Beranda blog Halaman 59

Imigrasi Aceh Bangun Sumur Bor untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Pidie Jaya

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Aceh memberikan bantuan pembangunan sumur bor di Kabupaten Pidie Jaya sebagai upaya mendukung percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, di Banda Aceh, Kamis (26/2/2026), mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Imipas Peduli yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

“Sumur bor Imipas Peduli tersebut diserahkan kepada Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Ummul Ayman. Kami berharap sumur bor ini bermanfaat bagi civitas akademika maupun masyarakat dalam memenuhi air bersih,” katanya.

Penyerahan bantuan berlangsung di Kabupaten Pidie Jaya pada Rabu (25/2/2026). Tato Juliadin Hidayawan menyerahkan bantuan tersebut didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh beserta jajaran.

Bantuan sumur bor diterima langsung oleh Ketua Yayasan STIS Ummul Ayman, Tgk Muhammad Al-Mustafa. Kampus tersebut berada di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Prosesi serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara sebagai bukti selesainya pembangunan sumur bor yang merupakan bantuan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.

Tato Juliadin Hidayawan menjelaskan Program Imipas Peduli merupakan rangkaian kegiatan bakti sosial dalam memperingati Hari Bhakti Imigrasi ke-76 Tahun 2026. Program tersebut dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Aceh bersama jajaran sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, khususnya di wilayah terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya.

“Pembangunan sumur bor ini menjadi wujud komitmen Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Aceh dalam mendukung kebutuhan dasar masyarakat pascabencana,” kata Tato Juliadin Hidayawan.

Ia menambahkan, melalui program Imipas Peduli, institusi keimigrasian ingin memastikan kehadirannya tidak hanya sebatas pelayanan administrasi keimigrasian, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami berharap sumur bor tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam pemenuhan sumber air bersih masyarakat. Sumur bor ini sebagai bentuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana,” kata Tato Juliadin Hidayawan.

Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Kehutanan, Proyek Konservasi Gajah di Aceh Jadi Fokus Utama

0
Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Kehutanan, Proyek Konservasi Gajah di Aceh Jadi Fokus Utama. (Foto: Kemenhut)

NUKILAN.ID | JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Inggris terus memperkuat kemitraan strategis di sektor kehutanan dan konservasi lingkungan. Salah satu agenda utama kerja sama tersebut adalah pengembangan Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) di Aceh yang kini menjadi proyek prioritas kedua negara.

Penguatan kerja sama ini dibahas dalam pertemuan antara Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, dan Menteri Inggris untuk Indo-Pasifik, Seema Malhotra, di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (26/2/2026). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut forum tingkat tinggi Advancing Sustainable Nature Finance in Aceh and Beyond yang sebelumnya digelar di Lancaster House, London, pada awal 2026.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas perkembangan serta rencana implementasi PECI ke depan. Menteri Seema Malhotra secara khusus menanyakan progres dan arah pelaksanaan inisiatif konservasi tersebut.

PECI merupakan program kerja sama Indonesia–Inggris yang difokuskan pada perlindungan gajah Sumatra melalui amandemen nota kesepahaman (MoU) kedua negara. Program ini bertujuan menjaga kelangsungan hidup jangka panjang gajah Sumatra dengan melindungi habitat, menerapkan pengelolaan bentang alam berkelanjutan, serta mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Peusangan, Aceh.

Pada tahap awal, kawasan proyek mencakup area seluas 20.000 hektare dan berpotensi diperluas hingga 80.000 hektare guna membentuk koridor ekologis terintegrasi. Saat ini, PECI masih berada pada fase persiapan implementasi, meliputi pembentukan kelembagaan, penyusunan perencanaan teknis, serta penguatan koordinasi antara pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat lokal.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan bersama Duta Besar Inggris untuk Indonesia juga telah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek sebagai bentuk komitmen kedua negara dalam mendukung konservasi spesies prioritas serta pengelolaan lanskap hutan secara berkelanjutan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa PECI tidak hanya berfokus pada perlindungan satwa, tetapi juga menjadi model baru pembiayaan konservasi berbasis bentang alam.

“PECI kami posisikan sebagai landscape-based conservation financing model yang mengintegrasikan perlindungan keanekaragaman hayati, pengelolaan hutan lestari, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Fokus pertemuan hari ini adalah memastikan bahwa fase implementasi berjalan terstruktur, terukur, dan memiliki keberlanjutan pembiayaan jangka panjang,” ujar Menhut Raja Juli Antoni.

Ia menambahkan, konservasi gajah Sumatra menjadi bagian dari agenda strategis nasional untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi sekaligus mendukung target Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 serta meningkatkan kredibilitas Indonesia dalam kepemimpinan global isu hutan dan iklim.

Selain PECI, kerja sama Indonesia–Inggris juga mencakup sejumlah program lain, seperti Kemitraan untuk Bentang Alam Berkelanjutan (KIBAR), pengembangan National Park Financing Task Force, serta peluang mobilisasi pembiayaan berbasis alam melalui skema blended finance, kredit karbon, dan kredit keanekaragaman hayati yang berintegritas tinggi.

Kemitraan bilateral ini berada di bawah kerangka MoU FOLU Net Sink 2030 yang ditandatangani pada 22 Oktober 2022. Ruang lingkup kerja sama meliputi penguatan tata kelola kehutanan, dukungan terhadap Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK), konservasi spesies prioritas, serta pengembangan mekanisme pembiayaan kehutanan yang inovatif dan berkelanjutan.

Pemerintah Inggris juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pembiayaan konservasi dan perlindungan spesies prioritas di Indonesia, termasuk melalui dukungan teknis dan investasi pada inisiatif berbasis bentang alam seperti PECI.

Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama kedua negara dalam memperkuat kolaborasi konkret di bidang konservasi, pengelolaan hutan lestari, serta mobilisasi pembiayaan berbasis alam guna menjaga keberlanjutan ekosistem hutan Indonesia sekaligus meningkatkan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat.

Banjir Lumpur Kembali Terjang Kampung Mendale Aceh Tengah, Warga Panik dan Rumah Kembali Tergenang

0
Air berlumpur yang mengalir di Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis (26/2/2026).(FOTO: KOMPAS.COM/ Iwan Bahagia)

NUKILAN.ID | TAKENGON — Kampung Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, kembali dilanda banjir berlumpur pada Kamis (26/2/2026), saat warga setempat belum sepenuhnya pulih dari bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Sebelumnya, sebanyak 37 rumah di kawasan tersebut mengalami kerusakan berat akibat bencana sebelumnya. Kini, air bercampur lumpur kembali menerjang permukiman warga dan memicu kepanikan.

Dikutip dari Kompas.com, aliran air berlumpur mulai memasuki kawasan permukiman sekitar pukul 16.00 WIB dan semakin deras sekitar satu jam kemudian. Warga yang sebelumnya baru selesai membersihkan rumah pascabencana akhir tahun lalu kembali berhamburan keluar untuk mencari tempat yang lebih aman.

Reje (Kepala Desa) Kampung Mendale, Syaifullah, mengatakan banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Air memang datang besar dari gunung, yang kemudian sebagian rumah warga masuk lumpur di sekitar Mendale,” ucap Syaifullah, memalui pesan suara whatsapp kepada Kompas.com, Kamis (26/2/2026) malam.

Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi membuat warga kembali diliputi rasa cemas. Sejumlah rumah yang berada di bagian bawah permukiman, terutama dekat jalan raya, kembali kemasukan lumpur.

“Warga merasa panik karena hujan tasi. Saat sekarang ini, rumah yang masuk lumpur berada di bagian bawah, dekat jalan raya. Sehingga hingga saat ini warga masih membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah mereka,” ujar Syaifullah.

Menurutnya, setiap hujan deras terjadi, lumpur kembali masuk ke rumah warga. Karena itu, masyarakat berharap adanya penanganan permanen terhadap sistem pembuangan air di wilayah tersebut.

“Karena hujan kemarin itu rumah warga masuk lumpur, sekarang pun masuk lumpur ke dalam rumah warga. Jadi harapan kami, jalan satu-satunya yaitu pembuangan air atau tali air, agar fokus pembuangan air ke danau,” kata Syaifullah.

Ia menambahkan, apabila perbaikan saluran pembuangan air tidak segera dilakukan, lumpur dikhawatirkan akan terus masuk ke permukiman setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Tekan Inflasi, BI Aceh Ajak Masyarakat Terapkan Belanja Bijak

0
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam kegiatan Bincang-Bincang Media di Banda Aceh, Kamis 26 Februari 2026. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Aceh hingga Januari 2026 mencapai 6,69 persen. Kenaikan inflasi ini dipicu oleh bencana hidrometeorologi pada akhir November lalu yang memutus jalur distribusi serta mengganggu produksi sejumlah komoditas strategis.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, dalam kegiatan Bincang-Bincang Media di Banda Aceh, Kamis (26/2/2026).

“Bencana pada akhir November lalu menyebabkan distribusi terganggu dan produksi beberapa komoditas strategis terhambat. Hingga Januari 2026, inflasi Aceh berada di angka 6,69 persen,” kata Agus kepada awak media, termasuk Nukilan.

Selain secara tahunan, inflasi Aceh juga mengalami kenaikan secara bulanan (month to month/mtm) sebesar 3,55 persen pada Januari 2026. 

Meski demikian, Agus menjelaskan bahwa kondisi saat ini mulai menunjukkan perbaikan. Jalur distribusi yang berangsur pulih serta normalisasi pasokan pascabencana telah mendorong penurunan harga komoditas pangan dan energi di lima kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Aceh.

“Distribusi sudah mulai pulih dan pasokan berangsur normal, sehingga harga sejumlah komoditas mulai turun di beberapa daerah IHK,” ujarnya.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi, Bank Indonesia terus mengampanyekan gerakan Belanja Bijak kepada masyarakat. Edukasi ini dinilai penting, terutama menjelang momentum peningkatan konsumsi seperti Ramadan dan Idulfitri.

“Belanja bijak tentu ini tetap kita akan sampaikan terus ke masyarakat. Kami tidak bosan-bosan mendorong agar masyarakat bisa melakukan belanja bijak,” kata Agus.

Ia menegaskan, tujuan utama belanja bijak adalah agar masyarakat membeli barang sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan, meskipun menerima tambahan pendapatan seperti Tunjangan Hari Raya (THR).

“Tidak perlu berlebihan kalau belanja walaupun mungkin dapat THR. Karena kalau belanjanya makin banyak, permintaan akan melonjak tinggi,” ujarnya.

Agus berharap dengan pola konsumsi yang lebih terukur, lonjakan permintaan dapat ditekan sehingga tekanan inflasi bisa lebih terkendali.

Selain kampanye belanja bijak, Bank Indonesia juga menggelar kegiatan Dapur Cerdas Inflasi. Program ini bertujuan mendorong masyarakat mengonsumsi bahan pangan olahan dan beku yang harganya relatif lebih stabil dan memiliki daya simpan lebih lama.

Reporter: Rezi

Jadwal Imsakiyah Aceh Jumat 27 Februari 2026: Waktu Sahur dan Subuh di Banda Aceh dan Sekitarnya

0
Ilustrasi imsak. (Foto: Freepik)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Umat Islam di Provinsi Aceh kembali menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah pada Jumat (27/2/2026). Menjelang waktu puasa, masyarakat Muslim dianjurkan untuk melaksanakan sahur sebelum memasuki waktu imsak sebagai penanda berakhirnya waktu makan dan minum.

Waktu sahur berakhir saat imsak, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat subuh. Perbedaan kondisi geografis membuat jadwal imsak dan subuh di setiap kabupaten dan kota di Aceh tidak sama. Karena itu, masyarakat diimbau menyesuaikan waktu sahur sesuai wilayah masing-masing.

Mengacu pada jadwal imsakiyah resmi yang dirilis Kementerian Agama RI melalui detikhikmah, berikut jadwal imsak dan subuh di sejumlah wilayah Aceh:

Kabupaten Aceh Barat
Imsak 05.22 WIB
Subuh 05.32 WIB

Kabupaten Aceh Barat Daya
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kabupaten Aceh Besar
Imsak 05.25 WIB
Subuh 05.35 WIB

Kabupaten Aceh Jaya
Imsak 05.25 WIB
Subuh 05.35 WIB

Kabupaten Aceh Selatan
Imsak 05.18 WIB
Subuh 05.28 WIB

Kabupaten Aceh Singkil
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Kabupaten Aceh Tamiang
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Kabupaten Aceh Tengah
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kabupaten Aceh Tenggara
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Kabupaten Aceh Timur
Imsak 05.16 WIB
Subuh 05.26 WIB

Kabupaten Aceh Utara
Imsak 05.18 WIB
Subuh 05.28 WIB

Kabupaten Bener Meriah
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kabupaten Bireuen
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kabupaten Gayo Lues
Imsak 05.17 WIB
Subuh 05.27 WIB

Kabupaten Nagan Raya
Imsak 05.22 WIB
Subuh 05.32 WIB

Kabupaten Pidie
Imsak 05.24 WIB
Subuh 05.34 WIB

Kabupaten Pidie Jaya
Imsak 05.22 WIB
Subuh 05.32 WIB

Kabupaten Simeulue
Imsak 05.20 WIB
Subuh 05.30 WIB

Kota Banda Aceh
Imsak 05.26 WIB
Subuh 05.36 WIB

Kota Langsa
Imsak 05.15 WIB
Subuh 05.25 WIB

Kota Lhokseumawe
Imsak 05.19 WIB
Subuh 05.29 WIB

Kota Sabang
Imsak 05.26 WIB
Subuh 05.36 WIB

Kota Subulussalam
Imsak 05.14 WIB
Subuh 05.24 WIB

Jadwal ini menjadi pedoman bagi umat Muslim di Aceh dalam menentukan batas akhir sahur serta waktu pelaksanaan salat subuh selama Ramadan. (XRQ)

Reporter: Akil

Pendaftaran Mudik Gratis Pemerintah Aceh 2026 Dibuka, Ini Cara dan Jadwalnya

0
Suasana terminal di Banda Aceh pada momen mudik Lebaran Idulfitri. [Foto: dok Dishub Aceh]

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Aceh kembali menghadirkan program mudik gratis dalam rangka menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Masyarakat yang ingin pulang kampung tanpa biaya transportasi sudah dapat melakukan pendaftaran secara daring mulai minggu keempat Februari 2026.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal, mengatakan proses pendaftaran dilakukan secara online agar masyarakat di seluruh kabupaten dan kota dapat mengakses layanan dengan lebih mudah.

Informasi terkait jadwal keberangkatan, rute perjalanan, hingga tata cara pendaftaran dapat dipantau melalui akun media sosial resmi Dinas Perhubungan Aceh.

“Tahun ini, menyediakan 25 rute perjalanan. 18 jalur darat menggunakan bus dan Hiace dan 7 jalur laut dan penyeberangan untuk menjangkau wilayah kepulauan,” kata Teuku Faisal dalam keterangannya dikutip, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, program mudik gratis tersebut merupakan arahan langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya setelah bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Faisal menambahkan, pelaksanaan keberangkatan mudik gratis dijadwalkan berlangsung pada minggu ketiga Maret 2026 atau menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

“Program ini kerjasama Pemerintah Aceh dengan Kementerian Perhubungan, BUMN, BUMD dan swasta yang ada di Aceh,” sebutnya.

Lonjakan Deforestasi Aceh Selama 2025 Tembus 39 Ribu Hektare, HAkA Soroti Risiko Banjir Meningkat

0
Catatan berkurangnya tutupan hutan di Aceh bedasarkan penelitian Yayasan HAkA. (Foto: HAkA)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) mencatat peningkatan signifikan kehilangan tutupan hutan di Provinsi Aceh sepanjang 2025. Total deforestasi mencapai 39.687 hektare, angka tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir yang diduga turut memperparah bencana banjir besar pada November 2025.

Manager GIS Yayasan HAkA, Lukmanul Hakim, mengatakan tren kehilangan hutan sebenarnya sempat menunjukkan perbaikan sejak 2015 sebelum akhirnya melonjak tajam pada 2025.

“Terjadi lonjakan yang sangat tajam pada 2025. Angka kehilangan hutan melonjak menjadi 39.687 hektare berdasarkan data pemantauan kami,” kata di Lukmanul Hakim, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, tingkat kehilangan tutupan hutan di Aceh sebelumnya terus menurun hingga mencapai titik terendah pada 2023, yakni 8.906 hektare. Namun, kondisi tersebut berubah drastis dua tahun kemudian.

Dikutip Nukilan.id dari data HAkA, tanda-tanda peningkatan kerusakan hutan sebenarnya telah terlihat sejak awal 2025. Dalam periode Januari hingga September 2025 saja, kehilangan tutupan hutan sudah mencapai 5.955 hektare, melampaui total kehilangan sepanjang 2024 yang tercatat sebesar 5.699 hektare.

Kerusakan paling luas terjadi di Kawasan Ekosistem Leuser. Sepanjang 2025, kawasan ini mengalami kehilangan tutupan hutan hingga 28.012 hektare. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi karena kawasan tersebut berfungsi sebagai daerah tangkapan dan penyangga air utama.

Secara wilayah administratif, Kabupaten Aceh Timur mencatat kehilangan tutupan hutan terbesar dengan luas 8.535 hektare. Angka tersebut diikuti Aceh Tengah sebesar 6.910 hektare serta Gayo Lues mencapai 6.773 hektare.

Lukmanul menjelaskan, penyebab kehilangan hutan berasal dari kombinasi faktor alami dan aktivitas manusia. Faktor alami banyak ditemukan di Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, yang berkaitan dengan longsor serta perubahan bentang alam akibat fenomena alam.

Sementara itu, faktor antropogenik atau aktivitas manusia mendominasi di Aceh Selatan dengan luas kehilangan hutan mencapai 2.195 hektare dan Nagan Raya sebesar 2.130 hektare. Di dua wilayah tersebut, hampir seluruh kerusakan hutan dipicu oleh aktivitas manusia.

Lukmanul juga menilai lonjakan deforestasi pada 2025 memiliki keterkaitan kuat dengan meningkatnya intensitas banjir di sejumlah daerah di Aceh.

Ia menegaskan kondisi ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan agar risiko bencana tidak semakin besar di masa mendatang.

“Tanpa langkah pengendalian, risiko bencana diperkirakan akan semakin meningkat pada masa mendatang,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Jelang Lebaran, Pertamina dan ESDM Aceh Pastikan Takaran BBM Akurat dan Stok Elpiji Aman

0
Pertamina dan ESDM Aceh Pastikan Takaran BBM Akurat dan Stok Elpiji Aman Jelang Lebaran (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh serta Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh melakukan peninjauan ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan pangkalan elpiji di Banda Aceh, Rabu (25/2/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan perlindungan konsumen, khususnya terkait akurasi takaran bahan bakar minyak (BBM), serta menjamin ketersediaan elpiji 3 kilogram di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Lebaran.

Pengawasan difokuskan pada pengujian alat ukur (tera) pompa BBM agar volume yang diterima masyarakat sesuai standar. Selain itu, tim juga memantau stabilitas pasokan elpiji bersubsidi.

Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yakni SPBU Simpang Jam Jalan Teuku Umar, SPBU Lhong Raya, Pangkalan LPG Berkat Alam Jaya di Gampong Lhong Cut, serta Pangkalan LPG Beusare Niaga di kawasan Simpang Blower.

Sales Area Manager Retail Aceh PT Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga kualitas layanan energi kepada masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Melalui pengecekan takaran (tera) secara berkala ini, kami memastikan BBM yang disalurkan berkualitas dan sesuai standar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI) 1447 H untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana distribusi energi di Banda Aceh beroperasi secara optimal,” ujar Misbah.

Sementara itu, Sub Koordinator Pengembangan Usaha Minyak dan Gas Bumi, Zulfikar, yang mewakili Kepala Dinas ESDM Aceh, Taufik, menyebut pengawasan lintas instansi ini penting untuk menjaga kualitas pelayanan publik selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“Sinergi antara Dinas ESDM, Pertamina, dan dinas terkait lainnya merupakan langkah strategis untuk menjaga integritas penyaluran energi, khususnya BBM dan elpiji bersubsidi agar tetap tepat sasaran. Dari hasil pemantauan hari ini, kami melihat komitmen yang baik dari para pelaku usaha di lapangan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok energi dalam kondisi aman dan pengawasan akan terus kami lakukan,” jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak, terutama yang bersubsidi, serta tidak melakukan praktik ilegal seperti pengoplosan, penimbunan, maupun penyalahgunaan distribusi yang dapat merugikan masyarakat dan membahayakan keselamatan.

Melalui pengawasan ini, pemerintah dan Pertamina berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan energi maupun layanan distribusi BBM dan elpiji.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Menangkan Undian! Alifa Land Bagikan 5 Tiket Umrah di Libur Lebaran

0

NUKILAN.id | Aceh Selatan – Alifa Land, wahana bermain, restoran & resort, kembali membuat gebrakan pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M. Untuk memanjakan pelanggan setia, pihak manajemen menghadirkan kupon undian dengan hadiah utama yang sangat istimewa: tiket umroh.

Tak tanggung-tanggung, setidak-tidaknya lima tiket umroh akan dibagikan dalam gelaran ini. Cukup dengan berbelanja senilai Rp150 ribu, pelanggan berkesempatan memenangkan tiket umroh serta beragam hadiah menarik lainnya.

Tak hanya undian belanja, Alifa Land juga menggelar dua lomba besar yang dibuka untuk umum, yaitu Panggung Tilawah dan Panggung Berdendang. Kedua ajang ini terbuka untuk peserta laki-laki dan perempuan.

Panggung Berdendang dapat diikuti siapa pun tanpa batas usia. Sementara, Panggung Tilawah khusus diperuntukkan bagi masyarakat Aceh Selatan berusia 15 hingga 20 tahun, dengan tiket umroh sebagai hadiah bagi juara pertama.

Menurut Aidil Mashendra, selaku Owner Alifa Land, lomba ini digelar untuk kali kedua karena antusiasme masyarakat yang sangat tinggi pada perhelatan tahun lalu.

“Berkaca dari perhelatan tahun lalu, antusias masyarakat yang membludak menjadi alasan utama kami menggelar kembali acara ini,” ujarnya. Acara akan dimulai pada 24 Maret dan berakhir 31 Maret 2026.

Seluruh rangkaian acara ini diharapkan dapat meningkatkan pariwisata Aceh Selatan. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, pengunjung yang hadir tidak hanya warga lokal Aceh Selatan, tetapi juga datang dari Banda Aceh hingga Medan.

Dengan digelarnya kembali lomba tilawah dan lomba karaoke ini, keberadaan Alifa Land dan Pantai SBB diharapkan semakin dikenal luas dan menambah catatan positif bagi pariwisata Aceh Selatan.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak mengenai gelaran lomba dan undian Alifa Land, dapat langsung menghubungi kontak Alifa Land di 0823 1667 7740 atau melalui Instagram @alifaland_official. []

Sahur Ramadan Demokrat Aceh, Teuku Riefky Dorong Penguatan Struktur dan Persiapan Menuju 2029

0
Sahur Ramadan Demokrat Aceh, Riefky Dorong Penguatan Struktur dan Persiapan Menuju 2029. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Sekjen Majelis Tinggi Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya konsolidasi menyeluruh bagi kader Demokrat di Aceh sebagai langkah strategis menghadapi kontestasi politik 2029.

Pesan tersebut disampaikan Riefky saat melaksanakan Safari Ramadan dan sahur bersama jajaran DPD, DPC, anggota DPRK, serta kader Demokrat di Kantor DPD Demokrat Aceh, Luengbata, Banda Aceh, Rabu (26/2/2026) dini hari.

Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa kekuatan Demokrat di Aceh yang selama ini dikenal solid secara nasional harus terus dijaga dan diperkuat melalui kerja organisasi yang berkelanjutan.

“Soliditas Demokrat Aceh sudah dikenal kuat secara nasional. Tapi itu tidak cukup. Kita harus terus bergerak dan membangun kekuatan dari bawah,” tegasnya.

Riefky menilai, target kebangkitan pada 2029 tidak semata-mata diukur dari peningkatan jumlah kursi legislatif. Menurutnya, partai harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat agar kepercayaan publik semakin meningkat.

“Jangan hanya berpikir kursi. Kita harus berpikir bagaimana berbuat lebih banyak untuk rakyat. Itu yang akan menentukan kepercayaan publik,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya keterbukaan partai terhadap berbagai kalangan. Demokrat, kata dia, harus menjadi organisasi yang inklusif dengan memberi ruang bagi generasi muda maupun tokoh masyarakat untuk bergabung dan berkontribusi.

“Demokrat harus jadi rumah besar. Kita butuh bintang-bintang baru, kader-kader yang siap tampil di legislatif maupun eksekutif,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Riefky turut menyampaikan salam dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, sekaligus menegaskan komitmen kepemimpinan pusat dalam memberikan perhatian berkelanjutan terhadap perkembangan politik dan pembangunan di Aceh.

Ia menutup arahannya dengan menekankan pentingnya menjaga etika politik serta memperkuat silaturahmi sebagai fondasi utama perjuangan partai.

“Berpolitik harus santun, riang, dan beretika. Dengan soliditas dan kerja nyata, 2029 harus menjadi titik balik kebangkitan Demokrat,” pungkas Riefky.

Kegiatan sahur bersama tersebut turut dihadiri anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia HT Ibrahim, Pelaksana Tugas Ketua DPD Demokrat Aceh Rian Syaf, Sekretaris Arif Fadillah, Bendahara Nurdiansyah Alasta, serta pengurus DPD, para ketua DPC, dan anggota DPR Aceh.