Beranda blog Halaman 59

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Pecahan 1 Gram Dijual Rp2.743.000

0
Emas ANTAM. (Foto: VOI.ID)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Senin (8/6/2026). Berdasarkan pantauan Nukilan.id dari daftar harga resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp5.000 per gram dibandingkan hari sebelumnya.

Jika pada Minggu (7/6/2026) emas Antam ukuran 1 gram diperdagangkan seharga Rp2.738.000, maka hari ini harganya meningkat menjadi Rp2.743.000 per gram.

Kenaikan tersebut juga terjadi pada berbagai ukuran emas batangan lainnya, mulai dari pecahan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut rincian harga emas Antam per Senin (8/6/2026).

  • Emas 0,5 gram: Rp1.421.500 atau Rp1.425.054 setelah dikenakan PPh 0,25 persen.
  • Emas 1 gram: Rp2.743.000 atau Rp2.749.858 setelah PPh.
  • Emas 2 gram: Rp5.426.000 atau Rp5.439.565 setelah PPh.
  • Emas 3 gram: Rp8.114.000 atau Rp8.134.285 setelah PPh.
  • Emas 5 gram: Rp13.490.000 atau Rp13.523.725 setelah PPh.
  • Emas 10 gram: Rp26.925.000 atau Rp26.992.313 setelah PPh.
  • Emas 25 gram: Rp67.187.000 atau Rp67.354.968 setelah PPh.
  • Emas 50 gram: Rp134.295.000 atau Rp134.630.738 setelah PPh.
  • Emas 100 gram: Rp268.512.000 atau Rp269.183.280 setelah PPh.
  • Emas 250 gram: Rp671.015.000 atau Rp672.692.538 setelah PPh.
  • Emas 500 gram: Rp1.341.820.000 atau Rp1.345.174.550 setelah PPh.
  • Emas 1.000 gram: Rp2.683.600.000 atau Rp2.690.309.000 setelah PPh.

Selain emas batangan reguler, Antam juga menawarkan sejumlah produk edisi khusus.

Untuk Gift Series, harga pecahan 0,5 gram dibanderol Rp1.491.500 atau Rp1.495.229 setelah PPh. Sementara Gift Series 1 gram dijual Rp2.893.000 atau Rp2.900.233 setelah pajak.

Pada edisi Selamat Idul Fitri, emas batangan 5 gram dipasarkan seharga Rp14.463.000 atau Rp14.499.158 setelah PPh.

Sementara itu, edisi Imlek tersedia dalam dua ukuran. Pecahan 8 gram dijual Rp22.798.800 atau Rp22.855.797 setelah pajak, sedangkan ukuran 88 gram dipasarkan seharga Rp248.081.600 atau Rp248.701.804 setelah PPh.

Antam juga menyediakan Batik Seri III. Untuk ukuran 10 gram, harga dipatok Rp27.930.000 atau Rp27.999.825 setelah pajak. Adapun ukuran 20 gram dijual Rp55.060.000 atau Rp55.197.650 setelah PPh.

Di kategori logam perak, perak murni ukuran 250 gram dipasarkan seharga Rp13.153.500, sedangkan ukuran 500 gram dijual Rp25.419.000. Kedua harga tersebut sudah termasuk PPN sebesar 11 persen.

Untuk produk Perak Heritage, ukuran 31,1 gram dibanderol Rp1.972.175 atau Rp2.189.114 setelah PPN. Sementara ukuran 186,6 gram dipasarkan Rp10.711.576 atau Rp11.889.849 setelah PPN.

Adapun Liontin Batik Seri III berbobot 8 gram memiliki harga dasar Rp17.275.456. Produk ini dijual seharga Rp17.560.501 setelah PPN 1,65 persen atau Rp17.508.675 dengan skema PPN 1,1 persen ditambah PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen.

Harga emas Antam dapat berubah setiap hari mengikuti pergerakan harga emas global, nilai tukar rupiah, serta kebijakan perusahaan. Masyarakat dapat memantau pembaruan harga melalui kanal resmi Logam Mulia sebelum melakukan transaksi pembelian maupun penjualan. (xrq)

Sekda Banda Aceh Minta ASN Perkuat Integritas dan Sinergi dalam Meningkatkan Pelayanan Publik

0
Sekda Banda Aceh Minta ASN Perkuat Integritas dan Sinergi dalam Meningkatkan Pelayanan Publik. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar apel gabungan aparatur sipil negara (ASN) di halaman Balai Kota, Senin (8/6/2026).

