Beranda blog Halaman 745

Kaleidoskop Aceh 2024: Dari ‘Banjir’ Rohingya hingga Peringatan 20 Tahun Tsunami

0
Ilustrasi Kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh. (Foto: AFP/Amanda Jufrian)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sepanjang tahun 2024, Aceh menjadi sorotan dengan serangkaian peristiwa yang menarik perhatian publik. Dari gelombang kedatangan pengungsi Rohingya, carut-marut penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumut, hingga peringatan 20 tahun bencana tsunami Aceh, berikut rangkuman Nukilan.id momen-momen penting yang terjadi di provinsi Serambi Mekah sepanjang tahun ini.

1. Gelombang Pengungsi Rohingya

Aceh kembali menjadi tempat persinggahan utama bagi pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari krisis di Myanmar. Pada 13 Oktober 2024, sebanyak 216 orang tiba di perairan Aceh Selatan menggunakan kapal kayu yang diduga berasal dari Laut Andaman. Mereka sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak yang diidentifikasi oleh UNHCR sebagai warga tanpa negara.

Sebelumnya, pada 1 Juni 2024, sebanyak 27 pengungsi yang diselamatkan dari kapal terbalik di Aceh Barat meninggalkan kamp penampungan mereka di Kompleks Kantor Bupati Aceh Barat. Berdasarkan data, sejak 2009 hingga 2024, Aceh telah menerima 41 gelombang kapal pengungsi dengan total 6.150 orang.

2. PON XXI Aceh-Sumut: Dari Makanan Basi hingga Venue Roboh

Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang seharusnya menjadi ajang olahraga bergengsi, justru diwarnai berbagai permasalahan. Mulai dari makanan yang dinilai tidak layak, kerusakan infrastruktur, hingga dugaan korupsi mencoreng penyelenggaraan acara ini.

Salah satu insiden yang mencuat adalah ambruknya atap venue cabang olahraga menembak di Rindam IM Mata Ie pada 17 September 2024. Pertandingan terpaksa dihentikan akibat hujan deras. Masalah lainnya adalah pemukulan terhadap seorang wasit sepak bola pada pertandingan Aceh melawan Sulawesi Tengah, yang memicu kontroversi karena keputusan wasit dianggap merugikan.

Selain itu, dugaan korupsi dalam penggunaan anggaran sebesar Rp4 triliun menjadi perhatian serius. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menerjunkan 77 auditor untuk mengawal penggunaan dana tersebut.

3. Rumah Calon Gubernur Aceh Dilempar Granat

Insiden politik terjadi pada 2 September 2024 ketika kediaman Bustami Hamzah, salah satu bakal calon gubernur Aceh, dilempar granat oleh orang tak dikenal. Meski tidak ada korban jiwa, peristiwa ini memicu kekhawatiran terkait keamanan menjelang Pilkada. Polisi masih mendalami motif di balik serangan ini.

4. Peringatan 20 Tahun Tsunami Aceh

Puncak kaleidoskop tahun ini adalah peringatan 20 tahun bencana tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Pemerintah Aceh menggelar acara di halaman Masjid Raya Baiturrahman dengan tema “Aceh Thanks The World” dan “Beranjak dari Masa Lalu, Menuju Masa Depan Aceh Bersyariah”.

Kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para korban di Ulee Lheue, dilanjutkan dengan sirine tsunami yang dinyalakan serentak pukul 07.59 WIB. Tausiyah dari Ustadz Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menutup rangkaian acara yang dihadiri oleh ribuan warga, termasuk para pejabat dan duta besar negara sahabat.

Peristiwa sepanjang 2024 ini menjadi pengingat tentang berbagai tantangan yang dihadapi Aceh, sekaligus harapan untuk masa depan yang lebih baik. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah

Rektor USK Luncurkan 17 Buku Karya Profesor FKIP

0
Rektor USK Luncurkan 17 Buku Karya Profesor FKIP. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, meluncurkan 17 buku karya para profesor Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, Selasa (31/12/2024). Acara peluncuran berlangsung di Ruang Teleconference lantai dua Gedung FKIP USK.

Dalam sambutannya, Prof. Marwan mengapresiasi langkah para guru besar FKIP yang menuangkan pemikiran mereka dalam bentuk buku. Ia berharap tradisi ini dapat diteruskan dan menjadi agenda tahunan.

“Profesor itu tidak hanya menulis artikel di jurnal, tetapi juga harus mampu menghasilkan buku. Apa yang dilakukan oleh para guru besar FKIP ini patut menjadi contoh bagi dosen lain di lingkungan USK,” ujar Prof. Marwan.

Ketua Senat Akademik Universitas (SAU) USK, Prof. Dr. Abubakar, menambahkan, tradisi ini sebaiknya diperluas hingga mencakup seluruh fakultas di USK. Ia mengusulkan agar peluncuran buku para guru besar digelar secara besar-besaran dan melibatkan semua fakultas.

“Jika melibatkan semua fakultas dan digelar di tempat yang lebih besar, seperti AAC, acara ini pasti lebih meriah. Bahkan, kalau perlu, kita buat kompetisi menulis buku,” kata Prof. Abubakar.

Sementara itu, Ketua Senat FKIP USK, Prof. Dr. Mohd. Harun, menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan wujud pemenuhan janji yang diucapkan pada pertengahan 2024.

“Kegiatan ini untuk memenuhi janji para guru besar FKIP kepada Pak Rektor pada medio Juni 2024. Meski di penghujung tahun, kami berusaha menyelesaikan janji tersebut dengan meluncurkan buku ini,” ujar Harun.

Dekan FKIP USK, Dr. Drs. Syamsulrizal, mengungkapkan saat ini terdapat 26 guru besar di FKIP, dan jumlahnya terus bertambah. Ia berharap setiap guru besar dan dosen FKIP dapat menulis minimal satu buku per tahun.

Pada akhir acara, tiga profesor yang karyanya diluncurkan memberikan testimoni. Prof. Djufri, penulis buku Taksonomi Tumbuhan, mengatakan menulis buku sering kali membutuhkan “paksaan.”

Prof. Dr. Yusri Yusuf, penulis buku Rateb Doda Idi, mengungkapkan bahwa dirinya dapat menyelesaikan buku tersebut berkat fasilitas yang diberikan Rektor dan Dekan FKIP, yakni sebuah bilik profesor.

Sementara itu, Prof. Dr. Rahmah Djohar, penulis buku Lintasan Belajar, menyampaikan bahwa kunci menulis buku adalah menyediakan waktu khusus untuk menulis.

Peluncuran ini menjadi momentum penting bagi FKIP USK untuk terus mendorong tradisi menulis buku di kalangan akademisi.

Editor: Akil

Forkopimda di Aceh Larang Perayaan Tahun Baru, Warga Pertanyakan Konsistensi Pejabat

0
Ilustrasi kembang api tahun baru. (Foto: AP Photo/Sakchai Lalit).

NUKILAN.id | Banda Aceh — Sejumlah pemerintah daerah di Aceh, termasuk Pemerintah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, secara tegas melarang perayaan malam pergantian tahun baru. Larangan ini dituangkan dalam seruan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan tujuan menjaga syariat Islam dan adat istiadat Aceh.

Larangan tersebut mengatur berbagai aktivitas, seperti pesta kembang api, petasan, meniup terompet, hingga balapan kendaraan. Warga juga diimbau untuk tidak mengadakan kerumunan. Di Banda Aceh, seruan ini memuat tujuh poin penting, salah satunya menekankan agar masyarakat tidak menggelar perayaan apapun di tempat terbuka maupun tertutup.

“Kepada warga Kota Banda Aceh agar pada malam pergantian tahun baru Masehi 1 Januari 2025, tidak melakukan perayaan apapun baik di tempat terbuka maupun tempat tertutup, seperti pesta kembang api, mercon/petasan, meniup terompet, balap-balapan kendaraan, dan permainan kegiatan hura-hura lainnya yang tidak bermanfaat serta bertentangan dengan syariat Islam dan adat istiadat Aceh,” bunyi poin pertama dalam seruan tersebut.

Senada dengan itu, Forkopimda Aceh Besar juga mengeluarkan seruan serupa. Seruan yang ditandatangani oleh Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto bersama para pemimpin daerah lainnya ini mencakup enam poin utama. Salah satu poinnya meminta masyarakat untuk menghindari kegiatan yang melanggar syariat Islam, seperti pesta miras, kembang api, penggunaan narkoba, hingga meniup terompet.

Seruan ini juga disertai terjemahan Surat At-Tahrim ayat 6 sebagai pembuka, yang mengingatkan pentingnya menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama. Pada poin terakhir, Forkopimda Aceh Besar mengimbau masyarakat untuk memperkokoh persatuan dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Larangan ini menuai tanggapan beragam dari masyarakat. Sebagian besar mendukung langkah pemerintah karena dianggap sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh. Mereka menganggap perayaan tahun baru sebagai aktivitas yang tidak memberikan manfaat.

“Memang lebih baik tidak ada perayaan seperti itu. Selain tidak sesuai dengan syariat Islam, juga hanya membuang-buang waktu dan uang,” ujar Sulaiman, seorang warga Banda Aceh saat diwawancarai Nukilan.i, Selasa (31/12/2024).

Namun, tidak sedikit pula warga yang mempertanyakan konsistensi para pejabat daerah. Mereka menyoroti adanya pejabat yang justru memilih bepergian ke luar daerah bersama keluarga untuk merayakan tahun baru.

“Untuk apa mengeluarkan larangan kalau pejabat kita sama keluarganya keluar daerah untuk merayakan tahun baru? Harusnya mereka memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” ungkap Khairul, seorang warga Aceh Besar.

Fenomena ini menjadi perhatian publik, yang berharap adanya keteladanan dari para pemimpin. Larangan perayaan tahun baru di Aceh bukan hanya soal menegakkan aturan, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Kalau pejabat sendiri tidak mematuhi aturan yang mereka buat, bagaimana masyarakat mau percaya? Harus ada sikap konsisten dari semua pihak,” tambah Khairul.

Pemerintah diharapkan tidak hanya mengeluarkan larangan, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam menegakkan syariat Islam dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di Aceh. Dengan langkah ini, kepercayaan masyarakat dapat terjaga, dan tujuan dari larangan tersebut dapat tercapai secara efektif. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Almuniza Kamal Terima Penghargaan Tokoh Pendidikan dari FORMAD

0
Almuniza Kamal Terima Penghargaan Tokoh Pendidikan dari FORMAD. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, mendapat penghargaan sebagai Tokoh Pendidikan dari Forum Mahasiswa Aceh Dunia (FORMAD). Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara 1st Aceh International Symposium yang berlangsung pada Senin (30/12/2024) di Aula Museum Aceh, Kota Banda Aceh.

Almuniza hadir sebagai narasumber dalam acara itu dan membagikan pandangannya mengenai pendidikan dan pembangunan kapasitas generasi muda di Aceh. Sertifikat penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi signifikan yang ia berikan untuk kemajuan dunia pendidikan di Aceh.

Dalam tanggapannya, Almuniza menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada FORMAD. Namun, dengan rendah hati, ia menganggap penghargaan tersebut lebih layak diberikan kepada pihak lain yang telah memberikan kontribusi besar bagi pendidikan di Aceh.

“Terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Namun, penghargaan ini masih jauh dari tepat jika diberikan kepada saya. Upaya saya dalam pendidikan adalah bentuk tanggung jawab moral dan kewajiban kecil untuk membangun kapasitas generasi muda Aceh di masa depan melalui dunia pendidikan,” ujar Almuniza saat dihubungi, Selasa (31/12/2024).

Menurutnya, pendidikan adalah prioritas bersama yang harus diperjuangkan oleh semua pihak, tanpa memandang latar belakang. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk membangun masa depan Aceh.

“Siapa pun pejabat Aceh, atau bahkan siapa pun yang peduli terhadap Aceh, pasti akan memberikan perhatian besar pada pendidikan. Karena pendidikan adalah kunci untuk membangun masa depan,” imbuhnya.

Almuniza juga berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat untuk terus bersinergi dalam memajukan pendidikan di Aceh.

“Salam hormat dan takzim untuk teman-teman semua. Semoga selalu sukses dan dimudahkan dalam segala urusan demi kemajuan Aceh,” tutupnya.

