Beranda blog Halaman 703

PSAB Aceh Besar Menang Tipis atas Persas Sabang 2-1 di Laga Perdana Liga IV

0
Pemain PSAB (kostum kuning-biru) dan pemain Persas Sabang (kostum biru-putih) saling berebut bola, pada laga pembuka Liga 4 Aceh, di Stadion Sabang Meraoke, Kota Sabang, Sabtu (25/1/2025) sore. (Foto: DOK PSAB)

NUKILAN.id | Sabang – Persatuan Sepakbola Aceh Besar (PSAB) berhasil mencuri tiga poin penuh setelah mengalahkan Persas Sabang dengan skor 2-1 pada laga pembuka grup B Liga IV PSSI Aceh 2025. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sabang Meraoke, Sabtu (25/1/2025) sore, berlangsung sengit dengan kedua tim menunjukkan permainan agresif.

Gol pertama PSAB dicetak oleh pemain bernomor punggung 29, A.A Mansur, pada menit ke-40. Memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah, Mansur berhasil membawa PSAB unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, PSAB kembali menunjukkan dominasinya. Pada menit ke-56, A.A Mansur kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan peluang emas. Gol keduanya ini memperlebar jarak menjadi 2-0.

Tuan rumah Persas Sabang mencoba bangkit di pertengahan babak kedua. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-69 melalui gol yang dicetak Muhammad Aidil, pemain bernomor punggung 10. Meski terus menyerang hingga menit akhir, Persas gagal menyamakan kedudukan, dan PSAB berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Pelatih PSAB, T Helza Rahmad, menurunkan skuad terbaiknya dalam laga ini. Nama-nama seperti Luthfi Fauzi, Ferry Sandria, Iwan Sadri, dan Afdhalul menjadi tulang punggung tim. Sementara itu, Persas Sabang mengandalkan kekuatan pemain mudanya seperti Mara Ikhsan, Rohid, Ridhi JR, dan Ageng.

Plt Ketua PSAB, Mariadi ST MM, yang turut hadir mendampingi tim, menyampaikan rasa puas atas hasil pertandingan ini.

“Meskipun tiket babak selanjutnya sudah di tangan, kami akan tetap tampil maksimal menghadapi Kuala Nanggroe FC. Juara grup adalah target utama kami untuk menuju delapan besar,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

PSAB selanjutnya akan menghadapi Kuala Nanggroe FC pada Senin (27/1/2025). Pertandingan ini menjadi penentu juara grup B, setelah Kuala Nanggroe sebelumnya juga mencatat kemenangan dengan skor 2-1 melawan Persas Sabang.

Ajang Liga IV PSSI Aceh 2025 ini terus menghadirkan persaingan yang menarik, terutama di grup B yang dihuni tim-tim dengan kualitas permainan solid. Semua mata kini tertuju pada duel PSAB dan Kuala Nanggroe FC yang diprediksi bakal berlangsung ketat.

Editor: Akil

Tim Sarpras Kanwil Kemenag Aceh Tinjau Madrasah di Pidie dan Pidie Jaya

0
Tim Sarpras Kanwil Kemenag Aceh Tinjau Madrasah di Pidie dan Pidie Jaya. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Tim Sarana dan Prasarana Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melakukan peninjauan ke sejumlah madrasah di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya pada Jumat, 24 Januari 2025. Peninjauan ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergitas untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan di wilayah tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kanwil Kemenag Aceh, Fachrurrazi, SE, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelayakan fasilitas pendidikan di madrasah, khususnya dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Tahun Anggaran 2025.

“Juga Tim Sarpras Penmad Kanwil melaksanakan revitalisasi madrasah dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Tahun Anggaran 2025,” ujar Fachrurrazi, yang merupakan bagian dari jajaran Tim Sarpras Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad).

Peninjauan ini juga melibatkan Tim Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kementerian Pekerjaan Umum Provinsi Aceh, yang turut mendampingi dalam survei dan penilaian tingkat kerusakan gedung madrasah.

Menurut Fachrurrazi, data terkait madrasah yang masuk dalam program revitalisasi ini telah diintegrasikan ke dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sarana dan Prasarana Ditjen Pendidikan Islam (Pendis).

Ketua Tim Sarpras Kanwil, Safrizal, SPd, menyampaikan bahwa kerja sama antara Kemenag Aceh dan Kementerian Pekerjaan Umum diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perbaikan sarana pendidikan madrasah di Aceh.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dari langkah strategis untuk memastikan siswa madrasah di Aceh mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik melalui fasilitas yang memadai.

