Beranda blog Halaman 587

Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala AFF U23 2025, Digelar di Jakarta dan Bekasi

0
Timnas Indonesia di Piala AFF 2020. (AFP/Roslan RAHMAN).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar gembira datang dari dunia sepak bola Asia Tenggara. Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala AFF U23 2025. Turnamen bergengsi antarnegara Asia Tenggara kategori usia di bawah 23 tahun ini akan digelar pada 13 hingga 31 Juli 2025.

Kepastian ini diumumkan melalui situs resmi PSSI pada Sabtu (19/4/2025). Ajang ini akan diikuti oleh 12 negara peserta yang akan dibagi ke dalam tiga grup. Sementara itu, proses undian grup dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 30 Mei 2025, di Jakarta.

PSSI telah menunjuk dua stadion sebagai venue pertandingan, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta dan Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi.

Pada edisi sebelumnya di tahun 2023, Indonesia nyaris meraih gelar juara. Namun, Garuda Muda harus puas sebagai runner-up setelah kalah adu penalti 5-6 dari Vietnam di final yang berlangsung di Stadion Rayong, Thailand.

Selain bersiap menjadi tuan rumah Piala AFF U23 2025, PSSI juga tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Kualifikasi Piala Asia U23 2026 yang akan digelar pada 1 hingga 9 September mendatang. Indonesia pun telah mengajukan diri sebagai tuan rumah dan mengusulkan Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, sebagai lokasi pertandingan.

AFC dijadwalkan akan mengumumkan keputusan mengenai tuan rumah Kualifikasi Piala Asia U23 2026 pada akhir April 2025. Sementara itu, proses pengundian grup akan dilakukan pada bulan Juni. Turnamen kualifikasi ini akan dibagi ke dalam sejumlah grup, dengan setiap grup diisi oleh empat hingga lima tim.

Putaran final Piala Asia U23 2026 sendiri akan berlangsung di Arab Saudi, dari tanggal 7 hingga 25 Januari 2026. Timnas U23 Indonesia yang kini diasuh oleh pelatih asal Belanda, Gerald Vanenburg, tengah bersiap untuk mencetak prestasi gemilang di ajang tersebut.

Tak hanya itu, PSSI juga terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sepak bola usia muda. Federasi sepak bola Tanah Air tersebut telah mengajukan diri menjadi tuan rumah ASEAN U16 Girls Championship 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U17 Putri 2026. Kota Semarang, Kudus, dan Pati direncanakan menjadi lokasi pertandingan untuk turnamen ASEAN U16 Girls, sementara Kudus juga disiapkan sebagai venue untuk babak kualifikasi Piala Asia U17 Putri.

Dengan berbagai agenda besar tersebut, Indonesia semakin menunjukkan posisinya sebagai salah satu poros penting dalam perkembangan sepak bola Asia Tenggara.

Editor: Akil

Resesi di Depan Mata, Prabowo Tak Boleh Tutup Mata

0
Ilustrasi Resesi Ekonomi. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Opini – Presiden Prabowo Subianto tidak punya banyak waktu untuk berpikir dua kali. Ancaman resesi ekonomi kini berdiri di depan pintu, mengetuk keras dengan sederet indikator yang menunjukkan gejala krisis serius. Namun, hingga kini, tidak terlihat upaya signifikan yang menunjukkan bahwa pemerintah sadar akan kedaruratan ini. Lebih ironis lagi, sikap jemawa Presiden di tengah kemunduran ekonomi justru mempertegas bahwa krisis ini bisa terjadi bukan semata karena tekanan global, melainkan kelengahan domestik.

Perekonomian Indonesia mulai tertekan sejak kuartal akhir 2024. Nilai tukar rupiah merosot hingga Rp16.312 per dolar AS pada 31 Januari 2025, dan terus melemah menembus angka Rp17.000 hanya tiga bulan kemudian. Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab hingga memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) pada 18 Maret dan 8 April 2025. Sepanjang tiga bulan terakhir, IHSG anjlok 16,82 persen—sebuah sinyal bahaya yang tak bisa dianggap enteng.

Di tingkat rumah tangga, masyarakat mulai mengencangkan ikat pinggang. Survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan porsi tabungan terhadap pendapatan anjlok ke angka 14,7 persen pada Februari 2025, turun tajam dari rata-rata 16,7 persen sepanjang 2018–2024. Belanja masyarakat pun ikut melemah. Berdasarkan Mandiri Spending Index, pertumbuhan konsumsi hanya mencapai 1,4 persen pada Maret 2025—turun drastis dibandingkan Maret tahun sebelumnya yang mencapai 4,7 persen.

