Beranda blog Halaman 728

Lima Daerah di Aceh Tertunda Tetapkan Paslon Terpilih Pilkada 2024

0
Ketua KIP Aceh, Agusni AH. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh menyatakan lima kabupaten/kota di provinsi paling barat Indonesia belum menetapkan pasangan calon kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024. Hal ini disebabkan oleh adanya perselisihan hasil pemilihan yang masih berproses di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua KIP Aceh, Agusni A.H., menjelaskan bahwa penetapan pasangan calon terpilih di 18 kabupaten/kota lainnya, termasuk KIP Provinsi Aceh, telah dilakukan serentak dalam rapat pleno terbuka sesuai perintah KPU RI. Namun, lima daerah masih tertunda penetapannya.

“Hari ini dilakukan rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih secara serentak. Namun, lima kabupaten/kota belum dapat menetapkan paslon terpilih karena ada perselisihan hasil di Mahkamah Konstitusi,” ujar Agusni A.H. dalam rapat pleno di Aceh Besar, Kamis (9/1/2025).

Lima daerah yang belum menetapkan pasangan calon kepala daerah terpilih adalah Kabupaten Bireuen, Kabupaten Aceh Timur, Kota Sabang, Kota Lhokseumawe, dan Kota Langsa.

Menurut Agusni A.H., KIP kabupaten/kota akan menetapkan paslon terpilih setelah MK memutuskan hasil sengketa yang diajukan.

“Kami mengikuti arahan MK yang menyatakan daerah tanpa sengketa agar segera menetapkan pasangan calon terpilih. Penetapan ini penting untuk melanjutkan tahapan berikutnya,” jelasnya.

Setelah penetapan, KIP menyerahkan berita acara kepada lembaga legislatif, yang kemudian menyampaikan ke Menteri Dalam Negeri untuk penerbitan surat keputusan pengangkatan bupati dan wali kota periode 2025—2030.

“Terkait pelantikan, itu menjadi kewenangan DPR Aceh untuk gubernur serta DPR kabupaten/kota untuk bupati dan wali kota,” pungkas Agusni A.H.

Editor: Akil

Longsor Tutup Akses Jalan di Serbajadi, Warga Terkurung

0
Longsor Tutup Akses Jalan di Serbajadi, Warga Terkurung. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk — Hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Timur pada Kamis (9/1/2025) memicu longsor besar di Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi. Material tanah setinggi delapan meter menutup badan jalan utama sekitar pukul 15.10 WIB, membuat akses lalu lintas lumpuh total.

Personel Babinsa Koramil 01/Peunaron bergerak cepat meninjau lokasi bencana untuk memastikan keamanan warga. Mereka berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur dan PT Medan Smart Jaya guna mengerahkan alat berat ke lokasi.

“Kami langsung bergerak begitu menerima laporan. Fokus kami membuka jalan dan memastikan keselamatan warga,” ujar salah satu Babinsa yang berada di lokasi.

Dari pos komando darurat yang didirikan di dekat lokasi, Danramil 01/Peunaron Kapten Inf Meswanto, mewakili Dandim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Tri Purwanto, S.I.P., memantau perkembangan situasi.

“Kami telah menginstruksikan Babinsa untuk bergotong-royong dengan masyarakat dan instansi terkait. Prioritas kami memastikan tidak ada korban jiwa dan membuka akses jalan secepat mungkin,” tegasnya.

Saat ini, warga hanya bisa menggunakan jalan darurat untuk kendaraan roda dua. Upaya membersihkan timbunan longsor terus dilakukan dengan alat berat, meski medan yang sulit memperlambat proses.

Kapten Inf Meswanto menambahkan, meski tidak ada korban jiwa, aktivitas warga terhambat secara signifikan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan,” ujarnya penuh harap agar kondisi segera kembali normal.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku dengan material longsor, sementara laporan sudah disampaikan ke tingkat komando atas untuk langkah penanganan lebih lanjut.

Editor: Akil

Pj Gubernur Safrizal Imbau Peternak Laporkan Ternak Terindikasi PMK

0
Pj Gubernur Safrizal Imbau Peternak Laporkan Ternak Terindikasi PMK. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., mengajak peternak di Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap merebaknya kembali wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia. Ia meminta langkah pencegahan lebih aktif dan pelaporan dini jika ada ternak yang menunjukkan gejala penyakit tersebut.

Imbauan ini disampaikan Safrizal saat meninjau pelaksanaan vaksinasi PMK yang digelar Dinas Peternakan Aceh di Gampong Emperom, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Kamis (9/1/2025). Ia didampingi Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, serta sejumlah pejabat lainnya.

“Saya imbau masyarakat untuk segera melaporkan ternak yang terindikasi PMK dan merelokasi ternak yang sudah terjangkit agar wabah tidak meluas,” ujar Safrizal.

Mantan Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung itu juga menekankan pentingnya pengawasan ketat di perbatasan Aceh guna mencegah masuknya ternak yang berpotensi membawa virus. Menurutnya, upaya pengendalian ini memerlukan kerja sama antara pemerintah daerah, peternak, dan masyarakat umum.

Penyakit Mulut dan Kuku adalah penyakit menular akut yang menyerang hewan berkuku belah seperti sapi, kambing, dan domba. Virus dari genus Aphthovirus menjadi penyebab utamanya, dan penyakit ini menyebar cepat melalui kontak langsung, udara, atau peralatan terkontaminasi. Gejala PMK mencakup demam tinggi, luka di mulut dan kuku, serta penurunan drastis produksi susu.

Safrizal mengingatkan bahwa wabah PMK dapat menyebabkan kerugian ekonomi besar, mulai dari kematian ternak hingga pembatasan perdagangan antarwilayah. Untuk itu, ia menegaskan pentingnya vaksinasi, sanitasi, dan pembatasan mobilitas ternak sebagai langkah pencegahan.

“Dengan pengawasan ketat dan kepatuhan semua pihak, Aceh dapat mengendalikan penyebaran PMK secara efektif,” pungkasnya.

Editor: Akil

Pj Gubernur Safrizal Jamu Kemendagri di Meuligoe

0
Pj. Gubernur Aceh, Safrizal ZA bersama dengan jajaran rombongan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA menjamu rombongan Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dalam sebuah makan malam di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Rabu (8/1/2025). Suasana penuh keakraban itu dimeriahkan dengan sajian kuliner khas Aceh serta pertunjukan seni tradisional.

Dalam jamuan tersebut, hidangan khas seperti kuah beulangong dan pliek menjadi santapan utama yang menggugah selera para tamu dari Jakarta. Selain menikmati kelezatan kuliner lokal, para undangan juga disuguhkan tarian ranup lampuan dan saman yang memukau.

Safrizal menyambut kunjungan jajaran Ditjen Bina Adwil dengan antusias. Ia menilai bahwa kinerja lembaga tersebut tetap solid dan berjalan lancar selama masa penugasannya di Aceh.

“Semuanya berjalan lancar. Itu artinya sistem organisasi Ditjen Adwil berjalan dengan baik,” ujar Safrizal dalam keterangan pers, Jumat (10/1/2025).

Sebagai bentuk apresiasi, Safrizal menyampaikan penghargaan kepada Plh Dirjen Bina Adwil beserta para direktur dan seluruh jajaran atas dedikasi mereka.

Selain mempererat silaturahmi, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk menjalankan sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah peluncuran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2025 yang menjadi tonggak awal pelaksanaan program pembangunan di wilayah Aceh.

Pertemuan penuh kehangatan ini mencerminkan kerja sama harmonis antara Pemerintah Aceh dan Kemendagri dalam mendukung administrasi kewilayahan yang lebih baik.

Editor: Akil

Bunda Literasi Aceh Luncurkan Buku Anak Bertema Edukasi Stunting

0
unda Literasi Aceh, Hj. Safriati, S.Si, M.Si, memberikan sambutan pada acara Peluncuran Buku berjudul "Terjun ke Dunia Bawah Laut bersama Si Tipan, Si Tuna Pintar, karya Cut Rezki Handayani, yang juga menjabat sebagai Bunda Literasi Aceh Besar, di Kampus Poltekkes Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bunda Literasi Aceh, Hj. Safriati, S.Si., M.Si., meluncurkan buku edukatif berjudul Terjun ke Dunia Bawah Laut bersama Si Tipan, Si Tuna Pintar, karya Cut Rezki Handayani, Bunda Literasi Aceh Besar. Peluncuran berlangsung di Kampus Poltekkes Aceh pada Kamis, 9 Januari 2025.

Dalam sambutannya, Safriati menekankan pentingnya literasi dalam membentuk karakter dan pola pikir anak sejak dini.

“Literasi bukan hanya membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga kemampuan memahami informasi. Dengan literasi, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, kritis, dan kreatif,” ujarnya.

Ia mengajak guru dan orang tua untuk membangun budaya literasi mulai dari rumah.

