Beranda blog Halaman 7

Wagub Aceh Jajaki Kerja Sama Lingkungan, Energi, dan Pariwisata dengan UEA

0
Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, beserta rombongan bersilaturahmi dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, di Kedutaan Besar Uni Emirat Arab, Jakarta, Senin, (25/5/2026). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan silaturahmi sekaligus pertemuan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, di Kedutaan Besar UEA, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Pertemuan tersebut membahas penjajakan kerja sama antara Pemerintah Aceh dan UEA di berbagai sektor strategis, terutama bidang lingkungan hidup dan energi.

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah menegaskan pentingnya kolaborasi internasional guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh. Salah satu fokus yang dibahas adalah upaya menjaga kelestarian kawasan hutan dan ekosistem Taman Nasional Gunung Leuser yang dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia.

Selain isu pelestarian lingkungan, kedua pihak juga membicarakan peluang kerja sama di sektor energi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah Aceh berharap kemitraan dengan UEA dapat membuka peluang investasi sekaligus menghadirkan berbagai program pembangunan yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tak hanya itu, Fadhlullah turut menjajaki kemungkinan kerja sama dalam pengembangan sektor pariwisata, khususnya di kawasan Sabang yang dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan. Pengembangan wisata bahari, ekowisata, hingga pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata menjadi bagian dari agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Menurut Fadhlullah, Aceh memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam, energi terbarukan, dan pariwisata yang dapat dikembangkan melalui sinergi dengan mitra internasional. Pemerintah Aceh berharap hubungan kerja sama dengan UEA dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Aceh di tingkat global. []

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

DPRA Tanya Kapan RUU Aceh Jadi UU, Baleg DPR Targetkan Juli Selesai

0
DPR Aceh dalam rapat RUU Aceh di Baleg DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: Dwi Rahmawati/detikcom)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Iman Sukri, mengatakan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh ditargetkan rampung pada Juli 2026. Hal itu disampaikannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR Aceh (DPRA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua II DPRA, Ali Basrah, meminta kepastian mengenai jadwal pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemerintahan Aceh menjadi undang-undang. Menurutnya, kepastian tersebut penting agar pemerintah dan DPRA dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat Aceh.

“Ini kami ingin mendapatkan informasi, Pak. Kira-kira kapan draf ini bisa menjadi undang-undang? Ini mohon bantuan, mohon dukungan, mungkin penjelasannya juga, Pak. Sehingga kami, Pak gubernur nanti, ya bisa menjelaskan ini ya kepada rakyat dan masyarakat Aceh ketika kembali ke Aceh,” kata Ali Basrah.

Menanggapi hal itu, Ahmad Iman Sukri menjelaskan bahwa Baleg DPR akan segera membentuk panitia kerja (panja) untuk membahas RUU Pemerintahan Aceh. Berbagai usulan dari DPRA akan diselaraskan dengan draf yang dibahas dalam panja sebelum diambil keputusan di tingkat Baleg.

“Kalau prosesnya di Baleg, setelah RDPU ini kita langsung panja, Pak. Masukan usulan yang dari teman-teman DPRA, kita sesuaikan dengan draf panja. Besok siang rencananya kita pleno pengambilan keputusan di tingkat Baleg,” ungkap Iman Sukri.

“Habis itu menunggu Bamus (Badan Musyawarah) pimpinan DPR itu mengagendakan rapat paripurna tahap satu. Setelah itu kita nunggu apa, DIM, Surpres dan DIM dari pemerintah langsung kita bahas,” sambungnya.

Iman Sukri memperkirakan pembahasan RUU tersebut dapat diselesaikan sebelum Agustus 2026. Menurutnya, penyelesaian pada Juli menjadi penting agar regulasi tersebut dapat langsung diterapkan dalam perencanaan dan pelaksanaan program tahun anggaran 2027.

