Beranda blog Halaman 64

Mau Tukar Uang Baru? Simak Jadwal dan Lokasi Kas Keliling BI Aceh

0
Mobil kas keliling. (Foto: Dok. BI Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) senilai Rp4 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447H. 

Penyediaan dana tersebut menjadi bagian dari program nasional Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang resmi diluncurkan di Halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia setempat pada Rabu (18/2/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyatakan pihaknya berkomitmen memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup bagi seluruh masyarakat Aceh selama momen Ramadan dan Lebaran tahun ini.

“Kami telah menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp4 triliun. Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dalam program SERAMBI setiap tahunnya,” ujar Agus dalam keterangaan tertulisnya yang diterima Nukilan. 

Program SERAMBI 2026 mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah” dan digelar bekerja sama dengan perbankan serta Asosiasi Perusahaan Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR). 

Tahun ini, layanan penukaran uang dioptimalkan melalui aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) yang dapat diakses masyarakat di laman https://pintar.bi.go.id sejak 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB.

Layanan penukaran uang dibuka mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026 melalui tiga skema. Pertama, Kas Keliling Ritel di lokasi strategis seperti masjid, pesantren, dan pasar yang berlangsung pada 23 Februari hingga 4 Maret 2026, pukul 09.00–12.00 WIB. 

Kemudian, Kas Keliling Terpadu hasil kerja sama BI dan perbankan yang hadir di Taman Seni dan Budaya Aceh pada 9–13 Maret 2026 di jam yang sama. Selanjutnya, layanan penukaran melalui loket bank umum di wilayah kerja BI Aceh dan BI Lhokseumawe yang dibuka mulai 26 Februari hingga 6 Maret 2026.

Seluruh layanan tersebut mengharuskan masyarakat melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR sesuai kuota, jadwal, dan lokasi yang tersedia.

Agus juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan transaksi digital seperti mobile banking, internet banking, dan QRIS sebagai alternatif transaksi yang mudah dan aman selama Ramadan dan Idulfitri.

“Sinergi yang kuat antara BI, perbankan, dan berbagai pihak terkait diharapkan memastikan distribusi uang berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat di Aceh,” tambahnya. 

Reporter: Rezi

Jadwal Imsak dan Subuh di Aceh, Senin 23 Februari 2026

0
Ilustrasi imsak. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa perlu memperhatikan jadwal imsak dan salat subuh sebagai pedoman waktu sahur sekaligus penanda masuknya waktu salat Subuh. Informasi ini penting agar pelaksanaan ibadah puasa dapat dilakukan tepat waktu sesuai ketentuan.

Berdasarkan jadwal imsakiyah resmi yang dirilis Kementerian Agama RI melalui detikhikmah, berikut Nukilan.id sajikan jadwal imsak dan subuh di sejumlah kabupaten/kota di Aceh untuk Senin, 23 Februari 2026.

Jadwal Imsak dan Subuh Aceh, Senin 23 Februari 2026

Kabupaten Aceh Barat
Imsak 05.23 WIB
Subuh 05.33 WIB

Kabupaten Aceh Barat Daya
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kabupaten Aceh Besar
Imsak 05.26 WIB
Subuh 05.36 WIB

Kabupaten Aceh Jaya
Imsak 05.26 WIB
Subuh 05.36 WIB

Kabupaten Aceh Selatan
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kabupaten Aceh Singkil
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Kabupaten Aceh Tamiang
Imsak 05.16 WIB
Subuh 05.26 WIB

Kabupaten Aceh Tengah
Imsak 05.21 WIB
Subuh 05.31 WIB

Kabupaten Aceh Tenggara
Imsak 05.16 WIB
Subuh 05.26 WIB

Kabupaten Aceh Timur
Imsak 05.17 WIB
Subuh 05.27 WIB

Kabupaten Aceh Utara
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kabupaten Bener Meriah
Imsak 05.21 WIB
Subuh 05.31 WIB

