Beranda blog Halaman 597

Ekonom: Tren Investasi Emas Bisa Menghambat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

0
Guru Besar Ekonomi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Prof Said Munasdi. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tren investasi emas yang semakin marak di Aceh dinilai dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi daerah. Guru Besar Ekonomi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Prof Said Munasdi, mengungkapkan bahwa peralihan aset masyarakat ke dalam bentuk emas berisiko mengurangi likuiditas di pasar.

“Hal ini disebabkan oleh berkurangnya likuiditas dalam masyarakat akibat peralihan aset dalam bentuk emas yang sifatnya tidak produktif,” kata Prof Said Munasdi di Banda Aceh, Senin (10/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga emas yang terus berlanjut mendorong masyarakat untuk menjadikan logam mulia ini sebagai aset perlindungan (safe haven) dan sarana investasi. Namun, kecenderungan ini justru menyebabkan perputaran uang dalam sektor ekonomi produktif menjadi tersendat.

“Ketika masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya dalam bentuk emas, uang tersebut tidak berputar dalam aktivitas ekonomi yang dapat mendorong pertumbuhan, seperti investasi di sektor riil atau konsumsi yang meningkatkan permintaan pasar,” katanya.

Menurutnya, investasi emas tidak memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan produksi maupun penciptaan lapangan kerja. Semakin besar jumlah uang yang dialihkan ke dalam bentuk emas, semakin sedikit uang yang beredar dalam perekonomian. Ia mengibaratkan uang sebagai darah dalam tubuh yang harus terus mengalir agar ekonomi tetap sehat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Aceh tahun ini tercatat sebesar 4,66 persen, masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 5,03 persen. Prof Said menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Aceh saat ini masih bergantung pada komponen pengeluaran dan konsumsi. Jika tren investasi emas terus meningkat, maka ekonomi Aceh bisa semakin terhambat.

“Padahal, pertumbuhan ekonomi yang tinggi sangat diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa investasi yang memberikan efek berganda (multiplier effect), seperti investasi di sektor industri atau bisnis, lebih dibutuhkan agar ekonomi Aceh dapat tumbuh secara berkelanjutan. Namun, meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap emas dapat semakin melemahkan sektor produktif.

Aceh juga menghadapi tantangan lain, yaitu minimnya jumlah investor yang masuk ke daerah ini. Jika lebih banyak masyarakat memilih menyimpan uang dalam emas, masalah likuiditas akan semakin parah.

“Jika kondisi ini berlanjut, daya beli masyarakat bisa menurun karena uang yang seharusnya beredar dalam aktivitas konsumsi dan investasi malah terserap dalam bentuk emas. Dalam jangka panjang, ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi Aceh,” katanya.

Editor: Akil

Google Ubah Nama Teluk Meksiko Jadi ‘Teluk Amerika’ di AS, Tindak Lanjut Keppres Trump

0
Google Ubah Nama Teluk Meksiko Jadi 'Teluk Amerika' di AS. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Google Maps kembali menjadi sorotan setelah perusahaan teknologi itu mengganti nama Teluk Meksiko menjadi “Teluk Amerika” bagi pengguna di Amerika Serikat. Perubahan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Presiden (Keppres) yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump setelah kembali menjabat pada 20 Januari 2025.

Mengutip AFP, Google menjelaskan bahwa pengguna di luar AS masih akan melihat nama asli Teluk Meksiko, sementara di Meksiko sendiri nama tersebut tidak mengalami perubahan. Di negara lain, Google Maps akan menampilkan kedua nama tersebut secara bersamaan.

Kebijakan ini, menurut Google, sejalan dengan pedoman pemerintah AS dalam Sistem Informasi Nama Geografis. Selain mengganti nama Teluk Meksiko, Keppres Trump juga mengembalikan nama Gunung Denali—gunung tertinggi di Amerika Utara—menjadi Gunung McKinley.

Dalam unggahan di platform X, Google menegaskan bahwa perubahan ini sesuai dengan arahan pemerintah AS. Pernyataan serupa juga dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri AS, yang menekankan bahwa perubahan tersebut merupakan langkah resmi dari administrasi Trump.

