Beranda blog Halaman 587

Bulog Pastikan Stok Beras di Aceh Aman hingga Idul Fitri

0
Aceh Surplus Beras
Ilustrasi beras bulog. (Foto: Perum Bulog)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh memastikan ketersediaan beras di provinsi tersebut dalam kondisi aman hingga Idul Fitri 1446 Hijriah. Saat ini, stok beras mencapai 30 ribu ton dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Juni mendatang.

“Jadi stok untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri ini sudah aman, sudah cukup,” kata Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, Ihsan, di Banda Aceh, Senin (17/2/2025).

Menurut Ihsan, Bulog terus berupaya menyerap gabah dan beras dari petani lokal guna menambah cadangan yang ada. Hingga saat ini, jumlah gabah dan beras yang telah diserap telah mencapai lebih dari lima persen dari target yang ditetapkan, yakni 49-54 ribu ton.

“Kalau sekarang ini sudah lebih dari lima persen dari target kita 49-54 ribu ton. Sekarang posisinya sekitar 3,4 ribu ton,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyerapan gabah dan beras dari petani lokal sejauh ini mampu mencukupi kebutuhan beras di Provinsi Aceh. Bahkan, jika mengacu pada data produksi pertanian di Aceh, pasokan beras masih lebih dari cukup.

“Kalau saya lihat sejauh ini ya, kita cukup. Apalagi saya lihat data pertanian itu, ada 1,6 juta ton. Kalau kita anggap dibagi dua saja, dijadikan beras itu kan masih ada sekitar 600-700 ribu ton. Sementara kita butuh hanya 49-54 ribu ton,” jelasnya.

Dalam upaya menjaga keseimbangan harga di tingkat petani dan konsumen, Bulog membeli gabah dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, sementara harga pembelian beras ditetapkan Rp12.000 per kilogram.

Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan harga beras di Banda Aceh masih relatif stabil. Beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp65 ribu per karung 5 kg atau Rp13 ribu per kilogram.

Untuk kategori beras super premium, harga yang ditawarkan di pasaran adalah Rp220 ribu per karung 15 kg, Rp150 ribu per karung 10 kg, dan Rp25 ribu per bambu. Sedangkan beras premium dijual dengan harga Rp210 ribu per karung 15 kg, Rp145 ribu per karung 10 kg, dan Rp24 ribu per bambu. Adapun beras kategori medium dibanderol Rp200 ribu per karung 15 kg, Rp140 ribu per karung 10 kg, dan Rp23 ribu per bambu.

Dengan stok yang memadai dan harga yang relatif stabil, masyarakat di Aceh diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri.

Editor: Akil

FK Universitas Syiah Kuala Masuk Tiga Besar Terbaik Versi THE WUR 2025

0
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syah Kuala Dr. dr. Safrizal Rahman. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Syiah Kuala (USK) mencatat prestasi membanggakan dengan masuk dalam tiga besar fakultas kedokteran terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) by Subject 2025.

Dalam daftar terbaru yang dirilis THE WUR, FK USK memperoleh skor 20,7–26,7 dan berhasil naik dari peringkat kedelapan pada 2024 ke posisi ketiga tahun ini. Prestasi ini semakin mengukuhkan USK sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik di bidang kedokteran di Indonesia.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Dr. dr. Safrizal Rahman, menyambut baik pencapaian tersebut.

“Ini adalah bukti nyata Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala terus berkomitmen memberikan pendidikan terbaik dan berkontribusi positif terhadap kemajuan dunia kedokteran di Indonesia,” ujar Safrizal saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/2/2025).

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas peningkatan peringkat tersebut yang menjadi kebanggaan tidak hanya bagi fakultas, tetapi juga bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat Aceh.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas capaian ini. Peringkat ini bukan hanya kebanggaan bagi kami, melainkan juga bagi seluruh civitas akademika Universitas Syiah Kuala dan masyarakat Aceh,” tambahnya.

Times Higher Education dikenal sebagai salah satu lembaga pemeringkat universitas bergengsi di dunia yang menilai institusi berdasarkan berbagai indikator, termasuk kualitas pendidikan, penelitian, reputasi akademik, serta kolaborasi internasional.

