Beranda blog Halaman 586

Telusuri Sungai dan Hutan, Danrem Lilawangsa Tinjau Progres Pembangunan Makam Cut Meutia

0
Danrem Lilawangsa Tinjau Progres Pembangunan Makam Cut Meutia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhoksukon — Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, kembali meninjau progres pembangunan makam Pahlawan Nasional Cut Meutia di kawasan hutan lindung Gunung Lipeh, Ujong Krueng Kereuto, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (20/4/2025).

Dalam kunjungan itu, Danrem turut didampingi sang istri, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 011 PD Iskandar Muda, Ny. Dini Imran. Rombongan menelusuri jalur sungai yang membelah hutan belantara untuk mencapai kompleks makam, sebagian lainnya menggunakan sepeda motor trail melalui akses jalan baru yang masih dalam tahap pengerjaan.

Turut serta dalam peninjauan tersebut Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Makhyar, perwakilan Staf PLN Lhokseumawe, serta sejumlah prajurit TNI.

Kolonel Inf Ali Imran mengungkapkan bahwa hingga pertengahan April 2025, pembangunan fisik makam Cut Meutia dan makam Tengku Supot Mata telah mencapai 80 persen. Seluruh material pembangunan, seperti marmer, keramik, dan genteng, didatangkan dari Bandung dengan kualitas yang sama seperti yang digunakan di makam Pahlawan Nasional Cut Nyak Dien.

Namun, kata dia, medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pembangunan.

“Memang kendala medan agak sulit, dari titik ujung jembatan untuk sampai ke makam, namun agar tidak pecah kita upayakan mengunakan john deere, sehingga semua materialnya bisa diangkut dan cepat dipasang, itu khusus fisik bangunan makam. Sedangkan pasilitas lain seperti pembangunan plaza, galeri, mhusola dan toilet masih 30 persen,” urainya.

Pembangunan makam ini telah dimulai sejak Oktober 2024. Kendala utama terletak pada akses pengangkutan material yang harus melalui sungai dengan jarak tempuh lebih dari satu jam. Seluruh bahan bangunan diangkut sejauh sekitar 2,5 kilometer secara manual dan dengan penuh kehati-hatian.

“Mulai pekerjaan makam ini dimulai Oktober 2024, kendalanya hanya satu, medannya agak sulit, terpaksa kita lalui dari jalur lewat sungai, tadi kita tempuh waktu satu jam lebih, sekitar 2,5 Km mengangkut material berupa besi, marmer keramik dan genteng, semuanya membutuhkan tenaga dan berkehati-hatian,” ujarnya.

Kolonel Ali Imran menargetkan pembangunan dua makam dapat rampung pada Juli 2025, sementara pembangunan fasilitas pendukung seperti plaza, musala, galeri, dan toilet masih membutuhkan waktu tambahan.

Ia juga berharap pemerintah daerah Aceh Utara dan Pemerintah Provinsi Aceh dapat memberikan perhatian lebih terhadap akses jalan menuju makam pahlawan nasional tersebut.

“Selain pembangunan makam dan akses jalan, begitupun pasilitas lain yang akan dibangun masih banyak, saat ini baru dibantu sumbangsih oleh pegadaian pusat dan PLN pusat, sehingga kedepan apabila akses jalan telah memadai dibangun bgus, maka pembangunan makam dan lainnya dengan cepat selesai, selain memudahkan penziarah untuk berziarah, situas sejarah Makam Cut Meutia tetap terawat,” pungkas Danrem.

Pembangunan ini melibatkan puluhan prajurit dari berbagai satuan TNI, termasuk Korem 011/Lilawangsa, Kodim 0103/Aceh Utara, Brigif 25/Siwah, Yonkav 11, Yonarhanud 5, Yonzipur Indrapuri, serta Denbekang Lhokseumawe. Mereka bertugas secara bergiliran dan menetap sementara di sekitar area makam.