Sementara itu, hasil pemantauan Nukilan.id pada Selasa (11/2/2025) menunjukkan bahwa di Google Maps kini tertulis “Teluk Meksiko (Teluk Amerika)” di wilayah perairan tersebut, menegaskan implementasi kebijakan baru ini. (XRQ)

Reporter: Akil

USK dan KKR Aceh Jalin Kerja Sama untuk Merawat Perdamaian

0
USK dan KKR Aceh Jalin Kerja Sama untuk Merawat Perdamaian. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh sepakat menjalin kemitraan strategis untuk menjaga keberlanjutan perdamaian di Aceh. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua KKR Aceh, Masthur Yahya, S.H., M.Hum, dan Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, di Ruang Mini Rektor USK, Banda Aceh, Senin (10/2/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Masthur menekankan bahwa KKR Aceh merupakan lembaga yang lahir dari kesepakatan para juru runding perdamaian Aceh. Menurutnya, salah satu klausul penting dalam perjanjian damai adalah memastikan bahwa perdamaian terus terjaga melalui pemenuhan hak-hak sipil bagi mereka yang terdampak konflik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa KKR Aceh memiliki tiga tugas utama, yakni menggali kebenaran sejarah konflik, memfasilitasi rekonsiliasi antara pelaku dan korban, serta memberikan rekomendasi terkait reparasi dalam berbagai bentuk kepada korban—baik dari kalangan sipil, TNI, maupun mantan anggota GAM.

Karena peran strategisnya dalam mengawal perdamaian, KKR Aceh membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk ulama, akademisi, dan pemerintah.

“Maka dalam pandangan kami, USK dan UIN adalah dua buah kampus di Aceh yang menjadi representasi keilmuan dan pengaruhnya terhadap masyarakat Aceh. Kami ingin bekerja sama dalam hal melancarkan tugas KKR Aceh,” ujarnya.

Rektor USK, Prof. Marwan, menyambut baik kerja sama ini karena selaras dengan komitmen universitas dalam merawat perdamaian. Ia mengungkapkan bahwa USK telah memiliki Pusat Riset Perdamaian dan Resolusi Konflik, serta berencana mendirikan Program Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik.

“Ini peluang bagi kita, selain kajian-kajian untuk identifikasi kasus dan peluang penyelesaiannya. Jadi kerja sama ini sangat baik demi terawatnya perdamaian Aceh,” kata Rektor USK.

Melalui kemitraan ini, USK dan KKR Aceh berharap dapat memperkuat upaya rekonsiliasi serta menciptakan solusi yang komprehensif bagi para korban konflik, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun hukum.

Editor: Akil

8 Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

0
Ilustrasi Kesehatan Ginjal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ginjal merupakan organ vital yang memiliki peran sangat penting dalam tubuh manusia, terutama dalam menyaring senyawa racun dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal harus menjadi prioritas, salah satunya dengan mengonsumsi buah-buahan yang dapat mendukung fungsi ginjal. Namun, pastikan Anda mengonsumsi buah segar tanpa tambahan bahan lain agar manfaatnya maksimal.

Berikut adalah beberapa buah yang bermanfaat bagi kesehatan ginjal yang dirangkum oleh Nukilan.id:

1. Apel: Kaya Serat dan Antioksidan

Apel dikenal kaya akan serat dan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan serta mendetoksifikasi tubuh. Selain itu, kandungan pektin dalam apel dapat membantu mengurangi risiko kerusakan ginjal. Sebuah studi dalam Clinical Journal of the American Society of Nephrology (2011) menemukan bahwa diet tinggi serat, seperti yang terdapat dalam apel, dapat mengurangi risiko penyakit ginjal kronis.

2. Anggur: Mengandung Resveratrol untuk Melindungi Ginjal

Anggur, terutama anggur merah, mengandung senyawa resveratrol yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk melindungi ginjal dari kerusakan oksidatif dan peradangan. Penelitian dalam Journal of Nutritional Biochemistry (2015) menunjukkan bahwa resveratrol dapat mengurangi stres oksidatif pada ginjal, memperbaiki fungsinya.

3. Cranberry: Mencegah Infeksi Saluran Kemih

Cranberry terkenal karena kemampuannya mencegah infeksi saluran kemih (ISK). Kandungan proanthocyanidins pada cranberry dapat menghalangi bakteri menempel pada dinding saluran kemih, yang turut menjaga kesehatan ginjal. Studi dalam Journal of Medicinal Food (2013) menunjukkan bahwa konsumsi cranberry secara rutin dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merusak ginjal.

4. Blueberry: Melindungi Ginjal dari Stres Oksidatif

Blueberry kaya akan antioksidan, khususnya anthocyanin, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat mengurangi stres oksidatif pada ginjal. Sebuah penelitian dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry (2010) menemukan bahwa blueberry berperan dalam mengurangi kerusakan ginjal akibat stres oksidatif.

