Beranda blog Halaman 729

H. Mirwan dan Baital Muqadis Resmi Pimpin Aceh Selatan

0
H. Mirwan dan Baital Muqadis Resmi Pimpin Aceh Selatan. (Foto: TheTapaktuanPost)

NUKILAN.idTapaktuan – Suasana penuh antusiasme menyelimuti Gedung Rumoh Agam, Gampong Hilir, Tapaktuan, pada Kamis (9/1/2025). Dalam rapat pleno terbuka, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Selatan secara resmi menetapkan H. Mirwan MS, S.E dan H. Baital Muqadis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan terpilih periode 2025–2030.

Dikutip dari The Tapaktuan Post, penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan KIP Aceh Selatan Nomor 01 Tahun 2025, yang dibacakan langsung oleh Ketua KIP Aceh Selatan, Kafrawi S.E, didampingi empat komisioner lainnya. Dalam keputusan tersebut, pasangan calon nomor urut 02, H. Mirwan MS, S.E – H. Baital Muqadis, berhasil meraih 51.609 suara sah atau 36,32 persen dari total suara, menjadikan mereka pemenang Pilkada serentak 2024 di kabupaten tersebut.

Ketua KIP Aceh Selatan, Kafrawi S.E, menyampaikan bahwa rapat pleno ini menandai selesainya seluruh rangkaian proses Pilkada Aceh Selatan 2024. Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan pemilihan berjalan lancar tanpa adanya sengketa atau gugatan perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (PHPkada) yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih dilaksanakan setelah adanya surat registrasi perkara dari MK. Dengan demikian, proses pemilihan di Aceh Selatan dapat dikatakan selesai,” ujar Kafrawi.

Meski telah menetapkan pemenang, KIP Aceh Selatan tidak memiliki wewenang untuk menentukan jadwal pelantikan. Menurut Kafrawi, proses pelantikan menjadi tanggung jawab DPRK Aceh Selatan dan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

“Terkait waktu pelantikan dan mekanismenya, hal tersebut sepenuhnya berada dalam ranah DPRK bersama Pemkab Aceh Selatan,” pungkas Kafrawi dalam keterangannya.

Penetapan ini menjadi babak baru bagi kepemimpinan di Aceh Selatan, membuka harapan baru untuk kemajuan dan pembangunan di daerah tersebut dalam lima tahun mendatang.

Editor: Akil

Kolaborasi Politeknik Aceh Selatan dan Industri Sawit: Meningkatkan Mutu Pendidikan dan SDM

0
Kolaborasi Politeknik Aceh Selatan dan Industri Sawit. (Foto: lldikti13)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Demi memperkuat kompetensi tenaga pengajar serta meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, para dosen Politeknik Aceh Selatan (Poltas) menjalani program magang di dua perusahaan kelapa sawit terkemuka, PT Sapta Sentosa Jaya Abadi dan PT Fajar Baizuri & Brothers. Program ini dimulai pada Selasa (7/1/2025) dengan fokus pada bidang pengolahan sawit, perawatan dan perbaikan mesin, serta pemetaan lahan perkebunan.

Direktur Poltas, Nuzuli Fitriadi, mengungkapkan bahwa program magang ini dirancang sesuai dengan kebutuhan tiga bidang keahlian yang diajarkan di kampus. Menurutnya, pengalaman langsung di industri akan memperkaya kurikulum pendidikan vokasi dan meningkatkan kemampuan dosen untuk menciptakan lulusan yang siap kerja.

“Tujuannya adalah memperkuat kurikulum dan kompetensi dosen agar mahasiswa kami tidak hanya cakap secara teori tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Beberapa dosen yang terlibat dalam program ini antara lain Ir. Resky Rusnanda, ST., MT, dan Dian Maulina, ST., MT di bidang Teknik Industri; Balkhaya, ST., MT, Ihsan, ST., MT, Yusrizal, ST., MT, serta Irwansyah, ST., MT di bidang Teknik Mesin; serta M. Arinal Ihsan, S.Kom, M.Kom yang mempelajari pemetaan lahan menggunakan drone dan aplikasi ArcGIS dalam bidang Teknik Informatika.

