Beranda blog Halaman 63

DPR Minta KAI Benahi Jalur Eksisting Sebelum Wujudkan Kereta Banda Aceh-Bandar Lampung

0
DPR
Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Rivqy. (Foto: Fraksi PKB)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Rivqy, menanggapi rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero untuk membangun konektivitas jalur kereta api dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Rencana tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan jaringan rel terintegrasi di Pulau Sumatera.

Menurut Gus Rivqy, gagasan pembangunan jalur kereta lintas Sumatera merupakan visi besar yang layak diapresiasi. Proyek tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah di Sumatera.

Meski demikian, ia mengingatkan agar pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan riil masyarakat dan dunia usaha. Selain itu, pemerintah dan KAI juga diminta tidak mengabaikan berbagai persoalan mendasar yang masih dihadapi sektor transportasi darat di Sumatera.

“Kita mendukung penuh visi Presiden untuk menghadirkan konektivitas rel yang terintegrasi dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Namun pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada panjang jalur yang dibangun. Yang lebih penting adalah memastikan jalur yang sudah ada berfungsi optimal, cepat, aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Gus Rivqy di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Ketua Umum DKP Panji Bangsa tersebut menyoroti bahwa hingga kini sejumlah layanan kereta api di Sumatera masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait efisiensi operasional dan kecepatan perjalanan. Menurutnya, beberapa lintas kereta api yang sudah beroperasi masih belum dimanfaatkan secara maksimal dan memerlukan peningkatan kapasitas serta kualitas layanan.

Ia mencontohkan koridor Lampung–Palembang maupun Palembang–Lubuk Linggau yang dinilai masih membutuhkan penguatan agar benar-benar mampu menjadi tulang punggung mobilitas penumpang dan distribusi barang di kawasan tersebut.

“Jangan sampai kita berbicara membangun ribuan kilometer rel baru, sementara pada beberapa jalur eksisting kereta masih bergerak relatif lambat dan utilisasinya belum maksimal. Koridor Lampung-Palembang atau Palembang-Lubuk Linggau misalnya masih membutuhkan penguatan agar benar-benar menjadi tulang punggung mobilitas penumpang dan distribusi barang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Rivqy mengingatkan bahwa jaringan perkeretaapian di Sumatera selama ini masih didominasi oleh layanan angkutan barang, terutama untuk komoditas tambang dan kebutuhan logistik tertentu. Oleh sebab itu, perencanaan pembangunan rel lintas Sumatera harus mampu menghadirkan keseimbangan antara kebutuhan angkutan barang dan pelayanan bagi penumpang.

Sebagai Kapoksi Fraksi PKB Komisi VI DPR RI, ia menilai pembangunan jaringan rel lintas Sumatera juga harus disinergikan dengan pembangunan infrastruktur lainnya. Menurutnya, pengalaman pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang hingga kini masih berproses dan belum sepenuhnya optimal dari sisi konektivitas maupun utilisasi dapat menjadi pelajaran penting dalam merancang proyek rel lintas Sumatera.

“Kita memiliki jalan tol Trans Sumatera yang pembangunannya masih terus berproses dan pemanfaatannya juga belum maksimal di beberapa ruas. Karena itu, pembangunan rel lintas Sumatera harus benar-benar didasarkan pada perencanaan yang terintegrasi, proyeksi permintaan yang kuat, serta kemampuan pembiayaan yang terukur agar tidak menjadi proyek yang besar di atas kertas tetapi minim manfaat di lapangan,” jelasnya.

Karena itu, Gus Rivqy mendorong KAI bersama pemerintah untuk menyusun peta jalan yang jelas dan terukur. Langkah tersebut, menurutnya, dapat dimulai dari optimalisasi jalur yang telah ada, peningkatan kecepatan perjalanan kereta, pembangunan jalur penghubung yang paling mendesak secara ekonomi, hingga pengembangan konektivitas penuh dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung secara bertahap.