5. Semangka: Menjaga Hidrasi dan Mengurangi Beban Ginjal

Semangka mengandung banyak air dan rendah kalium, membuatnya ideal untuk menjaga hidrasi tubuh dan mengurangi beban kerja ginjal. Semangka juga mengandung likopen, antioksidan yang baik untuk kesehatan ginjal. Penelitian dalam American Journal of Hypertension (2011) menunjukkan bahwa likopen dapat mengurangi risiko kerusakan ginjal yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi.

6. Nanas: Menurunkan Peradangan pada Ginjal

Nanas, yang rendah kalium dan kaya akan bromelain, enzim dengan sifat anti-inflamasi, dapat membantu mengurangi peradangan pada ginjal. Sebuah studi dalam Biotechnology Research International (2012) menunjukkan bahwa bromelain berperan dalam melindungi ginjal dari kerusakan akibat peradangan.

7. Pisang: Menjaga Keseimbangan Elektrolit

Pisang mengandung kalium yang penting untuk menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Namun, bagi penderita penyakit ginjal kronis, konsumsi pisang harus dibatasi karena kadar kalium yang tinggi. Menurut National Kidney Foundation, kalium sangat penting untuk kesehatan ginjal, tetapi penderita penyakit ginjal perlu mengatur asupannya.

8. Jeruk: Melindungi Ginjal dengan Vitamin C

Jeruk kaya akan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan dapat melindungi ginjal dari kerusakan oksidatif. Namun, karena jeruk mengandung kalium, penderita penyakit ginjal perlu mengonsumsinya dalam jumlah terbatas. Studi dalam Journal of Renal Nutrition (2013) menyatakan bahwa vitamin C dapat mengurangi stres oksidatif pada ginjal.

Dengan mengonsumsi buah-buahan ini secara rutin, Anda dapat mendukung kesehatan ginjal dan mencegah berbagai gangguan pada organ vital ini. Pastikan untuk memilih buah segar dan konsumsi dengan bijak agar manfaatnya maksimal. (XRQ)

Reporter: Akil

Teknologi Ramah Lingkungan Ini Bantu Atasi Kekeringan di Aceh

0
Kekeringan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kekeringan masih menjadi tantangan bagi beberapa wilayah di Aceh, terutama dalam ketersediaan air bersih. Untuk mengatasi masalah ini, Ketua Tim Meusyuhu, Ilham Akbar, menekankan pentingnya penggunaan teknologi sederhana yang ramah lingkungan, seperti filter biosand dan biochar.

“Integrasi kedua teknologi ini mampu menyaring dan meningkatkan kualitas air, sehingga bermanfaat bagi kebutuhan masyarakat di daerah-daerah yang sulit air,” ujarnya dikutip dari RRI Banda Aceh, Selasa (11/2/2025).

Menurut Ilham, penerapan teknologi ini perlu disertai dengan pelatihan dan pendampingan agar masyarakat dapat mengelolanya secara mandiri. Biochar sendiri tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas tanah, tetapi juga berperan sebagai media penyimpanan air di bawah permukaan.

“Dengan menggunakan biochar, cadangan air tanah dapat ditingkatkan secara signifikan, yang berguna untuk masa-masa kering,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan bahwa kombinasi biochar dengan filter biosand dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi kekeringan. Tim Meusyuhu telah melakukan uji coba teknologi ini di beberapa desa di Aceh, dan hasilnya menunjukkan respons positif dari masyarakat karena kemudahannya dalam penerapan serta biaya operasional yang relatif rendah.

“Kami berharap teknologi ini dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam mendukung mitigasi kekeringan di Aceh,” tambahnya.

Penerapan teknologi sederhana namun berdampak besar ini diharapkan mampu membantu masyarakat Aceh dalam menjaga ketersediaan air bersih, terutama di daerah yang sering mengalami krisis air saat musim kemarau.

Editor: Akil

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Motor Bekas dan Hewan Ilegal dari Thailand di Aceh

0
Barang bukti yang diamankan Bea Cukai Langsa. (Foto : Dok BC Langsa)

NUKILAN.id | Langsa – Upaya penyelundupan 12 unit motor bekas dan 20 hewan ilegal asal Thailand berhasil digagalkan dalam operasi gabungan yang dilakukan Bea Cukai Langsa bersama Kanwil DJBC Aceh dan Kanwil DJBC Sumatera Utara. Penindakan tersebut berlangsung pada Minggu, 2 Februari 2025, sekitar pukul 05.15 WIB di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, tepatnya di Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Sulaiman, dalam keterangan resminya, mengungkapkan bahwa operasi ini bermula dari laporan masyarakat terkait rencana pembongkaran barang impor ilegal asal Thailand di wilayah pesisir timur Aceh. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Tim P2 Kanwil DJBC Aceh dan Tim P2 KPPBC TMP C Langsa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Setelah berkoordinasi, Tim P2 Bea Cukai Langsa langsung menggelar patroli di jalur lintas Medan-Banda Aceh guna memantau kendaraan yang dicurigai sebagai sarana pengangkut barang ilegal. Ketika truk yang sesuai dengan ciri-ciri dalam laporan melaju ke arah Kabupaten Aceh Tamiang, tim segera melakukan penghentian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah memperkenalkan diri, Tim P2 Bea Cukai Langsa melakukan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut tersebut,” ujar Sulaiman.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa truk tersebut mengangkut berbagai barang ilegal, termasuk 12 unit kendaraan roda dua dengan pelat nomor beraksara Thailand, 24 koli teh hijau merek Cha Tra Mue, beberapa koli kardus kosong dengan merek yang sama, serta 8 ekor kambing dan 12 ekor hewan mirkat atau surikata. Selain itu, petugas juga menemukan enam koli suku cadang kendaraan bermotor, satu koli mesin kendaraan bermotor, dan satu koli tanaman hias.

Dalam pengembangan kasus ini, tim gabungan berhasil mengamankan seorang pria di Kabupaten Aceh Tamiang yang diduga terlibat dalam penyelundupan tersebut. Lebih lanjut, dua orang tersangka berinisial ES (48) dan AB (33) telah ditetapkan sebagai pelaku utama. ES berperan sebagai pengangkut barang ilegal, sementara AB diduga bertindak sebagai perantara dalam pemasukan barang tersebut. Keduanya saat ini ditahan di Lapas Kelas II/B Langsa.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, para tersangka terancam hukuman penjara mulai dari satu hingga sepuluh tahun serta denda dengan nominal maksimal mencapai Rp 5 miliar.

Keberhasilan ini semakin menambah daftar penindakan terhadap kendaraan bermotor ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia. Sejak Mei 2024 hingga Februari 2025, total kendaraan roda dua yang diamankan mencapai 43 unit.

Sulaiman menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi nasional yang sejalan dengan arahan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Kami berkomitmen untuk melindungi perekonomian negara dan akan terus melakukan operasi penindakan guna menjaga kedaulatan fiskal negara,” pungkasnya.

Editor: AKil

Tim ESDM Aceh Hadir di AINS, Kenalkan Geologi dan Kesiapsiagaan Gempa Bumi

0
Tim ESDM Aceh Hadir di AINS, Kenalkan Geologi dan Kesiapsiagaan Gempa Bumi. (Foto; Dinas ESDM Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menggelar kegiatan edukasi bertajuk GeoMobil: Edukasi Geologi dan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Aceh Islamic Nature School (AINS) pada Selasa, 11 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai geologi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, terutama saat berada di lingkungan sekolah.

Inisiatif ini diselenggarakan oleh Komite Sekolah AINS Family Club (AFC) dengan dukungan penuh dari para orang tua siswa. Ketua AFC yang juga merupakan Penanggung Jawab (PJ) orang tua siswa kelas 5 menuturkan bahwa program ini penting untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar tentang geologi dan mitigasi bencana.

Selama kegiatan, para siswa diajak mengenali karakteristik gempa bumi, penyebabnya, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko. Tim ESDM juga menghadirkan sesi simulasi yang melibatkan seluruh siswa agar mereka lebih memahami tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana geologi di masa mendatang.

BMKG Deteksi Delapan Titik Panas di Aceh, Warga Diimbau Waspada

0
Peta sebaran titik panas di wilayah Aceh. (Foto: BMKG)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh melaporkan adanya delapan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di beberapa wilayah di Provinsi Aceh pada Minggu (9/2/2025).

Prakirawan BMKG Blang Bintang, Aceh Besar, Betsi, mengungkapkan bahwa titik panas tersebut tersebar di sejumlah daerah, yakni Simeulue, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tenggara, serta Subulussalam.

“Hingga Minggu pagi ini kami memantau terdapat delapan titik panas yang tersebar di Provinsi Aceh, yaitu di wilayah Simeulue, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tenggara, serta Subulussalam,” ujarnya dikutip dari RRI.

