Beranda blog Halaman 60

Jelang Lebaran, Pertamina dan ESDM Aceh Pastikan Takaran BBM Akurat dan Stok Elpiji Aman

0
Pertamina dan ESDM Aceh Pastikan Takaran BBM Akurat dan Stok Elpiji Aman Jelang Lebaran (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh serta Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh melakukan peninjauan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan pangkalan elpiji di Banda Aceh, Rabu (25/2/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan konsumen, khususnya terkait akurasi takaran bahan bakar minyak (BBM), serta menjamin ketersediaan elpiji 3 kilogram di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran.

Pengawasan difokuskan pada pengujian alat ukur (tera) pompa BBM agar volume yang diterima masyarakat sesuai standar. Selain itu, tim juga memantau stabilitas pasokan elpiji bersubsidi.

Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yakni SPBU Simpang Jam Jalan Teuku Umar, SPBU Lhong Raya, Pangkalan LPG Berkat Alam Jaya di Gampong Lhong Cut, serta Pangkalan LPG Beusare Niaga di kawasan Simpang Blower.

Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga kualitas layanan energi kepada masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Melalui pengecekan takaran (tera) secara berkala ini, kami memastikan BBM yang disalurkan berkualitas dan sesuai standar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 1447 H untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana distribusi energi di Banda Aceh beroperasi secara optimal,” ujar Misbah.

Sementara itu, Sub Koordinator Pengembangan Usaha Minyak dan Gas Bumi, Zulfikar, yang mewakili Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, menyebut pengawasan lintas instansi ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan publik selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“Sinergi antara Dinas ESDM, Pertamina, dan dinas terkait lainnya merupakan langkah strategis untuk menjaga integritas penyaluran energi, khususnya BBM dan elpiji bersubsidi agar tetap tepat sasaran. Dari hasil pemantauan hari ini, kami melihat komitmen yang baik dari para pelaku usaha di lapangan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok energi dalam kondisi aman dan pengawasan akan terus kami lakukan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak, terutama yang bersubsidi, serta tidak melakukan praktik ilegal seperti pengoplosan, penimbunan, maupun penyalahgunaan distribusi yang dapat merugikan masyarakat dan membahayakan keselamatan.

Melalui pengawasan ini, pemerintah dan Pertamina berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi maupun layanan distribusi BBM dan elpiji.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Menangkan Undian! Alifa Land Bagikan 5 Tiket Umrah di Libur Lebaran

0

NUKILAN.id | Aceh Selatan – Alifa Land, wahana bermain, restoran & resort, kembali membuat gebrakan pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M. Untuk memanjakan pelanggan setia, pihak manajemen menghadirkan kupon undian dengan hadiah utama yang sangat istimewa: tiket umroh.

Tak tanggung-tanggung, setidak-tidaknya lima tiket umroh akan dibagikan dalam gelaran ini. Cukup dengan berbelanja senilai Rp150 ribu, pelanggan berkesempatan memenangkan tiket umroh serta beragam hadiah menarik lainnya.

Tak hanya undian belanja, Alifa Land juga menggelar dua lomba besar yang dibuka untuk umum, yaitu Panggung Tilawah dan Panggung Berdendang. Kedua ajang ini terbuka untuk peserta laki-laki dan perempuan.

Panggung Berdendang dapat diikuti siapa pun tanpa batas usia. Sementara, Panggung Tilawah khusus diperuntukkan bagi masyarakat Aceh Selatan berusia 15 hingga 20 tahun, dengan tiket umroh sebagai hadiah bagi juara pertama.

Menurut Aidil Mashendra, selaku Owner Alifa Land, lomba ini digelar untuk kali kedua karena antusiasme masyarakat yang sangat tinggi pada perhelatan tahun lalu.

“Berkaca dari perhelatan tahun lalu, antusias masyarakat yang membludak menjadi alasan utama kami menggelar kembali acara ini,” ujarnya. Acara akan dimulai pada 24 Maret dan berakhir 31 Maret 2026.

Seluruh rangkaian acara ini diharapkan dapat meningkatkan pariwisata Aceh Selatan. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, pengunjung yang hadir tidak hanya warga lokal Aceh Selatan, tetapi juga datang dari Banda Aceh hingga Medan.

