Beranda blog Halaman 744

The Hillside Waterpark Mata Ie, Destinasi Favorit Liburan Nataru dan Sekolah

0
Suasana anak-anak sedang mandi uap di The Hillside Waterpark Mata Ie. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — The Hillside Waterpark Mata Ie menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta libur sekolah. Dengan konsep waterboom yang menyuguhkan berbagai kolam pemandian, tempat ini ramai dikunjungi oleh keluarga yang ingin menikmati liburan bersama.

Harga tiket yang terjangkau menjadi salah satu daya tarik utama. Pengunjung hanya perlu membayar Rp3.000 untuk parkir sepeda motor atau Rp5.000 untuk mobil. Sementara itu, biaya masuk ke area waterpark adalah Rp20.000 per orang, yang memungkinkan akses bebas ke semua kolam pemandian.

Beragam fasilitas tersedia untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung. Bagi keluarga yang membawa anak-anak, terdapat pilihan kolam khusus anak yang dilengkapi dengan penjaga untuk memantau keselamatan mereka.

“Kami merasa tenang karena anak-anak bisa bermain dengan aman, dan petugasnya selalu siaga,” ujar Diana, salah satu pengunjung asal Banda Aceh saat diwawancarai Nukilan.id, Rabu (1/1/2025).

Keseruan tidak berhenti di situ. Salah satu daya tarik utama yang paling digemari adalah mandi uap sabun. Aktivitas ini menjadi favorit para pengunjung karena memberikan sensasi bermain yang berbeda dan seru, terutama bagi anak-anak.

“Ini pertama kalinya saya mencoba mandi uap sabun, dan ternyata sangat menyenangkan! Anak-anak juga sangat menikmati,” ungkap Rahmah, pengunjung lain yang datang bersama keluarganya.

Dengan suasana yang menyenangkan, harga terjangkau, dan fasilitas lengkap, The Hillside Waterpark Mata Ie terus menjadi pilihan utama untuk menghabiskan liburan. Apakah Anda sudah merencanakan kunjungan ke sini? Jangan lewatkan pengalaman serunya! (XRQ)

Reporter: Akil

Kemenag Aceh Raih Penghargaan Media Sosial Terbaik 2024

0
Kemenag Aceh Raih Penghargaan Media Sosial Terbaik 2024. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih Humas Kemenag Award 2024 untuk kategori Pengelola Media Sosial Terbaik. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T., kepada Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Senin (30/12/2024).

Dalam sambutannya, Azhari menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian ini. Ia mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Kemenag Aceh, terutama tim humas, yang telah menunjukkan kinerja luar biasa.

“Ke depan, kita harus semakin kompak dan terus meningkatkan profesionalitas, terutama dalam memberikan informasi melalui media sosial,” ujar Azhari.

Ia menekankan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim Kemenag Aceh. “Alhamdulillah, terima kasih untuk semuanya. Semoga ini menjadi dorongan bagi kita untuk lebih baik ke depannya,” tambahnya.

Azhari juga mengajak seluruh jajaran Kemenag, baik di tingkat daerah maupun kanwil, untuk terus mempublikasikan kegiatan kementerian demi memperkuat keterbukaan informasi publik dan membangun citra positif institusi.

Prestasi ini menjadi lanjutan dari pencapaian sebelumnya, di mana Kemenag Aceh juga berhasil meraih penghargaan Humas Award 2023. Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Kemenag Aceh dalam mengelola media sosial sebagai sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Penjabat Bupati Aceh Tamiang dan Aceh Jaya

0
Pj Gubernur Aceh Serahkan SK Perpanjangan Masa Jabatan Penjabat Bupati Aceh Tamiang dan Aceh Jaya. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menyerahkan Surat Keputusan (SK) perpanjangan masa jabatan untuk Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra, dan Penjabat Bupati Aceh Jaya, Dr. A. Murtala, M.Si, pada Selasa, 31 Desember 2024.

Acara serah terima SK berlangsung di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, dengan dihadiri sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan pejabat biro terkait. Dalam suasana formal namun khidmat, Safrizal menekankan pentingnya dedikasi dalam menjalankan amanah pemerintahan.

“Selamat bekerja kembali kepada Penjabat Bupati Aceh Tamiang, Drs. Asra, dan Penjabat Bupati Aceh Jaya, Dr. A. Murtala, M.Si. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Safrizal dalam sambutannya.

Penyerahan SK ini menjadi momentum bagi kedua penjabat untuk melanjutkan program pembangunan serta pengabdian kepada masyarakat di wilayah masing-masing. Safrizal juga menyampaikan harapan agar keduanya mampu membawa perubahan positif di daerah yang mereka pimpin.

Acara tersebut ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai awal babak baru dalam kepemimpinan di Aceh Tamiang dan Aceh Jaya.

Editor: Akil

Truk Tabrak Hiace dan Motor di Pidie, Lima Orang Meninggal Dunia

0

NUKILAN.id | Pidie – Kecelakaan beruntun melibatkan truk Fuso, mobil penumpang Toyota Hiace, dan sepeda motor Honda Scoopy menewaskan lima orang di Jalan Banda Aceh-Medan KM 77, Gampong Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Selasa (31/12/2024).

Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menjelaskan, kecelakaan bermula saat truk Fuso BK 8030 DA yang dikemudikan Heriadi (52), warga Langkat, diduga mengalami rem blong ketika melaju dari arah Banda Aceh menuju Medan.

“Saat tiba di lokasi kejadian, truk melaju ke kanan jalan dan bertabrakan dengan mobil penumpang jenis Toyota Hiace BL 7494 AA yang datang dari arah Medan,” ujar Iqbal kepada Nukilan.

Setelah bertabrakan dengan Toyota Hiace, truk tersebut terbalik ke kanan jalan dan menimpa sepeda motor Honda Scoopy BL 3556 OI yang berada di belakang mobil penumpang.

Korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut adalah tiga penumpang Toyota Hiace yaitu Hamidah (70) warga Aceh Tengah, Jariyah (25) warga Aceh Tengah, dan Sarikah warga Aceh Tenggara. Sementara dua korban lainnya adalah pengendara dan pembonceng sepeda motor, yakni Azmi Ridha (25) dan Muhammad Riza (25), keduanya warga Pidie Jaya.

Enam orang mengalami luka ringan dalam kecelakaan ini, terdiri dari lima penumpang Toyota Hiace dan pengemudi truk. Mereka adalah Noval (17), Afwanda (24), M Rayan (1), M Raihan (8), Ayya (7), dan sopir truk Heriadi.

“Jenazah korban sudah diberangkatkan ke RS Pidie untuk pemulasaran dan dikawal hingga ke rumah duka,” pungkasnya. 

Reporter: Rezi

SE Angkringan Lueng Bata: Cita Rasa Tradisional dengan Sentuhan Modern

0
Pengunjung yang sedang memilih menu di SE Angkringan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Aroma khas makanan bakaran dan suasana kehangatan menyambut para pengunjung di SE Angkringan, sebuah tempat kuliner kekinian yang terletak strategis di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh. Sebagai salah satu UMKM lokal, angkringan ini berhasil memadukan cita rasa tradisional dengan kreativitas modern yang memikat.

Dengan konsep sederhana namun penuh inovasi, SE Angkringan menjadi tempat favorit warga Banda Aceh untuk menikmati makanan lezat dengan harga terjangkau. Tidak hanya itu, lokasinya yang mudah dijangkau menjadikannya pilihan populer bagi mereka yang ingin bersantai sejenak dari hiruk-pikuk kota.

Menu andalan di angkringan ini adalah Nasi Bakar yang kaya akan rempah. Setiap suapan nasi bakar menyuguhkan sensasi kelezatan autentik yang sulit dilupakan.

Selain Nasi Bakar, SE Angkringan juga menawarkan beragam menu bakaran seperti ayam bakar, bakso ayam, bakso sapi, sate kulit, sate ceker ayam, sate tempe, sate tahu, hingga sate udang. Menu spesial lainnya yang menarik perhatian adalah Sate Duo Twisted, inovasi kuliner yang menggabungkan dua bahan berbeda dalam satu tusuk sate, memberikan pengalaman rasa unik.

Menu di SE Angkringan. (Foto: Nukilan)

Pengunjung yang datang ke SE Angkringan tidak hanya menikmati makanan, tetapi juga suasana akrab dan pelayanan ramah dari para staf.

“Saya suka suasananya, seperti makan di rumah sendiri. Pilihan menunya juga banyak, semuanya enak,” kata Vira saat diwawancarai Nukilan.id, Selasa (31/12/2024).

Dengan pendekatan kuliner tradisional yang dipadukan dengan gaya kekinian, SE Angkringan di Lueng Bata membuktikan bahwa kreativitas mampu membawa daya tarik tersendiri dalam dunia kuliner. Tempat ini bukan hanya menawarkan makanan, tetapi juga cerita dan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung. (XRQ)

Reporter: Akil

MPD Aceh Tamiang Gelar Pleno Tahunan, Soroti Enam Isu Penting Pendidikan 2024

0
Ketua MPD Aceh Tamiang, H. Muttaqin, S.Pd, M.Pd didampinggi Wakil Ketua I, Mukhlis NT, MM dan Wakil Ketua II, Izwardi, SIP usai rapat pleno tahunan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar pleno tahunan di Kantor Sekretariat MPD, Senin (30/12/2024). Dalam pleno ini, MPD menyoroti enam isu penting yang ditemukan selama monitoring pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari SD hingga pendidikan nonformal.

Ketua MPD Aceh Tamiang, H. Muttaqin, S.Pd, M.Pd, menyampaikan bahwa salah satu persoalan utama terjadi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SD/MI. Beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Bandar Pusaka, Rantau, dan Bendahara mengalami minimnya jumlah pendaftar. Faktor utama yang ditemukan adalah ketidakmampuan sekolah bersaing dengan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di sekitar mereka akibat tidak adanya program unggulan.

Sementara itu, pada PPDB tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah sederajat, tidak ditemukan kendala berarti. Namun, masalah kembali muncul di jenjang SMA/SMK sederajat, di mana sistem zonasi masih belum diterapkan sepenuhnya.

“Beberapa SMA favorit masih menerima siswa baru di luar zonasi, sehingga menyebabkan sekolah lain minim pendaftar,” ujar Muttaqin.

MPD juga mengusulkan agar kewenangan pengelolaan pendidikan menengah (SMA/SMK) dikembalikan kepada kabupaten.

“Kami meminta Gubernur Aceh mengusulkan hal ini ke Menteri terkait,” tambahnya.

Pada sektor pendidikan nonformal, MPD menemukan adanya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tidak jelas lokasi dan pengurusnya. Untuk itu, pihaknya meminta dinas terkait segera menertibkan dan mencabut izin operasional PKBM yang tidak aktif.

Isu lain yang menjadi perhatian adalah lemahnya pemahaman komite sekolah terhadap aturan. Hal ini tercermin dari minimnya partisipasi dalam lomba komite tingkat SD, di mana dari 189 sekolah hanya 15 peserta yang berpartisipasi. MPD meminta Bupati Aceh Tamiang mengalokasikan anggaran untuk pelatihan komite sekolah.

Terakhir, MPD menyoroti belum optimalnya implementasi kurikulum Muatan Lokal seperti Baca Tulis Qur’an (BTQ) dan Adat Budaya Tamiang (ABT). Padahal, Qanun Provinsi dan Peraturan Bupati terkait hal ini sudah disahkan.

Dengan sejumlah temuan ini, MPD berharap langkah konkret dapat diambil untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Tamiang pada 2024.

Editor: Akil

Para Kepala KUA, Madrasah, dan Kasi Kankemenag Aceh Tamiang Tandatangani Perjanjian Kerja 2025

0
Para Kepala KUA, Madrasah, dan Kasi Kankemenag Aceh Tamiang Tandatangani Perjanjian Kerja 2025. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Menjelang tahun 2025, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, Kepala Madrasah, dan Kepala Seksi (Kasi) di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Tamiang menandatangani Perjanjian Kerja (Perkin) 2025. Acara ini berlangsung di Aula Al-Ikhwan pada Selasa (31/12/2024).