Menurut Betsi, kondisi ini dipicu oleh minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir di Aceh. Ia menjelaskan bahwa hujan hanya terjadi di sejumlah wilayah tertentu, seperti di pesisir barat, selatan, dan timur Aceh, sementara daerah lainnya mengalami suhu yang lebih tinggi.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di siang hari.

“Terkait dengan hot spot atau suhu yang tinggi, masyarakat dihimbau untuk menggunakan tabir surya saat beraktifitas di siang hari, serta tidak membakar sampah dan membuka lahan sembarangan di situasi suhu yang tinggi, karena dapat berpotensi terjadi kebakaran lahan,” pesannya.

Untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan pantauan titik panas, masyarakat dapat mengakses pembaruan resmi dari BMKG melalui situs web bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG.

Editor: Akil

Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2025, Fokus Cegah Kemacetan dan Kecelakaan Jelang Ramadan

0
Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2025, Fokus Cegah Kemacetan dan Kecelakaan Jelang Ramadan. (Foto: Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadan, Polda Aceh menggelar Operasi Keselamatan Seulawah 2025 guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari 2025, ini diresmikan melalui apel gelar pasukan di Lapangan Mapolda Aceh, Senin (10/2/2025).

Kapolda Aceh Irjen Pol. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H., bertindak sebagai inspektur apel dan menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya menjadi isu yang semakin penting, terutama dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadan.

“Selain itu, keberadaan pedagang takjil dadakan turut berkontribusi terhadap meningkatnya aktivitas di titik-titik keramaian yang berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas, peningkatan risiko kecelakaan serta pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Apel gelar pasukan ini dihadiri oleh Wakapolda Aceh, pejabat TNI, pejabat utama (PJU) Polda Aceh, pejabat pemerintahan daerah, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta berbagai instansi terkait lainnya. Dalam prosesi apel, Kapolda Aceh menyematkan pita tanda pergelaran operasi kepada perwakilan pasukan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Dishub, dan instansi lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda menekankan bahwa operasi ini mengedepankan tindakan preemtif dan preventif guna menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib dan aman. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Hindari tindakan yang berlebihan dan tetaplah bersikap tegas namun santun. Jalin komunikasi yang baik dengan instansi terkait guna mendukung kelancaran dan keberhasilan operasi serta berikan pelayanan terbaik agar kehadiran kita benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya Operasi Keselamatan Seulawah 2025, diharapkan situasi lalu lintas di Aceh tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas Ramadan dengan aman dan nyaman. Kapolda Aceh pun mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan operasi ini serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Aceh.

Editor: Akil

Aktivis Desak DPRA Evaluasi Qanun Perbankan Syariah di Aceh

0
Aktivis Muda, Syahrul Amin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aktivis Mahasiswa Peduli Aceh Selatan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk segera mengevaluasi Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Desakan ini muncul menyusul gangguan layanan mobile banking Bank Syariah Indonesia (BSI) BYOND yang terjadi sejak 9 Februari 2025, yang dinilai sangat merugikan masyarakat Aceh.

Syahrul Amin, salah satu aktivis yang menyuarakan hal ini, menyesalkan gangguan sistem digital tersebut. Menurutnya, ribuan nasabah di Aceh yang mengandalkan layanan mobile banking BSI untuk transaksi keuangan mengalami kesulitan besar. Ia menilai insiden ini mencerminkan lemahnya kesiapan infrastruktur digital bank syariah terbesar di Indonesia itu.

“Hampir seluruh masyarakat Aceh menggunakan M-Banking BSI sebagai alat transaksi, mengingat adanya Qanun Aceh yang mewajibkan lembaga keuangan beralih ke prinsip syariah. Namun, gangguan ini menunjukkan bahwa sistem yang ada belum sepenuhnya siap,” ujar Syahrul kepada Nukilan.id Selasa (11/2/2025).

Ia meminta DPRA, untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) guna mengevaluasi lembaga perbankan di Aceh. Menurutnya, evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa sistem keuangan syariah di Aceh mampu melayani masyarakat dengan optimal.

Syharul juga merekomendasikan agar perbankan konvensional kembali diizinkan beroperasi di Aceh guna memberikan alternatif layanan keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Dengan demikian, peluang pembiayaan bagi pengusaha Aceh akan lebih terbuka lebar, bahkan investor akan lebih yakin untuk berinvestasi di Aceh,” tegasnya. (xrq)

Reporter: Akil