Amatan Nukilan.id, apel yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, itu menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam menjaga integritas, meningkatkan kolaborasi, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Kegiatan tersebut dihadiri para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala sekolah, mukim, keuchik, hingga ribuan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Dalam arahannya, Jalaluddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pemerintah kota atas kinerja yang dinilai berhasil mengawal berbagai agenda penting menjelang dan selama perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Berbagai program, mulai dari pelaksanaan Pasar Daging Meugang Murah, pelayanan kepada masyarakat selama hari raya, hingga pelaksanaan penyembelihan hewan kurban, menurutnya dapat berjalan dengan baik berkat koordinasi yang solid antarinstansi.

Ia menilai keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya kerja sama lintas perangkat daerah dalam menghadirkan pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Keberhasilan yang kita raih bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari semangat kebersamaan dan kolaborasi. Ketika seluruh elemen bergerak dalam satu tujuan yang sama, maka pelayanan terbaik bagi masyarakat dapat diwujudkan,” kata Jalaluddin.

Selain menyoroti pentingnya kolaborasi, Sekda juga mengingatkan seluruh ASN agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Menurutnya, integritas, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab harus tercermin dalam setiap pelaksanaan pekerjaan di lingkungan pemerintahan.

Jalaluddin juga menyinggung tantangan yang dihadapi Banda Aceh di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola interaksi masyarakat. Dalam kondisi tersebut, ia menilai pelaksanaan Syariat Islam harus tetap dijaga dengan pendekatan yang mampu menyesuaikan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai yang menjadi identitas daerah.

“Penegakan syariat harus dilakukan secara adil, profesional, humanis, dan berkeadaban. Di saat yang sama, edukasi, pembinaan, serta keteladanan juga harus terus diperkuat. ASN harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sekda turut memberikan apresiasi terhadap tingginya partisipasi masyarakat maupun ASN dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. Dari lingkungan OPD terkumpul sebanyak 65 ekor sapi dan 17 ekor kambing sebagai hewan kurban. Sementara di seluruh gampong dalam wilayah Kota Banda Aceh, jumlah hewan kurban yang disembelih mencapai 1.169 ekor sapi dan 301 ekor kambing.

Ia berharap semangat berbagi tersebut dapat terus dipertahankan melalui penyelenggaraan program kurban bersama yang dirancang lebih terstruktur pada setiap perangkat daerah pada masa mendatang.

Dalam amanatnya, Jalaluddin juga mengajak seluruh aparatur untuk mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih Pemerintah Kota Banda Aceh. Di antaranya keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 18 kali berturut-turut serta prestasi nasional yang kembali diraih RSUD Meuraxa dalam pengembangan layanan rumah sakit berbasis syariah.

Selain itu, ia mengungkapkan pemerintah kota sedang mempersiapkan revitalisasi Taman Bustanussalatin agar menjadi ruang terbuka hijau yang lebih nyaman sekaligus pusat aktivitas masyarakat. Seluruh ASN juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan Dakwah Umum menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang akan diselenggarakan di kawasan taman tersebut.

Pada apel gabungan itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Juni 2026 bagi peserta formasi tahun 2024. Kepada para PNS yang baru menerima SK, Jalaluddin berpesan agar menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, dan mengedepankan semangat melayani masyarakat dalam menjalankan tugas.

Menutup amanatnya, Sekda kembali mengingatkan seluruh ASN agar terus memperkuat sinergi, menjaga etika sebagai aparatur negara, dan bekerja secara profesional demi mewujudkan Banda Aceh sebagai kota yang maju, religius, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Jika nilai-nilai ini terus kita pegang dan jalankan bersama, saya yakin Banda Aceh akan semakin kuat sebagai kota kolaborasi yang maju, religius, dan membanggakan,” tutupnya. (XRQ)

Nenek 70 Tahun Diduga Dibunuh di Aceh Utara, Perhiasan Korban Dilaporkan Hilang

0
Ilustrasi Meninggal. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON – Aminah (70), warga Desa Guha Uleu, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Sabtu (6/6/2026). Korban diduga menjadi korban pembunuhan karena ditemukan sejumlah luka lebam di tubuh dan wajahnya.

Selain itu, sejumlah barang berharga milik korban juga dilaporkan hilang. Warga menduga peristiwa tersebut berkaitan dengan tindak pencurian yang berujung pada kematian korban.

Mengutip Kompas.com, Kepala Desa (Keuchik) Guha Uleu, Abdullah Ibrahim, menjelaskan bahwa sebelum korban ditemukan meninggal, beberapa warga datang ke rumah Aminah untuk mengambil bahan masakan. Selama ini, Aminah diketahui tinggal seorang diri dan sering meminta bantuan warga untuk memasakkan makanan sehari-harinya.

Namun, ketika dipanggil, Aminah tidak memberikan respons seperti biasanya. Merasa curiga, warga kemudian menghubungi pihak keluarga korban.

Menurut Abdullah, kondisi rumah saat itu dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga warga bersama keluarga memutuskan untuk mendobrak pintu dan jendela rumah.

“Pintu terkunci dari dalam. Warga lalu mendobrak pintu dan jendela tersebut. Saat itu korban ditemukan telentang ditempat tidur,” ujarnya.

Setelah penemuan tersebut, warga bersama pihak kepolisian membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara untuk dilakukan visum. Selanjutnya, korban dimakamkan oleh pihak keluarga.

Warga menduga Aminah menjadi korban pencurian dan pembunuhan. Dugaan itu muncul setelah gelang dan kalung yang biasa dikenakan korban tidak lagi ditemukan di tubuhnya saat ditemukan meninggal dunia.

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ahzan, mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Masih dalam penyelidikan saat ini,” katanya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Aceh Selatan Laporkan Keberadaan Enam WN China ke Polisi

0
Personel Polres Aceh Selatan memeriksa WNA asal Tiongkok di Aceh Selatan, Minggu (7/6/2026). (Foto: Humas Polres Aceh Selatan)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Personel Polres Aceh Selatan saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap enam warga negara asing (WNA) asal Tiongkok yang ditemukan berada di Gampong Lawe Melang, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan.

Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Narsyah Agustian, mengatakan proses pemeriksaan masih berlangsung sehingga pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan status maupun aktivitas enam WNA tersebut di wilayah Aceh Selatan.

“Kami masih pemeriksa untuk kepentingan klarifikasi terkait keberadaan enam WNA tersebut,” kata Iptu Narsyah, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan mencakup pengecekan kelengkapan dokumen perizinan serta pengumpulan keterangan terkait tujuan dan keberadaan mereka di Kabupaten Aceh Selatan.

Iptu Narsyah menegaskan, setelah seluruh proses klarifikasi dan pemeriksaan selesai dilakukan, pihak kepolisian akan menyampaikan informasi secara lengkap kepada masyarakat.

“Kami mohon waktu. Setelah seluruh proses klarifikasi dan pemeriksaan selesai, akan kami sampaikan hasilnya kepada publik, apa kepentingan mereka di Kabupaten Aceh Selatan,” kata Narsyah.

Sebelumnya, keberadaan enam WNA asal Tiongkok tersebut diketahui berada di wilayah Kluet Tengah pada Jumat (5/6/2026). Mereka didampingi seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bertugas sebagai penerjemah.

Mengetahui keberadaan mereka, masyarakat setempat kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Selatan melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) bersama Tim Resmob langsung dikerahkan ke lokasi tempat para WNA berada.

Masyarakat setempat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat memastikan keabsahan dokumen perjalanan, izin keberadaan, serta tujuan aktivitas keenam warga negara asing tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hingga kini, polisi masih melakukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan tujuan kedatangan serta aktivitas para WNA asal Tiongkok tersebut di Kabupaten Aceh Selatan.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Perairan Barat Sinabang

0
Ilustrasi gempa. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.ID | SIMEULUE – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Simeulue pada Minggu (7/6/2026) pukul 20.06 WIB. Gempa berpusat di laut sekitar 27 kilometer barat Kota Sinabang dengan kedalaman 10 kilometer.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episentrum gempa berada pada koordinat 2,50 Lintang Utara dan 96,13 Bujur Timur.

“Gempa magnitudo 4,5 terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026 pukul 20.06 WIB. Pusat gempa berada di laut 27 kilometer barat Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, dengan kedalaman 10 kilometer,” tulis BMKG dalam informasi resminya, dikutip Nukilan, Minggu (7/6/2026).

BMKG melaporkan getaran gempa dirasakan di wilayah Simeulue dengan intensitas II-III MMI. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. BMKG juga belum mengeluarkan peringatan potensi tsunami terkait gempa tersebut.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan BMKG serta instansi terkait. []

Reporter: Sammy

BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Aceh, 16 Titik Panas Masih Terpantau

0
Ilustrasi titik panas. (Foto: Antara)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Aceh untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang pada 7 hingga 9 Juni 2026. Peringatan tersebut disampaikan di tengah masih terdeteksinya sejumlah titik panas di beberapa wilayah Aceh.

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, sebanyak 16 titik panas (hotspot) terdeteksi di Aceh pada 5 Juni 2026 melalui sensor MODIS dan VIIRS yang dibawa sejumlah satelit penginderaan jauh.

Prakirawan yang bertugas BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Dedi, mengatakan titik panas tersebut tersebar di beberapa kabupaten dengan tingkat kepercayaan yang berbeda-beda.

“Berdasarkan hasil pemantauan sensor MODIS dari Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP dan NOAA20/VIIRS, terdeteksi 16 titik panas di wilayah Aceh. Titik-titik tersebut tersebar di beberapa kabupaten dengan tingkat kepercayaan yang bervariasi,” kata Dedi kepada Nukilan, Minggu (7/6/2026).

Menurut data BMKG, titik panas terpantau di Kabupaten Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tengah, dan Kota Subulussalam. Sebagian besar hotspot berada di Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan.

Selain memantau titik panas, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Aceh dalam tiga hari ke depan.

Dedi menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin, serta adanya daerah belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Aceh. Di samping itu, suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan selatan Sumatra turut meningkatkan pasokan uap air ke atmosfer.

“Masyarakat perlu mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari. Kondisi ini berpotensi disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh,” ujarnya.

BMKG mencatat wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada 7 Juni meliputi Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Kota Langsa, Pidie, dan Pidie Jaya.

Sementara pada 8 Juni, potensi hujan diprakirakan terjadi di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Gayo Lues, Kota Banda Aceh, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.

Adapun pada 9 Juni, wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat antara lain Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Gayo Lues.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem maupun bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. []

Reporter: Sammy

334 Hektare Gambut Rawa Tripa Terbakar, Green Aceh Desak Investigasi Menyeluruh

0
Titik panas di kawasan Rawa Tripa. (Foto: Dok APEL Green Aceh)

NUKILAN.ID | NAGAN RAYA – Sedikitnya 334 hektare lahan gambut di kawasan Rawa Tripa, Kabupaten Nagan Raya, dilaporkan terbakar hingga 5 Juni 2026. Luasan area terdampak tersebut teridentifikasi berdasarkan pemantauan citra satelit yang menunjukkan sebaran kebakaran di dalam kawasan Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit.

Lembaga lingkungan APEL Green Aceh mencatat sebanyak 332 titik panas terdeteksi di kawasan tersebut selama periode kebakaran berlangsung. Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel-2 per 5 Juni 2026, area terbakar berada di hamparan gambut yang selama ini dikenal sebagai salah satu ekosistem gambut penting di Aceh.

Direktur APEL Green Aceh, Rahmat Syukur menyatakan kebakaran yang berulang di kawasan Rawa Tripa memerlukan penanganan serius dan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab serta pihak yang bertanggung jawab.

Menurut Rahmat, investigasi perlu menjawab sejumlah pertanyaan mendasar, mulai dari asal mula api, status penguasaan lahan yang terbakar, pihak yang memperoleh manfaat dari kawasan tersebut, hingga kemungkinan adanya kelalaian yang menyebabkan api meluas.

“Setiap tahun kebakaran kembali terjadi di kawasan gambut, namun penyebab dan pihak yang bertanggung jawab sering kali tidak terungkap secara tuntas,” ujar Rahmat dalam pernyataannya di akun Instagram APEL Green Aceh, dilansir Nukilan, Minggu (7/6/2026).

Selain menyebabkan kerusakan ekosistem, kebakaran gambut juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang lebih luas. Asap hasil kebakaran dapat menurunkan kualitas udara, sementara pelepasan karbon dari lahan gambut yang terbakar berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca.

Rahmat menilai kebakaran di Rawa Tripa tidak dapat dipandang sebagai bencana lokal semata karena dampaknya menyentuh aspek lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perubahan iklim. Organisasi tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan pengawasan kawasan gambut serta upaya pemulihan ekosistem untuk mencegah kebakaran berulang pada musim kemarau.

Sehubungan dengan itu, APEL Green Aceh mendesak Kepolisian Daerah Aceh untuk membentuk tim investigasi khusus guna mengusut tuntas kebakaran yang terjadi di kawasan Rawa Tripa. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan penegakan hukum berjalan efektif sekaligus memberikan efek jera terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan. []

Reporter: Sammy

Harga TBS Sawit Aceh Periode 4–16 Juni 2026 Ditetapkan, Umur 21 Tahun Tembus Rp3.347 per Kilogram

0
Ilustrasi kelapa sawit. (Foto: Reuters)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit untuk periode 4 hingga 16 Juni 2026 melalui rapat tim penetapan harga yang digelar di Ruang Kepala Bidang Pengolahan, Pemasaran, dan Pembinaan Usaha Perkebunan (P3UP) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Kamis (4/6/2026).

Dihimpun Nukilan dari akun Instagram Distanbun Aceh, harga TBS tertinggi ditetapkan sebesar Rp3.347 per kilogram untuk tanaman menghasilkan berumur 21 tahun. Sementara harga TBS untuk kelompok umur produktif 10–20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.317 per kilogram.

Penetapan harga tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia dan Ketua Tim Penetapan dan Pemantauan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit, Habiburrahman yang melibatkan unsur pemerintah daerah, perwakilan perusahaan perkebunan, serta pabrik kelapa sawit (PKS) yang mengikuti rapat secara langsung maupun daring.

Selain menetapkan harga TBS, rapat juga menyepakati harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sebesar Rp13.990,54 per kilogram dan harga inti sawit (kernel) sebesar Rp14.208,46 per kilogram. Adapun indeks K yang digunakan dalam perhitungan mencapai 89,38 persen.

Penetapan harga TBS secara berkala bertujuan memberikan kepastian harga bagi pekebun sekaligus menjadi acuan resmi dalam transaksi jual beli antara petani dan pabrik kelapa sawit di Aceh.

Melalui mekanisme penetapan harga yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah berupaya menjaga transparansi tata niaga kelapa sawit serta memastikan harga yang diterima pekebun mencerminkan kondisi pasar dan perkembangan harga produk turunan sawit.

Harga TBS yang telah ditetapkan tersebut berlaku untuk seluruh wilayah Aceh selama periode 4–16 Juni 2026 dan diharapkan dapat mendukung stabilitas sektor perkebunan kelapa sawit yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah. []

Reporter: Sammy

Seporsi MBG untuk Siswa, Keuntungan Fantastis untuk Petinggi BGN

0
Ilustrasi. (Foto: Gemini AI)

NUKILAN.ID | INDEPTH – Suasana penuh keceriaan hampir selalu terlihat di ruang-ruang kelas ketika paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai didistribusikan ke sekolah. Sejumlah siswa segera duduk tertib di bangku masing-masing, sementara sebagian lainnya dengan sigap membantu membagikan makanan yang telah dikemas dalam ompreng.

Bagi para pelajar, momen tersebut tidak sekadar menjadi waktu makan di sela kegiatan belajar mengajar. Kehadiran MBG juga menjadi kesempatan untuk berkumpul dan berbagi cerita bersama teman-teman. Bahkan, tidak sedikit siswa yang saling menebak hidangan apa yang akan mereka nikmati pada hari itu.

Suasana hangat dipenuhi canda dan obrolan ringan mengiringi setiap santapan. Di saat yang sama, para guru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanamkan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang.

Program yang diinisiasi pemerintah itu membawa harapan sederhana, yakni memastikan setiap anak dapat mengikuti proses belajar tanpa harus menahan rasa lapar.

Akan tetapi, di balik wajah-wajah ceria para siswa, tersimpan persoalan besar yang diduga terjadi dalam pengelolaan program tersebut. Dugaan penyimpangan itu menyeret pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai institusi yang bertanggung jawab atas pelaksanaan MBG.

Perkembangan mengejutkan itu bermula ketika Presiden RI Prabowo mengambil keputusan mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua Wakil Kepala BGN, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Tidak lama setelah pergantian tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di kantor BGN yang berlokasi di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu (3/6/2026) dini hari.

Proses hukum kemudian bergerak cepat. Kejagung mengumumkan penetapan ketiganya sebagai tersangka sekaligus melakukan penahanan terhadap Dadan beserta dua pejabat lainnya atas dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola program MBG.

Kasus ini memunculkan keprihatinan karena dana dalam jumlah besar yang semestinya digunakan untuk menjamin mutu pelayanan serta keberlangsungan salah satu program prioritas pemerintah justru diduga disalahgunakan oleh pihak yang diberi amanah untuk mengelolanya.

Ironi itulah yang kini menjadi sorotan masyarakat. Di satu sisi, para siswa hanya menerima seporsi makanan bergizi melalui program MBG. Di sisi lain, para petinggi lembaga penyelenggara diduga menikmati keuntungan besar dari program yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan kesehatan generasi penerus bangsa.

Meski demikian, langkah penegakan hukum tersebut dinilai mencerminkan keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo dalam memerangi praktik korupsi tanpa membedakan jabatan maupun kedudukan pelakunya.

Dalam kurun waktu satu tahun masa pemerintahannya, sejumlah perkara korupsi berskala besar berhasil diungkap aparat penegak hukum dan memperoleh apresiasi dari publik.

Mengutip Maret.id, pengamat politik, Adi Prayitno, menyampaikan bahwa sikap tegas Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas korupsi telah menjadi komitmen yang konsisten sejak awal masa pemerintahannya.

Menurutnya, Prabowo bahkan secara terbuka memerintahkan aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk bertindak tegas terhadap pelaku korupsi tanpa pengecualian.

“Negara tidak boleh kalah dengan para koruptor, dan jangan ada warga negara yang melakukan korupsi hanya untuk kepentingan kelompok tertentu,” tegas Adi Prayitno pada Jumat, 5 Juni 2026.

Ia mengungkapkan perkara korupsi yang menyeret pejabat tertinggi di BGN tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh penyelenggara negara agar tidak menyalahgunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi.

“Ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pejabat publik. Duit negara harus digunakan secara akuntabel, transparan, dan sesuai kepentingan yang telah diatur oleh undang-undang,” ungkapnya.

Tiga Bos Tersandung Korupsi

Sejak Rabu (3/6/2026) dini hari, perhatian publik tersedot pada penangkapan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Kejaksaan Agung menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan BGN sepanjang 2025–2026. Dalam kasus tersebut, mereka diduga bersekongkol dan saling bekerja sama menjalankan praktik korupsi.

Setelah menjalani pemeriksaan, Dadan dan dua koleganya langsung mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda dengan tangan terborgol. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk menjalani penahanan.

Mengutip Detik.com, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengungkap modus yang diduga dilakukan Dadan bersama dua bawahannya. Salah satunya ialah menunjuk yayasan sebagai mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki keterkaitan secara melawan hukum.

Sejak resmi berjalan pada 6 Januari 2025, Program MBG menjadi salah satu program prioritas nasional yang dijalankan melalui BGN dengan skema penyediaan makanan bergizi gratis. Pada tahun 2025, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp85,27 triliun, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi Rp268 triliun. Seluruh pembiayaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Besarnya dana yang digelontorkan semestinya dikelola melalui yayasan-yayasan di setiap sekolah. Namun dalam praktiknya, yayasan yang dipilih sebagai mitra SPPG justru merupakan yayasan yang terafiliasi dengan pejabat maupun pegawai BGN, meski tidak memenuhi persyaratan sebagai mitra.

“SPPG tersebut tetap ditunjuk dengan cara melakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN dengan adanya atensi dari tersangka,” jelasnya.

Yayasan-yayasan yang tidak memenuhi ketentuan itu kemudian memperoleh insentif bernilai miliaran rupiah setiap hari, bahkan mencapai triliunan rupiah dalam setahun.

Tak hanya mengatur proses verifikasi pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ketiga tersangka juga diduga memainkan proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN melalui praktik mark up. Mereka disebut melakukan intervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Dampaknya, penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dalam pengadaan berbagai barang dan jasa penunjang Program MBG tidak lagi disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Dalam penyidikannya, Kejaksaan Agung menemukan sejumlah paket pengadaan yang diduga bermasalah, meliputi:

  1. Pengadaan 21.801 unit sepeda motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun.
  2. Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang diduga melanggar ketentuan dan mengandung praktik mark up harga.
  3. Pengadaan lebih dari 31.000 unit tablet yang diduga tidak sesuai ketentuan serta mengalami mark up.
  4. Pengadaan 5.400 unit televisi berukuran 75 inci yang diduga tidak memenuhi ketentuan sekaligus mengalami mark up harga.

Menuduh Orang Lain, Ternyata Terjerat Sendiri

Sekitar sepekan sebelum operasi penangkapan dilakukan, kalangan jurnalis sempat dihebohkan oleh kabar yang menyebut pimpinan BGN, Sony Sonjaya, telah diamankan aparat. Isu tersebut langsung ditepis Sony saat mendatangi Gedung Bareskrim Polri pada Senin (25/5/2026).

“Saya tidak pernah ditangkap. Saya masih bekerja seperti biasa,” ucap Sony ketika itu dikutip dari inilah.com.

Kedatangannya ke Bareskrim, kata dia, bertujuan melaporkan dugaan praktik jual beli titik SPPG yang dilakukan pihak-pihak yang mengaku memiliki kedekatan dengan pejabat BGN. Salah satu perkara bahkan telah dilaporkan ke Polda Jawa Barat dengan total 21 korban.

“Yang di Polda Jawa Barat itu Rp 1,9 miliar. Itu korbannya 21 orang. Jadi, rata-rata per orang kerugiannya Rp100 juta,” kata Sony.

Namun fakta yang kemudian terungkap justru berbalik arah. Ungkapan “maling teriak maling” seolah menjadi gambaran yang tepat. Hanya berselang sekitar satu minggu, Kejaksaan Agung menggeledah kantor BGN sebelum akhirnya menetapkan dan menangkap Sony atas dugaan keterlibatan dalam praktik jual beli titik SPPG.

Kekayaan Melonjak Tajam Selama Menjabat

Walau baru sekitar sembilan bulan menduduki jabatan pimpinan BGN sejak 17 September 2025, lonjakan harta kekayaan Sony Sonjaya terbilang sangat mencolok. Data tersebut tercermin dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Saat pertama kali menjabat, berdasarkan LHKPN periodik 2024 yang dilaporkan pada 27 Maret 2025, total aset Sony tercatat sebesar Rp906 juta. Namun pada pelaporan berikutnya tertanggal 30 Maret 2026, jumlah kekayaannya melonjak menjadi Rp12.987.000.000 atau sekitar Rp12,9 miliar sebagaimana diberitakan oleh Kompas.com.

Dengan demikian, dalam kurun waktu satu tahun, nilai kekayaannya meningkat sekitar 1.300 persen atau hampir 12 kali lipat. Lonjakan tersebut terjadi ketika Sony menjabat sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN.

Di sisi lain, LHKPN juga menunjukkan kekayaan Lodewyk Pusung mencapai Rp60,54 miliar tanpa memiliki utang. Hampir seluruh hartanya didominasi aset tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp58,725 miliar atau sekitar 97 persen dari total kekayaan.

Sementara itu, Dadan yang saat itu menjabat sebagai pucuk pimpinan BGN justru memiliki total kekayaan paling kecil dibanding dua rekannya. Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 14 Maret 2025, total hartanya tercatat Rp9,02 miliar tanpa utang. Sebagian besar berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan di kawasan Bogor, Jawa Barat, dengan nilai sekitar Rp5,9 miliar.

Dugaan Skema Perdagangan Titik Dapur MBG

Di berbagai daerah, praktik jual beli titik dapur MBG atau SPPG sebenarnya telah lama menjadi pembicaraan di kalangan mitra. Nilai kompensasi yang diminta pun beragam. Salah satu wilayah yang disebut menjadi lokasi praktik tersebut ialah Cianjur, Jawa Barat.

Pada awal pelaksanaan program, proses pengajuan pendirian dapur dilakukan melalui mekanisme yang sangat ketat. Berbagai tahapan verifikasi harus dilewati sebelum izin diterbitkan.

Penentuan lokasi dapur juga mempertimbangkan jumlah penerima manfaat di suatu wilayah, mulai dari siswa sekolah hingga kelompok 3B yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Proses verifikasi dilakukan secara daring dan dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Calon mitra diwajibkan memenuhi berbagai persyaratan administrasi, termasuk mengunggah dokumentasi bangunan fisik beserta kelengkapan peralatan yang tersedia.

Namun seiring berjalannya waktu, pola tersebut disebut berubah drastis. Banyak dapur bermunculan hanya melalui renovasi bangunan lama. Walaupun tidak seluruhnya memenuhi standar yang ditentukan, dapur-dapur tersebut tetap memperoleh izin operasional dari BGN.

Menurut sejumlah mitra, izin itu diperoleh melalui jalur khusus yang jauh lebih mudah dibanding mekanisme resmi. Dikutip dari inilah.com, beberapa orang bahkan menawarkan titik baru dengan mengklaim memiliki hubungan dekat dengan pejabat BGN.

“Komitmennya, mereka membayar uang senilai Rp300 juta untuk pembelian titik di luar pembangunan dapur yang sepenuhnya menjadi tanggungan mitra atau yayasan,” ujar salah seorang mitra SPPG yang enggan menyebutkan namanya.

Tidak sedikit calon mitra mengaku mengalami kerugian besar. Bahkan ada yang kehilangan dana hingga Rp1 miliar setelah melakukan pembayaran secara bertahap.

Dalam enam bulan terakhir, narasumber tersebut mengaku berkali-kali didatangi pihak yang menawarkan titik baru dapur MBG atau SPPG di wilayah Cianjur.

Agar memperoleh satu titik, calon mitra diminta menyerahkan dana sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta untuk setiap lokasi. Para oknum yang menawarkan titik tersebut bahkan mencatut nama pejabat tinggi BGN agar calon mitra yakin dan bersedia melakukan pembayaran.

Program MBG Harus Terus Berlanjut

Tongkat kepemimpinan BGN kini berada di tangan Nanik S. Deyang. Pergantian tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi setelah Presiden memutuskan melakukan perubahan kepemimpinan di BGN sebagai bagian dari penguatan kelembagaan sekaligus peningkatan kualitas pelayanan terhadap program prioritas nasional.

Di tengah pergantian itu, muncul pertanyaan di ruang publik mengenai alasan Nanik tidak ikut terseret dalam perkara yang menjerat Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, padahal sebelumnya ia juga merupakan bagian dari jajaran pimpinan BGN.

Salah satu penjelasan yang dinilai masuk akal ialah karena Nanik bergabung lebih belakangan sehingga tidak berada dalam lingkaran dugaan korupsi yang melibatkan Dadan dan sejumlah pejabat lainnya.

Nanik diketahui dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025, bersamaan dengan Sony Sonjaya. Sementara Lodewyk Pusung telah lebih dahulu menduduki posisi wakil kepala sejak pelantikannya pada 22 Oktober 2024.

“Kalau saya sih positive thinking aja karena dia paling belakangan masuknya. Dia tegak lurus ke Pak Prabowo, sehingga dia bisa menjaga marwah itu,” ungkap Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina Jakarta, Hendri Satrio dikutip dari inilah.com.

Kini, setelah tiga petinggi BGN tersebut menjalani proses hukum, tantangan terbesar pemerintah bukan hanya memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tugas yang lebih penting adalah mengembalikan Program Makan Bergizi Gratis kepada tujuan utamanya, yakni memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.

Pada akhirnya, keberhasilan program ini tidak diukur dari besarnya anggaran yang terserap, melainkan dari seberapa banyak anak sekolah dapat menikmati makanan bergizi tanpa hak mereka dikurangi oleh praktik korupsi.

Pemerintah melalui Istana juga menegaskan bahwa Program MBG tetap menjadi prioritas nasional. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pergantian pimpinan merupakan bagian dari evaluasi sekaligus langkah memperkuat organisasi agar pelaksanaan program BGN berlangsung lebih efektif, profesional, dan tepat sasaran. Pergantian itu, kata dia, sama sekali tidak mengurangi komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan Program MBG.

“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional,” jelasnya. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

BBPOM Aceh Pastikan Pangan di Stadion Harapan Bangsa Bebas Bahan Berbahaya

0
Kegiatan Puncak Pekan Jamu Nasional 2026 di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh. (Foto: Dok BBPOM Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banda Aceh memastikan sejumlah pangan yang dijual di kawasan Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, bebas dari kandungan bahan berbahaya. Temuan tersebut diperoleh melalui pengujian cepat terhadap 10 sampel pangan dalam rangka Puncak Pekan Jamu Nasional 2026 yang digelar di stadion tersebut, Minggu (7/6/2026).

Pengujian dilakukan menggunakan mobil laboratorium keliling BBPOM Aceh terhadap berbagai jenis pangan yang beredar di lokasi kegiatan, seperti tahu isi bakso, dimsum kukus, dimsum goreng, otak-otak, pangsit beserta saus, es keriting, bakso, tahu, dan bubur mutiara merah.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, mengatakan seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif terhadap kandungan Boraks, Formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow yang merupakan bahan berbahaya dan dilarang digunakan dalam pangan.

“Berdasarkan hasil pengujian cepat yang dilakukan petugas laboratorium, seluruh sampel memenuhi ketentuan keamanan pangan karena tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya,” kata Riyanto dalam keterangannya kepada Nukilan, Minggu (7/6/2026).

Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Puncak Pekan Jamu Nasional 2026 yang mengusung tema “Menjamu Masa Depan dengan Jamu”. Kegiatan berlangsung di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, dan dihadiri pegawai BBPOM Aceh, Dharma Wanita Persatuan BBPOM Aceh, purnabakti, serta masyarakat.

Selain pengawasan pangan, BBPOM Aceh juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keamanan obat tradisional. Sosialisasi difokuskan pada bahaya penggunaan obat tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) serta pentingnya memilih produk yang telah memiliki izin edar.

Riyanto mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk obat maupun makanan.

Menurutnya, upaya peningkatan literasi masyarakat mengenai keamanan obat dan pangan menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian jamu sebagai warisan budaya Indonesia.

“Jamu bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga memiliki potensi kesehatan yang besar. Namun masyarakat harus memastikan produk yang dikonsumsi legal, aman, dan memiliki izin edar agar manfaatnya dapat diperoleh tanpa menimbulkan risiko kesehatan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, BBPOM Aceh berharap kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan dan obat bahan alam terus meningkat, seiring upaya pelestarian jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat Indonesia. []

Reporter: Sammy