Beranda blog Halaman 777

Kejari Banda Aceh Musnahkan Barang Bukti dari 50 Perkara Pidana

0
Proses pemusnahan barang bukti di halaman kantor Kejaksaan Negeri Banda Aceh, pada Rabu 11 Desember 2024. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kejaksaan Negeri Banda Aceh melakukan pemusnahan barang bukti sitaan dari 50 perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap dari bulan September-Desember 2024. Pemusnahan ini berlangsung di halaman kantor Kejaksaan Negeri setempat, pada Rabu (11/12/2024).

Kepala Seksi Pemulihan Aset Dan Pengelolaan Barang Bukti, Teddy Lazuardi Syahputra, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pemusnahan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Nomor Print-2312/L.1.10/Kpa.5/12/2024 tanggal 9 Desember 2024.

“Jenis barang bukti yang dimusnahkan yaitu sebanyak 100,28 gram sabu dan 133,61 gram ganja turut dimusnahkan, disertai dengan 9 buah bong atau alat hisap narkotika,” kata Teddy dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.

Selain narkotika, barang bukti yang dimusnahkan mencakup berbagai barang elektronik dan pendukung, termasuk 27 handphone, 2 kartu SIM, serta barang lain seperti timbangan, plastik, dokumen, pakaian, dan 5 botol minuman beralkohol.

Berdasarkan klasifikasi perkara, pemusnahan meliputi 26 perkara narkotika, 14 perkara kamtibum/TPUL, 9 perkara oharda, dan 1 perkara tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

Proses pemusnahan dilakukan secara komprehensif dengan metode diblender, dihancurkan, dibakar, dirusak, dan dipotong sehingga barang bukti tidak dapat dipergunakan kembali. Teddy Lazuardi Syahputra menegaskan bahwa pemusnahan ini merupakan tindak lanjut dari putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, sesuai dengan ketentuan Pasal 270 KUHAP.

Reporter: Rezi

Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Aset Tanah untuk MAN 1 Model Banda Aceh

0
Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Aset Tanah untuk MAN 1 Model Banda Aceh. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebuah langkah penting bagi kemajuan pendidikan madrasah di Aceh telah tercatat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, secara resmi menyerahkan dokumen aset berupa tanah kepada Kepala MAN 1 Model Banda Aceh, Dr. Hj. Nursiah, S.Ag, M.Pd, dalam sebuah serah terima di ruang kerja Kakanwil Kemenag Aceh, Selasa sore.

Tanah seluas 48.050 meter persegi atau sekitar 4,8 hektare yang berlokasi di Gampong Gano, Lamdingin, Banda Aceh ini merupakan hibah dari Pemerintah Aceh. Lahan strategis ini terletak di dekat Pasar Al-Mahirah Lamdingin dan akan menjadi lokasi baru pembangunan MAN 1 Model Banda Aceh.

Kakanwil Kemenag Aceh menyampaikan bahwa lahan tersebut akan ditimbun dan dibangun menggunakan anggaran dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada tahun-tahun mendatang.

“Tim Keuangan dan BMN Kanwil akan melakukan proses transfer aset dari Satker Kanwil ke Satker MAN 1 Model Banda Aceh,” ujar H. Munawar Abdurrahman, S.E., M.Si, Kepala Tim Keuangan dan Barang Milik Negara Kanwil Kemenag Aceh, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Proses panjang untuk memperoleh hibah ini melibatkan berbagai pihak, termasuk rapat-rapat dengan Pemerintah Aceh dan dukungan aktif dari Komisi VIII DPR RI. Dalam kunjungan kerjanya ke Aceh, Ketua Komisi VIII DPR RI, Drs. H. Marwan Dasopang, M.Si, turut meninjau lokasi lahan tersebut pada akhir November 2024.

Ahmad Yani, S.Pd.I, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, menyoroti kemajuan pendidikan madrasah di Aceh yang semakin signifikan baik dari segi sarana maupun kualitas.

“Alhamdulillah, berkat dukungan Komisi VIII DPR RI dan Kemenag RI, sudah ada beberapa madrasah yang dibangun melalui SBSN,” katanya.

Sejarah MAN 1 Model Banda Aceh dimulai sejak berdirinya pada tahun 1957 dengan nama Sekolah Menengah Islam Atas (SMIA) oleh Yayasan SMI. Hingga kini, lokasi madrasah yang berada di Jalan Syiah Kuala, dekat Jambo Tape, masih berstatus pinjam pakai dari yayasan tersebut.

Dalam perkembangannya, MAN 1 Model Banda Aceh telah menorehkan berbagai prestasi tingkat nasional hingga internasional, membuktikan kualitas pendidikan madrasah Aceh. Dengan hibah tanah baru ini, harapan besar pun tumbuh untuk mendukung pengembangan infrastruktur yang lebih baik, demi mencetak generasi unggul di masa mendatang.

Kepala MAN 1 Model Banda Aceh, Dr. Hj. Nursiah, menyampaikan rasa syukurnya atas hibah ini.

“Ini adalah langkah besar bagi pengembangan pendidikan madrasah. Kami berkomitmen untuk memaksimalkan manfaat aset ini demi kemajuan siswa dan institusi,” tuturnya.

Pembangunan fasilitas baru di atas tanah hibah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan madrasah di Aceh, membuka peluang bagi peningkatan mutu dan akses pendidikan bagi generasi muda.

Editor: Akil

Proyek Strategis Nasional: Pembangunan yang Melukai Kemanusiaan

0
Ilustrasi Proyek Strategis Nasional. (Foto: smspeerkasa)

NUKILAN.id | Opini – Pembangunan dengan model Proyek Strategis Nasional (PSN) yang seharusnya menjadi motor penggerak kemajuan bangsa kini menjadi sumber konflik dan pelanggaran hak asasi manusia. Di Pantai Utara Tangerang, Banten, segregasi sosial tampak jelas mengintai. Mereka yang berpunya kelak tinggal di kawasan mewah seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) Tropical Coastland, sementara masyarakat kecil yang terpaksa menyerahkan lahannya kepada pengembang berisiko tersisih ke kampung-kampung di sekitar kawasan tersebut.

Pembangunan yang seharusnya memperluas kemerdekaan manusia, sebagaimana dikemukakan ekonom peraih Nobel Amartya Sen, justru memiskinkan dan meminggirkan kelompok lemah. PIK Tropical Coastland, yang berdampingan dengan PIK 2, dilindungi negara melalui penetapannya sebagai PSN. Namun, proyek ini jelas-jelas bertentangan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), mengingat sebagian besar areanya berada dalam kawasan hutan lindung.

Penetapan PIK Tropical Coastland sebagai PSN diduga kuat merupakan kompensasi atas permintaan pemerintah kepada Agung Sedayu Group, pengembang proyek ini. Agung Sedayu ditengarai telah membiayai sebagian pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek ambisius yang membutuhkan investasi besar. Penetapan PSN ini menunjukkan bagaimana kebijakan publik dapat dipermainkan demi kepentingan segelintir pengusaha.

Proyek ini juga menjadi bagian dari rencana besar pemerintah untuk menyediakan tiga juta rumah. Dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), manajemen PIK Tropical Coastland berjanji mengucurkan Rp100 miliar untuk pembangunan ratusan rumah sederhana. Namun, seperti pepatah “tidak ada makan siang gratis,” sebagai imbalan, pengembang dilibatkan dalam proyek pembangunan tanggul laut raksasa senilai Rp700 triliun. Proyek ini diklaim untuk melindungi Jakarta dari abrasi laut, tetapi tanpa tata kelola yang baik, PSN hanya menjadi cara licik untuk menguntungkan pengusaha.

Sejak dimulai pada pemerintahan Joko Widodo periode pertama hingga Juli 2024, sebanyak 233 PSN dengan total investasi Rp6.200 triliun telah dicanangkan. Dari jumlah itu, 152 PSN telah rampung dan beroperasi. Namun, proyek-proyek ini kerap mengabaikan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah diberikan wewenang untuk mencabut atau mengganti peraturan yang menghambat pelaksanaan PSN, termasuk dalam hal perizinan, pengadaan lahan, hingga pembiayaan.

