Beranda blog Halaman 736

BRIN: Megathrust Selatan Jawa Berpotensi Picu Tsunami Seperti Aceh 2004

0
Ilustrasi Tsunami. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Jakarta– Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menegaskan potensi gempa megathrust di selatan Jawa yang dapat memicu tsunami dengan skala serupa tragedi Aceh pada 26 Desember 2004.

Rahma memaparkan bahwa segmen megathrust di kawasan selatan Jawa, termasuk Selat Sunda, menyimpan energi tektonik besar yang dapat memicu gempa berkekuatan hingga magnitudo 8,7 sampai 9,1. “Gempa megathrust ini dapat menyebabkan tsunami yang menjalar melalui Selat Sunda dan mencapai Jakarta dalam waktu sekitar 2,5 jam,” ujarnya usai menghadiri peringatan 20 tahun tsunami Aceh di Banda Aceh, Kamis (26/12/2024) lalu.

Berdasarkan simulasi BRIN bersama sejumlah peneliti dari berbagai lembaga, ketinggian gelombang tsunami diperkirakan bisa mencapai 20 meter di pesisir selatan Jawa, 3 hingga 15 meter di Selat Sunda, dan sekitar 1,8 meter di pesisir utara Jakarta. Penelitian ini juga mengungkap peristiwa serupa yang pernah terjadi, seperti tsunami Pangandaran 2006 yang dipicu longsor bawah laut di dekat Nusa Kambangan.

“Energi di zona subduksi selatan Jawa terus bertambah dan, jika dilepaskan sekaligus, dapat memicu gempa besar serta tsunami yang berdampak luas hingga wilayah pesisir lainnya,” tambahnya.

BRIN menekankan pentingnya pendekatan mitigasi bencana yang mencakup metode struktural dan non-struktural. Langkah struktural meliputi pembangunan tanggul tsunami, pemecah ombak, dan perencanaan tata ruang pesisir yang aman dengan jarak minimal 250 meter dari garis pantai.

“Penanaman vegetasi alami seperti pandan laut dan mangrove merupakan solusi ekosistem yang efektif meredam energi gelombang tsunami,” jelas Rahma.

Pendekatan non-struktural mencakup edukasi masyarakat tentang mitigasi bencana, pelatihan evakuasi, serta penyediaan jalur dan lokasi evakuasi yang memadai. Kesadaran akan potensi bahaya, sistem peringatan dini, dan respons cepat sangat penting untuk menyelamatkan nyawa.

Untuk kawasan perkotaan seperti Jakarta, penguatan struktur bangunan atau retrofitting menjadi langkah vital guna mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa akibat amplifikasi goncangan gempa. Di wilayah industri seperti Cilegon, gempa dapat memicu secondary hazard berupa kebakaran dari kebocoran bahan bakar atau bahan kimia.

Penelitian paleotsunami menunjukkan gempa megathrust di selatan Jawa memiliki periode ulang antara 400 hingga 600 tahun. Dengan gempa besar terakhir yang terjadi pada 1699, energi yang terkunci kini telah mencapai titik kritis.

“Tsunami Aceh mengajarkan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana sebagai kunci penyelamatan nyawa,” tegas Rahma.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BRIN bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), BMKG, dan lembaga lainnya memperkuat sistem peringatan dini tsunami di Selat Sunda dan pesisir selatan Jawa. Pemasangan sensor deteksi perubahan muka air laut terus diupayakan untuk mendukung mitigasi yang lebih sistematis dan efektif.

“Meski gempa tidak bisa diprediksi, kesiapan, edukasi, dan kolaborasi adalah kunci untuk meminimalkan risiko bencana alam di masa depan,” tutupnya.

Editor: Akil

Dayah Insan Qurani Raih Penghargaan Kemenag Aceh Berkat Kurikulum Inovatif

0
Pimpinan Dayah Insan Qurani Aceh Besar Ustadz Muzakkir Zulkifli menerima penghargaan dari Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh Azhari dalam acara Kemenag Aceh Award. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dayah Insan Qurani (IQ) Aceh Besar kembali mencatatkan prestasi gemilang. Lembaga pendidikan Islam ini menerima penghargaan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh atas dedikasinya dalam mengembangkan kurikulum terintegrasi yang dinilai inovatif dan efektif dalam membangun dayah berprestasi.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, dalam acara Kemenag Aceh Award di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Sabtu (4/1). Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh civitas akademika Dayah Insan Qurani yang merayakan satu dekade eksistensi mereka.