“Ini perkiraan saya sih, perkiraan ya, ini kan harus selesai kurang lebih di bulan Juli, ya? Ya kan? Karena Agustus sudah mulai penganggaran untuk 2027. Agar undang-undang ini bisa langsung berlaku dan bisa dilaksanakan di 2027,” kata Iman Sukri.

“Tinggal paripurna tahap pertama kita serahin kita nunggu surat, Surpres dari Presiden, DIM, kita bahas lagi sehari dua hari jadi. Insyaallah saya yakin Juli selesai semua ini,” tambahnya.

Salah satu poin yang menjadi pembahasan dalam revisi UU Pemerintahan Aceh adalah penghapusan Pasal 256 dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. DPRA menyatakan persetujuannya terhadap rencana penghapusan pasal tersebut.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ahmad Doli Usul Dana Otsus Aceh Diatur Lebih Tegas hingga Tingkat Kabupaten/Kota

0
Wakil Ketua Baleg DPR RI, Ahmad Doli Kurnia. (Foto: Golkar)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Distribusi dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh hingga ke tingkat kabupaten dan kota menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Pengaturan yang lebih tegas dinilai penting untuk memastikan pemerataan pembangunan serta efektivitas pemanfaatan dana Otsus di seluruh wilayah Aceh.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, mengungkapkan bahwa usulan tersebut muncul dari berbagai aspirasi yang diterimanya saat melakukan kunjungan kerja ke Aceh. Menurutnya, pengaturan pembagian dana Otsus tidak cukup hanya berdasarkan sektor pembangunan, tetapi juga perlu memperjelas porsi alokasi bagi pemerintah kabupaten dan kota.

“Waktu itu saya mengusulkan agar pembiayaan dari dana Otsus ini bukan hanya dibagi per sektor, tetapi juga ditegaskan dalam undang-undang pembagiannya sampai ke kabupaten dan kota,” kata Doli dalam Rapat Panja Baleg DPR RI yang membahas revisi UU Pemerintahan Aceh di Ruang Rapat Baleg, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah pihak di Aceh beranggapan bahwa dana Otsus merupakan dana untuk Pemerintah Aceh secara keseluruhan sehingga mekanisme distribusinya cukup diatur melalui qanun dan badan koordinasi. Namun, Doli menilai pengaturan yang dimuat langsung dalam undang-undang akan memberikan kepastian hukum yang lebih kuat.

“Saya sebetulnya kalau ditanya lebih bagus juga dalam undang-undang ini. Apa yang diatur di qanun itu dinaikkan ke undang-undang tentang pengaturan sampai ke kabupaten dan kota,” ujarnya.

Menurut legislator Fraksi Partai Golkar tersebut, kejelasan pengaturan alokasi dana Otsus sangat penting agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh daerah Aceh. Selain itu, aturan yang lebih tegas juga dinilai mampu meminimalkan potensi tumpang tindih kebijakan serta memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran.

Meski demikian, Doli menyatakan tidak mempermasalahkan apabila mekanisme pembagian dana tersebut tetap dijalankan melalui badan koordinasi yang dibentuk berdasarkan amanat undang-undang. Baginya, yang terpenting adalah adanya sistem yang dapat memastikan pemanfaatan dana Otsus berjalan efektif dan berada dalam pengawasan yang baik.

Dalam pandangannya, badan tersebut dapat berfungsi sebagai forum koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun perencanaan dan pengawasan penggunaan dana Otsus.

Doli juga menegaskan bahwa pelaksanaan program pembangunan tetap dilakukan oleh perangkat daerah terkait. Karena itu, keberadaan badan koordinasi tidak akan mengambil alih fungsi dinas-dinas yang sudah ada, melainkan menjadi instrumen untuk menyatukan arah kebijakan dan memastikan tidak terjadi tumpang tindih program.

“Yang melaksanakan tetap dinas-dinas itu. Badan ini menjadi tempat bertemunya perencanaan dan pengawasan agar tidak overlapping,” jelas Politisi asal Dapil Sumatra Utara III itu.

