Beranda blog Halaman 79

Penjualan Daging Meugang Menurun, Harga Sapi di Darussalam Tembus Rp180 Ribu per Kilogram

0
Aktivitas penjualan daging meugang di kawasan Simpang Galon, Darussalam, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Penjualan daging sapi pada tradisi meugang di kawasan Simpang Galon, Darussalam, Kota Banda Aceh, dilaporkan menurun dibandingkan meugang menjelang Hari Raya Idulfitri sebelumnya. Pedagang menilai kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu penyebab melemahnya daya beli, di tengah harga daging yang mencapai Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging sapi, Zan, mengatakan harga jual daging pada hari kedua meugang tahun ini berada di kisaran Rp170 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram untuk sapi lokal yang didatangkan dari Cot Iri.

“Harganya Rp170 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram. Ini sapi lokal dari Cot Iri. Hari ini tidak ramai yang jualan, satu ekor per penjual,” kata Zan kepada Nukilan, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, jumlah pembeli pada meugang kali ini lebih sedikit dibandingkan meugang menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia memperkirakan kondisi ekonomi masyarakat dan waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan akhir bulan memengaruhi penjualan.

“Kalau penjualan lebih banyak di meugang Hari Raya Puasa dulu dibanding sekarang, mungkin karena faktor ekonomi masyarakat. Ini juga sudah akhir bulan, mungkin orang-orang belum gajian,” ujarnya.

Meski tradisi meugang umumnya meningkatkan permintaan daging menjelang hari besar keagamaan, pedagang di lokasi menilai aktivitas jual beli tahun ini belum seramai periode sebelumnya. Tingginya harga daging serta daya beli masyarakat yang melemah disebut turut memengaruhi penurunan transaksi. []

Reporter: Sammy

Shalat Idul Adha 1447 H Dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

0
Jemaah Shalat Idul Fitri 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Banda Aceh akan dipusatkan di Masjid Raya Baiturrahman pada Jumat pagi dengan waktu pelaksanaan dimulai pukul 07.30 WIB.

Kepala UPTD Pengelola Masjid Raya Baiturrahman, Aprilizar, mengatakan pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini mengusung tema “Momentum Hari Raya Idul Adha, Mari Bersatu untuk Bangkit Pasca Bencana dalam Mengisi Pembangunan Aceh yang Islami dan Sejahtera.”

“Tema ini diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat persatuan dan semangat kebersamaan dalam membangun Aceh yang lebih baik, Islami, dan sejahtera,” kata Aprilizar kepada Nukilan.

Ia menyebutkan, yang akan bertindak sebagai khatib pada pelaksanaan Shalat Idul Adha yakni Abiya Dr. Tgk. H. Anwar Usman Kuta Krueng, sementara imam  Tgk. H. Munawir Darwis, Lc., MA dan naib imam Abi Ishak Lamkawe. Adapun pentakbir akan diisi oleh para muazzin dan qari Masjid Raya Baiturrahman.

Panitia juga mengimbau masyarakat yang akan mengikuti shalat Idul Adha agar berwudhu dari rumah, membawa sajadah masing-masing, serta datang lebih awal guna menghindari kepadatan jamaah.

“Kami juga mengharapkan jamaah memarkirkan kendaraan di lokasi yang telah disediakan panitia dan mengikuti arahan petugas di lapangan agar pelaksanaan ibadah berlangsung tertib dan khusyuk,” kata Aprilizar.

Reporter: Rezi

Hari Ketiga Penyaluran Bantuan Pangan di Baiturrahman Sasar 733 Penerima Manfaat

0
Kecamatan Baiturrahman kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat pada hari ketiga pelaksanaan program tersebut, Minggu (24/5/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kecamatan Baiturrahman kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat pada hari ketiga pelaksanaan program tersebut, Minggu (24/5/2026). Penyaluran bantuan kali ini menyasar 733 Penerima Bantuan Pangan (PBP) yang tersebar di tiga gampong dalam wilayah Kecamatan Baiturrahman.

Camat Baiturrahman, Herri, S.STP., M.Si., mengatakan, bantuan tersebut disalurkan langsung kepada keluarga penerima manfaat sebagai upaya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang hari besar.

“Tiga gampong yang menjadi sasaran hari ini adalah Gampong Ateuk Munjeng dengan 171 Penerima Bantuan Pangan (PBP), Gampong Ateuk Pahlawan sebanyak 287 PBP dan Gampong Seutui sebanyak 275 PBP,” ucap Herri.

Pada hari ketiga penyaluran, total bantuan yang disalurkan mencapai 14.660 kilogram beras dan 2.932 liter minyak goreng. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di tingkat gampong.

Menurut Herri, proses penyaluran dilakukan secara bertahap untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak dan berjalan tertib tanpa kendala di lapangan.

“Kami memastikan bantuan sampai ke warga yang benar-benar membutuhkan. Penyaluran dilakukan bertahap agar tidak terjadi penumpukan dan semua PBP bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.

Program bantuan pangan di Kecamatan Baiturrahman telah dimulai sejak Jumat (22/5/2026) dan dijadwalkan berakhir pada Senin (25/5/2026). Pada hari terakhir pelaksanaan, cakupan penyaluran akan diperluas ke lebih banyak gampong.

“Untuk hari Senin (25/5/2026), penyaluran akan diperluas ke 10 gampong dengan total penerima mencapai 2.374 jiwa atau kepala keluarga. Perluasan ini dilakukan agar cakupan bantuan lebih merata di seluruh wilayah Kecamatan Baiturrahman,” pungkas Herri.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Harga Daging Meugang di Banda Aceh Rp 170 Ribu per Kilogram

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Harga daging meugang di Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, mulai dipatok Rp170 ribu per kilogram untuk kualitas nomor satu menjelang tradisi meugang Idul Adha 1447 Hijriah. 

Salah seorang pedagang daging sapi di pasar Al-Mahirah, Munadi memperkirakan harga masih berpotensi naik hingga Rp180 ribu per kilogram apabila permintaan masyarakat meningkat pada puncak meugang.

Ia mengatakan stok daging sapi saat ini masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Harga daging kualitas nomor satu sekarang Rp170 ribu per kilogram. Bisa jadi besok naik jadi Rp180 ribu kalau permintaan banyak,” kata Munadi saat ditemui Nukilan di lapaknya, Senin (25/5/2026).

Selain daging sapi, Munadi juga menyediakan tulang sapi dengan harga bervariasi. Tulang yang masih memiliki banyak daging dijual Rp100 ribu per kilogram dan biasanya diminati untuk bahan sop. Sementara tulang khusus tanpa banyak daging dijual Rp80 ribu per kilogram.

Meski stok tersedia cukup, Munadi mengaku jumlah pembeli tahun ini mengalami penurunan dibanding meugang sebelumnya. Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi adanya pasar murah yang digelar pemerintah serta banyaknya masyarakat yang sudah memperoleh daging kurban.

“Pembeli menurun karena ada pasar murah. Terus juga banyak yang tidak beli mungkin karena sudah banyak daging kurban,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

Borong 11 Penghargaan Nasional, MIN 27 Aceh Besar Raih Juara 1 Website Literasi FLN Nyalanesia 2026

0
min
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Aceh. MIN 27 Aceh Besar berhasil memborong 11 penghargaan bergengsi pada ajang Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 yang digelar di Hotel Solo Paragon, Surakarta, Sabtu (23/5/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Aceh. MIN 27 Aceh Besar berhasil memborong 11 penghargaan bergengsi pada ajang Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 yang digelar di Hotel Solo Paragon, Surakarta, Sabtu (23/5/2026).

Ajang literasi tingkat nasional yang diselenggarakan Nyalanesia tersebut menjadi wadah apresiasi bagi sekolah dan para penggerak literasi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu capaian paling membanggakan diraih MIN 27 Aceh Besar melalui penghargaan Juara 1 Website Literasi Nasional. Prestasi ini menunjukkan keberhasilan madrasah tersebut dalam mengembangkan budaya literasi berbasis digital yang kreatif, inovatif, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala MIN 27 Aceh Besar, Naswati, yang hadir didampingi Operator sekaligus Pengelola Website Madrasah, Furqan Desriandy.

Naswati mengaku bersyukur dan terharu atas pencapaian yang berhasil diraih madrasah yang dipimpinnya. Ia menyebut keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh keluarga besar MIN 27 Aceh Besar.

“Ini benar-benar seperti mimpi yang menjadi nyata. Segala usaha yang telah kami lakukan bersama selama ini akhirnya membuahkan hasil yang sangat membanggakan bagi MIN 27 Aceh Besar khususnya dan Aceh pada umumnya,” ujarnya.