Editor: Akil

Aryos Nivada: Pencerdasan Politik di Aceh Belum Berhasil Sepenuhnya

0
Akademisi FISIP USK, Aryos Nivada. (Foto: @JalanAry)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengamat politik Aceh, Aryos Nivada, menilai bahwa pencerdasan politik di Aceh belum mencapai hasil yang memuaskan. Hal ini disampaikannya dalam sebuah monolog berjudul Membaca Anatomi Politik Aceh di kanal YouTube @JalanAry yang ia bawakan sendiri.

Dikutip Nukilan.id dari monolog tersebut, Aryos menyoroti bagaimana politik identitas masih mendominasi panggung politik di Aceh. Ia menyebut fenomena ini tidak akan hilang begitu saja, selama masyarakat belum memiliki kesadaran politik yang matang dan mengakar.

“Artinya, pencerdasan politik belum berhasil sepenuhnya mengubah cara berpikir dan bertindak masyarakat. Bisa kita katakan bahwa ada kegagalan dalam membangun revolusi mental dalam konteks politik lokal,” ujarnya.

Menurut Aryos, rendahnya kesadaran politik menyebabkan masyarakat mudah terjebak dalam simbol-simbol dangkal tanpa memahami substansi di baliknya. Ia mengingatkan bahwa memahami politik Aceh tidak bisa dilakukan hanya dengan pengamatan permukaan.

“Kalau kita tidak mampu memahami ini, maka kita bisa dianggap sebagai masyarakat yang kurang cerdas dalam berpolitik. Maka dari itu, cara menyikapi dan memahami politik Aceh tidak bisa hanya mengandalkan pengamatan kasat mata,” tegasnya.

Aryos kemudian mengajak publik untuk lebih jeli dalam menelaah berbagai dinamika yang terjadi di balik layar politik Aceh. Menurutnya, banyak peristiwa politik yang tampak mustahil secara kasat mata, justru terjadi karena adanya gerakan tersembunyi.

“Kita perlu melihat tindakan-tindakan di luar itu—banyak hal yang sebelumnya kita anggap tidak mungkin, ternyata bisa saja terjadi karena adanya gerakan-gerakan bawah tanah atau yang terselubung,” tambah Aryos.

Lebih jauh, Aryos juga menyinggung tentang pengaruh pemerintah pusat terhadap politik lokal di Aceh. Ia menilai bahwa intervensi elite kekuasaan nasional sangat menentukan nasib kandidat dalam kontestasi politik daerah.

“Selain peran ulama, peran pemerintah pusat juga sangat besar dalam memengaruhi politik lokal di Aceh. Hal ini tentu juga berlaku di daerah-daerah lain di Indonesia,” jelasnya.

Akademisi FISIP Universitas Syiah Kuala ini menyebutkan bahwa Aceh selalu menjadi sorotan dalam konteks dukungan dari pemerintah pusat atau elite kekuasaan nasional. Dalam konteks ini, ia memberi contoh konkret bagaimana restu dari pusat menjadi penentu utama dalam kemenangan seorang kandidat dalam Pilkada Aceh.

“Misalnya, ketika seorang kandidat tidak mendapatkan restu dari elite pusat, maka bisa dipastikan bahwa kandidat tersebut akan sangat sulit memenangkan pemilihan. Sebaliknya, elite pusat bisa mengerahkan sumber daya untuk mendukung kandidat yang mereka restui,” kata Aryos.

Menutup monolognya, Aryos mengajak masyarakat untuk menggunakan akal sehat dan hati nurani dalam membaca dinamika politik Aceh. Ia menekankan pentingnya menggunakan berbagai sumber informasi yang kredibel dan tetap menjunjung tinggi objektivitas.

“Membaca Politik Aceh harus dengan Nurani dan Nalar Tajam. Hal-hal semacam ini perlu dibaca secara jeli agar kita bisa memahami dengan baik perlakuan dan pola kerja politik lokal di Aceh,” katanya.

