mobile App Fly Garuda, aplikasi Livin’ SUKHA, serta sejumlah online travel agent domestik dan internasional.

“Memasuki penyelenggaraan ke-10, GOTF kembali hadir bertepatan dengan peringatan HUT ke-77 Garuda Indonesia dengan membawa semangat ‘Melayani dengan Hati, Melaju untuk Negeri’,” ujar Reza dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (29/1/2026) lalu.

Ia berharap GOTF dapat mempermudah masyarakat dalam merencanakan perjalanan udara dengan harga kompetitif, khususnya menjelang libur Lebaran dan libur sekolah 2026. Melalui kanal pembelian digital, pengguna jasa diharapkan dapat mengakses layanan tiket kapan saja dan di mana saja selama periode GOTF berlangsung.

“Sementara itu, penyelenggaraan dari tahun ke tahun ini juga sejalan dengan animo masyarakat terhadap pembelian melalui kanal digital yang terus tumbuh,” sambung Reza.

Selain diskon harga tiket, GOTF 2026 juga memberikan berbagai nilai tambah, antara lain Welcome Bonus 1.000 miles bagi anggota GarudaMiles yang baru mendaftar selama GOTF, serta diskon 30 persen seat selection untuk penerbangan domestik dan internasional.

Sementara itu, Senior Vice President Bank Mandiri Agus Hendra Purnama menuturkan bahwa kolaborasi Bank Mandiri dan Garuda Indonesia dalam ajang GOTF merupakan bentuk sinergi strategis antara sektor perbankan dan penerbangan. Kerja sama ini bertujuan memperkuat brand awareness, memudahkan layanan perjalanan, serta mendorong transaksi nontunai.

Pada GOTF 2026, Bank Mandiri memberikan berbagai promo bagi nasabah pemegang Mandiri Kartu Kredit dan Mandiri Debit, mulai dari diskon hingga Rp3,5 juta, cashback hingga Rp500 ribu, serta fasilitas cicilan hingga 12 bulan dengan Mandiri Kartu Kredit.

“Melalui GOTF 2026, Bank Mandiri mempertegas komitmen dalam mengakselerasi layanan finansial perjalanan sekaligus memperkuat sinergi dengan Garuda Indonesia,” kata Agus.

Daftar Rute Promo GOTF 2026

Berdasarkan penelusuran Nukilan.id, berikut adalah daftar rute promo GOTF 2026:

Rute Domestik:

  • Jakarta–Ambon pulang pergi Rp5 jutaan

  • Jakarta–Kupang pulang pergi Rp4,2 jutaan

  • Jakarta–Lombok pulang pergi Rp2,6 jutaan

  • Jakarta–Padang pulang pergi Rp2,8 jutaan

  • Jakarta–Pangkalpinang pulang pergi Rp1,8 jutaan

  • Jakarta–Pontianak pulang pergi Rp2,4 jutaan

Rute Internasional:

  • Jakarta–Hong Kong pulang pergi Rp4,3 jutaan

  • Jakarta–Kuala Lumpur pulang pergi Rp2,7 jutaan

  • Jakarta–Seoul pulang pergi Rp5,8 jutaan

  • Jakarta–Singapura pulang pergi Rp3 jutaan

  • Jakarta–Sydney pulang pergi Rp7,5 jutaan

  • Jakarta–Tokyo (Haneda) pulang pergi Rp5,9 jutaan

Rute Interline Maskapai Rekanan:

  • Jakarta–Auckland pulang pergi Rp9,9 jutaan

  • Jakarta–Barcelona pulang pergi Rp13,7 jutaan

  • Jakarta–Busan pulang pergi Rp7,7 jutaan

  • Jakarta–Mumbai pulang pergi Rp7,8 jutaan

  • Jakarta–Osaka pulang pergi Rp10,2 jutaan

  • Jakarta–Sapporo pulang pergi Rp6,7 jutaan

Namun, berdasarkan amatan Nukilan.id, Banda Aceh belum tercantum dalam daftar rute penerbangan yang mendapatkan harga khusus pada gelaran GOTF 2026. Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat Aceh, mengingat harga tiket penerbangan dari dan menuju Banda Aceh selama ini kerap menjadi sorotan karena dinilai relatif tinggi.

Sebagai wilayah paling barat Indonesia, Aceh memiliki ketergantungan besar terhadap transportasi udara untuk mobilitas pendidikan, pekerjaan, hingga layanan kesehatan ke luar daerah. Karena itu, akses terhadap program promosi penerbangan berskala nasional menjadi isu yang terus diperhatikan publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat informasi lanjutan dari pihak Garuda Indonesia terkait kemungkinan pembaruan daftar rute promo GOTF 2026, termasuk apakah Banda Aceh akan masuk dalam periode berikutnya. (XRQ)

Kunker ke Aceh, Pimpinan MPR Bagikan 30 Ribu Paket Sembako dan Perlengkapan Ibadah

0
ir mancur di Gedung DPR. (Foto: Liputan6.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir di Aceh. Total sebanyak 30 ribu paket bantuan disalurkan, terdiri dari 15 ribu paket sembako dan 15 ribu paket perlengkapan ibadah.

Bantuan tersebut diserahkan saat kunjungan kerja pimpinan MPR RI ke Aceh dan berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (10/2/2026).

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menjelaskan, paket sembako yang diberikan berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga untuk membantu masyarakat menghadapi bulan suci Ramadan.

“Karena itu hari ini untuk sebagai sebuah oleh-oleh untuk menghadapi bulan puasa, pimpinan majelis membawa paket sembako yang terdiri dari mie instan, minyak goreng, gula pasir, teh, susu kental manis, biskuit, tolak angin, autan, minyak kayu putih, pampers anak, dan pembalut perempuan. Jumlahnya 15.000 paket,” kata Ahmad Muzani.

Selain sembako, MPR RI juga menyalurkan bantuan berupa paket ibadah kepada masyarakat di daerah terdampak bencana.

“Di samping itu juga ada paket ibadah, ada Al-Quran, Al-Quran terjemahan, ada sajadah, ada sarung, ada mukena, ada kaos, dan ada kerudung jumlahnya juga 15.000 paket untuk 8 kabupaten kota ini,” ujarnya.

Muzani mengatakan, seluruh bantuan tersebut didistribusikan ke delapan kabupaten/kota di Aceh yang terdampak bencana banjir. Ia berharap bantuan ini dapat memberikan semangat dan optimisme bagi masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.

“Mudah-mudahan apa yang kita berikan ini menjadi sebuah semangat bersama-sama bahwa optimisme kita akan lebih baik. Ini adalah sebuah bencana, ini adalah sebuah musibah yang bencana itu di mana-mana saja tentu saja tidak kita harapkan,” kata Muzani.

Ia menambahkan, bencana yang terjadi merupakan ujian berat bagi masyarakat, namun diharapkan membawa hikmah ke depan.

“Tapi ini datang tiba-tiba, tidak kita harapkan, tidak kita pikirkan, dan itu sebuah ujian yang sangat berat, ujian yang terus kita rasakan di luar kemampuan kita. Kita berdoa mudah-mudahan ini jadi yang terakhir dan mudah-mudahan di balik ujian yang ada akan membawa kebaikan bagi kita pada masa-masa yang akan datang,” imbuhnya.

Sebagai informasi, kunjungan kerja pimpinan MPR RI ke Aceh dihadiri oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Rusdi Kirana, Eddy Soeparno, Edhi Baskoro Yudhoyono, dan A. M. Akbar Supratman.

Turut hadir pula pimpinan fraksi MPR, antara lain Sonny Tri Danaparamita, Ferdiansyah, Robert Rouw, Chusnunia, dan Anton Sukartono Suratto. Hadir juga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, perwakilan DPD Dedi Iskandar Batubara, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto, Plt Sekjen MPR Siti Fauziah, Deputi Bidang Administrasi Heri Herawan, serta sejumlah staf khusus.

Kejati Aceh Gencarkan Program Jaksa Masuk Sekolah untuk Edukasi Hukum Pelajar

0
Kejati Aceh menggelar program jaksa masuk sekolah di Banda Aceh, Senin (9/2/2026). (Foto: ANTARA/HO-Humas Kejati Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh terus menggencarkan program jaksa masuk sekolah sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum sekaligus mencegah pelanggaran hukum di kalangan pelajar.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, mengatakan program tersebut bertujuan membekali pelajar dengan pemahaman hukum agar terhindar dari berbagai bentuk pelanggaran.

“Program jaksa masuk sekolah bertujuan membekali pelajar dengan pemahaman hukum yang komprehensif agar terhindar dari pelanggaran hukum seperti tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba, judi, dan lainnya,” kata Ali Rasab Lubis di Banda Aceh, Senin (9/2/2026).

Pernyataan itu disampaikan saat pelaksanaan program jaksa masuk sekolah di SMA Negeri 7 Banda Aceh yang diikuti puluhan pelajar serta dewan guru.

Dalam kegiatan tersebut, Ali Rasab Lubis turut menjelaskan tugas dan kewenangan Kejaksaan Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

“Tugas jaksa tidak semata-mata sebagai penuntut umum di persidangan, tetapi juga mengawal perkara sejak tahap penyidikan hingga pelaksanaan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah,” ujarnya.

Ia memaparkan, setelah penyidikan oleh kepolisian selesai, berkas perkara diserahkan kepada jaksa penuntut umum untuk diteliti. Jika dinyatakan lengkap, jaksa akan menerbitkan surat P-21 dan melimpahkan perkara ke pengadilan.

“Dalam persidangan, jaksa bertindak mewakili negara untuk menuntut terdakwa berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang terungkap. Setelah putusan hakim inkrah, jaksa kembali berperan sebagai eksekutor melaksanakan putusan tersebut,” kata Ali Rasab Lubis.

Ali Rasab Lubis juga menyoroti maraknya praktik judi daring atau online yang menyasar generasi muda. Menurutnya, perjudian merupakan perbuatan melawan hukum yang dapat berdampak serius secara psikologis, sosial, dan ekonomi.

“Di Aceh, perjudian masuk dalam jarimah maisir yang diatur dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat. Qanun tersebut mengatur sanksi berupa hukuman cambuk, denda emas, atau pidana penjara,” katanya.

Selain itu, pelajar diingatkan agar bijak menggunakan media sosial. Berbagai tindakan di ruang digital seperti perundungan, penghinaan, pencemaran nama baik, pemerasan, dan pengancaman dapat berujung pada persoalan hukum.

“Gunakan media sosial secara bijak. Jangan sampai hanya karena bercanda, saling mengejek, atau mengirim konten tertentu, justru berujung pada permasalahan hukum. Kami berharap dari program jaksa masuk sekolah ini, pelajar menjadi panutan dalam menaati hukum yang berlaku,” kata Ali Rasab Lubis.

Densus 88 Ingatkan ASN Bappeda Aceh Waspada Intoleransi dan Radikalisme

0
Densus 88 Ingatkan ASN Bappeda Aceh Waspada Intoleransi dan Radikalisme. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh memfasilitasi kegiatan pembekalan terkait bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Jumat (6/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Majid Ibrahim, Lantai 4 Kantor Bappeda Aceh ini merupakan tindak lanjut atas permintaan Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 AT Polri.

Pembekalan tersebut menghadirkan narasumber dari Densus 88, Ipda Said Martunis, dan diikuti oleh jajaran ASN Bappeda Aceh. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan berjalan lancar dengan partisipasi peserta yang terlihat serius menyimak materi.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan berbagai kelompok teror dan organisasi terlarang yang ada di Indonesia. Ia menegaskan bahwa terorisme tidak berkaitan dengan agama tertentu, melainkan merupakan tindak pidana yang harus dilihat dari perbuatannya.

ASN juga diingatkan untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai dasar Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan setia kepada pemerintah yang sah. ASN diposisikan sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Disampaikan pula bahwa keterlibatan atau dukungan terhadap organisasi terlarang yang telah dicabut status badan hukumnya dapat berujung pada sanksi tegas. Sanksi tersebut mencakup pemberhentian tidak dengan hormat sebagaimana diatur dalam PP Nomor 11 Tahun 2017 junto PP Nomor 17 Tahun 2020 serta PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Selain membahas aspek ideologi, sosialisasi ini juga mengulas berbagai modus perekrutan terorisme melalui ruang digital. Kelompok radikal disebut kerap menyisipkan pesan melalui konten menarik di media sosial dan komunitas daring, memanfaatkan algoritma rekomendasi untuk mendorong konsumsi konten yang semakin ekstrem.

Tidak hanya itu, kelompok tersebut juga memanfaatkan game online, komunitas virtual, hingga fitur voice chat sebagai sarana pendekatan. Pola manipulasi psikologis seperti menanamkan rasa bersalah, mengeksploitasi isu kemanusiaan, serta memanfaatkan kondisi keluarga menjadi metode lain yang patut diwaspadai.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa ASN kerap menjadi sasaran kelompok radikal, salah satunya karena faktor finansial. Bahkan, pernah terjadi penangkapan terhadap seorang ASN di lingkungan Pemerintah Aceh yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

Kondisi ini menjadi pengingat penting bagi ASN untuk menjaga integritas, meningkatkan kewaspadaan, serta memperkuat ketahanan diri dan keluarga dari pengaruh paham menyimpang.

Melalui kegiatan pembekalan ini, diharapkan ASN Bappeda Aceh semakin memahami berbagai bentuk dan modus penyebaran intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, serta mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, kondusif, dan mendukung pembangunan Aceh yang berkelanjutan.

Tiga SMA di Aceh Tengah Rusak Akibat Bencana, Kacabdin Pastikan PBM Tetap Berlangsung

0
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh (Kacabdin) Wilayah Aceh Tengah, Muslim Ibrahim, S.STP. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Sebanyak tiga sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Aceh Tengah dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Meski demikian, proses belajar mengajar (PBM) dipastikan tetap berjalan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh (Kacabdin) Wilayah Aceh Tengah, Muslim Ibrahim, S.STP, mengatakan bahwa hingga lebih dari dua bulan pascabencana, terdapat tiga sekolah di bawah naungan Cabdin Aceh Tengah yang terdampak cukup parah.

“Ketiga sekolah itu adalah SMAN 19 Takengon di Rusip dan SMA Kelas Jauh di Pameu dengan jumlah siswa 38 orang yang berinduk ke SMA 19 Takengon, dan SMA Kelas Jauh Aman Nyerang dengan jumlah siswa 27 orang di Kemukiman Wihni Dusun Jamat yang berinduk ke SMAN 13 Takengon di Ketapang, Linge,” kata Muslim dikutip dari LintasGAYO.co, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan berat pada ketiga sekolah tersebut terjadi saat bencana hidrometeorologi melanda wilayah Aceh Tengah akhir November tahun lalu.

“Kondisi ini (ketiga sekolah) sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Aceh, dan menjadi perhatian serius bersama sekolah-sekolah lainnya yang terdampak di seluruh Aceh,” ujar Muslim Ibrahim.

Terkait pelaksanaan PBM, Muslim menyebutkan bahwa Dinas Pendidikan Aceh telah mengeluarkan instruksi sejak 5 Januari 2026, bertepatan dengan dimulainya semester genap tahun ajaran 2025–2026. Sekolah yang mengalami kerusakan parah diminta tetap menjalankan pembelajaran dengan berbagai alternatif.

“Antara lain, belajar di tenda darurat, kelas darurat, numpang di sekolah lain/gedung lain, atau belajar di sekolah sendiri tanpa mobiler (belajar di lesehan),” terang Muslim.

Untuk SMA Kelas Jauh Pameu, sementara ini kegiatan belajar dialihkan ke salah satu pondok pesantren yang berada di sekitar lokasi sekolah.

Sementara itu, untuk SMAN 19 Takengon sebagai sekolah induk, PBM dilakukan di tenda darurat, ditambah beberapa ruang sekolah yang masih dapat digunakan.

Adapun SMA Kelas Jauh Aman Nyerang di Jamat, hingga kini belum memiliki tenda darurat di lokasi. Namun, tenda tersebut telah tersedia di sekolah induknya, yakni SMAN 13 Takengon.

“Tenda darurat sudah sampai di SMA induknya SMAN 13 Takengon, saya yang jemput langsung ke Banda Aceh,” ujarnya.

“Jika tidak ada kendala, besok akan kita antar ke lokasi, saya sudah perintahkan Kepala SMAN 13 Takengon, untuk mengantar ke Jamat,” lanjut Muslim.

Selama belum tersedia tenda darurat, proses belajar di SMA Aman Nyerang tetap berjalan secara mandiri dengan dukungan enam orang guru yang menetap di Jamat.

Hal serupa juga terjadi di SMA Kelas Jauh Pameu, di mana terdapat sembilan guru yang tinggal di lokasi. Kekurangan tenaga pendidik dipenuhi oleh guru dari sekolah induk, meski akses menuju sekolah tersebut cukup berat.

“Begitu juga dengan sekolah terdampak lainnya seperti di SMA Kelas Jauh Pameu, ada 9 guru yang memang tinggal di lokasi, dan kekurangan guru di suplai dari sekolah induk, dan selama ini mereka tetap pergi ke sekolah kelas jauh itu, bahkan ada beberapa guru yang mengalami kecelakaan, lantaran beratnya medan yang dilalui,” terang Muslim.

Muslim mengakui bahwa PBM di sekolah-sekolah terdampak bencana belum berjalan optimal seperti kondisi normal. Namun, pihaknya terus berupaya agar hak belajar siswa tetap terpenuhi.

“Kita menyadari itu, dan saat ini saya bersama jajaran kepala sekolah SMA di Aceh Tengah terus melakukan koordinasi agar pembelajaran terhadap siswa tidak terhenti,” demikian Muslim Ibrahim.

13 Desa di Aceh Masih Andalkan Genset, PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascabencana

0
Ilustrasi kelistrikan (Foto: SINDOnews)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sebanyak 13 desa di Aceh hingga kini masih belum kembali teraliri listrik secara normal akibat bencana yang terjadi pada akhir November 2025. Untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan, pasokan listrik sementara di wilayah tersebut dipenuhi melalui genset bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, menyampaikan bahwa hingga Senin (9/2/2026) siang, masih terdapat belasan desa yang belum tersambung jaringan listrik permanen.

“Update status 14:30 WIB tadi, PLN mencatat masih terdapat 13 desa yang belum teraliri listrik,” kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).

Desa-desa tersebut tersebar di sejumlah kabupaten, dengan rincian delapan desa di Aceh Tengah, serta masing-masing satu desa di Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Aceh Tamiang. Meski jaringan distribusi belum sepenuhnya pulih, PLN memastikan kebutuhan listrik warga tetap terpenuhi.

“Meskipun jaringan distribusi belum pulih total akibat kendala akses, kehadiran genset darurat di desa-desa tersebut menjadi solusi agar aktivitas masyarakat tidak terhenti,” jelas Eddi.

PLN mencatat, secara keseluruhan 6.487 desa atau sekitar 99,8 persen wilayah terdampak di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik pascabencana. Namun, proses pemulihan di wilayah tersisa masih menghadapi hambatan serius, terutama akibat rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan.

Tercatat, terdapat 171 titik longsor yang menutup akses jalan serta 14 jembatan rusak, sehingga menyulitkan mobilisasi alat berat dan material kelistrikan menuju lokasi-lokasi terisolir.

“Komitmen kami adalah pemulihan jaringan permanen secepat mungkin. Namun, keselamatan petugas dan kemampuan akses alat berat sangat bergantung pada kondisi infrastruktur jalan. Kami terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, dan Pemda terkait upaya pembukaan akses di lapangan. Sambil berjalan, kami memastikan warga di 13 desa tersebut tetap teraliri listrik melalui backup genset yang telah kami siagakan bersama Kementerian ESDM,” ujar Eddi.

PLN juga menyiagakan petugas di sekitar titik longsor agar perbaikan dapat segera dilakukan begitu akses memungkinkan.

“Petugas kami di lapangan terus bersiaga di titik terdekat dengan lokasi longsor. Begitu akses memungkinkan untuk dilewati, tim teknis kami akan langsung masuk untuk melakukan perbaikan tiang dan kabel yang roboh akibat bencana,” lanjut Eddi.

Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Sapi Meugang untuk 1.455 Desa Terdampak Bencana di Aceh

0
Ilustrasi sapi aceh. (Foto: sapibagus.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Presiden Prabowo Subianto mengabulkan permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf terkait penyaluran sapi meugang bagi masyarakat terdampak bencana. Pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan sapi untuk warga di 1.455 desa yang terdampak bencana di Aceh.

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah alias Dek Fadh kepada NUKILAN.ID menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan mengirimkan dana ke kabupaten/kota terdampak bencana untuk dibelikan sapi yang kemudian dibagikan kepada masyarakat. Setiap desa akan menerima anggaran sebesar Rp 50 juta.

“Kalau tidak salah saya per sapi Rp 50 juta dengan jumlah desa yang ditetapkan. Harga sapi di daerah kita tidak sampai Rp 50 juta mungkin mereka (desa) bisa beli 2 sapi,” kata Dek Fadh kepada wartawan di Kantor Gubernur Aceh, Senin (9/2/2026).

Dek Fadh menjelaskan, anggaran tersebut langsung disalurkan ke pemerintah kabupaten/kota tanpa melalui Pemerintah Aceh. Berdasarkan data terakhir, jumlah desa terdampak bencana di Aceh mencapai 3.003 desa yang tersebar di 203 kecamatan.

Namun, desa yang ditetapkan sebagai penerima bantuan sapi meugang berjumlah 1.455 desa. Desa-desa yang masuk kategori terdampak bencana itulah yang mendapatkan jatah daging meugang.

“Sekarang anggaran sudah tersedia dari pak presiden,” jelas Dek Fadh.

Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menyarankan pemerintah pusat untuk mengimpor sapi agar masyarakat Aceh tetap bisa menyantap daging saat tradisi meugang. Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR bersama kementerian/lembaga dan kepala daerah di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).

“Ini saya alamatkan ke Pak Purbaya sama Pak Mendagri. Sebentar lagi kita menjelang Ramadhan, jadi Aceh kalau tidak makan daging rasanya Ramadhan enggak sah,” kata Mualem.

Mualem mengungkapkan, harga daging di Aceh selama ini tergolong paling mahal di Indonesia. Pada pelaksanaan meugang sebelumnya, harga daging sapi atau kerbau mencapai Rp 200 ribu per kilogram.

Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu memperkirakan harga daging saat meugang mendatang bisa menembus Rp 300 ribu per kilogram. Kondisi tersebut dipicu oleh banyaknya ternak yang mati akibat bencana.

“Jadi kepada pak Mendagri dan pak Purbaya mohon dagingnya pak atau sapi utuh untuk kita apakah jual atau kita kasih kepada masyarakat yang terdampak supaya (mereka) dapat menikmati dagingnya,” jelas Mualem.

“Saya rasa boleh impor pak dimana-mana, di Australia atau pun di India yang murah. Ini saya sarankan pak, karena banyak ternak yang jadi korban. Di tempat saya di kampung saya ada agen sapi sampai 300 ekor musnah sapinya dampak banjir,” lanjut Ketua Umum Partai Aceh itu.

Tradisi Meugang di Aceh

Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh membeli daging sapi atau kerbau untuk dimasak dan disantap bersama keluarga. Tradisi ini telah berlangsung sejak masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda.

Dalam satu tahun, tradisi meugang dilaksanakan sebanyak tiga kali, yakni dua atau tiga hari menjelang Ramadan, sehari sebelum Idul Fitri, serta dua hari sebelum Idul Adha.

“Saat meugang semua orang statusnya sama baik orang kaya ataupun miskin. Mereka semua beli daging untuk dimakan bersama keluarga,” kata kolektor manuskrip kuno Aceh, Tarmizi Abdul Hamid kepada detikcom beberapa waktu lalu. (XRQ)

Ketua IKA IP USK Dorong Gubernur, DPRA, dan Wali Nanggroe Bersinergi Hadirkan Meugang untuk Korban Banjir

0
T Auliya Rahman
Ketua Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan USK, T. Auliya Rahman. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ketua Ikatan Alumni Ilmu Pemerintahan Universitas Syiah Kuala (USK), T. Auliya Rahman, mendorong Gubernur Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), serta Lembaga Adat Wali Nanggroe untuk meuseuraya atau bersinergi membantu masyarakat Aceh menyambut bulan suci Ramadhan melalui pelaksanaan Meugang, khususnya bagi warga terdampak bencana.

Auliya Rahman yang saat ini tengah menempuh studi Magister Islam Pembangunan dan Kebijakan Publik di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, menilai peran pemerintah dan lembaga adat sangat dibutuhkan menjelang Ramadhan, mengingat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Aceh belum sepenuhnya pulih pasca-banjir besar yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh pada November lalu.

Menjelang Ramadhan, masyarakat Aceh memiliki tradisi Meugang atau Mak Meugang, yakni memasak daging kerbau atau sapi dua atau satu hari sebelum puasa. Tradisi ini berakar dari masa Kesultanan Aceh, ketika Sultan Iskandar Muda memprakarsai penyembelihan ribuan sapi dan kerbau untuk dibagikan kepada masyarakat. Namun, dalam praktik modern, daging Meugang umumnya dibeli secara mandiri oleh masyarakat.

Kepada Nukilan.id, Auliya mengungkapkan bahwa kondisi pasca-bencana menyebabkan banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok, termasuk untuk membeli daging Meugang. Oleh karena itu, ia menilai pemerintah dapat mengambil peran dengan menyalurkan bantuan berupa daging, kebutuhan pokok, atau membuka dapur umum Meugang bagi masyarakat.

“Dengan begitu, kehadiran peran Pemerintah dan perangkat Adat telah kembali pada tradisi yang sudah dijalankan oleh leluhur kita dan para sultan Aceh jaman dahulu, yaitu membagikan daging meugang kepada masyakarat,” ujarnya.

Ia menegaskan, program Meugang bagi korban bencana tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memiliki nilai moral dan sosial yang kuat. Menurutnya, program tersebut dapat menumbuhkan kembali optimisme dan memperkuat persatuan masyarakat Aceh yang selama ini dikenal dengan semangat kebersamaan.

“Geutanyoe Aceh tameusyedara, gaseh meugaseh, bila meubila,” katanya.

Selain manfaat moril, Auliya menyebut program Meugang juga berkontribusi pada peningkatan gizi, khususnya bagi kelompok rentan dan anak-anak yang terdampak bencana.

Ia mengingatkan bahwa Meugang bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan jejak sejarah yang menunjukkan kehadiran dan tanggung jawab pemerintah di tengah masyarakat Aceh sejak masa lampau. Karena itu, menurutnya, tradisi tersebut perlu terus dijalankan dan dimaknai sebagai bagian dari peran negara dalam melindungi dan merawat masyarakatnya, terutama dalam kondisi krisis. (XRQ)