“Anak-anak yang gemar membaca memiliki wawasan luas yang mempersiapkan mereka untuk menggapai cita-cita,” tambah Safriati, seraya berharap langkah Bunda Literasi Aceh Besar bisa menginspirasi daerah lain.

Buku karya Cut Rezki Handayani ini memanfaatkan tema laut Aceh Besar dan memperkenalkan karakter Tipan, si Tuna Pintar, sebagai media edukasi tentang pentingnya konsumsi ikan dalam mencegah stunting.

“Tuna kaya gizi yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Melalui buku ini, kami ingin menanamkan kecintaan pada ikan dan mengenalkan Pulo Aceh dengan kekayaan lautnya,” jelas Cut Rezki.

Perwakilan Penerbit Erlangga yang hadir memberikan apresiasi terhadap karya tersebut dan membuka peluang bagi guru serta penulis lokal untuk menerbitkan buku anak.

“Kami mendorong para guru menulis. Naskah potensial akan kami bantu proses penerbitannya,” ujar perwakilan Erlangga.

Hadir dalam acara ini Plt. Ketua DWP Aceh, Pj Bupati Aceh Besar, dan istri Bupati terpilih Kabupaten Aceh Besar. Peluncuran buku ini diharapkan menjadi awal peningkatan budaya literasi di Aceh sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kesehatan dan pencegahan stunting melalui konsumsi ikan.

DPRA Surati Mendagri, Desak Pelantikan Muzakir Manaf Sesuai UUPA

0
Ketua Komisi I DPRA Tgk. H. Muharuddin, S.Sos.I., M.M. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh akan segera menyurati Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut berisi desakan agar pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf dan Fadhlullah, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Ketua Komisi I DPR Aceh, Tgk Muharuddin, menegaskan bahwa pemerintah pusat harus menghormati kekhususan Aceh.

“Pemerintah pusat harus menghormati kekhususan Aceh terkait pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih sesuai dengan UUPA,” ujar Muharuddin, Kamis (9/1/2025).

Pasangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah telah resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilkada Aceh 2024 oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada rapat pleno yang digelar di Hotel The Pade, Aceh Besar.

Muharuddin menambahkan, KIP Aceh dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Aceh diminta segera menyiapkan berkas administrasi untuk pengajuan Surat Keputusan (SK) pelantikan. Menurutnya, sesuai Pasal 89 ayat 1 dan 2 Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016, DPR Aceh dan DPRK wajib mengusulkan pelantikan pasangan calon terpilih kepada presiden melalui mendagri.

“DPR Aceh memiliki waktu tiga hari untuk menyampaikan hasil penetapan cagub-cawagub terpilih kepada Mendagri. Setelah itu, Mendagri akan meneruskan kepada Presiden. Kami akan menunggu SK Presiden sebelum proses pelantikan dilakukan sesuai Pasal 69 huruf c UUPA,” jelas Muharuddin.

Ia menambahkan bahwa pelantikan gubernur dan wakil gubernur Aceh menurut UUPA harus dilakukan oleh mendagri atas nama presiden di hadapan Mahkamah Syariah dalam sidang paripurna DPR Aceh. Adapun pelantikan bupati dan wali kota dilakukan oleh gubernur di hadapan DPRK.

“Kami berharap Mendagri dan Mensesneg dapat mempercepat proses administrasi. Setelah penerbitan SK, pelantikan direncanakan berlangsung pada 7 Februari mendatang,” tambahnya.

Ketua KIP Aceh, Agusni AH, mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan berita acara penetapan pasangan calon terpilih kepada DPR Aceh pada Jumat (10/1). Namun, ia tidak dapat memastikan tanggal pelantikan, karena hal itu berada di luar kewenangan KIP.

“Pelantikan tergantung keputusan pemerintah pusat dan DPR RI. Kalau mereka memutuskan serentak, maka akan demikian,” ujar Agusni.

Pasangan Muzakir Manaf dan Fadhlullah diusung oleh koalisi Partai Aceh, Gerindra, PKS, Demokrat, Partai Nanggroe Aceh, PDIP, dan PPP. Mereka berhasil memperoleh 1.492.846 suara atau 53,27 persen, mengungguli pasangan nomor urut 1, Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi, yang meraih 1.309.375 suara.

Meski pasangan Bustami Hamzah dan Fadhil Rahmi tidak hadir dalam rapat pleno, proses penetapan pasangan calon terpilih tetap berlangsung sesuai rencana.

Editor: Akil

Mualem-Dek Fadh Resmi Ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh

0
Pasangan Mualem-Dek Fadh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh secara resmi menetapkan pasangan Muzakir Manaf alias Mualem dan Fadhlullah Dekfad sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih dalam Pilkada Aceh 2024. Pasangan ini meraih kemenangan dengan 53,27 persen suara atau sebanyak 1.492.846 suara.

Rapat pleno penetapan digelar di Hotel The Pade, Aceh Besar, pada Kamis (9/1/2025). Mualem dan Dek Fadh hadir dengan mengenakan kemeja biru muda yang serasi. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KIP Aceh, Agusni AH, serta dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, partai pengusung, dan pendukung pasangan nomor urut 02 itu.

Sebaliknya, pasangan rival nomor urut 01, Bustami Hamzah dan M Fadhil Rahmi, tidak tampak hadir dalam rapat pleno tersebut.

“Menetapkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Aceh nomor urut 02, Muzakir Manaf dan Fadhlullah, dengan perolehan suara 1.492.846 sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur terpilih Aceh periode 2025-2030 dalam pemilihan tahun 2024,” ujar Agusni saat membacakan salinan keputusan KIP Aceh.

Setelah penetapan, Agusni menyatakan bahwa keputusan tersebut akan segera diserahkan kepada DPR Aceh pada Jumat (10/1/2025). Meski demikian, jadwal pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih masih menunggu konfirmasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Terkait pelantikan, kami akan terus berkoordinasi dengan KPU RI dan Kemendagri. Kewenangan kami hanya sampai penetapan calon terpilih,” katanya.

Rapat pleno serupa juga dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota yang tidak memiliki sengketa hasil pemilihan di Mahkamah Konstitusi (MK). Di Aceh, terdapat lima daerah yang masih menghadapi proses sengketa di MK, yakni Aceh Timur, Langsa, Lhokseumawe, Bireuen, dan Kota Sabang.

Editor: Akil

Illiza-Afdhal Resmi Ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Terpilih

0
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah. (Foto: MC ILLIZA-AFDHAL)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh menetapkan pasangan Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh terpilih untuk periode 2025-2030. Penetapan itu diumumkan dalam rapat pleno terbuka di Hermes Hotel, Banda Aceh, Kamis (9/1/2025).

Ketua KIP Banda Aceh, Yusri Razali, menyampaikan bahwa penetapan tersebut didasarkan pada Berita Acara Nomor 002/PL.02.7-BA/1171/2025, dengan merujuk pada sertifikat rekapitulasi hasil perolehan suara dari seluruh kecamatan.

“Pasangan calon nomor urut 1, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal Khalilullah, meraih 44.982 suara atau 41,24 persen dari total suara sah. Dengan ini kami menetapkan mereka sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh terpilih,” ujar Yusri saat membacakan putusan.

Salinan keputusan tersebut diberikan kepada pasangan terpilih, Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih), pimpinan partai politik pengusung, dan Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh.

Illiza, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh, menyampaikan rasa syukurnya kepada seluruh warga kota. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan.

“Banda Aceh adalah simbol kejayaan, keberanian, dan kebijaksanaan. Kota ini telah melalui banyak ujian berat, mulai dari konflik hingga bencana tsunami, tetapi selalu bangkit dengan keyakinan dan ketangguhan,” kata Illiza dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Ia mengungkapkan bahwa laporan terkait tantangan internal pemerintahan kota sudah diterima dan sedang dipelajari. Menurutnya, kerja sama dan kolaborasi adalah kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

“Siapa pun kita dan di mana pun posisi kita, mari rapatkan barisan dan bergerak bersama. Bersatu, kita bisa menciptakan solusi untuk membangun Banda Aceh yang lebih baik,” pungkas Illiza.

Editor: Akil

Kasus TPPO di Aceh Meningkat, UPTD PPA Siapkan Langkah Konkret dan Edukasi Masyarakat

0
Kepala UPTD PPA Aceh, Nurjanisah. (Foto: Waspadaaceh.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kembali mengguncang Aceh setelah seorang anak berusia 13 tahun asal Aceh Besar ditemukan dalam kondisi memprihatinkan di Digital Airport Hotel, Soekarno-Hatta, Jakarta. Anak tersebut diduga akan diterbangkan ke Balikpapan sebelum polisi berhasil menyelamatkannya.

