Beranda blog Halaman 588

Pargelaran Seni Rupa Sewandu KSBN: Merayakan Budaya Nusantara Melalui Fotografi, Lukisan, dan Busana

0
Pargelaran Seni Rupa Sewandu KSBN: Merayakan Budaya Nusantara Melalui Fotografi, Lukisan, dan Busana. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Pargelaran seni rupa bertajuk Sewandu yang digagas oleh Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) berlangsung meriah di Perpustakaan Nasional RI pada Minggu (16/2/2025). Acara ini menghadirkan perpaduan seni fotografi, lukisan, dan karya busana yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara serta kontribusinya terhadap peradaban dan kesejahteraan masyarakat.

Nukilan.id berkesempatan melihat pameran ini. Berbagai seniman dari berbagai daerah menampilkan karya mereka yang menggambarkan warisan budaya Indonesia. Lukisan-lukisan yang bercerita tentang tradisi lokal, fotografi yang menangkap keindahan nusantara, serta busana yang mengusung motif khas daerah menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung.

Salah satu pengunjung, Rina, mengungkapkan kekagumannya terhadap pameran ini.

“Saya sangat terinspirasi melihat bagaimana para seniman mengangkat budaya lokal dalam karya mereka. Fotografi yang ditampilkan di sini, misalnya, tidak hanya indah tetapi juga menyampaikan cerita tentang kehidupan masyarakat adat,” katanya kepada Nukilan.id pada Minggu (16/2/2025).

Selain pameran, acara ini juga diisi dengan diskusi seni, pertunjukan budaya, dan workshop kreatif yang melibatkan para seniman dan pelaku industri kreatif. Sewandu KSBN menjadi bukti bahwa seni memiliki peran besar dalam membangun kesadaran budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industri kreatif yang berkembang. (xrq)

Reporter: Akil

MPU Aceh Dorong Gerakan Syiar Islam Kembali Bergema

0
Kepala Biro Isra Setda Aceh, Dr. Yusrizal, M.Si. (Foto: MPU)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mendorong kembali penguatan syiar Islam di Aceh dalam sebuah forum koordinasi lembaga keistimewaan Aceh yang digelar di ruang rapat Sekretariat MPU Aceh, Kamis (13/2/2025). Forum ini dihadiri oleh berbagai lembaga terkait, seperti Majelis Adat Aceh (MAA), Majelis Pendidikan Aceh (MPA), Mahkamah Syar’iyah Aceh, Baitul Mal, Dinas Syariat Islam, Satpol PP-WH Aceh, serta Kepala Biro Isra Setda Aceh, Dr. Yusrizal, M.Si.

Dalam pertemuan tersebut, Yusrizal menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menghidupkan kembali semangat syiar Islam di Aceh. Menurutnya, meskipun penerapan syariat Islam telah berlangsung selama puluhan tahun, saat ini diperlukan upaya lebih serius untuk menggerakkan kembali syiar tersebut.

“Kita perlu gerak bersama, istilahnya mensyiarkan kembali, untuk menggelorakan kembali syariat Islam. Kita perlu menyamakan persepsi sampai pucuk pimpinan,” ujarnya.

Yusrizal juga mengusulkan agar forum koordinasi lembaga keistimewaan ini dapat dilaksanakan secara rutin guna memastikan keberlanjutan syiar Islam di Aceh dengan melibatkan instansi dan lembaga terkait.

Sejalan dengan itu, Abu Faisal menambahkan bahwa salah satu cara efektif untuk memperkuat kembali syiar Islam adalah melalui mimbar Jumat. Ia menyarankan agar tema khutbah Jumat disesuaikan dengan isu-isu penting dalam syariat Islam.

“Tentang gerak syiar kembali ini, kami melihat perlu menyamakan tema khutbah Jumat itu. Misalkan Jumat ini tentang aurat, ini salah satu kita syiarkan kembali. Salah satu langkahnya syiar ini bisa melalui mimbar Jumat,” jelas Abu Faisal.

Forum tersebut turut dihadiri oleh Kepala Sekretariat MPU Aceh, Usamah, S.Ag., MM, beserta jajarannya. Para peserta sepakat bahwa sinergi antar lembaga keistimewaan Aceh harus diperkuat agar syiar Islam dapat kembali menggema di seluruh pelosok Aceh.

