Beranda blog Halaman 778

Wujudkan Masyarakat Cerdas Tangkal Hoaks, Desa Sapik Gelar Seminar Literasi Digital

0
Seminar Literasi Digital. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Sapik Sepakat sukses menggelar seminar literasi digital bertajuk “Pemanfaatan Internet dan Media Sosial sebagai Narasumber Informasi yang Benar serta Urgensi Literasi Digital dalam Menangkal Berita Hoaks”. Seminar ini merupakan bagian dari program Smart Village yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi digital.

Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Sapik ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sapik, Muzakkir Addin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan mengajak peserta untuk memanfaatkan seminar ini dengan baik.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya seminar ini. Generasi muda sebagai penerus kepemimpinan harus mengabdi tanpa pamrih, seperti perjuangan para pahlawan yang memungkinkan kita menikmati kenyamanan saat ini. Melalui literasi digital, saya berharap peserta mampu mengembangkan kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran yang berkualitas,” ungkap Muzakkir Addin.

Seminar ini menghadirkan dua pemateri utama, yaitu Duta Digital Aceh Selatan, Fakhrul Reza, S.Ds., dan ahli teknologi informasi, Salya Rater, S.Kom., M.Kom. Keduanya membahas strategi pemanfaatan internet sebagai sumber informasi terpercaya dan cara menangkal berita hoaks yang marak di media sosial.

Menurut Khairul Nahar, salah satu kader digital desa yang juga panitia kegiatan, seminar ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk aparatur pemerintahan desa.

“Kami optimis melalui seminar ini, Desa Sapik dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan internet dan media sosial secara maksimal. Dengan langkah ini, kami ingin Desa Sapik bisa bersaing dengan desa-desa maju lainnya,” ujar Khairul kepada Nukilan.id, Selasa (10/12/2024).

Duta Digital Aceh Selatan, Fakhrul Reza, dalam pemaparannya menekankan pentingnya membangun kebiasaan memilah informasi sebelum menyebarkannya.

“Literasi digital adalah kunci. Dengan kemampuan ini, kita bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif sekaligus melindungi diri dari hoaks,” katanya.

Sementara itu, Salya Rater memberikan wawasan teknis tentang cara memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk edukasi dan pemberdayaan. Ia juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan teknologi.

Seminar ini menunjukkan komitmen RKDD Sapik Sepakat untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan mampu menghadapi tantangan di era digital. Dengan semangat kolaborasi, Desa Sapik terus berupaya menjadi teladan dalam literasi digital di wilayah Aceh Selatan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Aceh dan Pangdam IM Serahkan Piala Basket SMA se-Aceh: SMA Methodist Juara Pertama

0
Pj Gubernur Aceh dan Pangdam IM Serahkan Piala Basket SMA se-Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Lapangan Basket Blang Padang, Banda Aceh, menjadi saksi puncak perayaan semangat olahraga antar pelajar Aceh. Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., bersama Panglima Kodam Iskandar Muda (IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menyerahkan piala kepada para juara kompetisi bola basket antar SMA se-Aceh, Senin (9/12/2024).

Pertandingan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kodam IM, melibatkan 20 klub basket SMA dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Setelah bertanding selama tiga hari, SMA Methodist Banda Aceh keluar sebagai juara pertama, disusul oleh SMA Negeri 1 Lhokseumawe sebagai juara kedua, dan SMA Meulaboh di peringkat ketiga.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Safrizal menyampaikan harapannya agar kompetisi ini menjadi motivasi bagi pelajar untuk terus berprestasi.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus berkembang, baik dalam olahraga maupun bidang lainnya,” ujar Safrizal sambil menyerahkan piala kepada tim juara.

Sementara itu, Pangdam IM, Mayjen TNI Niko Fahrizal, memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam kegiatan ini, terutama Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh sebagai sponsor utama.

“Olahraga adalah cara terbaik untuk mempererat silaturahmi antar pelajar. Kepada para pemenang, teruslah berlatih dan tingkatkan kemampuan. Bagi yang belum berhasil, jadikan ini sebagai pelajaran untuk bangkit di masa depan,” pesan Pangdam.

Kompetisi ini tidak hanya sekadar menjadi ajang adu bakat, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar pelajar dari berbagai daerah di Aceh. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh yang turut hadir mengungkapkan, kegiatan seperti ini memiliki dampak positif terhadap pembinaan mental dan fisik generasi muda.

“Selain kompetisi, ini adalah upaya nyata untuk membangun karakter generasi muda yang sehat dan kompetitif,” tuturnya.

Acara penyerahan piala ini turut dihadiri sejumlah pejabat dari Forkopimda Aceh, kepala biro di lingkungan Pemerintah Aceh, serta pejabat utama Kodam IM.

Dengan berakhirnya kompetisi ini, semangat olahraga di kalangan pelajar Aceh diharapkan terus tumbuh, membawa generasi muda Aceh semakin berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Editor: Akil

Singkong Meledak, Camilan Lezat dan Praktis untuk Malam Hari

0
Singkong Meledak Rasa Balado. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bagi Anda yang mencari camilan malam yang lezat dan mengenyangkan, Singkong Meledak bisa menjadi pilihan menarik. Dijajakan menggunakan mobil boks di Jalan Syiah Kuala, Lamdingin, usaha kuliner ini menawarkan singkong kukus yang kemudian digoreng hingga renyah, dengan berbagai pilihan rasa menggugah selera.

Dengan harga Rp15.000 per porsi, Singkong Meledak hadir dalam empat varian rasa: balado, BBQ, pedas manis, dan jagung manis. Tim Nukilan.id mencoba varian rasa balado, yang ternyata memberikan sensasi pedas gurih yang memanjakan lidah. Tekstur singkongnya lembut di dalam namun renyah di luar, menjadikannya camilan yang tidak hanya lezat, tetapi juga cukup mengenyangkan.

Singkong Meleda. (Foto: Nukilan)

“Ini cocok banget buat diet malam. Ringan, tapi tetap bikin kenyang,” ujar Lina, salah satu pembeli kepada Nukilan.id, Selasa (10/12/2024).

Usaha ini buka dari sore hingga pukul 23.00 WIB, menjadikannya opsi sempurna untuk dinikmati sambil bersantai atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Kelezatan dan kesederhanaannya membuat Singkong Meledak digemari banyak orang, terutama mereka yang ingin menikmati camilan sehat dengan harga terjangkau.

Jika Anda berada di sekitar Lamdingin, jangan lewatkan untuk mencicipi camilan ini. Siapa tahu, Singkong Meledak bisa jadi camilan favorit baru Anda! (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj. Bupati Aceh Tengah Hadiri Rapat Pemantauan Rekomendasi BPK

0
Pj. Bupati Aceh Tengah Hadiri Rapat Pemantauan Rekomendasi BPK. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj.) Bupati Aceh Tengah, Subhandhy, menghadiri rapat penting di Aula Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh pada Senin (9/12/2024). Rapat tersebut membahas tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan BPK dan pemantauan kerugian daerah untuk semester II tahun 2024.

Kehadiran Pj. Bupati ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya perbaikan tata kelola pemerintahan, sebagaimana yang menjadi fokus dari hasil pemeriksaan BPK. Semua ini demi kemajuan bersama,” ujar Subhandhy saat ditemui usai rapat.

Kepala BPK Perwakilan Aceh, Triyantoro, menekankan pentingnya tindak lanjut rekomendasi laporan hasil pemeriksaan sebagai kewajiban pejabat daerah sesuai dengan amanat undang-undang.

“Aturan mewajibkan pejabat daerah menyampaikan tindak lanjut atas rekomendasi laporan BPK selambat-lambatnya 60 hari setelah laporan diterima,” tegasnya.

Triyantoro menambahkan, laporan hasil pemeriksaan BPK merupakan instrumen penting untuk mendorong perbaikan sistem tata kelola keuangan di tingkat daerah.

“Kami berharap seluruh kepala daerah menjadikan rekomendasi ini sebagai landasan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan daerah,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, Pj. Bupati Subhandhy menegaskan komitmennya untuk memastikan semua rekomendasi BPK diimplementasikan secara optimal.

“Ini adalah bagian dari upaya kita untuk membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik, mulai dari transparansi hingga akuntabilitas. Pemeriksaan BPK harus kita lihat sebagai peluang untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” katanya.

Langkah ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah dan pelayanan publik.

BPK sebagai lembaga negara yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, terus berupaya memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah. Melalui forum seperti ini, sinergi antara BPK dan pemerintah daerah diharapkan semakin kuat, sehingga berdampak positif pada masyarakat.

Kehadiran Subhandhy dalam rapat ini menunjukkan kepemimpinan yang responsif terhadap tanggung jawabnya. Dengan memprioritaskan tindak lanjut rekomendasi BPK, Aceh Tengah diharapkan menjadi contoh daerah yang mengutamakan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan.

Editor: Akil

Eks Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan Jadi Tersangka Korupsi Rehab Rumah Fakir Miskin

0
Ilustrasi korupsi. (Foto: detikcom)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana rehabilitasi rumah fakir miskin tahun anggaran 2022. Dana tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sadaqah yang dihimpun oleh Baitul Mal Aceh Selatan.

Kedua tersangka berinisial F dan AJ. F diketahui merupakan tenaga profesional di Baitul Mal Aceh Selatan, sementara AJ menjabat sebagai kepala sekretariat lembaga tersebut pada 2022.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Selatan, M Alfryandi Hakim, menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah pihaknya mengantongi dua alat bukti yang memenuhi unsur tindak pidana.

“Kedua tersangka diduga bersama-sama menyalahgunakan dana rehabilitasi rumah tidak layak huni yang telah ditransfer ke rekening penerima manfaat. Dana tersebut kemudian ditarik kembali dengan dalih tertentu,” ujar Alfryandi dikutip dari Kompas.com, Selasa (10/12/2024).

Dana rehabilitasi senilai Rp 1,74 miliar itu awalnya dialokasikan untuk memperbaiki rumah fakir miskin di Aceh Selatan. Namun, menurut Alfryandi, pelaksana program dari Baitul Mal justru memanipulasi jumlah bahan bangunan yang dibutuhkan, melakukan mark-up harga, dan menyalahgunakan dana untuk kepentingan pribadi.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI menemukan indikasi kuat bahwa dana zakat tersebut digunakan untuk keperluan yang tidak semestinya. Bahkan, sebagian dana dipinjamkan kepada pihak-pihak yang tidak berhak menerima.

“Manipulasi ini terungkap berkat audit BPK yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara realisasi anggaran dan penggunaan dana di lapangan,” tambah Alfryandi.

Kegiatan korupsi ini telah menimbulkan kerugian negara, serta mencederai amanah masyarakat Aceh Selatan yang mengumpulkan dana demi membantu kaum miskin.

Saat ini, tim penyidik terus memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti tambahan. Penyidik tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini.

“Proses ini kami lakukan untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban, sehingga perkara ini dapat diselesaikan secara menyeluruh,” pungkas Alfryandi.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa dana sosial yang semestinya digunakan untuk membantu masyarakat miskin kerap menjadi sasaran praktik korupsi. Kejari Aceh Selatan berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini guna menjaga integritas pengelolaan dana umat.

Editor: Akil

Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Satwa Liar di Aceh Besar

0
Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Satwa Liar di Aceh Besar. (Foto: MI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Satreskrim Polresta Banda Aceh berhasil membongkar kasus perdagangan satwa liar dilindungi di kawasan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Dua tersangka, MF (28), warga Aceh Besar, dan IR (35), asal Kabupaten Pidie, ditangkap dengan sejumlah barang bukti hasil perdagangan ilegal.

“Kami menangkap dua tersangka bersama barang bukti berupa sisik trenggiling, kulit kambing hutan, kepala rusa, tanduk rusa, kulit kancil, hingga paruh burung rangkong,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadillah Aditya Pratama, di Banda Aceh, Senin (9/12/2024).

Barang Bukti Puluhan Kilogram

Barang bukti dari tersangka MF meliputi tiga kepala rusa dengan tanduk yang telah dipotong, enam tanduk rusa, tiga lembar kulit kambing hutan, satu kulit kancil, dan satu ponsel. Sementara itu, dari IR ditemukan 30 kilogram sisik trenggiling, paruh burung rangkong, sepeda motor N-Max, dan dua ponsel.

“Penangkapan ini bermula dari informasi masyarakat tentang rencana transaksi sisik trenggiling. Dari laporan tersebut, tim langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku,” kata Fadillah.

Polisi Dalami Asal-Usul Satwa

Saat ini, kedua tersangka diamankan di Mapolresta Banda Aceh. Polisi juga mendalami asal-usul satwa liar yang diperdagangkan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.

“Kami masih menyelidiki dari mana asal benda-benda ini dan untuk apa sisik trenggiling dipesan. Kami juga bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk mendalami kasus ini,” ujar Fadillah.