“Visi besar harus disambut dengan langkah yang realistis. Kita ingin rel lintas Sumatera menjadi simbol kemajuan transportasi nasional, tetapi keberhasilannya harus diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha, bukan semata-mata dari panjang rel yang berhasil dibangun,” katanya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Beasiswa Nusantara Buka Jalan Pendidikan Tinggi bagi Empat Pelajar Aceh Tamiang

0
Empat pelajar asal Kabupaten Aceh Tamiang meraih kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui program beasiswa. (Foto: IST)

NUKILANA.ID | ACEH TAMIANG – Empat pelajar asal Kabupaten Aceh Tamiang berhasil meraih kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi melalui Program Beasiswa Nusantara yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti.

Kesempatan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi para penerima dan keluarga mereka, karena membuka jalan untuk meraih pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Program beasiswa ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi di berbagai daerah Indonesia, termasuk wilayah yang pernah terdampak bencana alam.

Seleksi beasiswa diikuti oleh siswa dari sejumlah sekolah di Aceh Tamiang, di antaranya SMK Negeri 1 Kuala Simpang dan SMA Negeri 1 Kejuruan Muda. Dari proses seleksi tersebut, empat siswa berhasil terpilih sebagai penerima beasiswa, yakni Muhammad Ramdan, Ardianti, Wan Fakhri Rifat Zakwa, dan Husna Yasmin.

Keberhasilan para siswa tersebut disambut dengan rasa bangga dan haru oleh pihak sekolah. Operator PDSS SMA Negeri 1 Kejuruan Muda, Yulli Mahardika, menilai program tersebut memberikan harapan besar bagi pelajar di Aceh Tamiang, khususnya setelah daerah itu mengalami banjir bandang pada November 2025 lalu.

“Ini menjadi harapan baru. Kami sangat terharu karena ini adalah peluang besar bagi siswa-siswi kami untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Yulli dalam keterangan pers, Sabtu (5/6/2026).

Menurutnya, kehadiran program beasiswa tersebut menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus berprestasi dan mengejar pendidikan yang lebih baik.

Rasa syukur juga datang dari keluarga penerima manfaat. Salah seorang orang tua siswa penerima beasiswa, Wan Akhyar, mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada anaknya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Saya berterima kasih kepada Universitas Budi Luhur. Program Beasiswa Nusantara ini sangat membantu anak saya untuk melanjutkan pendidikan,” jelas Wan Akhyar.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Budi Luhur Cakti, Kasih Hanggoro, berharap Program Beasiswa Nusantara dapat melahirkan generasi muda yang kompeten, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah asal masing-masing.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting sebagai sarana mobilitas sosial yang dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dengan terselenggaranya seleksi di Aceh Tamiang, Budi Luhur University memperkuat upaya pemerataan akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong lahirnya talenta muda daerah yang siap berkembang di tingkat nasional,” ungkapnya.

Program Beasiswa Nusantara menjadi bukti nyata bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dapat menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan.

Di tengah berbagai tantangan yang pernah dihadapi masyarakat Aceh Tamiang, keberhasilan empat pelajar tersebut menjadi kisah inspiratif tentang semangat belajar, kerja keras, dan harapan yang terus tumbuh demi masa depan yang lebih baik.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

HMTP Goes to School Chapter XI Kenalkan Dunia Pertambangan dan Prospek Karier kepada Pelajar

0
hmtp
HMTP Goes to School Chapter XI Kenalkan Dunia Pertambangan dan Prospek Karier kepada Pelajar. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar program HMTP Goes to School Chapter XI sebagai upaya memperkenalkan dunia pertambangan kepada pelajar SMA dan MA di Banda Aceh serta Aceh Besar.

Mengusung tema “Mengenal Lebih Dekat Program Studi Teknik Pertambangan USK: Peluang, Tantangan, dan Prospek Karier di Industri Pertambangan”, kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi siswa untuk memahami lebih jauh tentang industri pertambangan, pendidikan tinggi di bidang tersebut, serta peluang karier yang tersedia di masa depan.

Program yang diselenggarakan oleh Program Studi Teknik Pertambangan USK, HMTP, dan Perhapi Aceh ini menyasar sekitar 600 siswa dari 33 SMA, MA, dan sekolah sederajat di Banda Aceh dan Aceh Besar. Sejak dimulai pada 1 Mei 2026, mahasiswa Teknik Pertambangan USK secara bergantian mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi, pemaparan materi, hingga diskusi interaktif.