Editor: Akil

Atasi Banjir di Aceh Tenggara, Mualem: Hilangkan Suara Chainsaw di Hutan

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat memberikan sambutan serta arahan usai mengambil sumpah jabatan dan melantik H. M. Salim Fakhry, S.E, MM, sebagai Bupati Aceh Tenggara dan dr. Heri Al Hilal sebagai Wakil Bupati Aceh Tenggara periode 2025-2030, pada Rapat Paripurna DPRK Aceh Tenggara. (Foto: Kabarbireuen.com)

NUKILAN.id | Kutacane – Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, menegaskan bahwa upaya menekan bencana banjir di Aceh Tenggara harus dimulai dengan menjaga kelestarian Hutan Leuser. Ia menekankan bahwa praktik penebangan liar harus dihentikan agar ekosistem tetap terjaga.

“Suara mesin chainsaw di hutan harus dihilangkan. Artinya, penebangan liar harus diberantas. Jika kita ingin menghentikan bencana ini, maka kita harus melindungi hutan dan menghilangkan praktik penebangan liar,” tegas Mualem, sapaan akrab Muzakir Manaf, dalam sambutannya saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry dan Heri Al Hilal, di Gedung DPRK Aceh Tenggara, Minggu (16/2/2025).

Menurut Mualem, keberadaan Hutan Leuser bukan sekadar kekayaan alam yang harus dilestarikan, tetapi juga menjadi modal utama bagi pembangunan daerah. Selain sebagai benteng alami untuk mencegah bencana, kawasan ini memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.

“Hutan Leuser adalah modal kita. Kalau kita jaga dengan baik, bukan hanya kesejahteraan yang kita raih, tetapi dunia akan datang ke Aceh Tenggara. Seperti Bali yang berhasil memelihara alam untuk pariwisata, kita juga bisa membangun pariwisata dengan alam yang kita miliki,” lanjutnya.

Aceh Tenggara memang kerap dilanda banjir bandang, terutama saat musim hujan tiba. Kerusakan hutan yang terus terjadi akibat penebangan liar membuat daya serap tanah berkurang dan memperparah risiko bencana. Mualem menekankan bahwa langkah konkret perlu diambil untuk mengatasi persoalan ini.

Dalam pidatonya, Mualem juga menyoroti pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Aceh Tenggara. Menurutnya, komunikasi yang baik antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Aceh akan mempercepat realisasi program pembangunan.

“Kami selaku Pemerintah Aceh akan selalu mendukung pembangunan Aceh Tenggara. Libatkan akademisi dalam setiap rancangan pembangunan, agar program-program yang dibuat dapat lebih terukur dan tepat sasaran,” pesannya.

Dukungan terhadap kepemimpinan baru di Aceh Tenggara juga disampaikan oleh Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza. Ia berharap pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh kebersamaan dan kerja keras, terutama dalam menangani permasalahan lingkungan dan bencana alam.

Sementara itu, Bupati Aceh Tenggara, Muhammad Salim Fakhry, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun daerah.

“Kami tidak akan bisa bekerja sendiri. Mari kita bergotong royong, bersama-sama membangun Aceh Tenggara yang lebih baik,” ujar Salim Fakhry.

Dengan komitmen bersama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat, harapan untuk mewujudkan Aceh Tenggara yang lebih hijau dan bebas bencana semakin terbuka lebar.

Editor: Akil

Illiza Sidak Pasar Al-Mahirah, Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Ramadan

0
Illiza Sidak Pasar Al-Mahirah Guna Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Ramadan. (Foto: MC BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Ramadan, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Banda Aceh, Senin (17/2/2025). Sidak ini bertujuan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok serta komoditas pangan menjelang bulan puasa.

Dalam sidak tersebut, Illiza berinteraksi langsung dengan para pedagang untuk memantau harga sejumlah kebutuhan pokok seperti cabai, bawang, beras, minyak goreng, dan ayam. Hasilnya, ia menemukan bahwa harga sebagian besar komoditas masih relatif stabil.

“Hasil pengecekan kita bersama Kepala Bulog Aceh dan pihak dinas masih relatif stabil,” kata Illiza.

Illiza menjelaskan bahwa harga minyak goreng jenis “Minyak Kita” masih dijual dengan harga normal Rp 17 ribu per liter. Namun, ia juga menemukan adanya kenaikan harga pada komoditas ayam yang naik Rp 5 ribu dan kini dijual dengan harga Rp 60 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai dan bawang merah justru mengalami penurunan.

