Beranda blog Halaman 735

DPRA dan Pemerintah Aceh Sepakat Pelantikan Gubernur Sesuai UUPA

0
Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. H. Muharuddin (tengah) saat konferensi pers rapat koordinasi terkait pelantikan Gubernur/Wakil Gubernur Aceh Terpilih. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Pemerintah Aceh sepakat bahwa mekanisme pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih akan tetap mengacu pada Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk. H. Muharuddin usai rapat koordinasi terkait pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih periode 2025-2030 di ruang Komisi I DPR Aceh, Banda Aceh, pada (6/1/2025).

Menurut Muharuddin, pelantikan gubernur dan wakil gubernur akan dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden di hadapan Mahkamah Syariah dalam sidang paripurna DPR Aceh. Proses ini sesuai dengan Pasal 69 huruf c UUPA.

“Kami menghormati mekanisme pilkada serentak yang dilaksanakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, termasuk proses khusus seperti tes baca Al-Qur’an. Namun, pelantikan harus tetap mengikuti aturan dalam UUPA,” kata awak media, termasuk Nukilan.

Terkait jadwal pelantikan, Muharuddin menyebutkan bahwa pihaknya mendukung pelaksanaan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2024, yang menetapkan pelantikan gubernur dan wakil gubernur pada 7 Februari 2025.

Ia menyampaikan, DPR Aceh saat ini menunggu penerbitan Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi. Walaupun Aceh tidak masuk dalam sengketa Pilkada, secara yuridis formal tetap harus menunggu E-BRPK.

“Setelah BRPK diterima oleh KPU Pusat, dalam waktu lima hari dokumen tersebut harus diserahkan ke DPR Aceh. Selanjutnya, DPR Aceh memiliki waktu tiga hari untuk menyampaikan ke Menteri Dalam Negeri. Setelah itu, Menteri Dalam Negeri akan meneruskannya ke Presiden untuk penerbitan SK pelantikan,” kata Muharuddin.

DPR Aceh berharap MK dapat menerbitkan BRPK secara bertahap, khususnya untuk daerah yang tidak memiliki sengketa. Dengan demikian, provinsi dan kabupaten/kota yang tidak bermasalah dapat segera mempersiapkan proses pelantikan.

Reporter: Rezi

KPA Luar Negeri Bawa Delegasi Malaysia Bahas Investasi di Aceh

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA disela acara Aceh Investment Opportunities 2025 yang digelar oleh KPA)Luar Negeri di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, pada Minggu 5 Januari 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh membuka pintu selebar-lebarnya bagi investasi asing dengan memberikan kemudahan tanpa biaya tambahan dan birokrasi yang rumit. 

Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, dalam acara Aceh Investment Opportunities 2025 yang digelar oleh Komite Peralihan Aceh (KPA) Luar Negeri di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, pada Minggu (5/1/2025) malam.

“Kami memberikan karpet merah terhadap upaya investasi luar negeri tanpa biaya berarti, tanpa pembebanan illegal fee. Semua harus menyenangkan agar orang senang datang dan menanamkan investasinya di Aceh,” kata Safrizal kepada Nukilan.

Dalam acara tersebut, Safrizal didampingi beberapa kepala dinas untuk membahas potensi kerja sama dengan delegasi Malaysia. Ia menyebutkan beberapa sektor yang diminati investor Malaysia seperti pertambangan, pertanian, minyak dan gas, serta teknologi.

“Regulasinya sudah cukup lengkap dan kami akan memfasilitasi tanpa aturan yang berbelit-belit. Kami sudah berkomitmen,” ujar Safrizal.

Safrizal berharap dengan adanya investor yang masuk ke Aceh dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi pengangguran di Aceh.

“Lapangan pekerjaan bisa lebih terbuka, pengangguran berkurang, dan perlindungan bagi investasi cukup lengkap. Ini komitmen kami untuk menarik investor,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPA Luar Negeri, Teuku Emi Syamsumi atau akrab disapa Abu Salam, mengungkapkan bahwa Lion Group asal Malaysia menunjukkan minat besar untuk berinvestasi di Aceh.

