Beranda blog Halaman 79

Reses DPRK Banda Aceh, Warga Soroti Mahar Nikah hingga Aktivitas Remaja di Warkop

0
Reses DPRK Banda Aceh, Warga Soroti Mahar Nikah hingga Aktivitas Remaja di Warkop. (Foto: Humas DPRK BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, ST menggelar kegiatan reses I masa persidangan II bersama masyarakat di Aula Gedung Bapelkes Banda Aceh, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para da’i dan da’iyah perkotaan serta perwakilan muhtasib gampong se-Kota Banda Aceh. Turut hadir Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Alimsyah, bersama para kepala bidang di lingkungan DSI.

Dalam pertemuan itu, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah kehidupan sosial warga kepada Farid Nyak Umar sebagai wakil rakyat di legislatif kota.

Sejumlah isu yang mengemuka di antaranya meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap penularan HIV, termasuk fenomena LGBT di kalangan generasi muda. Selain itu, warga juga menyoroti banyaknya warung kopi yang beroperasi selama 24 jam dan dinilai menjadi lokasi berkumpulnya muda-mudi hingga larut malam.

“Masyarakat mengeluhkan adanya aktivitas yang dinilai menjurus pada pelanggaran syariat islam, seperti adanya muda-mudi hingga jelang subuh,” ujarnya.

Kondisi tersebut dinilai sebagian peserta sebagai indikasi degradasi moral yang memunculkan kekhawatiran masyarakat, terlebih Banda Aceh dikenal sebagai kota yang menerapkan syariat Islam.

Persoalan kenakalan remaja juga menjadi perhatian dalam forum tersebut. Warga berharap legislatif dapat meneruskan aspirasi itu kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Selain isu sosial, peserta reses turut menyoroti persoalan mahar pernikahan. Warga menilai kenaikan harga emas saat ini berdampak langsung pada tingginya mahar, sehingga perlu adanya penyesuaian adat agar lebih sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Menurut warga, penyesuaian tersebut diharapkan dapat memudahkan generasi muda melangsungkan pernikahan tanpa terbebani biaya yang terlalu tinggi.

“Tingginya mahar juga dikhawatirkan dapat membuat generasi muda menunda pernikahan dan berpotensi menimbulkan masalah sosial,” ujarnya.

Farid Nyak Umar menyampaikan bahwa reses yang melibatkan da’i, da’iyah perkotaan, serta perwakilan muhtasib gampong ini bertujuan menyerap langsung aspirasi masyarakat.

“Reses yang digelar bersama da’i dan da’iyah perkotaan serta perwakilan muhtasib gampong se-Kota Banda Aceh bertujuan menyerap aspirasi masyarakat,” ujar Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh ini.

Ia menambahkan, masyarakat juga berharap Pemerintah Kota Banda Aceh dapat meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait program syariat Islam agar potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini.

Farid menegaskan seluruh masukan yang disampaikan warga akan dihimpun dan menjadi bahan pembahasan bersama pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

KPK Gelar Edukasi Antikorupsi bagi Ratusan Pelajar Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

0
KPK Gelar Edukasi Antikorupsi bagi Ratusan Pelajar Terdampak Banjir di Aceh Tamiang. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar kegiatan “Benar Benar Aksi: Kolaborasi Edukasi Antikorupsi” di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Senin (9/2/2025). Program ini menjadi bagian dari upaya KPK memperkuat edukasi publik sekaligus menanamkan nilai antikorupsi sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak yang terdampak bencana alam.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, mengatakan kegiatan tersebut dirancang melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Selain mendukung pemulihan psikososial pascabencana, program ini juga memperkenalkan nilai kejujuran, empati, dan kepedulian sosial sebagai fondasi integritas generasi mendatang.

“Kami menjalankan dua misi penting sekaligus, yakni memberikan dukungan pemulihan psikosial pascabencana, sekaligus menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, terutama nilai kepedulian kepada sesama dalam merespons dampak sosial pascabencana,” kata Amir.

Sebanyak lebih dari 600 pelajar terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan di dua sekolah terdampak banjir bandang akhir tahun lalu, yakni SDN 1 Kuala Simpang dan Madrasah Diniyyah Takmiliyah Awaliyah Al-Ihsan. Para siswa mengikuti beragam aktivitas pemulihan psikososial melalui pendekatan ramah anak, seperti permainan edukatif, dongeng inspiratif, kegiatan kreatif, serta pendampingan psikolog.

Amir menekankan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan dalam situasi pascabencana sehingga memerlukan perhatian khusus agar dapat kembali merasa aman dan percaya diri. Ia menyebut, rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan emosi, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai integritas.

“Setelah ini, anak-anak harus semangat untuk kembali bersekolah agar kelak menjadi generasi yang tangguh, cerdas, peduli pada lingkungan dan menjunjung tinggi integritas,” jelas Amir.

Dalam pelaksanaannya, KPK menggandeng sejumlah mitra, antara lain Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Provinsi Aceh, Human Initiative, Asosiasi Psikolog Sumut, Komunitas Penyuluh Antikorupsi (KOMPAK) Sumut, Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK), Komunitas Medan Membaca, Masyarakat Transparansi (MaTa) Aceh, dan Gerakan Antikorupsi (Gerak) Aceh.

Kolaborasi lintas komunitas tersebut melibatkan relawan yang bergabung secara sukarela dalam misi kemanusiaan dan edukasi antikorupsi. KPK berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan dan menjauhi praktik korupsi demi masa depan yang lebih baik.

Ketua DPRK Banda Aceh Berbaur Bersama Warga dan Pelajar dalam Kirab Sambut Ramadan 1447 H

0
Ketua DPRK Banda Aceh Berbaur Bersama Warga dan Pelajar dalam Kirab Sambut Ramadan 1447 H. (Foto: Humas DPRK BNA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, turut ambil bagian dalam kirab Tarhib Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Banda Aceh pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti pelajar, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat umum sebagai bentuk penyambutan datangnya bulan suci Ramadan.

Irwansyah berjalan kaki bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah Mukhlis, serta Sekretaris Daerah Jalaluddin. Rombongan pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh bersama unsur Forkopimda tampak berparade menyusuri sejumlah ruas jalan protokol.

Kirab dimulai dari Lapangan Blang Padang, kemudian melintasi pusat kota termasuk kawasan Masjid Raya Baiturrahman, sebelum kembali lagi ke titik awal kegiatan.

Sepanjang perjalanan, para peserta menyapa masyarakat yang memadati sisi jalan untuk menyaksikan kirab Tarhib Ramadan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan dalam menyambut bulan suci yang identik dengan nilai keberkahan, ampunan, dan rahmat bagi umat Islam.

Antusiasme terlihat dari partisipasi siswa SD dan SMP se-Kota Banda Aceh yang turut meramaikan kegiatan. Kehadiran para pelajar membawa semangat kebersamaan sekaligus menjadi simbol generasi muda dalam menyambut Ramadan.

Selain pelajar, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh juga ikut ambil bagian. Seluruh peserta berbaur dalam suasana kebersamaan yang bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Dari unsur legislatif, kegiatan tersebut juga dihadiri anggota DPRK Banda Aceh, Syarifah Munira. Para pejabat dan pelajar terlihat mengenakan busana serba putih, menambah suasana khidmat sekaligus semarak selama berlangsungnya kirab Tarhib Ramadan

Aceh Usulkan 500 Ribu Peserta BPJS Korban Bencana Dibiayai APBN

0
BPJS Kesehatan. (Foto: Medcom)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh mengajukan permohonan agar pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi sekitar 500 ribu warga terdampak bencana di Aceh dialihkan dan sepenuhnya ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam rapat koordinasi bersama pimpinan MPR RI yang berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (10/2).

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah menyerahkan surat usulan kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Ketua MPR Ahmad Muzani. Ia menjelaskan, selama ini pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana tersebut masih ditanggung oleh Pemerintah Aceh sesuai dengan aturan daerah yang berstatus rawan bencana.

“Ini surat permohonan BPJS yang masyarakatnya sekitar 500 ribu jiwa, korban terdampak bencana, yang selama ini ditanggung Pemerintah Aceh, sesuai aturan daerah bencana, agar ditanggungkan oleh Pemerintah Pusat,” ujar Fadhlullah.

Menurutnya, pengalihan pembiayaan ke pemerintah pusat diharapkan dapat meringankan beban anggaran daerah sekaligus memastikan keberlanjutan jaminan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Ia berharap Kementerian Keuangan dapat memberikan persetujuan atas usulan tersebut, sehingga seluruh biaya kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga terdampak bencana di Aceh dapat dibiayai melalui APBN.

“Mudah-mudahan ada jawaban dari Menteri Keuangan untuk dibiayai keseluruhan lewat APBN,” katanya.

111 Siswa SMAN 1 Teunom Ikuti Try Out UTBK Program Disdik Aceh

0
111 Siswa SMAN 1 Teunom Ikuti Try Out UTBK Program Disdik Aceh. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.ID | CALANG — Sebanyak 111 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Teunom, Kabupaten Aceh Jaya, mengikuti kegiatan try out Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas pendidikan yang digagas oleh Dinas Pendidikan Aceh.

Kepala SMA Negeri 1 Teunom, Teuku Irwansyah SPdI, mengatakan try out tersebut bertujuan untuk memetakan kemampuan akademik siswa sekaligus melatih kesiapan mereka menghadapi seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun ini.

“Melalui try out ini, kami ingin siswa memiliki pengalaman langsung menghadapi sistem dan karakter soal UTBK SNBT,” ujar Irwansyah.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana evaluasi hasil belajar, tetapi juga sebagai simulasi ujian agar siswa lebih siap secara mental dan teknis saat mengikuti seleksi nasional.

Irwansyah menuturkan, melalui pembiasaan seperti ini siswa diharapkan dapat mengerjakan soal dengan lebih percaya diri dan terukur.

Ia menambahkan, pihak sekolah menargetkan lulusan SMA Negeri 1 Teunom mampu bersaing dan diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri unggulan di Indonesia.

“Kami menargetkan siswa dapat menembus 10 universitas favorit nasional. Untuk itu, sekolah menyiapkan berbagai program pendukung secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Selain try out, pihak sekolah juga mewajibkan para siswa mengikuti program bimbingan belajar gratis yang difokuskan pada persiapan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) serta seleksi sekolah kedinasan.

Irwansyah menjelaskan, program bimbingan tersebut merupakan hasil kerja sama dengan lembaga bimbingan belajar yang berpusat di Banda Aceh.

“Pendampingan dilakukan secara intensif dengan materi yang disesuaikan standar seleksi nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, lembaga bimbingan belajar tersebut juga dijadwalkan kembali menggelar try out lanjutan sebagai bagian dari evaluasi berkala terhadap perkembangan kemampuan siswa.

Lebih lanjut, pelaksanaan try out UTBK SNBT di SMA Negeri 1 Teunom turut dimonitor oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Aceh Jaya.

“Cabang Dinas turun langsung ke sekolah untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, pihak Cabdisdik Wilayah Aceh Jaya meninjau langsung jalannya ujian serta berdialog dengan pihak sekolah mengenai kesiapan para peserta.

Menurut Irwansyah, pihak Cabdisdik menilai try out UTBK SNBT menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan siswa Aceh dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

“Pembiasaan melalui simulasi seperti ini penting agar siswa siap secara akademik dan mental,” imbuh Irwansyah yang disampaikan oleh pihak Cabdisdik.

Ia menambahkan, program try out yang dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dan daerah dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan serta daya saing lulusan di tingkat nasional. (*)

Padat Karya Tunai Dongkrak Pemulihan dan Ekonomi Warga Pascabencana di Aceh

0
Padat Karya Tunai Dongkrak Pemulihan dan Ekonomi Warga Pascabencana di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah (Kasatgaswil) Aceh, Safrizal ZA, mendukung penuh pelaksanaan program Padat Karya Tunai di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh. Program ini melibatkan sekitar 20 ribu warga dalam kegiatan pembersihan dan pemulihan lingkungan.

“Melalui kegiatan Padat Karya Tunai ini yang dibayar per hari, warga terdampak bencana banjir dan longsor mendapat penghasilan dan lingkungannya menjadi bersih, jadi solusi ganda, percepatan pemulihan pascabencana sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat”, kata Safrizal dalam keterangan resmi, Selasa (10/2/2026).

Menurut Safrizal, program yang berada di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini bukan hal baru di Aceh. Skema serupa pernah diterapkan saat tsunami 2004 melalui program cash for work untuk membersihkan dampak bencana. Ia mengajak masyarakat untuk bekerja maksimal agar hasilnya optimal.