Lebih lanjut, Nuzuli Fitriadi menjelaskan bahwa kegiatan magang ini akan diikuti oleh program lanjutan yang memungkinkan praktisi sawit mengajar di kampus. Kolaborasi ini diharapkan memperkaya wawasan mahasiswa dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik langsung dari dunia industri.

“Metode ini memberikan keunggulan pemahaman yang menyeluruh, menciptakan sinergi antara teori dan praktik yang sangat diperlukan di dunia kerja,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan dosen dalam industri menjadi langkah penting untuk mencetak lulusan yang mandiri dan siap menghadapi tantangan profesional.

“Kami berharap mahasiswa Poltas menjadi lulusan yang tidak hanya menguasai pengetahuan teoritis tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang kuat,” imbuhnya.

Di akhir keterangannya, Nuzuli Fitriadi menyampaikan apresiasi kepada kedua perusahaan yang telah membuka pintu bagi dosen Poltas.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT Sapta Sentosa Jaya Abadi di Meulaboh dan PT Fajar Baizuri & Brothers di Nagan Raya atas dukungan mereka. Semoga kerja sama ini terus berlanjut di masa mendatang,” pungkasnya.

Editor: Akil

Lion Group Malaysia Siap Tanamkan Investasi di Empat Sektor Strategis Aceh

0
Lion Group Malaysia Siap Tanamkan Investasi di Empat Sektor Strategis Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perusahaan multinasional asal Malaysia, Lion Group Malaysia, menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Aceh dengan fokus pada empat sektor utama, yakni pertambangan, minyak dan gas bumi, kelautan dan perikanan, serta perkebunan. Langkah ini diharapkan membawa keuntungan bagi masyarakat Aceh dan investor.

“Kita berharap investasi ini dapat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak,” ujar Chairman Lion Group, Tan Sri William Cheng, dalam pertemuan lanjutan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh di Banda Aceh, Selasa (7/1/2025).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan “Investment Opportunities” yang diselenggarakan pada Jumat, 5 Januari 2025. Dalam diskusi tersebut, Tan Sri William Cheng memaparkan rencana investasi Lion Group yang berorientasi jangka panjang dengan durasi minimal sepuluh tahun. Investasi ini akan mencakup sektor pertambangan, termasuk tambang emas, minyak dan gas bumi, serta kelautan dan perikanan yang meliputi produksi garam. Selain itu, Lion Group juga menargetkan sektor perkebunan dengan komoditas utama gandum dan jagung.

Cheng menekankan bahwa keberhasilan investasi memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai.

“Kami membutuhkan lahan minimal lima ribu hektare dengan status hukum yang jelas, akses transportasi yang baik, energi murah, serta kemudahan perizinan,” tegasnya. Ia juga memastikan bahwa Lion Group berkomitmen penuh terhadap kepatuhan hukum, termasuk pembayaran pajak, royalti, dan penggunaan tenaga kerja lokal.

Di sisi lain, Kepala Bappeda Aceh, T Ahmad Dadek, menyambut baik rencana tersebut. Ia menegaskan kesiapan Pemerintah Aceh untuk mendukung proses administrasi yang diperlukan guna mempercepat realisasi investasi.

“Kami berkomitmen memberikan informasi yang transparan terkait potensi investasi di Aceh dan mempermudah seluruh proses administrasi agar rencana ini dapat segera diwujudkan,” ungkap T Ahmad Dadek.

Langkah besar Lion Group Malaysia ini diharapkan menjadi pendorong signifikan dalam pengembangan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta mempercepat pembangunan infrastruktur yang mendukung sektor-sektor strategis di Aceh.

Editor: Akil

Hiatus Media Sosial Kian Populer, Psikolog Ungkap Manfaat dan Tips Efektifnya

0
Psikolog Klinis Tengku Sheila Noor Faraza. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tren hiatus media sosial kini semakin populer, terutama di kalangan generasi muda. Berbagai alasan menjadi latar belakang fenomena ini, mulai dari keinginan untuk lebih fokus pada kehidupan nyata hingga upaya untuk menjaga kesehatan mental. Untuk lebih memahami manfaatnya, Nukilan.id mewawancarai Psikolog Klinis Tengku Sheila Noor Faraza, yang memberikan pandangannya tentang mengapa membatasi akses ke media sosial bisa berdampak positif bagi kualitas hidup seseorang.

Menurut Tengku Sheila, membatasi akses ke media sosial dapat membantu seseorang untuk lebih produktif. Ia menjelaskan bahwa pada saat puasa media sosial, seseorang cenderung akan melakukan hal-hal yang produktif secara nyata.

“Mereka bisa lebih fokus pada pekerjaan, hobi, atau kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan dan kualitas hidup mereka,” ungkapnya kepada Nukilan.id, Kamis (9/1/2025).

Menurutnya, dengan mengurangi gangguan dari media sosial, seseorang dapat lebih berkonsentrasi pada hal-hal yang benar-benar penting dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, menjalani hiatus media sosial bukanlah hal yang mudah, terutama bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan platform tersebut setiap hari. Tengku Sheila memberikan beberapa tips untuk menjalani proses ini dengan efektif, tanpa merasa ketinggalan informasi atau kehilangan koneksi sosial.

“Saya menyarankan untuk memulai dengan membatasi penggunaan media sosial secara bertahap. Mulailah dengan mengurangi durasi waktu yang dihabiskan di platform tersebut,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar seseorang menggantikan kebiasaan menambah teman di media sosial dengan bersosialisasi secara langsung di dunia nyata.

“Berinteraksi langsung dengan orang lain akan memberikan pengalaman sosial yang lebih memuaskan daripada sekadar berkomunikasi melalui media sosial,” tambahnya.

Bagi mereka yang khawatir ketinggalan informasi, Tengku Sheila menyarankan untuk memanfaatkan waktu tertentu untuk membuka media sosial, tetapi hanya untuk mengakses akun-akun yang menyajikan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai perkembangan dunia.

“Dengan demikian, kita tetap dapat mendapatkan informasi penting tanpa terjebak dalam informasi yang tidak relevan atau berlebihan,” ujarnya.

Dengan mengikuti tips ini, Tengku Sheila percaya bahwa seseorang dapat menjalani hiatus media sosial secara efektif, mengurangi stres digital, dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (XRQ)

Reporter: Akil

Jalankan Tugas dengan Profesional, Pj Gubernur Aceh Dapat Apresiasi Tinggi dari Ketua DPRA

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Zulfadli. (Foto: Dok. DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadli, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pelaksana Tugas (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal. Menurutnya, Safrizal telah berhasil melaksanakan semua target jangka pendek dengan sangat baik, termasuk tugas-tugas strategis dalam menyiapkan Pekan Olahraga Nasional (PON), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), serta penanganan stunting dan inflasi di Aceh.

Lebih lanjut, Ketua DPRA menjelaskan bahwa Pj Gubernur Aceh sangat berhasil dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.

“Pj Gubernur sangat responsif dan terbuka. Beliau memiliki kemampuan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak, mulai dari Forkopimda, ulama, wartawan, hingga masyarakat. Semua keluhan masyarakat segera ditindaklanjuti, dan beliau tampak tak kenal lelah dalam memberikan solusi,” ujarnya.

Politikus Partai Aceh ini menilai komunikasi yang terjalin antara Pj Gubernur dengan masyarakat selama ini juga sangat baik.

“Siapa saja bisa menghubungi beliau langsung. Beliau selalu siap mendengarkan dan memberikan solusi,” tambah Ketua DPRA.

Tak hanya itu, dalam memimpin pemerintahan, Pj Safrizal dikenal sangat tegas dalam memegang prinsip profesionalisme. Ketua DPRA juga menambahkan bahwa penguasaan beliau terhadap ilmu pemerintahan sangat memadai, yang membuat pemerintahan Aceh semakin terbantu dalam menjalankan berbagai program.

Selain itu, komunikasi yang terjalin antara Pj Gubernur dan gubernur terpilih juga berjalan sangat baik. Meskipun tanpa banyak sorotan, keduanya terus berkomunikasi secara intens, bahkan beberapa hari lalu keduanya duduk berdiskusi bersama selama berjam-jam.

“Pak Safrizal orang baik, pintar dan tulus. Harus kita jaga sama-sama,” kata Ketua DPRA dengan penuh rasa hormat.

Sementara itu, Gubernur Aceh terpilih, Mualem, juga menyampaikan pesan serupa. Ia mengimbau agar masyarakat Aceh menjaga Pj Gubernur dalam menjalankan tugasnya.

“Jaga Pak Pj Gubernur dalam menjalankan tugasnya, bek syehsoh,” ujar Mualem, menunjukkan dukungannya yang kuat terhadap kinerja Pj Gubernur Aceh.

Editor: Akil

DPRK Banda Aceh Desak Penertiban Penjualan Kondom di Minimarket

0
DPRK Banda Aceh Desak Penertiban Penjualan Kondom di Minimarket. (Foto: iStock)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Musriadi Aswad, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menertibkan penjualan kondom di minimarket. Ia juga menekankan pentingnya agar alat kontrasepsi tersebut tidak dipajang di ruang terbuka. Musriadi mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (polisi syariah) untuk segera melakukan langkah penertiban.

“Saya meminta Pemko Banda Aceh menginstruksikan pengelola Indomaret dan Alfamart agar menertibkan display penjualan kondom. Jangan diletakkan di tempat terbuka karena hal ini dapat mempengaruhi moral masyarakat, terutama generasi muda,” kata Musriadi dalam pernyataannya, Rabu (8/1/2025).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut menyebut saat ini kondom dijual secara terbuka di rak-rak minimarket, sehingga memungkinkan siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja, untuk melihat dan membelinya dengan mudah. Menurutnya, penertiban diperlukan demi menjaga norma dan nilai-nilai moral masyarakat Aceh.

“Penjualan produk semacam ini seharusnya tidak dilakukan secara terbuka, tetapi ditempatkan di lokasi yang lebih tertutup dan hanya dapat diakses oleh mereka yang benar-benar memerlukannya,” ujarnya.

Musriadi menilai langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga norma-norma syariat Islam di Aceh. Ia berharap masyarakat dan pengelola usaha dapat bekerja sama menciptakan lingkungan yang sehat dan bermoral.

DPRK Banda Aceh, lanjut Musriadi, akan terus memantau perkembangan terkait permintaan tersebut. Ia mengharapkan pihak pengelola minimarket segera menanggapi desakan ini dengan langkah konkret.

“Kami berharap pengelola minimarket dapat segera mengambil langkah yang diperlukan untuk menertibkan penjualan kondom di wilayah Banda Aceh,” tutup Musriadi.

Editor: Akil

Danantara: Jalan Baru Menuju Investasi atau Ancaman Baru Utang Negara?

0
Ilustrasi Investasi. (Foto: Meta AI)

NUKILAN.id | Opini – Langkah Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Investasi Daya Anak Angkatan Nusantara (Danantara) memantik perdebatan publik. Di tengah euforia pembentukan lembaga ini, muncul pertanyaan krusial: Apakah pemindahan perusahaan-perusahaan negara dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke bawah Danantara akan membuat mereka lebih profesional, transparan, dan bebas dari intervensi politik? Ataukah agresivitas mencari investasi dengan menggadaikan aset justru menjadi bumerang yang membenamkan Indonesia dalam beban utang yang lebih besar?

Danantara digadang-gadang akan menjadi Temasek-nya Indonesia, serupa dengan perusahaan investasi global milik Singapura. Namun, skeptisisme muncul ketika perbandingan itu dialihkan ke 1Malaysia Development Berhad (1MDB), lembaga investasi Malaysia yang terjerat skandal korupsi besar. Perbedaan mendasar antara Temasek dan 1MDB terletak pada strategi pengelolaan dana: Temasek mengelola kelebihan dana pemerintah dan memaksimalkan imbal hasil, sedangkan 1MDB berburu investor dengan menggunakan aset sebagai jaminan utang.