Dalam pemeringkatan tahun ini, FK USK berbagi posisi ketiga dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Di tingkat global, kedua kampus ini menempati peringkat 800–1.000 dunia.

Adapun Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) mempertahankan posisi teratas di Indonesia dengan peringkat 501–600 dunia, disusul Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair) yang berbagi posisi kedua dengan peringkat 601–800 dunia.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Marwan, menilai pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan FK USK.

“Pencapaian ini menunjukkan kualitas pendidikan tinggi di Universitas Syiah Kuala, khususnya dalam bidang kedokteran yang mampu bersaing di tingkat global. Kami akan terus berusaha meningkatkan kualitas agar dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi dunia kesehatan,” kata Prof. Marwan.

Editor: Akil

Disdik Aceh Gelar Try Out SNBT 2025: Langkah Strategis Persiapkan Siswa Masuk PTN

0
Disdik Aceh Gelar Try Out SNBT 2025. (Foto: Disdik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh kembali menggelar Try Out Persiapan Setara SNBT-UTBK 2025 bagi siswa kelas XII SMA dan SMK. Kegiatan yang berlangsung pada 19 hingga 22 Februari 2025 ini bertujuan untuk memetakan mutu pendidikan serta meningkatkan kesiapan siswa menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), gerbang utama menuju perguruan tinggi negeri.

Pelaksanaan Try Out ini dirancang agar semirip mungkin dengan kondisi ujian sebenarnya, menggunakan instrumen soal yang menyesuaikan dengan standar SNBT. Selain itu, metode ujian dilakukan secara daring (online) melalui platform berbasis Android dan iOS, memberikan akses yang lebih luas bagi siswa di seluruh Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST. D.E.A, menegaskan pentingnya program ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. “Melalui Try Out Tahap I ini, kita ingin memastikan bahwa para siswa benar-benar siap untuk menghadapi SNBT-UTBK dan untuk memetakan perkembangan kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan,” ujar Marthunis, Selasa (18/2/2025).

Ia menjelaskan bahwa hasil Try Out Tahap I akan menjadi tolok ukur kemampuan siswa sebelum memasuki Try Out Tahap II yang direncanakan pada pertengahan April, serta SNBT yang akan digelar pada akhir April hingga Mei 2025.

Marthunis juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan, serta satuan pendidikan di seluruh Aceh. Ia mengimbau para kepala sekolah untuk mendorong siswanya agar berpartisipasi aktif dan memastikan pelaksanaan Try Out berjalan sesuai pedoman.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas selama proses ujian berlangsung. “Kami mengimbau agar seluruh pihak yang terlibat tidak melakukan hal-hal di luar aturan yang berlaku, sebagai bagian dari komitmen kita menuju Zona Integritas yang bebas dari praktik korupsi dan birokrasi yang melayani dengan baik,” tegasnya.

Para siswa dan pihak sekolah dapat mengakses pedoman pelaksanaan Try Out melalui laman https://s.id/pedomantryoutsnbt2025. Sementara itu, aplikasi Try Out berbasis Android dapat diunduh di http://s.id/android-TO-SNBT, sedangkan untuk pengguna Appstore tersedia di http://s.id/appstore-TO-SNBT.

Dengan digelarnya Try Out ini, diharapkan para siswa dapat lebih siap menghadapi ujian sebenarnya, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Program ini menjadi langkah strategis dalam memastikan generasi muda Aceh memiliki peluang lebih besar untuk menembus perguruan tinggi impian mereka.

Editor: AKil

Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Ijop 42 Madrasah, Tegaskan Pengelolaan Profesional

0
Kakanwil Kemenag Aceh Serahkan Ijop 42 Madrasah. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, menegaskan bahwa setiap lembaga pendidikan harus dikelola secara profesional agar dapat menghasilkan mutu pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Azhari saat memberikan arahan kepada para Ketua Yayasan dalam acara penyerahan Piagam Izin Operasional (Ijop) Madrasah Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh, Senin (17/2/2025).

“Setiap lembaga pendidikan yang sudah diberikan izin operasional harus mengelola lembaga pendidikan itu secara profesional, sehingga mutu keluaran yang dihasilkan oleh lembaga tersebut sesuai dengan harapan dan tuntutan zaman,” tegas Azhari di hadapan para peserta acara.