Jerat Hukum Tegas

Para pelaku dijerat dengan Pasal 40 A ayat 1 huruf f jo Pasal 21 ayat 2 huruf C UU RI Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Fadillah menegaskan, langkah tegas ini diambil untuk melindungi satwa liar yang menjadi kekayaan alam Indonesia.

“Kami ingin memberikan efek jera kepada para pelaku, sehingga tidak ada lagi yang memperdagangkan satwa dilindungi di wilayah hukum kami.”

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan aktivitas mencurigakan terkait perdagangan satwa liar. Polisi mengimbau warga terus berpartisipasi aktif menjaga keberlangsungan ekosistem alam.

Air Putih, Kunci Utama Tubuh dalam Mengeluarkan Racun

0
Air Putih. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Air putih adalah elemen penting yang sering kali dianggap sepele, padahal memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan tubuh. Dengan 60 hingga 70 persen tubuh manusia terdiri dari air, minum air putih secara cukup dapat memberikan manfaat besar, termasuk membantu tubuh mengeluarkan racun.

Proses pengeluaran racun atau detoksifikasi adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan zat-zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan. Air putih menjadi kunci utama dalam mendukung proses ini melalui fungsi berbagai organ tubuh.

“Air putih membantu menjaga fungsi ginjal agar tetap optimal. Ginjal adalah organ utama dalam detoksifikasi tubuh, yang bekerja menyaring darah untuk membuang limbah, racun, dan cairan berlebih melalui urine,” ujar seorang ahli gizi dalam wawancara kepada Kompas.com, Selasa (10/12/2024).

Menurutnya, kekurangan air dapat menyebabkan dehidrasi yang membuat ginjal bekerja lebih keras. Risiko terbentuknya batu ginjal juga meningkat jika kebutuhan cairan tidak tercukupi.

Peran Penting Air dalam Sistem Tubuh

Tidak hanya melalui urine, racun dalam tubuh juga dapat dikeluarkan melalui keringat. Minum air putih dalam jumlah cukup membantu tubuh tetap terhidrasi, sehingga proses berkeringat berlangsung optimal, terutama saat berolahraga atau berada di lingkungan panas.

Sistem limfatik, bagian dari sistem kekebalan tubuh, juga mendapat manfaat dari asupan air yang cukup. Cairan limfatik yang lancar memungkinkan tubuh lebih efektif dalam membuang limbah dan racun dari jaringan tubuh, sehingga mencegah infeksi dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Air putih juga mendukung fungsi hati dalam memecah racun agar bisa dikeluarkan dari tubuh. Tanpa asupan cairan yang memadai, hati harus bekerja lebih keras, yang pada akhirnya dapat menurunkan efisiensi proses detoksifikasi.

Meningkatkan Energi dan Kesegaran Tubuh

Penumpukan racun dalam tubuh sering kali menyebabkan rasa lelah dan lesu. Dengan mengonsumsi air putih yang cukup, tubuh dapat menghilangkan racun lebih efektif, sehingga tingkat energi meningkat dan tubuh terasa lebih segar.

Untuk mendukung proses detoksifikasi secara optimal, disarankan untuk minum sekitar 2 hingga 3 liter air putih per hari, tergantung pada aktivitas fisik, cuaca, dan kondisi kesehatan.

“Hindari minuman berkafein atau bergula yang justru dapat menyebabkan dehidrasi. Pilihlah air putih sebagai minuman utama untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh,” lanjut ahli tersebut.

Air putih bukan hanya sekadar pelepas dahaga, melainkan kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Dengan konsumsi yang rutin dan cukup, tubuh dapat lebih efektif mengeluarkan racun, menjaga keseimbangan cairan, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Editor: Akil

PGMOL Pecat David Coote, Eks Wasit Liga Inggris dengan Rekam Jejak Kontroversial

0
David Coote. (Foto: BBC)

NUKILAN.id | London – Professional Game Match Officials Limited (PGMOL), badan perwasitan resmi Liga Inggris, resmi memutus kontrak kerja David Coote. Keputusan ini diambil setelah Coote terbukti melakukan pelanggaran serius yang mencoreng reputasi lembaga tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui laman Liga Inggris, Selasa (10/12/2024), PGMOL menegaskan bahwa keputusan pemecatan ini sudah melalui pertimbangan matang dan sesuai dengan ketentuan kontrak kerja.