Masalah semakin pelik ketika sektor ketenagakerjaan mulai menunjukkan gejala gawat. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 18.610 orang kehilangan pekerjaan hanya dalam dua bulan pertama 2025—dua kali lipat dari jumlah pengangguran pada periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, menurut data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, sebanyak 60.000 buruh dari 50 perusahaan terpaksa dirumahkan akibat pemutusan hubungan kerja.

Di tengah kerapuhan ekonomi domestik, Indonesia juga harus menghadapi pukulan dari luar negeri. Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam kebijakan dagangnya yang agresif, menetapkan tarif pokok 10 persen untuk semua negara mitra, termasuk Indonesia. Tak berhenti di sana, Indonesia yang mencatat surplus perdagangan sebesar 16,8 miliar dolar AS sepanjang 2024 juga dikenai tarif resiprokal tambahan sebesar 32 persen. Kebijakan ini langsung menghantam daya saing ekspor Indonesia.

Sayangnya, respons pemerintah sangat lambat. Pos Duta Besar RI di Washington DC kosong sejak Juli 2023 karena tarik-menarik politik yang tak berkesudahan. Tim negosiasi baru dibentuk setelah kebijakan tarif diumumkan, menunjukkan lemahnya diplomasi ekonomi yang seharusnya menjadi garda terdepan perlindungan kepentingan nasional.

Kondisi ini diperparah oleh tata kelola ekonomi yang jauh dari kata sehat. Janji deregulasi dan penghapusan kuota impor yang selama ini menjadi ladang rente tak kunjung terealisasi. Presiden Prabowo harus membuktikan bahwa komitmen reformasi itu bukan sekadar omon-omon politik. Apalagi, sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak pemegang kuota impor adalah pihak-pihak yang dekat dengan lingkar kekuasaan atau penyokong logistik kampanye pemilu 2024.

Kebijakan ekonomi komando ala Prabowo yang diwujudkan melalui pembentukan badan-badan baru seperti Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan proyek ambisius makan bergizi gratis, justru menimbulkan distorsi serius. Banyak pengamat menilai pendekatan ini tidak hanya tidak efisien, tetapi juga membuka ruang premanisme negara dalam urusan korporasi. Situasi ini membuat dunia usaha gamang dan penuh ketidakpastian.

Presiden Prabowo perlu menurunkan egonya. Program-program kerja yang terlalu ambisius harus ditunda, sementara langkah-langkah penguatan struktur ekonomi domestik harus menjadi prioritas utama. Ketergantungan terhadap pihak luar harus segera dikurangi melalui penguatan sektor produksi dalam negeri.

Lebih jauh, kabinet harus dirampingkan. Sudah menjadi perbincangan publik bahwa sejumlah menteri duduk di pemerintahan bukan karena kompetensi, melainkan karena jasa politik di masa pemilu. Jika hal ini dibiarkan, pemerintah hanya akan disibukkan dengan praktik rente dan membiarkan birokrasi menjadi gemuk dan lamban.

Tanpa pembenahan mendasar dalam waktu dekat, Indonesia tidak hanya akan mengalami pelemahan ekonomi, tetapi benar-benar terperosok ke dalam jurang krisis. Saat ini, kita seolah sedang menghitung mundur menuju titik nadir ekonomi nasional. Yang dibutuhkan bukan pidato penuh semangat atau simbolisme kekuasaan. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berubah—sebelum terlambat. (XRQ)

Penulis: Akil

SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh Terpilih sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi

0
11 sekolah di Indonesia yang masuk dalam program SMA Unggul Garuda Transformasi. (Foto: kemdiktisaintek.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 10 Fajar Harapan Banda Aceh mencatatkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai salah satu dari 11 sekolah di Indonesia yang masuk dalam program SMA Unggul Garuda Transformasi yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisainstek).

Pengumuman resmi mengenai hasil seleksi program ini dirilis pada Jumat (18/4/2025) melalui situs Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisainstek. Dari seluruh sekolah di Provinsi Aceh, hanya SMAN 10 Fajar Harapan yang berhasil lolos seleksi ketat tersebut.