Melalui revisi UU Pemerintahan Aceh, DPR RI berharap tata kelola dana Otsus dapat semakin transparan, terukur, dan mampu mendorong percepatan pembangunan yang berkeadilan di seluruh wilayah Aceh, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Nukilan Cares Kembali Salurkan Paket Sembako kepada Warga Jelang Idul Adha 1447 Hijriah

0
Nukilan Cares
Pada Senin, 25 Mei 2026, bertepatan dengan 8 Zulhijjah 1447 Hijriah, manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program Nukilan Cares kembali menebar kebaikan dengan membagikan 6 paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program sosial Nukilan Cares kembali menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan perusahaan pada Senin (25/5/2026), bertepatan dengan 8 Zuhijjah 1447 Hijriah.

Kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari program rutin perusahaan yang telah berjalan sejak tahun 2024 sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat. Bantuan disalurkan secara langsung kepada warga yang membutuhkan dengan harapan dapat membantu meringankan kebutuhan menjelang perayaan Idul Adha.

Nandasari dari pihak manajemen mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan perusahaan, tetapi juga merupakan wujud komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Idul Adha merupakan momen untuk kita memperteguh iman, meningkatkan ketakwaan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui program ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujarnya kepada pihak redaksi.

Menurutnya, semangat berbagi yang diusung melalui program Nukilan Cares diharapkan dapat memperkuat solidaritas sosial dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang menerima bantuan.

Nukilan Cares
Pada Senin, 25 Mei 2026, bertepatan dengan 8 Zulhijjah 1447 Hijriah, manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program Nukilan Cares kembali menebar kebaikan dengan membagikan 6 paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. (Foto: Nukilan)

Warga penerima manfaat menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka mengaku bantuan paket sembako yang diberikan sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok dalam beberapa waktu terakhir.

Program Nukilan Cares sendiri merupakan gerakan sosial berkelanjutan yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan serta pemberdayaan masyarakat. Melalui berbagai program sosial yang dijalankan, perusahaan berupaya untuk terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Ke depan, PT Nukilan Jaya Mandiri berkomitmen untuk memperluas cakupan kegiatan sosial agar manfaat yang diberikan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat di berbagai kalangan. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Panglima Laot: Nelayan Dilarang Melaut Tiga Hari Saat Iduladha Sesuai Hukum Adat Aceh

0
Ilustrasi nelayan melaut. (Foto: Pexels.com)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Nelayan di Aceh tidak diperbolehkan melaut selama tiga hari berturut-turut pada perayaan Hari Raya Iduladha sesuai ketentuan hukum adat laut yang berlaku di Aceh. Larangan melaut dimulai sejak hari pertama hingga hari ketiga Iduladha dan menjadi bagian dari tradisi yang telah dijalankan turun-temurun.

Panglima Laot Aceh, Miftah Cut Adek, mengatakan ketentuan itu termasuk dalam aturan hari pantang melaut yang wajib dipatuhi nelayan.

“Nelayan tidak melaut pada Hari Raya Iduladha itu sudah hukum adatnya. Dari hari raya pertama hingga ketiga, selama tiga hari berturut-turut itu tidak boleh melaut, hari pantang melaut. Kalau meugang tidak masalah,” ujar Miftah saat dikonfirmasi Nukilan, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, aktivitas melaut diperkirakan kembali normal pada hari keempat setelah Iduladha.

“Hari raya keempat, insyaallah hari Sabtu sudah bisa melaut lagi,” ujarnya.

Miftah menjelaskan, aturan pantang melaut tidak hanya berlaku pada Iduladha, tetapi juga pada sejumlah momentum lain yang telah ditetapkan dalam hukum adat laut Aceh. Hari pantang melaut tersebut mencakup Hari Raya Idulfitri selama tiga hari berturut-turut, hari Jumat, serta kenduri laut yang juga berlangsung selama tiga hari.

Selain itu, nelayan juga dilarang melaut pada 17 Agustus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan setiap 26 Desember saat peringatan gempa bumi dan tsunami Aceh.

“Ada enam item yang disebut sebagai hari pantang laut. Pada tanggal-tanggal tersebut tidak boleh melaut,” katanya.

Ketentuan hari pantang melaut diterapkan sebagai bagian dari kearifan lokal dan hukum adat Panglima Laot yang mengatur aktivitas masyarakat nelayan di Aceh. Aturan tersebut hingga kini masih dijalankan di berbagai wilayah pesisir. []

Reporter: Sammy

Tim Enjoyneering USK Raih Silver Medalist Nasional di SINEC 2026 Lewat Inovasi V-COOL Ramah Lingkungan

0
Tim Enjoyneering USK Raih Silver Medalist Nasional di SINEC 2026 Lewat Inovasi V-COOL Ramah Lingkungan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim “Enjoyneering” berhasil meraih predikat Silver Medalist pada Chamber G kategori Digital Society, Policy and Future Innovation dalam ajang 2nd Sustainable Innovation National Essay Competition (SINEC) 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Yogyakarta.

Pengumuman pemenang disampaikan pada Minggu, 17 Mei 2026, setelah seluruh finalis menjalani presentasi daring sehari sebelumnya. Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan gagasan inovatif dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan masa depan.

Tim Enjoyneering beranggotakan Risky Ramadhan, Muhammad Fatah Akbar, dan Kiki Septia Putri dari Program Studi Teknik Pertambangan USK. Mereka berkolaborasi dengan Abdullah Asy Syifawi dari Program Studi Informatika FMIPA USK untuk mengusung karya ilmiah berjudul “V-COOL: Vapor Cooling Loop for Emission Optimization — Sistem Recovery Uap BBM Berbasis Kondensasi Pasif Tanpa Energi Listrik.”

Melalui karya tersebut, tim menawarkan inovasi teknologi ramah lingkungan berupa sistem pemulihan uap bahan bakar minyak (BBM) yang memanfaatkan metode kondensasi pasif tanpa membutuhkan energi listrik tambahan. Inovasi ini dirancang untuk mengurangi emisi hidrokarbon akibat penguapan BBM yang selama ini menjadi salah satu sumber pencemaran udara sekaligus penyebab kehilangan energi pada sektor industri dan transportasi.

Konsep V-COOL bekerja dengan memanfaatkan prinsip pendinginan alami dan sirkulasi uap dalam sistem loop tertutup. Dengan mekanisme tersebut, uap BBM dapat dikondensasikan kembali menjadi cairan tanpa konsumsi daya listrik. Selain berpotensi menekan emisi, teknologi ini juga dinilai ekonomis dan memiliki peluang besar untuk diterapkan pada berbagai fasilitas penyimpanan maupun distribusi bahan bakar.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Pertambangan USK tidak hanya berkutat pada aspek eksplorasi dan produksi tambang, tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif yang mendukung keberlanjutan lingkungan serta pengembangan teknologi masa depan.

Dosen pembimbing tim, Febi Mutia, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat kolaboratif para mahasiswa dalam mengembangkan inovasi tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari proses diskusi, riset, dan penguatan gagasan yang dilakukan secara konsisten oleh tim.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kemampuan untuk menjawab tantangan nyata melalui pendekatan multidisiplin. Mereka tidak hanya berpikir tentang teknologi, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan, efisiensi energi, dan dampak lingkungan. Saya berharap capaian ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani berkompetisi di tingkat nasional,” ujar Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas program studi menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan inovasi berbasis teknologi saat ini. Sinergi antara bidang teknik pertambangan dan informatika dinilai mampu menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan relevan dengan kebutuhan industri di masa mendatang.