Menurut Naswati, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi seluruh elemen madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, siswa, wali murid, komite, hingga seluruh warga madrasah.

“Penghargaan ini bukan akhir, melainkan cambuk semangat bagi kami untuk terus menyalakan api literasi di madrasah dan Aceh pada umumnya,” tambahnya.

Adapun 11 penghargaan yang berhasil diraih MIN 27 Aceh Besar pada FLN Nyalanesia 2026 meliputi:

  1. Juara 1 Website Literasi Nasional
  2. Sekolah Penggerak Literasi
  3. Sekolah Berdedikasi Literasi Nasional
  4. 50 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Nasional
  5. 10 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Sains
  6. 10 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Digital
  7. 10 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Budaya dan Kewargaan
  8. 10 Nominasi Sekolah Percontohan Literasi Finansial
  9. 100 Penulis Siswa Terbaik Nasional (Pengalaman Pribadi)
  10. 100 Penulis Guru Terbaik Nasional (Pengalaman Pribadi)
  11. Juara Favorit Konten Media Sosial

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa MIN 27 Aceh Besar telah menerapkan konsep literasi yang komprehensif dan inklusif di berbagai bidang. Madrasah ini tidak hanya fokus pada literasi membaca dan menulis, tetapi juga mengembangkan literasi digital, sains, budaya, kewargaan, hingga literasi finansial.

Masuknya guru dan siswa dalam daftar 100 Penulis Terbaik Nasional turut menjadi indikator kuat bahwa budaya menulis telah tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah.

Sementara itu, Furqan Desriandy mengatakan penghargaan di bidang media digital tersebut diraih berkat konsistensi tim dalam menyajikan informasi yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Penghargaan Juara 1 Website dan Juara Favorit Konten Media Sosial ini kami dedikasikan untuk seluruh tim dan pembaca setia. Kami akan terus berinovasi agar digitalisasi madrasah membawa dampak positif yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan tema FLN 2026, yakni “Bergerak, Terbitkan Dampak”.

Prestasi nasional yang diraih MIN 27 Aceh Besar diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi madrasah lainnya untuk terus mengembangkan budaya literasi serta berinovasi dalam dunia pendidikan, khususnya di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

DPRK Banda Aceh Serap Aspirasi Penyandang Disabilitas untuk Perkuat Kebijakan Inklusif

0
Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menampung berbagai aspirasi dari warga penyandang disabilitas melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar pada Senin (25/5/2025). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menampung berbagai aspirasi dari warga penyandang disabilitas melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar pada Senin (25/5/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Mendengar Suara Disabilitas, Menguatkan Kebijakan yang Inklusif” tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi, M.Pd. Forum ini menjadi ruang dialog antara penyandang disabilitas dan pemangku kebijakan untuk memperkuat pembangunan yang ramah dan inklusif bagi seluruh warga.

Dalam kesempatan itu, Dr. Musriadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mendukung terselenggaranya RDPU tersebut sebagai wadah bersama dalam memperkuat kebijakan yang berpihak kepada penyandang disabilitas.

Menurutnya, Banda Aceh sebagai kota bersejarah harus terus berkembang tidak hanya dari sisi pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam menghadirkan keadilan, kesetaraan, serta akses yang sama bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

“Pemerintah Kota Banda Aceh telah memiliki komitmen pembangunan inklusif melalui Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 14 Tahun 2017 yang menegaskan pentingnya pendidikan inklusif, layanan kesehatan inklusif, fasilitas publik yang aksesibel, serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota,” kata Dr Musriadi.

Ia menjelaskan, komitmen pemerintah daerah terhadap penyandang disabilitas juga diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 19 Tahun 2018 tentang bantuan sosial bagi penyandang disabilitas. Program tersebut dijalankan secara transparan dan tepat sasaran melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial.

Selain itu, hak penyandang disabilitas untuk memperoleh pekerjaan yang layak juga mendapat perhatian melalui Peraturan Wali Kota Banda Aceh Nomor 1 Tahun 2018. Regulasi tersebut mengatur kuota tenaga kerja disabilitas minimal 2 persen di instansi pemerintah, BUMN, dan BUMD, serta 1 persen di perusahaan swasta.

Meski demikian, Dr. Musriadi mengakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi kebijakan inklusif di Banda Aceh. Berbagai aspek seperti aksesibilitas fasilitas publik, pendidikan, kesempatan kerja, layanan kesehatan, transportasi, hingga ruang partisipasi sosial dan politik bagi penyandang disabilitas masih membutuhkan perhatian dan perbaikan bersama.