Kabupaten Bireuen
Imsak 05.22 WIB
Subuh 05.32 WIB

Kabupaten Gayo Lues
Imsak 05.18 WIB
Subuh 05.28 WIB

Kabupaten Nagan Raya
Imsak 05.23 WIB
Subuh 05.33 WIB

Kabupaten Pidie
Imsak 05.25 WIB
Subuh 05.35 WIB

Kabupaten Pidie Jaya
Imsak 05.24 WIB
Subuh 05.34 WIB

Kabupaten Simeulue
Imsak 05.21 WIB
Subuh 05.31 WIB

Kota Banda Aceh
Imsak 05.28 WIB
Subuh 05.38 WIB

Kota Langsa
Imsak 05.16 WIB
Subuh 05.26 WIB

Kota Lhokseumawe
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kota Sabang
Imsak 05.28 WIB
Subuh 05.38 WIB

Kota Subulussalam
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Jadwal ini menjadi acuan bagi masyarakat untuk menentukan batas akhir waktu sahur sebelum memasuki waktu Subuh.

Bacaan Niat Puasa Ramadan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.” (XRQ)

Reporter: Akil

Salat Subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Warga Aceh

0
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Warga Aceh. (Foto: Kmendagri)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melaksanakan salat Subuh berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan kerjanya ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh pada awal Ramadan.

Dalam sambutannya, Tito mengatakan dirinya telah lama merencanakan menjalankan puasa hari pertama di Aceh Tamiang. Safari Ramadan ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga untuk meninjau langsung perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.

“Sambil melihat perkembangan yang terjadi di Aceh Tamiang, kemudian juga melaksanakan buka puasa bersama pengungsi di huntara. Dilanjutkan dengan salat Tarawih dan diskusi dengan bupati, Forkopimda, apa saja permasalahan-permasalahan yang masih ada,” ujar Tito, dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, kunjungannya ke berbagai daerah di Aceh merupakan tindak lanjut amanah Presiden Prabowo Subianto, yang menunjuknya sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera. Menurutnya, tugas tersebut juga menjadi bagian dari ibadah dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Tito mengaku langsung bergerak meninjau wilayah terdampak setelah bencana melanda tiga provinsi di Sumatera. Ia menyebut kerusakan yang terjadi cukup luas dan berdampak pada berbagai infrastruktur. Selain Aceh, dampak bencana juga dirasakan signifikan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Dan setelah melihat skalanya, saya ditunjuk sebagai Kasatgas, saya harus membantu (daerah terdampak bencana),” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah beberapa bulan berlalu, proses pemulihan mulai terlihat di hampir seluruh wilayah terdampak. Hal tersebut ditandai dengan pulihnya jaringan listrik, kembali bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat, serta mulai terhubungnya akses jalan dan sungai.

Pemerintah saat ini terus mengoptimalkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Tito juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar sekaligus mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi.

“Kalau kata orang Inggris ada satu (ungkapan), every cloud has a silver lining. Setiap awan yang gelap, itu pasti ada cerah lapisan cerah di baliknya yang berwarna perak. Yang itu memberikan tanda juga, tanda yang terang,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tito turut menyerahkan ratusan paket bantuan perlengkapan ibadah kepada masyarakat, termasuk wakaf Al-Qur’an dari Presiden Prabowo untuk warga Aceh.

Acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh, tokoh masyarakat, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Gema MA Aceh Apresiasi Langkah Cepat Polda Aceh Tangani Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

0
Ketua DPW Gema MA Aceh, Mahdi Andela. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA) Aceh menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dalam menangkap Dedi Saputra, pendeta asal Aceh yang juga merupakan pemilik akun TikTok @tersadarkan5758, terkait dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama.

Ketua DPW Gema MA Aceh, Mahdi Andela, menilai tindakan tegas aparat kepolisian melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh, khususnya Unit 3 Subdit Siber, menjadi bukti komitmen aparat dalam menjaga ketertiban serta keharmonisan antarumat beragama di Aceh.

“Terlebih lagi yang bersangkutan menyebut dirinya sebagai pendeta asal Aceh,” ujar Mahdi di Banda Aceh, Sabtu (21/2/2026).

Mahdi berharap proses hukum terhadap tersangka dapat berlangsung secara profesional, transparan, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar di media sosial.