Dari awal pembentukannya, Danantara dirancang untuk menaungi tujuh perusahaan terbesar negara, yakni Bank Mandiri, BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom, dan MIND ID, dengan total aset mencapai Rp8.886 triliun. Jika digabungkan dengan aset Indonesia Investment Authority (INA), angka ini menyentuh Rp9.046 triliun. Nantinya, perusahaan dengan misi khusus di bawah Kementerian Keuangan seperti PT Sarana Multi Infrastruktur juga akan dimasukkan, mendorong total aset badan ini melewati Rp1.000 triliun atau sekitar 75 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Namun, besarnya skala aset yang dikelola tidak otomatis menjadi jaminan keuntungan. Pemerintah menghadapi dilema pembiayaan pembangunan di tengah kebutuhan mendesak akan dana segar. Pendekatan agresif yang memanfaatkan aset BUMN sebagai jaminan bisa berisiko tinggi. Strategi ini menghadirkan ancaman leverage berlebih, di mana rasio utang jauh melampaui nilai aset. Dalam kondisi ini, arus kas perusahaan terkuras untuk membayar bunga utang, sementara jika pendapatan meleset atau nilai aset menurun, kelangsungan pinjaman menjadi sulit.

Sejarah telah membuktikan bahwa leverage tinggi adalah resep malapetaka. Jika Danantara tak dikelola dengan prinsip kehati-hatian, potensi jual rugi aset demi menutup utang menjadi nyata. Mismanajemen yang memprioritaskan keuntungan jangka pendek atas stabilitas jangka panjang bisa berujung pada kebangkrutan.

Pendirian Danantara juga mencerminkan cara pemerintah membiayai program unggulan tanpa bergantung langsung pada Kementerian Keuangan. Dengan menempatkan Danantara di bawah kendali langsung presiden, ada kekhawatiran bahwa lembaga ini dimobilisasi untuk kepentingan politik tertentu, mirip praktik-praktik yang memanfaatkan BUMN sebagai sapi perah atau alat balas budi politik. Ini harus dihindari dengan pengawasan ketat dan mitigasi risiko yang komprehensif.

Dari sudut pandang makroekonomi, Danantara bisa menjadi bumerang jika penghitungan rasio utang hanya mencakup utang pemerintah, tanpa memperhitungkan beban utang BUMN. Cara hitung seperti ini menciptakan ilusi aman karena rasio utang terhadap PDB tampak berada di bawah 40 persen, padahal bila digabungkan dengan utang BUMN, angka tersebut melampaui batas aman.

Danantara, jika dikelola tanpa prinsip tata kelola yang ketat, hanya akan menjadi kosmetik ekonomi yang menyembunyikan keroposnya fondasi keuangan negara. Kementerian Keuangan harus dilibatkan dalam pengawasan penuh terhadap strategi leverage dan mitigasi risiko. Akhir dari pembagian jabatan sebagai balas budi politik di BUMN menjadi syarat mutlak.

Jangan sampai Danantara menjadi jebakan utang yang menjerumuskan Indonesia ke jurang. Transparansi, akuntabilitas, dan manajemen risiko yang hati-hati adalah kunci menjaga agar mimpi investasi besar ini tidak berubah menjadi mimpi buruk ekonomi. (XRQ)

Penulis: Akil

Benarkah Hiatus Media Sosial Meningkatkan Kesehatan Mental?, Ini Kata Psikolog

0
Ilustrasi Hiatus Media Sosial. (Foto: Freepik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Di tengah derasnya arus informasi dan penggunaan media sosial yang kian tak terbendung, fenomena hiatus media sosial atau jeda sementara dari platform digital semakin populer di kalangan masyarakat. Hiatus sosmed bisa berlangsung selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan, tergantung kebutuhan masing-masing individu. Dalam periode ini, seseorang memilih untuk berhenti sementara dari aktivitas di media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok.

Banyak orang memilih hiatus sosmed untuk meredakan dampak negatif dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Beberapa alasan utama yang mendorong keputusan ini antara lain:

  • Kelelahan Informasi: Paparan informasi yang terus-menerus bisa membuat pikiran kewalahan dan memicu stres.
  • Kecanduan Scrolling: Kebiasaan memeriksa notifikasi dan menggulir layar tanpa henti menciptakan rasa lelah mental.
  • Perbandingan Sosial: Melihat kehidupan orang lain yang tampak sempurna di media sosial seringkali memunculkan perasaan tidak percaya diri.
  • Fokus pada Kehidupan Nyata: Hiatus memberi ruang untuk memperkuat hubungan di dunia nyata.
  • Mengurangi Kecemasan: Menghindari media sosial membantu menenangkan pikiran dan mengurangi overthinking.
  • Meningkatkan Produktivitas: Menghindari distraksi digital memudahkan fokus pada pekerjaan dan kegiatan harian.