Editor: Akil

Warga Kajhu Temukan Proyektil Diduga Peninggalan Belanda di Aceh Besar

0
Warga Kajhu Temukan Proyektil Diduga Peninggalan Belanda di Aceh Besar. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jantho – Warga di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, menemukan sebuah benda yang diduga bom jenis proyektil di pesisir Pantai Kuala Giging. Penemuan ini langsung memicu perhatian karena benda tersebut diperkirakan merupakan peninggalan era kolonial Belanda.

Kapolsek Baitussalam, Iptu Endang Sulastri, membenarkan temuan tersebut. “Benar, warga menemukan benda sejenis bom jenis proyektil yang diduga peninggalan Belanda,” ujar Iptu Endang di Banda Aceh, Minggu (26/1/2025).

Proyektil dengan panjang 25 cm, diameter 15 cm, dan berat sekitar 30 kg itu ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari logam menggunakan alat deteksi logam. Setelah alatnya mendeteksi keberadaan benda tersebut, warga itu menggali menggunakan linggis. Saat berhasil mengangkatnya ke permukaan, barulah diketahui bahwa benda itu berupa bom.

Penemuan ini segera dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Baitussalam. Petugas kemudian memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mengamankan area.

Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Brimob Polda Aceh langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi proyektil tersebut. Proses evakuasi berlangsung sekitar 1,5 jam, mengingat lokasi penemuan berada di dekat pemukiman penduduk.

“Proses disposal berlangsung sekitar 1,5 jam. Alhamdulillah, prosesnya berjalan lancar tanpa kendala,” tambah Iptu Endang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan benda mencurigakan, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Silahkan laporkan ke Polsek Baitussalam ataupun dapat juga melaporkan pada WA Curhat Kapolresta Banda Aceh di Nomor 082316851998,” pesan Kapolsek.

Penemuan ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan, terutama di kawasan yang mungkin masih menyimpan peninggalan sejarah masa lalu yang berbahaya.

Editor: Akil

Sederet Peristiwa Penting yang Pernah Terjadi pada 26 Januari

0
Pesawat Garuda Indonesia (Foto: Okezone)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah peristiwa besar dan bersejarah terjadi pada 26 Januari. Peristiwa tersebut terekam dalam jejak sejarah. Nukilan.id merangkum sederet peristiwa penting yang pernah terjadi pada 26 Januari seperti dikutip dari Wikipedia.org:

Pertempuran Talikota, Kekaisaran Hindu Terbesar yang Tumbang

Pada 26 Januari 1565, pertempuran sengit terjadi di Talikota, sebuah wilayah yang kini terletak di Karnataka Utara, India. Pertempuran ini mempertemukan pasukan Kekaisaran Wijayanagara melawan aliansi Kesultanan Dekkan yang dipimpin oleh Raja dan Jenderal Dekkan Rama Raya.

Konflik besar ini melibatkan sekitar 140.000 tentara, 10.000 kuda, dan lebih dari 100 gajah perang. Akibat kekalahan Wijayanagara, kerajaan Hindu terbesar di India Selatan itu runtuh dan mundur dari sejarah peradaban besar di kawasan tersebut.

Penemuan Brasil oleh Vicente Yanez Pinzon

Tanggal 26 Januari juga menjadi momen penting bagi sejarah penjelajahan dunia. Pada tahun 1500, Vicente Yanez Pinzon, seorang pelaut asal Spanyol, menjadi orang pertama yang menemukan Brasil. Ia bersama Christopher Columbus dan dua saudaranya, Martin dan Fransisco, berhasil mencapai pesisir Pernambuco.

Pinzon menamai wilayah tersebut sebagai “Cabo de Santa Maria de la Consolacion” atau Tanjung Santa Maria sang Pelipur Lara. Namun, melalui Perjanjian Tordesillas, Spanyol tidak memiliki klaim penuh atas daerah ini, yang kemudian menjadi koloni Portugis.

Hari Australia: Perayaan yang Kontroversial

Bagi warga Australia, 26 Januari 1788 menandai tibanya Armada Pertama di Kota Sydney. Tanggal ini kemudian dirayakan sebagai Hari Australia, meskipun tidak lepas dari kontroversi.