Sementara itu, pihak kepolisian diketahui mengamankan tersangka di Bengkayang, Kalimantan Barat. Setelah penangkapan, yang bersangkutan kemudian dibawa ke Banda Aceh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Saat ini, tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Dit Tahti Polda Aceh guna kepentingan penyidikan.

Gema MA Aceh menegaskan dukungannya terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian demi menjaga stabilitas serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Aceh.

Jadwal Buka Puasa Banda Aceh Minggu, 22 Februari 2026

0
Ilustrasi Berbuka Puasa. (Foto: shutterstock.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Umat Muslim di Kota Banda Aceh dapat menyimak jadwal buka puasa untuk Minggu, 22 Februari 2026, sebagai panduan menjalankan ibadah Ramadan secara maksimal. Momentum Ramadan di Banda Aceh terasa semakin khidmat, ditandai lantunan adzan yang menggema dari Masjid Raya Baiturrahman serta tradisi berbuka puasa bersama keluarga.

Beragam hidangan khas Aceh turut menjadi bagian dari suasana berbuka, mulai dari mie Aceh, gulai plik u, sate matang, hingga aneka takjil berbahan dasar kelapa yang banyak dijumpai menjelang waktu maghrib.

Hari Minggu, 22 Februari 2026, juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui tadarus Al-Qur’an, memperbanyak amal, serta mempererat silaturahmi, terutama di akhir pekan Ramadan.

Penentuan jadwal imsakiyah didasarkan pada koordinat sekitar 5.57° LU dan 95.32° BT dengan zona waktu WIB. Jadwal ini berlaku secara umum untuk wilayah Kota Banda Aceh, termasuk Kecamatan Kuta Alam, Syiah Kuala, Lueng Bata, Banda Raya, dan Jaya Baru, serta daerah sekitar seperti Lhoknga dan Lhoksukon, dengan kemungkinan perbedaan waktu sekitar 1–2 menit.

Berikut Nukilan.id saikan jadwal lengkap imsak dan waktu salat di Kota Banda Aceh berdasarkan perhitungan resmi Kementerian Agama RI (WIB):

  • Imsak: 05:27 WIB

  • Subuh: 05:37 WIB

  • Terbit Matahari: 06:50 WIB

  • Dhuha: 07:17 WIB

  • Zuhur: 12:56 WIB

  • Asar: 16:14 WIB

  • Maghrib (Buka Puasa): 18:55 WIB

  • Isya’: 20:04 WIB

Durasi puasa pada hari tersebut diperkirakan berlangsung selama sekitar 13 jam 28 menit, dihitung sejak waktu imsak pukul 05:27 WIB hingga maghrib pukul 18:55 WIB.

Sementara itu, kondisi cuaca di Banda Aceh pada akhir Februari umumnya hangat dan lembap dengan suhu berkisar antara 25–32 derajat Celsius serta potensi hujan ringan pada sore hari. Karena itu, masyarakat diimbau menjaga asupan cairan saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa. (XRQ)

Reporter: Akil

Forkopimda Nagan Raya Keluarkan Seruan Resmi Sambut Ramadan 1447 H

0
Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | SUKA MAKMUE — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nagan Raya menerbitkan Seruan Bersama dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Seruan tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nagan Raya agar menjaga kekhusyukan ibadah dan ketertiban selama bulan puasa.

Dokumen itu ditandatangani oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., Ketua DPRK Nagan Raya, Dandim 0116/Nagan Raya, Kapolres Nagan Raya, Kajari Nagan Raya, Ketua Pengadilan Negeri Suka Makmue, Ketua Mahkamah Syar’iyah Nagan Raya, serta Ketua MPU Nagan Raya.

Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK mengatakan seruan tersebut menjadi pedoman bersama dalam menciptakan suasana Ramadan yang kondusif dan religius.

“Seruan ini menjadi pedoman bersama dalam menjaga suasana Ramadan agar tetap kondusif, religius, dan penuh kekhidmatan,” ujar TRK di Suka Makmue, Sabtu (21/2/2026).

Dalam seruan itu ditegaskan bahwa seluruh aktivitas masyarakat dihentikan saat azan berkumandang. Warga juga diimbau melaksanakan salat berjamaah di masjid, meunasah, atau musala.

Forkopimda turut meminta seluruh satuan pendidikan formal melaksanakan pengajian Al-Qur’an selama 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Selain itu, pemilik hotel, salon, restoran, warung, kafe, kedai makanan dan minuman, serta pedagang kaki lima diminta tidak menyelenggarakan pertunjukan musik langsung (live music), karaoke, permainan daring, maupun bentuk hiburan lainnya selama Ramadan.

“Usaha makanan dan minuman diminta menutup kegiatan saat salat tarawih dan membatasi operasional hingga pukul 24.00 WIB,” sebutnya.

Dalam ketentuan tersebut juga disebutkan bahwa penjualan makanan dan minuman untuk umum (takjil) dilarang sejak pukul 05.00 hingga 15.30 WIB.

“Seluruh pelaku usaha juga diwajibkan menerapkan kaidah Syariat Islam serta menghentikan pelayanan pada waktu salat lima waktu,” tegasnya.

Forkopimda juga mengimbau para pengusaha dan pedagang sembako agar tidak melakukan penimbunan atau penumpukan bahan kebutuhan pokok selama Ramadan. Selain itu, masyarakat dilarang menjual maupun memperdagangkan kembang api, petasan, dan sejenisnya.

Pada bagian akhir seruan, TRK menyampaikan ajakan kepada warga nonmuslim agar menghormati pelaksanaan ibadah puasa umat Islam dengan menjunjung tinggi kearifan lokal.

“Antara lain dengan tidak makan dan minum di tempat umum serta berpakaian sopan dan rapi saat beraktivitas di luar rumah,” pungkasnya.

Mendagri Tekankan Peran Kementan dalam Percepatan Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Aceh

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera meninjau lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (FOTO: Kemendagri)

NUKILAN.ID | MEUREUDU — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera menegaskan pentingnya dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat pemulihan lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Hal tersebut disampaikan Tito saat meninjau langsung area persawahan terdampak banjir, sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/2).

“Mudah-mudahan nanti Pak Mentan (Menteri Pertanian), Pak Amran Sulaiman memberikan perhatian segera (terhadap kondisi lahan) untuk bisa kembali produktif,” kata Mendagri dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, sekitar 1.500 hektare sawah milik masyarakat mengalami kerusakan berat karena tertutup lumpur dengan ketebalan mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter di sejumlah titik. Bahkan, sebelumnya kedalaman lumpur dilaporkan lebih parah di beberapa lokasi.

Selain kerusakan berat tersebut, ribuan hektare lahan pertanian lainnya juga terdampak banjir dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Menurut Tito, Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan di daerah dengan total luas lahan pertanian sekitar 8.800 hektare. Kerusakan sawah akibat banjir dikhawatirkan dapat menurunkan produksi padi apabila tidak segera dilakukan penanganan.

“Karena ini kasian juga masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita kan bisa berkurang juga,” ujarnya.

Ia berharap Kementerian Pertanian dapat segera memberikan perhatian dan dukungan teknis agar proses rehabilitasi berjalan cepat. Upaya percepatan pemulihan dinilai penting supaya lahan yang tertutup lumpur dapat kembali difungsikan sebagai area tanam dan aktivitas pertanian masyarakat segera pulih.

Polisi Amankan Pria Asal Aceh Diduga Hina Nabi Muhammad SAW Lewat TikTok

0
Ilustrasi. (Foto: google)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menangkap seorang pria asal Aceh berinisial DS atau Dedi Saputra terkait dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui media sosial TikTok. Penangkapan dilakukan setelah video yang diunggahnya viral di media sosial dan memicu kecaman dari masyarakat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Aceh Kombes Wahyudi melalui Kanit 3 Subdit Siber Iptu Adam Maulana menyampaikan bahwa tersangka diamankan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 18 Februari 2026.

“Yang bersangkutan ditangkap di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pada tanggal 18 Februari,” kata Adam saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026), mengutip DetikSumut.

Berdasarkan video yang diunggah akun resmi Ditreskrimsus Polda Aceh, Dedi ditangkap saat berada di jalan raya ketika mengendarai sepeda motor. Setelah diamankan, ia langsung dibawa ke Markas Polda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Adam menjelaskan, penyidik telah menetapkan Dedi sebagai tersangka dan saat ini yang bersangkutan ditahan di ruang tahanan Polda Aceh.

Dalam kasus ini, Dedi dijerat sejumlah pasal terkait dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ia disangkakan melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, penyidik juga menjerat tersangka dengan Pasal 156a serta Pasal 300 juncto Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Peristiwa dugaan tindak pidana tersebut disebut terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 1, Merduati, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh, pada 8 Oktober 2025.

Sebelumnya, laporan terhadap Dedi telah diterima Polda Aceh dengan nomor LP/B/357/XI/2025/SPKT/Polda Aceh pada Rabu, 5 November 2025. Laporan itu diajukan oleh Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah.

Rendi menyebut laporan tersebut dibuat bersama sejumlah pihak, di antaranya Dinas Syariat Islam Aceh, Satpol PP/WH Aceh, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam. Mereka menilai video yang diunggah Dedi mengandung unsur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan menyinggung mualaf.

Video itu diunggah melalui akun TikTok @tersadarkan5758 dan telah ditonton sekitar 1,9 juta kali. Dalam video tersebut, Dedi menjelaskan alasan dirinya berpindah agama dari Islam ke Kristen.

Namun, dalam penyampaiannya, ia diduga mengeluarkan pernyataan yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW serta menyinggung kelompok mualaf. Video tersebut kemudian ramai dibagikan warganet dan menuai berbagai komentar hingga akhirnya berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian.

Saat ini, penyidik masih mendalami perkara tersebut serta melengkapi berkas penyidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

Satpol PP Aceh Tegaskan Kepatuhan Jam Operasional Usaha Selama Ramadan

0
Ilustrasi pedagang takjil. (Foto: AcehEkspress)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh menegaskan bahwa pengaturan jam operasional pelaku usaha selama bulan Ramadan tetap mengacu pada seruan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ketentuan tersebut berlaku bagi pedagang, kafe, hotel, serta berbagai jenis usaha lainnya.

Penegasan ini disampaikan Kepala Bidang Pengawasan Syari’at Islam Satpol PP dan WH Aceh, Azmanto, S.E., M.M., dalam program Dialog Banda Aceh Menyapa, Kamis (19/2/2026).

Azmanto menyebutkan, tidak terdapat perubahan berarti dibandingkan pengaturan pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah hanya kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jam operasional yang telah ditetapkan.

Menurutnya, Satpol PP memiliki tugas utama menegakkan qanun dan peraturan kepala daerah, sekaligus menjaga ketertiban umum serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Ia menjelaskan, pedagang tidak diperbolehkan menjual makanan secara terbuka setelah waktu imsak. Warung makan baru diizinkan membuka lapak mulai pukul 16.30 WIB atau setelah salat Asar.

Namun demikian, di lapangan para pedagang kerap memulai persiapan lebih awal. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pengawasan selama Ramadan berlangsung.

“Kami menegakkan qanun, peraturan kepala daerah, dan surat edaran pimpinan,” ujar Azmanto. Ia menambahkan bahwa aturan tersebut juga merujuk pada qanun syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Menjelang Ramadan, Satpol PP bersama Dinas Syariat Islam telah melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dengan melibatkan asosiasi pedagang. Dalam kegiatan tersebut, para pedagang diminta menghentikan aktivitas usaha saat waktu Magrib hingga selesai salat tarawih.

Aktivitas usaha kembali diperbolehkan setelah pukul 21.30 WIB.

Azmanto mengatakan pedagang di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar pada prinsipnya berkomitmen mematuhi aturan yang berlaku. Mereka dinilai mendukung pelaksanaan syariat Islam guna menjaga kekhusyukan masyarakat selama Ramadan.

Selain itu, Satpol PP juga telah mengirimkan surat kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Aceh agar menyesuaikan serta menegakkan seruan tersebut sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Ia berharap kepatuhan bersama dari masyarakat dan pelaku usaha dapat menjaga ketertiban umum sepanjang Ramadan. Pengawasan di lapangan, kata dia, tetap dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Ramadhan Bersama Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Anak Muda Sebarkan Konten Positif di Media Sosial

0
Ramadhan Bersama Ketua DPRK Banda Aceh Dorong Anak Muda Sebarkan Konten Positif di Media Sosial. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Kegiatan Ramadhan Bersama Ketua DPRK kembali digelar pada bulan suci tahun ini oleh Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST. Agenda tersebut menjadi ruang pertemuan generasi muda untuk berbagi inspirasi sekaligus memperkuat pesan positif di dunia digital.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh ini berlangsung dalam tiga pertemuan, yakni pada 22 Februari, 1 Maret, dan 7 Maret 2026 di Rumah Dinas Ketua DPRK Banda Aceh, Banda Aceh.

Melalui kegiatan ini, Irwansyah ingin menghapus kesan bahwa rumah dinas pejabat bersifat eksklusif. Ia justru membuka ruang tersebut bagi generasi muda yang dianggap sebagai “penguasa” dunia digital untuk berkegiatan ngabuburit sekaligus berdiskusi dalam suasana Ramadan.

Event Ramadhan Bersama Ketua DPRK kini memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Kegiatan ini menjadi momentum mempertemukan generasi milenial dan Gen Z dengan para influencer serta figur yang dinilai memiliki pengaruh positif di dunia digital Aceh.

Pada pertemuan Minggu (22/2/2026), hadir Teuku Mail, influencer yang dikenal dengan gaya humoris serta aktif dalam berbagai aksi sosial, termasuk saat bencana banjir Aceh beberapa waktu lalu. Selain itu, turut hadir Cut Bul, seorang ibu muda yang bertransformasi menjadi influencer populer di media sosial, serta Ayi yang mengisi sesi berbagi pengalaman.

Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan mampu mendorong anak muda memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan energi positif kepada masyarakat luas.

Menurut Irwansyah, generasi milenial dan Gen Z memiliki peran besar dalam membentuk wajah dunia digital karena dominasi mereka di berbagai platform media sosial.

“Generasi muda harus mampu menjadikan handphone bukan hanya dipenuhi story dan notifikasi, juga tidak boleh kosong dari empati. Media sosial tidak boleh hanya menjadi hiburan, tetapi harus aktif menebar harapan, bukan sekadar mengejar viral. Konten yang dibuat harus menebarkan semangat positif dan masuk akal,” ujar politisi muda dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Dalam sambutannya yang turut dihadiri pihak Dinas Syariat Islam, Irwansyah menekankan bahwa dakwah tidak harus selalu dilakukan di masjid maupun meunasah. Menurutnya, ruang sederhana seperti rumah dinas juga dapat menjadi tempat menghadirkan kegiatan bernuansa positif.

Ia sengaja mengundang influencer yang sebelumnya aktif membantu masyarakat saat bencana di Aceh, karena aksi sosial mereka dinilai mampu menarik simpati publik nasional meski harus menghadapi medan yang sulit.

Irwansyah berharap semangat kepedulian tersebut dapat menular kepada peserta, sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki empati dan kepedulian sosial.

“Selama ini dunia maya masih ditemui pertengkaran antara sesama kaumperempuan, saling memaki, dan penggunaan kata-kata yang tidak pantas. Karena itu, saya ingin adek-adek generasi muda mengisi media sosial dengan konten positif agar ketika orang membuka media sosial, mereka merasakan aura kebaikan,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Ramadhan Bersama Ketua DPRK diisi dengan Safari Tahsin, Qiyamul Lail, Haflah Alquran, sharing session Tangguh Bencana, permainan interaktif, hingga buka puasa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Irwansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para generasi muda yang terlibat sebagai panitia dan telah menyusun kegiatan dengan baik. Ia turut membagikan doorprize kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan serta tantangan selama acara berlangsung.

Melalui kegiatan ini, ia terus mendorong anak muda di Banda Aceh agar menggunakan media sosial secara bijak dan produktif, sehingga mampu membawa perubahan serta menebarkan aura kebaikan di ruang digital. (*)