Beranda blog Halaman 7

BMKG Ingatkan Potensi Angin Kencang di Aceh Meski Musim Kemarau Mulai Berlangsung

0
Ilustrasi angin kencang. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Aceh agar tetap mewaspadai potensi angin kencang yang diprakirakan terjadi pada Minggu (12/7/2026), meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Dikutip Nukilan dari prakiraan cuaca terbarunya, BMKG menempatkan Aceh sebagai salah satu wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang. Kondisi tersebut berisiko mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan terbuka, wilayah pesisir, dan perairan.

Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pohon tumbang, gangguan pelayaran, serta dampak lain yang dapat dipicu oleh embusan angin kencang.

Secara nasional, BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah, seperti Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Namun, hingga periode prakiraan tersebut tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori siaga maupun awas untuk potensi hujan lebat hingga ekstrem.

Selain Aceh, potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

BMKG mengimbau masyarakat Aceh untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan menyesuaikan aktivitas apabila kondisi cuaca memburuk, terutama bagi nelayan, pelaku transportasi laut, serta warga yang beraktivitas di luar ruangan. []

Reporter: Sammy

Sekda Aceh Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Lewat Senam Bersama

0
sekda aceh
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir mengikuti Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Minggu (12/7/2026). (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir mengikuti Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Minggu (12/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi antara jajaran Pemerintah Aceh, instansi pemerintah, dan masyarakat.

Selain senam bersama, kegiatan itu juga dirangkai dengan nonton bareng Piala Dunia serta sosialisasi pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh.

Usai mengikuti kegiatan, M. Nasir mengapresiasi inisiatif BPS Provinsi Aceh yang menggabungkan olahraga dengan edukasi mengenai pentingnya Sensus Ekonomi. Menurutnya, pendekatan tersebut efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa data yang berkualitas merupakan fondasi utama dalam penyusunan perencanaan pembangunan.

M. Nasir menegaskan, Pemerintah Aceh mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 karena hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan sensus dengan menerima petugas, memberikan data yang benar, serta tidak khawatir terhadap kerahasiaan informasi yang disampaikan.

“Pemerintah Aceh mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 karena hasilnya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”

Ia juga mengingatkan masyarakat agar memberikan data yang akurat kepada petugas sensus. “Masyarakat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan menerima petugas sensus, memberikan data yang benar, serta tidak khawatir terhadap kerahasiaan data karena seluruh informasi dijamin sesuai ketentuan perundang-undangan.”

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Aceh berharap semangat hidup sehat, kebersamaan, serta kepedulian masyarakat terhadap pembangunan daerah terus meningkat, termasuk dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Argentina Singkirkan Swiss 3-1 Lewat Extra Time, Tantang Inggris di Semifinal

0
ARGENTINA
Pemain Argentina. (Foto: FIFA)

NUKILAN.ID | KANSAS CITY – Argentina memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

Tim asuhan Lionel Scaloni tampil menekan sejak menit awal dan langsung membuka keunggulan pada menit ke-10. Alexis Mac Allister mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan sepak pojok Lionel Messi. Bola meluncur ke pojok kiri atas gawang tanpa mampu dijangkau Gregor Kobel.

Tertinggal satu gol membuat Swiss berusaha meningkatkan intensitas serangan. Namun hingga pertengahan babak pertama, tim besutan Murat Yakin masih kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Kesempatan emas datang pada menit ke-32 ketika Breel Embolo berhadapan langsung dengan Emiliano Martinez. Namun, kiper Argentina bergerak lebih cepat untuk mengamankan situasi sehingga peluang tersebut gagal berbuah gol.

Argentina mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Swiss tampil lebih agresif. Pada menit ke-50, Embolo sempat mengirim umpan kepada Djibril Sow yang kemudian melepaskan tembakan ke arah gawang. Upaya tersebut berhasil diblok Lisandro Martinez, sebelum hakim garis mengangkat bendera tanda offside lebih dahulu.

Sementara itu, lini serang Argentina justru kesulitan menciptakan peluang berarti karena rapatnya pertahanan Swiss.