Penyelamatan tersebut mengungkap modus baru perdagangan manusia yang menargetkan anak-anak dan remaja. Insiden ini menambah daftar panjang kasus TPPO di Aceh, yang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Kementerian Sosial per 3 Juli 2024, sebanyak 68 korban TPPO berasal dari Aceh, menjadikannya salah satu daerah dengan jumlah kasus tertinggi. Aceh berada di bawah Nusa Tenggara Barat (171 korban) dan Jawa Timur (139 korban). Data ini cukup mengejutkan, mengingat pada tahun 2023 Aceh tidak termasuk dalam 10 besar provinsi dengan kasus TPPO terbanyak menurut catatan Polri.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh, Nurjanisah, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut.

“Cukup memprihatinkan, di awal tahun kami langsung dikejutkan dengan dua kasus TPPO terhadap anak di bawah umur yang viral, dan kejadiannya dengan jarak waktu yang berdekatan. Sebelumnya, kasus semacam ini jarang terjadi,” ungkap Nurjanisah kepada Nukilan.id, Kamis (9/1/2025).

Nurjanisah menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat langkah-langkah pencegahan dan penanganan TPPO melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satu langkah konkret yang telah diambil adalah pembentukan tim gugus tugas penanganan TPPO. Tim ini terdiri dari lintas sektor terkait yang bekerja sama dalam upaya penanganan dan pencegahan.

“Tim gugus tugas sudah dibentuk, dan saat ini kami sedang dalam proses akhir penyusunan buku saku panduan penanganan TPPO yang diharapkan dapat menjadi acuan dalam menangani kasus-kasus serupa,” katanya.

Terkait kerja sama dengan pihak berwenang, Nurjanisah menyebutkan bahwa UPTD PPA secara intensif berkolaborasi dengan kepolisian dan Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

“Kami berupaya memberikan edukasi langsung kepada masyarakat di daerah yang rentan terjadi perekrutan tenaga kerja dan berpotensi menjadi sasaran TPPO,” jelasnya.

Selain langkah pencegahan, dukungan pemulihan bagi korban TPPO juga menjadi fokus utama UPTD PPA. Nurjanisah menegaskan bahwa pihaknya menyediakan rumah aman bagi korban selama proses penanganan berlangsung. Korban juga mendapatkan pendampingan hukum, layanan konseling, dan pemulihan psikologis yang dibimbing oleh konselor dan psikolog.

“Kami memastikan bahwa korban mendapatkan perlindungan dan pemulihan yang layak, mulai dari pendampingan hukum hingga dukungan psikologis yang diperlukan,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya perhatian terhadap TPPO, Nurjanisah berharap masyarakat semakin waspada dan aktif berpartisipasi dalam mencegah praktik perdagangan orang, khususnya yang menyasar perempuan dan anak-anak. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait menjadi kunci dalam menekan angka kasus TPPO di Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

AMSI Aceh Perkuat Sinergi di Awal Tahun, Jemput Bola ke Berbagai Stakeholder

0
Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta — Memasuki awal tahun 2025, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Aceh langsung tancap gas memperkuat jalinan kerja sama dengan berbagai pihak strategis di tingkat nasional. Ketua AMSI Aceh Aryos Nivada, bersama Ketua Bidang Pendanaan Eno Sunarno, memimpin serangkaian kunjungan penting ke sejumlah instansi di Jakarta, mulai 6 hingga 14 Januari 2025.

“Langkah ini bertujuan mempererat sinergi dan kolaborasi AMSI Aceh untuk mendukung program kerja tahun 2025 dan seterusnya,” ujar Aryos Nivada.

Kunjungan tersebut mencakup berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Forum Humas BUMN, serta beberapa kementerian terkait. Salah satu agenda utama dalam road show ini adalah penjajakan kerja sama strategis yang meliputi sosialisasi kinerja, pengaturan isu penting, hingga penyebaran informasi layanan publik.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan posisi AMSI Aceh sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan mendukung agenda nasional di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelas Aryos.

Selain menjalin hubungan dengan stakeholder domestik, AMSI Aceh juga menggagas diskusi dengan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) serta beberapa organisasi internasional. Pembahasan ini bertujuan memperluas kemitraan strategis, khususnya terkait promosi pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif di tingkat nasional maupun global.

Aryos menegaskan, strategi jemput bola ini mencerminkan komitmen AMSI Aceh untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui media digital.

“Kami menargetkan hasil konkret, baik dalam bentuk program kerja sama maupun sinergi yang lebih luas dengan berbagai pihak,” katanya.

Langkah proaktif ini memperkuat posisi AMSI Aceh sebagai organisasi adaptif yang siap mendorong pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Road show di awal tahun menjadi sinyal positif bagi peran media digital dalam menciptakan ekosistem informasi yang kuat dan terpercaya.

Editor: Akil