Beranda blog Halaman 795

Bentara Muda Abdya Tepis Isu Miring soal Kepemimpinan Mualem-Dek Fad

0
Bentara Muda Abdya Tepis Isu Miring soal Kepemimpinan Mualem-Dek Fad. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Blangpidie — Pasca pengumuman hasil hitung cepat Pilkada Aceh 2024 yang menunjukkan kemenangan pasangan Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhil Rahmi (Dek Fad), sejumlah sentimen negatif mulai bermunculan di media sosial. Kelompok Bentara Muda Abdya, yang menjadi garda terdepan dalam mendukung pasangan ini, angkat bicara menanggapi narasi miring tersebut.

Ketua Bentara Muda Abdya, T. Auliya Rahman, menyebut bahwa isu-isu negatif yang beredar merupakan bentuk pesimisme tanpa dasar. Ia menilai narasi tersebut sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak dapat menerima hasil Pilkada.

“Sentimen-sentimen tersebut sepertinya sengaja dihembuskan oleh orang-orang picik. Narasi pesimisme, seperti meremehkan visi dan misi Mualem-Dek Fad atau kecurigaan terhadap konflik kepentingan, sama sekali tidak berdasar,” ujar Auliya, Sabtu (30/11/2024).

Auliya menegaskan bahwa kinerja Mualem dan Dek Fad selama ini telah terbukti dalam menjaga perdamaian dan mendorong kesejahteraan masyarakat Aceh. Ia juga mengkritik pihak-pihak yang menurutnya menyebarkan kebencian berlebihan sehingga tidak mampu melihat capaian positif dari pasangan tersebut.

“Rasa benci berlebihan telah membutakan mereka. Mereka tidak mau mengakui kontribusi besar Mualem dan Dek Fad dalam menjaga stabilitas Aceh,” lanjutnya.

Selain membantah isu miring, Bentara Muda Abdya juga menyatakan komitmennya untuk mengawal jalannya pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fad. Menurut Auliya, perjuangan mereka tidak berhenti setelah kemenangan di Pilkada.

“Sebagai garda pemenangan, tentu saja kami memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan bahwa arah pemerintahan Aceh ke depan tetap berada di jalur kebenaran,” ujarnya.

Auliya juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan visi-misi yang telah dijanjikan selama masa kampanye.

“Kami tidak hanya mendukung, tetapi juga akan mengawal dan memberikan masukan agar program-program yang dicanangkan dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Pasangan Mualem-Dek Fad sebelumnya telah mengusung visi “Aceh Berdaulat, Sejahtera, dan Bermartabat” yang bertumpu pada tiga pilar utama: penguatan ekonomi lokal, pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, dan peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan.

Kemenangan mereka disambut dengan antusias oleh mayoritas pendukung, namun sejumlah pihak skeptis mempertanyakan arah kebijakan yang akan diambil. Sentimen ini mencuat di berbagai platform media sosial, dengan beberapa pengguna mengaitkannya dengan kemungkinan konflik kepentingan di pemerintahan.

Bentara Muda Abdya berharap, masyarakat dapat melihat hasil kerja pasangan ini secara objektif.

“Saatnya kita bersatu untuk mendukung pemerintahan yang baru, bukan terus menyebar kebencian yang kontraproduktif,” tutup Auliya.

Editor: Akil

Disbudpar Aceh Kaji Pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif untuk Dongkrak PAD

0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal (Foto: Humas Disbudpar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) semakin serius mengembangkan sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam langkah terbarunya, Disbudpar mengkaji pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif Aceh. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) RI, Teuku Riefky Harsya, yang mendorong pembentukan lembaga khusus ekraf di tingkat daerah.

Kadisbudpar Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan bahwa kebijakan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah memisahkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi dua lembaga, yakni Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Kebijakan ini tertuang dalam Perpres Nomor 199 Tahun 2024 dan Perpres Nomor 200 Tahun 2024.

“Sebagai tindak lanjut, kami menggelar diskusi lintas stakeholder pada 25 November 2024. Diskusi ini bertujuan menghimpun masukan untuk pembentukan Komite Ekraf Aceh sebagai langkah awal,” kata Almuniza, Sabtu (30/11/2024).

17 Subsektor Unggulan Ekonomi Kreatif

Dalam diskusi yang dipimpin Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan Disbudpar Aceh, Ismail, diidentifikasi 17 subsektor ekraf unggulan, antara lain kuliner, fesyen, kriya, aplikasi, musik, film, animasi, dan video.

“Kami berfokus pada penguatan kolaborasi pentahelix—melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media—untuk mengoptimalkan potensi ini,” tambah Almuniza.

Ia juga menekankan pentingnya kebijakan yang mendukung penggunaan produk lokal sebagai upaya meningkatkan daya saing pelaku ekraf Aceh.

Meningkatkan PAD dan Mengatasi Pengangguran

Pengamat ekonomi Universitas Syiah Kuala, Iskandarsyah Madjid, menyoroti urgensi pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif Aceh untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan semakin berkurangnya dana Otonomi Khusus (Otsus), ekraf bisa menjadi solusi strategis meningkatkan PAD,” jelasnya.

Sementara itu, akademisi Hamdani mengusulkan penyusunan Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif (Rindekraf) Aceh dan regulasi berupa Qanun sebagai landasan hukum yang kuat.

Khairul dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) menambahkan, Aceh dapat meniru event besar seperti Lombok Fashion Festival untuk mendukung subsektor fesyen. “Selain itu, pemerintah perlu menyediakan beasiswa bagi pelaku ekraf dan menghadirkan kurator ahli dalam setiap kebijakan,” katanya.

Mirwan-Baital Mukadis Unggul 36,33 Persen di Pilkada Aceh Selatan

0
Hasil rekapitulasi suara Pilkada Aceh Selatan. (Foto: tangkapan layar hasil form C1 Pilkada 2024)

Nukilan.id – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, Mirwan dan Baital Mukadis unggul sebanyak 51.499 atau 36,33 persen suara dari lawannya yang lain. Pasangan Amran-Akmal hanya mendapatkan sebanyak 46.991 suara atau sebesar 33,15 persen suara.

Berdasarkan hasil perhitungan suara 100 persen form c1 pada Pilkada Aceh 2024, dua pasangan lainnya, yaitu Hendri Yono-Mirwan mendapatkan 30.087 suara atau sebesar 21,22 persen suara dan pasangan Darmansyah-Sudirman mendapatkan 13.182 suara atau sebesar 9,30 persen.

Berdasarkan rekapitulasi suara per kecamatan, pasangan Mirwan-Baital Mukadis unggul telak di Kecamatan Meukek sebanyak 5.951 suara, Kecamatan Tapaktuan sebanyak 5.928 suara, dan Kecamatan Labuhan Haji Barat sebanyak 5.031 suara.

Sementara pasangan Amran-Akmal masing-masing unggul di Kecamatan Kluet Utara sebanyak 6.887 suara, Kecamatan Kluet Selatan sebanyak 4.258 suara, dan juga unggul di Kecamatan Labuhan Haji Barat sebanyak 4.031 suara. []

Reporter: Sammy

Pasangan Tarmizi-Said Fadheil Unggul dari Kamaruddin-Adi Ariyandi di Pilkada Aceh Barat

0
Hasil rekapitulasi suara Pilkada Aceh Barat. (Foto: tangkapan layar laman jagasuara2024.org)

Nukilan.id – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat, Tarmizi-Said Fadheil sementara unggul dari lawannya, Kamaruddin-Adi Ariyandi dalam Pilkada Aceh Barat. Berdasarkan data yang dirilis laman resmi jagasuara2024.org, pasangan Tarmizi-Said Fadheil unggul sebesar 55,21 persen suara dari rivalnya, Kamaruddi-Adi Ariyandi yang hanya mendapatkan 44,79 persen suara.

Berdasarkan update terakhir pada 28 November 2024 pukul 19.31 WIB, data suara yang masuk sudah sebanyak 417 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 424 TPS yang ada di Kabupaten Aceh Barat atau sekitar 98,35 persen.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara per kecamatan, pasangan Tarmizi-Said Fadheil menang di 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Arongan Lambalek, Bubon, Meureubo, Pante Ceureumen, Panton Reu, Samatiga, Sungai Mas, Woyla, Woyla Barat, dan Woyla Timur. Pasangan ini unggul telak di tiga kecamatan, yaitu di Kecamatan Sungai Mas sebanyak 2.452 suara atau 86,80 persen, Kecamatan Panton Reu sebanyak 3.255 atau 75,84 persen suara, dan Kecamatan Woyla Timur sebanyak 2.700 suara atau 75,57 persen.

Sementara pasangan Kamaruddin-Adi Ariyandi hanya unggul di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Johan Pahlawan sebanyak 16.166 suara atau sebesar 51,54 persen dan Kecamatan Kaway XVI sebanyak 7.126 suara atau sebesar 51,56 persen. []

Reporter: Sammy

Hasil Rekap: Pasangan Zulkifli Adam-Suradji Junus Unggul Tipis di Pilkada Sabang

0
Hasil rekapitulasi Pilkada Sabang. (Foto: tangkapan layar jagasuara2024.org)

Nukilan.id – Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang, Zulkifli Adam dan Suradji Junus unggul tipis dalam hasil rekapitulasi suara atau real count dalam Pilkada Serentak 2024. Berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang dikutip Nukilan dari laman resmi jagasuara2024.org, Pasangan Zulkifli Adam-Suradji Junus unggul sebesar 0,52 persen dari rivalnya, Ferdiansyah dan Muhammad Isa.

Pasangan Zulkifli Adam-Suradji Junus mendapatkan 44,56 persen suara, sementara pasangan Ferdiansyah-Muhammad Isa mendapatkan 44,04 persen suara. Sisanya diperoleh oleh pasangan Hendra-Marwan sebanyak 11,40 persen suara. Perolehan suara ini sudah mencapai 100 persen alias sebanyak 60 dari 60 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di Kota Sabang.

Berdasarkan rekapitulasi suara per kecamatan, pasangan Zulkifli Adam-Suradji Junus hanya menang di satu kecamatan saja, yaitu di Kecamatan Sukamakmue sebanyak 2.374 suara atau 50,37 persen. Sementara pasangan Ferdiansyah-Muhammad Isa berhasil menang di dua kecamatan, yaitu di Kecamatan Sukajaya sebanyak 4.432 suara atau 43,25 persen suara dan di Kecamatan Sukakarya sebanyak 2.980 suara atau 42,56 persen suara.

Sedangkan pasangan Hendra-Marwan hanya mendapatkan sebanyak 1.231 suara atau 12,01 persen suara di Kecamatan Sukajaya, 950 suara atau 13,57 persen suara di Kecamatan Sukakarya, dan 323 suara atau 6,85 persen suara di Kecamatan Sukamakmue. []

Reporter: Sammy

Golput di Pilkada 2024 Dinilai Untungkan Paslon Pro-Rezim, Benarkah?

0
Ilustrasi Golput. (Foto: Tren Asia)

NUKILAN.id | Banda Aceh  – Fenomena pemilih golongan putih atau golput kembali menjadi sorotan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Di Aceh, data real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan angka golput sebesar 23,41 persen. Keputusan sebagian masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilihnya, baik dengan tidak hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS) maupun merusak surat suara, dianggap memiliki dampak signifikan terhadap hasil pemilihan.

Sejumlah warganet di media sosial, khususnya platform X (dulu Twitter), mengkritik sikap golput. Mereka menilai tindakan tersebut justru memperbesar peluang pasangan calon (paslon) pro-rezim berkuasa untuk memenangkan kontestasi politik.

“Golput nggak bikin pejabat akhirnya diduduki oleh orang yang benar. Golput nggak bikin mereka kehilangan kesempatan buat dzalim ke kita. Terus apa gunanya ekspresi kekecewaan lewat golput?” tulis akun @zey***, Rabu (27/11/2024).

Lantas, benarkah golput lebih banyak menguntungkan paslon pro-rezim berkuasa?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Nukilan.id menghubungi Koordinator Lab Demokrasi, Hilarius Bryan Pahalatua Simbolon. Menurutnya, meski tidak banyak bukti konkret yang dapat menyimpulkan secara langsung, realitas politik menunjukkan bahwa paslon yang dekat dengan rezim berkuasa cenderung lebih mudah meraih kemenangan.

“Paslon pro-rezim biasanya mendapat dukungan penuh dari elit politik dan memiliki logistik yang memadai. Hal ini membuat peluang mereka menang lebih besar,” jelas Bryan, Jumat (29/11/2024).

Ia menambahkan, dalam situasi di mana golput dijadikan sebagai bentuk kekecewaan atau simbol perlawanan tanpa konsolidasi yang kuat, efeknya justru kontra-produktif.

“Ketika partisipasi pemilih rendah, persentase suara untuk menang menjadi lebih kecil. Akibatnya, paslon pro-rezim memiliki peluang lebih besar untuk melanggengkan kekuasaan mereka,” lanjutnya.

Beragam pandangan muncul terkait fenomena ini. Sebagian warga menilai golput sebagai bentuk protes atas ketidakpuasan terhadap kualitas paslon, sementara yang lain menganggapnya sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.

“Memang susah kalau nggak ada pilihan bagus. Tapi kalau golput, artinya kita kasih kesempatan kepada mereka yang kita nggak suka untuk menang,” ujar Rian, warga kota Banda Aceh, saat ditemui di kawasan Kuta Alam.

Pilkada 2024 menjadi ujian besar bagi demokrasi Indonesia. Tingginya angka golput berpotensi mencerminkan rendahnya kepercayaan publik terhadap proses politik. Namun, efek domino dari pilihan ini dapat memengaruhi peta kekuasaan di berbagai daerah. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Angka Golput Warnai Pilkada 2024, Lab Demokrasi Sebut Cerminan Kekecewaan Publik

0
Ilustrasi Golput. (Foto: Merdeka.com)

NUKILAN.id | Jakarta — Pemilih golongan putih (golput) menjadi sorotan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di sejumlah daerah. Berdasarkan hasil quick count Litbang Kompas, angka golput di DKI Jakarta mencapai 42,07 persen, dengan suara sah hanya 53,33 persen dan suara tidak sah 4,6 persen. Di Jawa Barat, golput tercatat 33,66 persen, dengan suara sah 63,59 persen dan suara tidak sah 2,75 persen. Sementara itu, di Aceh, data real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan angka golput sebesar 23,41 persen.

Fenomena ini memicu diskusi hangat di media sosial. Banyak warganet menilai golput, baik dengan tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS) maupun sengaja mencoret atau mencoblos semua pasangan calon (paslon), tidak akan membawa perubahan signifikan pada hasil pemilihan.

“Golput nggak bikin pejabat akhirnya diduduki orang yang benar. Golput nggak bikin mereka kehilangan kesempatan buat dzalim ke kita. Terus apa gunanya ekspresi kekecewaan lewat golput?” tulis akun @zey*** di platform X, Rabu (27/11/2024).

Menanggapi fenomena ini, Koordinator Lab Demokrasi, Hilarius Bryan Pahalatua Simbolon, menyebut golput sebagai cerminan kekecewaan masyarakat terhadap kontestasi politik yang ada. Menurutnya, ketidakpuasan terhadap paslon dan gagasan yang mereka tawarkan menjadi penyebab utama.

“Pada umumnya, golput merupakan bentuk ketidakpuasan pemilih terhadap paslon yang diusung. Parpol sering kali gagal memberikan daya tawar yang memadai melalui kader atau calon yang sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Bryan kepada Nukilan.id, Jumat (29/11/2024).

Selain itu, Bryan menyoroti intervensi politik dan perilaku buruk elite politik sebagai faktor lain yang mendorong masyarakat enggan memilih.

“Proses Pilkada yang penuh intervensi dan perilaku buruk elite politik membuat masyarakat merasa jenuh dan kecewa pada alternatif calon yang ditawarkan. Akhirnya, golput menjadi bentuk ekspresi protes,” tambahnya.

Bryan juga mencermati munculnya inisiasi gerakan golput, seperti mencoblos semua paslon atau menggunakan simbol tertentu, sebagai bentuk kekecewaan terhadap sistem pemilu. Salah satu contohnya adalah gerakan salam empat jari di Jakarta yang menandakan tidak berpihak pada paslon mana pun.

“Gerakan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya kecewa pada calon pemimpin, tetapi juga pada sistem, proses, dan mekanisme pemilu yang dinilai tidak mampu menciptakan perubahan berarti,” ungkapnya.

Peningkatan angka golput ini menjadi refleksi penting, bukan hanya bagi penyelenggara pemilu, tetapi juga bagi seluruh elemen demokrasi Indonesia. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj Bupati Aceh Besar Tutup Diklat Pemadam Kebakaran

0
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Pemadam Kebakaran Kualifikasi I BPBD Aceh Besar. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jantho — Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Pemadam Kebakaran Kualifikasi I Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar di Aula Utama Mako Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Darul Imarah, Selasa (26/11/2024). Acara ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan profesionalitas dan keterampilan para petugas pemadam kebakaran.

Dalam sambutannya, Iswanto menegaskan pentingnya peran petugas pemadam kebakaran yang tidak hanya memadamkan api, tetapi juga menjalankan misi penyelamatan.

“Petugas pemadam harus mampu bekerja secara tim, terampil, dan memahami tugas spesifik dalam setiap formasi regu,” ujar Iswanto.

Ia juga menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional petugas pemadam kebakaran. Diharapkan, para peserta dapat memahami sistem perlindungan dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran, sekaligus mencegah potensi kebakaran di wilayah tugas mereka.

“Untuk menjadi petugas pemadam kebakaran tidaklah mudah. Dibutuhkan pengetahuan mendalam tentang penyelamatan, termasuk keselamatan personel di lapangan,” kata Iswanto.

Sertifikasi sebagai Nilai Tambah

Diklat ini juga mengacu pada KepmenpanRB Nomor 650 Tahun 2023, yang menjadikan sertifikasi kompetensi sebagai tambahan nilai dalam seleksi kompetensi teknis bagi pegawai pemerintah dalam perjanjian kerja.

“Sertifikasi ini penting untuk memastikan petugas memiliki kompetensi yang teregistrasi secara nasional,” imbuh Iswanto.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Diklat.

“Terima kasih kepada Rindam Iskandar Muda, Dodik Belneg Rindam IM, BPBD Aceh Besar, serta instruktur dari Pusdik Damkar DKPP DKI Jakarta dan Basarnas Kota Banda Aceh,” ujar Iswanto.

Dua Gelombang Pelatihan

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, menjelaskan, pelaksanaan Diklat dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama adalah Diklat Kualifikasi Pemadam I untuk petugas pemula yang diikuti 38 peserta. Sementara gelombang kedua merupakan Diklat Kualifikasi Penyelamatan di Ketinggian, diikuti 55 personel yang telah memiliki sertifikasi sebelumnya.

“Kami berharap Diklat seperti ini dapat diadakan setiap tahun. Selain menjadi penyegaran, juga sebagai bekal tambahan dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran,” harap Ridwan Jamil.

Dukung Profesionalitas

Acara penutupan ini turut dihadiri Komandan Rindam Iskandar Muda, Wakil Komandan Rindam IM, dan Komandan Depo Pendidikan Bela Negara Rindam IM. Diklat ini diharapkan dapat menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan petugas pemadam kebakaran di Aceh Besar.

“Dengan ilmu yang didapat, para peserta diharapkan mampu menghadapi tantangan di lapangan secara profesional,” pungkas Ridwan Jamil.

Editor: Akil

PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Serahkan CSR Pustaka Digital untuk SD-SMP PKPU Aceh Besar

0
PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Serahkan CSR Pustaka Digital untuk SD-SMP PKPU Aceh Besar. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk menyerahkan bantuan perpustakaan digital kepada SD-SMP PKPU Aceh Besar, di Gampong Neuhen, Kecamatan Mesjid Raya, Jumat (29/11/2024). Bantuan ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang bertujuan meningkatkan fasilitas pendidikan di daerah tersebut.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Sekdisdikbud) Aceh Besar, Fahrurrazi, Plt Kepala Dinas Kominfo Aceh Besar Khairul Huda, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar Fazlun, serta sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Fahrurrazi, perpustakaan digital memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi pendidikan menuju era digital.

“Perpustakaan digital menyimpan berbagai data dalam bentuk elektronik, seperti buku, gambar, dan suara, yang didistribusikan melalui jaringan komputer,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan perpustakaan digital di SD-SMP PKPU dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain di Aceh Besar. Namun, Fahrurrazi mengakui, masih ada tantangan yang harus diatasi, salah satunya stabilitas jaringan internet.

“Harapannya, PT Centratama dapat membantu mencarikan solusi terkait masalah jaringan ini. Dengan begitu, proses digitalisasi di sekolah-sekolah Aceh Besar dapat berjalan lebih lancar, sehingga para siswa memiliki daya saing unggul,” kata Fahrurrazi.

Komitmen Meningkatkan Literasi Digital

Vice President Human Capital PT Centratama Group, Kania Mustikasari, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan fasilitas pendidikan di Indonesia.

“Proyek perpustakaan digital ini direncanakan selesai dalam tiga bulan. Februari nanti, kami berharap ruangan perpustakaan ini sudah berubah menjadi ruang digital yang dapat membantu guru dan siswa lebih kreatif dan inovatif,” ungkap Kania.

Kania juga menegaskan, program ini sejalan dengan visi PT Centratama dalam menciptakan Indonesia yang lebih inklusif secara digital. “Kami ingin memberdayakan siswa di daerah agar memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Semangat Kolaborasi

Kepala Sekolah SMP PKPU Aceh Besar, Zulhelmi Z, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut. Ia berkomitmen untuk segera menyulap aula serbaguna sekolah menjadi perpustakaan digital yang representatif.

“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi ini. Ruangan yang ada akan segera kami benahi agar dapat digunakan oleh siswa dan guru,” ucap Zulhelmi.

Kegiatan simbolis ini juga melibatkan aksi pengecatan gedung perpustakaan oleh Sekdisdikbud Aceh Besar sebagai tanda dimulainya transformasi fasilitas tersebut.

Dengan program ini, PT Centratama tidak hanya memberikan bantuan fasilitas, tetapi juga harapan baru bagi pendidikan di Aceh Besar untuk lebih maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Editor: Akil

Ketua Komisi 1 DPRA: Aparatur Pemerintahan Jangan Terlibat Politik Praktis

0
Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Tgk. Muharuddin. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. Muharuddin, mengingatkan seluruh aparatur pemerintahan di Aceh untuk menjaga netralitas menjelang pelaksanaan Pilkada 2024. Ia meminta Pj Gubernur, Pj Bupati, Pj Wali Kota, dan jajaran aparatur sipil negara (ASN) lainnya agar tidak terlibat dalam politik praktis demi menjaga integritas pemerintahan.

“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada oknum ASN yang diduga mendukung salah satu pasangan calon. Saya minta semua pihak bekerja sesuai tugas dan fungsi sebagai aparatur negara,” kata Tgk Muharuddin, Jumat (29/11/2024).

Ia menegaskan, bila ditemukan bukti keterlibatan ASN dalam politik praktis, pihaknya tidak akan ragu untuk meneruskan laporan tersebut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Jika terbukti, kami akan tindaklanjuti ke pihak terkait. Aparatur negara harus fokus pada pelayanan publik, bukan pada agenda politik,” ujar Tgk Muharuddin.

Selain itu, Tgk Muharuddin juga meminta penyelenggara pemilu di Aceh untuk bekerja secara profesional sesuai aturan yang berlaku. Ia memperingatkan agar tidak ada kecurangan dalam proses pelaksanaan Pilkada.

“Jika ada penyelenggara yang bermain-main, kami siap membawa persoalan ini ke aparat penegak hukum,” tambahnya.

Ketua Komisi 1 DPRA ini juga menyampaikan pesan khusus kepada TNI/Polri di Aceh agar tetap menjaga netralitas demi terciptanya pemilu yang damai dan bermartabat.

Dalam kesempatan yang sama, Tgk Muharuddin yang juga merupakan pengurus DPP Partai Aceh, memberikan ucapan selamat kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, Muzakir Manaf-Fadhlullah (Mualem-Dek Fadh). Berdasarkan hasil real count KPU, pasangan nomor urut 2 ini memperoleh lebih dari 53 persen suara.

“Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Aceh. Namun, kami mengimbau semua pihak untuk tidak euforia secara berlebihan. Tetap kawal suara hingga pleno di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi selesai,” ungkapnya.

Menurut Tgk Muhar, pengawalan suara sangat penting, terutama di daerah-daerah rawan kecurangan seperti Pidie, Bireuen, Pidie Jaya, Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Langsa. Ia mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat, tim pemenangan, dan partai pendukung tetap waspada terhadap potensi penggelembungan suara.

“Mari kita jaga amanah ini dengan sikap tenang dan penuh tanggung jawab. Semoga Mualem-Dek Fadh dapat memimpin Aceh menuju kemajuan yang islami, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh partai pengusung, tim sukses, relawan, dan masyarakat Aceh yang telah memberikan kepercayaan kepada pasangan tersebut. Tgk Muharuddin berharap kemenangan ini menjadi awal baru untuk Aceh yang lebih baik.

Editor: Akil