Dengan digelarnya kembali lomba tilawah dan lomba karaoke ini, keberadaan Alifa Land dan Pantai SBB diharapkan semakin dikenal luas dan menambah catatan positif bagi pariwisata Aceh Selatan.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai gelaran lomba dan undian Alifa Land, dapat langsung menghubungi kontak Alifa Land di 0823 1667 7740 atau melalui Instagram @alifaland_official. []

Sahur Ramadan Demokrat Aceh, Teuku Riefky Dorong Penguatan Struktur dan Persiapan Menuju 2029

0
Sahur Ramadan Demokrat Aceh, Riefky Dorong Penguatan Struktur dan Persiapan Menuju 2029. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Sekjen Majelis Tinggi Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya konsolidasi menyeluruh bagi kader Demokrat di Aceh sebagai langkah strategis menghadapi kontestasi politik 2029.

Pesan tersebut disampaikan Riefky saat melaksanakan Safari Ramadan dan sahur bersama jajaran DPD, DPC, anggota DPRK, serta kader Demokrat di Kantor DPD Demokrat Aceh, Luengbata, Banda Aceh, Rabu (26/2/2026) dini hari.

Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa kekuatan Demokrat di Aceh yang selama ini dikenal solid secara nasional harus terus dijaga dan diperkuat melalui kerja organisasi yang berkelanjutan.

“Soliditas Demokrat Aceh sudah dikenal kuat secara nasional. Tapi itu tidak cukup. Kita harus terus bergerak dan membangun kekuatan dari bawah,” tegasnya.

Riefky menilai, target kebangkitan pada 2029 tidak semata-mata diukur dari peningkatan jumlah kursi legislatif. Menurutnya, partai harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat agar kepercayaan publik semakin meningkat.

“Jangan hanya berpikir kursi. Kita harus berpikir bagaimana berbuat lebih banyak untuk rakyat. Itu yang akan menentukan kepercayaan publik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya keterbukaan partai terhadap berbagai kalangan. Demokrat, kata dia, harus menjadi organisasi yang inklusif dengan memberi ruang bagi generasi muda maupun tokoh masyarakat untuk bergabung dan berkontribusi.

“Demokrat harus jadi rumah besar. Kita butuh bintang-bintang baru, kader-kader yang siap tampil di legislatif maupun eksekutif,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Riefky turut menyampaikan salam dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, sekaligus menegaskan komitmen kepemimpinan pusat dalam memberikan perhatian berkelanjutan terhadap perkembangan politik dan pembangunan di Aceh.

Ia menutup arahannya dengan menekankan pentingnya menjaga etika politik serta memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama perjuangan partai.

“Berpolitik harus santun, riang, dan beretika. Dengan soliditas dan kerja nyata, 2029 harus menjadi titik balik kebangkitan Demokrat,” pungkas Riefky.

Kegiatan sahur bersama tersebut turut dihadiri anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia HT Ibrahim, Pelaksana Tugas Ketua DPD Demokrat Aceh Rian Syaf, Sekretaris Arif Fadillah, Bendahara Nurdiansyah Alasta, serta pengurus DPD, para ketua DPC, dan anggota DPR Aceh.

Safari Ramadan di Kampung Bah, Bupati Aceh Tengah Serahkan Bantuan dan Ajak Warga Membiasakan Membaca Al-Qur’an

0
Safari Ramadan di Kampung Bah, Bupati Aceh Tengah Serahkan Bantuan dan Ajak Warga Membiasakan Membaca Al-Qur’an. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kembali melanjutkan kegiatan Safari Ramadan pada hari kedua yang dipusatkan di Masjid Babussalam, Kampung Bah, Kecamatan Ketol, Rabu (25/02/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Aceh Tengah bersama rombongan melaksanakan buka puasa bersama masyarakat setempat, kemudian dilanjutkan dengan shalat Isya dan Tarawih berjamaah.

Kegiatan Safari Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, tetapi juga diisi dengan penyaluran sejumlah bantuan bagi warga terdampak. Bantuan Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp450 ribu per jiwa disalurkan melalui Kementerian Sosial, sekaligus disertai program pemberdayaan ekonomi masyarakat guna mendukung pemulihan kehidupan warga.

Melalui Baitul Mal Aceh Tengah, pemerintah turut menyerahkan 35 unit rice cooker (Cosmos) kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat. Selain itu, Baitul Mal juga menyalurkan bantuan senif gharimin untuk pemulihan Masjid Babussalam sebesar Rp5 juta. Bantuan tersebut diperkuat dengan dukungan dari Bank Aceh Syariah sebesar Rp5 juta.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah juga memberikan bantuan berupa buku tulis dan Al-Qur’an kepada anak-anak sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan serta pembinaan generasi muda di Kampung Bah.

Dalam tausiyahnya, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan membiasakan membaca Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa keberkahan akan hadir di tengah masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Bupati juga menyampaikan bahwa Kampung Bah memiliki potensi alam yang besar, terutama di sektor pertanian dan hasil buah-buahan yang melimpah. Ia berharap potensi tersebut dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami di jajaran pemerintah juga saling mengingatkan dan membiasakan membaca Al-Qur’an. Jika masyarakat Kampung Bah bersama-sama menghidupkan Al-Qur’an, insyaAllah keberkahan akan turun untuk kampung ini”, ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Aceh Tengah Risnawati, S.SIT, Asisten I, Kepala Cabang Bank Aceh Takengon, para Kepala SKPK Aceh Tengah, Camat Ketol, serta masyarakat Kampung Bah.

Studi Ilmiah Ungkap Faktor Kunci Stunting di Aceh, Kondisi Bayi Saat Lahir Paling Menentukan

0
Dr. Azhari, SKM, M.Kes, Fungsional Nutrisionis pada Dinas Kesehatan Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Upaya percepatan penurunan stunting di Aceh memasuki fase baru setelah sebuah penelitian berbasis analisis spasial dan pemodelan statistik mengungkap faktor utama penyebab stunting pada anak. Hasil kajian tersebut menegaskan bahwa kondisi bayi saat lahir menjadi determinan paling dominan sekaligus arah penting bagi kebijakan intervensi ke depan.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Azhari, SKM, M.Kes, Fungsional Nutrisionis pada Dinas Kesehatan Aceh, menganalisis data prevalensi stunting di 23 kabupaten/kota di Aceh. Kajian ini menunjukkan bahwa meskipun tren stunting terus mengalami penurunan, angka prevalensinya masih berada di atas rata-rata nasional dan belum memenuhi target pemerintah.

Temuan tersebut merupakan bagian dari disertasi doktoral Azhari saat menempuh pendidikan pada Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, berjudul Analisis Spasial dan Identifikasi Faktor Risiko Mempercepat Penurunan Stunting di Aceh menggunakan Structural Equation Modeling. Analisis berbasis data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 juga memperlihatkan adanya ketimpangan prevalensi stunting antarwilayah di Aceh.

Melalui analisis spasial, Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam diidentifikasi sebagai wilayah prioritas yang membutuhkan intervensi lebih intensif karena memiliki konsentrasi risiko stunting lebih tinggi dibanding daerah lainnya.

Disertasi yang dipromotori oleh Prof. Dr. dr. M. Yani, M.Kes, PKK tersebut menemukan bahwa kondisi saat lahir—seperti berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan panjang badan lahir—menjadi faktor paling berpengaruh terhadap risiko stunting. Selain itu, faktor kesehatan anak, pola menyusui, kondisi ibu selama kehamilan, infeksi, serta praktik pemberian makan anak juga berkontribusi signifikan.

“Fase kehamilan dan kelahiran menjadi periode paling krusial dalam mencegah stunting. Jika intervensi dilakukan secara optimal sejak masa kehamilan, risiko stunting dapat ditekan secara signifikan,” simpul Azhari dalam penelitian disertasi doktoralnya.

Dari sisi program intervensi, penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil menjadi satu-satunya intervensi spesifik yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting. Program tersebut dinilai efektif memperbaiki status gizi ibu sekaligus mencegah kelahiran bayi dengan kondisi berisiko.

Sebaliknya, sejumlah program lain seperti pemberian tablet tambah darah, imunisasi dasar, pemantauan pertumbuhan, serta pemberian makanan tambahan bagi balita belum menunjukkan hubungan signifikan pada tingkat kabupaten/kota.

Kajian ini juga menyoroti pentingnya kepemimpinan kepala daerah dan koordinasi lintas sektor dalam keberhasilan percepatan penurunan stunting. Komitmen pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penentu implementasi program, terutama melalui penguatan tata kelola konvergensi lintas sektor, monitoring yang konsisten, serta intervensi yang tepat sasaran.

Pendekatan intervensi, menurut penelitian tersebut, tidak dapat dilakukan secara seragam. Program perlu difokuskan pada wilayah prioritas dengan mempertimbangkan kondisi geografis, akses layanan kesehatan, serta faktor sosial ekonomi masyarakat. Strategi berbasis data dinilai mampu meningkatkan efektivitas kebijakan sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Hasil kajian ini menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Aceh, di antaranya memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan kualitas intervensi gizi sejak masa kehamilan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Penurunan stunting juga didorong menjadi agenda prioritas pembangunan daerah melalui perencanaan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Selain itu, penelitian merekomendasikan agar indikator stunting dimasukkan sebagai indikator kinerja utama pembangunan manusia dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, RKPA, dan Renstra organisasi perangkat daerah. Peran Bappeda Aceh dinilai penting sebagai koordinator perencanaan dan penganggaran konvergensi program.

Intervensi juga disarankan difokuskan pada wilayah dengan prevalensi tertinggi melalui pendekatan berbasis lokus prioritas. Penyusunan peta lokus stunting dipandang strategis untuk memastikan program berjalan tepat sasaran hingga tingkat kabupaten dan desa.

Penguatan intervensi spesifik, terutama melalui PMT bagi ibu hamil, kembali ditekankan sebagai langkah efektif mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah yang menjadi faktor risiko utama stunting. Upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui peningkatan kualitas layanan antenatal care (ANC), pencegahan anemia, deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, serta penguatan sistem rujukan ibu dan bayi.

Terbit di Jurnal Bereputasi

Penelitian Azhari menghasilkan dua publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Publikasi pertama berjudul Spatial Analysis and Specific Nutrition Intervention Factors Associated with the Prevalence of Stunting in Aceh Province, 2022 yang diterbitkan dalam Action: Aceh Nutrition Journal (Vol. 10, No. 4, Desember 2025).

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan analisis spasial untuk memetakan prevalensi stunting serta mengkaji keterkaitannya dengan cakupan intervensi gizi spesifik. Hasilnya menunjukkan adanya variasi distribusi stunting antarwilayah serta hubungan signifikan antara cakupan intervensi gizi spesifik dan penurunan prevalensi stunting, sehingga menegaskan pentingnya pendekatan berbasis wilayah dalam perencanaan kebijakan.

Publikasi kedua berjudul Identifying Determinant Risk Factors for Stunting in Children Under Five Years of Age in Aceh, Indonesia: A Structural Equation Modeling yang telah diterima untuk dipublikasikan pada jurnal International Acta Biomedica (terindeks Scopus Q1). Penelitian ini menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengidentifikasi faktor risiko determinan stunting pada balita.

Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor sosial-ekonomi, intervensi gizi, serta faktor lingkungan dan kesehatan ibu-anak memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap kejadian stunting.

Secara keseluruhan, kedua publikasi tersebut memperkuat kontribusi ilmiah disertasi dalam menghadirkan model analisis spasial dan model kausal berbasis SEM yang dapat menjadi dasar perumusan kebijakan percepatan penurunan stunting secara lebih terarah, efektif, dan berbasis bukti di Provinsi Aceh.

Kejari Aceh Besar Apresiasi Mitra Lintas Instansi atas Dukungan Penegakan Hukum

0
Kejari Aceh Besar Apresiasi Mitra Lintas Instansi atas Dukungan Penegakan Hukum. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.ID | JANTHO — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Besar, Jemmy Novian Tirayudi, SH MH M.Si, menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah instansi yang dinilai berkontribusi dalam mendukung kemajuan penegakan hukum di wilayah kerja Kejaksaan Negeri Aceh Besar. Penyerahan penghargaan berlangsung di Aula Baharuddin Lopa Kejari Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (25/2/2026).

Sebanyak sembilan instansi menerima penghargaan tersebut, yakni ISBI Aceh, Rumah Tahanan Kelas IIB Aceh Besar, PWI Aceh Besar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Kantor Kementerian Agama Aceh Besar, Badan Pertanahan Nasional Aceh Besar, Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Satpol PP dan WH Aceh Besar, serta Bagian Hukum Setdakab Aceh Besar.

Penyerahan penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dukungan berbagai lembaga dalam memperkuat program penegakan hukum sepanjang tahun 2025.

Dalam sambutannya, Kajari Aceh Besar Jemmy Novian Tirayudi menyampaikan terima kasih kepada seluruh instansi dan organisasi yang telah menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Aceh Besar.

“Kerja sama antara Kejaksaan dengan Instansi dan organisasi lainnya, tentu saja untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan transparansi informasi. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kegiatan Kejaksaan berupa edukasi hukum kepada masyarakat dan mencegah kejahatan,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun selama ini, yang dinilai memberikan dampak signifikan terhadap pelaksanaan berbagai program strategis, mulai dari pendampingan hukum, penyelamatan keuangan negara, hingga kegiatan penegakan hukum lainnya.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan hukum yang lebih baik dan transparan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kasatpol PP dan WH Aceh Besar Muhajir SSTP MAP menegaskan bahwa pemerintah daerah merupakan mitra penting kejaksaan dalam mendukung kemajuan penegakan hukum, terutama dalam pendampingan hukum serta upaya penyelamatan keuangan negara.

“Untuk itu, kita akan terus memperkuat sinergitas dan akan terus mendukug kejari dalam memajukan penegakan hukum di Aceh Besar khususnya,” demikian Muhajir.

Razia Hunian Warga Binaan, Rutan Banda Aceh Amankan Benda Tajam dan Telepon Genggam

0
Petugas memeriksa kamar narapidana dalam razia di Rutan Kelas IIB Banda Aceh di Aceh Besar, Selasa (24/2/2026) malam. (Foto: Humas Rutan Banda Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banda Aceh menggelar razia di kamar hunian narapidana dan menyita sejumlah barang terlarang, termasuk benda tajam, benda tumpul, serta alat komunikasi berupa telepon genggam.

Kegiatan razia tersebut dilakukan sebagai langkah menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kepala Pengamanan Rutan Kelas IIB Banda Aceh, Muh Hidayat, mengatakan pemeriksaan berlangsung pada Selasa (24/2) malam dengan menyasar seluruh kamar warga binaan.

“Razia hunian warga binaan berlangsung Selasa (24/2) malam. Petugas menyita sejumlah benda tajam dan benda tumpul serta alat komunikasi berupa telepon genggam,” katanya.

Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang dilarang berada di dalam hunian narapidana, di antaranya gunting, pisau atau cutter, beberapa benda tumpul, serta dua unit telepon genggam.

“Barang-barang tersebut berpotensi disalahgunakan dan dapat mengganggu keamanan dan ketertiban dalam rutan. Barang-barang tersebut termasuk benda dilarang di hunian warga binaan. Barang-barang yang disita tersebut selanjutnya diproses sesuai prosedur yang berlaku,” katanya.

Menurut Muh Hidayat, razia rutin ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini guna mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memastikan lingkungan rutan tetap tertib sesuai aturan yang berlaku.

Petugas melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di setiap kamar warga binaan dengan pendekatan humanis namun tetap tegas, serta mengedepankan prinsip keamanan dan ketertiban.

“Razia ini dilakukan secara rutin dan insidental sebagai langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dalam rutan. Razia ini sebagai bentuk komitmen dalam wujud kondisi kondusif, terutama dalam bulan Ramadhan, sehingga warga binaan khusyuk menjalankan ibadah puasa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Banda Aceh, Baharuddin, memberikan apresiasi kepada jajaran pengamanan atas pelaksanaan razia tersebut. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari langkah deteksi dini yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Razia bukan semata-mata penindakan, tetapi bagian dari komitmen kami dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam rutan. Razia ini untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan bebas barang terlarang dan dilarang,” kata Baharuddin.

Pemkab Aceh Timur Salurkan HT dan Genset untuk Kepala Desa sebagai Antisipasi Bencana

0
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky. (Foto: For NUKILAN)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur membekali para kepala desa dengan alat komunikasi dua arah berupa handy talky (HT) sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan kebijakan pengadaan alat komunikasi tersebut merupakan hasil evaluasi dari pengalaman bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

“Kami membagikan sebanyak 106 unit HT kepada kepala desa. Pengadaan HT ini mengacu pada pengalaman bencana banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu, di mana jaringan komunikasi hilang total,” katanya di Aceh Timur, Rabu.

Selain HT, pemerintah kabupaten juga menyalurkan genset kepada para kepala desa sebagai sumber listrik cadangan saat kondisi darurat. Langkah ini diambil karena pada saat bencana sebelumnya terjadi pemadaman listrik secara menyeluruh.

Menurut Iskandar Usman, bantuan HT dan genset tersebut bertujuan memperkuat kesiapan desa atau gampong dalam menghadapi potensi bencana, sekaligus menyediakan sarana komunikasi alternatif ketika jaringan utama tidak dapat digunakan.

“Dalam meningkatkan kesiapan menghadapi bencana, Kami juga meminta desa mengalihkan penggunaan dana desa untuk pelatihan seperti bimbingan teknis di luar daerah, kepada pelatihan mitigasi bencana,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten akan menggelar rapat koordinasi terpadu yang wajib diikuti oleh kepala desa, camat, serta seluruh kepala satuan perangkat daerah. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu strategis, khususnya terkait penanganan kebencanaan.

“Rapat tersebut bersifat wajib dan tidak boleh diwakilkan. Sejumlah isu strategis akan menjadi fokus, di antaranya penanganan bencana daerah, penguatan pelatihan terpusat, serta penegasan pelaksanaan surat edaran Bupati terkait gotong royong,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky.

Jadwal Buka Puasa di Banda Aceh dan Seluruh Aceh, Kamis 26 Februari 2026: Berikut Waktu Magrib dan Isya

0
Ilustrasi Berbuka Puasa. (Foto: shutterstock.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Puasa Ramadan 1447 Hijriah memasuki hari kedelapan pada Kamis (26/2/2026). Umat Islam yang menjalankan ibadah puasa dianjurkan untuk segera berbuka ketika azan magrib telah berkumandang.

Untuk membantu masyarakat mempersiapkan waktu berbuka, informasi jadwal buka puasa menjadi panduan penting. Berikut Nukilan.id sajikan jadwal waktu magrib dan salat Isya di kabupaten/kota se-Provinsi Aceh sebagaimana dirangkum dari detikSumut.

Menurut keterangan dalam laporan tersebut, Umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa, disunahkan untuk menyegerakan berbuka puasa jika azan magrib sudah berkumandang.

Jadwal Buka Puasa Aceh, Kamis 26 Februari 2026

Kota Banda Aceh
Magrib 18.55 WIB
Isya 20.04 WIB

Kabupaten Aceh Barat
Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kabupaten Aceh Barat Daya
Magrib 18.50 WIB
Isya 19.59 WIB

Kabupaten Aceh Besar
Magrib 18.54 WIB
Isya 20.03 WIB

Kabupaten Aceh Jaya
Magrib 18.54 WIB
Isya 20.03 WIB

Kabupaten Aceh Selatan
Magrib 18.49 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Singkil
Magrib 18.47 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Aceh Tamiang
Magrib 18.45 WIB
Isya 19.53 WIB

Kabupaten Aceh Tengah
Magrib 18.53 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Aceh Tenggara
Magrib 18.46 WIB
Isya 19.55 WIB

Kabupaten Aceh Timur
Magrib 18.45 WIB
Isya 19.54 WIB

Kabupaten Aceh Utara
Magrib 18.47 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Bener Meriah
Magrib 18.53 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Bireuen
Magrib 18.49 WIB
Isya 19.58 WIB

Kabupaten Gayo Lues
Magrib 18.52 WIB
Isya 19.56 WIB

Kabupaten Nagan Raya
Magrib 18.52 WIB
Isya 20.00 WIB

Kabupaten Pidie
Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kabupaten Pidie Jaya
Magrib 18.51 WIB
Isya 20.00 WIB

Kabupaten Simeulue
Magrib 18.52 WIB
Isya 20.01 WIB

Kota Langsa
Magrib 18.45 WIB
Isya 19.54 WIB

Kota Lhokseumawe
Magrib 18.48 WIB
Isya 19.57 WIB

Kota Sabang
Magrib 18.55 WIB
Isya 20.04 WIB

Kota Subulussalam
Magrib 18.46 WIB
Isya 19.55 WIB

Jadwal ini dapat menjadi acuan masyarakat Aceh dalam menentukan waktu berbuka puasa dan pelaksanaan salat Isya selama Ramadan. (XRQ)

Reporter: Akil

ICAIOS Angkat Dampak Banjir Aceh 2025 ke Forum Nasional, Policy Brief Dibahas Bersama Wamen PPPA di Jakarta

0
ICAIOS Angkat Dampak Banjir Aceh 2025 ke Forum Nasional, Policy Brief Dibahas Bersama Wamen PPPA di Jakarta. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Dampak banjir dan longsor yang melanda Aceh pada 2025, khususnya terhadap perempuan dan kelompok rentan, mulai mendapat perhatian di tingkat nasional. International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) mempresentasikan policy brief dalam forum konsultasi kebijakan di Jakarta bersama Komnas Perempuan dengan dukungan Sasakawa Peace Foundation.

Forum tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Veronica Tan, serta sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga terkait.

Berdasarkan kerangka acuan kegiatan, bencana hidrometeorologi pada November 2025 tercatat melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Aceh. Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dengan sekitar 89.582 hektare sawah terdampak.

Kondisi ini dinilai berimplikasi besar terhadap ekonomi rumah tangga, mengingat sekitar 32,43 persen tenaga kerja perempuan di Aceh bekerja di sektor pertanian.

Direktur ICAIOS, Reza Idria, menjelaskan bahwa pembahasan dilakukan di Jakarta karena temuan di Aceh memiliki keterkaitan langsung dengan desain kebijakan kebencanaan nasional.

“ICAIOS sebelumnya terlibat dalam respons cepat di lapangan. Dari data tersebut kami menyusun policy brief berbasis kerangka Women, Peace and Security (WPS). Ini penting agar pengalaman Aceh menjadi referensi dalam penyempurnaan kebijakan di tingkat nasional,” ujarnya.

Dalam pemaparan disebutkan bahwa dampak bencana tidak bersifat netral gender. Perempuan dan laki-laki menghadapi risiko yang berbeda, di mana perempuan kerap mengalami beban berlapis, mulai dari tanggung jawab pengasuhan keluarga hingga keterbatasan akses terhadap bantuan dan layanan dasar.

Di sejumlah lokasi pengungsian, hunian sementara disebut belum sepenuhnya memenuhi standar keamanan dan privasi bagi perempuan. Fasilitas umum seperti MCK tanpa pemisahan yang memadai dinilai berpotensi meningkatkan risiko kekerasan berbasis gender. Selain itu, mekanisme distribusi bantuan yang berbasis kepemilikan aset formal juga berpotensi meminggirkan perempuan yang tidak tercatat sebagai pemilik lahan.

Policy brief tersebut turut menyoroti belum terintegrasinya indikator Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) serta pendekatan WPS dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Minimnya data terpilah berdasarkan jenis kelamin, usia, dan disabilitas disebut menjadi tantangan dalam merancang kebijakan pemulihan yang tepat sasaran.

Wamen PPPA Veronica Tan menyampaikan bahwa berbagai rekomendasi yang dihasilkan akan disinergikan dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Kita sajikan kepada BNPB dan Kemendagri. Pengalaman di lapangan menunjukkan kebutuhan konkret, termasuk soal ketahanan pangan. Kita ingin dapur bukan hanya tempat memasak, tetapi menjadi ruang komunitas yang inklusif untuk perempuan dan anak,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kementeriannya menaruh fokus pada rehabilitasi serta penguatan sumber daya manusia dan ekonomi perempuan dalam proses pemulihan pascabencana.

“Perempuan harus menjadi aktor dalam proses pemulihan, bukan hanya penerima manfaat,” katanya.

Dalam forum tersebut, ICAIOS mengajukan lima rekomendasi utama, di antaranya integrasi indikator GEDSI dan WPS dalam perencanaan serta penganggaran kebencanaan, penerapan kuota minimal 40 persen perempuan dalam komite pemulihan, penyediaan standar shelter yang aman bagi perempuan, serta penguatan sistem monitoring berbasis data terpilah.

Pembahasan di Jakarta ini menjadi langkah penting karena pengalaman daerah terdampak langsung dibawa ke ruang perumusan kebijakan nasional. ICAIOS berharap hasil konsultasi tersebut dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan perempuan serta kelompok rentan.