Ketua panitia, Muttaqina Mafaza, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperkenalkan program studi, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai sektor pertambangan kepada generasi muda.

“HMTP Goes to School bukan hanya menjadi sarana promosi program studi, tetapi juga wadah edukasi bagi siswa untuk memahami bagaimana industri pertambangan berperan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin menunjukkan bahwa pertambangan modern mengedepankan aspek keselamatan, keberlanjutan lingkungan, dan inovasi teknologi,” ujarnya.

Dalam setiap kunjungan, para siswa diperkenalkan pada berbagai tahapan kegiatan pertambangan, mulai dari eksplorasi, proses penambangan, hingga reklamasi lahan pascatambang. Selain itu, mereka juga mendapatkan informasi mengenai peluang kerja bagi lulusan Teknik Pertambangan di berbagai sektor industri.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari prospek kerja, tantangan yang dihadapi di lapangan, hingga kontribusi industri pertambangan terhadap pembangunan nasional.

Dosen Pembina Kemahasiswaan Program Studi Teknik Pertambangan USK, Ir. Febi Mutia, S.T., M.Sc., menilai program tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun pemahaman yang lebih baik mengenai dunia pertambangan di kalangan pelajar.

“Selama ini masih terdapat berbagai persepsi yang kurang tepat mengenai industri pertambangan. Melalui HMTP Goes to School, mahasiswa hadir langsung untuk berbagi pengalaman dan memberikan gambaran nyata bahwa pertambangan merupakan sektor yang sangat penting bagi pembangunan, sekaligus terus berkembang menuju praktik yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan Program Studi Teknik Pertambangan USK sebagai salah satu program studi yang semakin diminati calon mahasiswa.

Ketua Program Studi Teknik Pertambangan USK, Ir. Haqul Baramsyah, S.T., M.Eng.Sc., mengungkapkan bahwa minat terhadap program studi tersebut terus meningkat.

“Berdasarkan tingkat keketatan tertinggi pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) USK Tahun 2026, Program Studi Teknik Pertambangan termasuk dalam peringkat ke-8. Hal ini menunjukkan meningkatnya minat calon mahasiswa terhadap bidang pertambangan dan menjadi indikator bahwa program studi ini memiliki daya saing yang kuat serta prospek yang menjanjikan,” jelasnya.

Melalui HMTP Goes to School Chapter XI, para siswa memperoleh wawasan yang lebih komprehensif mengenai peran strategis industri pertambangan dalam pembangunan serta berbagai peluang karier yang dapat ditempuh di masa depan.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi stigma negatif terhadap sektor pertambangan dengan menghadirkan pemahaman bahwa praktik pertambangan yang baik dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Dengan melibatkan mahasiswa, dosen, praktisi, dan pihak sekolah, HMTP Goes to School terus menjadi ruang edukasi dan inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat dunia pertambangan serta berbagai peluang yang ditawarkannya di masa mendatang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Temukan Maladministrasi, Ombudsman Aceh Soroti Layanan Penggantian ATM BSI

0
Ombudsman RI Perwakilan Aceh menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepada pihak BSI oleh (Foto: Dok Ombudsman RI Perwakilan Aceh)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Ombudsman RI Perwakilan Aceh menemukan maladministrasi dalam layanan penggantian kartu ATM PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Temuan tersebut tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah diserahkan kepada pihak BSI.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kelemahan dalam tata kelola layanan penggantian kartu ATM. Menurutnya, Standar Prosedur Bisnis (SPB) yang berlaku belum mengatur secara jelas jangka waktu penyelesaian layanan dan belum menyediakan mekanisme eskalasi bagi nasabah ketika terjadi kendala atau keterlambatan.

“Masyarakat berhak memperoleh kepastian waktu, prosedur yang jelas, serta layanan yang transparan dan akuntabel. Sebagai lembaga yang melayani sebagian besar kebutuhan perbankan masyarakat Aceh, BSI harus menjadi contoh dalam kepatuhan terhadap standar pelayanan publik,” kata Dian dalam keterangannya kepada Nukilan, Jumat (5/6/2026).

Atas temuan tersebut, Ombudsman meminta BSI melengkapi prosedur layanan, menetapkan standar waktu penyelesaian, menyediakan mekanisme eskalasi, serta menyosialisasikan prosedur yang telah diperbaiki. Ombudsman memberikan waktu 30 hari kepada BSI untuk melaksanakan tindakan korektif tersebut.

Menanggapi hal itu, Regional Chief Executive Officer BSI Region Aceh, Imsak Ramadhan, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti seluruh rekomendasi Ombudsman.

“Insyaallah kami memiliki komitmen yang kuat untuk menindaklanjuti temuan yang telah disampaikan Ombudsman,” ujar Imsak.

Sementara itu, Senior Vice President sekaligus Group Head Customer Care Group BSI, Nurdiana Habibie, menegaskan permasalahan tersebut bukan terjadi karena unsur kesengajaan. Ia memastikan BSI akan melakukan perbaikan sesuai rekomendasi yang diberikan.

“Kami mengapresiasi rekomendasi dan masukan yang telah diberikan Ombudsman dan insyaallah akan kami tindak lanjuti,” kata Nurdiana. []

Reporter: Sammy

Harga Pangan di Aceh Cenderung Turun, Minyakita dan Cabai Jadi Sorotan

0
Ilustrasi pasar sembako. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Harga sejumlah bahan pangan di Aceh pada Jumat (5/6/2026) terpantau mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang dihimpun Nukilan, mayoritas komoditas berada dalam kondisi relatif stabil dengan kecenderungan penurunan pada beberapa kebutuhan pokok.

Dari 16 komoditas yang dipantau, sebanyak tujuh komoditas mengalami penurunan harga, empat komoditas naik, dan lima komoditas lainnya tidak mengalami perubahan.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga meliputi bawang putih Honan, bawang merah, daging ayam ras, serta cabai merah besar. Sementara itu, sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai rawit merah, cabai merah keriting, gula pasir curah, beras premium, beras medium, Minyakita, dan daging sapi paha belakang.

Cabai merah besar menjadi komoditas dengan kenaikan harga tertinggi pada hari ini. Harga cabai merah besar naik Rp1.806 atau 4,59 persen menjadi Rp41.139 per kilogram. Kenaikan tersebut menjadi yang paling signifikan di antara seluruh komoditas yang dipantau.

Di sisi lain, minyak goreng rakyat merek Minyakita mencatat penurunan harga terdalam. Harga Minyakita turun Rp187 atau 1,16 persen menjadi Rp16.001 per liter dibandingkan hari sebelumnya.

Untuk kelompok bumbu dapur, harga bawang merah naik 0,53 persen menjadi Rp43.576 per kilogram, sedangkan bawang putih Honan meningkat 0,77 persen menjadi Rp35.167 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah turun 0,79 persen menjadi Rp41.667 per kilogram dan cabai merah keriting turun 0,42 persen menjadi Rp39.627 per kilogram.

Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras naik tipis 0,12 persen menjadi Rp34.481 per kilogram. Sebaliknya, harga daging sapi paha belakang turun 0,29 persen menjadi Rp157.955 per kilogram. Adapun harga telur ayam ras tetap bertahan di level Rp27.552 per kilogram.

Untuk komoditas pangan pokok lainnya, harga gula pasir curah turun 0,12 persen menjadi Rp19.549 per kilogram. Beras premium tercatat turun 0,04 persen menjadi Rp15.757 per kilogram, sementara beras medium turun 0,09 persen menjadi Rp14.457 per kilogram.

Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng sawit kemasan premium tetap berada di angka Rp24.043 per liter dan minyak goreng sawit curah stabil pada level Rp19.500 per liter. Selain itu, harga kedelai impor dan tepung terigu juga tidak mengalami perubahan, masing-masing berada di angka Rp14.676 per kilogram dan Rp13.670 per kilogram. []

Reporter: Sammy

PGE Tingkatkan Nilai Jual Gas, Perkuat Kontribusi PT PEMA bagi Aceh

0
Direktur Umum PT PEMA, Mawardi Nur. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – PT Pema Global Energy (PGE) terus memperkuat perannya sebagai salah satu penggerak bisnis PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA. Salah satu capaian yang diraih adalah peningkatan harga jual gas yang dinilai membuka peluang kontribusi lebih besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh.

Peningkatan kinerja di sektor energi tersebut menjadi bagian dari upaya transformasi yang tengah dilakukan PT PEMA. Sepanjang 2025, perusahaan memfokuskan pembenahan pada penguatan tata kelola, peningkatan transparansi, penyempurnaan sistem pengawasan, serta penataan organisasi agar lebih profesional dan berkelanjutan.

Selain sektor energi, PT PEMA juga mencatat keberhasilan memenangkan perkara hukum terkait aset kopi daerah. Capaian tersebut memperkuat posisi perusahaan dalam menjaga aset dan kepentingan daerah.

Di sisi lain, pengelolaan komoditas sulfur disebut terus menunjukkan perkembangan yang lebih adaptif dengan memberikan nilai tambah bagi perusahaan. PT PEMA juga memperkuat disiplin pengelolaan keuangan, mempercepat digitalisasi, serta menjajaki peluang usaha baru di sektor kopi dan telekomunikasi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Transformasi sebuah BUMD memang tidak dapat diukur dalam waktu singkat. Namun PT PEMA sedang menunjukkan arah yang jelas: bergerak dari pola lama menuju perusahaan daerah yang lebih profesional, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Ke depan, PT PEMA berharap berbagai langkah pembenahan tersebut dapat memperbesar manfaat yang dirasakan masyarakat Aceh melalui peningkatan kinerja perusahaan dan kontribusi terhadap pembangunan daerah dan fondasi menuju tujuan itu kini sedang dibangun, langkah demi langkah.

Jerman, Negara dengan Sistem Pengelolaan Sampah yang Menjadi Rujukan Dunia

0
sampah
Jerman membedakan sampah menjadi 6 jenis (Sumber: Earth.org)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jerman dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pengelolaan sampah terbaik di dunia. Keberhasilan tersebut tidak hanya ditopang oleh regulasi pemerintah yang ketat, tetapi juga oleh tingginya kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Dalam dua dekade terakhir, Jerman terus berupaya meningkatkan kesadaran publik bahwa sampah bukan sekadar limbah yang harus dibuang, melainkan sumber bahan baku dan energi yang dapat dimanfaatkan kembali.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah Jerman menerapkan berbagai strategi dan kebijakan, salah satunya melalui penerapan Undang-Undang Manajemen Siklus Tertutup yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sampah secara penuh kepada produsen dan distributor produk.

Kebijakan tersebut dinilai berhasil meningkatkan budaya pemilahan sampah, memperluas pemanfaatan teknologi pengolahan modern, serta meningkatkan kapasitas daur ulang nasional. Hasilnya, Jerman mampu mengurangi jumlah sampah nasional hingga sekitar satu juta ton setiap tahun.

Bahkan, berdasarkan jurnal “Waste Management in Germany: Development to a Sustainable or Circular Economy?”, sekitar 14 persen bahan mentah yang digunakan dalam sektor industri berasal dari hasil pengolahan sampah.

Strategi Pengelolaan Sampah dan Transisi Energi

Selain menerapkan regulasi yang ketat, pemerintah Jerman juga memperkenalkan peta jalan transisi energi rendah karbon dan energi terbarukan yang dikenal dengan nama Energiewende. Program ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan lingkungan.

Salah satu strategi yang cukup terkenal adalah penerapan Deposit Refund System (DRS). Sistem ini mewajibkan konsumen membayar sejumlah deposit saat membeli produk dalam kemasan yang dapat didaur ulang. Deposit tersebut akan dikembalikan ketika kemasan dikembalikan ke tempat yang telah ditentukan.

Skema DRS dinilai efektif dalam mengurangi sampah kemasan botol plastik maupun kaca yang berakhir di tempat pembuangan. Sebelum sistem ini diterapkan secara luas, Jerman juga telah memiliki kebijakan Ordonansi Pengemasan dan Sistem Titik Hijau yang diperkenalkan sejak tahun 1991.

Berkat berbagai kebijakan tersebut, tingkat daur ulang sampah di Jerman terus meningkat. Berdasarkan data yang dimuat Earth.org, negara tersebut telah berhasil mendaur ulang sekitar 56 persen sampahnya pada tahun 2002 dan terus menunjukkan peningkatan hingga saat ini.

Pemilahan Sampah Wajib

Salah satu aturan yang menarik perhatian adalah kewajiban memilah sampah berdasarkan jenisnya. Berbeda dengan Indonesia yang umumnya hanya mengenal pemisahan sampah organik dan anorganik, Jerman menerapkan sistem pemilahan yang lebih rinci melalui enam jenis tempat sampah dengan warna berbeda.

Tempat-tempat sampah tersebut tersedia secara luas di kawasan permukiman maupun ruang publik dan disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

Enam Jenis Tempat Sampah di Jerman

1. Braune Mülltonne (Tempat Sampah Berwarna Coklat)

Tempat sampah berwarna coklat digunakan untuk sampah organik yang belum diolah. Jenis sampah yang dapat dimasukkan ke dalamnya antara lain potongan sayuran, kulit buah, daun-daunan, ampas kopi, dan ampas teh. Sementara itu, sisa makanan yang sudah diolah seperti potongan burger, daging matang, atau sayuran matang tidak diperbolehkan masuk ke kategori ini.

2. Blaue Mülltonne (Tempat Sampah Berwarna Biru)

Tempat sampah biru diperuntukkan khusus bagi produk berbahan kertas. Koran bekas, kardus, majalah, buku, dan berbagai jenis kertas lainnya harus dipisahkan dan dibuang ke tempat sampah ini agar lebih mudah didaur ulang.

3. Galbe Sacke (Tempat Sampah Berwarna Kuning)

Tempat sampah kuning digunakan untuk berbagai jenis kemasan makanan dan minuman yang tidak berbahan kaca. Contohnya adalah kemasan susu, kaleng makanan, botol sampo, botol sabun, serta berbagai kemasan plastik lainnya.

4. Atglas (Tempat Sampah Berwarna Hijau)

Sampah berbahan kaca dikumpulkan secara terpisah dalam tempat sampah berwarna hijau. Botol selai, botol sirup, gelas kaca, dan berbagai produk kaca lainnya harus dibuang ke dalam kategori ini.

5. Orange Box (Tempat Sampah Berwarna Oranye)

Tempat sampah oranye dikhususkan untuk limbah elektronik dan perlengkapan yang terkait dengan elektronik. Kaset, CD, aksesori elektronik, hingga barang-barang berbahan logam yang sudah tidak digunakan dapat dimasukkan ke dalam tempat sampah ini.

6. Schwarze Mülltonne (Tempat Sampah Berwarna Hitam)

Tempat sampah hitam digunakan untuk sampah residu atau sampah yang sulit dipilah dan didaur ulang. Beberapa contohnya adalah popok bayi, pembalut, tisu bekas, mainan rusak, serta berbagai perabot rumah tangga yang tidak lagi dapat digunakan.

Tempat Khusus untuk Pakaian Bekas

Selain enam kategori utama tersebut, Jerman juga menyediakan tempat khusus untuk pakaian bekas yang dikenal dengan nama Alte Kleider. Umumnya berupa kotak penampungan khusus yang ditempatkan di berbagai lokasi. Pakaian yang masih layak pakai dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali melalui berbagai program sosial dan lingkungan.

Seluruh sampah yang telah dipilah kemudian diangkut secara berkala oleh petugas untuk diproses sesuai dengan jenisnya. Sistem yang terintegrasi ini membuat tingkat daur ulang di Jerman menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Keberhasilan Jerman menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang efektif membutuhkan kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan regulasi yang jelas, fasilitas yang memadai, serta disiplin dalam memilah sampah, pengurangan volume sampah dan peningkatan daur ulang dapat diwujudkan secara nyata.

Indonesia pun memiliki peluang yang sama untuk mencapai tujuan tersebut apabila seluruh elemen masyarakat berkomitmen menerapkan budaya pengelolaan sampah yang baik sejak dari rumah. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Angin Kencang Terjang Aceh Utara dan Lhokseumawe, Belasan Rumah Rusak, Warga Mengungsi

0
Ilustrasi hujan dan angin kencang. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh pada Jumat (5/6/2026) mengakibatkan sedikitnya 17 bangunan mengalami kerusakan. Sebagian besar bangunan yang terdampak berada di Kabupaten Aceh Utara, sementara dua bangunan lainnya rusak di Kota Lhokseumawe.

Kerusakan didominasi bagian atap rumah yang terlepas akibat terpaan angin, sehingga sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk sementara waktu dan mengungsi ke kediaman sanak keluarga.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto dalam keterangannya yang diterima Nukilan.id mengatakan, sebanyak 15 rumah terdampak di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Dari jumlah tersebut, 13 rumah berada di Kecamatan Cot Girek.

Rumah-rumah yang mengalami kerusakan tersebar di Desa Kilometer XII, Ulee Gampong, U Baro, Alue Leuhob, serta Kampung Tempel. Berdasarkan pendataan sementara, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap rumah yang terlepas akibat kuatnya hembusan angin.

Selain di Kecamatan Cot Girek, dua rumah lainnya yang mengalami kerusakan berada di Desa Cot U Sibak dan Desa Mata Ie, Kecamatan Lhoksukon. Rumah tersebut diketahui milik Ramlah (44) dan Jumadi Nurdin (54).

Akibat kondisi bangunan yang tidak lagi layak ditempati, para penghuni untuk sementara mengungsi ke rumah kerabat sambil menunggu kondisi kembali aman dan adanya perbaikan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan cuaca, angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Aceh Utara dalam beberapa hari ke depan.

Salah seorang warga terdampak, Jumadi Nurdin, berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak sehingga warga dapat kembali menempatinya.

Ia mengatakan, bantuan rehabilitasi sangat dibutuhkan mengingat sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang menjadi pelindung utama saat musim hujan maupun cuaca buruk.

Sementara itu, dampak angin kencang juga dirasakan warga di Kota Lhokseumawe. Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan menyampaikan bahwa dua bangunan mengalami kerusakan di Desa Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat.

Kedua bangunan tersebut terdiri atas satu unit rumah dan satu unit toko. Penghuni rumah yang terdampak juga memilih mengungsi sementara ke rumah anggota keluarga hingga kondisi bangunan dinilai aman untuk ditempati kembali.

Hingga saat ini, aparat bersama pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap kerusakan yang ditimbulkan serta memantau kondisi cuaca di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan. (XRQ)

Ketua DPRK Banda Aceh Terima Kunjungan TVRI Aceh, Bahas Penayangan Piala Dunia 2026

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, menerima kunjungan pimpinan dan staf TVRI Aceh untuk membahas penayangan Piala Dunia 2026, Jumat (5/6/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, menerima kunjungan pimpinan dan staf TVRI Aceh untuk membahas penayangan Piala Dunia 2026, Jumat (5/6/2026).

Kunjungan tersebut berlangsung di ruang kerja Ketua DPRK Banda Aceh di lantai III Gedung DPRK. Dalam pertemuan itu, Irwansyah turut didampingi Wakil Ketua DPRK Musriadi serta Sekretaris Dewan Tharmizi.

Pada kesempatan tersebut, Irwansyah menyampaikan apresiasi terhadap TVRI yang memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap penayangan ajang sepak bola terbesar dunia itu memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara gratis, mulai dari babak penyisihan hingga partai final.

Ia menilai kebijakan tersebut sangat membantu masyarakat karena pertandingan dapat dinikmati melalui televisi maupun perangkat telepon genggam tanpa biaya tambahan.

Tayangan Nobar ini yang dulunya berbayar sekarang menjadi gratis, bisa di nonton di aplikasi tidak berbayar. “Saya apresiasi dengan kebijakan ini,” kata Irwansyah.

Dalam pertemuan itu, Irwansyah juga berharap TVRI dapat memberikan kebijakan khusus terkait biaya lisensi untuk kegiatan nonton bareng (nobar) komersial yang digelar di warung kopi maupun kafe.

“Terkait Nobar, kita minta kebijaksanaan TVRI agar biaya lisensi tayangan Nobar komersil di warkop dan cafe untuk diperkecil kalau bisa bahkan digratiskan untuk Aceh,” kata Irwansyah.

Selain itu, Irwansyah mengimbau masyarakat, khususnya para pecinta sepak bola, agar dapat menikmati rangkaian kegiatan nonton bareng Piala Dunia dengan tetap menjaga ketertiban, kerukunan, dan suasana damai. Ia juga mengingatkan agar momentum tersebut tidak disalahgunakan untuk praktik perjudian.

“Fanatik dan dukungan favorit boleh saja, tapi jangan sampai berlebihan, dan bisa menimbulkan gesekan, keributan bahkan kekacauan, semua akan rugi,” ujarnya.

Irwansyah turut meminta pihak PLN untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini guna memastikan pasokan listrik tetap stabil selama berlangsungnya pertandingan Piala Dunia 2026.

Menurutnya, gangguan listrik saat pertandingan berlangsung tentu akan mengurangi kenyamanan masyarakat dalam menyaksikan tayangan sepak bola yang telah lama dinantikan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Bupati Armia Pahmi Tegaskan Pemkab Aceh Tamiang Prioritaskan Pemenuhan Hak Warga Pascabanjir Bandang

0
armia
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, saat menghadiri diskusi After Action Review (AAR) bersama kelompok relawan dan perangkat kampung yang berlangsung di Kafe Jatuh Hati, Karang Baru, Kamis (4/6/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | KUALA SIMPANG – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang saat ini memfokuskan seluruh upaya pada penyelesaian berbagai persoalan pascabanjir bandang dengan menempatkan kebutuhan dan hak-hak masyarakat terdampak sebagai prioritas utama.

Penegasan tersebut disampaikan Armia Pahmi saat menghadiri diskusi After Action Review (AAR) bersama kelompok relawan dan perangkat kampung yang berlangsung di Kafe Jatuh Hati, Karang Baru, Kamis (4/6/2026).

“Kebutuhan masyarakat menjadi prioritas kami, segala upaya kami maksimalkan agar hak warga yang terdampak banjir bisa terpenuhi,” ujar Bupati Armia.

Dalam kesempatan itu, Armia menjelaskan bahwa banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang menimbulkan kerusakan yang sangat besar dibandingkan sejumlah daerah lain. Menurutnya, dampak bencana tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan berbagai sektor penting pemerintahan.

“Banjir menghancurkan seluruh sektor krusial di Aceh Tamiang. Seluruh kantor pemerintahan ikut mengalami kerusakan parah. Pemkab harus melakukan kerja ekstra keras untuk memulihkan keadaan dari titik nol,” bebernya lagi.

Meski menghadapi tantangan yang berat, Armia mengakui kehadiran ribuan relawan dari berbagai organisasi, komunitas, dan pemangku kepentingan telah memberikan kontribusi besar dalam proses pemulihan daerah terdampak.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh relawan yang selama enam bulan terakhir terlibat aktif membantu masyarakat.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya rekan-rekan sekalian. Selama enam bulan terakhir, kolaborasi para relawan saya akui sangat membantu mempercepat pemulihan warga, khususnya di wilayah hulu,” sebutnya.

Pada forum tersebut, laporan capaian penanganan tanggap darurat dipaparkan oleh gabungan organisasi yang terdiri atas Forum Konservasi Leuser (FKL), Bina Trubus Swadaya Jakarta, dan Yayasan Pusaka Indonesia Medan.

Perwakilan FKL, El Mahdi, menjelaskan bahwa selama enam bulan terakhir para relawan telah melaksanakan berbagai program penting bagi masyarakat terdampak, mulai dari pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), distribusi makanan sehat, pembagian tas sekolah kepada anak-anak, hingga penyaluran bantuan uang tunai.

Diskusi AAR dibuka secara resmi oleh Plt Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Syuibun Anwar. Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas DPMKPPKB Tri Kurnia, puluhan perangkat kampung, serta perwakilan masyarakat dari wilayah terdampak.

Melalui forum evaluasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menerima berbagai masukan dan catatan dari masyarakat desa yang menjadi lokasi intervensi program pemulihan. Berbagai masukan itu nantinya akan dijadikan dasar dalam penyempurnaan kebijakan sekaligus penyusunan program pemulihan lanjutan pada masa mendatang.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News