“DPRK Banda Aceh berkomitmen mendorong penguatan regulasi, pengawasan anggaran, dan pembangunan berbasis universal accessibility, serta berharap forum ini menghasilkan rekomendasi nyata demi mewujudkan Banda Aceh yang inklusif, humanis, dan berkeadilan sosial,” ujar politisi PAN itu.

Melalui forum RDPU tersebut, DPRK Banda Aceh berharap berbagai masukan yang disampaikan penyandang disabilitas dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan serta pengawasan program pembangunan, sehingga hak-hak kelompok disabilitas dapat terpenuhi secara lebih optimal di masa mendatang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ketua PWM Aceh Teken Kerja Sama Strategis dengan Malaysia, Industri Mukena dan Jilbab Siap Tumbuh di Aceh

0
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh sekaligus Anggota Tuha Lapan Wali Nanggroe, A Malik Musa, SH, M.Hum, terus mendorong kebangkitan ekonomi rakyat melalui pengembangan industri kreatif dan syariah di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh sekaligus Anggota Tuha Lapan Wali Nanggroe, A Malik Musa, SH, M.Hum, terus mendorong kebangkitan ekonomi rakyat melalui pengembangan industri kreatif dan syariah di Aceh.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia guna membuka peluang pengembangan industri jahit yang memproduksi mukena, jilbab, selimut, sarung bantal, hingga berbagai produk tekstil muslim berorientasi ekspor.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum Persefahaman (MoU) antara PWM Aceh dan perusahaan R Ulong Global (M) SDN. BHD Malaysia pada 19 Mei 2026. Kesepakatan tersebut berfokus pada pelaksanaan proyek jahitan berbasis pemberdayaan masyarakat melalui konsep anchor-vendor, yang diharapkan menjadi pintu masuk bagi kebangkitan ekonomi umat di Aceh.

Dalam keterangannya di Warung Kopi Sada Lambhuk, Banda Aceh, Sabtu (24/5/2026), A Malik Musa menyampaikan bahwa selama ini Aceh masih lebih banyak menjadi konsumen produk luar, padahal daerah tersebut memiliki sumber daya manusia serta basis pendidikan kejuruan yang berpotensi besar untuk menghasilkan produk sendiri.

Ia menilai siswa SMK jurusan tata busana maupun menjahit dapat dilibatkan dalam program pelatihan hingga mampu menghasilkan produk dengan kualitas ekspor.

“Aceh punya peluang besar. Jangan regulasi dipersulit. Kita ingin anak-anak Aceh bisa dilatih menjahit mukena, jilbab, selimut hingga produk tekstil lainnya, lalu dijual di Aceh, Indonesia bahkan diekspor ke negara-negara muslim di Timur Tengah, Asia Tenggara hingga Tiongkok,” ujar A Malik Musa.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga membuka kesempatan bagi tenaga kerja Aceh untuk mengikuti program On Job Training (OJT) di Malaysia selama tiga hingga enam bulan. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja agar memenuhi standar produksi internasional.

Selain pelatihan, pihak mitra dari Malaysia juga disebut telah menyiapkan dukungan bahan baku serta akses pasar internasional. Dengan demikian, hasil produksi yang dihasilkan di Aceh nantinya memiliki kepastian pasar dan peluang ekspor yang lebih luas.

A Malik Musa menegaskan bahwa momentum kerja sama ini perlu mendapat dukungan serius dari Pemerintah Aceh, terutama melalui percepatan regulasi dan penyediaan fasilitas bagi pelaku usaha, petani, serta generasi muda.

Ia meyakini bahwa jika peluang tersebut dimanfaatkan secara optimal, Aceh tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk luar, tetapi juga berpotensi menjadi pusat industri muslim regional yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut, A Malik Musa menjelaskan bahwa program kerja sama tersebut tidak hanya menyasar pelaku UMKM dan siswa SMK, tetapi juga membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi pengurus masjid di seluruh Aceh.

Menurutnya, pengurus masjid dapat dibekali keterampilan menjahit berbagai produk seperti mukena, jilbab, sarung bantal, serta perlengkapan muslim lainnya sebagai sumber pendapatan tambahan.

“Kita ingin masjid juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Pengurus masjid bisa dilatih agar memiliki penghasilan tambahan, sehingga masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat penguatan ekonomi masyarakat,” ujar A Malik Musa.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Illiza Tutup KKL Tematik Poltekkes Kemenkes Aceh, Mahasiswa Diminta Terus Tingkatkan Kepedulian Sosial

0
ILLIZA
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, secara resmi menutup kegiatan KKL Terpadu Tematik Poltekkes Kemenkes Aceh yang berlangsung selama 21 hari. Penutupan kegiatan tersebut digelar di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Senin (25/5/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, secara resmi menutup kegiatan KKL Terpadu Tematik Poltekkes Kemenkes Aceh yang berlangsung selama 21 hari. Penutupan kegiatan tersebut digelar di Aula Lantai IV Gedung Mawardy Nurdin, Senin (25/5/2026).

Amatan Nukilan.id, dalam sambutannya Illiza berpesan kepada para mahasiswa agar ilmu serta pengalaman yang diperoleh selama menjalani KKL dapat terus dikembangkan setelah kembali dari tengah masyarakat.

“Dengan hadir di tengah masyarakat, mahasiswa juga bisa melihat, mendengar, dan merasakan langsung kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Illiza mengatakan, proses pembelajaran di dunia kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik dan keterampilan teknis semata, tetapi juga menyangkut kepedulian, empati, kemampuan komunikasi, serta memahami kebutuhan masyarakat dengan hati.

“Saya berharap semangat pengabdian yang kalian bawa jangan ikut selesai. Teruslah belajar, teruslah meningkatkan kapasitas diri, dan jangan pernah kehilangan rasa peduli terhadap masyarakat. Karena profesi tenaga kesehatan adalah profesi yang sangat mulia dan sangat dibutuhkan oleh bangsa ini,” pesannya.

Di akhir kegiatan, Illiza turut menghampiri para mahasiswa dan mahasiswi untuk berbincang langsung mengenai pengalaman yang mereka rasakan selama mengikuti KKL Tematik tersebut. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bank Aceh Syariah dan UTU Sepakati Kerja Sama Penguatan Layanan Digital Akademik

0
Bank Aceh Syariah (BAS) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Teuku Umar (UTU) dalam penguatan layanan digital di lingkungan akademik. Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di ruang pertemuan Bank Aceh Syariah, Banda Aceh, pada Senin (25/5/2026). (Foto: Humas Bank Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bank Aceh Syariah (BAS) resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Teuku Umar (UTU) dalam penguatan layanan digital di lingkungan akademik. Kesepakatan tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di ruang pertemuan Bank Aceh Syariah, Banda Aceh, pada Senin (25/5/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis BAS dalam memperluas layanan digital perbankan di sektor pendidikan, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di lingkungan kampus. Melalui integrasi sistem, kedua pihak berkomitmen menghadirkan kemudahan akses layanan keuangan dan administrasi bagi civitas akademika UTU.

Prosesi penandatanganan dihadiri langsung oleh Rektor UTU Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerja Sama Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., serta tim kerja sama dari UTU. Sementara dari pihak Bank Aceh Syariah, hadir Direktur Dana dan Jasa M. Hendra Supardi beserta jajaran manajemen dan tim teknis perbankan.

Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, M. Hendra Supardi, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen bank dalam mendukung digitalisasi layanan pendidikan di Aceh.

“Kerja sama ini bukan hanya seremoni, tetapi langkah nyata untuk mengintegrasikan layanan perbankan digital dengan sistem akademik di UTU. Kami akan memastikan proses integrasi berjalan efektif sehingga memberikan kemudahan transaksi bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika,” ujar M. Hendra Supardi.

Ia menjelaskan, Bank Aceh Syariah akan segera menurunkan tim teknis untuk melakukan integrasi sistem perbankan digital dengan sistem informasi akademik UTU. Dengan demikian, berbagai layanan seperti pembayaran SPP dan transaksi administrasi kampus dapat dilakukan secara lebih cepat, aman, dan efisien.

Menurutnya, kolaborasi ini juga menjadi bukti bahwa sektor perbankan dan pendidikan dapat saling bersinergi dalam mendorong efisiensi layanan publik sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari upaya transformasi kampus menuju sistem digital yang lebih terintegrasi.