Tekanan Swiss akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Dan Ndoye berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sepakan ke tiang dekat setelah menerima umpan Ricardo Rodriguez.

Situasi berubah drastis empat menit kemudian. Breel Embolo menerima kartu kuning kedua usai wasit Joao Pinheiro meninjau tayangan VAR. Awalnya Leandro Paredes dianggap melakukan pelanggaran dan sempat diganjar kartu kuning. Namun setelah melihat tayangan ulang, wasit menilai Embolo melakukan diving, mencabut kartu untuk Paredes, lalu memberikan kartu kuning kepada penyerang Swiss tersebut. Karena sebelumnya sudah menerima kartu kuning di babak pertama, Embolo harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Unggul jumlah pemain membuat Argentina lebih dominan dalam penguasaan bola. Meski demikian, pertahanan rapat yang diperagakan Swiss membuat Lionel Messi dan rekan-rekannya kesulitan mencetak gol tambahan. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak extra time.

Pada babak pertama perpanjangan waktu, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan. Gol penentu akhirnya lahir pada menit ke-112.

Julian Alvarez membawa Argentina kembali unggul lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan Kobel. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1.

Menjelang pertandingan usai, Lautaro Martinez memperbesar keunggulan Argentina melalui penyelesaian akhir dari sebuah serangan balik, sekaligus memastikan kemenangan 3-1.

Kemenangan ini mengantarkan Argentina ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Lionel Messi dan kolega selanjutnya akan menghadapi Inggris pada laga yang dijadwalkan berlangsung 16 Juli mendatang.

Susunan pemain

Argentina: Emiliano Martinez; Nicolas Tagliafico (Nico Gonzalez 78′), Lisandro Martinez, Cristian Romero (Nicolas Otamendi 105′), Nahuel Molina (Gonzalo Montiel 85′); Leandro Paredes (Flaco Lopez 110′); Enzo Fernandez (Thiago Almada 90′), Rodrigo De Paul (Lautaro Martinez 85′); Alexis Mac Allister; Julian Alvarez, Lionel Messi.

Swiss: Gregor Kobel; Ricardo Rodriguez (Eray Comert 90+5′), Manuel Akanji, Nico Elvedi, Denis Zakaria (Ardon Jashari 96′); Granit Xhaka, Remo Freuler (Ruben Vargas 115′); Dan Ndoye (Zeki Amdouni 86′), Djibril Sow (Silvan Widmer 86′), Fabian Rieder (Miro Muheim 86′); Breel Embolo.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Usulan Pengolahan Gas Andaman di KEK Arun Masih Dikaji, Bahlil Cari Skema “Win-win”

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah masih mengkaji usulan Pemerintah Aceh agar gas dari Blok Andaman diolah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe. Kajian tersebut difokuskan pada aspek kelayakan ekonomi agar kebijakan yang diambil dapat menguntungkan seluruh pihak.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil usai menghadiri pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Aceh di Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026). Menurutnya, hingga kini pemerintah belum mengambil keputusan akhir terkait lokasi pengolahan gas dari Blok Andaman.

“Saya belum bisa memutuskan karena masih dalam pembahasan. Yang kita harus cari yang win-win. Kita ngak bisa mengatakan A kalau cost-nya tinggi,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan gas merupakan kegiatan bisnis yang harus memperhitungkan aspek keuntungan dan efisiensi. Karena itu, setiap opsi pengolahan harus dihitung secara matang berdasarkan biaya investasi dan potensi pendapatan yang dihasilkan.

Bahlil mengatakan, apabila hasil perhitungan menunjukkan pengolahan gas di darat melalui KEK Arun layak secara ekonomi, maka usulan tersebut dapat dipertimbangkan. Namun, jika biaya yang dibutuhkan terlalu besar, maka pelaksanaannya akan sulit direalisasikan.

“Karena nggak ada bisnis yang akan ujungnya rugi. Harus semuanya untung, ya. Untung bagi rakyat Aceh dalam konteks untuk pendapatannya, untung bagi investor. Dan kita bisa melakukan sharing terhadap pendapatan itu,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh mengusulkan agar gas dari Blok Andaman tidak diolah menggunakan skema floating production, storage, and offloading (FPSO) di laut lepas. Pemerintah Aceh menginginkan gas diproses di darat melalui pembangunan onshore receiving facility (ORF) di KEK Arun Lhokseumawe.

Selain mendorong pengolahan gas di darat, Pemerintah Aceh juga mengusulkan agar alokasi gas diprioritaskan untuk kebutuhan industri di Aceh serta dilakukan penyesuaian terhadap Plan of Development (PoD) agar sejalan dengan rencana hilirisasi di daerah.

Usulan tersebut telah disampaikan langsung oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada Presiden RI dan Menteri ESDM.

Bahlil mengakui bahwa salah satu tantangan utama dalam merealisasikan pengolahan gas di darat adalah kebutuhan pembangunan infrastruktur, terutama jaringan pipa dari lokasi sumur di laut menuju daratan.

Menurutnya, Blok Andaman berada lebih dari 12 mil laut dari garis pantai sehingga pembangunan pipa membutuhkan investasi yang sangat besar. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan harga jual gas sehingga kurang kompetitif di pasar.

“Kalau kita bangun pipanya, itu cost-nya memang tinggi. Dan itu tidak akan menghasilkan harga jual gas yang kompetitif. Itu bisa sampai dengan di atas 10 dolar per MMBTU,” kata Bahlil.

Sekda Aceh: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Berbasis Data Akurat

0
SEKDA ACEH
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir. (FOTO: NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, menegaskan bahwa data yang akurat merupakan fondasi utama dalam penyusunan setiap kebijakan pemerintah. Menurutnya, kualitas kebijakan yang dihasilkan sangat bergantung pada validitas data yang menjadi dasar pengambilan keputusan.

“Sensus Ekonomi ini sangat penting, karena kita butuh data yang akurat. butuh data yang benar. Dalam pengambilan setiap kebijakan itu didasari data. Kalau data tidak akurat, tidak benar, maka bermasalahlah hasil dari kebijakan tersebut,” kata Nasir kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan nonton bareng Piala Dunia dan senam bersama di halaman Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (12/7/2026).

Nasir mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting agar pemerintah memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi sosial dan ekonomi di Aceh.

“Mari kita dukung Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan BPS ini untuk memastikan seluruh data ekonomi masyarakat Indonesia itu datanya benar dan akurat,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai sensus tersebut juga menjadi instrumen penting untuk memetakan potensi ekonomi masyarakat. Dengan data yang lengkap dan akurat, pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Dengan sensus ini juga kita akan mengetahui potensi (ekonomi) dari masyarakat kita, sehingga kebijakan bisa sesuai” ujar Nasir. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BPS Aceh Ungkap Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Sudah Hampir 50 Persen

0
bps aceh
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, bersama Sekda Aceh, M Nasir, saat memberikan keterangan dihadapan sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan nonton bareng Piala Dunia dan senam bersama di halaman Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (12/7/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh menyatakan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Aceh telah mencapai hampir 50 persen. Pendataan yang masih berlangsung itu ditargetkan rampung dalam 11 bulan ke depan dengan dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat.

Kepala BPS Aceh, Agus Andria, mengatakan capaian tersebut menunjukkan proses pendataan berjalan sesuai rencana. Ia optimistis target penyelesaian sensus dapat tercapai.

“Alhamdulillah, sampai saat ini dengan dukungan dari beberapa pihak, dari pemerintahan, kita sudah mencapai hampir 50 persen. Kita masih ada waktu 1,5 bulan,” ujar Kepala BPS Aceh, Agus Andria kepada sejumlah wartawan di sela-sela kegiatan nonton bareng Piala Dunia dan senam bersama di halaman Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Banda Aceh, Minggu (12/7/2026).

Agus mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat memberikan data yang benar dan akurat kepada petugas sensus. Menurutnya, data tersebut akan menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan serta kebijakan ekonomi.