Banyak komunitas suku Aborigin yang menentang perayaan ini, menyebutnya sebagai “hari penjajahan” yang mengakibatkan kehancuran budaya mereka. Kapten Arthur Philip, pada tanggal ini, mengklaim koloni New South Wales secara resmi berada di bawah kekuasaan Britania Raya. Meskipun diperingati sejak 1808, Hari Australia baru ditetapkan sebagai hari libur nasional pada tahun 1994.

Berdirinya Maskapai Garuda Indonesia

Peristiwa penting lainnya pada 26 Januari adalah lahirnya maskapai nasional Indonesia, Garuda Indonesia. Meski baru beroperasi resmi pada 28 Desember 1949, penerbangan bersejarah pertama sudah dilakukan pada 26 Januari.

Menggunakan pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair, Garuda Indonesia membawa Ir. Soekarno dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menghadiri pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS). Nama “Garuda Indonesian Airways” diberikan langsung oleh Bung Karno.

Kala itu, Garuda Indonesia sudah memiliki 27 pesawat terbang, staf terlatih, dan jadwal penerbangan yang tertata. Hal ini menjadikan Garuda sebagai salah satu maskapai terbaik di Asia pada masanya.

Tanggal 26 Januari mencatat berbagai peristiwa besar yang memiliki dampak mendalam di tingkat lokal maupun global. Sebuah pengingat bahwa setiap waktu dalam sejarah memiliki ceritanya masing-masing. (XRQ)

Reporter: Akil

Mengenal 9 Gerakan Gelek Gelombang

0
Syahrul Amin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seni budaya tradisional dari suku Kluet, khususnya di Kecamatan Kluet Timur, Desa Alai, menarik perhatian dengan gerakan khasnya yang menyerupai seni bela diri. Tradisi ini dikenal dengan nama Gelek Gelombang.

Syahrul Amin, seorang pegiat budaya dan sejarah Kluet, menjelaskan bahwa gerakan dalam Gelek Gelombang menyerupai seni bela diri seperti silat. Hal ini membuat seni tradisional tersebut menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kluet, sekaligus bentuk pelestarian budaya leluhur.

“Anggota Gelek Gelombang menggunakan baju khusus atau baju persatuan terus dipimpin oleh seorang dengan suara yang keras dan lantang dari barisan, dan ada 9 gerakan dalam Gelek Gelombang,” ujar Syahrul Amin kepada Nukilan.id, Minggu (26/1/2025).

Menurut Syahrul, setiap gerakan dalam Gelek Gelombang memiliki filosofi tersendiri. Gerakan pertama adalah penghormatan, yang dilakukan setelah pemimpin memberi aba-aba, “siap mulai.” Pemimpin kemudian berteriak “sembahan, hooop,” dan anggota melakukan gerakan khusus sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah atau masyarakat yang hadir.

Gerakan berikutnya adalah tepak, yaitu gerakan sepakan di tempat sambil berteriak “haaaa” dengan keras.

“Pemimpin akan meneriakkan ‘tepak, hooop,’ lalu anggota maju satu langkah ke depan dengan gerakan yang sama,” jelasnya.

Setelah itu, gerakan siku dilakukan dengan aba-aba “siku, hooop,” di mana anggota menyerang dengan siku ke arah depan sambil maju selangkah. Gerakan ini dilanjutkan dengan siku metingkat, yang serupa dengan gerakan sebelumnya tetapi dilakukan tiga kali berturut-turut tanpa jeda.

Gerakan kelima adalah bungong, yang dimulai dengan tepukan kedua paha mengikuti aba-aba “bungong, hooop.” Gerakan ini menciptakan irama yang khas, dan dilanjutkan dengan langkah maju ke depan. Sedangkan bungong metingkat adalah versi yang lebih dinamis dengan tiga kali tepukan berturut-turut.

Adapun gerakan jaroe dilakukan dengan tepuk tangan yang berirama sebanyak empat kali.

“Ketika pemimpin berteriak ‘jaroe, hooop,’ anggota melakukan gerakan tepuk tangan di tempat, kemudian maju ke depan,” kata Syahrul.

Gerakan ini juga memiliki variasi yang disebut jaroe metingkat, yang dilakukan sebanyak tiga kali dengan langkah maju berturut-turut. Gelek Gelombang ditutup dengan gerakan penghormatan terakhir kepada pemilik acara dan masyarakat.

“Gerakan ini dilakukan setelah pelatih atau pengurus meletakkan Batee Pinang Ceranoe di depan pemimpin,” tutur Syahrul.

Pemimpin kemudian berteriak “sembahan, hooop,” dan semua anggota melakukan penghormatan terakhir sebelum menuju tempat jamuan.

Gelek Gelombang tidak hanya menjadi bagian dari seni budaya, tetapi juga simbol persatuan dan identitas masyarakat Kluet. Syahrul Amin berharap tradisi ini terus dilestarikan agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai warisan leluhur mereka. (XRQ)

Reporter: AKil

UMKM Mitra Program Makan Bergizi Gratis Bisa Dapat Modal Hingga Rp500 Juta

0
Ilustrasi makan bergizi gratis. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan pelaku UMKM yang bergabung dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpeluang mendapatkan pendanaan hingga Rp500 juta. Fasilitas ini disediakan melalui kerja sama dengan 46 bank mitra, termasuk empat bank Himbara.

Maman menjelaskan bahwa pembiayaan ini dapat diakses oleh UMKM setelah mendapatkan surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Dengan surat penunjukan dari Badan Gizi Nasional (BGN), UMKM dapat memperoleh pembiayaan awal hingga Rp500 juta untuk membeli bahan baku,” ujar Maman saat berbicara dalam Rapat Pimpinan Nasional Perempuan Indonesia Raya (Rapimnas PIRA) di Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

Program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini bertujuan menciptakan ekosistem usaha yang mendukung kesehatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Maman, program ini juga memberikan perhatian besar terhadap peran perempuan, mengingat hampir separuh pelaku usaha kuliner di Indonesia, yaitu 49 persen dari 2,9 juta, adalah perempuan. Ia juga menyebut bahwa sekitar 30.900 UMKM yang bergerak di bidang jasa katering memiliki potensi besar untuk terlibat dalam program ini.

“Program ini tidak hanya untuk generasi sehat, tetapi juga membuka peluang usaha bagi anak muda, pengusaha, dan UMKM di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Pemerintah menargetkan pembentukan 30 ribu titik penyedia makanan bergizi di seluruh Indonesia. Untuk mencapai target tersebut, Maman menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi seperti PIRA.

Dalam mendukung program ini, Kementerian UMKM telah menyusun sejumlah langkah strategis, seperti program business matching, optimalisasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), hingga fasilitasi legalitas bisnis. Pendampingan usaha juga akan terus dilakukan untuk memastikan program berjalan secara berkelanjutan.

“Keberhasilan program ini adalah tanggung jawab bersama. Mari bergandengan tangan memastikan program makan bergizi gratis memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM dan masyarakat Indonesia,” tegas Maman.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa pemerintah telah berkoordinasi dengan Bank Himbara untuk menyiapkan skema khusus yang memungkinkan mitra UMKM mendapatkan modal awal tanpa memberatkan mereka.

“Kami sudah koordinasi dengan Bank Himbara. Insyaallah nanti disiapkan sebuah skema khusus, khusus untuk memberikan keringanan atau seperti diberikan pembiayaan awal dulu,” kata Maman di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (25/1/2025).

Maman menjelaskan bahwa modal awal ini akan dicairkan langsung ke rekening UMKM setelah mereka menerima surat penunjukan kerja (SPK) dari BGN.

“Agar misalnya mereka sudah mendapatkan surat SPK dari BGN, nanti langsung bank terkait langsung top up ke rekeningnya masing-masing untuk bisa belanja ataupun beli permodalan untuk kebutuhan makan bergizi,” jelasnya.

Program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, tidak hanya bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM di seluruh Indonesia.

Editor: Akil

WNI Tewas Ditembak di Malaysia, RI Kirim Nota Diplomatik

0

NUKILAN.id | Kuala Lumpur – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur mengambil langkah diplomatik terkait insiden penembakan yang diduga dilakukan oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM). Peristiwa yang terjadi di perairan Tanjung Rhu, Selangor, pada Jumat (24/1/2025) tersebut menyebabkan seorang Warga Negara Indonesia (WNI) tewas, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan informasi dari Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), penembakan terjadi saat APMM menghentikan WNI yang diduga hendak keluar dari Malaysia melalui jalur tidak resmi. APMM mengklaim bahwa tindakan mereka dilakukan karena para WNI memberikan perlawanan saat akan dihentikan.

Menanggapi kejadian ini, Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI di Kuala Lumpur menyatakan akan mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia. Nota tersebut bertujuan untuk mendorong penyelidikan mendalam, termasuk mengkaji kemungkinan adanya penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) oleh APMM.

“Atas insiden ini, KBRI telah meminta akses kekonsuleran untuk menjenguk jenazah dan menemui para korban luka,” demikian bunyi pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri yang diterima pada Minggu (26/1).

Selain itu, KBRI dan Kementerian Luar Negeri RI juga menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini. Pemerintah akan memastikan bantuan kekonsuleran diberikan kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Saat ini, data mengenai identitas korban masih dalam proses pendalaman oleh otoritas terkait.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap WNI di luar negeri, terutama mereka yang menghadapi risiko saat melintasi perbatasan secara ilegal. Pemerintah RI melalui jalur diplomatik terus mendorong Malaysia untuk menuntaskan investigasi dengan transparansi dan keadilan.

Editor: Akil

Terkendala Biaya, Pemulangan Tujuh Nelayan Aceh Timur dari Myanmar Segera Terlaksana

0
Ilustarasi nelayan. (Foto: GNFI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tujuh nelayan asal Aceh Timur yang ditahan di Myanmar sejak 24 Juni 2024 atas dugaan pelanggaran batas perairan kini berada di Yangon. Mereka sebelumnya ditahan di Penjara District Kwauthaung dan akhirnya mendapat amnesti pada 4 Januari 2025 dalam rangka peringatan 77 tahun kemerdekaan Myanmar dari Inggris.

Menurut keterangan H. Sudirman Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh, ketujuh nelayan tersebut tiba di Yangon pada Rabu, 22 Januari 2025. Namun, proses pemindahan mereka dari District Kwauthaung ke Yangon sempat terhambat biaya yang mencapai Rp 31 juta. Haji Uma menyebutkan bahwa ia membantu Rp 23 juta, sementara Rp 8 juta sisanya berasal dari sumbangan keluarga nelayan.

“Proses pemulangan ketujuh nelayan ini membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Luar Negeri, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, pihak keluarga, serta lainnya,” jelas Haji Uma, Sabtu (25/1/2025).

Haji Uma juga menyampaikan bahwa pemerintah Aceh telah berkomitmen untuk menanggung biaya pemulangan dari Yangon ke tanah air yang diperkirakan mencapai Rp 30 juta.

“Hasil koordinasi dengan Kadis KP Aceh, pemulangan ketujuh nelayan ke tanah air direncanakan 2 Februari ini dan biaya bagi pemulangan rencananya akan ditanggung oleh Pemerintah Aceh nantinya,” katanya.

Saat ini, KBRI Yangon sedang memproses dokumen perjalanan para nelayan, termasuk paspor, untuk mempersiapkan kepulangan mereka. Rencananya, mereka akan diterbangkan melalui Bandara Internasional Kuala Namu, Sumatera Utara, sebelum akhirnya kembali ke Aceh.

Ketujuh nelayan yang akan dipulangkan adalah Muhammad Nur (Aceh Timur) sebagai nakhoda, serta enam anak buah kapal (ABK): Nasruddin Hamzah (Langsa), Abdullah (Aceh Timur), Mustafa Kamal (Aceh Timur), Mola Zikri (Langsa), Zubir (Langsa), dan Muzakir (Aceh Utara).

Haji Uma juga mengimbau keluarga nelayan untuk tetap bersabar dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Semoga ke depan semua kita juga lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan agar hal yang sama tidak terulang lagi. Butuh sosialisasi dari semua stakeholder untuk lebih ditingkatkan keselamatan dan sanksi hukum ke depan,” tutupnya.

Para nelayan saat ini dalam keadaan sehat dan menanti kepulangan mereka ke tanah air dengan penuh harapan. Semoga seluruh proses dapat berjalan lancar hingga mereka kembali ke kampung halaman.

Editor: Akil

Penyaluran KUR di Aceh Lampaui Target, Capai Rp4,93 Triliun

0
Ilustrasi Uang (Foto: Delik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Aceh pada tahun 2024 berhasil melampaui target yang ditetapkan. Dengan total realisasi mencapai Rp4,93 triliun, capaian ini setara dengan 108,11 persen dari kuota yang tersedia. Dana tersebut disalurkan kepada 62,46 ribu debitur, melebihi target awal sebesar Rp4,56 triliun.

Kepala Bidang PPA II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh, Mahpud Sujai, mengungkapkan tingginya antusiasme pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pembiayaan usaha menjadi salah satu faktor utama pencapaian tersebut.