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil Kemenag Aceh menyerahkan sebanyak 42 Surat Keputusan (SK) izin operasional madrasah. Dari jumlah tersebut, empat SK diberikan kepada madrasah baru, sementara 38 SK lainnya merupakan perpanjangan izin operasional bagi madrasah yang telah beroperasi. Azhari didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Pemad) Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Pd, serta jajaran pejabat terkait.

Para penerima izin operasional berkomitmen untuk menjalankan lembaga pendidikan dengan lebih profesional. Azhari juga mengingatkan bahwa pengelolaan madrasah harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan regulasi yang berlaku, terutama terkait dengan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Pengelolaan pendidikan juga harus paham dengan regulasi yang ada terhadap apa yang sudah diberikan kepada madrasah, terutama bantuan operasional sekolah (BOS),” tambahnya.

Acara yang berlangsung usai apel pagi pada 17 Sya’ban 1446 H ini menjadi momentum penting bagi madrasah di Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Islam di daerah tersebut.

Editor: Akil

Mirwan-Baital Mukadis Resmi Dilantik, Gubernur Muzakir Manaf Tekankan Kepemimpinan Adil di Aceh Selatan

0
Muzakkir Manaf Melantik Mirwan-Baital Mukadis Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi melantik Mirwan dan Baital Mukadis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2025-2030 dalam sebuah prosesi khidmat di Kantor DPRK Aceh Selatan, Senin (17/2/2025). Pelantikan ini menjadi awal bagi kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Muzakir Manaf menegaskan pentingnya kepemimpinan yang adil dan merata, tanpa membedakan kelompok tertentu. Ia mengingatkan bahwa tugas seorang kepala daerah adalah untuk seluruh rakyat, bukan hanya bagi segelintir golongan.

“Saya yakin dan percaya Bapak Mirwan dan Baital Mukadis dapat mengemban amanah ini untuk kesejahteraan rakyat. Menjadi bupati bagi seluruh rakyat Aceh Selatan, menggarisbawahi beberapa hal,” ujar Muzakir Manaf.

Gubernur yang akrab disapa Mualem ini juga menyoroti pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun Aceh Selatan. Ia meminta agar hubungan antara bupati dan DPRK tetap harmonis demi kelancaran program pembangunan.

“Jaga keharmonisan hubungan eksekutif dan legislatif. Ini akan memperkuat kinerja pemerintah dalam membangun Kabupaten Aceh Selatan,” katanya.

Lebih lanjut, Mualem menekankan perlunya keterlibatan akademisi dan pengusaha dalam perencanaan pembangunan. Dengan potensi alam yang besar, seperti perkebunan sawit dan pala, Aceh Selatan dinilai memiliki peluang ekonomi yang harus dimanfaatkan secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Aceh Selatan yang baru dilantik, Mirwan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Ia menyadari bahwa tugas yang diembannya tidak ringan, namun ia berkomitmen menjalankan pemerintahan dengan dedikasi penuh.

“Momen ini adalah sejarah tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh Selatan. Penyelenggaraan pemerintahan adalah amanah yang akan kami jaga,” ujar Mirwan.

Mirwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, meninggalkan perbedaan yang muncul selama Pilkada, dan bersama-sama membangun Aceh Selatan yang lebih maju. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara eksekutif, legislatif, dan jajaran Forkopimda dalam menciptakan pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Kami yakin, dengan doa dan dukungan dari semua pihak, amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Pelantikan ini turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari Pemerintah Aceh serta para tokoh masyarakat. Hadir dalam acara tersebut Plt Sekda Aceh Muhammad Diwarsyah, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Akkar Arafat, Kepala Biro Umum Setda Aceh T. Adi Darma, dan Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda Aceh Syakir. Selain itu, beberapa anggota DPR RI dan DPR Aceh dari daerah pemilihan barat-selatan juga ikut menyaksikan momen penting ini.

Editor: Akil

Mirwan-Baital Resmi Dilantik, Aktivis Harap Masyarakat Aceh Selatan Bersatu

0
Aktivis Muda, Syahrul Amin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi melantik Mirwan dan Baital Mukadis sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan periode 2025-2030. Prosesi pelantikan berlangsung di Kantor DPRK Aceh Selatan pada Senin, 17 Februari 2025, dengan dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai elemen.