Ia juga menegaskan bahwa Sensus Ekonomi bertujuan mendata seluruh aktivitas usaha, bukan untuk kepentingan perpajakan. Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir saat menerima kunjungan petugas sensus.

“Kita mengharapkan agar bisa memberikan data dengan benar, dengan tepat. Data ini bukan mengenai pajak dan lain-lain. Jadi jangan khawatir. Datanya kita jaga kerahasiaannya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, BPS Aceh masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada sektor konstruksi. Banyak perusahaan yang berpindah lokasi, berhenti beroperasi, maupun sulit ditemukan sehingga membutuhkan proses penelusuran dan verifikasi lebih lanjut.

“Sektor konstruksi yang paling sulit. Karena ada banyak perusahaan, kadang dibuka kemudian tutup. Nah ini kita lacak. Keberadaannya itu kadang sulit,” katanya.

Meski demikian, Agus mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Aceh selama proses pendataan berlangsung. Hingga saat ini, BPS Aceh belum menemukan penolakan yang berarti terhadap petugas sensus.

“Alhamdulillah di Aceh masyarakat kita sangat kooperatif. Bahkan ada yang memberikan oleh-oleh karena lagi musim durian. Harapannya semua masyarakat bisa memberikan data dengan baik. Jangan ragu, jangan khawatir,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi utama dalam setiap proses pengambilan kebijakan pemerintah. Menurutnya, kualitas kebijakan sangat ditentukan oleh kualitas data yang dimiliki.

“Sensus Ekonomi ini sangat penting, karena kita butuh data yang akurat. Butuh data yang benar. Dalam pengambilan setiap kebijakan itu didasari data. Kalau data tidak akurat, tidak benar, maka bermasalahlah hasil dari kebijakan tersebut,” kata Nasir.

Ia mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar pemerintah memiliki gambaran yang utuh mengenai kondisi sosial dan ekonomi di Aceh.

“Mari kita dukung Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan BPS ini untuk memastikan seluruh data ekonomi masyarakat Indonesia itu datanya benar dan akurat. Lalu juga kita akan mengetahui potensi (ekonomi) dari masyarakat kita,” ujar Nasir.

Sebagai bagian dari kampanye menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Aceh menggelar kegiatan nonton bareng Piala Dunia dan senam bersama di halaman Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu pagi. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan seremoni pemakaian rompi petugas sensus yang diiringi penabuhan rapai. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Brace Jude Bellingham Saat Lawan Norwegia Antar Inggris ke Semifinal

0

NUKILAN.ID | MIAMI – Timnas Inggris memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final di Miami Stadium, Florida, Minggu (12/7/2026) dini hari WIB.

Norwegia membuka keunggulan lebih dahulu melalui Andreas Schjelderup. Namun, Jude Bellingham berhasil menyamakan kedudukan menjelang turun minum sehingga babak pertama ditutup dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, Norwegia sempat mencetak gol lewat Torbjorn Heggem pada menit ke-55 melalui situasi sepak pojok. Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR) karena Erling Haaland dinilai melakukan pelanggaran terhadap Elliot Anderson sebelum proses gol terjadi.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim gagal menambah gol sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Di awal extra time, Inggris berhasil membalikkan keadaan. Jude Bellingham mencetak gol keduanya setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Morgan Rogers yang tidak dapat diamankan dengan sempurna oleh kiper Orjan Nyland. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi The Three Lions.

Inggris sempat memperoleh hadiah penalti pada menit ke-96 setelah Eberechi Eze dijatuhkan Oscar Bobb di kotak terlarang. Namun, keputusan itu dibatalkan wasit setelah kembali meninjau tayangan VAR.

Norwegia berupaya mengejar ketertinggalan hingga babak tambahan berakhir, tetapi tidak mampu mencetak gol penyeimbang. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Hasil ini membawa pasukan Thomas Tuchel melaju ke semifinal Piala Dunia 2026. Inggris selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan antara Argentina dan Swiss.

Susunan Pemain

Norwegia: Orjan Nyland; Julian Ryerson (Fredrik Aursnes 59′), Kristoffer Ajer, Torbjorn Heggem (Leo Ostigaard 90′), David Wolfe (Marcus Pederson 90′); Sander Berge, Martin Odegaard, Patrick Berg, Alexander Sorloth (Oscar Bobb 68′), Andreas Schjelderup (Antonio usa 68′); Erling Haaland (Jorgen Larsen 105′).

Inggris: Jordan Pickford; Ezri Konsa (Morgan Rogers 89′), John Stones, Marc Guehi, Nico O’Reilly (Djed Spence 86′); Elliot Anderson, Declan Rice (Eberechi Eze 45′), Jude Bellingham (Dan Burn 111′); Noni Madueke (Bukayo Saka 45′), Anthony Gordon (Reece James 71′), Harry Kane.

BMKG Deteksi 70 Titik Panas di Aceh, Waspadai Potensi Karhutla

0
Ilustrasi penanganan karhutla. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mendeteksi sebanyak 70 titik panas (hotspot) di Provinsi Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada Sabtu (11/7/2026) pukul 00.00 hingga 16.00 WIB.

Prakirawan BMKG yang bertugas, Dedi, mengatakan sebaran titik panas tersebut terpantau melalui sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP serta sensor VIIRS NOAA-20.

“Pada hasil pemantauan hari ini terdeteksi sebanyak 70 titik panas di wilayah Aceh. Titik-titik tersebut merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dari sekitarnya, sehingga tetap perlu dilakukan verifikasi di lapangan oleh instansi terkait untuk memastikan apakah berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan atau bukan,” kata Dedi kepada Nukilan, Sabtu (11/7/2026).

Berdasarkan peta sebaran BMKG, titik panas paling banyak terpantau di Kabupaten Aceh Selatan, khususnya Kecamatan Trumon dan Trumon Tengah. Selain itu, hotspot juga tersebar di Kabupaten Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Besar, Aceh Utara, Pidie, Kota Lhokseumawe, serta Kota Subulussalam. Seluruh titik panas yang terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan (confidence level) 8.

Dedi mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah dengan konsentrasi titik panas cukup tinggi, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada musim kemarau.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan indikasi kebakaran, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tuturnya.

BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan pemantauan di wilayah yang terdeteksi memiliki hotspot, sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini.

Data BMKG menunjukkan pemantauan dilakukan menggunakan citra satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, dan NOAA-20/VIIRS yang menjadi salah satu acuan dalam mendeteksi keberadaan titik panas di berbagai wilayah Indonesia. []

Reporter: Sammy

Kemendes Usulkan Data Desa Diputuskan Lewat Musyawarah Desa dalam RUU Satu Data Indonesia

0
Presentasi Kemendes PDT dalam Rapat Pleno Baleg DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/7/2026). (Foto: Tangkapan layar)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengusulkan agar mekanisme pemutakhiran dan penetapan data desa diatur secara tegas dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia melalui musyawarah desa.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang membahas penyusunan RUU Satu Data Indonesia bersama sejumlah kementerian.

Yandri mengatakan selama ini masih banyak persoalan akibat perbedaan data antarinstansi. Kondisi tersebut menyebabkan program pembangunan, bantuan sosial, hingga pembangunan infrastruktur di desa kerap tidak tepat sasaran.

“Selama ini data sektoral masih berjalan sendiri-sendiri. Perbedaan data itu berdampak terhadap intervensi pembangunan di desa,” ujarnya, dilansir Nukilan dari siaran langsung DPR RI, Sabtu (11/7/2026).

Ia menilai kehadiran RUU Satu Data Indonesia diperlukan sebagai payung hukum yang lebih kuat dibanding ketentuan yang berlaku saat ini sehingga seluruh kementerian dan lembaga menggunakan basis data yang sama.

Menurut Yandri, data desa tidak boleh hanya dipandang sebagai data administratif, tetapi harus menjadi dasar pengambilan keputusan pembangunan nasional. Karena itu, ia mengusulkan hasil pendataan desa disahkan melalui musyawarah desa yang melibatkan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta unsur masyarakat lainnya.

Dengan mekanisme tersebut, kata dia, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama atas validitas data sehingga mengurangi potensi perbedaan informasi maupun saling menyalahkan.

Yandri juga mengusulkan Kementerian Desa dan PDT berperan sebagai wali data sekaligus pembina data desa dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia. Menurutnya, usulan tersebut sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional yang menugaskan kementeriannya melakukan pemutakhiran data sosial ekonomi di tingkat desa.

Yandri menyebut Indonesia memiliki 75.266 desa dengan sekitar 202 juta penduduk tinggal di kawasan perdesaan. Berdasarkan Indeks Desa 2025, masih terdapat sekitar 9.300 desa berstatus tertinggal dan sangat tertinggal yang membutuhkan perhatian melalui kebijakan berbasis data.

Ia menambahkan, hingga kini pemerintah desa juga masih menghadapi banyak kendala akibat banyaknya aplikasi pendataan dari berbagai kementerian yang belum terintegrasi. Akibatnya, aparatur desa harus berulang kali mengisi data dengan format berbeda.

Karena itu, Yandri berharap RUU Satu Data Indonesia mampu mengintegrasikan seluruh sistem pendataan sehingga dapat meningkatkan efisiensi anggaran, mengurangi beban administrasi pemerintah desa, serta memastikan kebijakan pembangunan dan penyaluran anggaran benar-benar didasarkan pada data yang akurat. []

Reporter: Sammy

Mendagri Siap Integrasikan Sistem Data Kemendagri ke RUU Satu Data Indonesia

0
Gedung Kemendagri. (Foto: Kompas)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyatakan Kementerian Dalam Negeri siap mengintegrasikan seluruh sistem data yang telah dimiliki ke dalam ekosistem Rancangan Undang-Undang (RUU) Satu Data Indonesia. Komitmen itu disampaikan dalam rapat pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama pemerintah yang membahas penyusunan RUU tersebut.

Dalam paparannya, Tito menjelaskan Kemendagri telah mengembangkan sejumlah sistem digital yang menjadi basis pengelolaan data pemerintahan, mulai dari Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Sistem Informasi Keuangan Desa, hingga Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel).

Menurut Tito, berbagai sistem tersebut selama ini telah berjalan, namun integrasinya masih dilakukan berdasarkan nota kesepahaman antarinstansi. Karena itu, keberadaan RUU Satu Data Indonesia dinilai penting sebagai landasan hukum yang mengikat seluruh kementerian dan lembaga.

“Kami siap mengintegrasikan seluruh sistem yang ada di Kemendagri ke dalam platform yang nantinya dikembangkan Bappenas agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kekosongan data,” kata Tito dalam rapat yang disiarkan akun YouTube DPR RI, dikutip Nukilan, Sabtu (11/7/2026).

Ia menilai integrasi data nasional harus didukung infrastruktur teknologi informasi yang memadai. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan kapasitas penyimpanan data, bandwidth, serta sistem keamanan siber mampu menopang pengelolaan data berskala nasional.

Tito mengingatkan penguatan keamanan siber menjadi aspek krusial karena penyelenggaraan Satu Data Indonesia berkaitan langsung dengan perlindungan data pribadi. Kebocoran data, menurutnya, dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi pengelola sistem.

Selain itu, Mendagri mendukung pembentukan unit yang secara khusus menangani data desa. Namun, ia mengusulkan unit tersebut tetap berada dalam struktur pemerintahan desa agar tidak memunculkan tumpang tindih kewenangan maupun perbedaan data.

Ia juga menilai keberadaan petugas khusus yang memahami teknologi informasi akan membantu pemerintah desa melakukan pendataan secara lebih akurat, sementara hasil pendataan tetap berada di bawah kendali kepala desa sebelum diteruskan ke pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.

Rapat pleno Baleg DPR RI tersebut menghadirkan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian PPN/Bappenas, serta Kementerian Keuangan untuk memberikan masukan terhadap substansi RUU Satu Data Indonesia sebagai dasar penguatan tata kelola data nasional. []

Reporter: Sammy