Beranda blog Halaman 702

Berngi Mekacar: Tradisi Malam Inai Khas Masyarakat Kluet yang Sarat Makna

0
Berngi Mekacar merupakan Tradisi Malam Inai Khas Masyarakat Kluet yang Sarat Makna. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Tradisi Berngi Mekacar, atau yang lebih dikenal dengan malam inai, menjadi salah satu kekayaan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Kluet di Kabupaten Aceh Selatan. Tradisi ini biasanya dilakukan dalam rangkaian acara pernikahan atau sunat rasul dan berlangsung pada malam sebelum hari pelaksanaan acara utama.

Dalam tradisi ini, baik pengantin atau anak yang akan disunat dipakaikan inai di kuku jari tangan, telapak tangan, jari kaki, dan telapak kaki. Amatan Nukilan.id, prosesnya diawali pada sore hari, di mana para nenek-nenek dan gadis muda bergotong-royong menumbuk daun inai atau daun pacar merah hingga halus. Pada malam hari, setelah Salat Isya, inai tersebut dipakaikan dengan motif khas berupa pola silang pada telapak tangan dan kaki.

Berngi Mekacar bukan hanya sekadar ritual memakai inai, tetapi juga momen penting untuk mendapatkan doa restu dari keluarga dan kerabat dekat. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai gotong-royong, kekeluargaan, dan ketaatan terhadap adat istiadat.

Budaya memakai inai sebenarnya tidak hanya ditemukan di Kluet. Tradisi serupa juga ada di berbagai daerah di Indonesia, seperti Malam Boh Gaca dalam adat Aceh, Malam Bainai di Minangkabau, Mapacci dari Bugis, Pasang Pacar di Lampung, Berpacar di Palembang, Berinai di Riau, dan Malem Pacar dalam adat Betawi. Meskipun berbeda nama dan bentuk pelaksanaannya, intinya tetap sama, yakni menjadikan inai sebagai simbol kesucian dan kebahagiaan.

Secara global, tradisi memakai inai juga dilakukan di beberapa negara seperti India, Arab, Mesir, dan wilayah lainnya. Di Arab, inai bahkan dipakai tidak hanya untuk acara pernikahan, tetapi juga dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri atau Iduladha.

Pengaruh tradisi memakai inai di Nusantara tidak terlepas dari akulturasi budaya India dan Islam yang membawa tradisi ini ke berbagai wilayah. Kini, tradisi tersebut tetap lestari sebagai bagian dari kekayaan budaya yang diwariskan lintas generasi.

Berngi Mekacar menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki keunikan dan nilai luhur yang patut dijaga, terutama di tengah arus modernisasi yang terus berkembang. (XRQ)

Reporter: Akil

Polemik di Cabdin Pendidikan Aceh Selatan: Ujian Integritas dan Keberanian Mengungkap Kebenaran

0
Ilustrasi korupsi. (Foto: detikcom)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Polemik dugaan korupsi dan nepotisme di lingkup Kantor Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi Aceh di Aceh Selatan telah mengguncang dunia pendidikan di daerah ini. Isu yang seharusnya tidak pernah ada dalam institusi pendidikan ini mencuat ke permukaan, membawa dampak buruk pada fokus utama dunia pendidikan—mencerdaskan generasi muda. Persoalan ini mendesak untuk segera diusut tuntas agar tidak mengganggu proses belajar mengajar siswa SMA dan SMK sederajat yang menjadi tanggung jawab utama Cabdin Pendidikan.

Sangat disayangkan bahwa sebuah instansi yang seharusnya menjadi motor penggerak peningkatan mutu pendidikan justru tersedot energinya oleh permasalahan internal. Ketika kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan mulai terguncang, perlu ada langkah konkret untuk memulihkan kembali integritas dan kredibilitas lembaga ini.

Perlu Evaluasi dan Audit Mendalam

Langkah pertama yang harus diambil adalah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Cabdin Pendidikan Aceh Selatan, Annadwi, S.Pd. Pj. Gubernur Aceh melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh perlu segera menginstruksikan audit investigatif terhadap dugaan kasus yang mencuat. Apabila hasil evaluasi dan audit menunjukkan adanya bukti autentik terkait dugaan korupsi atau penyalahgunaan wewenang, sanksi tegas harus diberikan.

