Beranda blog Halaman 70

Plt Komut Bank Aceh Pimpin Tim 7, Munas FKDK BPD SI Bahas Penguatan Bank Daerah di Tengah Ketidakpastian Global

0
Musyawarah Nasional (Munas) Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) usai pembentukan Tim 7 di Semarang. Dalam forum tersebut, M. Gaussyah ditunjuk sebagai Ketua Tim 7 yang bertugas bersama tim formatur menyusun kepengurusan baru FKDK BPD SI serta merumuskan arah organisasi ke depan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SEMARANG – Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPD SI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) dan Seminar Nasional di Semarang, Jawa Tengah, pada 2–4 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk membahas arah dan strategi penguatan bank daerah di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang.

Munas ini akan dihadiri sekitar 80 komisaris BPD dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu, kegiatan juga melibatkan unsur Otoritas Jasa Keuangan (OJK), direksi BPD, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor perbankan daerah.

Sekretaris Umum FKDK BPD SI, Bela Barus, mengatakan pelaksanaan Munas berlangsung pada waktu yang tepat mengingat meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang berpotensi memengaruhi kinerja industri perbankan, termasuk BPD.

“Melalui Munas ini, para komisaris BPD akan merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan dan daya saing BPD dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang berkembang,” ujar Bela Barus.

Salah satu agenda penting dalam Munas tersebut adalah pembentukan Tim 7 dan tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan baru FKDK BPD SI sekaligus merumuskan arah organisasi ke depan. Dalam forum itu, Dr. M. Gaussyah yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Komisaris Utama Bank Aceh dipercaya sebagai Ketua Tim 7.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua Umum FKDK BPD SI periode 2025–2026, Prof. M. Mas’ud Said yang juga Komisaris Independen Bank Jatim, menilai forum nasional tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi para komisaris BPD untuk memperkuat fungsi pengawasan dan pemberian nasihat strategis kepada manajemen bank daerah.

Menurut Mas’ud Said, kondisi ekonomi global yang masih dibayangi gejolak, fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat, serta ketidakpastian pasokan energi akibat konflik geopolitik internasional menuntut BPD agar semakin tangguh dan adaptif dalam menjalankan perannya.

“FKDK mengusung semangat agar BPD semakin resilien, tahan terhadap berbagai tekanan ekonomi, namun tetap kompetitif dalam persaingan industri perbankan dan dunia usaha,” kata Mas’ud Said.

Selain membahas agenda organisasi, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan Seminar Nasional yang diawali pidato kunci Gubernur Jawa Tengah selaku pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Jawa Tengah sekaligus tuan rumah penyelenggaraan Munas.

Melalui Munas dan Seminar Nasional ini, FKDK BPD SI diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis guna memperkuat peran Bank Pembangunan Daerah sebagai motor penggerak perekonomian daerah, sekaligus meningkatkan daya tahan industri perbankan daerah menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

PDIP Soroti Penerapan Pasal 33 UUD 1945 di Papua dan Aceh

0
PDIP
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.ID | JAKARTA – PDI Perjuangan menyoroti penerapan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terkait pengelolaan sumber daya alam yang dikuasai negara. Partai berlambang banteng itu menekankan bahwa penguasaan negara atas sumber daya alam harus benar-benar berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa esensi Pasal 33 UUD 1945 tidak hanya terletak pada penguasaan negara terhadap sumber daya alam, tetapi juga pada manfaat yang harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Jadi, ini yang diperhatikan. Bukan dikuasai negara, titik. Tetapi adalah rakyat menjadi pusat, dasar, dan tujuan serta penerima manfaat yang sebesar-besarnya. Jangan seperti yang terjadi di Papua, Aceh, dan bagian dari provinsi Indonesia lainnya,” kata Hasto Kristiyanto saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Sekolah Partai PDI-P, Jakarta Selatan, Senin (1/6/2026).

Menurut Hasto, rakyat harus ditempatkan sebagai pusat dari seluruh kebijakan pengelolaan sumber daya alam nasional. Ia menegaskan bahwa amanat konstitusi secara jelas menghendaki agar kekayaan alam Indonesia digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat terpenting adalah rakyat sebagai dasar kebijakan, orientasi, dan pihak yang mendapat kemanfaatan tertinggi atas pendayagunaan seluruh kekayaan negara,” kata Hasto.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto juga menyinggung kondisi di sejumlah daerah yang kaya akan sumber daya alam, seperti Papua dan Aceh. Menurutnya, kekayaan alam yang melimpah di daerah-daerah tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat setempat.

Karena itu, ia menilai negara harus memastikan bahwa rakyat menjadi tujuan utama dari setiap kebijakan yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Amanat Pasal 33 UUD 1945, lanjutnya, harus diterjemahkan secara konkret ke dalam berbagai kebijakan pemerintahan.

Hasto menekankan bahwa setiap kebijakan publik perlu memiliki ukuran yang jelas terkait manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, kebijakan negara juga harus mampu memperkuat kedaulatan politik, mewujudkan keberdikarian ekonomi, serta membangun karakter bangsa.

“Guna memenuhi amanat Pasal 33 ini, maka Pancasila harus dijabarkan secara teknokratik di dalam kebijakan pemerintahan negara. Setiap kebijakan harus jelas manfaatnya bagi rakyat, bagi kedaulatan politik, keberdikarian ekonomi, dan membangun karakter bangsa,” kata Hasto.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, riset, serta inovasi merupakan fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita pembangunan bangsa. Menurutnya, kemajuan suatu bangsa tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Topangan kebijakan teknokratik ini adalah penguasaan iptek, riset, dan inovasi. Tidak ada kemajuan peradaban suatu bangsa tanpa memajukan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakatnya,” pungkas Hasto.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina Juni 2026 dari Aceh hingga Papua

0
Ilustrasi SPBU. (Foto: My Pertamina)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – PT Pertamina Patra Niaga kembali mengumumkan daftar harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku selama Juni 2026. Sejumlah jenis BBM mengalami penyesuaian harga, sementara beberapa lainnya masih dipertahankan pada harga sebelumnya.

Penyesuaian harga tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga energi dunia serta formula penetapan harga yang berlaku sesuai ketentuan pemerintah.

Mengutip laman Pertamina Patra Niaga, BBM nonsubsidi jenis Dexlite (CN 51) mengalami penurunan harga dari Rp26 ribu per liter menjadi Rp23 ribu per liter. Penurunan serupa juga terjadi pada Pertamina Dex (CN 53), yang turun dari Rp27.900 per liter menjadi Rp24.800 per liter.

Sementara itu, Pertamax (RON 92) tetap dijual dengan harga Rp12.300 per liter. Pertamax Green 95 (RON 95) juga tidak mengalami perubahan dan masih dipasarkan seharga Rp12.900 per liter. Di sisi lain, Pertamax Turbo (RON 98) mengalami kenaikan harga dari Rp19.900 per liter menjadi Rp20.750 per liter.

Berikut rincian harga BBM nonsubsidi Pertamina di berbagai wilayah Indonesia:

Sumatra

Aceh, Sumatra Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung

  • Pertamax: Rp12.600 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter
  • Dexlite: Rp23.500 per liter
  • Pertamina Dex: Rp25.350 per liter

Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau

  • Pertamax: Rp12.900 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp21.650 per liter
  • Dexlite: Rp24.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp25.900 per liter

Free Trade Zone (FTZ) Sabang

  • Pertamax: Rp11.550 per liter
  • Dexlite: Rp21.550 per liter

Free Trade Zone (FTZ) Batam

  • Pertamax: Rp11.750 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp119.700 per liter
  • Dexlite: Rp21.850 per liter
  • Pertamina Dex: Rp23.550 per liter

Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara

DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur

  • Pertamax: Rp12.300 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
  • Dexlite: Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur

  • Pertamax: Rp12.300 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
  • Dexlite: Rp23.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

Kalimantan dan Sulawesi

Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat

  • Pertamax: Rp12.600 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter
  • Dexlite: Rp23.500 per liter
  • Pertamina Dex: Rp23.350 per liter

Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan

  • Pertamax: Rp12.900 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp21.650 per liter
  • Dexlite: Rp24.000 per liter
  • Pertamina Dex: Rp25.900 per liter

Maluku dan Papua

Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah

  • Pertamax: Rp12.600 per liter
  • Dexlite: Rp23.500 per liter

Papua Barat dan Papua Barat Daya

  • Pertamax: Rp12.600 per liter
  • Dexlite: Rp23.500 per liter
  • Pertamina Dex: Rp25.350 per liter

Papua

  • Pertamax: Rp12.600 per liter
  • Dexlite: Rp23.500 per liter
  • Pertamax Turbo: Rp21.200 per liter

Daftar harga tersebut berlaku untuk BBM nonsubsidi yang dipasarkan melalui SPBU Pertamina di berbagai wilayah Indonesia selama periode Juni 2026. Masyarakat dapat menyesuaikan kebutuhan bahan bakar kendaraan dengan jenis BBM yang tersedia di daerah masing-masing.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Tampak Akrab, Prabowo dan Megawati Gandengan Tangan di Hari Lahir Pancasila

0
prabowo mega
Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno saat peringatan upacara Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Pengarah BPIP sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).

Dalam upacara tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga turut hadir bersama sejumlah tokoh nasional dan jajaran Kabinet Merah Putih.

Sebelum upacara dimulai, Prabowo, Gibran, dan Megawati menerima laporan dari perwira upacara di dalam Gedung Pancasila. Saat itu, Prabowo berdiri di depan, sementara Gibran dan Megawati berada di belakangnya.

Usai menerima laporan, Prabowo terlihat memberikan isyarat kepada Megawati untuk berjalan berdampingan menuju lokasi upacara. Namun, Megawati mempersilakan Prabowo untuk berjalan lebih dahulu. Prabowo kemudian melangkah menuju mimbar upacara, diikuti oleh Gibran dan Megawati.

Pada peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80 tersebut, Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara. Selain memimpin jalannya upacara, ia juga menyampaikan amanat setelah prosesi inti selesai dilaksanakan.

Suasana hangat kembali terlihat setelah upacara berakhir. Awalnya, Prabowo tampak berbincang dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) serta Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin. Di belakang keduanya, Megawati turut berada dalam rombongan.

Prabowo kemudian mempersilakan Megawati, JK, dan Ma’ruf Amin untuk berjalan lebih dahulu. Namun, Megawati justru mengajak Prabowo berjalan bersama. Dalam momen tersebut, Megawati tampak menggandeng tangan Prabowo saat keduanya melangkah berdampingan. Keduanya juga terlihat berbincang dan tertawa bersama, menciptakan suasana akrab di tengah peringatan Hari Lahir Pancasila.

Pada tahun ini, peringatan Hari Lahir Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya penting dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga relevan sebagai landasan dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Peringatan tahun ini juga menggunakan logo resmi lambang negara, Garuda Pancasila.

Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih turut menghadiri upacara tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, dan Imigrasi Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Turut hadir pula Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Agus Subiyanto. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Presiden Prabowo: Transformasi Bangsa Berlandaskan Pancasila Wujudkan Indonesia Berdaulat dan Makmur

0
PRESIDEN PRABOWO
Presiden Prabowo Subianto (YouTube Setrpres)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menjalankan strategi transformasi bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada kemajuan semata, tetapi juga diarahkan untuk mewujudkan cita-cita besar bangsa Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan bahwa arah pembangunan nasional saat ini merupakan bagian dari strategi transformasi bangsa yang sejalan dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

“Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan, transformasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis yang mencakup hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan nasional, pengembangan koperasi dan ekonomi desa, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan agar kekayaan nasional dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat dan tidak terus mengalir ke luar negeri.

“Kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas. Kita memperkuat pendidikan, kesehatan, dan pembangunan manusia. Kita memperbaiki tata kelola agar kekayaan bangsa tidak terus bocor dan tidak terus mengalir ke luar negeri,” tuturnya.

Meskipun demikian, Presiden mengakui bahwa proses perubahan besar yang sedang dijalankan tidak akan berlangsung tanpa tantangan. Menurutnya, berbagai hambatan dan perlawanan akan muncul dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa yang lebih maju dan mandiri.

Karena itu, Presiden menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan yang benar demi kepentingan rakyat serta masa depan Indonesia.

“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta Tanah Air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani, kita harus berani ambil keputusan yang benar. Walaupun sulit, kita harus berani membela rakyat kita,” ucap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa kemerdekaan yang sesungguhnya hanya dapat diwujudkan melalui kemandirian ekonomi. Indonesia, menurutnya, harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri tanpa bergantung kepada bangsa lain.

“Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain. Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani. Berdiri di atas kaki kita sendiri, itu adalah inti sari daripada negara yang berdaulat,” ujar Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama yang selama ini mempersatukan Indonesia di tengah keberagaman suku, bahasa, agama, dan budaya. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Bangsa yang kuat karena persatuannya, bangsa yang makmur karena keadilannya, bangsa yang besar karena kemanusiaannya. Bangsa yang mampu menjadi kekuatan bagi perdamaian dunia, bangsa yang tidak minta-minta bantuan, bangsa yang mampu membantu bangsa-bangsa lain. Mari kita jaga Pancasila, mari kita amalkan Pancasila, mari kita wujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat dan bermartabat,” tandas Presiden.

Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat persatuan, gotong royong, dan nasionalisme dalam membangun Indonesia yang maju, mandiri, serta memiliki daya saing global. Dengan menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama pembangunan, pemerintah berharap cita-cita mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat dapat tercapai. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Kuota BBM Subsidi Aceh 2026 Naik, Dinas ESDM Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU

0
Kepala Bidang Minyak dan Gas Dinas ESDM Aceh, Dian Budi Dharma. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh memastikan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar dan pertalite pada tahun 2026 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Namun, di tengah bertambahnya kuota tersebut, antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU masih terus terjadi dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Minyak dan Gas Dinas ESDM Aceh, Dian Budi Dharma, mengatakan kuota biosolar untuk Aceh pada tahun 2026 mencapai 430.078 kiloliter, meningkat dari tahun 2025 yang berada di angka 410.544 kiloliter. Sementara itu, kuota pertalite juga mengalami kenaikan dari 576.147 kiloliter pada tahun 2025 menjadi 588.680 kiloliter pada tahun ini.

Menurut Dian, peningkatan kuota tersebut dilakukan pemerintah guna mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM bersubsidi.

“Kuota kita setiap tahun terus meningkat. Tahun ini biosolar sekitar 430,78 juta liter dan itu bertambah dibanding tahun lalu. Begitu juga pertalite yang terus ditambah sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Dian menjelaskan kondisi pasokan BBM subsidi di Aceh.

Meski kuota terus bertambah, antrean panjang di sejumlah SPBU masih menjadi persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat, terutama di wilayah Banda Aceh, Aceh Barat, hingga Nagan Raya.

Pemerintah menduga salah satu penyebab utama kondisi tersebut adalah meningkatnya jumlah pengguna biosolar subsidi. Hal itu dipicu oleh tingginya selisih harga antara solar subsidi dan BBM nonsubsidi yang dijual di SPBU Pertamina.

Saat ini, harga solar nonsubsidi jenis Dexlite di Aceh berada di kisaran Rp23.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex mencapai Rp25.350 per liter. Perbedaan harga yang cukup signifikan tersebut dinilai mendorong banyak masyarakat maupun pelaku usaha beralih menggunakan biosolar subsidi karena lebih ekonomis.

Kondisi tersebut juga diduga memicu fenomena panic buying yang berdampak pada meningkatnya kepadatan antrean kendaraan di berbagai SPBU.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Aceh bersama Area Manager Aceh PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di lapangan. Selain itu, Pemerintah Aceh juga berencana menyurati BPH Migas guna mengantisipasi agar pasokan BBM subsidi tetap terpenuhi hingga akhir tahun.

Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai peruntukannya sehingga subsidi yang diberikan negara dapat tepat sasaran dan antrean panjang di SPBU tidak terus membebani aktivitas warga, terutama setelah momentum Idul Adha.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Siswa SMAN 9 Takengon Wakili Aceh Tengah ke Tingkat Provinsi pada O2SN 2026

0
Siswa SMAN 9 Takengon Wakili Aceh Tengah ke Tingkat Provinsi pada O2SN 2026. (Foto: mediacivitas.lkppl.org)

NUKILAN.ID | TAKENGON – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Negeri 9 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Sukri berhasil lolos ke tingkat Provinsi Aceh pada cabang olahraga atletik dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) jenjang SMA dan SMK tingkat Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2026.

Kegiatan O2SN tersebut diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA dan SMK Kabupaten Aceh Tengah beberapa hari lalu di Takengon. Pada ajang tersebut, Sukri sukses meraih medali emas dan berhak mewakili Kabupaten Aceh Tengah di tingkat Provinsi Aceh.

Kepala SMA Negeri 9 Takengon, M. Yusup, S.Pd, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah yang berada di Kecamatan Ketol, salah satu wilayah pedalaman Kabupaten Aceh Tengah.

“Walau pun sekolah ini berada jauh di pedalaman Kabupaten Aceh Tengah, yakni Kecamatan Ketol, tapi siswanya berhasil meraih medali emas sekaligus mewakili daerah Dataran Tinggi Tanoh Gayo ke tingkat Privinsi Aceh,” ujar Yusup, Minggu (31/5/2026).

Selain Sukri yang meraih medali emas pada cabang atletik, dua siswi SMA Negeri 9 Takengon juga berhasil mengukir prestasi. My Vira Okta Liana meraih juara tiga pada cabang atletik, sementara Nesila Defika memperoleh juara tiga pada cabang bulu tangkis.

Menurut Yusup, keberhasilan Sukri melaju ke tingkat provinsi tidak terlepas dari ketekunan dalam berlatih serta peran guru olahraga dan guru pembimbing yang terus memberikan pendampingan. Ia menilai dedikasi para pelatih telah mampu melahirkan siswa berprestasi, khususnya di bidang nonakademik.

Keberhasilan Sukri mewakili Kabupaten Aceh Tengah di tingkat provinsi, lanjutnya, menjadi kebahagiaan bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 9 Takengon. Ia berharap Sukri dapat memanfaatkan waktu yang tersisa untuk terus meningkatkan kemampuan sebelum berlaga di tingkat yang lebih tinggi.

“Ia berpesan, sisa waktu sebelum berlomba ke tingkat provinsi, Sukri harus rajin berlatih dan kepada guru pelatihnya lebih serius lagi dalam melatih anak kita ini.”

Lebih lanjut, Yusup menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet yang telah berjuang mengharumkan nama sekolah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pelatih dan guru pembimbing yang telah bekerja keras tanpa pamrih dalam membina para siswa hingga mampu meraih prestasi.

Diharapkannya, Sukri mampu tampil maksimal di tingkat provinsi dan meraih hasil terbaik sehingga dapat melangkah ke tingkat nasional mewakili Aceh.

“Diharapkannya, semoga Sukri bisa keluar sebagai juara di tingkat provinsi, bahkan meraih juara satu dan bisa mewakil Aceh ke tingkat nasional yang tentunya bukan saja membuat sekilah bangga tapi Kabupaten Aceh Tengah merasa haru.”

Kepada dua siswi peraih juara tiga, Yusup juga memberikan motivasi agar tidak berkecil hati dan terus mengembangkan kemampuan di berbagai kompetisi mendatang.

“Kepada anak kami My Vira Okta Liana dan Nesila Defika, kalaian berdua sudah berjuang dan menampilkan yang terbaik, jangan bersedih dan berkecil hati, karena memperoleh juara tiga sesuatu yang luar biasa dan teruslah berjuang di turnamen-turnamen lainnya,” tandas Yusup.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Wali Nanggroe Terima Audiensi Wamenko Kumham Imipas, Bahas Potensi dan Masa Depan Aceh

0
Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, melakukan audiensi dengan Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, di Pendopo Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (31/5/2026). (Foto: Humas Kemenko Kumhamimipas)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, menerima audiensi Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, di Pendopo Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (31/5/2026).

Pertemuan tersebut merupakan agenda pembuka dalam rangkaian kunjungan kerja hari kedua Otto Hasibuan di Provinsi Aceh. Audiensi dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan Aceh sekaligus membahas berbagai isu strategis, mulai dari sejarah, pembangunan daerah, hingga penguatan hukum.

Dalam pertemuan itu, Wali Nanggroe menyampaikan apresiasi atas kunjungan Otto Hasibuan beserta rombongan. Ia juga memaparkan sejarah panjang Aceh, asal-usul lembaga Wali Nanggroe, serta peran penting Aceh dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Selain mengulas sejarah, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar turut menekankan besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Aceh. Menurutnya, kekayaan alam tersebut perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyambut baik kunjungan Bapak Wamenko Kumham Imipas ke Aceh. Pertemuan seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat dengan Aceh dalam mendorong pembangunan, menjaga komunikasi, serta mengoptimalkan potensi daerah yang kami miliki,” ujar Teungku Malik Mahmud Al-Haythar.

Menanggapi hal tersebut, Otto Hasibuan menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Wali Nanggroe serta kesempatan berdialog langsung mengenai sejarah dan perkembangan Aceh.

“Saya sangat senang dapat berkunjung ke Aceh dan mendengar langsung berbagai cerita sejarah dari pelaku sejarah Aceh. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk memahami perjalanan daerah yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa Indonesia,” ujar Otto.

Dalam dialog yang berlangsung hangat itu, Otto juga menyinggung sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi Aceh, termasuk persoalan banjir di sejumlah wilayah. Ia menilai diperlukan langkah mitigasi, evaluasi, dan koordinasi yang berkesinambungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.

Otto juga menilai Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan berpeluang menjadi salah satu motor penggerak pembangunan nasional apabila dikelola secara baik.

“Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, termasuk yang dimiliki Aceh. Karena itu, diperlukan penguatan tata kelola dan aspek hukum agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Audiensi tersebut juga membahas berbagai isu strategis lainnya, meliputi pembangunan daerah, penguatan hukum dan hak asasi manusia, optimalisasi potensi sumber daya alam, hingga upaya menjaga keberlanjutan pembangunan di Aceh. Pertemuan itu diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Aceh dalam mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Audiensi dengan Wali Nanggroe Aceh, Wamenko Otto Soroti Potensi dan Masa Depan Aceh

0
Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, melakukan audiensi dengan Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, di Pendopo Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (31/5/2026). (Foto: Humas Kemenko Kumhamimipas)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Wamenko Kumham Imipas), Otto Hasibuan, melakukan audiensi dengan Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, di Pendopo Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (31/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi agenda pembuka dalam rangkaian kunjungan kerja hari kedua Otto Hasibuan di Provinsi Aceh. Selain mempererat hubungan silaturahmi, audiensi itu juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan sejarah, pembangunan daerah, hingga penguatan hukum di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Nanggroe Aceh menyampaikan apresiasinya atas kunjungan yang dilakukan Wamenko Kumham Imipas beserta rombongan. Ia turut memaparkan sejarah panjang Aceh, asal-usul lembaga Wali Nanggroe, serta peran penting Aceh dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Selain aspek sejarah, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar juga menyoroti potensi sumber daya alam yang dimiliki Aceh. Menurutnya, kekayaan alam tersebut perlu dikelola secara optimal dan berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyambut baik kunjungan Bapak Wamenko Kumham Imipas ke Aceh. Pertemuan seperti ini penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat dengan Aceh dalam mendorong pembangunan, menjaga komunikasi, serta mengoptimalkan potensi daerah yang kami miliki,” ujar Teungku Malik Mahmud Al-Haythar.

Sementara itu, Otto Hasibuan menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan serta kesempatan untuk berdialog langsung dengan salah satu tokoh penting dalam sejarah Aceh.

“Saya sangat senang dapat berkunjung ke Aceh dan mendengar langsung berbagai cerita sejarah dari pelaku sejarah Aceh. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk memahami perjalanan daerah yang memiliki kontribusi besar bagi bangsa Indonesia,” ujar Otto.

Dalam dialog yang berlangsung hangat tersebut, Otto juga menyinggung sejumlah tantangan pembangunan yang masih dihadapi Aceh, termasuk persoalan banjir yang terjadi di beberapa wilayah. Ia menilai diperlukan langkah mitigasi, evaluasi, dan koordinasi yang berkesinambungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.

Lebih lanjut, Otto menegaskan bahwa Aceh memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dan berpeluang menjadi salah satu motor penggerak pembangunan nasional apabila dikelola dengan baik.

“Indonesia memiliki kekayaan yang luar biasa, termasuk yang dimiliki Aceh. Karena itu, diperlukan penguatan tata kelola dan aspek hukum agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” katanya.

Audiensi tersebut turut membahas berbagai isu strategis lainnya, mulai dari pembangunan daerah, penguatan hukum dan hak asasi manusia, optimalisasi potensi sumber daya alam, hingga upaya menjaga keberlanjutan pembangunan di Aceh. Pertemuan itu diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Aceh dalam mendorong kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Ekspor ke Arab Saudi Picu Bertambahnya Tambak Udang Baru di Aceh Barat

0
TAMBAK UDANG
Foto udara proses pembuatan tambak udang baru di Desa Gampong Teugoh, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Minggu (31/5/2026). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

NUKILAN.ID | MEULABOH — Pembukaan lahan tambak udang baru di Desa Gampong Teugoh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, terus menunjukkan peningkatan. Kondisi ini terjadi seiring terbukanya peluang ekspor udang tangkap ke Arab Saudi yang mendorong optimisme para pelaku usaha perikanan di daerah tersebut.

Mengutip bisnis.com, meningkatnya aktivitas investasi pada sektor budidaya udang menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri perikanan Aceh Barat. Peluang pasar ekspor yang semakin luas, terutama untuk komoditas udang vaname, membuat para pembudidaya melihat prospek usaha yang menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan.

Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat menunjukkan bahwa luas kawasan perikanan tambak di wilayah tersebut mencapai 135,88 hektar. Sebagian besar lahan itu dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya pembesaran udang vaname yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Johan Pahlawan, Samatiga, dan Arongan Lambalek.

Keberadaan tambak-tambak baru diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi perikanan budidaya di Aceh Barat. Selain memperkuat kinerja ekspor daerah, pengembangan sektor ini juga berpotensi menciptakan lebih banyak peluang usaha serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

Meningkatnya permintaan pasar internasional, khususnya dari Arab Saudi, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong ekspansi usaha tambak udang di Aceh Barat. Dengan dukungan potensi lahan yang tersedia, sektor budidaya udang diperkirakan akan terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News