“Untuk cabai yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 60 ribu/kilo, kini dijual menjadi Rp 32 ribu dan cabai hijau Rp 24 ribu. Sementara untuk bawang merah dijual Rp 40 ribu per kilonya,” jelas Illiza.

Ia berharap harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan yang signifikan serta memastikan bahwa inflasi kota tetap terkendali. Selain itu, ia juga memastikan bahwa angkutan umum saat mudik Ramadan berjalan lancar.

“Jadi sebelum retreat nanti, saya kunjungi pasar dulu, dengan harapan dinas melakukan pemantauan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, Illiza mengumumkan bahwa pemerintah kota akan membuka pasar murah di empat titik untuk meringankan beban masyarakat menjelang Ramadan. Pasar murah ini akan diadakan pada tanggal 16-18 Februari dengan partisipasi dari Perumdam Tirta Daroy.

Editor: AKil

Marthunis Dorong Generasi Muda Aceh Kuasai Bahasa Inggris untuk Hadapi Tantangan Global

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST. D.E.A. (Foto: Disdik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST. D.E.A., menegaskan pentingnya literasi bahasa Inggris bagi generasi muda Aceh dalam menghadapi tantangan global. Hal ini ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Aceh Australia Alumni Award 2024 yang berlangsung di Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Senin (17/2/2025).

Menurut Marthunis, penguasaan bahasa Inggris menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Pemerintah Aceh, katanya, telah menyiapkan berbagai program strategis guna mendukung peningkatan kemampuan berbahasa Inggris di kalangan pelajar.

“Dengan program seperti Kampung Inggris, kami berharap anak-anak Aceh bisa lebih siap bersaing di tingkat internasional,” ujarnya.

Selain program tersebut, pemerintah juga memperluas akses beasiswa bagi siswa berprestasi agar mereka dapat melanjutkan studi ke universitas ternama di dunia. Langkah ini, menurut Marthunis, tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan tetapi juga menjadi ajang memperkenalkan budaya Aceh ke kancah internasional.

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga memperkenalkan budaya Aceh ke dunia internasional,” tambahnya. Ia menekankan bahwa Gubernur Aceh berkomitmen untuk terus membuka peluang bagi generasi muda agar mereka kembali ke daerah dan berkontribusi dalam pembangunan.

Rektor USK, Prof. Marwan, yang juga Ketua Penasehat Aceh Australia Alumni, turut mengapresiasi semangat para alumni dalam mendukung berbagai program pendidikan. Ia menegaskan bahwa literasi bahasa Inggris harus menjadi prioritas guna meningkatkan daya saing generasi muda Aceh di tingkat global.

“Pendidikan dan literasi bahasa Inggris harus menjadi prioritas untuk meningkatkan daya saing generasi muda Aceh,” tegasnya.

Prof. Marwan juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu mendorong kemajuan Aceh.

Dengan berbagai inisiatif ini, Aceh tidak hanya membekali generasi mudanya dengan keterampilan global, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi daerahnya.

Editor: Akil

Gubernur Aceh Hapus Barcode BBM: Demi Kenyamanan Masyarakat

0
H. Muzakir Manaf. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.idBanda Aceh – Kebijakan penggunaan barcode dalam pengisian bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi perbincangan hangat di Aceh. Setelah tiga tahun diterapkan, sistem ini menuai berbagai polemik di kalangan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf menegaskan pencabutan aturan barcode BBM di seluruh wilayah Aceh.

Dalam setiap sambutannya saat menghadiri pelantikan kepala daerah di berbagai kabupaten dan kota, pria yang akrab disapa Mualem ini berulang kali menyampaikan komitmennya untuk menghapus sistem barcode. Menurutnya, sistem tersebut menghilangkan fleksibilitas petugas SPBU dalam melayani masyarakat.

“Barcode itu membentuk petugas SPBU kaku tak memiliki pertimbangan dan rasa simpati,” ujar Mualem saat berada di ruang VIP Dewan Perwakilan Rakyat Kota Subulussalam, usai melantik Wali Kota setempat, Rabu (12/2/2025).