Ajang SINEC 2026 sendiri menjadi ruang bagi generasi muda untuk menuangkan ide-ide kreatif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Raihan Silver Medalist yang diraih Tim Enjoyneering tidak hanya mengharumkan nama Universitas Syiah Kuala, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa Aceh mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan inovasi di tingkat nasional.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan lebih lanjut teknologi V-COOL agar dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi sektor industri, lingkungan, serta masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Tim Rimueng Nanggroe Teknik Pertambangan USK Ikuti U-MINE FEST 2026 di Unisba

0
Tim Rimueng Nanggroe Teknik Pertambangan USK Ikuti U-MINE FEST 2026 di Unisba. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan semangat kompetitif dan dedikasi akademik melalui keikutsertaan Tim Rimueng Nanggroe dalam ajang Delegasi Competition U-MINE FEST 2026 yang berlangsung di Universitas Islam Bandung (Unisba) pada 18–24 Mei 2026.

Ajang berskala nasional tersebut menjadi wadah pengembangan kompetensi mahasiswa pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui rangkaian perlombaan, seminar nasional, hingga pameran teknologi pertambangan.

Tim delegasi Teknik Pertambangan USK yang mengusung nama “Rimueng Nanggroe” diperkuat tujuh mahasiswa aktif, yakni Fazlin Adela selaku manager, T. Syafama Adha, M. Ikhsan Juwanvikho, Rahmad Zulfikar, Ohi Dermawan T., Muhammad Rayyan, dan Qinan Habil Syahreza.

Kehadiran mereka menjadi representasi semangat mahasiswa pertambangan Aceh dalam membawa nama baik USK di tingkat nasional.

U-MINE FEST 2026 menghadirkan berbagai agenda yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan teknis, serta kerja sama tim mahasiswa pertambangan.

Salah satu kegiatan utama adalah Mining Games, kompetisi akademik yang menguji kemampuan analisis dan perancangan di bidang pertambangan dengan menitikberatkan pada aspek inovasi, keberlanjutan, dan keselamatan kerja.

Dalam kompetisi tersebut, peserta mengikuti 12 cabang perlombaan, yakni Mine Surveying, Mine Supporting, Mining Academic Challenge, Mapping Competition, Mining Evacuation Rescue, Bench Blast, Underground Mine Ventilation, Tie In, Panning and Grain Counting, Rock Mineral Identification, Rock Drilling, serta Orienteering.

Seluruh cabang lomba tersebut menuntut penguasaan teori sekaligus keterampilan praktik yang relevan dengan kebutuhan industri pertambangan modern.

Selain kompetisi, U-MINE FEST 2026 juga menghadirkan Seminar Nasional yang menjadi forum ilmiah bagi akademisi, praktisi industri, pemerintah, dan mahasiswa untuk membahas perkembangan, tantangan, serta inovasi terbaru di sektor pertambangan Indonesia.

Kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu strategis pertambangan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan lainnya adalah Mining Expo, pameran yang menampilkan berbagai teknologi, inovasi, produk, dan layanan dari sektor pertambangan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengenal perkembangan teknologi pertambangan secara langsung sekaligus membangun relasi dengan berbagai pihak dari kalangan industri maupun akademisi.

Dosen pembimbing delegasi, Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc, menilai keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi nasional merupakan bagian penting dari proses pembelajaran di luar ruang kuliah. Menurutnya, pengalaman kompetisi dapat membentuk karakter, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, serta melatih komunikasi dan kerja sama tim.

“Keikutsertaan Tim Rimueng Nanggroe pada U-MINE FEST 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknik Pertambangan USK memiliki semangat belajar dan daya saing yang tinggi. Kami berharap mereka tidak hanya memperoleh pengalaman kompetitif, tetapi juga mampu membangun jejaring akademik dan profesional yang akan bermanfaat di masa depan,” ujar Febi Mutia.

Ia menambahkan, kompetisi seperti ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam tantangan nyata di bidang pertambangan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga lebih siap menghadapi dinamika dunia kerja dan industri.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Pertambangan USK, Ir. Haqul Baramsyah, S.T., M.Eng.Sc, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi yang berangkat mewakili USK.

“Kami sangat bangga atas semangat dan keberanian mahasiswa Teknik Pertambangan USK dalam mengikuti kompetisi nasional ini. Semoga Tim Rimueng Nanggroe dapat memberikan performa terbaik, membawa nama baik program studi dan universitas, serta menjadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi,” ungkap Haqul Baramsyah.

Partisipasi Tim Rimueng Nanggroe pada U-MINE FEST 2026 menjadi cerminan komitmen mahasiswa Teknik Pertambangan USK dalam mengembangkan kompetensi akademik, keterampilan teknis, dan jejaring profesional di tingkat nasional.

Keikutsertaan ini sekaligus mempertegas peran mahasiswa sebagai generasi muda pertambangan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri pertambangan masa depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Inilah Keutamaan Puasa di Hari Arafah bagi Umat Islam

0
Ilustrasi puasa. (Foto: Gemini AI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hari Arafah merupakan salah satu hari yang paling mulia dalam ajaran Islam. Momentum ini jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Bagi jamaah haji, Hari Arafah menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji melalui wukuf di Padang Arafah.

Sementara bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, hari tersebut menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak amal ibadah seperti puasa, dzikir, doa, istighfar, serta berbagai amalan kebaikan lainnya.

Keistimewaan Hari Arafah tidak hanya disebutkan dalam tradisi umat Islam, tetapi juga dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Setidaknya terdapat tiga kemuliaan besar yang menjadikan Hari Arafah begitu istimewa.

1. Hari Disempurnakannya Agama Islam

Salah satu keutamaan Hari Arafah adalah karena pada hari itu Allah SWT menyempurnakan agama Islam. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Al-Maidah ayat 3:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ

Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”

Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dijelaskan bahwa ayat tersebut turun ketika Rasulullah SAW berada di Arafah dan bertepatan dengan hari Jumat.

فقال عُمَرُ: إنِّي لأعلَمُ اليومَ الذي نَزَلَت فيه، والمَكانَ الذي نَزَلَت فيه، نَزَلَت على رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بعَرَفاتٍ في يَومِ جُمُعةٍ

Artinya: “Maka Umar berkata: ‘Sungguh aku mengetahui hari ketika ayat itu diturunkan, juga tempat turunnya. Ayat itu turun kepada Muhammad di Arafah pada hari Jumat.’” (HR Bukhari)

Riwayat lain juga menyebutkan:

فَقَالَ عُمَرُ: إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيَّ يَوْمٍ نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ، نَزَلَتْ يَوْمَ عَرَفَةَ، فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ

Artinya: “Maka Umar berkata: ‘Sungguh aku benar-benar mengetahui pada hari apa ayat ini diturunkan. Ayat itu turun pada hari Arafah, bertepatan dengan hari Jumat.” (HR Bukhari)

Melalui riwayat tersebut dapat dipahami bahwa Hari Arafah menjadi momen bersejarah dalam Islam, yakni ketika Allah SWT menyatakan kesempurnaan ajaran Islam kepada umat manusia.

2. Hari Pengampunan Dosa dan Pembebasan dari Api Neraka

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari penuh ampunan. Pada hari itu, Allah SWT membebaskan banyak hamba-Nya dari siksa neraka. Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim dari Sayyidah Aisyah RA.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

Artinya: “Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka kepada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: ‘Apa yang diinginkan oleh mereka?’” (HR Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah SWT pada Hari Arafah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT pada hari tersebut.

3. Puasa Arafah Menghapus Dosa Dua Tahun

Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, salah satu amalan paling utama pada Hari Arafah adalah melaksanakan puasa sunnah Arafah. Nabi Muhammad SAW menjelaskan besarnya keutamaan puasa tersebut dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Qotadah.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah dosa-dosa kecil yang berkaitan langsung dengan hak Allah SWT. Sementara dosa yang berhubungan dengan sesama manusia tetap harus diselesaikan terlebih dahulu.

Keutamaan ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman. Sangat disayangkan apabila Hari Arafah dilewatkan begitu saja tanpa memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Dengan segala kemuliaan yang dimilikinya, Hari Arafah menjadi salah satu momentum terbaik bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, serta memohon ampunan atas segala dosa. Wallahu a’lam bis shawab. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Harga Ikan di TPI Lampulo Naik Jelang Iduladha, Aktivitas Melaut Nelayan Berhenti Sementara

0
Aktivitas jual-beli ikan di TPI Lampulo, Banda Aceh, Senin (25/5/2026). (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Harga sejumlah jenis ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lampulo, Kota Banda Aceh, mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Iduladha. Kenaikan harga dipicu berkurangnya pasokan ikan akibat sebagian besar nelayan menghentikan aktivitas melaut selama masa meugang dan persiapan hari raya.

Salah seorang pedagang ikan di TPI Lampulo, Surya, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan stok ikan di pasar menurun sehingga harga beberapa komoditas ikut meningkat.

“Harga ikan hari ini meningkat karena tidak ada ikan. Sudah tidak ada lagi nelayan yang melaut, sudah pulang semua karena meugang dan menjelang Hari Raya Haji. Nanti hari raya kesepuluh baru melaut lagi,” ujar Surya kepada Nukilan, Senin (25/5/2026).

Ia menjelaskan, harga ikan cakalang saat ini dijual Rp25 ribu per kilogram, naik dibanding sebelumnya yang berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada ikan dencis yang sebelumnya dijual Rp15 ribu per kilogram dan kini meningkat menjadi Rp20 ribu per kilogram. Sementara itu, harga ikan karmin mengalami lonjakan lebih tinggi, dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.

Menurut Surya, berhentinya aktivitas melaut menjelang Iduladha menjadi faktor utama berkurangnya pasokan ikan di TPI Lampulo. Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenaikan harga jual di tingkat pedagang selama periode meugang dan menjelang hari raya. []

Reporter: Sammy

Penjualan Daging Meugang Menurun, Harga Sapi di Darussalam Tembus Rp180 Ribu per Kilogram

0
Aktivitas penjualan daging meugang di kawasan Simpang Galon, Darussalam, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Sammy)

NUKILAN.ID | Banda Aceh — Penjualan daging sapi pada tradisi meugang di kawasan Simpang Galon, Darussalam, Kota Banda Aceh, dilaporkan menurun dibandingkan meugang menjelang Hari Raya Idulfitri sebelumnya. Pedagang menilai kondisi ekonomi masyarakat menjadi salah satu penyebab melemahnya daya beli, di tengah harga daging yang mencapai Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging sapi, Zan, mengatakan harga jual daging pada hari kedua meugang tahun ini berada di kisaran Rp170 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram untuk sapi lokal yang didatangkan dari Cot Iri.

“Harganya Rp170 ribu sampai Rp180 ribu per kilogram. Ini sapi lokal dari Cot Iri. Hari ini tidak ramai yang jualan, satu ekor per penjual,” kata Zan kepada Nukilan, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, jumlah pembeli pada meugang kali ini lebih sedikit dibandingkan meugang menjelang Hari Raya Idulfitri. Ia memperkirakan kondisi ekonomi masyarakat dan waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan akhir bulan memengaruhi penjualan.

“Kalau penjualan lebih banyak di meugang Hari Raya Puasa dulu dibanding sekarang, mungkin karena faktor ekonomi masyarakat. Ini juga sudah akhir bulan, mungkin orang-orang belum gajian,” ujarnya.

Meski tradisi meugang umumnya meningkatkan permintaan daging menjelang hari besar keagamaan, pedagang di lokasi menilai aktivitas jual beli tahun ini belum seramai periode sebelumnya. Tingginya harga daging serta daya beli masyarakat yang melemah disebut turut memengaruhi penurunan transaksi. []

Reporter: Sammy