Aktivis Mahasiswa Peduli Aceh Selatan, Syahrul Amin, menyampaikan apresiasi atas pelantikan tersebut. Ia berharap kepemimpinan Mirwan dan Baital Mukadis dapat membawa perubahan positif bagi daerah.

“Kami mengucapkan selamat kepada Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan yang baru. Harapan besar ada di pundak mereka untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata dan mensejahterakan masyarakat,” kata Syahrul Amin kepada Nukilan.id, Selasa (18/2/2025).

Ia juga mengimbau masyarakat agar kembali bersatu setelah perbedaan yang muncul selama proses Pilkada.

“Perbedaan dalam Pilkada adalah hal yang wajar, tapi setelah pemimpin terpilih dan dilantik, saatnya kita bersatu demi kemajuan Aceh Selatan. Jangan lagi ada perpecahan, mari kita bersama-sama mendukung pembangunan,” tambahnya.

Syahrul Amin menekankan bahwa Aceh Selatan memiliki potensi besar di berbagai sektor, seperti pertanian, kelautan, dan pariwisata, yang perlu dikelola dengan baik demi kesejahteraan rakyat.

“Kami berharap pemerintah yang baru mampu menggali potensi daerah secara maksimal. Selain itu, transparansi dan keterbukaan dalam kebijakan harus menjadi prioritas agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tutupnya.

Pelantikan ini menjadi awal bagi kepemimpinan Mirwan dan Baital Mukadis untuk menjalankan visi dan misinya dalam membangun Aceh Selatan selama lima tahun ke depan. (XRQ)

Reporter: Akil

Wagub Aceh Ajak Pelaku Usaha Percepat Pembangunan Ekonomi

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, memberikan sambutan serta arahan saat menggelar pertemuan bersama Kepala SKPA/Biro dan para petinggi BUMN/BUMD, serta pemangku kepentingan lainnya guna membahas sinergitas dalam mengembangkan berbagai sektor utama di Aceh, di Anjong Mon Mata. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengajak para pelaku usaha untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam membangun ekonomi daerah. Dalam pertemuan yang digelar di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Senin (17/2/2025), Fadhlullah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, BUMN, BUMD, serta berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan merata.

Dalam forum tersebut, berbagai sektor utama turut dibahas, mulai dari energi, pertambangan, perdagangan, hingga perhubungan. Fadhlullah memastikan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan dukungan penuh dalam mempermudah investasi dan administrasi bisnis di Aceh.

Di hadapan para pelaku usaha, Fadhlullah menegaskan bahwa pemerintah Aceh berkomitmen mempermudah proses perizinan investasi sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia meminta agar pelaku usaha tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan kendala birokrasi yang menghambat kegiatan mereka.

“Jika ada kendala apa pun di lapangan, laporkan kepada kami. Jika ada yang mempersulit administrasi, laporkan kepada kami,” tegas Fadhlullah.

Pernyataan tersebut, menurutnya, merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan dirinya. Pemerintah pusat meminta agar proses administrasi bisnis diperbaiki guna mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk di Aceh.

Selain itu, Fadhlullah juga mengimbau perusahaan yang berinvestasi di Aceh agar membuka kantor cabang di provinsi ini. Menurutnya, kehadiran kantor cabang dapat membantu memperkuat perekonomian daerah serta membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Aceh memiliki sumber daya yang cukup besar, namun mengapa kita masih berada di posisi provinsi termiskin pertama di Sumatera dan peringkat keempat di Indonesia? Ini menunjukkan adanya masalah yang harus kita benahi bersama,” ungkapnya.

Ia menyoroti perlunya kebijakan yang lebih progresif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk dalam sektor infrastruktur logistik yang masih menjadi tantangan utama.

Dalam pertemuan tersebut, Fadhlullah menekankan perlunya peningkatan infrastruktur guna memperlancar distribusi barang, terutama minyak sawit mentah (CPO). Saat ini, pengangkutan CPO masih mengandalkan jalur darat, yang tidak hanya menyebabkan kemacetan tetapi juga memperlambat mobilitas masyarakat dan pelaku usaha.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Fadhlullah menyampaikan bahwa Aceh membutuhkan tambahan dua pelabuhan angkutan barang, masing-masing di wilayah barat selatan dan timur Aceh. Usulan ini telah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat respons positif dari pemerintah pusat.