Mualem menyoroti sejumlah kejadian di lapangan yang menurutnya cukup memprihatinkan. Ia mengisahkan pengalaman dua warga yang harus mendorong mobil pikap mereka hingga ke SPBU karena kehabisan BBM, tetapi tetap tidak dapat dilayani akibat tidak memiliki barcode.

“Sistemnya dibangun untuk menjadikan orang seperti robot, tak ada empati dengan lelahnya dua orang tadi mendorong mobilnya yang kehabisan BBM, tak ada belas kasihan. Seharusnya, petugas SPBU bisa mengisi Rp100 ribu atau Rp200 ribu agar pemilik kendaraan bisa pulang ke rumah tanpa harus mendorong mobil. Tapi, karena sistem yang dibangun, para petugas bertindak seolah robot, tak ada rasa kasihan, tak ada simpati,” kata Mualem.

Tak hanya melihat peristiwa di masyarakat, Mualem pun mengaku pernah mengalami kendala serupa. Ia bercerita saat kendaraannya kehabisan BBM di tengah perjalanan dan tidak bisa mengisi bahan bakar karena tidak memiliki barcode yang sesuai dengan jenis BBM kendaraannya.

“Mobil saya menggunakan pertamax dan kehabisan BBM. Saat saya ke SPBU, BBM jenis pertamax kosong, pertamax turbo tidak tersedia. Saya minta diisikan pertalite, secukupnya saja agar saya bisa melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Tapi petugas SPBU menolak karena saya tidak memiliki barcode. Aturannya terlalu kaku,” ungkapnya.

Mualem menambahkan, aturan barcode juga menjadi pemicu berbagai konflik di sejumlah daerah di luar Aceh, antara petugas SPBU dan konsumen yang tidak dapat dilayani akibat regulasi yang ketat.

“Jadi, penghapusan barcode adalah salah satu solusi menghilangkan konflik di SPBU dan membuat nyaman masyarakat khususnya konsumen dan petugas SPBU,” tegasnya.

Keputusan ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian besar pengguna kendaraan berharap kebijakan baru ini dapat segera diterapkan agar distribusi BBM menjadi lebih fleksibel dan tidak menyulitkan masyarakat di saat darurat. Namun, ada pula yang menilai bahwa barcode tetap dibutuhkan untuk memastikan distribusi BBM lebih terkontrol dan tepat sasaran.

Kini, masyarakat Aceh menantikan langkah selanjutnya dari pemerintah daerah dalam menindaklanjuti kebijakan ini serta memastikan pasokan BBM tetap berjalan lancar tanpa hambatan administratif yang berlebihan.

Editor: Akil

Sejumlah Jenderal Akan Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang

0
Sejumlah Jenderal Hadiri Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang. (Foto; KabarTamiang.com)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Drs. Armia Pahmi, MH – Ismail, SE.I, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (17/2/2025) pukul 16.30 WIB, dipastikan akan dihadiri oleh sejumlah jenderal dari Kepolisian dan TNI. Acara yang digelar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang ini juga akan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Kepala Bagian Hukum dan Persidangan DPRK Aceh Tamiang, Zainuddin Rambe, SE, mengungkapkan bahwa sejumlah petinggi dari kepolisian dan militer telah dikonfirmasi akan menghadiri momen penting tersebut.

“Kapolda Aceh, Irjen Pol. Dr. Achmad Kartiko, SIK, MH, Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, Irdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Yudi Yulistyanto, M.A, dan Komjen Pol. Drs. RZ. Panca Putra, S.Ss.I, (Sestama Lemhanas RI) dikabarkan akan hadir dalam pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang,” ujar Zainuddin Rambe, Minggu (16/2/2025).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan akan dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh terpilih, Muzakir Manaf (Mualem). Zainuddin memastikan bahwa persiapan untuk acara ini telah mencapai tahap akhir.

“Acara tersebut pun akan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat. Untuk persiapan pelantikan bisa dibilang sudah hampir 100 persen siap,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, juga telah mengonfirmasi kepastian jadwal pelantikan tersebut.

“Kami sudah mendapat pemberitahuan pelantikan bupati dan wakil bupati digelar pada 17 Februari 2025 pukul 16.30 WIB,” kata Fadlon saat dikonfirmasi KabarTamiang.com, Sabtu (15/2/2025).

Pelantikan ini akan berlangsung dalam rapat paripurna istimewa DPRK Aceh Tamiang dan diharapkan menjadi momentum penting dalam pemerintahan daerah setempat. Kehadiran para jenderal dan tokoh penting menunjukkan besarnya perhatian terhadap kepemimpinan baru di Aceh Tamiang.

Editor: Akil

Safaruddin-Zaman Akli Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya

0
Safaruddin-Zaman Akli Resmi Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Blangpidie – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi melantik pasangan Safaruddin dan Zaman Akli sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) untuk periode 2025-2030. Prosesi pelantikan berlangsung dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Abdya pada Minggu (16/2/2025) malam.

Gubernur Aceh bersama pasangan kepala daerah terpilih tiba di Gedung DPRK Abdya sekitar pukul 20.40 WIB. Kehadiran mereka disambut antusias oleh para tamu undangan yang terdiri dari anggota DPR Aceh, tokoh agama, akademisi, serta ratusan masyarakat Abdya yang telah memadati kursi-kursi di bawah tenda yang disediakan panitia di depan gedung DPRK.

Sidang paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut dipimpin oleh Ketua DPRK Abdya, Roni Guswandi. Dalam sambutannya, Roni menegaskan bahwa Pilkada 2024 di Abdya berlangsung dengan aman dan sukses.

“Kontestasi Pilkada 2024 di Abdya terdiri dari tiga pasangan calon yang ikut bertarung, dan masyarakat menjatuhkan pilihannya kepada Safaruddin-Zaman Akli sebagai Bupati dan Wakil Bupati Abdya periode 2025-2030,” ujarnya.

Setelah sambutan, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melantik Safaruddin dan Zaman Akli sebagai pemimpin baru Abdya. Prosesi sakral itu turut disaksikan oleh Ketua Mahkamah Syari’ah kabupaten setempat.

“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Bupati Aceh Barat Daya, sebagai Wakil Bupati Aceh Barat Daya dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala Undang-undang dan peraturan dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” ujar Muzakir Manaf, yang diikuti oleh Safaruddin dan Zaman Akli.

Usai pengucapan sumpah, Muzakir Manaf secara simbolis memasangkan tanda jabatan kepada Safaruddin dan Zaman Akli, menandai dimulainya kepemimpinan mereka di Abdya.

“Pada hari ini, Minggu 16 Februari 2025, saya Gubernur Aceh atas nama Presiden RI dengan resmi melantik Saudara Safaruddin sebagai Bupati Aceh Barat Daya, dan Saudara Zaman Akli sebagai Wakil Bupati Aceh Barat Daya,” kata Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem.

Dengan pelantikan ini, pasangan Safaruddin-Zaman Akli diharapkan mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi Aceh Barat Daya selama lima tahun ke depan.

Editor: Akil

Perpustakaan Nasional, Pusat Literasi dan Pengetahuan di Ibu Kota

0
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menjadi destinasi utama bagi pencinta literasi dan pengetahuan di Tanah Air. Terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat, perpustakaan ini menawarkan beragam layanan dan koleksi yang bisa diakses oleh masyarakat umum. Nukilan.id berkesempatan mengunjungi Perpusnas pada Minggu (16/2/2025) untuk melihat langsung fasilitas serta merasakan atmosfer literasi yang kental di sana.

Perpusnas merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang mengemban tugas di bidang perpustakaan. Lembaga ini memiliki berbagai fungsi, seperti perpustakaan pembina, perpustakaan rujukan, perpustakaan deposit, perpustakaan penelitian, perpustakaan pelestarian, serta pusat jejaring perpustakaan di Indonesia.

Perpusnas memiliki koleksi yang sangat beragam, mencakup jutaan judul buku, jurnal, majalah, surat kabar, peta, foto, naskah kuno, serta bahan pustaka lainnya dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Layanan yang tersedia antara lain:

  • Layanan Peminjaman: Pengunjung yang telah terdaftar sebagai anggota dapat meminjam buku dan bahan pustaka lainnya.
  • Layanan Referensi: Petugas membantu pengunjung dalam mencari informasi atau bahan pustaka yang diperlukan.
  • Layanan Informasi Elektronik: Pengunjung dapat mengakses berbagai sumber informasi digital, seperti basis data, jurnal elektronik, dan e-book.
  • Layanan Literasi: Perpusnas rutin mengadakan seminar, lokakarya, pelatihan, serta lomba literasi guna meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat.

