Beranda blog Halaman 7

Podcast Kito Episode 5 Angkat Transformasi Mustahik Jadi Muzakki

0
Podcast Kito Episode 5 Menghdirkan Tgk. Sairul Bahri, S.Pd.I, Sebagai Narasumber. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan kembali menghadirkan tayangan edukatif dan inspiratif melalui program unggulannya, Podcast Kito – Sahabat Zakat, yang tayang di kanal YouTube Podcast Kito (Sahabat Zakat), Selasa (7/4/2026) pukul 20.00 WIB.

Memasuki episode kelima, podcast ini mengangkat tema “Dari Mustahik Menuju Muzakki”, sebuah konsep dalam ajaran Islam yang menggambarkan perjalanan dari penerima zakat menjadi pemberi zakat. Tema ini tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga nilai kemanusiaan, kemandirian, dan keberkahan hidup.

Episode tersebut menghadirkan narasumber Tgk. Sairul Bahri, S.Pd.I, Ketua Dewan Pengawas Baitul Mal Aceh Selatan yang juga pimpinan Dayah Raudhatussunnah Al Waliyyah di Gampong Durian Kawan, Kecamatan Kluet Timur. Diskusi dipandu oleh Sepri Kurniadi, dosen Politeknik Aceh Selatan sekaligus pengurus MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan.

Dalam pengantarnya, host menyampaikan bahwa zakat bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan energi perubahan yang mampu mengangkat kehidupan seseorang.

“Dari tangan yang menerima, menjadi tangan yang memberi. Dari yang dibantu, menjadi yang membantu. Inilah perjalanan kemuliaan dalam zakat,” ungkapnya.

Tgk. Sairul Bahri menjelaskan bahwa konsep “Dari Mustahik Menuju Muzakki” merupakan tujuan ideal dalam sistem zakat Islam. Menurutnya, zakat tidak hanya bertujuan meringankan beban sementara, tetapi juga membangun kemandirian dan martabat penerima.

“Zakat itu bukan untuk membuat seseorang terus bergantung, tetapi untuk mengangkat derajatnya. Ketika seorang mustahik mampu bangkit dan akhirnya menjadi muzakki, di situlah zakat telah bekerja secara sempurna,” jelasnya.

Ia menambahkan, Baitul Mal memiliki peran strategis dalam mendorong transformasi tersebut melalui berbagai program pemberdayaan berkelanjutan, seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, hingga dukungan pendidikan.

Menurutnya, zakat produktif menjadi kunci dalam menciptakan perubahan jangka panjang, karena dapat menjadi modal usaha yang menggerakkan ekonomi keluarga bahkan komunitas.

“Zakat yang dikelola dengan baik akan melahirkan kekuatan ekonomi umat. Dari satu usaha kecil, bisa tumbuh harapan besar,” tambahnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar tidak hanya terletak pada aspek ekonomi, tetapi juga pola pikir dan mentalitas penerima zakat. Diperlukan semangat, usaha, dan keyakinan untuk keluar dari ketergantungan.

“Jangan pernah merasa cukup hanya sebagai penerima. Jadikan zakat sebagai pijakan untuk melangkah lebih tinggi. Bangkitlah, karena setiap usaha adalah jalan menuju perubahan,” pesannya.

Sebagai Ketua Dewan Pengawas, ia juga menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran dalam pengelolaan zakat. Kepercayaan masyarakat, katanya, menjadi fondasi utama dalam membangun sistem zakat yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam pesannya kepada para mustahik, ia menyampaikan:
“Jangan merasa kecil karena menerima zakat. Itu adalah hak yang Allah berikan. Tetapi niatkan dalam hati, suatu hari nanti kita akan menjadi orang yang memberi. Karena sebaik-baik tangan adalah tangan yang di atas.”

Sementara itu, kepada masyarakat Aceh Selatan, ia mengajak untuk menyalurkan zakat dan infak melalui Baitul Mal agar pengelolaannya lebih terarah dan memberikan dampak luas bagi kesejahteraan umat.