Lebih parah lagi, standar operasi pengendalian dampak sosial dan lingkungan pada banyak PSN tidak jelas. Dalam banyak kasus, aparat keamanan mudah dikerahkan untuk “mengamankan” proyek, bahkan dengan melanggar hak-hak masyarakat. Aduan yang disampaikan masyarakat terkait pelanggaran PSN kepada kejaksaan atau kepolisian sering kali hanya berakhir di meja pejabat tanpa tindakan lebih lanjut.

Dampak buruk PSN terhadap masyarakat sangat nyata. Sepanjang 2020-2023, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menerima 114 aduan terkait PSN, mulai dari kekerasan, intimidasi, hingga konflik agraria. Contoh nyata adalah kasus di proyek Riau Eco-City di Kepulauan Riau, proyek geotermal Pocoleok di Nusa Tenggara Timur, dan Kawasan Industri Hijau Indonesia di Kalimantan Utara. Proyek-proyek ini menyingkirkan masyarakat lokal dan memperburuk konflik sosial.

Amburadulnya perencanaan PSN juga terlihat pada proyek seperti Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati. Selain menyisakan masalah agraria, bandara ini tidak memberikan manfaat yang sebanding dengan investasi besar yang digelontorkan. Pada kenyataannya, bandara ini hanya ramai pada musim haji, meninggalkan infrastruktur megah yang nyaris tak terpakai sepanjang tahun.

Presiden Prabowo Subianto harus segera mengevaluasi PSN, khususnya proyek-proyek warisan pembangunanisme era Jokowi yang cenderung melanggar hak asasi manusia, menimbulkan diskriminasi, dan menyalahgunakan wewenang. Pembangunan yang baik seharusnya tidak menjadi perampasan kesempatan hidup layak bagi masyarakat kecil, tetapi justru memberdayakan mereka.

Pembangunan yang melukai kemanusiaan bukanlah pembangunan sejati. Jika terus dibiarkan, PSN hanya akan menjadi simbol kesenjangan sosial yang semakin melebar, meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat yang paling rentan. Sudah waktunya pemerintah menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama, bukan sekadar melayani kepentingan korporasi besar. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintah-USK)

Sinergi Unmuha dan Yayasan Aceh Hijau: Dorong Sanitasi Aman di Banda Aceh

0
Sinergi Unmuha dan Yayasan Aceh Hijau Dorong Sanitasi Aman di Banda Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) bersama Yayasan Aceh Hijau mengambil langkah strategis dalam mendukung kesehatan lingkungan masyarakat dengan menggelar audiensi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh, Senin (9/12/2024). Pertemuan yang berlangsung di aula Dinkes ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pengelolaan sanitasi aman yang berkelanjutan di kota ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, SKM., M.Kes, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk Unmuha, Yayasan Aceh Hijau, dan tim sanitarian. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan sanitasi layak sebagai bagian dari agenda pembangunan kesehatan.

“Kami percaya bahwa kolaborasi yang solid mampu menjadikan Banda Aceh contoh pengelolaan sanitasi terbaik. Pemerintah berkomitmen mendukung program ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Lukman.

Salah satu fokus utama audiensi adalah pembahasan survei sanitasi menggunakan On-Site Inspection Tool (OSIT), yang telah berjalan sejak 2022. Dalam kurun waktu dua tahun, survei ini melibatkan 3.209 rumah tangga di Banda Aceh. Pada 2024, cakupan survei akan diperluas dengan target tambahan 1.000 rumah tangga yang tersebar di 25 desa di sembilan kecamatan.

Survei ini tidak hanya mengumpulkan data terkait kondisi fasilitas sanitasi rumah tangga, pengelolaan limbah domestik, dan perilaku kebersihan masyarakat, tetapi juga menyertakan penyuluhan yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya sanitasi aman. Tim sanitarian yang melaksanakan survei bekerja sama dengan mahasiswa Unmuha di bawah supervisi Dinkes Banda Aceh.

Lukman menegaskan bahwa hasil survei ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi sanitasi di Banda Aceh, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan strategis.

“Kami berharap kolaborasi ini menghasilkan langkah-langkah perbaikan yang konkret dan berkelanjutan. Dengan dukungan semua pihak, Banda Aceh dapat menjadi kota yang lebih sehat, bersih, dan nyaman,” ungkapnya optimistis.

Langkah bersama ini mencerminkan komitmen kuat semua pihak untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat. Dengan sinergi yang terbangun, Banda Aceh diharapkan mampu menjadi kota percontohan dalam pengelolaan sanitasi aman di Indonesia.

Editor: Akil

21 Pasangan Pelajar Aceh Bersaing Jadi Duta Pelajar Sadar Hukum

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, saat memberikan Ucapan Selamat kepada 21 Pasangan Pelajar Aceh yang mengikuti Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 21 pasangan pelajar dari SMA dan sederajat di Aceh bersaing ketat dalam seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum, sebuah ajang prestisius yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh. Seleksi berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, sejak Senin (9/12) hingga Selasa (10/12/2024).

Para peserta yang terpilih adalah pelajar terbaik hasil seleksi tingkat kabupaten/kota. Mereka tidak hanya memperebutkan gelar duta, tetapi juga membawa misi penting: menjadi agen perubahan yang menanamkan kesadaran hukum di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Wakil Kepala Kejati Aceh, Muhibuddin, menekankan pentingnya program ini sebagai langkah strategis untuk membangun kesadaran moral di kalangan generasi muda.

“Kesadaran hukum adalah fondasi penting untuk melawan ancaman seperti narkoba dan tindakan melawan hukum lainnya. Para pelajar yang memahami hukum akan menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan mereka,” ujar Muhibuddin dalam konferensi pers, Selasa (10/12).

Muhibuddin juga mengungkapkan harapan agar para duta terpilih mendapatkan dukungan berupa beasiswa pendidikan dari Dinas Pendidikan Aceh.

“Melalui beasiswa ini, kita tidak hanya membangun pengetahuan, tetapi juga karakter generasi muda yang berintegritas,” tambahnya.

Dukungan Penuh dari Pemerintah Aceh

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program ini. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sedang memanfaatkan dana abadi pendidikan untuk memberikan apresiasi berupa beasiswa kepada para pemenang.

“Kami berharap beasiswa ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus menjadi teladan. Mereka adalah agen perubahan yang membawa nilai-nilai positif kepada teman-teman dan lingkungan sekitar,” jelas Marthunis.

Marthunis menegaskan bahwa keberadaan duta sadar hukum diharapkan dapat menciptakan generasi muda Aceh yang lebih baik, dengan karakter kuat dan kesadaran hukum yang tinggi.

“Mereka harus menjadi inspirasi. Kesadaran hukum yang mereka miliki akan menciptakan efek domino positif bagi lingkungan mereka,” ujarnya.

Membangun Generasi Berintegritas

Program Duta Pelajar Sadar Hukum tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang edukasi. Peserta dibekali dengan pengetahuan tentang hukum, tanggung jawab sosial, dan peran aktif dalam menjaga lingkungan.

Para duta ini diharapkan mampu menyebarkan kesadaran hukum ke tengah masyarakat, memperkuat karakter generasi muda Aceh, dan menciptakan lingkungan yang aman dan berintegritas.

“Dengan adanya duta pelajar sadar hukum, kami optimis generasi muda Aceh dapat membawa perubahan besar. Mereka adalah masa depan kita,” tutup Muhibuddin.

Editor: Akil

Petani Muda Aceh Raup Puluhan Juta dari Alsintan, Bukti Pertanian Modern Menjanjikan

0
Petani Muda Aceh Raup Puluhan Juta dari Alsintan. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Lhoksukon — Marwan (24), seorang petani muda asal Lhoksukon, Aceh Utara, menjadi contoh nyata bahwa pertanian modern mampu mendongkrak kesejahteraan. Dengan mengoperasikan alat mesin pertanian (alsintan), ia berhasil meraup penghasilan hingga Rp 30 juta per bulan. Hal ini disampaikannya saat Apel Brigade Pangan di Lhoksukon, Selasa (10/12/2024), di hadapan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

“Sebulan bisa Rp 20-30 juta kalau tidak ada kendala,” ungkap Marwan, yang baru enam bulan terakhir menjadi operator alsintan. Ia menambahkan, sehari ia mampu menyelesaikan panen di dua hektare lahan dengan penghasilan bersih sekitar Rp 1,5 juta per hari.