Menutup pertemuan, Fadhlullah mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama dalam membangun Aceh agar lebih maju dan sejahtera.

“Mari kita berjalan seiring langkah, saling bersinergi dalam membangun daerah ini,” pungkasnya.

Editor: Akil

Lantik Bupati Aceh Tamiang, Mualem Selipkan Candaan Soal Kotak Kosong

0
Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Gubernur Aceh Muzakkir Manaf, yang akrab disapa Mualem, melantik Irjen Pol (Purn) Armia Fahmi dan Ismail sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Aceh Tamiang, Senin (17/2/2025) malam. Pelantikan tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Mualem menyelipkan candaan yang langsung disambut gelak tawa para hadirin.

“Bapak Fahmi melawan kotak kosong, takut semua… wajar, didukung Pak Kapolda,” ujar Mualem.

Candaan itu mengacu pada fakta bahwa Armia Fahmi, yang kini menjadi bupati, merupakan mantan perwira tinggi Polri dengan pangkat terakhir Inspektur Jenderal serta pernah menjabat sebagai Wakapolda Aceh.

Di Provinsi Aceh, hanya dua kabupaten yang menghadapi lawan kotak kosong dalam Pilkada 2024, yakni Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Utara. Situasi ini menunjukkan dominasi pasangan calon di daerah tersebut hingga tak ada kandidat yang maju sebagai penantang.

Dalam kesempatan yang sama, Mualem mengungkapkan adanya minat investor asal Malaysia untuk berinvestasi di sektor air bersih di Aceh.

“Mereka mau investasi air bersih, untuk air minum di Pulau Penang, Malaysia. Saya nyatakan siap. Jarak Aceh Tamiang dengan Penang itu dekat sekali, ini salah satu investor buat Aceh Tamiang,” ungkapnya.

Mualem menilai, sumber air di Aceh Tamiang memiliki kualitas yang sangat baik untuk dikonsumsi. Jika investasi ini terwujud, bukan hanya dapat memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi menjadi sumber ekspor ke Malaysia.

Selain investasi air, Mualem menegaskan bahwa sektor energi menjadi perhatian utama pemerintahannya. Ia berencana mengajak investor untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) guna meningkatkan ketersediaan energi di Aceh.

“Siapa bilang lagi kita miskin, kalau sudah ada listrik dan air yang tersedia dengan baik. Bahkan, kita bisa jual ke Malaysia kalau listrik,” tegasnya.

Gubernur Aceh juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya demi kemajuan daerah.

“Jangan sampai satu ke laut, ke langit, ke darat. Kapan majunya. Kekompakan kita semata-mata untuk kemakmuran rakyat,” pungkasnya.

Dengan berbagai rencana dan investasi yang disebutkan, harapan masyarakat Aceh Tamiang kini tertuju pada implementasi nyata dari program-program tersebut guna meningkatkan kesejahteraan daerah. (XRQ)

Reporter: Akil

Alumni Lemhannas Sebut Fenomena #KaburAjaDulu Sebagai Ekspresi Cinta Tanah Air

0
Alumni Lemhanas, Nicholas Siagian. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Fenomena #KaburAjaDulu yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial bukan sekadar ajakan untuk meninggalkan Indonesia. Banyak kalangan yang menilai hal ini sebagai lemahnya rasa nasionalisme di generasi muda Indonesia. Namun, Nicholas Siagian, alumni Lemhannas justru menilai tren ini sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air.

“Fenomena ini tuh adalah bentuk ekspresi orang yang justru cinta dengan bangsa ini. Kenapa? Karena mereka menuntut supaya bangsa ini semakin lebih baik lagi ke depan,” ujarnya saat ditemui Nukilan.id di kawasan Cikini pada Minggu (16/2/2025).

Menurutnya, gelombang warga negara Indonesia (WNI) yang memilih berkarier atau menimba ilmu di luar negeri seharusnya menjadi bahan introspeksi bagi pemerintah. Keputusan mereka untuk pergi bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan bisa jadi cerminan adanya persoalan di dalam negeri yang perlu diperbaiki.