Menutup podcast, Sepri Kurniadi kembali menegaskan bahwa zakat bukan sekadar angka, tetapi harapan dan masa depan.

“Setiap rupiah zakat yang kita keluarkan bukan hanya membantu hari ini, tetapi menanam harapan untuk esok yang lebih baik. Zakat adalah jembatan perubahan, dari mustahik menuju muzakki,” tutupnya.

Melalui Podcast Kito – Sahabat Zakat, Baitul Mal Aceh Selatan berkomitmen menghadirkan edukasi publik yang terbuka, transparan, dan inspiratif, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama membangun kekuatan zakat demi terwujudnya Aceh Selatan yang lebih peduli, produktif, dan madani.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Beasiswa LPDP–IE University 2026 Dibuka, Kesempatan Kuliah S2 di Spanyol Bidang Teknologi dan Hukum

0
Beautiful place in Segovia, Spain. (Foto: Winalist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Program beasiswa kolaborasi antara Lembaga Pengelola Dana Pendidikan dan IE University resmi dibuka mulai 7 April 2026. Skema ini menawarkan kesempatan studi jenjang magister (S2) di Spanyol dengan fokus pada bidang teknologi, data, dan hukum internasional.

Program co-funding ini memberikan durasi studi maksimal 12 bulan dan ditujukan untuk memperkuat talenta Indonesia di sektor strategis yang berdampak pada pembangunan nasional. IE University sendiri merupakan salah satu kampus bergengsi yang masuk peringkat 500 dunia versi QS WUR, dengan lebih dari 80 persen mahasiswanya berasal dari berbagai negara.

Sejumlah bidang studi yang ditawarkan antara lain Business Analytics and Data Science, Computer Science and Digital Innovation, Artificial Intelligence, hingga International Legal Studies. Fokus ini menunjukkan arah kebijakan LPDP yang semakin menitikberatkan pada penguatan talenta digital dan kapasitas hukum global Indonesia.

Beasiswa ini terbuka luas bagi masyarakat Indonesia dengan skema pendanaan penuh. Fasilitas yang diberikan mencakup biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, hingga dukungan akademik seperti dana penelitian tesis dan publikasi jurnal internasional.

Adapun persyaratan umum meliputi batas usia maksimal 35 tahun untuk masyarakat umum, 37 tahun bagi PNS, 42 tahun untuk PNS dengan jabatan fungsional tertentu, serta 40 tahun bagi TNI/Polri. Pelamar juga diwajibkan memiliki IPK minimal 3,00 dari skala 4,00 serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal IELTS 7,0, TOEFL iBT 100, atau Duolingo English Test 130.

Pendaftaran dilakukan secara paralel melalui portal LPDP dan portal resmi IE University. Dalam skema ini, tidak terdapat seleksi bakat skolastik. Peserta hanya akan melalui seleksi administrasi dan seleksi substansi, dengan salah satu syarat utama berupa Letter of Acceptance (LoA) dari pihak universitas.

Program studi yang tersedia terbagi dalam dua fakultas. Pada School of Science and Technology tersedia program Master in Business Analytics and Data Science, Master in Computer Science and Business Technology, Master in Computer Science and Digital Innovation, serta Master in Financial Technology. Sementara pada School of Law tersedia program LLM in International Legal Studies dan Master of Laws (LLM).

Pendaftaran dibuka mulai 7 hingga 30 April 2026. Seleksi administrasi berlangsung pada 4–12 Mei 2026, dengan pengumuman pada 13 Mei. Tahapan seleksi substansi dijadwalkan pada 2–11 Juni 2026, dan pengumuman akhir pada 12 Juni 2026. Perkuliahan dijadwalkan paling cepat dimulai pada September 2026.

Program ini menjadi peluang bagi generasi muda Indonesia untuk melanjutkan studi di luar negeri sekaligus memperkuat kompetensi di bidang strategis global. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Harmonisasi Perbup Rampung, Gaji Keuchik di Aceh Besar Segera Kembali Normal

0
Ilustrasi gaji. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JANTHO — Kabar baik bagi para keuchik di Kabupaten Aceh Besar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar memastikan proses harmonisasi Peraturan Bupati (Perbup) terkait penghasilan tetap aparatur gampong telah selesai dan kini memasuki tahap akhir sebelum diterapkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Jakfar SP, MSi, menyampaikan bahwa rampungnya harmonisasi regulasi tersebut menjadi langkah penting untuk menormalkan kembali pembayaran gaji keuchik yang sebelumnya mengalami penyesuaian.

“Harmonisasi Perbup sudah selesai dilakukan bersama pihak terkait. Saat ini kita masuk tahap akhir sebelum diberlakukan. InsyaAllah dalam waktu dekat gaji keuchik akan kembali normal sesuai ketentuan,” ujar Jakfar di Kota Jantho, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, harmonisasi dilakukan untuk memastikan regulasi yang diterbitkan selaras dengan aturan di tingkat pusat, khususnya terkait penghasilan tetap aparatur desa sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, penyesuaian ini penting guna menghindari kekeliruan dalam penganggaran maupun penyaluran dana kepada aparatur gampong. Dengan selesainya proses tersebut, diharapkan tidak ada lagi kendala teknis dalam pembayaran hak para keuchik.

“Prinsipnya kita ingin memastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil tidak bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi, sehingga pelaksanaannya di lapangan juga berjalan lancar,” tambahnya.

Sebelumnya, persoalan gaji keuchik sempat menjadi perhatian di sejumlah gampong di Aceh Besar, menyusul adanya penyesuaian regulasi yang berdampak pada mekanisme pencairan penghasilan tetap aparatur desa.

Dengan rampungnya harmonisasi Perbup ini, Pemkab Aceh Besar berharap stabilitas pemerintahan gampong semakin terjaga serta pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Jakfar juga mengimbau para keuchik untuk tetap menjalankan tugas dan fungsi pemerintahan gampong secara maksimal sambil menunggu implementasi penuh kebijakan tersebut.

“Kita harapkan semua pihak tetap bersabar dan terus bekerja melayani masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan ini secepatnya,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kepala DPMG Aceh Soroti Peran Gampong dalam Rakor Pembentukan Desa Rekonsiliasi Perdamaian

0
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Gampong Rekonsiliasi Perdamaian (REDAM) Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah KemenHAM Aceh, Selasa (7/4/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh, Dr. H. Iskandar, AP, S.Sos, M.Si, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembentukan Gampong Rekonsiliasi Perdamaian (REDAM) Tahun 2026 yang digelar Kantor Wilayah KemenHAM Aceh, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat penyelesaian konflik sosial di tingkat desa sekaligus mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Iskandar menegaskan bahwa gampong memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas sosial serta menanamkan nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat.

“Gampong memiliki kearifan lokal yang sangat kuat dalam menyelesaikan konflik. Melalui program ini, kita menharapkan dapat menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut agar masyarakat mampu menjadi agen perdamaian di lingkungannya masing-masing,” ujar Iskandar.

Ia menjelaskan, pembentukan gampong rekonsiliasi tidak sekadar program administratif, melainkan langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.

Selain itu, Iskandar menekankan pentingnya koordinasi dan sinergi lintas pihak dalam menyukseskan program tersebut, mulai dari pemerintah gampong, tokoh masyarakat, lembaga keagamaan, lembaga adat, aparat keamanan, hingga pemerintah kabupaten/kota dan provinsi.

“Koordinasi dan sinergi sangat lah penting dalam sebuah program,tidak akan bisa berjalan sendiri sendiri kita dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terkhusus dalam hal sosial masyarakat” pungkas Iskandar.

Rakor tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk aparatur gampong, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga terkait. Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas sejumlah tantangan implementasi program, seperti penguatan kapasitas aparatur gampong dan pentingnya dukungan lintas sektor.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk mendukung pembentukan gampong rekonsiliasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan berbasis perdamaian di tingkat lokal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Sabang Raih Predikat Informatif, Duduki Peringkat Tiga Keterbukaan Informasi di Aceh

0
Kadis Kominfotik Sabang Agus Halim, mewakili pemerintah Kota Sabang menerima predikat “Informatif” dalam Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025. (Foto: RRI)

NUKILAN.ID | SABANG – Pemerintah Kota Sabang meraih predikat “Informatif” dalam Keterbukaan Informasi Publik tahun 2025 yang diberikan oleh Komisi Informasi Aceh. Capaian ini menjadi bukti komitmen Pemko Sabang dalam mewujudkan transparansi informasi kepada masyarakat.

Dalam penilaian tersebut, Kota Sabang berhasil menempati peringkat ketiga pada kategori pemerintah kabupaten/kota se-Aceh dengan nilai 97,6. Hasil ini mencerminkan kinerja yang optimal dalam pelayanan informasi publik yang akuntabel.

Penghargaan diserahkan oleh Komisioner Bidang Edukasi, Sosialisasi, dan Advokasi Komisi Informasi Aceh, M. Nasir, bersama Wakil Ketua KIA Sabri. Penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kota Sabang, Agus Halim, di Kantor Komisi Informasi Aceh.

Penilaian dilakukan oleh Komisi Informasi Aceh terhadap badan publik tingkat kabupaten/kota, dengan fokus pada kemampuan mewujudkan transparansi serta pelayanan informasi yang cepat dan tepat.

Wali Kota Sabang, Zulkifli H. Adam, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan dukungan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Komisi Informasi Aceh atas pembinaan yang diberikan. Komitmen ini akan terus kami perkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif. Capaian ini bukanlah tujuan akhir. Hal ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik khususnya keterbukaan informasi,” ujar Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam, Selasa 7 April 2026.

Sementara itu, Kadis Kominfotik Sabang, Agus Halim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan komitmen untuk terus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Pemerintah Kota Sabang terus melakukan berbagai inovasi dalam keterbukaan informasi. Langkah ini meliputi penguatan PPID, optimalisasi website resmi, serta pemanfaatan media digital,” kata Agus Halim.

Predikat informatif ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi seluruh badan publik di Sabang untuk terus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Satgas PRR: Pemulihan Pascabencana di Aceh Tunjukkan Kemajuan Signifikan

0
Kegiatan media gathering bertajuk Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam di Provinsi Aceh yang digelar di The Pade Hotel. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Satuan Tugas Percepatan Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (PRR) pascabencana di Provinsi Aceh mencatat progres signifikan dalam pemulihan di berbagai sektor.

Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal Z.A, menyampaikan hingga 6 April 2026, pembersihan lumpur telah mencapai 92 persen dari total 519 titik terdampak.

“Dari total 519 sasaran pembersihan lumpur, sebanyak 480 titik sudah selesai atau sekitar 92 persen, sementara 39 titik lainnya masih dalam proses penyelesaian,” ujar Safrizal dalam kegiatan media gathering bertajuk Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam di Provinsi Aceh yang digelar di The Pade Hotel, Selasa (7/4).

Selain itu, perbaikan akses konektivitas darat juga menunjukkan perkembangan pesat. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Posko Satgas PRR per 6 April 2026, seluruh jalan nasional dan jembatan nasional di Aceh telah rampung diperbaiki atau mencapai 100 persen.

Sementara itu, perbaikan jalan daerah telah mencapai 92 persen, sedangkan jembatan daerah masih dalam proses dengan capaian 54 persen.

Dalam percepatan pemulihan infrastruktur, TNI dan Polri turut dilibatkan dalam pembangunan jembatan darurat. Hingga kini, TNI telah menyelesaikan 97 unit jembatan yang terdiri dari 39 jembatan Bailey, 44 jembatan Aramco, dan 14 jembatan perintis.

“Sebanyak 39 unit merupakan jembatan Bailey, 44 unit jembatan Aramco, dan 14 unit jembatan perintis,” jelasnya.