“David Coote melakukan pelanggaran serius terhadap ketentuan kontrak kerjanya,” tulis PGMOL dalam keterangannya.

PGMOL memastikan, meski telah dipecat, wasit berusia 42 tahun itu masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

“David Coote berhak mengajukan banding atas kebijakan pemutusan hubungan kerjanya,” tambah pernyataan itu.

Rekam Jejak Kontroversi

Pemecatan David Coote bukan tanpa alasan. Ia terlibat dalam serangkaian kasus kontroversial yang mencoreng nama baiknya sebagai wasit profesional.

Pada awal November 2024, Coote diskors setelah diketahui membuat pernyataan menyudutkan mantan pelatih Liverpool, Juergen Klopp, melalui unggahan video yang menjadi viral. Investigasi atas kasus ini dilakukan oleh PGMOL secara mendalam.

Tak lama berselang, masalah baru muncul. UEFA turun tangan setelah sebuah video yang diunggah oleh media Inggris The Sun memperlihatkan Coote diduga menghirup zat terlarang saat bertugas di Piala Eropa 2024. Insiden ini memicu kehebohan dan penyelidikan lanjutan dari badan sepak bola Eropa tersebut.

Kasus lainnya terjadi pada 27 November 2024, ketika Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) memeriksa dugaan pemberian kartu kuning oleh Coote dalam pertandingan Divisi Championship. Keputusan Coote saat itu diduga terpengaruh komunikasi dengan seorang suporter, yang menimbulkan kecurigaan adanya pelanggaran etika.

Karier Panjang dengan Pencapaian Gemilang

David Coote memulai karier sebagai wasit sejak usia 16 tahun. Debutnya di Liga Inggris terjadi pada 2018 dalam laga Newcastle United melawan West Bromwich Albion, yang berakhir dengan kemenangan West Bromwich 1-0.

Salah satu pencapaian puncaknya adalah menjadi wasit tengah di final Piala Liga Inggris 2022-2023 yang mempertemukan Manchester United dan Newcastle United. Dalam laga itu, MU keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0.

Namun, kontroversi yang membayangi karier Coote pada akhirnya membuatnya harus meninggalkan dunia perwasitan yang telah ia geluti selama lebih dari dua dekade.

Hak Banding Masih Terbuka

Meskipun telah dipecat, Coote masih memiliki peluang untuk memperjuangkan kembali posisinya melalui jalur banding. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Coote mengenai langkah apa yang akan diambil terkait keputusan PGMOL tersebut.

Langkah pemecatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa standar integritas dan profesionalisme dalam dunia perwasitan Liga Inggris terus dijaga dengan ketat.

Editor: Akil

10 Desember Hari Hak Asasi Manusia, Ini Sejarahnya

0
Hari HAM Sedunia 2023. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang jatuh setiap 10 Desember menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan menegaskan kembali pentingnya penghormatan terhadap hak-hak fundamental setiap individu tanpa diskriminasi.

Dari berbagai sumber yang dihimpun Nukilan.id, tanggal ini dipilih untuk menandai pengesahan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 10 Desember 1948. Deklarasi yang terdiri dari 30 pasal ini menjadi dokumen internasional pertama yang menetapkan hak-hak mendasar seperti hak untuk hidup, kebebasan berpendapat, pendidikan, hingga perlindungan hukum.

Proses penyusunan DUHAM dipimpin oleh Eleanor Roosevelt, seorang aktivis HAM yang dikenal atas dedikasinya terhadap kesetaraan dan keadilan sosial. “Deklarasi ini adalah tonggak penting dalam sejarah perjuangan hak asasi manusia di dunia,” ujar Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pidato peringatan Hari HAM tahun ini.

Tantangan Baru di Era Digital

Meskipun berbagai kemajuan telah dicapai, perjuangan menegakkan HAM belum sepenuhnya selesai. Beragam tantangan masih terjadi, mulai dari diskriminasi, pelanggaran kebebasan berpendapat, perdagangan manusia, hingga ketidakadilan sosial.

Di era globalisasi dan digitalisasi, kompleksitas pelanggaran HAM meningkat. Teknologi modern, meski membuka akses informasi yang luas, juga dapat digunakan untuk membatasi kebebasan individu. Penyalahgunaan data pribadi, penyebaran informasi palsu, dan ancaman terhadap privasi menjadi isu yang semakin relevan.