“Gunakan berbagai sumber informasi yang kredibel, lakukan validasi, cross-check, dan utamakan objektivitas serta kebenaran. Karena membaca politik Aceh tidak cukup dengan mata, tapi harus dengan nurani dan nalar yang tajam,” pungkasnya.

Pernyataan Aryos ini menjadi pengingat bahwa membangun kesadaran politik masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses panjang, edukasi berkelanjutan, dan partisipasi aktif semua elemen dalam mendorong demokrasi yang sehat dan berkeadaban di Aceh. (XRQ)

Reporter: Akil

Keumalahayati: Laksamana Wanita Pertama yang Menggetarkan Dunia

0
Laksamana Keumalahayati. (Foto: lpmprogress.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Di tengah hegemoni kekuasaan kolonial Eropa pada akhir abad ke-16, muncul seorang perempuan dari tanah Aceh yang mengguncang perairan Nusantara. Namanya Keumalahayati, atau yang lebih dikenal sebagai Laksamana Malahayati—seorang laksamana wanita pertama dalam sejarah maritim dunia modern yang memimpin pasukan tempur perempuan dan menorehkan tinta emas dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Tumbuh dari Darah Laut

Keumalahayati lahir sekitar tahun 1550 di lingkungan bangsawan Aceh yang lekat dengan tradisi kelautan. Ayahnya, Laksamana Mahmud Syah, dan kakeknya adalah tokoh penting dalam Angkatan Laut Kesultanan Aceh. Lingkungan ini menanamkan dalam dirinya kecintaan terhadap laut dan semangat juang yang tinggi.

Ia menempuh pendidikan di Ma’had Baitul Maqdis, sebuah akademi militer elite Kesultanan Aceh. Di sanalah kemampuan strategi, taktik perang, dan kepemimpinannya ditempa sejak usia muda—sebuah pendidikan militer yang kelak menjadi fondasi bagi reputasinya di medan tempur.

Lahirnya Pasukan Inong Balee

Kehidupan pribadi Keumalahayati berubah drastis ketika suaminya gugur dalam pertempuran melawan Portugis. Namun, di tengah duka itu, ia bangkit. Dengan tekad membalas kematian suami dan membela tanah air, Keumalahayati meminta izin Sultan Alauddin Riayat Syah Al Mukammil untuk membentuk pasukan khusus wanita.

Lahirlah pasukan Inong Balee—2.000 janda pahlawan perang yang siap mengangkat senjata demi tanah kelahiran mereka. Di bawah komando Keumalahayati, pasukan ini tak sekadar simbol ketegaran perempuan Aceh, tapi juga kekuatan militer yang ditakuti musuh.

Duel Maut dan Diplomasi Cerdas

Tahun 1599 menjadi catatan penting dalam sejarah. Dalam salah satu pertempuran laut paling dramatis, Keumalahayati memimpin langsung serangan terhadap ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman. Dalam duel satu lawan satu, ia berhasil membunuh de Houtman—kemenangan yang menggetarkan jantung armada Belanda dan memperkuat posisi Kesultanan Aceh di kawasan.

Namun, Keumalahayati tak hanya piawai dalam bertempur. Ia juga menunjukkan kepiawaiannya dalam diplomasi. Pada 1602, ia bertemu James Lancaster, utusan Ratu Elizabeth I dari Inggris. Dalam pertemuan itu, ia berhasil menegosiasikan perjanjian damai dan membuka jalur dagang untuk Inggris, sambil tetap menjaga kedaulatan Aceh.

Gugur Sebagai Pejuang

Pada 1615, Keumalahayati kembali memimpin pasukannya dalam mempertahankan pelabuhan strategis Krueng Raya dari gempuran Portugis. Dalam pertempuran itu, ia gugur sebagai pejuang. Jenazahnya dimakamkan di Lamreh, Aceh Besar, tempat yang kini menjadi saksi bisu kegemilangan seorang laksamana perempuan yang tak gentar menghadapi imperialisme.

Warisan Abadi

Warisan Keumalahayati tak pudar oleh zaman. Namanya diabadikan dalam berbagai bentuk penghormatan, seperti KRI Malahayati—kapal perang TNI AL, Pelabuhan Malahayati di Aceh Besar, serta nama jalan dan institusi pendidikan di seluruh Aceh.

Kisah hidupnya juga terus menginspirasi melalui buku, pertunjukan teater, bahkan komik, menjadi simbol keberanian dan keteguhan perempuan Indonesia.

Pada tahun 2017, Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Keumalahayati, sebuah pengakuan atas jasa dan pengorbanannya yang melampaui zaman.

Simbol Perlawanan yang Tak Pernah Padam

Keumalahayati bukan sekadar tokoh sejarah. Ia adalah representasi dari kekuatan perempuan Nusantara yang berani menantang penjajahan, melawan ketidakadilan, dan memimpin perubahan. Di Aceh, namanya dijunjung sebagai simbol perlawanan yang tak pernah padam.

Dalam sejarah Indonesia, Keumalahayati bukan hanya seorang laksamana, tetapi juga ibu bangsa yang dengan gagah berani menjaga martabat negeri di ujung barat Nusantara. Sebuah warisan yang harus terus hidup dalam ingatan dan perjuangan bangsa ini. (XRQ)

Reporter: Akil

Bahlil Singgung Reshuffle Pengurus Golkar: Biasa Saja, Kita Harus Paham Jokes

0
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyinggung soal kemungkinan reshuffle atau perombakan kepengurusan partai dalam sambutannya di acara halal bihalal Partai Golkar, Rabu (16/4/2025) malam, di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dengan nada santai. Ia menegaskan bahwa reshuffle hanya akan dilakukan jika ada kader yang tidak menjalankan amanah organisasi dengan baik.

Namun, saat dimintai penjelasan lebih lanjut usai acara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral itu menampik bahwa pernyataannya serius. Ia menyebut hal tersebut hanyalah bagian dari lelucon saat berpidato.

“Enggak ada. Itu biasa saja. Kita kan pidato harus memahami jokes-jokes juga,” ujar Bahlil.

Spekulasi soal adanya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) juga turut ditepisnya. Bahlil memastikan kondisi internal partai berlambang pohon beringin itu masih sangat solid.

“Kamu enggak lihat kita solid seperti ini?” kata dia, menjawab pertanyaan wartawan.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa saat ini Golkar sedang fokus melakukan konsolidasi internal melalui musyawarah daerah, baik di tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I maupun II.

“Golkar itu tahun ini…” ujar Bahlil, meskipun kalimat itu belum ia lanjutkan secara lengkap.

Pernyataan ini mempertegas posisi Bahlil yang kini aktif memimpin Partai Golkar di tengah berbagai dinamika internal pasca-Pemilu 2024.

Presiden Prabowo Minta Penyelenggaraan Haji Bersih dari Praktik Manipulatif

0
Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia. (Foto: Biro Pers Skretariat Presiden)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan agar seluruh jemaah dan pihak penyelenggara ibadah haji menghindari segala bentuk praktik manipulatif dalam pelaksanaan rukun Islam kelima itu. Pesan tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH), Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam acara Manasik Haji Nasional 1446 H yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (19/4/2025).

Dalam keterangannya, Dahnil menegaskan bahwa Presiden Prabowo berharap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan sesuai tuntunan syariat, efisien, aman, nyaman, serta bebas dari pungutan liar dan praktik rente.

“Presiden menegaskan, jangan sampai ibadah haji dinodai oleh praktik manipulatif apa pun. Kami mendukung penuh sikap tegas Menteri Agama dalam menjaga integritas penyelenggara,” ujar Dahnil.