“Era digital menuntut institusi pendidikan untuk bergerak cepat dan adaptif. Melalui kerja sama dengan Bank Aceh Syariah, kami ingin memastikan seluruh pelayanan akademik dapat diakses secara cepat, aman, dan tanpa hambatan birokrasi yang rumit,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa digitalisasi layanan ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan kertas di lingkungan kampus sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Pertemuan tersebut ditutup dengan pembahasan awal mengenai peta jalan (roadmap) implementasi integrasi sistem keuangan digital yang akan segera ditindaklanjuti oleh tim teknis dari kedua lembaga.

Kak Na Tegaskan TP Posyandu Aceh Dukung Penuh Target Vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap

0
Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Aceh, Marlina Muzakir, menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam meningkatkan capaian vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Aceh, Marlina Muzakir, menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam meningkatkan capaian vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Marlina Muzakir yang akrab disapa Kak Na usai mendampingi Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Jumat (22/5/2026).

“Posyandu bersama seluruh kadernya tentu akan terus mendukung upaya Kemenkes dalam mencapai target vaksinasi nasional serta IDL. Kita akan terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan IDL dalam membentuk lingkungan yang sehat dan masyarakat yang kuat dari paparan penyakit menular,” ujar perempuan yang juga merupakan istri Gubernur Aceh itu.

Kak Na mengakui bahwa capaian vaksinasi dan IDL di Aceh masih memerlukan perhatian serius. Saat ini, angka cakupan vaksinasi dan IDL di Aceh masih berada pada kisaran 34 persen.

“Data saat ini memang menuntut kita untuk bekerja lebih keras lagi, karena hingga saat ini vaksinasi dan IDL di Aceh masih berada di angka 34 persen. Namun dengan kolaborasi dan gerak bersama lintas sektor, Insya Allah kita mampu mencapai target 90 persen,” sambung Kak Na.

Dalam kunjungannya ke Aceh, Wamenkes Dante Saksono Harbuwono meninjau langsung implementasi enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu di Posyandu Sejahtera, Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh.

Setelah itu, Dante melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Lueng Bata untuk melihat pelaksanaan program imunisasi, Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta integrasi layanan antara Puskesmas dan Posyandu.

Menurut Dante, penerapan enam SPM membuat peran Posyandu kini semakin luas dan tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan. Posyandu juga berperan dalam bidang pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, hingga sosial.

“Kami ingin memastikan apakah integrasi antara Posyandu dengan Puskesmas sudah berjalan baik, karena integrasi yang baik tentu akan memberi imbas positif pada upaya kita mengejar target vaksinasi dan IDL,” ujar Dante.

“Kami bersama Ibu Ketua TP Posyandu Aceh tadi sempat berdialog dengan jajaran Puskesmas dan para nakes. Sejauh ini integrasinya sudah membuahkan hasil yang cukup baik. Ini merupakan kali kedua kunjungan saya ke Aceh. Dan, saya melihat terobosan-terobosan yang dilakukan untuk mencapai target vaksinasi dan IDL sudah bagus,” sambung Dante.

Wamenkes menjelaskan, masih rendahnya cakupan vaksinasi dan IDL di Aceh dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya adalah munculnya isu halal-haram vaksin, penolakan sebagian orang tua untuk memberikan izin imunisasi kepada anak, serta kekhawatiran terhadap demam yang sering muncul setelah imunisasi.

“Padahal demam anak pasca imunisasi adalah demam sehat, karena tubuhnya sedang bereaksi membentuk anti body, jadi ini tidak berbahaya. Nanti ibu Ketua TP Posyandu dan jajaran akan terus memasifkan sosialisasi vaksinasi dan IDL,” kata Dante.

Ia juga menegaskan bahwa persoalan halal-haram vaksin telah mendapatkan penjelasan melalui fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU).

“Sedangkan terkait isu halal-haram, saat ini, MPU telah mengeluarkan fatwa bahwa vaksinasi ini mubah atau boleh. Jadi, kami mengimbau kepada para orang tua agar jangan takut dengan demamnya anak pasca imunisasi, jangan takut dengan halal-haramnya vaksinasi karena MPU telah menerbitkan fatwa terkait ini,” imbau Dante.

Selain itu, Dante mengingatkan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan cakupan vaksinasi dan IDL di Aceh. Ia juga mengajak insan pers untuk turut berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi dan imunisasi dasar lengkap melalui berbagai platform media.

Menurutnya, keterlibatan media menjadi salah satu faktor penting dalam membangun pemahaman masyarakat serta mendorong peningkatan partisipasi orang tua dalam program vaksinasi dan imunisasi anak.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News