Hiatus bukan berarti sepenuhnya menjauh dari teknologi, melainkan cara bijak mengatur batasan dalam penggunaan media sosial. Langkah ini bertujuan menyeimbangkan dunia digital dan nyata agar hidup lebih harmonis.

Untuk memahami dampaknya, Nukilan.id berbincang dengan Psikolog Klinis Tengku Sheila Noor Faraza. Ia memaparkan berbagai manfaat yang bisa dirasakan individu dari puasa media sosial, termasuk bagaimana jeda tersebut memengaruhi kondisi psikologis.

“Puasa media sosial memberi kita waktu untuk melakukan hal-hal produktif, seperti menekuni hobi, membaca buku, bersosialisasi di dunia nyata, atau bergabung dalam komunitas yang memperluas koneksi,” jelas Sheila kepada Nukilan.id, Kamis (9/1/2025).

Menurutnya, waktu yang terlepas dari gempuran informasi digital menciptakan ruang yang lebih sehat bagi pikiran. Sheila menambahkan bahwa salah satu manfaat utama hiatus media sosial adalah membatasi arus informasi yang diterima.

“Ketika kita berpuasa dari media sosial, kita terhindar dari over information yang bisa memicu overthinking dan kecemasan, seperti merasa rendah diri atau membandingkan diri dengan orang lain,” katanya.

Menurut Sheila, jeda dari dunia maya ini juga membantu meningkatkan fokus, memperbaiki kepercayaan diri, dan menstabilkan emosi. Seseorang yang tidak terus-menerus terpapar citra kehidupan ideal di media sosial lebih mampu membedakan apa yang menjadi prioritas penting dalam hidup.

Sejumlah orang yang menjalani hiatus media sosial melaporkan perubahan signifikan dalam kesehatan mental mereka. Sheila menegaskan bahwa mereka yang konsisten dengan jeda digital sering kali merasakan peningkatan ketenangan, kedamaian batin, serta kemampuan untuk menikmati momen-momen kecil dalam kehidupan sehari-hari tanpa distraksi.

“Ketika fokus beralih dari dunia maya ke dunia nyata, seseorang bisa lebih produktif dan terhubung lebih baik dengan lingkungan sekitar,” tutupnya.

Hiatus media sosial menjadi pengingat penting bahwa keseimbangan adalah kunci dalam menjaga kualitas hidup di era yang serba terkoneksi ini. Membatasi waktu layar, menetapkan batasan sehat, dan memberikan ruang bagi aktivitas yang memperkaya kehidupan nyata dapat menjadi solusi untuk meraih kesehatan mental yang lebih baik. (XRQ)

Reporter: Akil

MaTA Sebut Dana Desa Dominasi Kasus Korupsi di Aceh Sepanjang 2024

0
Ilustrasi Korupsi Dana Desa. (Foto: kawanhukum.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sepanjang tahun 2024, tindak pidana korupsi di Aceh didominasi oleh kasus penyelewengan dana desa. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mencatat ada 16 kasus yang melibatkan sektor tersebut dari total 31 perkara korupsi yang ditangani aparat penegak hukum.

“Sektor dana desa mendominasi perkara korupsi di Aceh dengan jumlah mencapai 16 kasus,” kata Koordinator MaTA, Alfian, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Rabu (8/1/2025).

Data tersebut diperoleh berdasarkan pemantauan dan monitoring MaTA terhadap informasi pemberitaan media massa, situs resmi kejaksaan, kepolisian, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Banda Aceh, serta Direktori Putusan Mahkamah Agung.

Alfian menjelaskan, total kerugian negara akibat 31 perkara korupsi yang ditangani sepanjang 2024 mencapai sekitar Rp56,8 miliar. Selain dana desa, kasus lainnya melibatkan sektor keagamaan, kesehatan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan, masing-masing dengan dua perkara. Sektor pengairan, penerangan, pertanian, pertanahan, perikanan, pasar modal, dan pajak masing-masing menyumbang satu kasus.