“Mereka sangat tertarik karena potensi dan keamanan Aceh yang luar biasa. Kami membuktikan bahwa KPA mampu membawa investor ke Aceh dan menjaga mereka agar tetap di sini,” kata Abu Salam.

Menurutnya, kedatangan Lion Group ke Aceh ini merupakan bukti bahwa KPA memiliki kemampuan untuk membawa investor ke daerah tersebut. Ia menegaskan bawah KPA berkomitmen menjaga kenyamanan investor yang telah datang. 

“Investor yang sudah ke Aceh kami jaga, dan kami buat mereka tidak akan pulang kembali,” katanya.

Kunjungan Lion Group kali ini, kata Abu Salam, masih dalam tahap silaturahmi. Meski Aceh memiliki potensi di berbagai sektor, pihaknya tidak ingin memaksakan hal-hal tertentu dalam proses awal ini. Namun, ia memastikan keseriusan Lion Group untuk menjajaki peluang investasi di Aceh.

“Mereka sangat serius datang ke sini. Target mereka untuk investasi di Aceh cukup besar. Kalau untuk tambang, misalnya mereka berminat untuk membuat pabrik bijih besi, bisa mencapai nilai investasi sekitar Rp5 hingga Rp6 triliun,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

PSSI Resmi Berhentikan Shin Tae Yong dari Kursi Pelatih Timnas Indonesia

0
Shin Tae Yong pelatih Timnas Indonesia. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Jakarta — PSSI secara resmi memutuskan untuk menghentikan kerja sama dengan Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (6/1/2025).

“Tentu kita mengucapkan terima kasih atas kinerja coach Shin Tae Yong selama ini. Hubungan saya dengan beliau sangat baik, dan kami selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk program-program yang diusulkan,” ujar Erick.

Erick menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mengevaluasi dinamika yang terjadi dalam Timnas Indonesia.

“Kami melihat perlunya sosok pemimpin yang lebih mampu menerapkan strategi yang sesuai dengan kesepakatan para pemain, memiliki komunikasi yang baik, serta implementasi yang lebih efektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Erick mengonfirmasi bahwa pemberitahuan resmi kepada Shin Tae Yong telah disampaikan langsung oleh Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji.

“Pak Sumardji sudah bertemu dengan coach Shin Tae Yong pagi tadi. Surat pemberhentian telah diterima, dan tentunya akan ada proses lebih lanjut terkait hubungan kerja yang sudah berakhir. Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih atas dedikasi beliau,” ujar Erick.

Shin Tae Yong sebenarnya masih terikat kontrak dengan PSSI hingga tahun 2027. Namun, keputusan untuk mengakhiri kerja sama lebih awal menandai akhir perjalanan pelatih asal Korea Selatan itu bersama Timnas Indonesia.

Editor: Akil

Aceh Berikan Karpet Merah untuk Investor demi Menciptakan Lapangan Kerja

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi investor yang ingin berinvestasi di Aceh. Hal ini bertujuan agar lapangan kerja semakin terbuka dan angka kemiskinan dapat ditekan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pj Gubernur Safrizal saat memberikan sambutan dalam acara Aceh Investment Opportunities yang diselenggarakan oleh KPA Lua Nanggroe di Hermes Palace Hotel, Minggu (5/1/2025) malam.

“Aceh membuka diri, memberikan karpet merah untuk investasi tanpa biaya tambahan atau pembebanan fee ilegal. Kami telah bertekad untuk menciptakan Aceh yang ramah bagi dunia bisnis dan investasi. Semuanya harus menyenangkan, sehingga orang akan senang datang ke Aceh dan berinvestasi di sini. Ini akan membuka lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, dan menekan kemiskinan,” ujar Safrizal.

Safrizal, yang merupakan lulusan terbaik STPDN angkatan pertama, menambahkan bahwa Aceh memiliki potensi yang cukup besar, yang hanya memerlukan manajemen dan tata kelola yang baik untuk mewujudkan investasi yang sehat dan ramah lingkungan.

Ia juga mengungkapkan bahwa investor dari Malaysia tertarik dengan beberapa sektor potensial di Aceh, seperti pertambangan, minyak dan gas, pertanian, dan teknologi.

“Pertemuan ini akan membantu kita untuk melihat sektor mana yang paling memungkinkan untuk diinvestasikan. Regulasi kita cukup lengkap dan kami berkomitmen untuk memfasilitasi tanpa birokrasi yang rumit,” tambahnya.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh, bupati dan wali kota, serta pimpinan Badan Usaha Milik Aceh. Ketua KPA Lua Nanggroe, Teuku Emi Syamsumi, turut hadir bersama tim investor Malaysia yang dipimpin oleh Tan Sri Dato’ H Abd Karim Bin Shaikh Munisar dan Tan Sri Datuk Seri Utama William Cheng.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Pantau Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis di Banda Aceh

0
Pj Gubernur Aceh Pantau Peluncuran Program Makan Bergizi Gratis di Banda Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, memantau langsung peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung serentak di sejumlah sekolah di Banda Aceh, Senin (6/1/2025). Didampingi oleh Pj Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat Aceh (SKPA), Safrizal meninjau pelaksanaan program yang menjadi bagian dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Safrizal memulai kunjungannya di SMP Negeri 10 Banda Aceh dan melanjutkan ke SMA Negeri 16 Banda Aceh. Dalam keterangannya kepada wartawan, ia menegaskan bahwa program MBG adalah langkah strategis untuk memperbaiki gizi dan nutrisi pelajar serta santri di seluruh Aceh.

“Kita di seluruh Aceh mendukung pelaksanaan program makan bergizi ini sebagai salah satu upaya memperbaiki gizi anak-anak,” ujar Safrizal.

Pelaksanaan program MBG di Aceh menyasar anak-anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tahap uji coba dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (10/1), dengan pengawasan ketat terhadap proses penyajian makanan guna memastikan kelancaran teknis dan logistik.

Menurut Badan Gizi Nasional (BGN), terdapat 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang beroperasi di seluruh Indonesia, tersebar di 26 provinsi termasuk Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan beberapa daerah lainnya seperti Bali, Jawa Barat, dan Papua.

Program MBG diharapkan menjadi solusi mengatasi masalah gizi nasional dan mendukung tumbuh kembang anak-anak Indonesia secara optimal.

Editor: Akil

Banda Aceh Siap Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis

0
Pj Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh siap melaksanakan peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program ini dijadwalkan dimulai pada Senin, 6 Januari 2025, serentak di seluruh Indonesia.

Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal, menyampaikan hal tersebut setelah melakukan peninjauan langsung di salah satu lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), atau dapur MBG, di Gampong Lambhuk pada Minggu, 5 Januari 2025. Dalam kesempatan tersebut, Almuniza didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud), Sulaiman Bakri, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

“Alhamdulillah, dari hasil peninjauan hari ini di SPPG Lambhuk, Banda Aceh siap melaksanakan program Makan Bergizi Gratis mulai besok, 6 Januari 2025,” ujar Almuniza.

Program ini akan dimulai di 13 sekolah di Banda Aceh, mencakup jenjang TK hingga SMA, serta ibu hamil, menyusui, dan balita di Gampong Doy dan Lambhuk dengan total 3.478 porsi.

Almuniza menambahkan, untuk tahap awal, program ini akan dilaksanakan di lima TK, enam SD, satu SMP, dan satu SMA. Meskipun demikian, ia berharap program ini akan berkembang secara bertahap dan mencakup lebih banyak penerima manfaat di masa mendatang.

