Beranda blog Halaman 740

Pangdam IM Dukung FKUB Aceh untuk Mewujudkan Kerukunan Antar Umat Beragama

0
Pangdam IM saat menerima Audiensi FKUB Provinsi Aceh. (Foto: Pendam IM).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menerima audiensi dari Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Aceh, H.A. Hamid Zein, S.H., M.Hum., beserta rombongan di ruang kerjanya, Kamis (2/1/2025).

Dalam sambutannya, Pangdam IM menyampaikan apresiasi kepada FKUB Aceh atas kontribusinya dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

“FKUB Aceh telah memberikan kontribusi besar dalam menciptakan suasana yang damai dan kondusif di Aceh. Kami sangat mengapresiasi dedikasi FKUB dalam menjaga kerukunan antar umat beragama,” ujar Pangdam IM.

Sementara itu, Ketua FKUB Aceh, H.A. Hamid Zein, melaporkan bahwa kehidupan umat beragama di Aceh umumnya sangat harmonis, meskipun terdapat potensi konflik di beberapa wilayah. Ia menyoroti potensi ketegangan di Aceh Singkil, Bireuen, dan Aceh Tamiang terkait rumah ibadah umat Kristiani.

“Kami terus berupaya menyelesaikan potensi konflik ini dengan pendekatan dialog dan kerja sama lintas sektor,” ungkap Hamid Zein. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pelaksanaan Natal 2024 yang aman di Aceh tidak terlepas dari dukungan Kodam IM.

Dalam audiensi tersebut, FKUB Aceh mengusulkan agar Aceh menjadi tuan rumah Konferensi Nasional FKUB pada tahun 2025. Usulan ini mendapat sambutan positif dari Pangdam IM.

“Kami siap mendukung dan berkolaborasi dengan FKUB untuk mewujudkan hal ini. Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi contoh kerukunan antar umat beragama di tingkat nasional,” tegas Pangdam IM.

Pangdam IM juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai langkah FKUB Aceh dalam menjaga kerukunan di Aceh.

“Kerukunan adalah fondasi penting bagi pembangunan daerah. Kami akan bersinergi dengan FKUB untuk berbagai program yang mendukung keharmonisan masyarakat,” tambahnya.

Editor: Akil

Liburan Berhadiah Umrah: Kejutan Manis di Tahun Baru dari Alifa Land untuk Pengunjung Setia

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hari pertama tahun 2025 menjadi momen istimewa di Alifa Land, Wahana Bermain Restaurant & Resort yang terletak di Desa Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Aceh Selatan. Seorang pengunjung setia, Ujang Arif Afriza, berhasil membawa pulang hadiah utama berupa paket umrah gratis, menjadi sorotan dalam perayaan syukuran yang digelar oleh destinasi wisata yang kini kian dikenal luas ini di daerah berjuluk ‘Kota Naga’ itu.

Dengan wajah sumringah, Ujang, warga Kuta Buloh, Kecamatan Meukek, mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah, saya tidak menyangka kupon undian saya keluar sebagai pemenang. Terima kasih kepada Alifa Land yang telah memberikan kesempatan bagi saya untuk berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.

*Inovasi Hadiah untuk Pengunjung Setia*

Program undian berhadiah ini adalah inisiatif perdana yang diluncurkan oleh Alifa Land. Aidil Mashendra, Owner Alifa Land, menjelaskan bahwa pengunjung yang berbelanja minimal Rp100 ribu akan mendapatkan kupon undian.

“Kupon tersebut diundi pada akhir tahun untuk menentukan pemenang hadiah-hadiah menarik, termasuk paket umrah. Tahun ini, kami mengundi 1.432 kupon dengan lebih kurang 3.000 pengunjung hadir dalam acara syukuran ini,” jelas Aidil.

Tidak hanya untuk pengunjung, penghargaan serupa juga diberikan kepada karyawan terbaik Alifa Land sebagai bentuk apresiasi.

“Kami berharap hadiah ini menjadi daya tarik sekaligus bentuk penghormatan kepada masyarakat dan mitra kami untuk terus memajukan pariwisata Aceh Selatan,” tambah Aidil.

Hadiah yang diberikan tidak hanya terbatas pada paket umrah. Alifa Land juga memberikan berbagai barang elektronik, mulai dari televisi, mesin cuci, kulkas, hingga peralatan rumah tangga lainnya.