Sementara itu, Polri telah membangun 22 unit jembatan darurat, dengan 21 unit atau sekitar 95 persen telah selesai. Satu unit jembatan di Desa Samarena, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah masih dalam proses dengan progres sekitar 60 persen.

Di sektor kesehatan, seluruh fasilitas kesehatan yang terdampak kini telah kembali beroperasi. Dari 23 rumah sakit daerah, seluruhnya telah berfungsi normal. Begitu juga dengan 309 puskesmas yang sudah kembali beroperasi.

Adapun dari 860 puskesmas pembantu yang terdampak, sebanyak 848 unit atau 99,60 persen telah beroperasi, sementara 12 unit lainnya masih dalam proses pemulihan.

Pemulihan sektor pendidikan juga menunjukkan hasil positif. Sebanyak 3.120 satuan pendidikan terdampak telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar atau mencapai 100 persen.

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui berbagai skema, yakni 3.046 sekolah menggunakan gedung asal, 34 sekolah menggunakan kelas darurat, 36 sekolah menggunakan tenda, dan 4 sekolah menumpang di fasilitas lain.

Di sisi lain, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak telah mencapai 91,08 persen. Meski demikian, masih terdapat kendala teknis di lapangan, salah satunya terkait penyediaan listrik di sejumlah lokasi.

“Misalnya di Desa Keude Bungkah, Aceh Utara, sebelumnya ada 46 unit huntara yang belum terpasang listrik. Saat ini sudah 23 unit terpasang, dan kami berharap sisanya dapat segera diselesaikan,” ujarnya.

Safrizal juga menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengusulkan tambahan pembangunan 97 unit huntara. Usulan ini muncul karena sebagian warga sebelumnya mengungsi ke luar daerah dan baru kembali setelah kondisi membaik.

“Kami akan cek lokasi yang diusulkan agar tidak berada di wilayah rawan banjir atau longsor. Setelah data diverifikasi, pembangunan huntara dapat dilakukan dalam waktu sekitar tiga hingga empat minggu,” katanya.

Selain pembangunan huntara, pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat yang memilih tinggal sementara di tempat lain. Bantuan tersebut sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan pertama dan dapat diperpanjang hingga hunian tetap selesai dibangun.

Untuk pembangunan hunian tetap (huntap), hingga kini telah terealisasi sebanyak 104 unit dari total rencana 26.418 unit di Aceh.

Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan sosial dan ekonomi dengan total nilai mencapai Rp355,9 miliar, yang mencakup bantuan jaminan hidup (jadup), isi hunian, serta stimulasi ekonomi.

Sementara itu, progres pembersihan dan pemanfaatan kayu sisa bencana telah mencapai 70 persen. Pemulihan sarana rumah ibadah juga menunjukkan perkembangan positif, dengan 906 dari total 918 rumah ibadah terdampak telah kembali beroperasi atau sekitar 98,69 persen.

Sebanyak 12 masjid dan mushalla masih dalam proses pemulihan, yang tersebar di Kabupaten Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi hingga seluruh masyarakat terdampak dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Mahasiswi Myanmar Ceritakan Pengalaman Positif Kuliah di USK dan Hangatnya Budaya Aceh

0
usk
Mahasiswi USK asal Myanmar, Htet Htet Hlaing. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mahasiswi asal Myanmar, Htet Htet Hlaing (23), membagikan pengalamannya selama menempuh pendidikan di Program Kelas Internasional Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK). Ia mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang positif sekaligus merasakan kehangatan budaya masyarakat Aceh selama tinggal di Banda Aceh.

Htet menjelaskan, sistem perkuliahan di kelas internasional yang sebagian besar menggunakan bahasa Inggris sangat membantunya dalam memahami materi serta berpartisipasi aktif di kelas. Meski sempat menghadapi kendala bahasa ketika beberapa mata kuliah disampaikan dalam Bahasa Indonesia, ia mengaku mampu beradaptasi seiring waktu.