“Artinya ada yang ketidakberesan yang seharusnya menjadi introspeksi diri bagi mereka (pemerintah). Jadi supaya nasionalisme itu ada bagi semua orang, ‘rumah’ itu harus jadi ‘rumah’ gitu. Dengan cara apa? Dengan cara diperbaiki,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nicholas menekankan bahwa negara harus mampu menciptakan kondisi yang layak agar masyarakat merasa nyaman untuk tetap tinggal dan berkontribusi di dalam negeri.

“Negara harus memastikan ‘rumah’ ini bisa menampung rakyatnya dengan baik. Dalam konteks ini, kita bicara soal mereka yang ingin belajar atau bekerja di luar negeri, bukan soal pindah kewarganegaraan,” pungkasnya.

Fenomena #KaburAjaDulu menjadi pengingat bahwa banyak anak bangsa yang ingin berkontribusi bagi Indonesia, tetapi menginginkan ekosistem yang lebih mendukung untuk berkembang. (xrq)

Reporter: Akil

Video Lawas Bahlil Lahadalia Kembali Viral, Alumni Lemhannas: Nasionalisme Tak Ditentukan oleh Lokasi Tinggal

0
Bahlil Lahadalia. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Jakarta – Sebuah video lawas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, kembali menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video yang direkam pada 2023 saat ia masih menjabat sebagai Menteri Investasi, Bahlil menanggapi fenomena meningkatnya Warga Negara Indonesia (WNI) yang memilih berpindah kewarganegaraan.

Video ini kembali mencuat seiring dengan maraknya tagar #KaburAjaDulu di platform X. Tagar tersebut berisi keluhan masyarakat mengenai kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan serta ajakan untuk meninggalkan Indonesia demi kehidupan yang lebih baik di luar negeri.

Menanggapi fenomena ini, Nukilan.id mewawancarai Nicholas Siagian, seorang alumni Lemhannas, untuk meminta pandangannya mengenai apakah WNI yang pindah ke luar negeri dapat dikategorikan sebagai tindakan yang tidak nasionalis.

Nicholas menegaskan bahwa lokasi tinggal seseorang tidak bisa dijadikan indikator nasionalisme.

“Pertama, mau di luar atau di dalam kita tidak bisa menentukan orang itu nasionalis atau nggak nasionalis. Karena bukan indikatornya kan gitu,” katanya saat ditemui Nukilan.id di kawasan Cikini pada Minggu (17/2/2025).

Menurutnya, nasionalisme berarti mencintai bangsa, dan hal tersebut tidak semata-mata diukur dari tempat tinggal seseorang.

“Nasionalisme itu kan artinya mencintai bangsa. Karena ada juga orang di dalam negeri yang justru merusak. Lalu orang yang ke luar negeri tapi berkontribusi memberikan pengetahuan yang ujungnya diinvestasikan ke bangsa ini, masa kita bilang tidak nasionalis,” lanjutnya.

Nicholas juga menyoroti bagaimana WNI yang bekerja atau menempuh pendidikan di luar negeri dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia di masa depan.

“Yang berikutnya, WNI yang di luar negeri kalau mereka bekerja, mengharumkan nama bangsa, melanjutkan jenjang pendidikan, ujungnya adalah SDM kita yang makin tinggi dan bakal balik ke Indonesia, dan pastinya itu akan memperbaiki citra bangsa Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kontribusi yang diberikan oleh WNI di luar negeri selaras dengan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kemudian, mereka yang berkontribusi di luar negeri dengan pengetahuannya sesuai dengan amanat konstitusi kita yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambahnya.

Nicholas mempertanyakan pandangan yang hanya menganggap nasionalisme ada pada mereka yang tinggal di dalam negeri, sementara perilaku merusak seperti korupsi juga terjadi di dalam negeri.

“Jadi apa salahnya gitu? Kenapa kita hanya sebatas orang yang di dalam negeri itu sudah nasionalis. Lalu orang-orang yang di dalam negeri selama ini merusak dengan korupsi bisa kita katakan nasionalis?” katanya.

Menurutnya, meningkatnya fenomena WNI yang memilih keluar negeri merupakan bentuk ekspresi cinta terhadap bangsa ini. Viralnya video lawas Bahlil ini menunjukkan bahwa isu nasionalisme dan kepindahan WNI ke luar negeri masih menjadi perdebatan yang relevan di tengah masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil