Beranda blog Halaman 73

Finalis Miss Universe Indonesia 2025 Mengaku Diteror Foto Vulgar Berbasis AI Usai Bagikan Kondisi Banjir Aceh

0
Finalis Miss Universe Indonesia 2025, Afina Syifa Biladina. (Foto: akun Instagram @afinasyf)

NUKILAN.ID | Jakarta – Finalis Miss Universe Indonesia 2025, Afina Syifa Biladina, mengaku menjadi korban teror digital berupa penyebaran foto vulgar hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI) setelah mengunggah konten mengenai kondisi masyarakat terdampak banjir di Aceh.

Melalui video yang diunggah di akun TikTok pribadinya, Afina menceritakan bahwa serangan tersebut bermula setelah dirinya aktif menyuarakan kondisi warga Aceh yang masih berjuang pascabencana banjir.

“Aku kena buzzer karena aku ngepost kondisi terkini Aceh. Pertama aku dapat buzzer dapat kiriman foto tanpa busana. Foto aku diedit pakai AI ya. Itu 03.45 pagi dan 08.30 pagi aku dikirimin berkali-kali foto seperti itu,” ujar Afina dalam video yang diunggah di media social, dikutip Nukilan, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Afina, bentuk teror yang diterimanya tidak hanya berupa komentar negatif, tetapi juga pengiriman foto vulgar hasil rekayasa AI yang menggunakan wajahnya tanpa izin.

Selain itu, Afina mengaku menemukan sejumlah akun media sosial palsu yang menggunakan identitas ayahnya untuk mengikuti serta menghubungi orang-orang terdekatnya.

“Nah, kedua ada akun bodong yang mengatasnamakan abahku. Dia bikin sampai empat akun dan dia nge-follow orang-orang terdekat aku dan dia nge-chat orang-orang terdekat aku,” sebut Afina.

Perempuan yang masuk jajaran Top 29 Miss Universe Indonesia 2025 tersebut mengatakan dirinya tidak memahami alasan di balik serangan yang ditujukan kepadanya. Ia menegaskan bahwa konten yang dibuatnya semata-mata bertujuan untuk meningkatkan kepedulian publik terhadap korban banjir.

“Niat aku tuh beneran untuk membantu orang-orang di luar sana yang membutuhkan pertolongan kita gitu loh. Aku masih heran banget kayak kenapa malah nyerang aku ya?” tanyanya.

Kasus yang dialami Afina kembali memunculkan kekhawatiran mengenai penyalahgunaan teknologi AI untuk membuat konten deepfake yang dapat merugikan individu. Praktik manipulasi foto dan video tanpa persetujuan pemilik wajah dinilai dapat menjadi bentuk pelecehan digital serta berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi korban.

Afina sendiri dikenal sebagai kreator konten dan pegiat isu kesehatan mental yang aktif mengangkat berbagai persoalan sosial melalui platform media sosialnya. Keikutsertaannya dalam ajang Miss Universe Indonesia 2025 turut membuat kasus yang dialaminya mendapat perhatian luas dari masyarakat. []

Reporter: Sammy

MUQ Aceh Selatan Gelar Kurban Bersama, Tanamkan Nilai Keikhlasan dan Kepedulian Sosial kepada Santri

0
MUQ ACEH SELATAN
Direktur MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand) Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., bersama para dewan guru dan asatiz. (Foto: Nukilan/Akil)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Pesantren Madrasah Ulumul Quran (MUQ) Aceh Selatan melaksanakan penyembelihan hewan kurban di kompleks pesantren yang berlokasi di Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan tersebut dihadiri Direktur MUQ Aceh Selatan, Dr. (Cand) Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., para dewan guru, asatiz, santri, serta sejumlah undangan.

Pelaksanaan kurban tahun ini menjadi salah satu momentum pendidikan karakter bagi para santri. Selain menjalankan syariat Islam, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung mengenai makna pengorbanan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama.