Dalam peninjauan tersebut, Almuniza juga menegaskan pentingnya dukungan dari semua pihak agar program ini berjalan dengan sukses.

“Dengan sinergi antara SDM, sarana dan prasarana, serta kolaborasi antar stakeholder, Insya Allah Banda Aceh siap mendukung program Presiden Prabowo Subianto ini,” tambahnya.

Selain itu, Pj Wali Kota menyatakan bahwa ia akan memantau langsung pelaksanaan program tersebut di sekolah-sekolah pada hari pertama.

Editor: Akil

Gerakan Masyarakat Sipil dan Perlawanan Demokrasi di Tengah Tantangan

0
Ilustrasi Gerakan Masyarakat Sipil Indonesia. (Foto: META AI)

NUKILAN.id | Opini – Indonesia, meskipun menghadapi gejolak politik yang memprihatinkan, masih berdiri tegak berkat kekuatan kelompok masyarakat sipil yang gigih menjaga fondasi demokrasi. Dalam beberapa tahun terakhir, kita menyaksikan berbagai upaya represif yang dilakukan oleh penguasa, mulai dari pembungkaman suara kritis hingga ancaman terhadap sistem demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah. Namun, meski dalam tekanan, kelompok masyarakat sipil terus bergerak, berjuang untuk melawan kesewenang-wenangan dan menjaga agar Indonesia tetap berada pada jalur demokrasi yang bermartabat.

Edisi khusus mingguan ini menyoroti peran penting mereka: bukan sosok individu, tetapi kelompok yang memiliki tekad untuk memperjuangkan hak-hak rakyat. Masyarakat sipil ini terdiri dari berbagai elemen, mulai dari dosen, masyarakat adat, selebritas, hingga ibu rumah tangga, yang bersatu padu dengan segala keterbatasannya dalam menghadapi disinformasi yang terus berkembang di tengah kepungan para pendengung dan aparat hukum yang semakin represif. Mereka menyuarakan pentingnya supremasi hukum, demokrasi, dan keadilan sosial di tanah air.

Salah satu contoh konkret gerakan perlawanan ini adalah Gerakan 22 Agustus 2024, yang berhasil menggagalkan upaya licik anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berusaha mengubah undang-undang pemilihan kepala daerah. Gerakan ini adalah bukti nyata bahwa meskipun ada ketidakpastian dan perpecahan dalam masyarakat, suara rakyat masih bisa didengar. Aksi massa yang terorganisir ini berhasil menggagalkan rencana DPR yang ingin mengesahkan undang-undang yang memungkinkan kekuasaan politik terpusat di tangan segelintir elit politik.

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 20 Agustus 2024 menjadi langkah penting dalam membatasi kekuasaan politik yang cenderung otoriter. Dengan mengubah ambang batas suara partai dari 20% menjadi 7,5%, MK membuka peluang lebih besar bagi partai-partai kecil dan calon-calon kepala daerah yang lebih dekat dengan aspirasi rakyat, bukan hanya segelintir elit politik. Ini adalah kemenangan besar bagi demokrasi Indonesia. Namun, kemenangan ini juga menunjukkan bahwa perlawanan terhadap otokrasi berkedok demokrasi tidak dapat diandalkan hanya dalam satu peristiwa atau aksi besar. Gerakan ini harus terus diperkuat dan diperjuangkan secara konsisten di setiap lini kehidupan politik, sosial, dan budaya.

Namun, meski ada perlawanan, gerakan masyarakat sipil masih terpecah belah. Tidak adanya pemimpin tunggal dan narasi yang solid menjadi tantangan besar bagi mereka. Gerakan ini seringkali terjebak dalam ketidakjelasan tujuan bersama, dengan banyak kelompok yang bekerja secara terpisah dalam isu-isu yang tidak selalu terkait. Dalam kondisi seperti ini, kekuatan elit politik seringkali berhasil memanfaatkan ketidakpastian ini untuk mengamankan posisi mereka, dengan mengedarkan disinformasi melalui media sosial dan menebar kebingungan di kalangan publik.