Saat berkunjung ke Perpusnas, Nukilan.id berkesempatan berbincang dengan beberapa pengunjung. Rina, mahasiswa asal Depok, mengungkapkan kekagumannya terhadap koleksi yang tersedia.

“Perpusnas sangat lengkap dan nyaman. Saya sering ke sini untuk mencari referensi tugas kuliah. Koleksi bukunya sangat membantu,” kata Rina.

Sementara itu, Budi, seorang pegawai swasta yang gemar membaca, mengapresiasi fasilitas yang modern.

“Saya suka suasananya yang tenang dan mendukung untuk membaca. Selain itu, fasilitas digitalnya juga lengkap. Saya bisa mengakses jurnal-jurnal internasional dengan mudah,” katanya.

Perpusnas buka setiap hari kerja, dari Senin hingga Jumat, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Pengunjung yang ingin menikmati fasilitas ini dapat datang langsung atau mendaftar sebagai anggota untuk mendapatkan akses lebih luas terhadap layanan yang tersedia.

Sebagai pusat literasi nasional, Perpusnas terus berupaya meningkatkan layanan demi mencerdaskan bangsa. Bagi masyarakat yang ingin menambah wawasan, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk menggali ilmu dan menikmati pengalaman membaca dalam suasana yang kondusif. (XRQ)

Reporter: Akil

RESYA Desak Gubernur Aceh Evaluasi Kinerja Baitul Mal

0
Juru Bicara RESYA, Mukhlisin. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Rakyat Ekonomi Syariah Aceh (RESYA) mendesak Gubernur Aceh untuk segera mengevaluasi kinerja Baitul Mal Aceh. Desakan ini muncul menyusul berbagai keluhan masyarakat terkait pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang dinilai belum optimal dalam mendukung kesejahteraan rakyat.

Juru Bicara RESYA, Mukhlisin, menilai bahwa Baitul Mal Aceh seharusnya beroperasi secara profesional dan amanah dalam menyalurkan dana umat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, ia mengungkapkan masih banyak kasus bantuan yang tidak tersalurkan secara tepat.

“Kami menerima banyak laporan bahwa dana yang seharusnya membantu masyarakat miskin dan pelaku usaha kecil justru tersendat. Kami meminta Gubernur Aceh untuk melakukan evaluasi menyeluruh agar dana yang dikelola Baitul Mal benar-benar tepat sasaran,” ujar Mukhlisin dalam keterangannya kepada media, Minggu (16/2/2025).

Selain meminta evaluasi, RESYA juga menyoroti pentingnya reformasi dalam sistem pengelolaan Baitul Mal Aceh, termasuk peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Mukhlisin menekankan bahwa publik harus memiliki akses terhadap informasi terkait pemasukan dan pengeluaran dana guna mencegah penyalahgunaan.

“Kami berharap Gubernur segera membentuk tim independen untuk mengaudit kinerja Baitul Mal Aceh. Jika ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam pengelolaan dana, maka harus ada tindakan tegas demi menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Desakan ini juga sejalan dengan pernyataan Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman, yang sebelumnya mengungkapkan bahwa ada dana ratusan miliar yang mengendap di Baitul Mal Aceh. Dana tersebut, menurutnya, seharusnya dapat dialokasikan untuk membantu pendidikan masyarakat kurang mampu.

Menanggapi hal itu, Mukhlisin yang juga merupakan Demisioner Ketua DEMA FEBI 2020 menegaskan pentingnya percepatan penyaluran dana umat yang telah dihimpun. Ia mengingatkan bahwa selain untuk kesejahteraan masyarakat, percepatan distribusi dana juga memberikan manfaat pahala bagi para pemberi zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

“Jika benar ada ratusan miliar dana umat yang mengendap di Baitul Mal Aceh, ini merupakan kegagalan dalam penyaluran. Seharusnya, dana ini segera didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya agar manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Mukhlisin.

Masyarakat Aceh berharap adanya perubahan signifikan dalam pengelolaan dana umat di Baitul Mal Aceh. Selain beasiswa pendidikan yang menjadi perhatian Rektor UIN Ar-Raniry, RESYA juga mendorong agar program bantuan usaha bagi masyarakat miskin diprioritaskan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat secara luas.