Kepala Kankemenag Aceh Tamiang, H. Anwar Padli, S.Ag., menegaskan pentingnya Perkin dalam memastikan penggunaan dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang sah. “Tanpa Perkin, penggunaan dana DIPA tidak diakui secara legal,” ujar Anwar dalam arahannya.

Ia juga mengingatkan agar Perkin dilaksanakan secara optimal, karena keberhasilan pelaksanaan Perkin akan menjadi indikator kinerja pejabat di masa mendatang.

“Saya minta lampiran Perkin segera diselesaikan dalam waktu satu minggu,” tambahnya.

Selain itu, Anwar menekankan pentingnya disiplin kerja dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari tanggung jawab setiap pejabat di lingkungan Kankemenag Aceh Tamiang.

Dalam kesempatan yang sama, H. Sunaryo, S.Ag., selaku perencana Kankemenag Aceh Tamiang, menjelaskan bahwa Perkin merupakan kewajiban bagi setiap instansi setelah DIPA disahkan.

“Semua kegiatan, baik yang memiliki anggaran dalam DIPA maupun yang tidak, wajib tercantum dalam Perkin,” paparnya.

Acara ini menjadi momen strategis untuk memperkuat komitmen kerja dalam menghadapi tantangan pelayanan masyarakat di tahun mendatang.

Editor: Akil

Teumuntuk, Tradisi Adat Aceh Besar yang Sarat Nilai Sosial

0
Teumuntuk, Tradisi Adat Aceh Besar yang Sarat Nilai Sosial. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tradisi Teumuntuk, yang masih dijalankan oleh masyarakat Aceh Besar hingga kini, menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial dan budaya daerah tersebut. Tradisi ini menggambarkan semangat kebersamaan dan nilai sosial yang kuat, meskipun tak banyak dikenal masyarakat luas.

Teumuntuk adalah kebiasaan memberikan uang dalam berbagai acara adat di Aceh Besar. Tradisi ini menunjukkan keikhlasan dan kerelaan pihak pemberi tanpa adanya jumlah yang ditentukan. Faridah Ibrahim, anggota bidang lembaga adat Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Besar, menjelaskan bahwa Teumuntuk memiliki makna mendalam dalam mempererat hubungan kekeluargaan.

“Tidak ada ketentuan pasti mengenai jumlah uang yang diberikan. Semua bergantung pada kerelaan dan keikhlasan si pemberi,” ujar Faridah kepada RRI beberapa waktu lalu.

Dalam acara pernikahan, Teumuntuk diberikan saat prosesi peusijuk yang dipimpin oleh pemangku adat. Setelah itu, keluarga besar dari pihak perempuan (dara baro) juga memberikan Teumuntuk kepada pihak laki-laki (linto baro).

Tradisi ini juga terlihat pada momen Tueng Dara Baro, yaitu saat pengantin perempuan diantar ke rumah pengantin laki-laki. Di acara ini, keluarga besar pihak laki-laki memberikan Teumuntuk kepada pihak perempuan.

Tak hanya terbatas pada keluarga mempelai, para tamu undangan juga turut memberikan Teumuntuk. Bahkan, meski tak membawa kado, tamu tetap menyampaikan uang sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah.

Selain pernikahan, tradisi Teumuntuk juga diterapkan dalam acara sunat Rasul. Anak yang akan disunat menerima Teumuntuk sebagai bagian dari prosesi peusijuk, memperkuat kesan bahwa tradisi ini mencakup berbagai aspek kehidupan adat masyarakat Aceh Besar.

Editor: Akil

Angka Kecelakaan di Aceh Turun Sepanjang 2024, Pelajar dan Mahasiswa Dominasi Korban

0
Ilustrasi kecelakaan. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh mencatat penurunan angka kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data Ditlantas Polda Aceh, korban meninggal dunia akibat kecelakaan turun menjadi 653 orang, dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 718 orang.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy, mengungkapkan penurunan sebanyak 65 korban jiwa ini menunjukkan keberhasilan upaya penindakan hukum serta edukasi keselamatan berkendara yang masif dilakukan.

“Penurunan ini tidak lepas dari intensitas edukasi keselamatan kepada pelajar dan mahasiswa, serta penindakan hukum yang lebih tegas,” ujar Kombes Pol Iqbal, Selasa (31/12/2024).

Dalam data tersebut, kelompok usia pelajar dan mahasiswa menjadi yang paling banyak menjadi korban meninggal dunia. Sebagai langkah antisipasi, Ditlantas Polda Aceh aktif menggelar kampanye keselamatan ke sekolah dan kampus untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya keselamatan di jalan.

Upaya penindakan hukum terlihat dari kenaikan jumlah tilang yang dikeluarkan pada 2024, yakni 32.735 kasus, meningkat signifikan dibandingkan 24.368 kasus pada 2023.

Namun, meski angka kematian turun, jumlah korban luka berat dan luka ringan justru meningkat. Korban luka berat naik dari 244 orang pada 2023 menjadi 329 orang pada 2024. Sementara korban luka ringan bertambah dari 5.220 orang menjadi 5.464 orang.

“Peningkatan korban cedera ini seiring dengan pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor, terutama roda dua, yang naik dari 133.802 unit pada 2023 menjadi 162.615 unit di 2024,” jelasnya.

Sayangnya, lonjakan jumlah kendaraan belum diimbangi dengan peningkatan infrastruktur jalan yang memadai. Kombes Pol Iqbal menyoroti perlunya pelebaran jalan, perbaikan fasilitas keselamatan, dan penerangan jalan untuk mendukung keselamatan berlalu lintas.

Ditlantas Polda Aceh menegaskan akan terus memperkuat kampanye keselamatan berkendara dan memperketat pengawasan lalu lintas dengan memanfaatkan teknologi modern.

“Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan dan menciptakan lingkungan berkendara yang aman,” tegas Kombes Pol Iqbal.

Upaya ini diharapkan dapat terus menekan angka kecelakaan di Aceh dan menciptakan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Editor: Akil

Danrem Lilawangsa dan Istri Panen Palawija di Kota Dingin Bener Meriah

0
Danrem Lilawangsa dan Istri Panen Palawija di Kota Dingin Bener Meriah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Redelong – Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, bersama istrinya, memetik hasil panen palawija di kebun petani binaan Kodim 0119/Bener Meriah, Selasa (31/12/2024). Kegiatan ini berlangsung di Desa Blang Panas, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, yang dikenal dengan suasana dinginnya.

Ali Imran, yang juga seorang perwira Kopassus, tampak antusias bersama Dandim 0119/BM Letkol Inf Ahmad Fauzi dan istrinya. Mereka memanen kol dan tomat segar, hasil budidaya hortikultura para petani binaan Kodim setempat.

“Panen buah segar ini berasal dari kebun hortikultura warga binaan Kodim di Desa Blang Panas. Dengan kondisi cuaca yang dingin, wilayah ini sangat cocok untuk sayur-mayur, dan hasilnya luar biasa melimpah,” ujar Danrem Ali Imran.

Ia mengungkapkan kebanggaannya atas inovasi Kodim dalam memanfaatkan potensi teritorial. Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung perekonomian warga tetapi juga meningkatkan semangat para petani untuk terus produktif.

“Dengan memanfaatkan lahan yang ada secara maksimal, diharapkan hasil pertanian hortikultura ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi semua warga yang bekerja keras di sini,” tambahnya.

Selain dikenal peduli terhadap masyarakat pedalaman, Danrem Ali Imran, yang merupakan putra asli Aceh, juga memiliki hobi bertani. Di sela tugasnya, ia kerap menanam berbagai tanaman seperti durian, mangga, dan pohon keras lainnya. Aktivitas ini tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi tetapi juga mendukung penghijauan dan menjaga kualitas udara.

Momen panen ini menjadi bukti nyata kontribusi TNI dalam membantu masyarakat, sekaligus menggambarkan hubungan harmonis antara petani binaan dengan aparat teritorial.

Editor: Akil