Selain bagi pengunjung, Hadiah umroh juga diberikan manajemen Alifa Land kepada satu orang karyawan berprestasi, Amri Afkar asal manggeng Aceh Barat Daya yang sudah mengabdi di Alifa Land selama empat tahun.

Syukuran ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Terpilih Aceh Selatan, Baital Mukadis, bersama para pejabat lainnya. Baital memberikan apresiasi atas inisiatif Alifa Land dalam mendukung pariwisata lokal.

“Langkah seperti ini sangat potensial untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta ekonomi masyarakat setempat. Pemkab Aceh Selatan akan terus mendukung program serupa melalui kemudahan birokrasi bagi para pengusaha yang ingin berinvestasi di sektor pariwisata,” katanya.

*Wahana Bermain dan Kompetisi Menarik*

Sebagai destinasi wisata, Alifa Land menawarkan berbagai fasilitas mulai dari wahana bermain, resort, hingga restoran dengan konsep keluarga. Di penghujung tahun 2024, Alifa Land juga sukses menggelar lomba karaoke tahunan yang diikuti 73 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Aceh.

Dengan hadiah utama berupa sepeda listrik, kulkas, dan televisi, lomba ini menarik perhatian banyak peserta dan pengunjung. Alifa Land berhasil menjadi ruang hiburan yang menyenangkan sekaligus menciptakan momen kompetitif yang menghibur.

Dengan program undian berhadiah dan berbagai kegiatan menarik lainnya, Alifa Land terus berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Aceh Selatan.

Aidil Mashendra berharap, inisiatif-inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kunjungan tetapi juga membantu membangun citra Aceh Selatan sebagai daerah tujuan wisata yang menawarkan pengalaman berbeda.

“Semoga Alifa Land dapat menjadi inspirasi bagi objek wisata lainnya di Aceh untuk terus berinovasi. Kami percaya, pariwisata yang maju akan membawa dampak positif bagi semua,” tutupnya.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana Alifa Land, lokasi ini dapat ditemukan di Desa Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Di sini, selain berwisata, siapa tahu Anda juga bisa menjadi pemenang undian berikutnya!. []

Mengenal Peran Krusial Syahbandar dalam Sejarah Kerajaan Aceh

0
Ilustrasi pelabuhan Kerajaan Aceh. (Foto: META AI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Syahbandar, yang berarti kepala pelabuhan, memainkan peran yang sangat vital dalam sejarah Kerajaan Aceh. Jabatan ini bukan sekadar mengatur lalu lintas kapal dan perdagangan, tetapi juga melibatkan pengaruh yang sangat besar dalam aspek politik dan ekonomi kerajaan.

Informasi yang diperoleh Nukilan.id, syahbandar memiliki berbagai tanggung jawab yang tidak hanya terbatas pada pengaturan kedatangan dan keberangkatan kapal. Mereka juga memantau kegiatan bongkar muat barang, mengumpulkan pajak, dan memastikan segala aktivitas pelabuhan berjalan lancar.

Selain itu, syahbandar sering kali menjadi ujung tombak diplomasi Kerajaan Aceh. Sebagai wakil kerajaan, mereka berinteraksi langsung dengan pedagang asing, merundingkan perjanjian dagang, dan mempererat hubungan dengan mitra luar negeri. Keterampilan diplomatik syahbandar sangat penting, mengingat peran perdagangan sebagai tulang punggung ekonomi kerajaan.

Keamanan juga merupakan bagian dari tanggung jawab syahbandar. Mereka harus menjaga agar pelabuhan dan kawasan sekitarnya tetap aman dari aktivitas yang mencurigakan, seperti penyelundupan atau gangguan yang dapat merugikan kerajaan.

Dalam struktur pemerintahan Kerajaan Aceh, syahbandar berada di bawah langsung Sultan atau Raja namun memiliki otonomi yang cukup besar. Posisi ini sangat dihormati karena memegang kendali atas pusat-pusat perdagangan penting yang menjadi sumber utama pendapatan kerajaan. Syahbandar dibantu oleh sejumlah pejabat lainnya seperti nazir (pengawas) dan dalal (perantara) yang menjalankan tugas-tugas administratif sehari-hari.