“Teknologi harus digunakan dengan bijak agar tidak melanggar prinsip-prinsip HAM,” kata seorang pengamat HAM dari Universitas Indonesia, Yulia Saraswati. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk mengatasi ancaman ini.

Momentum Refleksi

Peringatan Hari HAM mengingatkan masyarakat global akan pentingnya solidaritas dan tindakan kolektif untuk mewujudkan dunia yang lebih adil dan inklusif. “Meski tantangan terus ada, perubahan positif selalu mungkin terjadi jika kita bersatu,” ujar Yulia.

PBB mengajak masyarakat internasional untuk memperbarui komitmen dalam melindungi HAM. “Hari Hak Asasi Manusia adalah pengingat bahwa setiap individu memiliki hak yang harus dihormati dan dijaga,” ujar Guterres.

Dengan mengenang sejarah perjuangan dan memahami tantangan yang ada, Hari HAM tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk mengambil langkah nyata menuju dunia yang menghargai martabat setiap manusia. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Fenomena Admin Gerindra: Dari Media Sosial Hingga Penyambung Lidah Rakyat

0
Direktur Eksekutif Asah Kebijakan Indonesia, Nicholas Siagian. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Partai Gerindra berhasil mencuri perhatian di dunia maya lewat eksistensi akun media sosial mereka yang dikenal dengan julukan Admin Gerindra atau “Mindra” oleh para netizen. Respons cepat dan pendekatan interaktif yang ditawarkan akun ini menjadikannya sorotan di berbagai platform, khususnya TikTok, hingga muncul slogan unik di kalangan warganet: “Lebih baik lapor Admin Gerindra!”.

Unggahan Admin Gerindra tak hanya serius, tetapi juga memikat dengan konten lucu dan ringan, seperti momen keseharian Presiden RI sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Bahkan kucing kesayangan Prabowo, Bobby Kertanegara, ikut menjadi bagian dari narasi digital yang mendekatkan Gerindra kepada publik.

Tidak heran, Admin Gerindra menjadi fenomena tersendiri. Warganet ramai mengapresiasi kiprah mereka dengan komentar seperti, “Menyala Mindra, Menyala Pak Prabowo”, namun tak jarang muncul kekecewaan dari mereka yang merasa laporan pribadi tak direspons.

Direktur Eksekutif Asah Kebijakan Indonesia, Nicholas Siagian, menyatakan bahwa tingginya ekspektasi masyarakat terhadap layanan publik belum sepenuhnya diimbangi oleh performa institusi negara.

“Padahal, kalau mengacu pada Undang-Undang Pelayanan Publik, pengaduan layanan publik adalah bagian wajib yang harus disediakan untuk menyelenggarakan pelayanan publik,” ujar Nicholas kepada Nukilan.id, Selasa (10/12/2024).

Nicholas menilai, fasilitas pengaduan layanan publik yang dikelola oleh berbagai institusi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, belum optimal. Selain itu, keberadaan Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik juga dinilai kurang dikenal oleh masyarakat digital.

“Khususnya bagi Generasi Milenial dan Generasi Z, mereka lebih akrab dengan admin media sosial seperti yang dikelola Gerindra daripada dengan lembaga resmi negara seperti Ombudsman,” tambahnya.

Fenomena ini, menurut Nicholas, menjadi tantangan serius bagi pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas dan efektivitas pos pengaduan publik. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan peran Ombudsman dalam merespons kebutuhan masyarakat yang semakin kritis terhadap kualitas layanan publik.

Dengan era digital yang kian maju, masyarakat memiliki ekspektasi lebih tinggi terhadap kecepatan dan transparansi dalam menangani keluhan. Untuk itu, Nicholas menyarankan agar institusi negara mulai beradaptasi dengan pendekatan yang lebih ramah teknologi dan berorientasi pada kepuasan pengguna.

Nicholas menegaskan, pemerintah perlu melakukan terobosan agar peran Ombudsman lebih dirasakan oleh masyarakat.

“Kalau pemerintah mau memperkuat kepercayaan publik, ini saatnya untuk menunjukkan bahwa pengaduan masyarakat ditangani secara serius dan responsif,” katanya.

Ke depan, menurut Nicholas, integrasi teknologi dalam pengelolaan pengaduan layanan publik dapat menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan antara institusi negara dan generasi digital. Dengan demikian, pos pengaduan publik bukan hanya menjadi simbol formalitas, tetapi benar-benar menjadi alat pemecahan masalah yang efektif. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah