Beranda blog Halaman 65

Diplomasi Sahur di Pendopo: Illiza Jamu Mendagri Tito Karnavian dengan Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap

0
Walikota Illiza Jamu Mendagri Tito Karnavian dengan Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sekitar satu jam menjelang imsak pada Minggu, 22 Februari 2026 atau bertepatan dengan 4 Ramadan 1447 Hijriah, Pendopo Wali Kota di Banda Aceh menerima kunjungan tamu penting. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, menghadiri undangan sahur bersama yang digelar Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal.

Kehadiran mendagri tidak sendiri. Ia turut didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Aceh, Staf Khusus Irjen Pol Wahyu, Korspri Andi Ony, serta sejumlah petugas pendamping lainnya.

Amatan Nukilan.id, suasana pendopo tampak ramai dengan hadirnya Wakil Gubernur Aceh Fadhullah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), serta sejumlah anggota DPR Aceh. Tampak pula Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur forkopimda kota, dan para ulama.

Dalam suasana sahur yang hangat, Illiza didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan kondisi terkini ibu kota provinsi kepada mendagri. Beragam hidangan khas Aceh disajikan sebagai bentuk jamuan sekaligus pendekatan kultural.

Melalui sajian Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap, Illiza membangun komunikasi informal guna menggalang keberlanjutan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bagi pembangunan kota serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Illiza juga menyerahkan cinderamata berupa paket produk UMKM unggulan Banda Aceh kepada Tito Karnavian dan rombongan. Salah satu produk yang diberikan adalah parfum berbahan dasar nilam khas Aceh.

“Ini parfum aroma khas Aceh. Kalau Pak Menteri sudah pakai ini, bakal lebih cepat ‘booming’ produk lokal kita,” ujar Illiza kepada mantan Kapolri tersebut.

Usai santap sahur, rombongan bergerak menuju Masjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah.

Dalam kunjungan tersebut, Tito Karnavian yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, menutup rangkaian lawatannya di Aceh dengan menyalurkan bantuan 500 paket Al-Qur’an beserta perlengkapan ibadah kepada masyarakat Banda Aceh. (XRQ)

Gajah Betina Ditemukan Mati di Aceh Tengah, Diduga Tersengat Kawat Listrik di Kebun Warga

0
Gajah ditemukan mati diduga akibat kawat listrik (Foto: dok. BKSDA Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Seekor gajah sumatra betina (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di kawasan Gampong Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Temuan tersebut dilaporkan warga kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh pada 21 Februari 2026.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim gabungan bersama kepolisian dan instansi terkait setelah menerima laporan tersebut.

“Tim BKSDA Aceh menerima laporan dari warga pada tanggal 21 Februari 2026,” kata Ujang Wisnu Barata, Sabtu (21/2/2026).

Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan bahwa satwa liar yang ditemukan dalam kondisi mati tersebut berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia sekitar 20 tahun. Saat ditemukan, tubuh gajah sudah dalam keadaan kaku dan diduga telah mati pada malam hari, 20 Februari 2026.

“Di lokasi kejadian ditemukan satu ekor gajah betina dengan perkiraan umur berkisar 20 tahun dalam kondisi sudah kaku, yang diperkirakan gajah mati di malam hari pada tanggal 20 Februari 2026,” ujar Ujang.

BKSDA Aceh menduga kematian gajah terjadi akibat sengatan kawat listrik yang dipasang di kebun milik warga. Dugaan ini diperkuat oleh kondisi belalai gajah yang masih terlilit kawat saat ditemukan di lokasi kejadian.

“Pada saat ditemukan belalai gajah masih terlilit kawat listrik,” kata Ujang.

Aparat penegak hukum kemudian memasang garis polisi di area tersebut untuk mengamankan lokasi sambil menunggu tim medis melakukan proses nekropsi. Setelah pemeriksaan selesai, bangkai gajah rencananya akan dikuburkan.

Terkait kejadian ini, BKSDA Aceh kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memasang kawat berarus listrik bertegangan tinggi karena berisiko besar, baik bagi satwa liar maupun manusia.

“Tetapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar,” ujar Ujang.

Mengapa Sensus Ekonomi 2026 Penting bagi Perekonomian Aceh?

0
Ilustrasi perekonomian Aceh 2026. (Foto: AI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pagi belum sepenuhnya ramai di kawasan Lampeuneurut, Aceh Besar, ketika Amal mulai menata galon-galon di depan depot air minum isi ulang miliknya. Satu per satu pelanggan datang membawa galon kosong, menukar kebutuhan harian yang sederhana namun tak pernah sepi permintaan.

Usaha kecil itu mungkin tampak biasa. Namun di balik aktivitas rutin tersebut tersimpan satu pertanyaan besar: apakah usaha seperti milik Amal benar-benar terlihat dalam peta ekonomi negara?

“Kalau soal pendataan, kami kurang tahu juga. Yang penting usaha jalan,” kata Amal saat diwawancarai Nukilan.id, pada Sabtu (21/2/2026).

Padahal, usaha-usaha kecil seperti miliknya justru menjadi fondasi utama perekonomian Aceh. Seperti Amal, misalnya, yang mampu mempekerjakan dua orang karyawan dalam usahanya. Tanpa pendataan yang akurat, denyut ekonomi masyarakat berisiko tidak terbaca secara utuh oleh para pembuat kebijakan.

Inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebuah pendataan ekonomi nasional yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.

Potret Ekonomi Aceh Masih Ditopang UMKM

Hasil Sensus Ekonomi 2016 menunjukkan struktur ekonomi Aceh sangat bergantung pada usaha mikro dan kecil. Tercatat sebanyak 422.469 usaha masuk kategori Usaha Mikro Kecil (UMK), sementara Usaha Menengah Besar (UMB) hanya berjumlah 4.412 usaha.

Dominasi tersebut semakin terlihat dari sisi penyerapan tenaga kerja. UMK menyerap sekitar 1.061.217 tenaga kerja, jauh melampaui UMB yang mempekerjakan 110.838 tenaga kerja.

Data ini menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Aceh. Namun dalam satu dekade terakhir, pola usaha berubah cepat seiring perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumsi, serta munculnya model bisnis baru yang belum sepenuhnya tergambar dalam data lama.

Wajah Baru UMKM Aceh

Perubahan lanskap usaha terlihat jelas di Banda Aceh. Zakir, pelaku usaha coffeeshop di kawasan Simpang Mesra, menyaksikan langsung pertumbuhan bisnis kopi yang semakin pesat.

Saat diwawancarai Nukilan.id pada Sabtu (21/2/2026) malam, Zakir menilai menjamurnya coffeeshop di hampir setiap kawasan menjadi tanda semakin banyak anak muda yang berani membuka usaha sendiri. Menurutnya, pendataan yang lengkap akan membantu pemerintah melihat perkembangan ekonomi masyarakat secara lebih nyata.

“Sekarang coffeeshop hampir di setiap kawasan. Banyak anak muda membuka usaha sendiri. Kalau datanya lengkap, pemerintah bisa melihat perkembangan ekonomi sebenarnya,” kata Zakir.

Dalam menjalankan usaha kedai kopi miliknya, Zakir juga menyediakan layanan pembayaran nontunai karena mayoritas pelanggannya berasal dari kalangan mahasiswa. Usaha tersebut turut membuka lapangan kerja dengan menyerap lima tenaga kerja muda.

Transformasi ekonomi juga terlihat melalui munculnya bisnis berbasis digital. Salah satunya dijalankan oleh Wanbalqis, pedagang lasagna khas Italia di Banda Aceh, yang mengelola usahanya tanpa toko fisik. Kepada Nukilan.id, ia mengaku bersama dua rekannya memasarkan produk tersebut hanya melalui media sosial dengan sistem pre-order (PO).

“Pesanan datang lewat Instagram dan WhatsApp. Jadi produksi sesuai order, tidak perlu stok banyak,” ujarnya.

Model usaha seperti ini semakin umum di kalangan pelaku UMKM muda. Namun usaha berbasis digital kerap sulit terpetakan jika pendataan ekonomi tidak diperbarui secara menyeluruh.

Pendataan Ekonomi Terbesar di Indonesia

Sensus Ekonomi merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia yang telah dilaksanakan sejak 1986 oleh BPS setiap sepuluh tahun sekali. SE2026 bertujuan menyediakan data dasar yang terpercaya bagi seluruh kegiatan ekonomi nonpertanian sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.

Pendataan mencakup berbagai entitas, mulai dari perusahaan seperti restoran, hotel, bank, dan jasa konstruksi; lembaga pemerintah seperti sekolah dan rumah sakit; usaha rumah tangga termasuk bisnis online dan sektor informal; hingga lembaga non-profit seperti organisasi sosial dan tempat ibadah.

Seluruh pelaku usaha di Indonesia akan menjadi responden dalam sensus ini.

Pelaksanaan SE2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026, diawali pengisian kuesioner online secara mandiri pada 1–31 Mei 2026. Selanjutnya, petugas BPS akan melakukan pendataan lapangan secara door-to-door pada 1 Juni hingga 31 Juli 2026 bagi usaha yang belum mengisi secara daring.

Menjawab Tantangan Ekonomi Modern

Melalui SE2026, pemerintah berupaya menjawab berbagai isu strategis ekonomi, seperti daya saing usaha antarwilayah, pemetaan struktur ekonomi daerah, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.

Pendataan ini juga akan mengidentifikasi persoalan dunia usaha serta kebutuhan dukungan yang diperlukan pelaku usaha dalam merencanakan ekspansi dan mencari peluang pasar baru.

Bagi pemerintah, data sensus menjadi dasar kebijakan yang akurat agar pembangunan ekonomi tidak lagi bertumpu pada asumsi. Sementara bagi pelaku usaha, hasil sensus dapat menjadi referensi untuk memahami tren pasar, persaingan usaha, serta potensi pengembangan bisnis.

Data sebagai Fondasi Masa Depan Ekonomi

Bagi sebagian orang, pendataan mungkin tampak sebagai hal sederhana. Namun bagi Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat, data ekonomi menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan jangka panjang.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, setiap aktivitas usaha diharapkan dapat tergambar secara utuh dalam peta ekonomi Indonesia.

Dengan data yang lebih mutakhir dan komprehensif, kebijakan ekonomi ke depan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, inklusif, dan benar-benar mencerminkan denyut usaha masyarakat Aceh yang terus berkembang. (xrq)

Kakao Aceh Mendunia, PT Kudeungoe Sugata Sabet Gold Award CoEx 2025 di Amsterdam

0
PT Kudeungoe Sugata Sabet Gold Award CoEx 2025 di Amsterdam. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | Amsterdam — Perusahaan kakao asal Aceh, PT Kudeungoe Sugata, berhasil meraih penghargaan tertinggi Gold Award dalam ajang internasional Cacao of Excellence (CoEx) 2025 yang diumumkan pada 20 Februari 2026 di Amsterdam, Belanda. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Amsterdam Cocoa Week dan Chocoa Trade Fair, forum industri kakao dan cokelat premium tingkat dunia.

Direktur PT Kudeungoe Sugata, Mirza Ali Murtala kepada Nukilan.id, menyebut penghargaan ini sebagai pengakuan global terhadap kualitas biji kakao fermentasi yang diproduksi bersama para petani binaan di Aceh.

“Cacao of Excellence adalah ajang bergengsi yang menilai kakao terbaik dunia berdasarkan kualitas rasa dan karakter aromanya. Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi platform untuk menghubungkan petani dengan industri cokelat premium internasional,” kata Mirza dalam keterangan, Sabtu (21/02/2026).

Program Cacao of Excellence merupakan inisiatif internasional yang dikelola oleh Alliance of Bioversity International and CIAT. Program ini bertujuan mengidentifikasi sekaligus mempromosikan biji kakao unggulan dari berbagai negara produsen, serta mendorong praktik budidaya kakao yang berkelanjutan.

Pada proses seleksi CoEx 2025, sebanyak 191 sampel kakao dari 45 negara dinilai secara blind test oleh panel ahli internasional. Dari seluruh peserta, hanya 50 sampel terbaik yang masuk kategori Best 50. Sampel tersebut kemudian diolah menjadi cokelat standar sebelum kembali dinilai untuk menentukan peraih medali Gold, Silver, dan Bronze.

Mirza menjelaskan, capaian Gold Award tidak terlepas dari pendampingan intensif terhadap petani kakao di wilayah Aceh Tenggara dan Gayo Lues. Perusahaan berfokus pada produksi biji kakao fermentasi berkualitas tinggi yang menyasar pasar bean-to-bar di Indonesia.

“Kami melakukan pendampingan teknis mulai dari budidaya hingga fermentasi. Kakao Aceh sebenarnya memiliki potensi rasa yang sangat baik jika diproses dengan benar. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kualitas itu diakui dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi produksi kakao Aceh diperkirakan mencapai 35 ribu hingga 40 ribu ton per tahun. Namun, pengembangan sektor tersebut dinilai membutuhkan strategi yang lebih terarah, terutama dalam penentuan wilayah budidaya yang sesuai secara agroklimat.

“Jangan sampai daerah yang cocok untuk kakao justru dialihkan ke komoditas lain. Kakao berkualitas itu jumlahnya sedikit, tetapi peminatnya sangat banyak, terutama di Eropa,” kata dia.

Menurut Mirza, identifikasi wilayah unggulan serta pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar kakao Aceh mampu bersaing di pasar global sebagai produk premium Indonesia.

“Ada beberapa tantangan teknis, tetapi itu bisa diatasi dengan pelatihan dan konsistensi. Kalau dikelola serius, kakao Aceh bisa menjadi kebanggaan nasional,” ujarnya.

Penghargaan ini sekaligus menempatkan PT Kudeungoe Sugata sebagai salah satu produsen kakao fermentasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional serta memperkuat posisi Aceh sebagai daerah penghasil kakao berkualitas dunia. (XRQ)

Aliansi Mahasiswa se-Aceh Kecam Dugaan Brutalitas Aparat di Maluku yang Tewaskan Pelajar

0
Koordinator Aliansi Mahasiswa se-Aceh, Rivaldi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Aliansi Mahasiswa se-Aceh menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan brutal yang dilakukan oknum anggota Brigade Mobil di Maluku yang menyebabkan seorang siswa MTsN berinisial AT (14) meninggal dunia. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tragedi kemanusiaan sekaligus pukulan serius bagi wajah penegakan hukum di Indonesia.

Dalam pernyataan resminya kepada Nukilan.id, Koordinator Aliansi Mahasiswa se-Aceh, Rivaldi, menegaskan bahwa kematian seorang pelajar tidak dapat dipandang sebagai peristiwa biasa.

“Kematian seorang pelajar bukan sekadar ‘insiden’. Ini adalah alarm keras bahwa ada persoalan serius dalam tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia yang tak kunjung dibenahi,” demikian pernyataan mereka.

Aliansi Mahasiswa se-Aceh menilai, setiap kali masyarakat menjadi korban, respons yang muncul kerap terbatas pada klarifikasi normatif dan janji evaluasi, sementara praktik kekerasan dinilai terus berulang.

Menurut mereka, tindakan represif yang berujung pada hilangnya nyawa warga sipil merupakan bentuk kegagalan moral sekaligus institusional. Aparat yang seharusnya menjalankan fungsi perlindungan justru diduga bertindak melampaui batas kemanusiaan.

“Aparat yang diberi mandat untuk melindungi justru diduga bertindak di luar batas kemanusiaan. Tidak boleh ada pembenaran dalam bentuk apa pun terhadap hilangnya satu nyawa pelajar,” kata Rivaldi.

Melalui pernyataan sikapnya, Aliansi Mahasiswa se-Aceh menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni:

  1. Mengecam sekeras-kerasnya segala bentuk tindakan brutal aparat terhadap warga sipil, terutama terhadap pelajar.

  2. Mendesak agar pelaku diproses hukum secara tegas, terbuka, dan tanpa perlindungan dari pihak mana pun.

  3. Mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pola pendekatan represif yang dinilai kerap berujung pada jatuhnya korban.

Aliansi tersebut juga menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh praktik kekerasan aparat. Mereka menilai keadilan tidak cukup diwujudkan melalui pernyataan belasungkawa, tetapi harus hadir melalui proses hukum yang nyata, adil, dan transparan.

“Keadilan tidak boleh berhenti pada pernyataan belasungkawa. Keadilan harus diwujudkan dalam proses hukum yang nyata, adil, dan terbuka,” pungkasnya.

Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka juga memperingatkan bahwa gelombang solidaritas akan semakin meluas apabila aspirasi mahasiswa tidak mendapat perhatian serius dari pihak berwenang, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia. (XRQ)

Pemulihan Bencana Belum Tuntas, Hutan Lindung di Permata Bener Meriah Kembali Dirambah

0
Kawasan hutan lindung kembali di rambah (Foto: dok ist)

NUKILAN.ID | REDELONG – Upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Bener Meriah masih berlangsung. Namun di tengah proses tersebut, tim patroli kehutanan kembali menemukan aktivitas perambahan di kawasan hutan lindung Kampung Kepies, Kecamatan Permata.

Kawasan yang berfungsi sebagai penyangga alami untuk mencegah longsor dan banjir bandang itu dilaporkan mengalami penebangan ilegal. Temuan ini diperoleh Tim Patroli Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Bener Meriah saat melakukan patroli rutin di area hutan lindung.

Kepala Unit KPHP Wilayah VI Bener Meriah, Ismahadi, membenarkan bahwa lokasi yang ditebang termasuk dalam kawasan hutan lindung sekaligus wilayah resapan air yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

“Iya, yang ditebang masuk kawasan hutan lindung. Ini harus segera ditindaklanjuti,” ujar Ismahadi, sebagaimana dikutip dari beritamerdeka.net, Sabtu (20/2/2026).

Ia menjelaskan, titik perambahan berada di dalam areal persetujuan pengelolaan Perhutanan Sosial yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Kepies.

Menurutnya, program Perhutanan Sosial memang memberikan ruang bagi masyarakat untuk memanfaatkan kawasan hutan secara produktif. Namun pemanfaatan tersebut tetap harus mengedepankan prinsip kelestarian lingkungan.

“Boleh menanam tanaman yang memiliki nilai ekonomi, tetapi pohon yang sudah ada tidak boleh ditebang,” tegasnya.

Ismahadi menambahkan, penggunaan kawasan hutan yang tidak sesuai dengan izin merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Selain memperoleh hak pengelolaan, pemegang izin Perhutanan Sosial juga memiliki tanggung jawab melakukan pengawasan serta mencegah praktik perambahan liar. Kelalaian dalam menjaga kawasan bahkan berpotensi dikenakan sanksi pidana kehutanan.

“LPHD setempat harus ikut berperan aktif melakukan pencegahan maupun edukasi kepada masyarakat sebagai langkah menjaga hutan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, temuan aktivitas perusakan hutan tersebut telah dilaporkan kepada pimpinan UPTD KPH Wilayah VI Aceh untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Diketahui, Kecamatan Permata menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak bencana paling berat di Kabupaten Bener Meriah beberapa waktu lalu. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan parah, sementara sejumlah jalan dan jembatan terputus akibat longsor dan banjir bandang.

Putusnya akses transportasi bahkan sempat membuat jalur penghubung Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terisolasi.

Berkurangnya tutupan hutan di wilayah hulu diyakini turut meningkatkan risiko bencana. Alih fungsi lahan secara masif menyebabkan kemampuan tanah menyerap air menurun, sehingga memicu longsor dan banjir bandang.

Di tengah upaya masyarakat bangkit dari dampak bencana, kembali terjadinya perambahan hutan menjadi peringatan serius bahwa ancaman bencana serupa dapat kembali terjadi apabila kawasan lindung terus mengalami kerusakan.

Petani di Bener Meriah Meninggal Dunia Usai Diserang Tiga Gajah Liar di Kebun

0
Ilustrasi. (Foto: Pixel)

NUKILAN.ID | REDELONG — Konflik antara manusia dan gajah liar kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Seorang petani bernama Musbahar (53), warga Kampung Pantang, Kecamatan Pintu Rime Gayo, meninggal dunia setelah diserang kawanan gajah liar saat berada di kebun miliknya, Sabtu (21/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Genengan, Dusun Ayu Ara, sekitar pukul 06.30 WIB.

Kapolres Bener Meriah, Aris Cai Dwi Susanto, melalui Kapolsek Pintu Rime Gayo AKP Suci, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan, korban awalnya datang ke kebun pada pagi hari dan melihat seekor gajah liar berada di area perkebunan.

“Korban mengira hanya satu ekor gajah yang masuk ke kebunnya sehingga korban mencoba mengusir sendiri. Namun, ternyata gajah yang berada di lokasi lebih dari satu ekor dan langsung mengejar korban,” kata Suci.

Saat berusaha menyelamatkan diri, korban terjatuh dan kemudian diserang oleh kawanan gajah. Korban mengalami injakan pada bagian perut akibat serangan tersebut. Berdasarkan laporan, jumlah gajah liar yang berada di lokasi diperkirakan mencapai tiga ekor.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit BMC Kabupaten Bireuen untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Korban sempat dibawa warga ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Namun, nyawanya tidak tertolong, ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.00 WIB,” tuturnya.

Pihak keluarga berencana memulangkan jenazah Musbahar ke kampung halamannya di Kutacane untuk dimakamkan.

Polisi turut mengimbau masyarakat agar tidak mencoba mengusir gajah liar secara mandiri apabila hewan tersebut memasuki area kebun maupun permukiman karena berisiko membahayakan keselamatan.

“Saat ini, kawanan gajah liar tersebut dilaporkan masih berada di kawasan perkebunan warga di wilayah Genengan, Dusun Ayu Ara, Kampung Pantanlah. Kami berharap masyarakat sekitar selalu waspada akan potensi serangan hewan bertubuh besar tersebut,” ucap Suci.

Lord Adi Masak Bersama Ratusan Warga Terdampak Banjir dalam Program Gembira di Aceh Tamiang

0
Program Gerakan Masak dan Buka Puasa Bersama Warga (Gembira) yang mempertemukan Lord Adi, warga, relawan, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah di Aceh Tamiang. (Foto: Dok. Human Initiative)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG — Lembaga kemanusiaan Human Initiative menggelar program Gerakan Masak dan Buka Puasa Bersama Warga (Gembira) yang menghadirkan kebersamaan antara warga, relawan, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemerintah daerah di Kabupaten Aceh Tamiang.

Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, dan menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan bagi masyarakat yang terdampak banjir menjelang waktu berbuka puasa.

Sejak siang hari, warga bersama relawan bergotong royong menyiapkan berbagai hidangan berbuka. Di waktu yang sama, anak-anak mengikuti kegiatan belajar dan bermain yang disiapkan panitia. Menjelang sore, rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiyah serta doa bersama hingga waktu berbuka tiba.

Dalam kegiatan tersebut, Lord Adi, yang dikenal sebagai Juara 3 MasterChef Indonesia Season 8, turut memasak bersama warga dan relawan. Ia juga berbagi pengalaman secara sederhana, menciptakan suasana hangat yang memberi semangat bagi masyarakat yang masih berupaya bangkit setelah bencana banjir.

Kebersamaan ini menjadi ruang saling menguatkan, sekaligus kesempatan bagi warga untuk berbagi cerita dan perlahan menata kembali kehidupan mereka.

Kepala Desa Tanjung Mancang, Tengku Syaiful Bahri, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan sejak masa pascabanjir.

“Saya mengucapkan jutaan ribu terima kasih kepada teman-teman dari Human Initiative yang membersamai kami sejak pascabanjir hingga hari ini melalui kegiatan buka bersama,” ungkap Syaiful.

“Harapan kami, teman-teman Human Initiative terus bisa bersama kami di bulan Ramadhan, di antaranya melalui paket Ramadhan serta pemberian paket Ramadhan kepada anak-anak yatim dan piatu di Tanjung Mancang,” lanjutnya.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, Muslizar, yang menilai kegiatan tersebut mampu menghadirkan hiburan sekaligus dukungan moral bagi warga terdampak banjir.

“Masyarakat terdampak banjir bisa sedikit terhibur melalui upaya-upaya untuk meringankan beban saat bencana. Terima kasih kepada tim Human Initiative,” tutur Muslizar.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh Tamiang, Syahrizal Darwis, turut memberikan pesan penguatan agar semangat berbagi terus dijaga melalui doa dan tindakan nyata.

“Sekecil apa pun kebaikan memiliki derajat yang tinggi di sisi Allah. Kami mendoakan agar Human Initiative terus mampu menjalankan program kebaikan di Aceh Tamiang,” ujar Syahrizal.

Sekitar 550 warga mengikuti kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan, dengan harapan kebahagiaan yang tercipta dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus bangkit dan melanjutkan kehidupan pascabencana.

Kemenag Aceh Hadirkan Kurikulum Ramadan 1447 H untuk Perkuat Karakter Siswa Madrasah

0
Kemenag Aceh Hadirkan Kurikulum Ramadan 1447 H untuk Perkuat Karakter Siswa Madrasah. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh meluncurkan program Kurikulum Ramadan (KURMA) yang akan diterapkan di seluruh madrasah di Aceh selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Program ini dirancang sebagai upaya menjadikan Ramadan tidak hanya sebagai waktu ibadah, tetapi juga momentum penguatan karakter, spiritualitas, dan kualitas pembelajaran akademik peserta didik.

Program KURMA menyasar seluruh jenjang pendidikan madrasah, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, mengatakan kurikulum ini dirancang agar proses belajar selama Ramadan berjalan lebih bermakna dan terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman.

“Melalui KURMA, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengejar target akademik, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat spiritualitas, dan menumbuhkan kepedulian sosial peserta didik,” ujar Khairul Azhar.

Pelaksanaan program dibedakan menjadi dua kategori, yakni madrasah yang terdampak dan tidak terdampak bencana hidrometeorologi. Pembagian ini dilakukan agar kegiatan dapat menyesuaikan kondisi wilayah masing-masing.

Pada madrasah yang terdampak bencana, kegiatan lebih difokuskan pada pemulihan spiritual dan psikososial. Program yang dijalankan meliputi pembelajaran adaptif, pesantren terapi rohani Ramadan, buka puasa bersama sederhana di ruang darurat, edukasi mitigasi bencana, serta layanan keagamaan terpadu.

Sementara itu, madrasah yang tidak terdampak bencana akan melaksanakan berbagai kegiatan penguatan spiritual dan akademik, seperti tadarus dan tafsir Al-Qur’an keliling, kultum estafet siswa, manajemen qalbu dan muhasabah, hingga kegiatan kreatif dan kompetisi.

Selain itu, KURMA juga mendorong penguatan digitalisasi madrasah melalui pengenalan coding dan kecerdasan artifisial (AI), serta kegiatan sosial bertajuk Ramadan Berbagi.

“Kami berharap KURMA menjadi ruang transformasi. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menghadirkan perubahan positif dalam diri siswa madrasah,” pungkasnya.

Kasatgas Tito Dorong Percepatan Relokasi dan Pembangunan Huntara untuk Korban Banjir Aceh Utara

0
Kasatgas Tito saat melakukan kunjungan kerja ke Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Jumat (20/2/2026). (Foto: Satgas PRR)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proses relokasi sekaligus pembangunan hunian layak bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat melakukan kunjungan kerja ke Dusun Kareung, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Jumat (20/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Tito menegaskan pemerintah tidak ingin warga terlalu lama bertahan di tenda darurat. Karena itu, pembangunan hunian sementara (huntara) diminta segera direalisasikan agar masyarakat dapat tinggal lebih nyaman sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap).

“Saya ingin agar secepat mungkin dibangunkan hunian sementara yang layak, jangan lagi [tinggal] di tenda karena di tenda itu enggak nyaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, warga yang selama ini tinggal di wilayah rawan banjir dan masuk kategori risiko tinggi akan direlokasi ke kawasan yang lebih aman. Kebijakan tersebut dinilai penting guna mencegah dampak berulang apabila bencana serupa kembali terjadi.

“Relokasi itu artinya [masyarakat yang sebelumnya berada di] ‘daerah merah’ karena itu dipindahkan semua. Kalau pindahkan semua ya semua harus mendapatkan hunian tetap,” tegasnya.

Skema Pembangunan Hunian Disiapkan

Tito memaparkan, pemerintah telah menyiapkan skema pembangunan rumah bagi warga pascarelokasi. Untuk masyarakat yang memilih membangun rumah di atas lahan milik pribadi, proses pembangunan akan dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara pembangunan hunian dalam bentuk kawasan terpadu akan melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Ia juga meminta pemerintah daerah segera menyerahkan data warga terdampak agar pembagian tugas antarinstansi dapat berjalan optimal.

Selain pembangunan tempat tinggal, pemerintah turut merencanakan penyediaan fasilitas pendukung di lokasi relokasi, seperti tempat ibadah, sekolah, serta infrastruktur dasar lainnya. Seluruh fasilitas tersebut dirancang terintegrasi dan berada di wilayah yang lebih aman dari ancaman banjir.

Dalam kunjungan tersebut, Tito juga menyerahkan bantuan kepada warga terdampak, antara lain perlengkapan ibadah berupa mukena, sajadah, sarung, dan Al-Qur’an yang merupakan amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan lain berupa ribuan pakaian serta perlengkapan untuk anak-anak dan orang dewasa juga turut disalurkan.

“Kami datang ke sini juga membawa sekadar oleh-oleh bantuan… yang mudah-mudahan bisa membantu Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu, adik-adik semua di sini ya,” katanya.