Editor: Akil

Almuniza Kamal Bahas Peran Pemuda dan Pariwisata di Simposium Internasional

0
Almuniza Kamal Bahas Peran Pemuda dan Pariwisata di Simposium Internasional. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, tampil sebagai narasumber utama pada 1st Aceh International Symposium yang digelar di Aula Museum Aceh, Senin (30/12/2024). Acara ini menghadirkan berbagai tokoh, termasuk Ketua Umum Forum Mahasiswa Aceh Dunia (FORMAD) M. Najid Akhtiar, narasumber lainnya Soraya Kamal, serta para mahasiswa.

Dalam simposium bertema “Pemuda dan Pariwisata”, Almuniza memulai pemaparannya dengan berbagi perjalanan kariernya yang inspiratif. Ia juga menampilkan video dokumenter berjudul Thelitg of Aceh yang, menurutnya, berhasil mencerminkan keindahan dan nilai luhur Aceh secara mendalam.

“Video ini adalah sebuah kebanggaan bagi kita semua. Ini adalah Aceh yang sesungguhnya,” ujar Almuniza.

Beliau menyoroti tiga pilar utama kekuatan Aceh, yaitu alam, budaya, dan sejarah, serta mengangkat peran perempuan dalam sejarah Aceh.

“Semua wanita hebat lahir dari Aceh. Emansipasi perempuan sudah lama menjadi bagian dari sejarah kita,” tambahnya.

Almuniza juga mengajak para pemuda memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan pariwisata Aceh dengan bijak. Ia menekankan pentingnya mengubah persepsi negatif yang seringkali muncul di dunia maya.

“Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan keindahan Aceh. Jadilah inovator dalam pengembangan pariwisata dan pelestari budaya kita,” imbaunya.

Ia melihat potensi besar pariwisata Aceh dalam menciptakan lapangan kerja serta mendukung ekonomi kreatif. Beberapa peluang yang disebutkan di antaranya fotografer wisata, pemandu tur, hingga pengelola homestay.

Simposium ini menjadi ajang bagi Almuniza untuk menegaskan komitmen Aceh dalam mengembangkan sektor pariwisata sekaligus memberdayakan pemuda sebagai motor penggeraknya.

Editor: Akil

Presiden Prabowo Buka Musrenbangnas, Pj Gubernur Aceh Safrizal: Siap Selaraskan Pembangunan Aceh

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, didampingi Plt. Sekda Aceh, Drs. Muhammad Diwarsyah, M.Si, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Penjabat Gubernur Aceh Dr. H. Safrizal ZA, M.Si bersama Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh Muhammad Diwarsyah, M.Si menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Gedung Bappenas RI, Jakarta, Senin (30/12/2024).

Musrenbangnas kali ini membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya konsep Ekonomi Pancasila sebagai panduan utama dalam perencanaan pembangunan nasional.

“Ekonomi Pancasila adalah penggabungan terbaik dari pasar bebas kapitalisme dengan ekonomi yang direncanakan. Pendiri negara kita memahami pentingnya asas kekeluargaan dalam perekonomian, di mana pemerintah bertindak sebagai pengayom, pelopor, dan pengelola kekayaan bangsa,” ujar Presiden.

Prabowo juga menyoroti pentingnya perencanaan sebagai elemen kunci pembangunan berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa meski rencana terbaik belum tentu mencapai hasil sempurna, tanpa perencanaan, arah pembangunan akan sulit ditentukan.

“Kita harus satu visi dalam melakukan pembangunan yang akan datang. Ini mencerminkan tekad bangsa Indonesia untuk mencapai pembangunan yang terarah dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” tegas Prabowo.

Menanggapi arahan Presiden, Pj Gubernur Aceh Safrizal menyatakan komitmennya untuk menyelaraskan rencana pembangunan Aceh sesuai arahan nasional.

“Kita akan mendukung penuh arahan Presiden dan menyelaraskan RPJM dengan Gubernur terpilih yang akan segera dilantik,” kata Safrizal.

Menurutnya, koordinasi antar pihak akan terus ditingkatkan untuk memastikan program pembangunan di Aceh sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar perencanaan nasional.

“Tekad ini bukan hanya keinginan Aceh, tetapi juga harapan bersama untuk Indonesia yang lebih maju,” pungkas Safrizal.

Editor: Akil

Iskada Aceh Dukung Larangan Perayaan Tahun Baru

0
Iskada Aceh Dukung Larangan Perayaan Tahun Baru. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ikatan Siswa Kader Dakwah (Iskada) Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap larangan perayaan Tahun Baru yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah dan Forkopimda Aceh. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Iskada, Azwir Nazar, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pergantian tahun sebagai momen refleksi dan memperkuat persatuan.

“Tahun 2024 kita lalui dengan berbagai agenda penting, termasuk Pilkada Serentak. Tahun baru ini adalah saatnya kita bersatu kembali demi kebaikan dan kemajuan Aceh,” ujar Azwir Nazar pada Senin (30/12/2024). Ia berharap pemerintahan baru di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh, khususnya dalam menangani berbagai isu seperti kemiskinan, narkoba, dan stunting.

Sebagai organisasi yang telah berdiri selama 50 tahun, Iskada Aceh memandang pendidikan dan pembinaan generasi muda sebagai prioritas yang harus terus dilaksanakan.

“Kami berharap pemerintahan baru benar-benar dapat mewujudkan Aceh yang Islami dan sejahtera,” tambahnya.

Azwir Nazar juga mengimbau masyarakat untuk mengisi pergantian tahun dengan memperbanyak doa dan zikir, sesuai dengan nilai-nilai Syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Ikatan Siswa Kader Dakwah, yang berpusat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, berkomitmen melanjutkan kiprahnya dalam dakwah Islamiah dan mendorong Aceh menjadi daerah yang lebih baik di masa mendatang.

Editor: Akil

Lokakarya Sanitasi di Aceh: Strategi Menuju Target 2025-2029

0
Lokakarya Sanitasi di Aceh. (Foto: biroadmpemb.acehprov)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh bekerja sama dengan Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh menggelar Lokakarya Memorandum Program Sanitasi, Selasa (17/12/2024). Acara ini berlangsung di Ruang Potensi Daerah I, lantai III Kantor Gubernur Aceh.

Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah perwakilan dari Bappeda Aceh, Dinas Perkim Aceh, Dinkes Aceh, DLHK Aceh, BPPW Aceh, Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, serta unsur Pokja PKP dari Kabupaten Nagan Raya, Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Gayo Lues, dan Kota Banda Aceh.

Sekretaris Dinas Perkim Aceh, Ir. Dina Feriana, ST., M.Eng.Sc, membuka acara tersebut dengan menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mencapai target sanitasi layak di Aceh.

“Saya percaya bahwa dengan kerja sama dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, LSM, dan masyarakat, kita dapat mewujudkan target sanitasi layak di Aceh,” ujarnya.

Lokakarya ini bertujuan menyusun dokumen Memorandum Program Sanitasi (MPS) sebagai acuan pembangunan sanitasi daerah. Dina Feriana menambahkan, sanitasi yang meliputi perilaku hidup bersih, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga kebiasaan membuang air besar pada tempatnya adalah hal sederhana tetapi sering sulit diimplementasikan sesuai standar kesehatan.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kesepakatan Memorandum Program Sanitasi antara pihak-pihak terkait. Kesepakatan ini diharapkan menjadi pedoman bagi pemerintah kabupaten/kota dalam menetapkan prioritas pembangunan sanitasi serta mengakses pendanaan yang dibutuhkan.

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Aceh, yang diwakili oleh Kepala Bagian Pengendalian Administrasi Pelaksanaan Pembangunan Wilayah, Ir. Saifuddin, ST, berharap hasil kesepakatan ini dapat diimplementasikan dalam program dan kegiatan sanitasi periode 2025-2029.

Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Aceh optimistis mampu memperbaiki kondisi sanitasi demi kehidupan masyarakat yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Editor: Akil

Satpol PP WH Banda Aceh Siapkan Piket Khusus Rawat Tanaman Pasca Tahiro

0
Satpol PP WH Banda Aceh Siapkan Piket Khusus Rawat Tanaman Pasca Tahiro. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasca pelaksanaan gerakan Tanam Hijaukan Nanggroe (Tahiro) Aceh yang digelar serentak di seluruh kabupaten/kota di Aceh pada Selasa (24/12/2024), Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Kota Banda Aceh mengambil langkah proaktif. Mereka kini memberlakukan piket khusus untuk merawat tanaman yang telah ditanam dalam program tersebut.

Lokasi penanaman dipilih di tanah kosong milik Pemerintah Kota Banda Aceh, tepatnya di sisi selatan PLTD Apung. Sebanyak 35 batang tanaman berbagai jenis ditanam di lahan tersebut.

“Tanamannya bermacam-macam, banyak yang bisa dikonsumsi buahnya, seperti mangga, kelengkeng, jambu air, jambu biji, nangka, belimbing, jeruk, hingga kelapa,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, S.STP, M.Si., Senin (30/12/2024).

Untuk memastikan tanaman tersebut tumbuh subur, Rizal telah menginstruksikan seluruh personel Satpol PP WH untuk melakukan penyiraman dan perawatan secara rutin.

“Setiap hari ada satu regu yang bertugas melakukan penyiraman dan perawatan. Dengan demikian, tanaman-tanaman yang jumlahnya lebih dari 35 batang ini dapat tumbuh dengan baik,” kata Rizal.

Ia berharap upaya tersebut akan memberikan manfaat bagi warga sekitar lokasi dan masyarakat Kota Banda Aceh secara umum.

Satpol PP WH Banda Aceh tak hanya mendukung pelestarian lingkungan melalui Tahiro, tetapi juga berkomitmen memastikan hasil kerja nyata tersebut membawa manfaat jangka panjang.

Editor: Akil

Penulis Legendaris Iwan Gayo Meninggal Dunia di Tangerang Selatan

0
Buku pintar karya Iwan Gayo yang banyak dijual di toko online. (Foto: SS)

NUKILAN.id | Jakarta – Dunia literasi Indonesia kembali kehilangan sosok besar. Penulis legendaris asal Aceh, Iwan Gayo, berpulang pada Sabtu (28/12/2024) di Ciputat Timur, Tangerang Selatan. Kabar duka ini pertama kali disampaikan melalui media sosial oleh Syukurfi M, seorang pegiat sosial asal Aceh, dan kemudian dikonfirmasi oleh Muchlis Gayo, saudara almarhum.

“Benar, abang saya telah berpulang di Ciputat Timur, Tangerang Selatan,” ungkap Muchlis dalam keterangannya.

H. Iwan Abu Bakar, yang lebih dikenal sebagai Iwan Gayo, lahir pada 7 November 1951 di Tekongan, Aceh Tengah. Ia merupakan anak dari pasangan Abu Bakar Bintang dan Hj. Mariamah Bona. Sebagai wartawan, editor, dan penulis, nama Iwan Gayo melekat dalam ingatan banyak orang berkat karyanya yang memperkenalkan istilah “Buku Pintar.”

Kariernya di dunia jurnalistik dimulai pada tahun 1971 sebagai korektor di sebuah surat kabar. Dua tahun berselang, ia menjadi wartawan di DPR RI sebelum sempat beralih menjadi pemandu wisata. Namun, kecintaannya pada dunia jurnalistik membawanya meraih penghargaan Adinegoro pada tahun 1981.

Nama Iwan Gayo mulai dikenal luas pada tahun 1982 lewat Buku Pintar Junior. Kesuksesan ini diikuti oleh karya-karya lainnya, seperti Buku Pintar Senior (1986), Buku Pintar Nusantara (1987), hingga Ensiklopedia Islam Internasional (2013).

Di samping karya tulisnya, Iwan Gayo juga dikenal sebagai peneliti yang melakukan perjalanan ke berbagai negara, seperti Arab Saudi, Mesir, Suriah, dan Yordania, untuk mendalami pemahaman tentang agama Islam.

Melalui deretan karyanya, Iwan Gayo telah memberikan kontribusi besar bagi dunia literasi dan pendidikan di Indonesia. Sosoknya yang penuh dedikasi akan selalu dikenang sebagai inspirasi bagi para penulis dan penerbit.

Selamat jalan, Iwan Gayo. Warisan karyamu akan terus hidup di hati pembaca.

Editor: Akil