Beranda blog Halaman 737

Serunya Berbelanja Buku di Toko Buku New Zikra Banda Aceh

0
Pembeli sedang memilih buku di Toko Buku New Zikra. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Toko Buku New Zikra yang terletak di pusat Kota Banda Aceh, tepatnya di Jl. Tgk. Syech Muda Wali, Kp. Baru, Kec. Baiturrahman, menjadi destinasi favorit para pencinta buku di Aceh. Tidak hanya menyediakan berbagai koleksi buku, tetapi juga menawarkan kenyamanan dan pelayanan yang membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Aisyah, salah satu pembeli yang datang ke Toko Buku New Zikra, mengungkapkan pengalaman belanjanya yang menyenangkan. Ia datang bersama anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) untuk membeli buku. Aisyah, yang berasal dari Aceh Selatan, sedang liburan di Banda Aceh sebelum kembali ke kampung halamannya.

“Saya senang datang ke sini. Selain bukunya lengkap, tempatnya nyaman dan harga-harganya sangat terjangkau,” kata Aisyah kepada Nukilan.id pada Minggu (5/1/2025).

Dalam kunjungannya, Aisyah membeli dua buku, yakni Kamus Bahasa Aceh, Indonesia, dan Inggris serta buku RPAL RPUL untuk anaknya. Ia mengungkapkan bahwa koleksi buku di Toko Buku New Zikra sangat sesuai dengan kebutuhan anak-anak, terutama yang masih di tingkat SD.

“Buku-buku yang ada di sini bagus dan cocok untuk anak-anak, dengan fasilitas yang memadai. Harganya juga pas di kantong,” tambahnya.

Toko Buku New Zikra memang dikenal memiliki koleksi buku yang beragam, mulai dari buku pelajaran, kamus, hingga buku bacaan anak-anak, menjadikannya tempat yang ideal untuk mencari bahan bacaan berkualitas. Fasilitas yang nyaman, serta pelayanan ramah, membuat pengunjung merasa puas setiap kali berbelanja di sana.

Dengan harga yang terjangkau dan berbagai pilihan buku yang lengkap, Toko Buku New Zikra tidak hanya menjadi pilihan utama para pembeli buku, tetapi juga tempat yang tepat untuk mencari buku berkualitas bagi anak-anak dan keluarga. (XRQ)

Reporter: Akil

Arief Khalifah Pimpin PBSI Kota Banda Aceh 2025-2029 secara Aklamasi

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Teuku Arief Khalifah resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Banda Aceh periode 2025-2029 melalui musyawarah kota yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Banda Aceh, Sabtu (4/1/2025). Pemilihan ini berlangsung aklamasi dengan dukungan penuh dari seluruh pemilik suara.

Musyawarah tersebut dibuka oleh Ketua KONI Banda Aceh, Hamdani Basyah, dan dihadiri oleh para pengurus klub bulutangkis, stakeholder olahraga, serta jajaran pengurus PBSI Provinsi Aceh. Dalam pidato perdananya, Arief menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh pemilik suara di PBSI Kota Banda Aceh. Insyaallah, kami akan berkomitmen untuk meningkatkan prestasi bulutangkis melalui pembinaan usia dini. PBSI Banda Aceh juga akan rutin menggelar turnamen guna mengasah bakat dan memfasilitasi klub dalam mendata atlet-atlet terbaik untuk menghadapi ajang seperti PORA, Popda, PORWIL, dan PON di masa mendatang,” ujar Arief, yang juga merupakan anggota DPRK Banda Aceh.

Arief menekankan pentingnya kolaborasi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai pelindung organisasi agar program-program PBSI berjalan optimal. Ia juga berencana menjalin hubungan erat dengan KONI dan elemen Forkopimda, seperti Polresta dan Kodim, untuk memperkuat pembinaan.

“Program pengembangan usia dini akan lebih efektif jika Forkopimda terlibat aktif. Kami juga akan mendorong bulutangkis menjadi gaya hidup di kalangan generasi muda, sebagai langkah preventif dari pengaruh negatif, termasuk narkoba,” tutup politisi Partai Gerindra itu.

Masa Kontrak Habis, Bus Trans Koetaradja Berhenti Beroperasi di Banda Aceh

0
Bus Transkoetaradja. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bus Trans Koetaradja tak lagi melintas di jalanan Banda Aceh dan Aceh Besar sejak 1 Januari 2025. Penghentian sementara ini disebabkan masa kontrak kerja layanan tersebut yang berakhir pada 31 Desember 2024.

“Layanan berhenti sementara karena kontrak kerja penyedia layanan Trans Koetaradja telah habis,” kata Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, Kamis (2/1/2025).

Meski belum dapat memastikan tanggal pasti, Faisal menegaskan proses pengadaan kontrak baru sedang berlangsung. “Insya Allah segera setelah kontrak baru ditandatangani, layanan kembali berjalan pada tahun anggaran 2025,” ujarnya.

Trans Koetaradja mulai beroperasi sejak 2016 sebagai layanan transportasi gratis yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA). Keberadaannya menjadi solusi transportasi murah dan efisien bagi warga, serta membantu mengurangi kemacetan di kota.

Menurut Faisal, Trans Koetaradja memberikan kontribusi besar dalam mobilitas masyarakat.

“Kami berharap layanan ini terus memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” ujarnya. Saat ini, Dinas Perhubungan tengah melakukan pengecekan teknis terhadap 59 bus untuk memastikan kendaraan tetap layak jalan saat kembali dioperasikan.

Selama 2024, Trans Koetaradja mencatat 956.084 penumpang dengan sepuluh rute operasional. Rute Masjid Raya Baiturrahman-Darussalam (Koridor 1) menjadi yang paling padat, melayani 401.056 penumpang, disusul rute Masjid Raya-Blang Bintang via Lambaro dengan 163.895 penumpang.

Penghentian layanan ini menuai kekecewaan dari pengguna setia, terutama mahasiswa. Selfi, seorang mahasiswa di Banda Aceh, merasa terganggu dengan kondisi tersebut.

“Biasanya saya naik bus ke kampus. Sekarang harus naik ojol atau menumpang teman,” katanya. Selfi berharap Trans Koetaradja segera beroperasi kembali.

“Bus gratis ini sangat membantu menghemat uang jajan,” ujarnya.

Sejak diluncurkan, Trans Koetaradja menjadi pilihan transportasi favorit yang mampu menekan biaya hidup dan mengurangi kepadatan lalu lintas. Kini, publik menanti langkah cepat pemerintah agar layanan tersebut segera aktif kembali.

Editor: Akil

Hari Terakhir Liburan, Wahana Amazone Suzuya Mall Banda Aceh Ramai Pengunjung

0
Potret pengunjung sedang bermain di wahana Amazone. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hari terakhir liburan di Suzuya Mall Banda Aceh menjadi momen yang tidak terlewatkan bagi banyak keluarga. Pada Minggu (5/1/2025), Wahana Amazone, pusat permainan anak yang ada di mall tersebut, dipadati pengunjung dari berbagai usia. Para orang tua tampak membawa anak-anak mereka untuk menikmati berbagai wahana yang tersedia.

Untuk bermain di Wahana Amazone, pengunjung hanya perlu menuju kasir untuk membuka kartu permainan dengan harga mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 100.000. Setelah itu, mereka dapat menikmati berbagai permainan yang menawarkan sensasi keseruan. Menariknya, setiap permainan yang berhasil diselesaikan akan mengeluarkan tiket yang bisa ditukarkan di kasir dengan berbagai hadiah menarik, mulai dari permen, alat tulis, hingga mainan, tergantung banyaknya tiket yang terkumpul.

Pengunjung sedang menukarkan tiket di kasir. (Foto: Nukilan)

Kepada Nukilan.id, sejumlah pengunjung mengaku merasa puas dengan pengalaman mereka di Wahana Amazone. Beberapa orang tua menyatakan bahwa selain anak-anak dapat bermain dengan leluasa, mereka juga dapat berbelanja kebutuhan sehari-hari di mall tersebut.

“Anak-anak bisa bermain dan senang, sementara kita bisa belanja kebutuhan rumah tangga, bahkan ada tempat makan yang nyaman juga,” kata Aisyah.

Wahana Amazone di Suzuya Mall memang menjadi pilihan yang tepat bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama di akhir pekan atau liburan. Keberagaman wahana permainan serta kenyamanan fasilitas pendukung menjadikan tempat ini sebagai destinasi favorit bagi para pengunjung yang ingin merasakan pengalaman bermain dan berbelanja dalam satu waktu. (XRQ)

Reporter: Akil

Bungong Sulubayung: Motif Tradisional Warisan Budaya Aceh Barat

0
Bungong Sulubayung Motif Tradisional Khas Aceh Barat [Sumber Foto : Arif Rizalul /Repoter RRI Meualaboh ]

NUKILAN.id | Meulaboh — Bungong Sulubayung, motif tradisional khas Aceh Barat, kian dikenal sebagai simbol keindahan budaya daerah. Motif ini, yang sering menghiasi berbagai kerajinan tangan dan tekstil, memiliki makna mendalam yang mencerminkan filosofi hidup masyarakat Aceh.

Dalam bahasa Aceh, “Bungong Sulubayung” berarti “Bunga Sulubayung.” Motif ini menampilkan bentuk bunga simetris dengan detail yang rumit dan warna-warna mencolok. Bungong Sulubayung lazim ditemukan pada kain tenun, tapis, serta pernak-pernik dalam pakaian adat Aceh Barat. Tidak hanya memanjakan mata, motif tersebut juga sarat makna, melambangkan harmoni antara manusia dan alam, serta kerukunan antar sesama.

Agung Erlangga, seorang pegiat budaya Aceh Barat, menyebutkan bahwa motif Bungong Sulubayung telah berusia lebih dari 50 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, motif ini semakin populer berkat upaya pelestarian yang mengintegrasikannya ke dalam produk lokal.

“Motif ini sering digunakan pada kerajinan kasab, busana tradisional, busana kreasi, serta perhiasan tradisional. Bungong Sulubayung adalah kombinasi motif pucoe awan meupucoek dan sulubayung,” jelasnya, Sabtu (4/1/2025).

Menurut Agung, motif tersebut diciptakan oleh Nek Syung Ubit dan Nek Jeumpa dari Gampoeng Teungoh, Samatiga. Maestro yang mengembangkan motif ini adalah almarhumah Rosmiani, yang meninggalkan jejak budaya tak ternilai.

Kartika Eka Sari, SSTP, MSI, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, menjelaskan bahwa penelitian untuk merevitalisasi motif Bungong Sulubayung telah berlangsung selama dua tahun. Penelitian itu mengumpulkan data dari berbagai narasumber hingga akhirnya berhasil menghidupkan kembali motif tradisional ini.

“Kami berharap Bungong Sulubayung dapat dilestarikan dan kembali populer, baik dalam bentuk tradisional maupun kreasi modern,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pelestarian budaya, pemerintah daerah bersama lembaga budaya rutin menggelar pelatihan kerajinan tenun dan pembuatan produk dengan motif Bungong Sulubayung. Kini, motif tersebut tak hanya hadir pada tekstil tradisional, tetapi juga diaplikasikan dalam desain produk modern seperti tas dan barang seni lainnya. Upaya ini tidak hanya memperkenalkan keindahan budaya Aceh kepada dunia, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Pemerintah dan masyarakat Aceh Barat terus bergandeng tangan menjaga kelestarian Bungong Sulubayung sebagai simbol kebanggaan budaya yang kaya sejarah dan kearifan lokal.

Editor: Akil

Awal Tahun, Harga TBS di Aceh Singkil Mengalami Penurunan

0
Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Singkil — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di wilayah Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, mengalami penurunan di awal tahun 2025. Penurunan harga ini terpantau di Ram UD Alwi Hutabarat, yang menjadi salah satu lokasi pembelian sawit dari petani setempat.

Anto Hutabarat, pemilik ram di Desa Gosong Telaga Barat, mengungkapkan bahwa harga pembelian TBS turun sebesar Rp50 per kilogram dibandingkan dengan harga pada Desember 2024. Sebelumnya, harga sawit mencapai Rp2.500 per kilogram, namun kini hanya Rp2.450 per kilogram untuk pengantaran ke ram, dan Rp2.400 per kilogram untuk penjemputan di lokasi petani.

“Karena ada informasi penurunan harga CPO, saya waswas jika harus membeli sawit dengan harga lama. Sekarang kami beli dengan harga baru, yaitu Rp2.450 per kilogram jika diantar, dan Rp2.400 jika dijemput, karena ada biaya operasional dan upah tukang muat,” ujar Anto pada Jumat, 3 Januari 2025.

Anto menambahkan bahwa kualitas TBS sangat memengaruhi harga pembelian. Buah sawit yang kemerahannya ideal dan beratnya sesuai dengan bobot janjang rata-rata (BJR) akan dihargai lebih tinggi. Sebaliknya, buah yang masih mentah atau ukurannya kecil akan dibeli dengan harga lebih murah.

“Harga buah sawit yang belum matang dan masih kecil berbeda dengan yang benar-benar merah dan ukurannya besar,” jelas Anto.

Ia juga mengimbau petani kelapa sawit di Singkil Utara untuk memanen buah yang sudah matang sempurna agar mendapatkan harga yang lebih baik.

“Saya berharap petani memastikan sawit sudah benar-benar merah sebelum dipanen. Dengan begitu, kami bisa membeli dengan harga sesuai,” tutupnya.

Editor: Akil

Khairudha Fitra OK Anggota DPRK Aceh Tamiang Meninggal Dunia

0
Almarhum Khairudha Fitra OK. (Foto: Dok. DPRK Aceh Tamiang)

NUKILAN.id | Kualasimpang — Duka menyelimuti masyarakat Aceh Tamiang. Khairudha Fitra OK, anggota DPRK Aceh Tamiang periode 2024-2029, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (4/1/2025) pukul 15.30 WIB. Pria yang akrab disapa Heru ini diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.

Heru merupakan politisi Partai Aceh yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Manyak Payed, Bendahara, dan Banda Mulia. Di DPRK Aceh Tamiang, ia menjabat sebagai Ketua Komisi IV.

Kabar duka ini cepat menyebar di berbagai platform media sosial, termasuk Facebook dan grup WhatsApp, membangkitkan simpati dari banyak kalangan.

Heru tinggal di Dusun Amal, Kampung Upah, Kecamatan Bendahara. Jenazah almarhum direncanakan dimakamkan di rumah orang tuanya di Kampung Balai, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.

Adik ipar almarhum, Chandra, membenarkan berita tersebut.

“Benar, Bang Heru telah meninggal dunia. Beliau memiliki riwayat sakit jantung,” ujarnya.

Kepergian Khairudha Fitra OK meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok bersahaja dan penuh dedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Editor: Akil

IPM Provinsi Aceh Naik 0,88 Persen pada 2024

0
Majid Baiturrahman. (Foto: Bekelsego)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pembangunan manusia di Provinsi Aceh terus mencatatkan kemajuan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh merilis data terbaru yang menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2024 mencapai 75,36, meningkat dari 73,29 pada 2020. Selama periode 2020–2024, rata-rata pertumbuhan IPM Aceh mencapai 0,70 persen per tahun.

Kepala BPS Aceh, Ahmadriswan Nasution, menjelaskan bahwa peningkatan IPM tahun 2024 didorong oleh peningkatan di seluruh dimensi penyusunnya, khususnya pada dimensi standar hidup layak. Salah satu indikator yang mencatat percepatan pertumbuhan adalah pengeluaran riil per kapita per tahun (disesuaikan), yang tumbuh sebesar 4,62 persen.

“Ini menjadi sinyal bagi teman-teman di kabupaten/kota untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal pencapaian pembangunan di daerah. Mengawali tahun 2025, kami merilis beberapa indikator secara resmi,” ujar Ahmadriswan dalam konferensi pers di Kantor BPS Aceh, Kamis (2/1).

Dimensi kesehatan, yang diukur melalui Umur Harapan Hidup (UHH), juga menunjukkan pertumbuhan 0,19 persen, sama seperti tahun sebelumnya. Harapan Lama Sekolah (HLS) mencatat kenaikan 0,07 persen.

Selain itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas meningkat 0,09 tahun, dari 9,55 tahun pada 2023 menjadi 9,64 tahun pada 2024. Dimensi standar hidup layak turut memperlihatkan peningkatan yang signifikan, dengan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun naik sebesar Rp477 ribu atau 4,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian ini menjadi bukti bahwa pembangunan manusia di Aceh terus berada pada jalur yang positif, meski tantangan tetap ada di depan mata.

Editor: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Anugerahkan Penghargaan pada Ajang Kemenag Award 2025

0
Kakanwil Kemenag Aceh Anugerahkan Penghargaan pada Ajang Kemenag Award 2025. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dalam rangkaian peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-79, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh menggelar Malam Anugerah Kemenag Award 2025 di Anjong Mon Mata, Sabtu malam, 4 Januari 2025. Kepala Kanwil Kemenag Aceh menyerahkan penghargaan kepada sejumlah tokoh, lembaga, dan instansi yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan agama, toleransi, dan inovasi pelayanan.

Penyerahan penghargaan ini juga dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Drs. H. Safrizal ZA, M.Si., yang turut memberikan apresiasi kepada para penerima penghargaan. Hadir pula para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, pejabat SKPA, Pj Bupati se-Aceh, mitra Kemenag, rektor, kepala cabang dinas pendidikan, serta perwakilan lembaga perbankan.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Aceh memaparkan beberapa program unggulan yang telah terlaksana, di antaranya Program Lima Belas Menit (LIMIT) Bersama Alquran, Gerakan Tuntas Baca (GETBA) Alquran, pengembangan wakaf produktif, inovasi di bidang pendidikan, dan penguatan toleransi serta kerukunan umat beragama.

Ajang Kemenag Award 2025 juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim. Ketua Seksi Malam Anugerah, Dr. H. Mukhlis, M.Pd., menyampaikan bahwa penghargaan dibagi ke dalam empat kategori utama:

Kategori I: Apresiasi kepada Kepala Daerah

Penghargaan ini diberikan atas kontribusi mereka dalam Program Profesi Pendidikan Guru (PPG) Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tahun 2023-2024. Penerima penghargaan:

  1. Pj Bupati Aceh Selatan
  2. Pj Bupati Aceh Barat
  3. Pj Bupati Aceh Jaya
  4. Pj Bupati Bireuen
  5. Pj Bupati Aceh Tamiang
  6. Pj Bupati Aceh Tengah

Kategori II: Mitra Lembaga dan Tokoh

Beberapa penerima di kategori ini adalah:

  • Pondok Pesantren Insan Qurani di Aceh Besar, atas inovasi kurikulum terpadu yang berprestasi.
  • Pondok Pesantren Nur Yaqdhah di Aceh Selatan, yang dipimpin Abu Syukri Waly, sebagai pondok pesantren salafi terkemuka.
  • Dayah MUDI Mesja Lamno di Aceh Jaya, pelaksana Satuan Pendidikan Mu’adalah pertama di wilayah Barat Selatan Aceh.
  • MAN Model Banda Aceh atas keunggulan akademik dan pencapaian seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
  • Masjid Al-Makmur Lampriet di Banda Aceh, sebagai Masjid Ramah Dhuafa dan Musafir Nasional 2024.

Kategori III: Institusi Pendidikan Terbaik

Institusi yang diakui atas manajemen sumber daya dan mutu pendidikan agama Islam:

  • SMAN 1 Kutabaro Aceh Besar – Terbaik 1 Manajemen Sumberdaya dan Mutu Pendidikan Agama Islam.
  • SD IT Teuku Umar Aceh Barat – Terbaik 1 Manajemen Sumberdaya dan Mutu Pendidikan Agama Islam.
  • MIN 5 Kota Banda Aceh – Madrasah Penerima Adiwiyata Nasional 2024.

Kategori IV: Pemenang Lomba Hari Amal Bhakti

Pemenang kompetisi olahraga dan seni pada HAB ke-79:

  • Grup Voli Kanwil Kemenag Aceh – Juara 1.
  • Grup Bulu Tangkis Putra – Juara 1.
  • Lomba Marhaban – Juara 1.

Acara malam anugerah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun kualitas pendidikan dan layanan keagamaan di Aceh.

“Semoga penghargaan ini memotivasi seluruh pihak untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” ujar Kakanwil Kemenag Aceh dalam penutupannya.

Editor: Akil

Ketua MAA Aceh Jaya Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak

0
SP2HP penetapan tersangka Ketua MAA Aceh Jaya berinisial AI. (Foto: Dok LBH Banda Aceh)

Nukilan.id – Polres Aceh Jaya menetapkan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Jaya berinisial AI sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak. Hal tersebut disampaikan dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari Polres Aceh Jaya yang kepada keluarga korban pada tanggal 3 Januari 2025.

Dalam surat nomor: SP2HP/I/I/Res.1.24/2025/Reskrim itu disebutkan, penetapan status tersangka terhadap AI merujuk pada Laporan Polisi Nomor: LP/B/27/VII/2024/SPKT/POLRES ACEH JAYA/POLDA ACEH tanggal 30 Juli 2024 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sp.SIdik/33.a/XI/Res.1.24/2024/Reskrim tanggal 11 November 2024.

Sebelumnya, kasus ini sempat mandek karena berbagai alasan. Pada 16 Oktober 2024 lalu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh mendesak Polres Aceh Jaya agar segera meningkatkan status pemeriksaan kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh Ketua MAA Aceh Jaya berinisial AI dari penyelidikan ke tahap penyidikan serta menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Kepala Operasional YLBHI-LBH Banda Aceh, Muhammad Qodrat, MH, kasus ini secara hukum sudah memenuhi syarat untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan. Berdasarkan bukti yang ada, yang bersangkutan juga sudah memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai tersangka.

“Namun, Polres Aceh Jaya tidak melakukan hal tersebut tanpa alasan hukum yang jelas dan terkesan melindungi AI,” ujar Muhammad Qodrat MH dalam keterangannya, Kamis (26/9/2024). []

Reporter: Sammy