Papan informasi tentang Syahbandar di Museum Aceh. (Foto: Nukilan)

Sebagai pusat ekonomi utama kerajaan, pelabuhan di bawah kendali syahbandar menjadi sumber pendapatan yang sangat penting. Kendali atas perdagangan internasional memberi syahbandar kekuatan ekonomi yang besar, dan dalam banyak hal, mereka juga berperan sebagai penghubung bagi Kerajaan Aceh dalam memperluas jaringan perdagangan global.

Tidak hanya dalam sektor ekonomi, syahbandar juga memainkan peran penting dalam memperkenalkan Aceh di kancah internasional melalui hubungan perdagangan. Melalui interaksi dengan pedagang asing, mereka turut meningkatkan pengaruh Aceh di luar negeri.

Menjadi syahbandar adalah jabatan bergengsi. Biasanya, orang yang menduduki posisi ini berasal dari kalangan bangsawan atau keluarga berpengaruh di Aceh, yang menjadikan mereka tidak hanya figur penting dalam hal pemerintahan, tetapi juga simbol kekuasaan dan prestise kerajaan.

Dalam sejarahnya, syahbandar bukan hanya seorang pengelola pelabuhan, tetapi juga tokoh yang berperan besar dalam menentukan arah kemajuan ekonomi dan hubungan internasional Kerajaan Aceh. Jabatan ini menunjukkan betapa pentingnya peran ekonomi dalam menggerakkan roda pemerintahan dan kemajuan suatu bangsa. (XRQ)

Penulis: Akil

Kapolda Aceh Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 344 Personel

0
Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko memberi ucapan selamat kepada personil yang naik pangkat. (Foto : Dok. Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kapolda Aceh Irjen Pol Achmad Kartiko memimpin upacara kenaikan pangkat 344 personel Polda Aceh di Lapangan Mapolda Aceh, Kamis (2/1/2025). Dalam upacara tersebut, Achmad Kartiko menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan hanya pencapaian, tetapi tanggung jawab baru.

“Hari ini, 344 personel Polda Aceh memperoleh kenaikan pangkat. Terdiri dari 88 perwira, 235 bintara, dan 21 tamtama. Di jajaran polres/ta, sebanyak 1.006 personel juga naik pangkat, mencakup 189 perwira dan 817 bintara. Kenaikan pangkat ini bukan sekadar pencapaian, tetapi tanggung jawab baru,” ujar Kapolda Aceh dalam sambutannya.

Ia menambahkan, kenaikan pangkat merupakan penghargaan dari negara atas dedikasi, integritas, dan pengabdian anggota Polri. Namun, ia mengingatkan bahwa kenaikan pangkat bukan akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Pangkat yang lebih tinggi menuntut kinerja yang lebih baik dalam melayani masyarakat, menjaga keamanan, dan menegakkan hukum,” tegasnya.

Kapolda juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel atas dedikasi mereka, khususnya dalam menjaga keamanan di Provinsi Aceh sepanjang tahun 2024 yang penuh dinamika, seperti pengamanan Pemilu 2024, PON XXI Aceh-Sumut, dan Pilkada Serentak.

“Semua tantangan dapat kita lalui berkat kerja keras, disiplin, dan sinergi seluruh personel,” tuturnya.

Namun, Achmad Kartiko mengingatkan bahwa tantangan baru menanti di tahun 2025. Ia menyebutkan, situasi kamtibmas yang dinamis, perkembangan teknologi, dan meningkatnya harapan masyarakat terhadap Polri adalah hal-hal yang harus diantisipasi dengan inovasi dan kolaborasi.

Dalam pesannya kepada personel yang naik pangkat, Kapolda menekankan pentingnya menjunjung tinggi profesionalisme dan etika Polri, serta menjalankan tugas berdasarkan Tribrata dan Catur Prasetya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga moral dan integritas untuk menghindari tindakan yang dapat mencoreng nama baik institusi.

“Keberhasilan Polri tidak diukur dari pangkat yang tinggi, tetapi dari kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Selamat kepada personel yang naik pangkat. Mari kita bersama-sama membangun Polri yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih dipercaya masyarakat,” pungkas Kapolda Aceh.

Editor: Akil

Inflasi Aceh 2,17 Persen pada Desember 2024, Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Utama

0
Toko emas Al Ichlas Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Reji)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) di Provinsi Aceh mencapai 2,17 persen pada Desember 2024. Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang dominan inflasi tersebut.

Kepala BPS Aceh Ahmadriswan Nasution mengungkapkan bahwa inflasi Aceh pada Desember 2024 lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,57 persen. Meski begitu, inflasi ini masih berada dalam kisaran target 1,5 hingga 3,5 persen.

“Namun, inflasi ini masih dalam kendali range yakni 1,5 sampai 3,5 persen,” ujar Riswan di Banda Aceh, Kamis (2/1/2025).

BPS memantau inflasi di lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh, yaitu Banda Aceh, Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Barat, Aceh Tamiang, dan Aceh Tengah. Dari 11 kelompok pengeluaran yang dipantau, sembilan kelompok mengalami inflasi, sedangkan dua lainnya mencatat deflasi.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,14 persen. Di sisi lain, kelompok transportasi memberikan kontribusi deflasi terbesar sebesar 0,11 persen.

“Artinya, kinerja transportasi cukup baik pada Desember 2024, meski pengendalian selama setahun terakhir tetap menjadi tantangan untuk tahun 2025,” jelasnya.

Penyumbang Inflasi dan Deflasi Utama

Lima komoditas penyumbang inflasi terbesar di Aceh pada 2024 adalah emas perhiasan (0,34 persen), tarif air minum (0,32 persen), sigaret kretek mesin (0,31 persen), minyak goreng (0,26 persen), dan daging ayam ras (0,12 persen).

Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi terbesar adalah cabai merah (0,36 persen), bensin (0,13 persen), cabai rawit (0,06 persen), ikan tongkol (0,05 persen), dan kangkung (0,05 persen).

“Andil deflasi ini menarik, karena menunjukkan kemampuan kita dalam menekan harga komoditas seperti cabai merah, cabai rawit, ikan tongkol, dan kangkung,” tambah Riswan.

Inflasi Bulanan di Aceh

Secara bulanan (month-to-month/mtm), Aceh mencatat inflasi sebesar 0,57 persen pada Desember 2024, sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 0,44 persen.

Komoditas penyumbang inflasi bulanan di Aceh meliputi telur ayam ras (0,10 persen), ikan bandeng (0,05 persen), ikan tongkol (0,04 persen), beras (0,04 persen), dan ikan kembung (0,04 persen).

Riswan mencatat bahwa seluruh daerah IHK di Aceh mengalami inflasi pada Desember 2024. Inflasi bulanan tertinggi tercatat di Lhokseumawe sebesar 0,97 persen, sedangkan terendah di Banda Aceh dengan 0,25 persen. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, sebesar 3,29 persen, sementara terendah di Aceh Tamiang sebesar 1,63 persen.

“Inflasi Meulaboh sudah mendekati batas atas target inflasi sebesar 3,5 persen, namun masih dalam kategori terkendali,” tuturnya.

Pengendalian Inflasi di Aceh Membaik

Riswan menilai pengendalian inflasi di Aceh menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, inflasi Aceh mencapai 5,89 persen, sementara pada 2023 turun drastis menjadi 1,53 persen.

“Jika dilihat dari data, pengendalian inflasi di Aceh sudah cukup terkendali. Ini menjadi dasar optimisme untuk menjaga stabilitas harga di tahun 2025,” pungkasnya.

Editor: Akil

Ditlantas Polda Aceh Gunakan Teknologi TAA untuk Ungkap Kecelakaan Tragis di Pidie

0
Ditlantas Polda Aceh Gunakan Teknologi TAA untuk Ungkap Kecelakaan Tragis di Pidie. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ditlantas Polda Aceh mengadopsi teknologi canggih Traffic Accident Analysis (TAA) untuk menyelidiki kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Pidie pada Selasa, 31 Desember 2024. Metode ini menghadirkan pendekatan modern dalam menganalisis penyebab kecelakaan dengan tingkat akurasi tinggi.

Kecelakaan di Jalan Banda Aceh-Medan, Km 77, Desa Simpang Beutong, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, melibatkan sebuah Toyota Hiace dan dua sepeda motor. Insiden tersebut merenggut lima nyawa, termasuk tiga penumpang Hiace dan dua pengendara motor, sementara kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan berat.

Untuk mengungkap detail kejadian, Ditlantas Polda Aceh menggunakan perangkat 3D Laser Scanner Leica PS360 sebagai bagian dari metode TAA. Teknologi ini mampu merekonstruksi kondisi sebelum, saat, dan setelah kecelakaan dalam format animasi 3D.