“Seiring waktu, saya mulai terbiasa dan merasa lebih nyaman mengikuti perkuliahan di sini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sikap para dosen di USK yang dinilai ramah, terbuka, dan mendukung mahasiswa. Menurutnya, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga aktif mendorong mahasiswa untuk berdiskusi serta tidak ragu meminta bantuan saat menghadapi kesulitan.

“Saya merasa sangat terbantu karena para dosen selalu bersedia memberikan bimbingan dan membantu saya memahami materi,” tambahnya.

Di luar aktivitas akademik, Htet menilai kehidupan kampus di USK sangat dinamis dan memberi banyak ruang bagi mahasiswa untuk berkembang. Berbagai kegiatan yang tersedia memungkinkan mahasiswa memperluas wawasan sekaligus membangun relasi. Ia pun mengaku telah menjalin banyak pertemanan, baik dengan mahasiswa dari fakultas yang sama maupun lintas jurusan.

Pengalaman tinggal di Banda Aceh juga menjadi bagian penting dalam perjalanan studinya. Ia melihat masyarakat Aceh memiliki kebanggaan kuat terhadap budaya dan bahasa, yang tercermin dalam interaksi sehari-hari.

“Bahkan dalam percakapan sederhana, seperti saat menggunakan transportasi online, saya sering diajarkan beberapa kata dalam bahasa Aceh. Hal itu terasa sangat hangat dan menyenangkan,” ungkapnya.

Menurut Htet, rasa ingin tahu masyarakat terhadap dirinya sebagai mahasiswa asing justru membuka ruang dialog yang positif. Ia kerap mendapat pertanyaan terkait alasan memilih Banda Aceh sebagai tempat studi, terutama karena kota ini dikenal dengan nilai-nilai Islam yang kuat.

Namun, ia memandang hal tersebut sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memahami perbedaan budaya.

“Percakapan seperti ini membuat saya lebih memahami identitas dan tradisi masyarakat Aceh, sekaligus belajar menghargai perbedaan,” katanya.

Selain itu, keindahan alam Banda Aceh turut memberikan kesan mendalam baginya. Pemandangan pantai saat matahari terbenam hingga lanskap pegunungan di sekitarnya menjadi sumber ketenangan di tengah kesibukan akademik.

“Banda Aceh adalah tempat yang membuat saya merasa dekat dengan alam dan menemukan ketenangan,” ujarnya.

Pengalaman Htet Htet Hlaing ini mencerminkan bahwa Universitas Syiah Kuala tidak hanya menawarkan kualitas pendidikan yang baik, tetapi juga lingkungan yang inklusif dan kaya akan nilai budaya, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi mahasiswa internasional. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kejati Aceh Geledah Kantor PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue Terkait Dugaan Korupsi

0
Kejati Aceh Geledah Kantor PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue Terkait Dugaan Korupsi. (Foto: Humas Kejati Aceh)

NUKILAN.ID | SINABANG – Tim jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menggeledah Kantor PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue dalam rangka penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pengolahan dan perdagangan ikan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, mengatakan penggeledahan tersebut dilakukan di kantor perusahaan yang berada di Desa Lugu, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, Selasa (7/4) sekitar pukul 16.00 WIB hingga selesai.

“Penggeledahan dilakukan di Kantor PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue di Desa Lugu, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Penggeledahan berlangsung Selasa (7/4/2026) sekira pukul 16.00 WIB hingga selesai,” katanya.

Dalam penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita dua kotak dokumen yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Dokumen yang diamankan mencakup kegiatan pengolahan dan perdagangan ikan periode 2022 hingga 2025.

Ali Rasab Lubis menjelaskan, penggeledahan dilakukan berdasarkan surat perintah Kepala Kejati Aceh serta penetapan dari Ketua Pengadilan Negeri Sinabang.

Tim jaksa juga memeriksa sejumlah ruangan, termasuk ruang kepala dan staf PT Perikanan Indonesia Unit Simeulue, guna mendalami dugaan penyimpangan dalam aktivitas perusahaan.

Selain dokumen, penyidik turut mengamankan perangkat elektronik berupa laptop sebagai bagian dari upaya pengumpulan bukti. Langkah ini juga dilakukan untuk menelusuri jejak digital serta mencegah kemungkinan hilangnya barang bukti.

“Terhadap dokumen dan peralatan elektronik yang disita tersebut, dipergunakan sebagai barang bukti dalam rangka pembuktian pada tahap penyidikan, penuntutan, maupun untuk pemeriksaan di persidangan,” kata Ali Rasab Lubis.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari upaya penyidik dalam mengungkap dugaan korupsi sekaligus menyelamatkan aset yang berpotensi dimusnahkan atau dipindahkan oleh pihak tertentu.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Dua Pelaku Zina di Laundry Banda Aceh Jalani Hukuman 100 Kali Cambuk

0
Pelaksanaan eksekusi cambuk di Taman Bustanussalatin, Banda Aceh, pada Selasa 7 Maret 2026. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dua orang yang terbukti melakukan jarimah zina menjalani hukuman cambuk masing-masing 100 kali di Banda Aceh, Selasa (7/4/2026). Keduanya sebelumnya diamankan aparat setelah adanya laporan warga terkait aktivitas mencurigakan di sebuah usaha laundry di kawasan Kampung Baru.

Eksekusi uqubat cambuk tersebut dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Banda Aceh bersama sejumlah terpidana lain dari perkara berbeda, berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh yang telah berkekuatan hukum tetap.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Rajeskana, menyebutkan bahwa kedua terpidana yang diinisialkan WA dan IR dinyatakan bersalah melanggar ketentuan dalam Qanun Aceh tentang Hukum Jinayat.

“Kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Saat dilakukan penindakan, petugas menemukan keduanya berada di dalam satu ruangan tertutup yang kemudian mengarah pada proses hukum,” ujarnya kepada awak media, termasuk Nukilan.

Setelah melalui persidangan, majelis hakim menjatuhkan uqubat hudud berupa 100 kali cambukan kepada masing-masing terpidana tanpa adanya pengurangan hukuman.

Selain kasus tersebut, pada hari yang sama aparat juga mengeksekusi hukuman terhadap pelanggaran lain. Dua orang terpidana dalam perkara ikhtilath masing-masing menerima hukuman cambuk yang telah disesuaikan dengan masa penahanan yang dijalani, yakni menjadi 29 dan 27 kali.

Sementara itu, seorang terpidana lain dalam perkara maisir atau perjudian menjalani hukuman sembilan kali cambukan.

Rajeskana menegaskan, seluruh pelaksanaan hukuman dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku dan bersifat terbuka untuk umum.

“Pelaksanaan ini tidak hanya sebagai bentuk penegakan hukum, tetapi juga diharapkan memberi efek jera serta menjadi peringatan bagi masyarakat,” katanya.

Reporter: Rezi

Tokoh Aceh Teungku Nyak Sandang Wafat, Sosok Penting di Balik Pesawat Seulawah RI-001

0
Teungku Nyak Sandang saat dianugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia berupa Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo (Foto: Biro Pers Kepresidenan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kabar duka datang dari Aceh. Tokoh berjasa bagi bangsa, Teungku Nyak Sandang, wafat di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 12.20 WIB.

Ucapan duka cita disampaikan oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melalui akun Instagram pribadinya.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi dan Pemerintah Aceh, disampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum. Kepergian Teungku Nyak Sandang menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi masyarakat Aceh, tetapi juga bagi bangsa Indonesia,” tulis Muzakir Manaf dikutip Nukilan.id.

Semasa hidupnya, Teungku Nyak Sandang dikenal sebagai sosok yang memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan Indonesia. Salah satu jasa terbesarnya adalah keterlibatannya dalam pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001, yang menjadi simbol penting dalam upaya mempertahankan kemerdekaan.

Muzakir Manaf juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.

“Doa pun dipanjatkan agar Allah SWT menerima segala amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilafnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” tuturnya.

Ia turut berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Kepergian Teungku Nyak Sandang akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” tutupnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News