Tindakan tegas ini penting tidak hanya untuk memberikan efek jera, tetapi juga untuk menegakkan keadilan dan kepastian hukum. Lembaga pendidikan tidak boleh menjadi ladang subur untuk praktik-praktik yang menggerus integritas, seperti korupsi dan nepotisme.

Peran Kepala Sekolah: Mengungkap Fakta, Bukan Asumsi

Namun, dalam menyelesaikan polemik ini, kita juga perlu melibatkan pihak lain yang memiliki posisi strategis, yakni kepala sekolah tingkat SMA dan SMK sederajat. Sebanyak 46 kepala sekolah di Aceh Selatan diharapkan tidak takut untuk mengungkap fakta atau melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum pejabat Cabdin.

Keberanian untuk berbicara menjadi kunci. Namun, laporan yang diberikan harus didasarkan pada fakta dan data yang akurat, bukan sekadar asumsi atau opini belaka. Publikasi informasi yang tidak terverifikasi hanya akan memperkeruh suasana dan berpotensi merugikan pihak yang tidak bersalah.

Prinsip Praduga Tak Bersalah Harus Dijunjung Tinggi

Meski demikian, prinsip presumption of innocence atau praduga tak bersalah harus tetap menjadi landasan utama dalam menuntaskan kasus ini. Setiap pihak yang terlibat perlu diberi ruang untuk membela diri sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Pengadilan opini publik tanpa bukti yang kuat hanya akan menimbulkan konflik yang berkepanjangan.

Mengusut tuntas kasus ini tidak hanya soal mencari siapa yang salah dan benar, tetapi juga memastikan bahwa lembaga pendidikan kembali menjalankan fungsinya dengan baik. Penyelesaian ini harus menjadi momen refleksi untuk memperbaiki sistem yang ada, agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Pendidikan Adalah Prioritas Utama

Di atas segalanya, polemik ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Energi dan pikiran seluruh elemen Cabdin Pendidikan Aceh Selatan harusnya tercurah untuk meningkatkan mutu pendidikan, bukan terseret dalam drama internal yang menguras waktu dan tenaga.

Kasus ini menjadi ujian besar bagi integritas para pemangku kepentingan di dunia pendidikan Aceh Selatan. Apakah mereka mampu menjaga amanah untuk mendidik generasi muda dengan jujur dan bersih, atau justru terjebak dalam lingkaran kepentingan pribadi?

Semoga langkah evaluasi, audit, dan keberanian kepala sekolah dalam mengungkap fakta dapat menjadi awal pemulihan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan Aceh Selatan. Generasi muda kita layak mendapatkan sistem pendidikan yang bersih, transparan, dan penuh integritas. Jangan biarkan masa depan mereka tergadai oleh praktik-praktik kotor yang merusak tatanan pendidikan. (XRQ)

Penulis: Akil

Aktivis Prihatin Kasus Dugaan Rasuah di Cabdin Pendidikan Aceh Selatan, Desak Audit Investigatif

0
Aktivis Muda, Syahrul Amin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aktivis Muda Peduli Aceh Selatan, Syahrul Amin, menyuarakan keprihatinannya terhadap polemik dugaan kasus korupsi dan nepotisme yang mencuat di lingkup Kantor Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi Aceh di Aceh Selatan. Ia menilai persoalan ini tak hanya mencederai dunia pendidikan, tetapi juga berpotensi mengganggu proses belajar mengajar di sekolah-sekolah.

“Masalah ini harus segera diusut tuntas agar tidak berlarut-larut. Jika tidak diselesaikan, ini bisa berdampak buruk pada kualitas pendidikan dan moralitas generasi muda di Aceh Selatan,” ujar Syahrul Amin kepada Nukilan.id, Minggu (27/1/2025).

Syahrul mendesak Pj. Gubernur Aceh melalui Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh untuk segera mengambil langkah tegas dengan melakukan evaluasi menyeluruh dan audit investigatif terhadap Kepala Cabang Dinas Pendidikan di Aceh Selatan, Annadwi. Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan transparansi dan integritas dalam dunia pendidikan.

“Evaluasi ini harus dilakukan dengan serius. Jika terbukti ada penyimpangan, tindakan hukum yang tegas harus diambil. Kita tidak boleh membiarkan hal ini terus merusak sistem pendidikan,” tambahnya.

Syahrul juga memberikan apresiasi kepada para kepala sekolah tingkat SMA dan SMK sederajat di Aceh Selatan yang berani mengungkap dan melaporkan dugaan pelanggaran yang melibatkan oknum pejabat tersebut. Keberanian ini, menurutnya, menjadi sinyal positif bahwa masih ada pihak-pihak yang peduli terhadap integritas dan masa depan pendidikan.

“Ini adalah contoh keberanian yang patut diapresiasi. Saya berharap langkah ini menjadi momentum untuk membersihkan sektor pendidikan dari praktik-praktik yang tidak etis,” ujar Syahrul.

Syahrul menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan generasi muda, sehingga semua pihak harus menjaga integritas lembaga pendidikan dari segala bentuk penyimpangan.

“Kami ingin Aceh Selatan menjadi contoh daerah yang memiliki sistem pendidikan bersih dan berkualitas. Itu hanya bisa tercapai jika semua pihak, termasuk pemerintah, bertindak tegas,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik di Aceh Selatan dan diharapkan mampu mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak Cabdin Pendidikan Aceh Selatan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kasus ini. (XRQ)

Reporter : Akil

Penjual Sandal di Kota Fajar Bertahan di Tengah Sepinya Pembeli

0
Toko Sandal milik Wahyudi. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wahyudi, seorang penjual sandal di kawasan Simpang Empat, Kota Fajar, Aceh Selatan, terus bertahan menjalankan usaha kecilnya di tengah tantangan ekonomi yang kerap melanda. Meski hanya mengandalkan lapak sederhana di pinggir jalan, ia mampu menunjukkan keteguhan hati untuk tetap berjualan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dalam wawancaranya dengan Nukilan.id, Wahyudi mengungkapkan bahwa ia telah menggeluti usaha ini sejak tiga tahun yang lalu.

“Awalnya hanya coba-coba. Saya lihat kebutuhan sandal selalu ada, terutama di kawasan ini yang ramai pendatang dan warga lokal,” katanya pada Senin (27/1/2025).

Namun, tak selalu mudah bagi Wahyudi. Pada hari-hari biasa, omzetnya kerap kali terpengaruh oleh sepinya pembeli.

“Kalau hari biasa, penghasilan bersih saya paling sekitar Rp 100 ribu sehari,” kata Wahyudi sambil melayani pembeli di lapaknya.

Kendati demikian, momen menjelang Lebaran membawa angin segar bagi usahanya. Di saat kebutuhan masyarakat akan sandal baru meningkat, Wahyudi bisa meraup keuntungan hingga Rp 2 juta per hari.

“Biasanya, dua minggu sebelum Lebaran adalah masa-masa paling sibuk. Orang-orang beli sandal baru untuk lebaran, dan saya harus stok lebih banyak dari biasanya,” katanya dengan senyum semangat.

Di tengah keterbatasan, Wahyudi tetap bersyukur atas usaha yang telah ia jalani.

“Alhamdulillah, rezeki dari usaha ini cukup untuk kebutuhan keluarga. Saya juga berdoa supaya pembeli makin ramai,” harapnya.

Wahyudi adalah salah satu potret kecil masyarakat Aceh Selatan yang tetap gigih berjuang di sektor informal. Dengan lapak sederhana di Simpang Empat Kota Fajar, ia membuktikan bahwa semangat dan kerja keras selalu membuahkan hasil. (XRQ)

Reporter: AKil

Presiden Palestina Tegaskan Penolakan atas Usulan Relokasi Warga Gaza

0
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: AFP)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dengan tegas menolak segala bentuk proyek yang bertujuan untuk memindahkan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza. Penolakan ini mencuat setelah munculnya usulan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyarankan pemindahan warga Gaza ke negara-negara seperti Mesir dan Yordania.

“Menyatakan penolakan keras dan kecaman terhadap proyek apa pun, yang bertujuan mengusir rakyat kami dari Jalur Gaza,” tegas pernyataan dari kantor Presiden Abbas, yang dilansir oleh AFP.

Meski tidak secara langsung menyebut Trump, Abbas menegaskan bahwa Palestina akan tetap bertahan di tanah dan tempat suci mereka, dan tidak akan membiarkan tragedi seperti yang terjadi pada 1948 dan 1967 terulang kembali.

Dalam kesempatan yang sama, Abbas juga menegaskan bahwa dia menentang segala kebijakan yang mengancam kesatuan wilayah Palestina, termasuk Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur. Ia mengingatkan Trump agar fokus pada upaya mendukung gencatan senjata yang telah dimulai sejak 19 Januari lalu, dan menawarkan bahwa Otoritas Palestina siap mengambil alih pemerintahan Gaza.

Sebelumnya, Trump mengusulkan untuk memindahkan lebih dari satu juta warga Palestina dari Gaza ke Yordania dan Mesir, dengan alasan situasi yang sangat kacau di Gaza. Trump menyebut, “Saya berkata kepada Raja Abdullah bahwa saya ingin Anda menampung lebih banyak (pengungsi), karena saya melihat situasi di Jalur Gaza sekarang sangat berantakan.”

Selain itu, Trump juga menyatakan akan berdiskusi dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengenai kemungkinan Mesir menerima pengungsi dari Gaza.

“Kita berbicara tentang satu setengah juta orang, dan saya pikir kita bisa membersihkan semuanya,” ujar Trump.

Namun, usulan tersebut langsung ditanggapi keras oleh pemerintah Yordania dan Mesir. Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, dengan tegas menyatakan, “Penolakan kami terhadap pengusiran warga Palestina tegas dan tidak akan berubah.” Ia menegaskan, “Yordania untuk warga Yordania, dan Palestina untuk warga Palestina.”

Pemerintah Mesir juga memberikan penolakan yang serupa, dengan Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan bahwa mereka akan terus mendukung keteguhan hati rakyat Palestina untuk tinggal di tanah mereka.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Sambut Kepala BI Perwakilan yang Baru

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, saat menerima Silaturahmi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si., menerima kunjungan silaturahmi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh yang baru, Agus Chusaini, di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (21/1). Dalam pertemuan itu, turut hadir Kepala Perwakilan BI sebelumnya, Rony Widijarto Purubaskoro, beserta sejumlah pejabat dari lembaga tersebut.

Kunjungan ini menjadi momen perpisahan Rony Widijarto yang kini menjabat sebagai Kepala BI Perwakilan Kepulauan Riau, sekaligus perkenalan Agus Chusaini sebagai penggantinya.

Pj Gubernur Safrizal menyampaikan apresiasi atas kontribusi Rony selama bertugas di Aceh, khususnya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Ia juga mendoakan kesuksesan Rony di tempat tugas yang baru.

“Terima kasih atas hubungan kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini antara Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh dengan Pemerintah Aceh,” ujar Safrizal.

Dalam kesempatan tersebut, Safrizal juga mengucapkan selamat kepada Agus Chusaini atas amanah barunya. Ia berharap Bank Indonesia dapat terus memainkan perannya dalam mendukung stabilitas dan kemajuan ekonomi daerah sesuai dengan tugas dan fungsi yang diatur undang-undang.

Sementara itu, Agus Chusaini menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan. Ia juga menyampaikan kesiapan untuk terus mempererat sinergi antara BI dan Pemerintah Aceh.

“Kami akan terus bekerja dan melanjutkan program-program yang telah ada,” kata Agus.

Sebagai informasi, Agus Chusaini resmi dilantik oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada Desember 2024 di Jakarta, bersama 27 pejabat BI lainnya. Ia menggantikan Rony Widijarto, yang kini bertugas di Kepulauan Riau.

Kehadiran Agus Chusaini diharapkan membawa angin segar bagi kerja sama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Aceh dalam mendukung pembangunan ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan di daerah.

EDITOR: AKIL

Pojok Baca di Dayah Kupi, Inisiatif Baru Dinas Perpustakaan Aceh Utara

0
Pojok Baca di Dayah Kupi. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Utara meluncurkan pojok baca di kawasan wisata Dayah Kupi, sebuah langkah inovatif untuk meningkatkan minat baca, terutama di kalangan anak-anak. Program ini dilaksanakan pada Minggu (26/01/25) dengan tujuan menciptakan suasana belajar yang santai dan menyenangkan.

Pojok baca ini mendapat respons positif dari pengunjung, khususnya keluarga yang membawa anak-anak. Buku-buku cerita yang tersedia menjadi daya tarik utama, sekaligus menjadi sarana efektif untuk membantu anak-anak yang sedang belajar membaca.

Nazliyah Fitri, seorang mahasiswi IAIN yang berkunjung ke Dayah Kupi bersama keluarganya, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini.

“Saya merasa sangat nyaman dengan adanya pojok baca ini. Sambil menikmati pesanan di Dayah Kupi, saya bisa mengajarkan adik saya membaca. Ini sangat membantu, apalagi belajar membaca di tempat seperti ini jauh lebih menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya lingkungan belajar yang berbeda untuk menjaga antusiasme anak-anak.

“Belajar membaca di rumah atau sekolah sering kali dianggap formal dan terkesan wajib, yang membuat banyak anak merasa bosan. Namun, di tempat seperti Dayah Kupi, anak-anak bisa merasa lebih bebas dan menikmati proses belajar,” tambahnya.

Melalui inisiatif ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Utara berupaya memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya edukatif tetapi juga menyenangkan. Selain itu, langkah ini menunjukkan sinergi antara sektor pendidikan dan pariwisata, menciptakan lingkungan belajar yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Dengan keberadaan pojok baca di tempat wisata, diharapkan minat baca masyarakat, terutama anak-anak, dapat terus meningkat. Program seperti ini menjadi bukti bahwa inovasi kecil dalam pendidikan dapat memberikan dampak yang signifikan.

Editor: Akil

Kemenag Banda Aceh Gelar Senam Kebugaran dan Tes Kesehatan untuk JCH 2025

0
Kemenag Banda Aceh Gelar Senam Kebugaran dan Tes Kesehatan untuk JCH 2025. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh melalui Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) mengadakan kegiatan Senam Kebugaran dan Tes Kesehatan untuk Jamaah Calon Haji (JCH) Tahun 2025 pada Minggu (26/1/2025).

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Balee Meuseuraya Aceh dan menjadi bagian dari program Manasik Haji Sepanjang Tahun dengan tema Sukses Hajinya, Tuntas Ibadahnya (SEHATI).

Dalam pelaksanaannya, Kemenag Kota Banda Aceh bekerja sama dengan Bio Lab dan melibatkan tim puskesmas dari seluruh kecamatan untuk mendukung pemeriksaan kesehatan bagi JCH.

Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, H. Salman, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi jamaah calon haji tahun depan.

“Semoga kegiatan ini menjadikan nilai tambahan pelayanan haji di Kemenag Kota Banda Aceh terhadap para jamaah JCH 2025. Dan kita ikut mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini hingga berjalan dengan lancar serta para jamaah dapat melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan sejak dini sebelum para JCH 2025 melaksanakan ibadah haji nanti,” ujar Salman.

Salah seorang peserta, Jalaluddin, mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan ini, khususnya untuk jamaah lanjut usia. Menurutnya, langkah ini sangat membantu persiapan jamaah agar lebih siap secara fisik saat melaksanakan ibadah haji.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kakankemenag Kota Banda Aceh yang telah melaksanakan kegiatan ini. Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu jamaah agar dapat melaksanakan ibadah haji dengan mandiri dan tuntas,” ucap Jalaluddin.

Usai melaksanakan senam kebugaran dan pemeriksaan kesehatan, para JCH juga menerima paket nutrisi dari Bio Lab, yang langsung diserahkan oleh Kakankemenag Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata pelayanan Kemenag Kota Banda Aceh untuk memastikan kesiapan fisik dan kesehatan jamaah calon haji agar dapat menjalankan ibadah secara optimal.