“Pencapaian realisasi KUR tahun 2024 ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang terjadi peningkatan sebesar 13,86 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan realisasi sebesar Rp4,33 triliun,” ujar Mahpud, Jumat, 24 Januari 2025.

Dominasi Sektor Perdagangan dan Pertanian

Distribusi dana KUR di Aceh masih didominasi oleh sektor perdagangan. Dari total penyaluran, sektor ini menyerap 44 persen atau senilai Rp2,45 triliun. Sementara itu, sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan menempati posisi kedua dengan porsi sebesar 21,97 persen atau Rp1,22 triliun.

Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian mencatat penyerapan paling rendah dibandingkan sektor lainnya.

Peran BSI dalam Penyaluran

Mahpud juga menjelaskan bahwa Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi lembaga keuangan yang paling berperan dalam penyaluran KUR di Aceh. Sepanjang tahun 2024, BSI berhasil menyalurkan dana sebesar Rp3,85 triliun kepada 47,85 ribu debitur, jauh melampaui kuota awal yang ditetapkan sebesar Rp3,1 triliun.

Di sisi lain, Bank Aceh Syariah (BAS) mencatat realisasi penyaluran sebesar Rp958,79 miliar kepada 8,98 ribu debitur dari kuota Rp1,5 triliun.

“Skema KUR mikro dengan plafon hingga Rp100 juta menjadi yang paling diminati oleh pelaku UMKM. Proses pengajuan KUR juga relatif sederhana, di mana pelaku UMKM hanya perlu mendatangi bank dengan membawa persyaratan yang diperlukan. Setelah verifikasi oleh petugas kredit KUR, dana dapat segera dicairkan,” kata Mahpud.

Tantangan dan Solusi

Meski pencapaian tersebut terbilang signifikan, Mahpud menyebutkan masih ada kendala dalam proses penyaluran, terutama terkait keterbatasan jumlah petugas penyalur KUR.

“Keterbatasan ini berpotensi memperlambat proses verifikasi. Oleh karena itu, penambahan tenaga kerja untuk penyaluran KUR penting untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses pencairan dana,” jelasnya.

Dengan bunga rendah yang berkisar antara 6 hingga 9 persen, program KUR di Aceh terus memberikan dampak positif bagi pengembangan UMKM di daerah tersebut. Mahpud berharap upaya ini dapat terus ditingkatkan demi mendukung perekonomian lokal.

Editor: Akil

BKN Tegaskan ASN Tak Boleh Pindah Instansi Sebelum 10 Tahun

0
Badan Kepegawaian Negara. (Foto: BKN)

NUKILAN.id | Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meminta pindah instansi sebelum masa 10 tahun sejak pengangkatannya akan dianggap mengundurkan diri. Kebijakan ini berlaku sesuai dengan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 6 Tahun 2024 yang telah diterapkan.

Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menegaskan bahwa ASN harus mematuhi kesepakatan yang telah dibuat dengan negara.

“Setiap pelamar pengadaan ASN harus membuat surat pernyataan bersedia mengabdi pada instansi pemerintah yang dilamar sejak awal dan tidak mengajukan pindah ke instansi lain dengan alasan pribadi paling singkat sepuluh tahun sejak diangkat jadi PNS,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada Jumat (24/1).

Lebih lanjut, Zudan menyampaikan bahwa jika ada ASN yang tetap mengajukan pindah sebelum waktunya, maka itu akan dianggap sebagai pengunduran diri. Ia juga memahami bahwa banyak ASN muda yang merasa galau karena bekerja jauh dari kampung halaman. Namun, Zudan menekankan bahwa perjanjian ini lebih tinggi daripada hukum yang ada.

“Kita harus bersyukur karena capek bekerja, bukan capek karena masih mencari pekerjaan,” kata Zudan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri).

Selain itu, Zudan memberikan beberapa wejangan bagi ASN muda yang baru bergabung. Dia mengingatkan agar mereka menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“ASN muda harus terus belajar dan mengembangkan kemampuan, berani mengambil risiko dan mencoba hal baru, dan mencari solusi inovatif untuk permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.

Zudan juga menekankan pentingnya menghindari praktik korupsi dan nepotisme, serta memberikan pelayanan yang adil, cepat, mudah, transparan, dan berkualitas kepada masyarakat. ASN muda diharapkan tetap bersabar dan bersyukur atas semua yang dimiliki, termasuk telah menjadi bagian dari ASN.

Editor: Akil