Program SMA Unggul Garuda Transformasi merupakan inisiatif nasional untuk memperkuat mutu sekolah menengah atas dan madrasah aliyah melalui peningkatan kompetensi peserta didik, pendidik, serta penguatan kapasitas manajemen sekolah. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan potensi siswa agar dapat menembus perguruan tinggi terbaik di tingkat nasional maupun internasional.

Secara nasional, hanya ada sebelas sekolah yang terpilih, tiga di antaranya berasal dari wilayah Sumatra, yakni SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMA Unggul Del di Sumatera Utara, dan MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir di Sumatera Selatan.

Kepala SMAN 10 Fajar Harapan, Dr Anwar, MEd, mengaku sangat bersyukur atas pencapaian tersebut.

“Alhamdulillah, kabar ini sangat menggembirakan dan membahagiakan. Sangat patut kita syukuri. Apalagi tidak semua provinsi di Indonesia yang sekolahnya lolos dalam seleksi ini. Mohon doanya agar kami berhasil mengemban misi penting ini sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi di Aceh,” ujar Anwar saat dikutip dari Serambinews.com.

Ucapan selamat pun mengalir dari berbagai pihak. Salah seorang wali murid SMAN 10 Fajar Harapan menyampaikan apresiasinya melalui media sosial.

“Selamat kepada SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang terpilih menjadi salah satu dari sebelas Sekolah Unggul Garuda Transformasi di Indonesia yang insyaallah lulusan nantinya akan diterima di perguruan tinggi terbaik nasional. Sudah punya dua ayah: Kemendikdasmen dan Kemendiktisaintek. Barakallah Pak @⁨Pak Anwar Farhan⁩.
Ttd
Wali Murid”

SMAN 10 Fajar Harapan yang dikenal sebagai sekolah boarding ini memang telah menunjukkan berbagai prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah pencapaian kelulusan siswa yang meningkat signifikan hingga 170 persen, termasuk banyak yang diterima di 10 perguruan tinggi terkemuka.

Sebelumnya, sekolah ini juga mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Bersih dan Sehat sebagai bagian dari komitmen menuju predikat Sekolah Adiwiyata.

Dengan status barunya sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi, diharapkan SMAN 10 Fajar Harapan dapat menjadi role model pendidikan unggul di Aceh dan terus mencetak generasi muda yang berprestasi di tingkat nasional dan global.

Dukung Transformasi STAIN Meulaboh, Pemkab Aceh Barat Hibahkan 50 Hektare Lahan

0
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM bersama Ketua STAIN Tgk Dirundeng Meulaboh, Aceh Dr Syamsuar bertemu dengan Sesditjen Kementerian Agama Republik Indonesia Prof Dr Arskal di Jakarta. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh menuju status Institut Agama Islam Negeri (IAIN), bahkan Universitas Islam Negeri (UIN) di masa depan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah dengan menyiapkan hibah lahan seluas 50 hektare untuk keperluan pengembangan kampus.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Barat siap mendukung STAIN menjadi IAIN bahkan hingga ke jenjang Universitas Islam Negeri (UIN) Teungku Dirundeng Meulaboh,” ujar Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, kepada ANTARA, Jumat (18/4/2025).

Diketahui, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh saat ini telah memiliki lahan seluas 501.200 meter persegi atau setara dengan 50,12 hektare. Keberadaan lembaga pendidikan tinggi keagamaan ini dinilai memiliki dampak signifikan terhadap kemajuan wilayah pantai barat selatan Aceh.

Komitmen tersebut ditegaskan Tarmizi usai pertemuannya dengan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof Dr Arskal, dan Ketua STAIN Meulaboh, Dr Syamsuar, di Jakarta pada Rabu (16/4/2025). Dalam pertemuan tersebut, ketiganya membahas berbagai langkah strategis untuk mendorong transformasi kelembagaan STAIN.

“Insya Allah Kampus STAIN diperjuangkan menjadi IAIN dalam 2 tahun ini. Mohon do’anya supaya dimudahkan dan suatu hari nanti untuk jangka panjang dan akan berubah lagi menjadi UIN,” tambah Tarmizi.

Selain membicarakan transformasi STAIN, pertemuan tersebut juga membuka peluang bagi Kementerian Agama untuk meninjau langsung kondisi sejumlah madrasah di Aceh Barat yang membutuhkan perhatian, serta diarahkan menjadi sekolah unggulan.

Sementara itu, Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr H Syamsuar MAg, menyebut pertemuan dengan pihak Kementerian Agama sebagai bagian dari strategi penting dalam proses transformasi kampus.

“Pertemuan ini untuk memastikan transformasi kelembagaan berjalan sesuai dengan regulasi dan mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Menurut Syamsuar, koordinasi intensif dengan Kemenag sangat diperlukan agar proses perubahan status STAIN menjadi IAIN tak hanya ditopang oleh dokumen administratif yang kuat, tetapi juga mendapat dukungan politik dan kebijakan dari pusat.

Saat ini, pihak kampus telah mempersiapkan berbagai persyaratan administrasi, termasuk pemetaan infrastruktur serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selain itu, STAIN Meulaboh juga mengusulkan pembangunan berbagai fasilitas akademik penunjang, seperti gedung perpustakaan dan pagar keliling kampus, ke Kementerian Agama.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi STAIN sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul di kawasan pantai barat selatan Aceh.

Editor: Akil

Fokus ke Liga 4 Nasional, Pemain PSAB Dilarang Telepon Pacar Selama di Surabaya

0
Para pemain PSAB Aceh Besar usai menutup secara resmi Piala Soeratin U-17 Zona Aceh di Lapangan Sintetis, Lhong Raya, Banda Aceh. (Foto: PSAB Aceh Besar)

NUKILAN.id | Jantho — Jelang bergulirnya babak 64 besar Liga 4 Nasional 2024–2025 di Surabaya, PS Aceh Besar (PSAB) terus mematangkan persiapan. Usai menjalani laga uji coba melawan PSKU Lamreung dengan kemenangan 3-1, tim asuhan Mukhlis Nakata kini menatap kompetisi nasional yang akan berlangsung pada 21 April hingga 27 Mei 2025.

Dalam laga uji coba yang digelar Selasa (15/4/2025) di Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, pelatih kepala Mukhlis Nakata mengungkapkan bahwa masih banyak evaluasi yang harus dilakukan sebelum skuadnya tampil di level nasional.

“Dari hasil uji coba ini, sudah dapat dilihat berbagai kelemahan yang harus segera diperbaiki dalam beberapa hari mendatang, sehingga akan siap 100 persen saat berlaga di Liga 4 Nasional,” ujar Mukhlis.

Sementara itu, Plt Ketua Umum PSAB, Mariadi, memberikan motivasi sekaligus imbauan kepada seluruh pemain agar tetap menjaga kondisi fisik dan kedisiplinan.

“Sebagai atlet, tentunya harus terus melakukan latihan untuk menjaga stamina tetap fit,” katanya.

Menariknya, Mariadi juga menitipkan pesan khusus kepada pemain yang memiliki pasangan agar bisa menahan diri selama menjalani laga di Surabaya.

“…khususnya bagi yang punya pacar, sehingga tidak menelepon sebenar-bentar saat sedang berlatih atau bertanding di Surabaya,” ujar Mariadi, menekankan pentingnya fokus selama kompetisi berlangsung.

PSAB Aceh Besar sendiri merupakan runner-up Liga 4 zona Aceh, namun tampil impresif sepanjang fase grup hingga semifinal tanpa sekalipun menelan kekalahan. Meski akhirnya gagal meraih gelar juara usai kalah adu penalti dari Persidi Idi, PSAB tetap melaju ke babak nasional sebagai wakil Aceh bersama Persidi.

Dengan semangat dan arahan yang jelas, PSAB kini membawa harapan besar masyarakat Aceh Besar untuk mencetak prestasi di kancah nasional.

Kepala Baitul Mal Aceh: Gerakan Aceh Berwakaf Hadir untuk Menjawab Masalah Sosial

0
Muhammad Haikal, Kepala Baitul Mal Aceh. (Foto: BMA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Baitul Mal Aceh, Muhammad Haikal, menjadi narasumber dalam Podcast Sagoe TV, membahas tema menarik seputar Gerakan Aceh Berwakaf yang digagas oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

Dikutip Nukilan.id daridiskusi tersebut, Haikal menekankan pentingnya tata kelola dan transparansi dalam pengelolaan wakaf sebagai bagian dari membangun kepercayaan publik.

Saat ditanya oleh host mengenai tata kelola dalam pengelolaan wakaf di tingkat gampong, provinsi hingga nasional, Haikal menyoroti bahwa persoalan utama terletak pada aspek kepercayaan atau trust terhadap lembaga pengelola.