Dari 64 tersangka yang terlibat, sebanyak 62 adalah laki-laki dan dua perempuan. Para pelaku berasal dari berbagai kalangan, termasuk aparatur sipil negara (ASN), pemerintah desa, swasta, dan anggota DPRK.

“Kejaksaan menangani 18 kasus, sementara kepolisian menangani 13 kasus sepanjang 2024,” ungkap Alfian.

Meski jumlah kasus menurun dibandingkan 2023 yang mencapai 32 perkara, angka kerugian negara tahun 2024 jauh lebih rendah. Pada 2023, total kerugian negara mencapai Rp171 miliar, sedangkan pada 2024 hanya Rp56,8 miliar. Alfian menjelaskan bahwa penurunan kerugian negara disebabkan fokus perkara tahun ini lebih banyak menyasar penyelewengan dana desa dibandingkan tingkat pemerintah kabupaten/kota.

Melihat tingginya kasus korupsi dana desa, Alfian mendorong pemerintah kabupaten/kota agar lebih proaktif melaporkan indikasi korupsi di pemerintahan gampong kepada aparat penegak hukum. Ia juga meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) memperkuat pengawasan penggunaan dana desa.

“Partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran desa harus ditingkatkan agar penyalahgunaan dana dapat dicegah dan praktik melawan hukum diberantas,” ujar Alfian menutup pernyataannya.

Editor: Akil

KSAD Maruli Ajak Prajurit TNI di Aceh Lebih Kreatif dan Inovatif

0
KSAD Maruli Ajak Prajurit TNI di Aceh Lebih Kreatif dan Inovatif. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mendorong prajurit TNI di Provinsi Aceh untuk terus berinovasi dan kreatif dalam menjalankan tugas demi memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap TNI. Hal ini disampaikan Maruli saat melakukan kunjungan kerja ke Komando Resort Militer (Korem) 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Rabu (8/1/2025).

“Para prajurit TNI AD adalah pelaku utama, sehingga kita mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kepada Pangdam Iskandar Muda dan Danrem Lilawangsa, terima kasih atas inovasi dalam membantu masyarakat, itulah yang membuat TNI AD terus maju,” ujar Maruli.

Dalam kunjungan tersebut, KSAD Maruli didampingi Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Uli Simanjuntak. Kehadirannya disambut oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, serta ribuan prajurit dan anggota keluarga besar TNI.

Maruli menyatakan kegembiraannya dapat bertatap muka langsung dengan para prajurit meskipun kunjungannya tergolong singkat. Ia menegaskan pentingnya komunikasi langsung dengan prajurit untuk mendapatkan masukan dan saran guna kemajuan TNI Angkatan Darat.

“Saya berupaya bisa berkunjung di setiap wilayah Korem. Dengan begini, kita bisa berbicara langsung dengan para prajurit dan menerima masukan serta saran,” kata Maruli.

Ia juga mengingatkan prajurit untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjauhi segala bentuk pelanggaran, serta selalu bersyukur atas karunia yang diterima.

Maruli menekankan pentingnya menjaga pola pikir yang benar dalam menjalankan tugas sebagai prajurit. “Kita inginkan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik. Banyak anak anggota TNI yang berprestasi dan menerima beasiswa. Upayakan waktu berkualitas untuk berkomunikasi dengan keluarga meskipun sering bertugas jauh dari rumah,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan prajurit agar tidak tergoda oleh investasi yang tidak jelas, serta menjauhi narkoba dan pelanggaran lain yang merugikan diri sendiri.

Maruli mengapresiasi kontribusi Kodam Iskandar Muda dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia mengungkapkan rencana pemberangkatan 300 prajurit TNI untuk menjalankan ibadah umroh sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

“Terima kasih kepada Pangdam Iskandar Muda dan Danrem Lilawangsa. Kehadiran Kodam Iskandar Muda telah banyak membantu masyarakat dan pemerintah daerah,” tutup Maruli.

Editor: Akil