“Metode TAA memberikan akurasi tinggi dengan data yang memungkinkan pengukuran geometrik jalan, kecepatan kendaraan, serta rekonstruksi kejadian dari berbagai sudut pandang,” ujar Kombes Pol M. Iqbal Alqudusy, Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, Rabu (1/1/2025).

Kombes Iqbal menjelaskan, penggunaan TAA juga mempercepat proses penyelidikan dan meminimalkan potensi kesalahan manusia. Hasilnya berupa visualisasi digital dalam bentuk sketsa, video animasi, dan fly-through lokasi kejadian yang dapat digunakan sebagai bukti di pengadilan.

“Dengan teknologi ini, kami dapat menyampaikan fakta secara transparan dan profesional. Analisis TAA membantu mempercepat proses pembuktian hukum sekaligus memberikan kejelasan bagi semua pihak terkait,” tambahnya.

Penerapan TAA di Pidie menunjukkan komitmen Ditlantas Polda Aceh dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan keselamatan dan keadilan di jalan raya. Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu proses hukum tetapi juga menjadi upaya preventif demi keselamatan masyarakat.

Editor: Akil

Mengenal Siwaih: Belati Pusaka Aceh yang Menyimpan Sejarah dan Nilai Budaya Tinggi

0
Senjata tradisional Aceh, Siwaih dan rencong. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Selain dikenal dengan senjata tradisional rencong, ternyata Aceh juga memiliki pusaka lainnya yang tak kalah bersejarah dan bermakna, yaitu siwaih. Dari informasi yang dihimpun oleh Nukilan.id, belati tradisional ini bukan hanya sekadar senjata tajam, tetapi juga simbol kekuasaan dan kehormatan yang melambangkan nilai budaya tinggi. Dengan bentuk yang khas dan ukiran yang rumit, siwaih memiliki daya tarik tersendiri yang mengukuhkan posisinya sebagai salah satu warisan budaya paling dihormati di Aceh.

Siwaih dikenal dengan bilahnya yang melengkung dan gagangnya yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi, seperti gading atau tanduk. Berbeda dengan belati lainnya, siwaih umumnya memiliki ukuran lebih besar dan panjang, menjadikannya lebih menonjol dalam penampilan. Tak hanya fungsi sebagai senjata, siwaih juga dilengkapi dengan ukiran-ukiran rumit yang menggambarkan motif khas Aceh, seperti bunga, tumbuhan, dan hewan. Beberapa siwaih bahkan dilapisi dengan emas atau perak, mencerminkan keterampilan tinggi pengrajin Aceh dalam menciptakan karya seni bernilai estetika tinggi.

Seiring dengan berjalannya waktu, fungsi siwaih pun mengalami pergeseran. Belati ini bukan hanya dipergunakan dalam pertempuran, tetapi lebih menjadi simbol status sosial dan kekuasaan. Kepemilikan siwaih menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya, seringkali diberikan oleh Sultan Aceh kepada para panglima atau pejabat tinggi sebagai tanda kehormatan.

Selain sebagai simbol status, siwaih juga menjadi bagian integral dari upacara adat di Aceh, mempertahankan nilai-nilai budaya yang sudah ada sejak masa Kesultanan Aceh. Oleh karena itu, siwaih bukan sekadar senjata, melainkan sebuah karya seni yang mengandung makna dan nilai sejarah yang mendalam.

Banyak yang menganggap siwaih dan rencong serupa, namun kedua senjata tradisional Aceh ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Rencong lebih sederhana dengan ukuran yang lebih kecil, sementara siwaih memiliki bentuk yang lebih besar, gagang yang lebih beragam, serta ukiran yang lebih rumit. Hal ini menjadikan siwaih memiliki tempat tersendiri dalam budaya Aceh, terutama sebagai simbol kekuasaan.

Pelestarian siwaih tidak hanya tentang menjaga barang antik. Lebih dari itu, pelestarian siwaih merupakan upaya untuk mempertahankan warisan budaya yang sarat akan nilai sejarah. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya siwaih perlu terus ditumbuhkan, agar keberadaannya dihargai dan dilestarikan.

Pemerintah juga dapat memainkan peran penting dengan mengatur kebijakan pelestarian budaya, sementara keterampilan pengrajin muda Aceh perlu terus didorong untuk melanjutkan tradisi pembuatan siwaih dengan kualitas tinggi. Dengan demikian, pusaka ini akan tetap hidup dan dihargai oleh generasi mendatang.

Kini, siwaih bukan hanya sekadar senjata bersejarah, tetapi simbol kemegahan dan kebesaran Aceh. Keberadaannya di museum-museum Aceh, termasuk di Museum Rumoh Aceh, menjadi saksi hidup dari tradisi yang telah mengakar kuat dalam budaya masyarakat Aceh. Melalui pelestarian siwaih, kita menjaga warisan budaya yang tak ternilai harganya, sekaligus mengingatkan kita akan betapa kaya dan beragamnya budaya Aceh.

Bagi Anda yang ingin melihat langsung keindahan dan keunikan siwaih, kunjungilah Museum Rumoh Aceh, yang masih menyimpan koleksi siwaih sebagai bagian dari warisan budaya Aceh yang berharga. (XRQ)

Penulis: Akil

Pj Gubernur Aceh Puji Kebersihan Pelabuhan Ulee Lheue

0
Pj Gubernur Aceh Puji Kebersihan Pelabuhan Ulee Lheue. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat Gubernur (Pj) Aceh, Safrizal ZA, melakukan kunjungan ke Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Kamis (2/1/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan pelayanan transportasi bagi masyarakat dan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 berjalan lancar.

Dalam kunjungannya, Safrizal meninjau sejumlah fasilitas seperti ruang tunggu, lobi, dan toilet. Ia menyampaikan apresiasinya terhadap kebersihan dan kualitas fasilitas di pelabuhan tersebut.

“Saya menilai fasilitas di Pelabuhan Ulee Lheue sangat baik, dan kebersihannya juga terjaga. Semoga tren positif ini terus berlanjut,” ujar Safrizal.

Selain mengevaluasi fasilitas, Safrizal juga meminta agar pelayanan kepada pengguna jasa angkutan penyeberangan ditingkatkan, baik selama periode libur maupun di hari-hari biasa.

Tidak hanya memeriksa sarana, Safrizal juga menyempatkan diri berinteraksi dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di area pelabuhan. Ia bahkan membeli beberapa souvenir berupa peci dan syal bermotif kerawang Gayo dari salah satu booth UMKM.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, yang mendampingi kunjungan tersebut, memastikan kesiapan petugas pelabuhan dalam memberikan pelayanan optimal.

“Pelayanan bagi pengguna jasa selalu menjadi prioritas, baik di masa libur seperti ini maupun pada hari-hari biasa,” ungkap Faisal.

Kunjungan ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas pelayanan transportasi di Aceh, sekaligus mendorong pengembangan pelabuhan sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata daerah.

Editor: Akil

Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Personel, Kapolda Aceh: Ini Sebuah Tanggung Jawab Baru

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko memimpin upacara kenaikan pangkat 344 personel di lapangan Mapolda Aceh, Kamis, 2 Januari 2025. Menurutnya, kenaikan pangkat tersebut bukan hanya pencapaian, tetapi sebuah tanggung jawab baru.

“Hari ini 344 personel Polda Aceh memperoleh kenaikan pangkat, yang terdiri dari 88 perwira, 235 bintara, dan 21 tamtama. Adapun di polres/ta jajaran, jumlah personel yang memperoleh kenaikan pangkat sebanyak 1.006 personel, yang terdiri dari 189 perwira dan 817 bintara. Kenaikan pangkat ini bukan hanya pencapaian, tetapi tanggung jawab baru,” kata Achmad Kartiko, dalam upacara sakral tersebut.

Abituren Akabri 1991 itu menambahkan, kenaikan pangkat merupakan wujud penghargaan yang diberikan oleh negara atas dedikasi, integritas, dan pengabdian personel dalam menjalankan tugas sebagai anggota polri. Namun perlu disadari, bahwa kenaikan pangkat bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

“Pangkat yang lebih tinggi menuntut kinerja yang lebih baik, dalam melayani masyarakat, menjaga keamanan, dan menegakkan hukum,” ujarnya.

Di samping itu, Achmad Kartiko juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel Polda Aceh atas kerja keras, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan selama ini kepada polri, terutama dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif di Provinsi Aceh.

“Tahun 2024 telah kita lewati dengan berbagai dinamika dan tantangan, mulai dari pengamanan Pemilu 2024, PON XXI Aceh-Sumut, Pilkada Serentak, hingga berbagai operasi kepolisian yang melibatkan seluruh jajaran. Semua itu dapat kita lalui dengan baik berkat kerja keras, disiplin, dan sinergi seluruh personel,” tutur Kapolda Aceh.

Namun, ia meminta personel tidak terlena. Tahun 2025 tentunya akan menghadirkan tantangan baru yang harus diantisipasi bersama. Situasi kamtibmas yang dinamis, perkembangan teknologi yang semakin kompleks, serta harapan masyarakat yang terus meningkat terhadap polri menjadi tantangan yang harus dijawab dengan inovasi, kolaborasi, dan kerja keras.

Orang nomor satu di Polda Aceh itu juga menekankan agar personel, khususnya yang naik pangkat untuk selalu junjung tinggi profesionalisme dan etika polri, tribrata dan catur prasetya dalam menjalankan tugas, serta menjadi pelayan masyarakat yang senantiasa siap membantu, melindungi, dan mengayomi.

Kata Kapolda Aceh, keberhasilan polri juga tidak diukur dari pangkat yang tinggi, tetapi dari kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Oleh karena itu, personel diminta menjaga moral dan integritas dalam setiap tindakan, serta menghindari segala bentuk penyimpangan yang dapat mencoreng nama baik institusi polri

“Selamat kepada personel, baik yang di polda maupun polres jajaran yang memperoleh kenaikan pangkat. Ini bukan hanya sebuah pencapaian, tetapi juga sebuah tanggung jawab baru. Mari kita bekerja sama, sama-sama bekerja untuk membangun polri yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih dipercaya masyarakat,” demikian, tutup Achmad Kartiko.

PPTIM Desak Pengusutan Tuntas Penembakan Warga Aceh di Tol Tangerang-Merak

0
ilustrasi penembakan. (iStockphoto/sqback)

NUKILAN.id | Jakarta – Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) meminta pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus penembakan yang menimpa dua warga asal Aceh di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak arah Jakarta, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (2/1) dini hari.

Ketua Umum PPTIM Muslim Armas menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut, di mana salah satu korban, IS (48), meninggal dunia akibat luka tembak di bagian dada dan lengan kiri, sementara korban lainnya, RM (60), saat ini dalam kondisi kritis dan tengah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

“Kami sangat berduka atas kehilangan ini. Satu korban meninggal dunia, sementara yang lain masih kritis. Kami meminta aparat segera menangkap pelaku, mengusut tuntas kasus ini, dan memberikan hukuman berat kepada pelaku,” ujar Muslim Armas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/1).

Muslim yang turut menjenguk RM di RSCM mengungkapkan bahwa kedua korban merupakan bagian dari keluarga besar Taman Iskandar Muda, organisasi paguyuban masyarakat Aceh di Jabodetabek. Penembakan terjadi ketika kedua korban berusaha mempertahankan mobil rental milik IS yang dibawa kabur oleh pelaku.

Usut Kepemilikan Senjata Api

Muslim mendesak polisi untuk menyelidiki kepemilikan senjata api yang digunakan pelaku. “Jika terbukti ada sindikat di balik ini, aparat harus menumpasnya agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

PPTIM juga menyatakan komitmennya untuk mengawal proses hukum kasus ini hingga tuntas dan siap memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi mata, insiden bermula dari pengejaran beberapa mobil yang berakhir di depan toko swalayan Indomaret di Rest Area KM 45 pada pukul 04.30 WIB. Dari sebuah minibus berwarna hitam, pelaku menembakkan lima peluru yang mengenai dua korban.

Saksi lain menyebutkan, insiden ini diduga terkait penyalahgunaan mobil rental. Pelaku diketahui menggunakan GPS untuk melacak kendaraan yang kemudian ditemukan di kawasan Pandeglang. Setelah melacak mobil berwarna oranye tersebut hingga Rest Area KM 45, pelaku tiba-tiba menembak secara brutal.

Barang Bukti Ditemukan

Penyidik Polresta Tangerang yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan lima selongsong peluru kaliber 9 milimeter merek Luger dan sebuah mobil Honda Brio oranye. Hingga kini, polisi masih mendalami motif penembakan yang diduga terkait bisnis mobil rental, mengingat salah satu korban merupakan pengusaha di bidang tersebut.

Polisi diharapkan segera mengungkap kasus ini demi keadilan bagi keluarga korban dan menjaga rasa aman di masyarakat.

Editor: Akil