“Ketika kita bicara masalah keuangan, ya tata kelola, transparansi, sifat yang hati-hati, itu menjadi isu karena kita bicara masalah trust sebenar wakaf ini,” ujar Haikal.

Ia juga menekankan bahwa tata kelola yang baik tidak dapat dilepaskan dari adanya landasan hukum dan regulasi yang kuat. Menurutnya, Aceh telah memiliki kerangka hukum yang cukup lengkap dalam pengelolaan wakaf.

“Zakat sama seperti infak, trust itu harus ada. Kemudian tata kelola ini kan pasti perlu regulasi, apa yang harus diatur, di Aceh ini regulasinya sampai ke qanun sudah ada,” jelasnya.

Haikal menyambung bahwa Gerakan Aceh Berwakaf tidak sekadar simbolik, melainkan hadir sebagai upaya nyata untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat.

“Intinya dengan ada sebuah gerakan berwakaf ini akan menyelesaikan masalah,” tegasnya.

Menurut Haikal, keberhasilan tata kelola wakaf dapat dilihat dari sejauh mana dampaknya terasa di masyarakat. Bagi Haikal, indikator keberhasilan pengelolaan wakaf adalah ketika kehadirannya mampu memberi solusi nyata terhadap berbagai problem sosial-ekonomi yang ada.

“Sebenarnya kita akan tahu kapan tata kelola itu sudah dilakukan dengan baik yaitu pada saat kita melihat hadirnya ini sudah menyelesaikan masalah,” pungkasnya.

Podcast tersebut menjadi ruang reflektif bagi publik untuk kembali melihat potensi besar wakaf sebagai instrumen pembangunan umat. Lewat penguatan tata kelola, regulasi, dan kepercayaan, gerakan wakaf di Aceh diharapkan bisa menjadi model percontohan nasional. (XRQ)

Reporter: Akil

Kades di Pidie Jaya Aniaya Wartawan, Divonis 10 Bulan Penjara

0
Ilustrasi penjara. (Foto: Ist)

NUKILAN.id | Meureudu – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menjatuhkan vonis 10 bulan penjara kepada Kepala Desa Cot Seutui, Kecamatan Ulim, Iskandar, setelah terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap seorang wartawan televisi nasional.

Putusan ini lebih berat dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya hanya menuntut enam bulan penjara. Dalam pertimbangan hakim, Iskandar dinilai tidak mendukung kemerdekaan pers dan melakukan tindak kekerasan karena tidak terima dengan pemberitaan di media.

“Menyatakan terdakwa Iskandar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dakwaan tuntutan umum. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan,” ungkap Ketua Majelis Hakim Arif Kurniawan saat membacakan putusan, Kamis (17/4/2025), didampingi hakim anggota Darmansyah Putra dan Wahyudi.

Kasus bermula saat kontributor CNN Indonesia TV, Ismail M Adam atau Ismed, melakukan peliputan di Pondok Bersalin Desa (Polindes) Cot Seutui terkait inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan setempat pada Jumat, 24 Januari 2025. Dalam laporan itu, Ismed menyoroti kondisi Polindes yang tampak tak terurus, dengan semak belukar mengelilinginya.

Namun, sesaat setelah liputan selesai, Ismed didatangi sejumlah perangkat desa dan Kepala Desa Iskandar yang langsung mempertanyakan aktivitas jurnalistik tersebut. Percekcokan pun terjadi.

“Saat itu saya mengatakan bahwa saya meliput sidak yang dilakukan dinkes, dan jika ada masalah ada hak jawab,” ujar Ismail saat melaporkan kejadian itu ke polisi.

Namun pernyataan itu tampaknya membuat Iskandar berang. Tak hanya memarahi, ia juga melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

“Saya dipukuli di bagian bahu lalu ditarik ke jalan hingga jatuh dan ditendang secara bertubi-tubi sampai terjatuh di aspal, lalu diinjak-injak berulang kali,” ungkap Ismed, menceritakan ulang kejadian yang dialaminya.

Tak hanya dipukuli, korban juga mengaku diancam agar membuat video permintaan maaf karena disebut tidak meminta izin sebelum meliput di Polindes.

Akibat tindakan kekerasan tersebut, Ismed mengalami luka di tangan dan kaki. Ia langsung menjalani visum dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Muara Dua, Pidie Jaya.