Namun, bukan berarti perjalanan Marwan tanpa tantangan. Salah satu kendala yang sering ia hadapi adalah kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kalau hujan, padi jadi basah, dan saya tidak bisa mengoperasikan combine harvester untuk panen,” jelasnya.

Sebelum bergabung dengan Brigade Pangan, Marwan mengaku sempat menganggur. Kini, ia merasa bersyukur dapat menemukan peluang besar di sektor pertanian modern.

“Dulu saya hanya menganggur, tapi sekarang bisa membantu keluarga dan masa depan saya,” katanya dengan senyum bangga.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi besar kepada Marwan. Ia menyebut keberhasilan Marwan sebagai bukti nyata bahwa pertanian berbasis teknologi mampu menjadi jalan keluar untuk meningkatkan kesejahteraan petani muda.

“Kami ingin ada lebih banyak Marwan-Marwan baru di Aceh. Apa yang dilakukan Marwan ini menunjukkan bahwa sektor pertanian modern sangat menjanjikan,” ujar Amran.

Apel Brigade Pangan di Lhoksukon ini menjadi momen penting untuk menunjukkan kesiapan Aceh menuju swasembada pangan. Sebanyak 66 kelompok Brigade Pangan dikerahkan untuk menggarap lahan-lahan yang dioptimalkan di Aceh Utara, dengan total target 11.558 hektare lahan di seluruh Provinsi Aceh.

Amran mendorong masyarakat, terutama anak muda, untuk terjun ke dunia pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi alsintan.

“Pertanian modern tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga kesejahteraan petani,” tegasnya.

Marwan kini menjadi inspirasi bagi banyak pemuda Aceh. Keberhasilannya menunjukkan bahwa sektor pertanian tidak hanya menjadi sektor tradisional, tetapi juga menjadi peluang emas untuk masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat muda dan dukungan teknologi, petani seperti Marwan membuktikan bahwa pertanian modern adalah jalan menuju kesejahteraan.

Editor: Akil

Guru SD di Subulussalam Ditangkap karena Dugaan Cabuli 13 Siswi

0
ILLUSTRASI Pelecehan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Subulussalam – Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang berprofesi sebagai guru sekolah dasar di Kota Subulussalam, Aceh, berinisial TB (39), ditangkap polisi atas dugaan pencabulan terhadap 13 siswi. Penangkapan ini dilakukan setelah sejumlah orang tua korban melaporkan kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Subulussalam, Iptu Abdul Mufakhir, membenarkan penangkapan tersebut.

“Benar, terduga pelaku berinisial TB (39) merupakan ASN yang bertugas sebagai tenaga pendidik di sekolah dasar tersebut,” ujar Mufakhir saat dikonfirmasi pada Selasa malam (10/12/2024).

Kasus ini terungkap setelah salah seorang korban menceritakan perbuatan asusila TB kepada orang tuanya sepulang sekolah. Tidak terima dengan perlakuan tersebut, orang tua korban segera melapor ke polisi.

Polisi bergerak cepat dan menangkap TB tanpa perlawanan di sekolah tempat ia mengajar. Dalam pemeriksaan awal, TB diketahui telah mencabuli 13 siswi. Dari jumlah tersebut, empat orang tua korban sudah melaporkan kasus ini, sementara sembilan korban lainnya belum membuat laporan resmi.

“Dari catatan personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), ada sembilan korban tambahan yang belum tertera dalam laporan resmi. Total korban yang kami identifikasi mencapai 13 orang,” kata Iptu Abdul Mufakhir.

Polisi menduga jumlah korban bisa bertambah karena masih ada kemungkinan beberapa anak belum berani mengungkapkan pengalaman pahit mereka. Oleh karena itu, Iptu Abdul Mufakhir mengimbau para orang tua yang merasa anaknya menjadi korban untuk segera melapor.

“Kami mengajak masyarakat, terutama orang tua dan pihak sekolah, untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar kasus serupa tidak terulang,” ujarnya.

Saat ini, Polres Subulussalam masih terus melakukan penyidikan mendalam terhadap kasus ini. Pelaku TB sudah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya melindungi anak-anak dari kekerasan seksual, khususnya di lingkungan sekolah.

Editor: Akil

Dishub Aceh Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Pergerakan Libur Akhir Tahun 2024

0
Dishub Aceh Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Pergerakan Libur Akhir Tahun 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh memprediksi puncak arus mudik libur akhir tahun 2024 akan terjadi pada 24 Desember, bertepatan dengan masa libur sekolah yang dimulai lebih awal pada 20 Desember. Sedangkan arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada 1-2 Januari 2025.

Dalam Rapat Koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang berlangsung di Aula Multimoda Dishub Aceh, Selasa (10/12/2024), Kepala Dishub Aceh, Teuku Faisal, memaparkan hasil survei terkait pergerakan masyarakat selama periode liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Sebanyak 60,43 persen responden menyatakan alasan utama perjalanan mereka adalah untuk liburan atau wisata, sementara 33,86 persen lainnya untuk mengunjungi keluarga,” ujar Faisal, mengacu pada survei yang dilakukan Dishub Aceh dari 26 November hingga 9 Desember 2024.

Faisal menegaskan, seluruh moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara, telah disiapkan untuk menghadapi lonjakan penumpang. Namun, beberapa isu utama seperti kemacetan, potensi bencana alam, titik rawan kecelakaan, serta pengawasan terhadap kendaraan over dimension over loading (ODOL) menjadi perhatian khusus.

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Iqbal Alqudusy, dalam forum tersebut menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Aceh. Selama Januari-November 2024, tercatat 3.124 kejadian kecelakaan dengan 606 korban meninggal dunia. Mayoritas kecelakaan melibatkan sepeda motor dengan jumlah 4.137 kendaraan.

“Kami menargetkan zero accident, terutama di lokasi wisata yang menjadi destinasi utama masyarakat saat liburan. Hal ini membutuhkan kolaborasi dari semua pihak,” ujar Iqbal.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, terutama di area rawan kecelakaan dan lokasi wisata yang sering dipadati pengunjung.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh, Anang Heriyanto, menyampaikan bahwa wilayah Aceh diperkirakan mengalami curah hujan tinggi pada Desember 2024. Beberapa daerah berpotensi banjir, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berada di jalan raya.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Jasa Raharja, BMKG, Organda, Basarnas, Angkasa Pura, ASDP Indonesia Ferry, Pertamina, dan Hutama Karya. Semua pihak sepakat untuk berkolaborasi dalam memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan selama periode libur Nataru.

“Kami mengharapkan dukungan masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Semua upaya ini kami lakukan demi terciptanya kenyamanan selama masa liburan,” tutup Faisal.

Dengan berbagai langkah antisipatif ini, pemerintah Aceh optimistis dapat mengelola lonjakan pergerakan masyarakat pada akhir tahun secara efektif, demi menjamin keamanan dan kenyamanan semua pihak.

Editor: Akil

Wujudkan Masyarakat Cerdas Tangkal Hoaks, Desa Sapik Gelar Seminar Literasi Digital

0
Seminar Literasi Digital. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) Sapik Sepakat sukses menggelar seminar literasi digital bertajuk “Pemanfaatan Internet dan Media Sosial sebagai Narasumber Informasi yang Benar serta Urgensi Literasi Digital dalam Menangkal Berita Hoaks”. Seminar ini merupakan bagian dari program Smart Village yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi digital.

Acara yang berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Sapik ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Sapik, Muzakkir Addin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut dan mengajak peserta untuk memanfaatkan seminar ini dengan baik.

“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya seminar ini. Generasi muda sebagai penerus kepemimpinan harus mengabdi tanpa pamrih, seperti perjuangan para pahlawan yang memungkinkan kita menikmati kenyamanan saat ini. Melalui literasi digital, saya berharap peserta mampu mengembangkan kecerdasan dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran yang berkualitas,” ungkap Muzakkir Addin.

Seminar ini menghadirkan dua pemateri utama, yaitu Duta Digital Aceh Selatan, Fakhrul Reza, S.Ds., dan ahli teknologi informasi, Salya Rater, S.Kom., M.Kom. Keduanya membahas strategi pemanfaatan internet sebagai sumber informasi terpercaya dan cara menangkal berita hoaks yang marak di media sosial.

Menurut Khairul Nahar, salah satu kader digital desa yang juga panitia kegiatan, seminar ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk aparatur pemerintahan desa.

“Kami optimis melalui seminar ini, Desa Sapik dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan internet dan media sosial secara maksimal. Dengan langkah ini, kami ingin Desa Sapik bisa bersaing dengan desa-desa maju lainnya,” ujar Khairul kepada Nukilan.id, Selasa (10/12/2024).

Duta Digital Aceh Selatan, Fakhrul Reza, dalam pemaparannya menekankan pentingnya membangun kebiasaan memilah informasi sebelum menyebarkannya.

“Literasi digital adalah kunci. Dengan kemampuan ini, kita bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif sekaligus melindungi diri dari hoaks,” katanya.

Sementara itu, Salya Rater memberikan wawasan teknis tentang cara memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk edukasi dan pemberdayaan. Ia juga menekankan pentingnya etika dalam penggunaan teknologi.

Seminar ini menunjukkan komitmen RKDD Sapik Sepakat untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan mampu menghadapi tantangan di era digital. Dengan semangat kolaborasi, Desa Sapik terus berupaya menjadi teladan dalam literasi digital di wilayah Aceh Selatan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Aceh dan Pangdam IM Serahkan Piala Basket SMA se-Aceh: SMA Methodist Juara Pertama

0
Pj Gubernur Aceh dan Pangdam IM Serahkan Piala Basket SMA se-Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Lapangan Basket Blang Padang, Banda Aceh, menjadi saksi puncak perayaan semangat olahraga antar pelajar Aceh. Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., bersama Panglima Kodam Iskandar Muda (IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menyerahkan piala kepada para juara kompetisi bola basket antar SMA se-Aceh, Senin (9/12/2024).

Pertandingan ini diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kodam IM, melibatkan 20 klub basket SMA dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Setelah bertanding selama tiga hari, SMA Methodist Banda Aceh keluar sebagai juara pertama, disusul oleh SMA Negeri 1 Lhokseumawe sebagai juara kedua, dan SMA Meulaboh di peringkat ketiga.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Safrizal menyampaikan harapannya agar kompetisi ini menjadi motivasi bagi pelajar untuk terus berprestasi.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga ini menjadi langkah awal untuk terus berkembang, baik dalam olahraga maupun bidang lainnya,” ujar Safrizal sambil menyerahkan piala kepada tim juara.

Sementara itu, Pangdam IM, Mayjen TNI Niko Fahrizal, memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang berkontribusi dalam kegiatan ini, terutama Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh sebagai sponsor utama.

“Olahraga adalah cara terbaik untuk mempererat silaturahmi antar pelajar. Kepada para pemenang, teruslah berlatih dan tingkatkan kemampuan. Bagi yang belum berhasil, jadikan ini sebagai pelajaran untuk bangkit di masa depan,” pesan Pangdam.

Kompetisi ini tidak hanya sekadar menjadi ajang adu bakat, tetapi juga sarana mempererat hubungan antar pelajar dari berbagai daerah di Aceh. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh yang turut hadir mengungkapkan, kegiatan seperti ini memiliki dampak positif terhadap pembinaan mental dan fisik generasi muda.

“Selain kompetisi, ini adalah upaya nyata untuk membangun karakter generasi muda yang sehat dan kompetitif,” tuturnya.

Acara penyerahan piala ini turut dihadiri sejumlah pejabat dari Forkopimda Aceh, kepala biro di lingkungan Pemerintah Aceh, serta pejabat utama Kodam IM.

Dengan berakhirnya kompetisi ini, semangat olahraga di kalangan pelajar Aceh diharapkan terus tumbuh, membawa generasi muda Aceh semakin berprestasi di kancah nasional maupun internasional.

Editor: Akil