“Alhamdulillah kegiatan Padat Karya Tunai ini diadakan di belasan wilayah terdampak banjir dan longsor. Bekerjalah secara serius sehingga ada dampak hasilnya” ajak Safrizal.

Satgaswil PRR Aceh juga mengapresiasi langkah Kementerian PU dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur melalui program tersebut.

“Pogram itu dalam ikhtiar percepatan rehab rekon yang diarahkan untuk pembersihan dan fungsionalisasi jalan lingkungan, pembersihan drainase, penanganan persampahan dan limbah serta pekerjaan air bersih” kata Kasatgaswil Aceh.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida menyebutkan bahwa pada tahun anggaran 2026 program Padat Karya Tunai di Aceh akan menyerap 20.394 tenaga kerja, terdiri atas 18.345 orang untuk Sumber Daya Air, 451 orang untuk Bina Marga, dan 1.598 orang untuk Cipta Karya.

“Saat ini, kegiatan Padat Karya Tunai yang sedang berjalan untuk kegiatan Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan di Aceh Tamiang,” jelas Wida, Senin (9/2/2026).

Pendaftaran program telah dibuka sejak 4 Februari 2026 untuk wilayah Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Pidie Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan.

“Persyaratan pendaftaran antara lain mengutamakan warga setempat, pria, sehat jasmani dan rohani serta menyertakan KTP/KK atau Surat Keterangan Domisili dari Pak Keuchik/Reje/Datuk,” ungkap Wida.

Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito Tekankan Peran Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana

0
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian saat menghadiri forum Silaturahmi Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) dengan Ulama Aceh di Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (10/2/2026).(FOTO: Dok. Kemendagri)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan pentingnya penguatan spiritual bagi masyarakat terdampak bencana. Ia menilai, dukungan dari tokoh agama, khususnya ulama, memiliki peran strategis dalam memulihkan kondisi mental para korban.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri forum Silaturahmi Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) dengan Ulama Aceh di Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa (10/2/2026), sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com.

Dalam kesempatan itu, Tito mengapresiasi kontribusi ulama Aceh yang terus memberikan penguatan keagamaan dan mental kepada para pengungsi. Ia juga memohon dukungan agar upaya pemulihan pascabencana dapat berjalan maksimal.

“Mohon dukungan dan doanya agar kami bisa menjalankan ibadah ini. Ibadah kemanusiaan ini,” ujarnya.

Tito menegaskan, peran ulama menjadi sangat penting seiring langkah pemerintah memulihkan infrastruktur dan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat terdampak.

Ia juga menekankan komitmen pemerintah pusat dalam menangani dampak bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) secara menyeluruh dan terkoordinasi.

Menurut Tito, sejak hari pertama bencana terjadi, Presiden RI Prabowo Subianto langsung menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, termasuk para menteri, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), untuk segera bergerak ke wilayah terdampak.

Pemerintah telah memetakan 52 daerah terdampak di tiga provinsi tersebut. Dari hasil pemetaan itu, Aceh tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling signifikan dibandingkan Sumut dan Sumbar.

“Sehingga semua kekuatan kemudian difokuskan ke Aceh, tanpa menafikan Sumbar dan Sumut. Ada alokasi pembagian tugas,” tegas Tito.

Sejak ditunjuk Presiden sebagai Kasatgas PRR, Tito mengaku langsung menggelar rapat intensif bersama kepala daerah terdampak dan pihak terkait. Ia juga turun langsung meninjau kondisi di lapangan bersama unsur pemerintah lainnya.

“Dari situ kami bisa melihat benar atau tidak masalahnya dan kemudian kami melakukan pembagian tugas,” jelas Tito.

Dalam proses pemulihan, pemerintah pusat membagi tanggung jawab lintas kementerian dan lembaga. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bertugas memperbaiki infrastruktur, sementara Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) difokuskan untuk menghidupkan kembali pasar serta aktivitas ekonomi masyarakat. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan layanan rumah sakit tetap berjalan.

Pembagian tugas tersebut diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah terdampak.

Forum silaturahmi itu turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Hidayat Nur Wahid, Eddy Soeparno, Edhie Baskoro Yudhoyono, A M Akbar Supratman, serta jajaran pimpinan MPR RI lainnya.

Hadir pula Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah Faisal Ali, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh Muhammad Nuruzzahri, dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Korban Banjir Aceh Tamiang Jalani Ramadhan di Pengungsian, Minta Dukungan Pemerintah

0
Tanggul Sungai Rusak, Banjir Kembali Rendam Permukiman di Aceh Tamiang. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk membantu kebutuhan mereka menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

Pasalnya, Ramadhan tahun ini diperkirakan masih akan mereka jalani di tenda-tenda pengungsian. Sejumlah penyintas mengaku belum memiliki penghasilan setelah lebih dari dua bulan terdampak bencana.

“Kami harap mulai disalurkan kebutuhan pengungsi selama Ramadhan, mulai sirup, penganan berbuka dan sahur. Sebab, kami tidak bekerja dan tidak punya penghasilan selama dua bulan lebih ini,” kata Ananda, warga Dusun Makmur, Desa Alur Jambo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/2/2026).

Permintaan serupa disampaikan Wahyu Rahmah, warga Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang. Ia menuturkan, selama Ramadhan para pengungsi membutuhkan peralatan dapur, seperti rice cooker, untuk menyiapkan serta menyimpan makanan hingga waktu sahur.

“Kalau bisa diberi bantuan persiapan untuk Ramadhan,” ujar gadis yang akrab disapa Wara tersebut.

Huntara Belum Rampung

Ananda menjelaskan, di Desa Alur Jambo saat ini tengah dibangun 65 unit hunian sementara (huntara) bagi korban banjir. Namun, proses pembangunan belum sepenuhnya rampung.

Selain untuk warga setempat, huntara tersebut juga diperuntukkan bagi penyintas banjir dari Desa Batang Ara dan Desa Perkebunan Alur Jambo.

“Huntara belum siap seluruhnya, sebagian sudah siap. Jadi, Ramadhan di tenda pengungsian itu sudah bisa dipastikan terjadi di desa kami,” katanya.

Ia berharap pihak rekanan dapat mempercepat pengerjaan dengan bekerja siang dan malam agar para pengungsi segera menempati hunian yang lebih layak.

Sinyal dan Air Bersih

Lebih lanjut, Ananda mengungkapkan bahwa hingga lebih dari dua bulan setelah banjir, jaringan telekomunikasi di wilayah tersebut belum sepenuhnya pulih. Kondisi itu menyulitkan warga dalam berkomunikasi.

“Sinyalnya masih sangat jelek, timbul tenggelam di kampung kami,” terangnya.

Selain persoalan jaringan, ketersediaan air bersih juga masih menjadi kendala bagi para penyintas. Ia berharap relawan maupun lembaga pemerintah dapat membantu pembangunan sumur bor berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan air warga.

“Desa kami perbukitan, sulit mendapatkan sumber air. Mungkin bisa dibangun sumur bor kapasitas besar sehingga bisa mencukupi untuk warga,” tuturnya.

Tonggak Baru Kedokteran Aceh: PPDS Radiologi FK USK Lahirkan Dua Dokter Spesialis Pertama

0
PPDS Radiologi FK USK Lahirkan Dua Dokter Spesialis Pertama. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) mencatatkan pencapaian penting dalam sejarah pendidikan kedokteran di Aceh. Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Radiologi FK USK resmi meluluskan dua dokter spesialis radiologi angkatan perdana pada prosesi Yudisium Universitas Syiah Kuala yang berlangsung di Auditorium AAC Dayan Dawood, Selasa, 11 Februari 2026.

Bedasarkan keterangan yang diterima Nukilan.id, dua lulusan tersebut yakni dr. Raudhatul Jannah, Sp.Rad dan dr. Denny Andrea, Sp.Rad. Keduanya tidak hanya menjadi lulusan pertama dari program yang berdiri pada 2022 itu, tetapi juga berhasil meraih predikat cumlaude, menandai capaian akademik yang membanggakan bagi prodi yang relatif baru.

Prosesi yudisium tingkat universitas dipimpin langsung oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, sedangkan prosesi di tingkat fakultas dipimpin Dekan FK USK, Dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT. Kelulusan ini sekaligus menjadi penanda kesiapan Aceh dalam menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis secara mandiri di daerah.

Ketua Program Studi Radiologi FK USK, Prof. Dr. dr. Iskandar Zakaria, Sp.Rad, Subsp. RI (K), menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti kematangan sistem pendidikan yang dibangun bersama RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) sebagai rumah sakit pendidikan utama.

“Kelulusan perdana ini membuktikan bahwa kami mampu mendidik PPDS secara optimal dan memenuhi standar kompetensi ketat yang ditetapkan oleh Kolegium Radiologi Indonesia,” kata Prof. Iskandar.

Hal senada disampaikan Sekretaris Departemen Radiologi FK USK, dr. Teuku Muhammad Yus, Sp.Rad. Ia menjelaskan bahwa pendidikan radiologi memiliki tantangan tersendiri karena sangat bergantung pada perkembangan teknologi pencitraan medis yang terus mengalami kemajuan.

“Radiologi membutuhkan sistem pendidikan terstruktur dan dukungan modalitas teknologi yang canggih. Alhamdulillah, dengan dukungan institusi dan kerja sama tim yang solid, kita telah mampu melahirkan lulusan perdana yang siap mengabdi,” ungkapnya.

Untuk memastikan kualitas lulusan setara dengan standar nasional, peserta didik PPDS Radiologi FK USK juga menjalani rotasi pendidikan intensif selama lima bulan di FK Universitas Indonesia/RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, serta sejumlah rumah sakit jejaring lainnya. Program rotasi ini bertujuan memperkuat kompetensi klinis sekaligus memperdalam penguasaan bidang subspesialistik.

Saat ini, Prodi Radiologi FK USK tercatat memiliki 28 peserta didik aktif. Kehadiran lulusan baru tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan jumlah dokter spesialis radiologi di berbagai rumah sakit daerah di Aceh. Dengan semakin kuatnya layanan diagnostik berbasis pencitraan medis, kualitas pelayanan kesehatan masyarakat diharapkan meningkat secara signifikan. (XRQ)

Jelang Ramadhan 1447 H, Gubernur Aceh Instruksikan Pasar Murah Serentak di 23 Daerah

0
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). (FOTO: Agus Setyadi/detikSumut)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menginstruksikan pelaksanaan pasar murah secara serentak di 23 kabupaten dan kota di seluruh Aceh.

Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa tekanan lonjakan harga.

Pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 16 Februari 2026. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi respons Pemerintah Aceh dalam menjaga ketahanan pangan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.

Dalam keterangannya, Muzakir Manaf menegaskan pentingnya peran pemerintah dalam menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Menjelang Bulan Suci Ramadhan ini, kami ingin memastikan tidak ada warga kita yang kesulitan mendapatkan bahan pokok karena harga yang melambung. Pasar Murah ini adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk melayani masyarakat, agar kita semua bisa menyambut bulan yang penuh berkah ini dengan hati yang tenang dan kebutuhan yang tercukupi,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan subsidi cukup besar untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Kita telah menyiapkan subsidi yang besar, mulai dari beras, gula, hingga telur ayam. Saya minta tim di lapangan memastikan distribusi ini tepat sasaran di 69 titik lokasi. Kepada masyarakat Aceh, kami berpesan belilah sesuai kebutuhan, jangan berlebihan, agar stabilitas harga ini bisa kita jaga bersama-sama hingga Idul Fitri nanti,” pungkasnya.

Adapun rincian subsidi yang disalurkan melalui program pasar murah ini meliputi beras premium dengan subsidi Rp5.000 per kilogram dengan total kuota 414 ton, gula pasir subsidi Rp6.000 per kilogram dengan kuota 69 ton, minyak goreng kemasan subsidi Rp6.000 per kilogram dengan kuota 69 ton, serta telur ayam subsidi Rp15.000 per papan dengan total kuota 34.500 papan.

Gubernur juga memberikan instruksi khusus kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh sebagai pelaksana teknis di lapangan untuk memastikan distribusi berjalan optimal.

“Saya instruksikan kepada Disperindag Aceh agar mengawal ketat pendistribusian ini hingga ke titik-titik lokasi. Jangan sampai ada kendala di lapangan; pastikan stok tersedia tepat waktu dan kualitas barang tetap terjaga. Saya ingin seluruh proses ini transparan dan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja selama pelaksanaan pasar murah.

“Kepada masyarakat, kami mengimbau agar membeli sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Mari kita jaga stabilitas pangan dan distribusi ini bersama-sama agar kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Aceh dapat terjamin selama bulan suci ini,” tutupnya.

Kegiatan pasar murah ini berada di bawah koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh dan direncanakan dibuka secara resmi oleh Gubernur Aceh pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News