Kasus ini sempat menarik perhatian publik dan organisasi wartawan karena menyangkut kekerasan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugas. Vonis yang dijatuhkan hakim pun menjadi sorotan karena mengangkat kembali pentingnya perlindungan terhadap kemerdekaan pers di Indonesia.

Editor: Aki

Lukmanul Hakim: Wisata Sejarah di Aceh Bisa Jadi Motor Ekonomi dan Solusi Pengangguran

0
Lukmanul Hakim, Anggota DPRD DKI Jakarta. (Foto: MNCTRIJAYA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anggota DPRD DKI Jakarta, Lukmanul Hakim, menilai bahwa sektor pariwisata sejarah di Aceh menyimpan potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjadi solusi strategis untuk mengatasi pengangguran.

Dikutip Nukilan.id, hal tersebut diungkapkannya dalam Podcast Sagoe TV saat menjawab pertanyaan host mengenai logika wisata sejarah sebagai sumber pendapatan dan pengurangan angka pengangguran di Aceh.

“Ketika orang berkunjung ke Banda Aceh, ke Pasai dan juga Sabang ini pasti pendapatan daerah itu meningkat, yang pertama soal hotel, yang kedua FMB-nya seperti restoran kafe, ini kan orang datang pasti makan, minum, nginap,” ujar Lukmanul.

Menurutnya, kehadiran wisatawan secara otomatis akan menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari perhotelan hingga kuliner. Ia meyakini, geliat ini akan menciptakan efek domino bagi masyarakat lokal.

Tak hanya itu, Lukmanul juga menekankan pentingnya pelibatan masyarakat, khususnya kalangan muda yang masih menganggur, dalam aktivitas kepariwisataan.

“Nanti pengangguran-pengangguran di situ bisa jadi guide untuk wisata,” lanjutnya.

Ia menilai bahwa pemberdayaan masyarakat sebagai pemandu wisata bisa menjadi solusi konkret, apalagi Aceh memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang layak untuk dikenalkan secara mendalam kepada wisatawan.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya penataan destinasi, khususnya wisata bahari, yang menjadi daya tarik khas Aceh. Bagi Lukmanul, selain infrastruktur, nilai keramahan masyarakat juga merupakan bagian penting dari daya jual sebuah daerah wisata.

“Residunya di mana wisata lautnya, di mana yang harus ditata dengan rapi, karena orang Aceh yang dikenal tuh ramah dan santun. Kalau di Jakarta orang Aceh itu kata orang di sana agamanya bagus, senyum dan santun, enggak boleh marah-marah,” paparnya.

Ia menekankan bahwa citra masyarakat Aceh yang lembut dan religius harus dijaga, terutama dalam pelayanan terhadap wisatawan. Baginya, keramahan merupakan kunci utama agar wisatawan merasa betah dan ingin kembali.

“Misalnya (orang) datang ke sini, tapi (petugas) parkiran marah-marah, ya gak boleh, karena sifatnya orang Aceh itu lemah lembut seperti pendahulu,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Manajemen Persiraja Studi Banding ke Milan untuk Kelola Stadion

0
Sekum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani saat mengunjungi store penjualan resmi merchandise Inter Milan yang terletak di Duomo Milano atau di Depan Katedral Milan, Jumat (18/4/2025). (Foto: MO Persiraja)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Upaya menjadikan Persiraja Banda Aceh sebagai klub profesional terus dilakukan oleh manajemen. Kali ini, langkah nyata itu terlihat dari kunjungan langsung Presiden Persiraja, H. Nazaruddin Dek Gam bersama rombongan ke Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Italia, pada Jumat (18/4/2025).

Dikutip dari SerambiNews, manajemen Persiraja tidak hanya melihat dari kejauhan, tetapi juga menyerap ilmu pengelolaan stadion dari markas dua klub elite Serie A, Inter Milan dan AC Milan.

“Jadi saya sengaja membawa mereka kemari, para manajemen Persiraja ini untuk bisa belajar dan memahami bagaimana pengelolaan stadion yang baik, manajemen stadion, pemeliharaan stadion dan lain-lain,” ujar Dek Gam.

Ia menambahkan, kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian langkah strategis menuju profesionalisasi klub. Apalagi, kata Dek Gam, pihaknya telah mengajukan penyewaan Stadion H. Dimurthala Lampineung kepada Pemerintah Kota Banda Aceh sejak tiga bulan lalu.

“InsyaAllah dalam waktu dekat akan ada penandatanganan, maka untuk itu kita perlu mempelajari, supaya stadion yang sudah bagus ini tidak akan sia-sia,” tambahnya.

Studi banding ini juga tidak berhenti di Milan. Rombongan dijadwalkan akan melanjutkan kunjungan ke Allianz Arena, markas Bayern Munchen di Munich, serta Parc des Princes, kandang Paris Saint-Germain (PSG) di Paris.

“Tapi ini sedang kita komunikasikan dengan pihak PSG-nya,” ujar Dek Gam.

Turut serta dalam rombongan tersebut antara lain Direktur Keuangan Razami Dek Cut, Staf Direktorat Keuangan Rismawan Hasry, Sekretaris Umum Rahmat Djailani, Ketua LOC Marwan Dek Bit, Wakil Presiden Iswahyudi, Manager Tim Ridha Mafdhul, Manager Lapangan Muhammad Fuadi, Direktur Akademi Rijalul Farisan, serta dr. Riza Mulyadi selaku dokter kepala tim.

Kedatangan rombongan Persiraja bertepatan dengan sehari setelah pertandingan Liga Champions antara Inter Milan melawan Bayern Munchen yang berakhir imbang 2-2 dan membawa Inter lolos ke semifinal. Kondisi tersebut membuat pengelola stadion sibuk melakukan pembersihan dan persiapan jelang laga Serie A antara AC Milan kontra Atalanta.

Dalam kesempatan itu, manajemen Persiraja juga mendapatkan penjelasan langsung dari Maximiliano, perwakilan pengelola Stadion Giuseppe Meazza, mengenai berbagai aspek teknis pengelolaan stadion, khususnya dalam hal perawatan jelang pertandingan.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur, rombongan juga menyambangi store resmi merchandise Inter Milan dan AC Milan, baik yang berada di area stadion maupun di kawasan Duomo Milano, tepat di depan Katedral Milan yang menjadi titik sentral perayaan gelar juara dua klub raksasa tersebut.

Langkah ini menjadi bagian penting dari transformasi klub asal Tanah Rencong itu, yang perlahan namun pasti menatap masa depan lebih profesional dengan belajar langsung dari pusat sepak bola dunia.

Rektor UIN Dukung Langkah Tegas Wali Kota Banda Aceh Tegakkan Syariat Islam

0
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Mujiburrahman, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang turun langsung memimpin razia penegakan syariat Islam di sejumlah titik rawan pelanggaran di wilayah ibu kota provinsi Aceh tersebut.

“Langkah tegas yang diambil Wali Kota Banda Aceh merupakan bentuk tanggung jawab dalam menjaga marwah syariat Islam yang menjadi fondasi masyarakat Aceh,” ungkap Prof Mujiburrahman di Banda Aceh, Jumat (18/4/2025).

Sebagai perguruan tinggi berbasis Islam, kata Mujiburrahman, UIN Ar-Raniry memiliki komitmen kuat dalam mendukung kebijakan-kebijakan yang selaras dengan prinsip-prinsip syariat. Ia menegaskan bahwa peran institusi pendidikan sangat penting dalam memperkuat pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan Ibu Wali Kota. Ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam menegakkan nilai-nilai Islam di Tanah Serambi Mekkah,” katanya menambahkan.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga tatanan sosial yang Islami. Menurutnya, partisipasi dari berbagai pihak seperti akademisi, tokoh agama, hingga generasi muda sangat diperlukan untuk membumikan syariat dalam kehidupan sehari-hari.

“Sinergi semua pihak sangat penting agar nilai-nilai syariat benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat,” ujarnya.

Mujiburrahman mengingatkan bahwa beban penegakan syariat tidak bisa sepenuhnya diletakkan di pundak wali kota semata, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemimpin daerah di Aceh.

“Penegakan syariat harus menjadi agenda bersama seluruh kepala daerah, dari Gubernur hingga Bupati dan Wali Kota di 23 kabupaten/kota di Aceh,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Mujiburrahman menyarankan agar para kepala daerah mempertimbangkan regulasi yang mengatur jam operasional tempat usaha seperti toko, kafe, dan tempat hiburan malam.

“Regulasi ini akan berdampak positif, tidak hanya dalam menertibkan pelanggaran syariat, tapi juga memberi ruang bagi kontrol sosial dari orang tua dan masyarakat, serta berdampak baik terhadap kesehatan generasi muda karena memiliki waktu istirahat yang cukup,” tutupnya.

Editor: Akil