Salah satu contoh nyata adalah film “Dirty F” yang mengungkapkan skenario kotor di balik pemilihan presiden yang diselenggarakan pada Februari lalu. Walaupun film ini telah menonton hampir 10 juta orang, bukti yang dipaparkan gagal menggagalkan kemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang didorong oleh operasi politik besar-besaran dan aliran bantuan sosial yang masif menjelang pemilihan. Meskipun narasi dalam film ini cukup menggugah, publik terperangkap dalam pilihan antara dua narasi yang saling bertentangan: satu yang dihadirkan oleh kekuatan politik yang dominan, dan satu lagi yang dibela oleh kelompok masyarakat sipil yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Sebagai bagian dari dinamika ini, penting untuk memahami bahwa perlawanan terhadap kesewenang-wenangan penguasa memerlukan lebih dari sekedar protes atau aksi demonstrasi. Perlawanan yang efektif memerlukan kesatuan tujuan, strategi yang terencana, dan kemampuan untuk melawan manipulasi media yang dapat mereduksi esensi perlawanan itu sendiri. Gerakan masyarakat sipil yang solid adalah gerakan yang tahu kapan harus bersatu dan kapan harus melawan.

Namun, tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat sipil saat ini adalah ketidakpastian politik yang ditimbulkan oleh kebijakan-kebijakan kontroversial pemerintahan Prabowo Subianto. Dengan keputusan-keputusan yang bertentangan dengan akal sehat, seperti rencana kerja sama dengan Tiongkok yang mengancam kedaulatan Indonesia dan rencana amnesti untuk koruptor, banyak pihak yang khawatir Indonesia akan jatuh ke dalam tangan mereka yang berusaha mengembalikan sistem politik otoriter. (XRQ)

Penulis: Akil Rahmatillah

Paving Block di Mesjid Panton Luas Rampung, Irpannusir Apresiasi Pembangunan Tempat Ibadah

0
Irpannusir Apresiasi Pembangunan Paving Block di Mesjid Panton Luas. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Dr. Irpannusir Rasman, S.Ag, SE., M.I.Kom, mengunjungi Mesjid Gampong Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan, pada Sabtu (4/1/2025), untuk meninjau langsung penyelesaian pembangunan Paving Block yang merupakan bagian dari program Pokok Pikiran (Pokir) yang diusulkannya pada 2024.

“Alhamdulillah, pembangunan Paving Block di Mesjid Panton Luas telah selesai 100 persen,” ujar Irpannusir dikutip dari ANTARA.

Sebagai Sekretaris Partai PAN Aceh, Irpannusir menegaskan bahwa prioritas utama sejak dilantik adalah pembangunan rumah ibadah. Ia berkomitmen untuk mengusulkan pembangunan serupa di seluruh daerah pemilihannya yang meliputi Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Singkil, Kabupaten Abdya, dan Kota Subulussalam.

“Setiap tahun, Pokir saya fokuskan pada pembangunan tempat ibadah. Alhamdulillah, tahun ini, pembangunan Paving Block di Mesjid Panton Luas dapat terlaksana,” tambahnya.

Keuchik Gampong Panton Luas, Abu Hanipah, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kontribusi Irpannusir. “Kami sangat berterima kasih atas pembangunan Paving Block di mesjid kami. Semoga ini membawa berkah bagi masyarakat,” ungkap Hanipah.

Warga setempat, Muhammad Napi, juga memberikan apresiasi yang sama. “Ini adalah kali pertama pembangunan tempat ibadah di Gampong Panton Luas melalui dana aspirasi Dewan. Terima kasih kepada Bapak Irpannusir yang telah mewujudkan aspirasi kami,” ujar Napi. Ia berharap agar pembangunan rumah ibadah terus berlanjut agar masjid di Panton Luas semakin nyaman digunakan.

Editor: Akil

Demam Mutasi di Akhir Jabatan, Pj Kepala Daerah di Aceh Menuai Kritik

0
Ilustrasi ASN. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wacana mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang diusung beberapa Penjabat (Pj) Bupati dan Wali Kota di Aceh jelang akhir masa jabatan memicu sorotan tajam. Langkah ini dinilai sebagai tindakan yang tidak tepat dan berpotensi memengaruhi kinerja kepala daerah terpilih serta menciptakan polarisasi di lingkungan birokrasi.

Effendi Hasan, akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Syiah Kuala (USK), mengecam wacana tersebut. Menurutnya, mutasi menjelang berakhirnya masa jabatan Pj kepala daerah adalah bentuk pemaksaan kehendak yang dapat menghambat kebebasan kepala daerah terpilih dalam menjalankan visi dan misinya.

“Kementerian Dalam Negeri sebaiknya tidak memberi izin dan perlu memberikan teguran keras jika hal ini benar terjadi,” ujar Effendi, Minggu (5/1/2025).

Sorotan terbesar mengarah pada Pj Wali Kota Banda Aceh, Almuniza Kamal. Sejak dilantik pada 12 Desember 2024, Almuniza dikabarkan ingin menggantikan sejumlah pejabat setingkat kepala dinas, meski masa jabatannya hanya tersisa satu hingga dua bulan.

Effendi menilai tindakan tersebut tidak efektif. “Biarkan kepala daerah hasil Pilkada 27 November 2024 yang menyusun dan mengangkat kabinetnya sendiri. Dengan begitu, mereka bisa bekerja lebih nyaman dan selaras,” katanya.

Ia juga memperingatkan bahwa pengangkatan pejabat baru oleh Pj kepala daerah dapat menjadi bumerang. Kepala daerah terpilih hanya bisa mengganti pejabat eselon setelah dua tahun menjabat, yang hampir setengah dari periode kepemimpinan. “Kalau seperti ini, waktu dua tahun sudah terbuang sia-sia,” tambah Effendi.

Effendi menyarankan agar Pj kepala daerah, termasuk Almuniza Kamal, lebih baik berkolaborasi dengan kepala daerah terpilih dalam kegiatan strategis yang sedang berjalan.

“Ini penting agar transisi kepemimpinan berjalan mulus dan kebijakan yang diambil sejalan dengan visi pemimpin baru,” ujarnya.

Editor: Akil

Ratusan Imigran Rohingya Mendarat di Pantai Alue Bu Tuha, Aceh Timur

0
Ilustrasi Kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh. (Foto: AFP/Amanda Jufrian)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Ratusan imigran etnis Rohingya kembali mendarat di pesisir Pantai Alue Bu Tuha, Kecamatan Pereulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (5/1) malam.

“Benar, diperkirakan ada ratusan imigran Rohingya yang baru saja mendarat di pantai,” ujar Kepala Bidang Politik, Pemerintahan, dan Keamanan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Aceh Timur, Syamsul Bahri, Senin (6/1/2025).

Saat ini, lanjut Syamsul, tim gabungan telah bergerak ke lokasi untuk melakukan pendataan terhadap para pengungsi tersebut. Ia menambahkan bahwa penanganan lebih lanjut terhadap para imigran masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak terkait.

“Kami sedang berkoordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait lainnya. Untuk tindak lanjut keberadaan mereka, kami menanti arahan dari UNHCR, lembaga internasional yang menangani pengungsi lintas negara,” ungkapnya.

Mendaratnya para imigran Rohingya di wilayah pesisir Aceh bukanlah hal baru. Kondisi ini terus menjadi perhatian pemerintah dan organisasi kemanusiaan mengingat kompleksitas masalah pengungsi yang memerlukan penanganan lintas lembaga.

Editor: Akil