“Alhamdulillah, ini adalah prestasi bersama yang diraih oleh keluarga besar Dayah Insan Qurani di usia 10 tahun,” ujar Pimpinan Dayah IQ, Ustaz Muzakkir Zulkifli, di Aceh Besar, Minggu (5/1). Ia menegaskan, pencapaian ini lahir dari kerja kolektif berbagai elemen, mulai dari pengelola madrasah dan tahfiz, tim Lembaga Pengembangan Potensi Santri, hingga para pembina pramuka.

“Keberhasilan ini didukung penuh oleh seluruh elemen dayah. Semua berperan penting dalam membentuk ekosistem pendidikan yang unggul dan berintegritas,” tambahnya.

Muzakkir berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi Dayah IQ untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Menurutnya, kurikulum yang dikembangkan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter santri yang berakhlak mulia.

Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan Dayah Insan Qurani, Ustaz M Raihan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengajar dan pengelola atas kontribusi besar mereka.

“Pencapaian ini adalah anugerah luar biasa yang tidak lepas dari kerja keras, kekompakan, dan keikhlasan semua ustaz, ustazah, guru, serta kepala sekolah di bawah arahan Ustaz Muzakkir,” kata Raihan.

Ia menambahkan, kepemimpinan yang penuh dedikasi menjadi kunci keberhasilan Dayah IQ dalam meraih prestasi tersebut.

“Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kualitas. Tetaplah menjadi insan yang bersyukur, rendah hati, dan tak henti belajar demi masa depan yang lebih cerah,” tuturnya dengan penuh harap.

Editor: Akil

Pj Gubernur Safrizal: Karakter Aceh adalah Karakter Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, saat memberikan sambutan dan arahan pada acara Malam Apresiasi Kemenag Aceh Awards 2025. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Penjabat (Pj) Gubernur Aceh Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., menegaskan pentingnya Aceh sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang menerapkan Syariat Islam untuk menjadi teladan dalam mempraktikkan karakter Islam yang sejati. Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada Malam Apresiasi Kementerian Agama di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu (4/1/2025), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

“Sebagai daerah yang menerapkan Syariat Islam, masyarakat Aceh harus mampu mencerminkan karakter yang jujur, terbuka, dan amanah. Aceh seharusnya menjadi laboratorium Syariat Islam yang dapat menginspirasi daerah lainnya,” ujar Safrizal di hadapan para tamu yang terdiri atas bupati, wali kota, kepala satuan kerja perangkat Aceh (SKPA), serta pimpinan kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota se-Aceh.

Safrizal menekankan bahwa Islam yang ideal adalah Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin — Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

“Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin selalu mengedepankan toleransi, menghormati perbedaan, dan menjaga kerukunan antarumat beragama. Nilai-nilai ini adalah esensi dari ajaran Rasulullah yang harus terus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Menurut Safrizal, sebuah pertanyaan besar yang perlu dijawab bersama adalah: apakah Aceh, yang menjalankan Syariat Islam, lebih Islami dibandingkan daerah lain yang tidak menerapkannya? Hal ini, katanya, memerlukan refleksi mendalam dan upaya kolektif untuk memastikan bahwa praktik keislaman di Aceh benar-benar mencerminkan nilai-nilai luhur tersebut.

Pada Malam Anugerah Kementerian Agama, penghargaan diberikan kepada sejumlah tokoh dan lembaga yang berkontribusi dalam pembangunan keagamaan di Aceh. Tema yang diusung tahun ini, Umat Rukun Menuju Indonesia Emas, sejalan dengan visi menjaga harmoni sosial di tengah keragaman.

“Kerukunan tidak bisa dibiarkan berjalan tanpa usaha. Kita harus berupaya dan bekerja sama untuk menjaga persaudaraan. Jangan menunggu sampai konflik pecah baru kita bertindak. Gotong royong dan tepo sliro adalah kunci dalam mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan,” tegas Safrizal.

Di akhir acara, Safrizal bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Azhari, menyerahkan santunan kepada anak yatim sebagai simbol kepedulian dan penguatan solidaritas sosial.

Malam Apresiasi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen kolektif untuk mewujudkan nilai-nilai Syariat Islam yang inklusif, damai, dan penuh toleransi di Bumi Serambi Mekah.

Editor: Akil

Hymne Aceh Menggema di Perpisahan Mukhlis Nakata, Legenda Persiraja

0
Foto Mukhlis Nakata di Videotron Stadion Harapan Bangsa. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh bergemuruh penuh haru saat Hymne Aceh Mulia dinyanyikan ribuan pendukung setia Lantak Laju, Minggu (5/1/2025) malam. Suasana emosional itu menandai laga terakhir Mukhlis Nakata, legenda hidup Persiraja Banda Aceh, yang resmi mengakhiri karier profesionalnya sebagai pesepak bola.

Pertandingan lanjutan Liga 2 antara Persiraja Banda Aceh melawan Dejan FC menjadi momen spesial yang dipenuhi kenangan. Mukhlis Nakata, yang telah lama menjadi ikon klub, memutuskan menggantung sepatu setelah 16 tahun mengabdi dengan penuh dedikasi. Sejak mengenakan jersey oranye khas Persiraja pada 2008, pemain asal Lambaro, Aceh Besar, ini tak pernah sekalipun membela klub lain.

“Mukhlis adalah simbol kesetiaan dan inspirasi bagi para pemain muda. Ia mencerminkan filosofi one man, one club yang langka ditemukan di sepak bola modern,” ungkap Teuku Farhan, salah satu penggemar berat Persiraja kepada Nukilan.id.

Selama hampir tujuh musim, Mukhlis dipercaya sebagai kapten Persiraja, menjadikannya pemimpin di lapangan yang sulit tergantikan. Perannya sebagai gelandang bertahan membuatnya dijuluki jenderal lapangan tengah oleh para suporter dan media. Bukan hanya karena kemampuannya mengatur tempo permainan, tetapi juga karena jiwa kepemimpinannya yang tegas dan penuh dedikasi.

Di Indonesia, fenomena pemain yang hanya membela satu klub sepanjang karier sangat jarang terjadi. Kebanyakan pemain profesional berpindah-pindah klub seiring berakhirnya kontrak yang rata-rata berdurasi satu tahun. Namun, Mukhlis Nakata tetap teguh dengan pilihannya. Ia setia mengabdikan diri untuk Persiraja, klub yang telah menjadi bagian dari hidupnya sejak masa Sekolah Sepak Bola (SSB).

Selama kariernya, Mukhlis telah menjadi saksi berbagai suka duka Persiraja, mulai dari naik-turunnya prestasi hingga perjuangan bertahan di kompetisi nasional. Malam itu, penonton memberikan standing ovation yang panjang sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sang kapten.

Kisah perjalanan Mukhlis Nakata di Persiraja Banda Aceh akan selalu diingat sebagai teladan tentang arti kesetiaan dan cinta sejati kepada sepak bola. Tepuk tangan dan nyanyian pendukung yang mengiringi langkah terakhirnya di lapangan akan terus bergema dalam kenangan sejarah klub. Mukhlis Nakata, sosok legenda yang tak akan tergantikan. (XRQ)

Reporter: Akil

Persiraja Banda Aceh Tekuk Dejan FC, Pastikan Tiket Delapan Besar

0
Pertandungan Persiraja Banda Aceh Vs Dejan FC. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Persiraja Banda Aceh memastikan langkah ke babak delapan besar Liga 2 Indonesia usai menaklukkan Dejan FC 2-0 dalam laga Grup 1 pekan ke-15 di Stadion Harapan Bangsa, Minggu (5/1/2025) malam.

Amatan Nukilan.id, gol pertama Persiraja tercipta pada menit ke-12 lewat sepakan keras Machado. Pemain asal Brasil itu memanfaatkan umpan matang dari Deri Corfe, menggetarkan gawang Dejan FC sekaligus menandai gol perdananya untuk tim Lantak Laju.

Setelah unggul, Persiraja terus menekan melalui serangan yang dipimpin Andik Vermansyah. Namun, lini belakang Dejan FC tampil disiplin dan berhasil mematahkan beberapa peluang berbahaya.

Memasuki babak kedua, tim tamu yang diasuh Budi Sudarsono mencoba bangkit dengan permainan lebih agresif. Meskipun tampil menyerang, upaya Dejan FC selalu gagal menembus pertahanan solid yang digalang Alef Santos dkk.

Sebaliknya, Persiraja bermain lebih tenang dengan mengontrol bola di lini tengah. Hasilnya, Vivi Asrizal menambah keunggulan tuan rumah melalui sontekannya pada menit ke-78, memanfaatkan celah di pertahanan lawan.

Dejan FC berusaha memperkecil ketertinggalan, tetapi pertahanan tangguh Persiraja membuat mereka frustrasi hingga peluit panjang berbunyi. Skor akhir 2-0 memastikan kemenangan tuan rumah.

Tambahan tiga poin membuat Persiraja mengoleksi 33 poin, menjadikannya tim pertama yang lolos ke babak delapan besar dengan status pemuncak klasemen Grup 1 Liga 2 Indonesia musim ini. (XRQ)

Reporter: Akil

PSSI Tanggapi Isu Pemecatan Shin Tae Yong dari Timnas Indonesia

0
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan arahan kepada pemain. (Foto: ANTARA FOTO)

NUKILAN.id | Jakarta — Isu pergantian pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong, mencuat dalam beberapa hari terakhir setelah skuad Garuda gagal melaju dari fase grup Piala AFF 2024. Merespons rumor yang berkembang, PSSI memberikan pernyataan resmi meski belum menyatakan keputusan tegas.

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Vivin Cahyani, menegaskan bahwa federasi terus berkomitmen terhadap misi besar menuju Piala Dunia dan siap menerima berbagai opsi untuk mendorong kemajuan sepak bola nasional.

“PSSI jelas punya target besar menuju ke Piala Dunia. Perlu dukungan semua pihak untuk bertransformasi menuju yang lebih baik dari segala sisi,” ujar Vivin, dikutip dari Antara.

Meski begitu, Vivin tidak memberikan pernyataan eksplisit terkait rumor pencopotan Shin Tae Yong yang memimpin Timnas sejak akhir 2019.

“Semua sangat dinamis dan terbuka terhadap perubahan yang lebih baik. Tidak ada yang permanen. Semua bergerak menuju arah yang tepat sesuai misi,” tambahnya.

Vivin menekankan bahwa hingga kini PSSI belum membuat keputusan apa pun terkait posisi pelatih. Ia juga meminta semua pihak untuk mendukung langkah Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, dalam menjalankan visi besar sepak bola Indonesia.

“Formasi pemain dan tim pelatih terbaik selalu menjadi pokok bahasan dalam setiap rapat, tetapi belum ada keputusan apa pun. Kami sepenuhnya mendukung Ketua Umum dalam menjalankan misi ini,” tegasnya.

Setelah kampanye di Piala AFF 2024 berakhir, Timnas Indonesia menghadapi empat laga penting di fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pada Maret 2025, Garuda akan melawan Australia dan Bahrain, sementara pertandingan melawan China dan Jepang dijadwalkan pada Juni 2025.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat ketiga Grup C dengan enam poin, setara dengan Arab Saudi, Bahrain, dan China yang menempati posisi keempat hingga keenam. Jepang memimpin grup dengan 16 poin, diikuti Australia dengan tujuh poin.

Target PSSI adalah membawa Indonesia finis setidaknya di posisi keempat agar dapat melangkah ke fase keempat kualifikasi dan menjaga peluang tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara.

Editor: Akil

Program Makan Bergizi Gratis Dimulai, 190 Dapur Siap Beroperasi

0
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (Foto: AI)

NUKILAN.id | Jakarta — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan resmi dimulai besok, Senin (6/1). Sebanyak 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah bersiap untuk mendistribusikan makanan sehat kepada para penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan, mengonfirmasi kesiapan unit-unit pelaksana tersebut.

“Ini data 190 lokasi SPPG yang siap operasional per tanggal 6 Januari 2025,” ujar Lalu dalam keterangan resmi, Minggu (5/1).

Berdasarkan data BGN, provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah dapur terbanyak, yakni 57 lokasi. Sementara itu, SPPG lainnya tersebar di berbagai daerah, termasuk Aceh, Bali, Banten, DIY, DKI Jakarta, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta beberapa wilayah di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, hingga Papua.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu inisiatif unggulan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kepala BGN, Dadan Hindayana, memastikan bahwa pada tahap awal pelaksanaan, program ini akan menjangkau sekitar 3 juta penerima manfaat.

“Pokoknya 3 juta penerima manfaat. Kita mulai bertahap lah, 6 Januari (2025) kan pembukaan,” ujar Dadan usai menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas CPP 2025 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan peningkatan jumlah penerima manfaat hingga 17 juta orang pada akhir 2025. Program ini diharapkan mampu meningkatkan gizi masyarakat secara signifikan dan menjadi solusi nyata dalam upaya menekan angka stunting dan kekurangan gizi di Indonesia.

Editor: Akil

Toko New Zikra Books & Stationery Ramai Pengunjung Jelang Awal Sekolah

0
Toko New Zikra Books & Stationery Ramai Pengunjung Jelang Awal Sekolah. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hari terakhir libur semester menjadi momen yang sibuk bagi Toko New Zikra Books & Stationery. Terletak di pusat Kota Banda Aceh, tepatnya di Jalan Tgk. Syech Muda Wali, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, toko ini dipadati pengunjung yang antusias membeli perlengkapan sekolah menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

Toko yang telah dikenal luas oleh warga Banda Aceh ini menawarkan berbagai kebutuhan sekolah dengan koleksi lengkap, mulai dari buku pelajaran, alat tulis, hingga perlengkapan kantor. Menariknya, meski menawarkan berbagai barang berkualitas, harga yang ditawarkan cukup bersahabat di kantong. Hal ini menjadikan New Zikra pilihan utama bagi para orang tua, pelajar, dan mahasiswa yang ingin mempersiapkan diri dengan perlengkapan terbaik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

“Toko ini sudah lama jadi langganan saya karena selain lengkap, harganya juga terjangkau. Apalagi, di sini semua perlengkapan sekolah ada, jadi nggak perlu bingung cari barang di tempat lain,” kata Nurhaliza kepada Nukilan.id, Minggu (5/1/2025).

Kehadiran New Zikra menjadi solusi bagi warga Kota Banda Aceh dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah di hari-hari terakhir libur semester. Tidak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga kenyamanan berbelanja dengan pelayanan ramah dan suasana toko yang nyaman.

Dengan harga yang bersaing dan kualitas barang yang terjamin, Toko New Zikra Books & Stationery tetap menjadi pilihan utama bagi warga Banda Aceh yang ingin mempersiapkan segala kebutuhan sekolah dengan praktis dan hemat. (XRQ)

Reporter: Akil

Pengunjung Antusias Kunjungi Masjid Raya Baiturrahman Meski Cuaca Hujan, Ingin Melihat Payung Desain Baru

0
Potret pengunjung antusias melihat desain baru payung Masjid Raya Baiturrahman. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Meskipun cuaca kurang bersahabat, antusiasme pengunjung untuk mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman tidak surut. Pada hari terakhir liburan, Minggu (5/1/2025), hujan lebat mengguyur sejak sebelum Ashar, namun hal tersebut justru tak menghalangi niat para pengunjung untuk tetap datang.

Sejumlah pengunjung yang ditemui Nukilan.id mengungkapkan bahwa mereka tetap memilih mengunjungi masjid kebanggaan Aceh tersebut untuk melihat desain baru payung masjid yang baru saja dipasang.

“Kami ingin melihat langsung perubahan desain payung masjid yang lebih modern. Meski hujan, kami tetap datang,” kata Firdaus, salah seorang pengunjung yang tampak bersemangat meski tubuhnya basah kuyup.

Pengunjung lainnya, Irfan, mengungkapkan ketertarikannya terhadap perubahan desain payung yang tampak berbeda dibandingkan sebelumnya.

“Saya dengar dari teman-teman kalau payung masjid sudah diganti dengan desain yang lebih modern dan elegan, makanya saya datang untuk melihat langsung. Ternyata memang keren dan cocok dengan arsitektur masjid,” ujarnya dengan penuh semangat.

Bahkan, beberapa pengunjung asing yang sedang berlibur di Aceh juga tampak antusias dengan pembaruan tersebut. Seorang turis dari Malaysia, Amir, mengaku sangat tertarik dengan seni dan arsitektur masjid yang ada di Banda Aceh.

“Ini kali pertama saya datang kat Masjid Raya Baiturrahman. Saya dengar daripa pengunjung lain, ini rekaan payung yang baru, memang membuatkan saya terkesan dan nampak lebih cantik,” katanya.

Payung besar yang menjadi salah satu simbol keindahan Masjid Raya Baiturrahman ini memang baru saja direnovasi dengan desain yang lebih megah dan futuristik, menarik perhatian banyak warga dan wisatawan. Payung-payung ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan panas, namun juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana masjid yang semakin cantik.

Masjid Raya Baiturrahman, yang merupakan tempat ibadah utama di Banda Aceh, terus menjadi magnet wisata religius, meski cuaca tidak selalu bersahabat. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik historis dan keindahan arsitektur masjid tetap mampu menyedot perhatian, bahkan di tengah hujan deras sekalipun. (XRQ)

Reporter: Akil

1.500 Santri Aceh Utara Gagal Dapat Beasiswa 2024

0
Ilustrasi Beasiswa. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Sebanyak 1.500 santri di Kabupaten Aceh Utara harus menelan kekecewaan setelah batal menerima beasiswa tahun 2024. Padahal, seluruh berkas yang dibutuhkan telah dikumpulkan dan diserahkan kepada Baitul Mal Aceh Utara sejak awal Desember 2024. Hingga saat ini, pencairan bantuan yang dijanjikan sebesar Rp 1 juta per santri belum dilakukan.

Kepala Baitul Mal Aceh Utara, Tgk Sanusi, menyatakan bahwa informasi pembatalan baru disampaikan Kepala Sekretariat Baitul Mal, Rahmat Fitriadi, menjelang akhir Desember 2024.

“Kami tanyakan kenapa belum disalurkan hingga penghujung tahun. Beliau mengatakan bahwa dana tersebut menjadi Silpa dan akan disalurkan pada 2025. Itu saja penjelasannya,” kata Sanusi.

Sanusi menanggapi pemberitaan yang menyebut dana beasiswa dialihkan untuk program pembangunan rumah duafa. Ia menegaskan bahwa anggaran untuk rumah duafa dan beasiswa adalah dua hal yang terpisah.

“Saya juga terkejut kenapa penjelasan kepala sekretariat seolah-olah dana digeser untuk bantuan rumah. Tidak ada persetujuan dari kami untuk pergeseran anggaran tersebut,” tegasnya.

Zulkarnaini, salah satu komisaris Baitul Mal Aceh Utara, mendukung pernyataan Sanusi. Ia menekankan bahwa keputusan memindahkan dana tidak pernah disetujui oleh komisioner.

“Program beasiswa dan rumah duafa itu berbeda. Kami akan meluruskan informasi yang salah ini di internal kantor,” ujarnya.

Upaya Kompas untuk menghubungi Rahmat Fitriadi guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut belum membuahkan hasil. Panggilan telepon dan pesan singkat yang dikirimkan hingga berita ini tayang tidak mendapat respons.

Program beasiswa ini awalnya dirancang untuk mengalokasikan Rp 1,5 miliar, dengan masing-masing santri mendapatkan bantuan Rp 1 juta. Namun, hingga kini, anggaran tersebut belum tersalurkan, menimbulkan pertanyaan terkait pengelolaan dan transparansi dana publik di Baitul Mal Aceh Utara.