Editor: Akil

Aceh Dirt Bike Reunion Adventure: Ajang Bergengsi Riders Nusantara di Saree

0
Aceh Dirt Bike Reunion Adventure: Ajang Bergengsi Riders Nusantara di Saree. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Event Aceh Dirt Bike (ADB) Reunion Adventure Nusantara kembali digelar dengan meriah pada Sabtu (25/1/2025). Ajang tahunan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPRK Aceh Besar, Naisabur, yang mengangkat bendera start di Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar.

ADB dikenal sebagai salah satu kegiatan trail adventure bergengsi yang dinanti oleh para pencinta motor trail dari berbagai penjuru Indonesia. Rute yang dipilih pada tahun ini menjelajahi kawasan perbukitan dan kaki Gunung Seulawah, menawarkan medan menantang yang menjadi daya tarik utama bagi para riders.

“Ini merupakan agenda yang paling bergengsi yang ditunggu-tunggu para riders, apalagi medan menantang di Aceh Besar yang dipilih menjadi tantangan paling dinanti,” ujar Naisabur di sela-sela pelepasan peserta.

Gelaran ini tidak hanya diramaikan oleh riders lokal, tetapi juga diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, seperti Kalimantan, Jawa, dan sejumlah provinsi lain di Sumatra. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga menjadi kunci terselenggaranya acara ini.

Menurut Naisabur, ADB juga menjadi salah satu strategi promosi wisata Aceh Besar, terutama untuk meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata alam dan bahari di wilayah tersebut.

“Kita berharap event ini menjadi ajang promosi dan menjadi magnet wisatawan untuk mengunjungi kawasan wisata alam dan wisata bahari di Aceh Besar,” tambahnya.

Event yang berlangsung sehari penuh ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan para riders, tetapi juga wadah memperkenalkan pesona alam Aceh Besar yang kaya akan keindahan dan tantangan.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Jenguk Wartawan Media NAD yang Jadi Korban Tabrak Lari

0
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA saat menjenguk Muslem Ulka, wartawan Media NAD di RSUZA Banda Aceh, Sabtu 25 Januari 2025. (Foto: KBA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, melakukan kunjungan ke RSUZA Banda Aceh pada Sabtu (25/1/2025) untuk menjenguk Muslem Ulka, wartawan Media NAD yang menjadi korban kecelakaan tabrak lari di simpang BPKP, Banda Aceh, sehari sebelumnya.

Dalam kunjungan tersebut, Safrizal menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan mengungkapkan harapannya agar pihak kepolisian segera mengungkap pelaku.

“Kita berharap pelaku dapat segera diungkap agar ada proses hukum,” ujar Safrizal.

Selain itu, Wakapolda Aceh, Brigjen Misbahul Munauwar, juga turut menjenguk Muslem di rumah sakit yang sama. Misbahul mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah memulai penyelidikan dengan mengecek rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian.

“Ya saya sudah hubungi Kapolresta untuk mengecek kejadian pada hari Jumat, tanggal 24 Januari sekitar pukul 12.00 WIB,” katanya.

Misbahul juga menekankan pentingnya kesadaran pengendara untuk mematuhi aturan lalu lintas demi menghindari kecelakaan. Ia mengingatkan bahwa lampu lalu lintas yang sudah menunjukkan warna kuning harus dihormati dan tidak diabaikan.

“Lampu stop merah, kuning hijau sudah ada, maka kalau sudah kuning patuhilah dan berhenti jangan terobos karena orang lain akan jalan,” jelasnya.

Wakapolda juga menambahkan bahwa kecerobohan pengendara yang melanggar lampu merah berpotensi besar menyebabkan kecelakaan.

“Bagi pengendara, baik roda dua maupun roda empat, kita sering lihat masih saja menerobosnya maka bisa jadi tabrakan dan dipastikan makan korban,” tambahnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Muslem Ulka ditabrak oleh seorang pengendara sepeda motor pada pukul 12.10 WIB, saat melewati simpang BPKP Lambhuk, Banda Aceh. Pelaku yang diduga seorang pelajar, melarikan diri setelah insiden tersebut. Diduga, pelaku terburu-buru pulang setelah mengikuti kegiatan sekolah dan ingin segera menunaikan ibadah salat Jumat.

Kejadian ini kembali menyoroti perlunya penegakan disiplin di jalan raya agar kecelakaan serupa tidak terulang.

Editor: Akil