Ketua Panitia Kurban MUQ Aceh Selatan, Ustaz Taufiqur Rahman, S.E., dalam wawancara dengan Nukilan.id menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

“Ini merupakan tanggung jawab yang besar sekaligus momentum yang sangat berharga, apalagi kegiatan ini masih berada dalam suasana hari-hari tasyrik. Alhamdulillah, pada tahun ini kami melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor kerbau dan satu ekor kambing. Khusus untuk kambing, ini merupakan tahun pertama adanya penambahan hewan kurban tersebut,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan kurban tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari keluarga besar pesantren hingga para panitia yang bekerja sejak tahap persiapan.

“Saya juga mengapresiasi seluruh panitia yang terlibat, baik dari unsur pesantren, sekolah, maupun keluarga besar pesantren. Semoga seluruh ikhtiar ini mendapatkan ridha Allah SWT dan menjadi bekal amal bagi kita semua di akhirat kelak,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada prosesi penyembelihan, panitia juga memastikan distribusi daging kurban dilakukan secara tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh berbagai kalangan yang membutuhkan.

Untuk pembagian kurban, kata Ustaz Taufiq bahwa daging kerbau dibagi menjadi dua bagian besar. Bagian pertama digunakan untuk konsumsi bersama di lingkungan pesantren. Sedangkan bagian kedua dibagikan kepada para penerima manfaat.

“Bagian yang dibagikan tersebut kemudian kami bagi lagi menjadi dua kelompok. Pertama untuk para santri yang berasal dari kalangan anak yatim, yatim piatu, dan fakir miskin. Selain itu, kami juga menyalurkan kepada enam anak yatim dan yatim piatu yang berada di Gampong Panjupian. Sementara bagian lainnya diberikan kepada para dewan guru dan asatiz yang hadir pada kegiatan kurban hari ini,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan kurban di MUQ Aceh Selatan juga diperkaya dengan agenda pembinaan keagamaan melalui tausiah yang diberikan oleh seorang penceramah dari Budi Mesra, Samalanga. Kegiatan ini dirancang agar para santri tidak hanya memahami aspek teknis ibadah kurban, tetapi juga menangkap pesan spiritual yang terkandung di dalamnya.

“Seluruh santri tetap mengikuti rangkaian kegiatan dan mendengarkan tausiah yang disampaikan. Sementara itu, para guru dan panitia melaksanakan proses penyembelihan serta pengelolaan hewan kurban,” jelasnya.

Melalui perpaduan antara praktik ibadah dan pembelajaran keagamaan, pihak pesantren berharap nilai-nilai kurban dapat tertanam lebih kuat dalam kehidupan para santri.

“Kita tentunya berharap para santri tidak hanya memahami teori tentang ibadah kurban, tetapi juga dapat menyaksikan langsung dan mengambil pelajaran dari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” tutupnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Pemerintah Aceh Tetapkan Harga TBS Sawit Periode 21 Mei–9 Juni 2026, Tertinggi Rp3.689 per Kilogram

0
Ilustrasi kelapa sawit. (Foto: Reuters)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan menetapkan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk periode 21 Mei hingga 9 Juni 2026. Penetapan harga dilakukan berdasarkan wilayah timur dan barat Aceh serta dibedakan menurut pola kemitraan, yakni Mitra Plasma dan Mitra Swadaya.

Dihimpun Nukilan dari keputusan tersebut, harga Crude Palm Oil (CPO) ditetapkan sebesar Rp15.233,33 per kilogram, sedangkan harga inti sawit (kernel) sebesar Rp14.848,21 per kilogram. Sementara itu, indeks K yang menjadi salah satu komponen perhitungan harga TBS tercatat sebesar 90,03 persen untuk wilayah timur dan 88,68 persen untuk wilayah barat.

Berdasarkan daftar harga yang dirilis, TBS kategori Mitra Plasma dengan umur tanaman 10 hingga 20 tahun mencatat harga tertinggi, yakni Rp3.689 per kilogram di wilayah timur dan Rp3.634 per kilogram di wilayah barat.

Untuk kategori Mitra Plasma, harga TBS umur tiga tahun ditetapkan Rp2.769 per kilogram di wilayah timur dan Rp2.727 per kilogram di wilayah barat. Harga tersebut meningkat seiring bertambahnya usia tanaman hingga mencapai puncaknya pada kelompok umur 10–20 tahun.

Sementara itu, pada kategori Mitra Swadaya, harga tertinggi berlaku untuk komposisi kualitas 100 persen Tenera dan 0 persen Dura. Harga yang ditetapkan mencapai Rp3.389 per kilogram di wilayah timur dan Rp3.338 per kilogram di wilayah barat.

Adapun untuk kualitas 90 persen Tenera dan 10 persen Dura, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.369 per kilogram di wilayah timur dan Rp3.319 per kilogram di wilayah barat. Sedangkan kualitas 80 persen Tenera dan 20 persen Dura dihargai Rp3.349 per kilogram di wilayah timur dan Rp3.299 per kilogram di wilayah barat.

Penetapan harga ini menjadi acuan bagi perusahaan perkebunan dan petani sawit yang bermitra dalam transaksi pembelian TBS selama periode yang telah ditentukan. Pemerintah Aceh berharap kebijakan tersebut dapat memberikan kepastian harga bagi petani serta mendukung stabilitas sektor perkebunan kelapa sawit di daerah. []

Reporter: Sammy

Sajikan Panorama Laut, Jalan Puncak Lhok Rukam Jadi Spot Foto Favorit Anak Muda

0
jalan puncak lhok rukam
Jalan Puncak Lhok Rukam Jadi Spot Foto Favorit Anak Muda. (Foto: Nukilan/Akil)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Ruas jalan di kawasan pegunungan Gampong Lhok Rukam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, kini menjadi salah satu spot favorit bagi kalangan generasi muda dan para pelintas untuk berfoto serta menikmati keindahan alam.

Berdasarkan pantauan Nukilan.id, Sabtu (30/5/2026), lokasi yang berada di jalur penghubung antara Gampong Lhok Rukam dan Gampong Panjupian itu tampak ramai disinggahi warga maupun wisatawan. Meski cuaca terik, banyak pengunjung rela berhenti sejenak untuk mengabadikan momen dengan latar panorama alam yang memukau.

Dari titik tersebut, hamparan lembah Gampong Lhok Rukam terlihat membentang hijau, berpadu dengan birunya Samudra Hindia yang membingkai pesisir Aceh Selatan. Pemandangan itu menjadikan lokasi tersebut kerap menjadi tempat persinggahan para pengendara yang melintas.

Salah seorang pengunjung, Rahul, pemuda asal Aceh Barat Daya (Abdya), mengaku sengaja berhenti bersama rekan-rekannya setelah melihat banyak orang singgah di lokasi tersebut.

“Saya sedang touring bersama teman-teman komunitas dari Abdya. Sebelumnya kami sempat menikmati sate lolak di salah satu kafe di Lhok Rukam. Saat perjalanan pulang, kami melihat banyak pengendara berhenti di sini, jadi kami ikut singgah untuk berfoto,” kata Rahul.

Menurutnya, pemandangan yang tersaji dari lokasi itu sangat memanjakan mata dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong.

“View-nya bagus sekali. Jarang ada tempat dengan kombinasi gunung dan laut seperti ini. Menurut saya, Aceh Selatan punya banyak lokasi wisata alam yang luar biasa,” ujarnya.

Keindahan panorama yang ditawarkan kawasan Lhok Rukam tersebut menjadi bukti bahwa Aceh Selatan tidak hanya memiliki pantai yang eksotis, tetapi juga titik-titik perbukitan yang menyuguhkan lanskap alam menawan.

Tak heran jika lokasi ini semakin populer di kalangan anak muda yang gemar berburu foto dan membagikan pengalaman perjalanan mereka di media sosial.

Dengan akses yang mudah dijangkau dari pusat Kota Tapaktuan, spot di atas perbukitan Lhok Rukam berpotensi menjadi destinasi persinggahan baru bagi wisatawan yang ingin menikmati pesona alam Aceh Selatan dari sudut yang berbeda. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Gempa Bumi Magnitudo 4,4 Guncang Barat Daya Sinabang, Aceh

0
Ilustrasi gempa. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | SINABANG – Gempa bumi mengguncang wilayah barat daya Sinabang, Aceh, pada Sabtu (30/5/2026). Berdasarkan informasi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,4 dan terjadi pada pukul 12.15.48 WIB.

BMKG mencatat lokasi gempa berada pada koordinat 1,68 Lintang Utara (LU) dan 95,49 Bujur Timur (BT). Pusat gempa terletak sekitar 131 kilometer di barat daya Sinabang, Aceh.

Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan maupun korban akibat peristiwa tersebut.

“#Gempa Mag:4.4, 30-May-2026 12:15:48 WIB, Lok:1.68LU, 95.49BT (131 km BaratDaya SINABANG-ACEH), Kedlmn:10 Km #BMKG, Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG, dilansir Nukilan.id dari akun X BMKG.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan lebih lanjut pascagempa tersebut. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News 

Kebakaran Kayu Sisa Banjir di Aceh Utara Meluas, Warga Minta Excavator untuk Putus Sebaran Api

0
kebakaran
Kebakaran di kayu sisa banjir. (Foto: Kompas)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Kebakaran tumpukan kayu sisa banjir yang terjadi di Desa Babah Buloh, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, masih belum berhasil dipadamkan hingga memasuki hari ketiga, Jumat (29/5/2026). Kobaran api dilaporkan terus meluas dan mulai menjalar ke sejumlah desa di sekitar lokasi.

Warga setempat meminta pemerintah segera menurunkan alat berat berupa excavator untuk membuat parit pemutus api guna mencegah kebakaran semakin meluas hingga ke kawasan permukiman.

Salah seorang warga, Muhammad Yasir, mengaku khawatir api akan terus menyebar apabila tidak ada langkah penanganan tambahan yang dilakukan.

“Kami minta pemerintah memberikan exscavator agar bisa membuat parit keliling di lokasi kebakaran. Sehingga bisa memutus lidah api dan tidak menjalar ke pemukiman penduduk, sampai sekarang belum ada alat berat itu,” kata Yasir.

Menurut Yasir, saat ini api telah menjalar ke tiga desa, yakni Desa Babah Krueng, Blang Tarakan, dan Desa Lhok Bayu. Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin cemas karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga.

Selain meminta alat berat, warga juga berharap kayu-kayu yang belum terbakar dapat segera dimanfaatkan agar tidak menambah risiko kebakaran di masa mendatang.

“Selain itu, kami minta agar sisa kayu yang belum dibakar, diserahkan saja kepada pembuat batu bata, mereka pasti butuh kayu. Agar tidak ada lagi kebakaran, kita sangat khawatir api masuk ke pemukiman,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPBD Aceh Utara, Fauzan, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Aceh Utara untuk mengerahkan excavator ke lokasi kebakaran.

“Kita sudah minta alat berat itu, untuk membuat parit besar memutus penyebaran api di lokasi. Sehingga api bisa dilokalisir. Apakah sudah dikirim ke lokasi, saya harus cek lagi,” katanya.

Hingga saat ini, alat berat yang diminta warga tersebut belum diketahui apakah telah tiba di lokasi kebakaran atau belum. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Aceh Utara, Jafar, juga belum memberikan tanggapan saat dimintai konfirmasi.

Sebelumnya, sedikitnya lima desa dilaporkan berada dalam ancaman dampak kebakaran, yakni Desa Babah Krueng, Rambong Payong, Blang Tarakan, Jurong, dan Lhok Bayu. Selain itu, satu unit meunasah yang berada di sekitar lokasi kebakaran juga terancam apabila api kembali meluas.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Penumpang Bandara SIM Aceh Turun 46 Persen Jelang Iduladha 1447 Hijriah

0
bandara sim
Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – PT Angkasa Pura Indonesia (AP) Cabang Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, mencatat jumlah penumpang yang berangkat melalui bandara tersebut mengalami penurunan hingga 46 persen dibandingkan rata-rata harian selama periode Iduladha 1447 Hijriah.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara SIM, Setiyo Pramono, mengatakan hingga saat ini belum terlihat adanya peningkatan arus keberangkatan penumpang dari Bandara SIM.

“Untuk keberangkatan dari Bandara SIM masih sepi dan belum adanya kenaikan penumpang hingga saat ini,” kata Setiyo Pramono, Sabtu (30/5/2026).

Menurutnya, penurunan jumlah penumpang tersebut diduga dipengaruhi oleh tingginya harga tiket pesawat untuk rute Banda Aceh–Jakarta yang saat ini berada pada kisaran Rp2,7 juta hingga Rp3 juta per orang.

Meski jumlah penumpang mengalami penurunan, Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Internasional SIM memastikan pelayanan kepada pengguna jasa bandara tetap berjalan secara optimal.

Setiyo menegaskan seluruh personel dan fasilitas di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda telah disiagakan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan melalui bandara tersebut.

Selain itu, pihaknya juga memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung keselamatan penerbangan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan selama periode libur Iduladha.

Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar, saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter dengan lebar 45 meter. Area parkir pesawat di bandara tersebut mampu menampung hingga delapan unit pesawat.

Sementara itu, kapasitas terminal Bandara SIM mencapai sekitar 1,5 juta penumpang per tahun atau setara dengan sekitar 3.400 penumpang per hari.

Data tersebut menunjukkan bahwa arus keberangkatan penumpang dari Bandara SIM pada momen Iduladha tahun ini masih berada di bawah rata-rata normal, meskipun seluruh fasilitas dan layanan bandara tetap disiapkan untuk mengantisipasi potensi peningkatan penumpang dalam beberapa hari ke depan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

DPW IKM Aceh Laporkan Abu Janda ke Polda Aceh atas Dugaan Hina Suku Minangkabau

0
ikm aceh
IKM Aceh laporkan Abu Janda ke Polda Aceh (Foto: Dok. Istimewa)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Aceh melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Polda Aceh atas dugaan penghinaan terhadap suku Minangkabau.

Laporan tersebut disampaikan oleh perwakilan DPW IKM Aceh dan telah diterima oleh pihak kepolisian. Pengurus IKM Aceh juga memperlihatkan surat tanda terima laporan sebagai bukti laporan resmi yang telah diajukan.

“Kami perwakilan dari Ikatan Keluarga Minang DPW Banda Aceh telah melakukan laporan kepada Permadi Arya alias Abu Janda yang diduga melakukan tindak pidana, telah menyinggung etnis suku Minangkabau yang menyatakan bahwa ‘Suku Sumatera Barat itu barbar’,” demikian pernyataan pengurus IKM Aceh dalam video yang diunggah melalui akun media sosial DPW IKM Aceh.

Menurut pengurus IKM Aceh, pernyataan tersebut dinilai sangat menyinggung dan melukai perasaan masyarakat Minangkabau.

“Barbar itu pasti baba, barbar itu dalam KBBI yang kita tahu adalah tidak beretika, tidak beradab. Jadi kami dari masyarakat Minangkabau sangat menentang keras dan sangat merasa terhina atas dugaan ucapan yang dilakukan oleh Permadi Arya,” katanya.

“Jadi kami dari Ikatan Keluarga Minangkabau di Povinsi Aceh telah melakukan laporan kepada Permadi Arya dan laporan kami telah diterima,” imbuhnya.

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Minang juga telah melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Polri terkait dugaan ujaran kebencian terhadap masyarakat Sumatera Barat.

Sekretaris Jenderal DPP IKM, Braditi Moulevey Rajo Mudo, menyebut laporan tersebut dibuat karena Abu Janda diduga menyebut masyarakat Sumatera Barat sebagai “suku barbar”.

“Laporan terhadap dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh saudara Permadi Arya alias Abu Janda. Beliau diduga menyampaikan ujaran kebencian terhadap masyarakat Sumatera Barat dengan menyebut ‘suku barbar’,” ujar Braditi Moulevey Rajo Mudo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (26/5).

Laporan DPP IKM tercatat dengan nomor LP/B/230/V/2026/SPKT/Bareskrim. Organisasi tersebut menilai pernyataan Abu Janda telah melukai hati masyarakat Minangkabau.

Wakil Ketua Bidang Hukum DPP IKM, Defrizal Djamaris, menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan Abu Janda atas dugaan ujaran kebencian yang bermuatan SARA. Menurutnya, pernyataan tersebut disampaikan Abu Janda dalam sebuah pidato yang diduga berlangsung di Amerika Serikat.

“Kami laporkan dengan dugaan Pasal 242 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP (KUHP Baru). Objeknya adalah pidato saudara Permadi Arya yang diduga dilakukan di luar negeri, kemungkinan di Philadelphia, Amerika Serikat,” kata Defrizal.

Ia juga menyoroti penggunaan kata “barbar” yang ditujukan kepada masyarakat Sumatera Barat dan Jawa Barat. Menurut Defrizal, istilah tersebut memiliki konotasi yang sangat negatif berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

“Di mana di situ disebutkan bahwa masyarakat yang daerah yang intoleran itu ya, Sumbar, Jabar, itu yang ada ‘bar’, ‘bar’ di belakangnya itu dianggap masyarakat barbar, seolah itu orang barbar di sana,” tutur Defrizal.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Masuk Zona Merah, SDN 10 Linge Akan Direlokasi Demi Keselamatan Murid

0
SDN 10 Linge Akan Direlokasi Demi Keselamatan Murid. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berupaya mempercepat pemulihan dan revitalisasi sekolah yang terdampak bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan optimal bagi siswa dan guru.

Berdasarkan hasil uji kelayakan dan mitigasi bencana, sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan total diketahui berada di zona merah atau kawasan yang rawan mengalami banjir berulang. Karena alasan keselamatan, pembangunan kembali sekolah di lokasi semula tidak memungkinkan untuk dilakukan.

Sebagai solusi, relokasi sekolah ke lokasi yang lebih aman dinilai menjadi langkah yang harus ditempuh. Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala terkait ketersediaan lahan pengganti yang aman dari ancaman bencana serta berstatus bebas sengketa hukum atau clear and clean.

Salah satu sekolah yang terdampak kondisi tersebut adalah SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah. Hingga saat ini, proses pembangunan kembali sekolah masih tertunda karena persoalan lahan relokasi.

Kemendikdasmen bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pendidikan terus melakukan koordinasi guna mencari lokasi baru yang layak dan aman untuk pembangunan ruang kelas baru bagi SD Negeri 10 Linge.

“Saat ini proses pembangunan masih terkendala lahan relokasi sekolah, namun demikian kami dari Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dari berbagai pihak untuk segera mencari lokasi lahan, agar pembangunan ruang kelas dapat direalisasikan,” jelas Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Salimsyah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut. Dengan demikian, para siswa SD Negeri 10 Linge dapat kembali belajar di ruang kelas permanen yang aman, nyaman, dan terbebas dari risiko bencana banjir.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kemendikdasmen yang telah menunjukkan komitmen dan perhatian besar kepada pemenuhan sarana pendidikan di daerah, harapan kami seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga anak-anak SD 10 Linge dapat kembali belajar dengan aman, nyaman dan semangat untuk kembali meraih masa depan yang lebih baik,” tambah Salimsyah.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 10 Linge, Nurdinsyah Muhammad Sedim, mengajak masyarakat untuk bersabar dan mendukung proses relokasi sekolah yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan demi memastikan lokasi sekolah yang baru benar-benar aman, nyaman, dan terhindar dari kawasan rawan bencana.

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan terus mendukung proses relokasi serta pembangunan sekolah demi keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam belajar, kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendikdasmen atas komitmen dan perhatiannya kepada SD Negeri 10 Linge,” ungkap Nurdinsyah.

Sebelumnya, pada masa awal tanggap darurat banjir, Kemendikdasmen juga telah menyalurkan bantuan pendidikan ke SD Negeri 10 Linge. Bantuan tersebut berupa paket perlengkapan belajar siswa (school kit) untuk menggantikan peralatan sekolah yang rusak dan hanyut terbawa arus banjir. Selain itu, pemerintah juga mendirikan sejumlah tenda darurat guna mendukung keberlangsungan kegiatan belajar sementara waktu.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

PDRB Per Kapita Aceh Besar Capai Rp45,05 Juta pada 2025, Naik Selama 12 Tahun Berturut-turut

0
Ilustrasi Produk Domestik Regional Bruto. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | ACEH BESAR – Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) per kapita Kabupaten Aceh Besar mencapai Rp45,05 juta per kapita per tahun pada 2025. Capaian tersebut melanjutkan tren peningkatan yang telah berlangsung selama 12 tahun berturut-turut.

Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Nukilan, nilai PDRB per kapita Aceh Besar terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata laju pertumbuhan tahunan atau compound annual growth rate (CAGR) tercatat sebesar 5,64 persen.

Meski masih mengalami peningkatan, laju pertumbuhan PDRB per kapita pada 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Secara historis, pertumbuhan tertinggi dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 2023 dengan kenaikan mencapai 8,86 persen. Sementara itu, pertumbuhan terendah tercatat pada 2021 sebesar 3,92 persen.

Di tingkat Provinsi Aceh, Aceh Besar menempati posisi ketujuh daerah dengan nilai PDRB ADHB per kapita tertinggi pada 2025. Sementara dalam peringkat kabupaten/kota se-Pulau Sumatra, Aceh Besar berada di urutan ke-106.

Kota Banda Aceh masih menjadi daerah dengan PDRB per kapita tertinggi di Aceh, yakni mencapai Rp104,26 juta per kapita per tahun. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Nagan Raya dengan Rp74,57 juta per kapita per tahun, disusul Kabupaten Aceh Barat sebesar Rp71,02 juta per kapita per tahun.

Selanjutnya, Kota Lhokseumawe mencatat PDRB per kapita sebesar Rp62,54 juta per tahun, Kabupaten Aceh Tengah Rp50,10 juta, dan Kabupaten Aceh Utara Rp48,18 juta per kapita per tahun.

Sementara itu, Kabupaten Aceh Besar berada di posisi ketujuh dengan nilai Rp45,05 juta per kapita per tahun, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kota Sabang yang mencatat Rp44,82 juta per kapita per tahun. Adapun Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Bener Meriah masing-masing membukukan PDRB per kapita sebesar Rp42,65 juta dan Rp40,35 juta per kapita per tahun.

Data tersebut menunjukkan bahwa Aceh Besar masih berada di kelompok atas daerah dengan tingkat pendapatan per kapita tertinggi di Provinsi Aceh, meskipun masih terpaut cukup jauh dari capaian Kota Banda Aceh yang menempati posisi teratas. []

Reporter: Sammy