Ia juga mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri secara optimal, baik secara fisik maupun mental, demi menjalankan ibadah dengan khusyuk dan lancar.

Di sisi lain, Dahnil menyoroti peran penting Badan Penyelenggara Haji dalam mendukung dan mengawasi jalannya pelaksanaan haji tahun ini. Ia menyebut, meskipun masih berada dalam fase belajar dari Kementerian Agama, BP Haji akan mulai mengambil alih penuh penyelenggaraan mulai tahun 2026.

“Tahun ini kami masih belajar banyak dari Kementerian Agama. Namun, mulai tahun 2026, penyelenggaraan haji akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab BP Haji,” tuturnya.

Dahnil menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama atas pendampingan yang telah diberikan dalam proses pembentukan BP Haji, dari tingkat pusat hingga ke daerah. Menurutnya, hal ini menjadi fondasi penting menuju tata kelola haji yang lebih profesional dan berpihak kepada kepentingan jemaah.

“Harapan kami, penyelenggaraan haji oleh BP Haji ke depan harus lebih unggul, lebih amanah, dan lebih berpihak kepada kepentingan jemaah. Penyelenggaraan tahun ini adalah langkah awal, dan semoga menjadi standar terbaik bagi masa depan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dahnil menekankan bahwa pelaksanaan ibadah haji juga harus membawa dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Indonesia. Ia menyebut haji sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dengan efek ganda (multiplier effect) yang nyata.

“Presiden menyebut, saya dan Gus Irfan (Mochamad Irfan Yusuf, Kepala BP Haji) harus jadi simbol kebangkitan haji Indonesia, yang berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat,” ucap Dahnil.

Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya menjadikan ibadah haji sebagai ajang pembentukan karakter dan semangat kebangsaan. Ia berharap, para jemaah pulang ke tanah air sebagai pribadi yang lebih baik dan membawa nilai-nilai ukhuwah serta nasionalisme yang kuat.

“Kita berharap muncul para haji yang membawa semangat kebangsaan, sebagaimana yang pernah dilakukan para tokoh bangsa seperti HOS Cokroaminoto, KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asy’ari,” tandas Dahnil.

Editor: Akil

LPDP Buka Beasiswa Double Degree S2 ke Jepang, Cek Syarat dan Jadwalnya

0
Ilustrasi LPDP. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka kesempatan emas bagi putra-putri terbaik bangsa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister. Melalui program beasiswa LPDP – JICA tahun 2025, peserta terpilih akan menjalani studi double degree di Indonesia dan Jepang selama 24 bulan.

Dikutip Nukilan.id dari LPDP RI, pendaftaran telah dibuka sejak 14 April dan akan ditutup pada 5 Mei 2025. Program ini merupakan hasil kerja sama antara LPDP, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dan Japan International Cooperation Agency (JICA), dengan fokus pada dua bidang strategis: Governance serta Digital/Information Technology.

Dalam skema ini, peserta akan menempuh 12 bulan studi di perguruan tinggi dalam negeri dan 12 bulan sisanya di salah satu dari empat kampus mitra di Jepang. Pendaftar diwajibkan untuk mendaftar secara paralel di sistem LPDP dan universitas tujuan.

Beasiswa ini terbuka khusus untuk program magister dua gelar (double degree), dan hanya bagi mereka yang belum pernah menyelesaikan studi S2 sebelumnya.

Fasilitas yang Ditanggung

Bagi peserta yang lolos, LPDP memberikan pembiayaan penuh mencakup:

  • Biaya kuliah (tuition fee)

  • Dana pendaftaran

  • Tunjangan buku

  • Penelitian tesis

  • Seminar dan publikasi internasional

  • Transportasi dan visa

  • Asuransi kesehatan

  • Dana kedatangan

  • Biaya hidup bulanan

  • Dana lomba internasional

  • Dana keadaan darurat (jika diperlukan)

Syarat Umum Pendaftaran

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:

  • Warga Negara Indonesia, termasuk CPNS, PNS, TNI/Polri

  • Telah menyelesaikan pendidikan S1 atau D4

  • Maksimal usia 37 tahun pada 31 Desember 2025

  • Memiliki IPK minimal 2,75 (diutamakan 3,00)

  • Melampirkan sertifikat bahasa Inggris yang masih berlaku

  • Wajib mengunggah Letter of Acceptance (LoA) Unconditional atau bukti pendaftaran ke program double degree

  • Menyertakan surat rekomendasi terbaru dan dokumen pendukung lainnya

  • Menulis komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi pasca studi

  • Tidak sedang atau pernah menyelesaikan pendidikan magister sebelumnya

Bagi lulusan luar negeri, penyetaraan ijazah dari Kemendikbudristek wajib dilampirkan. Sementara itu, bagi pendaftar yang sempat menempuh studi magister namun tidak selesai, diperlukan dokumen resmi pemberhentian dari kampus sebelumnya.

Jadwal Seleksi

Berikut jadwal penting seleksi Beasiswa LPDP-JICA 2025:

  • Pendaftaran: Hingga 5 Mei 2025

  • Seleksi Administrasi: 6 – 15 Mei 2025

  • Pengumuman Sementara: 16 Mei 2025

  • Masa Sanggah: 17 – 19 Mei 2025

  • Pengumuman Final Administrasi: 27 Mei 2025

  • Seleksi Substansi: 3 – 6 Juni 2025

  • Hasil Seleksi Substansi: 19 Juni 2025

  • Perkuliahan Dimulai: September 2025

Pendaftar wajib memilih program studi dan kampus yang telah ditentukan oleh LPDP. Apabila diterima, peserta tidak diperkenankan berpindah program studi atau kampus, kecuali mendapat persetujuan resmi dari LPDP.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi: https://beasiswalpdp.kemenkeu.go.id.

Jika terdapat kendala selama proses pendaftaran, peserta dapat menghubungi layanan bantuan melalui fitur Tiket Bantuan LPDP. (XRQ)

Reporter: Akil

Perang Dagang Memanas, Pesawat Boeing Kembali Diterbangkan ke AS dari China

0
Pesawat Boeing. (Foto: Reuters)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Satu unit pesawat Boeing 737 Max terpaksa kembali diterbangkan ke Amerika Serikat dari fasilitas perakitan akhir di Zhoushan, China, pada Jumat (18/4/2025), di tengah memanasnya tensi perang dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia.

Menurut laporan media penerbangan The Air Current, pesawat tersebut merupakan satu dari tiga unit yang dikirim sejak Maret lalu untuk menyelesaikan tahap akhir produksi seperti pemasangan kursi dan pengecatan eksterior. Namun, akibat tekanan geopolitik, pesawat tersebut harus pulang sebelum diserahterimakan kepada maskapai pemesan asal China.

Langkah ini terjadi setelah pemerintah China dikabarkan meminta maskapai domestik untuk menghentikan pemesanan pesawat baru dari Boeing serta mengharuskan adanya izin khusus sebelum menerima pesawat yang telah dipesan. Meski begitu, dalam konferensi pers Kamis (17/4/2025), juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyatakan tidak mengetahui adanya penghentian pemesanan tersebut.

Nasib dua unit pesawat lainnya yang masih berada di fasilitas Zhoushan pun masih belum jelas.

Di tengah situasi penuh ketidakpastian ini, Boeing menghadapi tantangan besar. Selain risiko pembatalan pesanan, perusahaan asal Amerika Serikat itu juga dibebani lonjakan biaya produksi akibat tarif balasan yang dikenakan China terhadap komponen impor asal AS. Tarif sebesar 125 persen terhadap produk-produk Amerika membuat harga pesawat Boeing melonjak tajam dan memberatkan maskapai China.

CEO Boeing, Kelly Ortberg, dalam pidatonya kepada karyawan bulan Maret lalu—sebulan sebelum Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif—telah mengingatkan soal risiko yang dihadapi industri manufaktur seperti Boeing. Dalam sidang Senat baru-baru ini, Ortberg kembali mempertegas dampak negatif dari perang tarif terhadap operasional perusahaan.

“Perdagangan bebas sangat penting bagi kami,” kata Ortberg di hadapan Komite Perdagangan, Sains, dan Transportasi Senat. “Penting bagi kami untuk tetap memiliki akses ke pasar tersebut dan tidak sampai terjebak dalam situasi di mana pasar-pasar tertentu menjadi tertutup bagi kami,” tambah dia.

China sendiri merupakan pasar yang sangat strategis bagi Boeing. Pada September 2023, perusahaan memperkirakan bahwa dalam dua dekade ke depan, China akan menyumbang 20 persen dari total lalu lintas udara dunia, dengan kebutuhan armada yang diproyeksikan mencapai 9.600 unit.

Namun, harapan besar yang sempat tumbuh saat Boeing membuka fasilitas di Zhoushan pada 2018 kini meredup. Pada saat itu, sektor penerbangan disebut-sebut sebagai titik terang dalam hubungan dagang kedua negara. Kini, nyaris tak ada industri yang lolos dari dampak putaran baru perang dagang AS–China.

Saham Boeing pun terpukul. Setelah kebijakan tarif diumumkan Presiden Trump pada 2 April 2025, saham perusahaan anjlok hingga 17 persen dalam dua hari. Meskipun sempat sedikit pulih, nilai saham kembali tergelincir 2,5 persen ketika kabar penghentian pemesanan oleh China mencuat.

Meski berada di tengah badai, status Boeing sebagai simbol kekuatan manufaktur AS masih memberikan harapan. “Pemerintah Trump tidak bisa mengabaikan Boeing,” tulis analis dirgantara Bank of America, Ronald Epstein.

Hal itu tampaknya terbukti. Masalah pengiriman pesawat Boeing ke China disebut telah mendapat perhatian langsung dari Presiden AS Donald Trump. Dalam unggahan di media sosial pada Selasa (15/4/2025), ia menulis, “China baru saja membatalkan kesepakatan besar dengan Boeing, mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima pesawat yang sudah menjadi komitmen.”

Kini, dunia menanti langkah berikutnya dari dua negara adidaya ini—dan bagaimana perusahaan-perusahaan global seperti Boeing bisa bertahan di tengah perseteruan yang kian panas.

Editor: Akil

KAGAMA Aceh Gelar Musda dan Halal Bi Halal, Tandai Regenerasi Kepemimpinan

0
KAGAMA Aceh Gelar Musda dan Halal Bi Halal. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.idBanda Aceh — Pengurus Daerah Aceh Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus acara halal bi halal, Minggu (20/4/2025), di Hotel Hermes, Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan untuk periode 2025–2030, menyusul berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya (2019–2024).

Puluhan alumni UGM dari berbagai generasi dan profesi hadir dalam acara tersebut. Musda dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) KAGAMA, Nezar Patria, dan dilanjutkan dengan orasi visioner yang disampaikan oleh Dekan FISIPOL Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. M. Nazaruddin, M.Si.

Ketua Panitia Pelaksana, Fathurrahmi, S.Si., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda menjadi tonggak penting dalam memastikan keberlanjutan organisasi di tengah dinamika zaman.

“Musda bukan hanya momentum regenerasi kepemimpinan, tetapi juga upaya memperkuat kaderisasi kelembagaan agar KAGAMA Aceh tetap relevan dan progresif menjawab tantangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini mencerminkan semangat kolektif para alumni UGM Aceh dalam menjaga kekompakan serta meningkatkan kontribusi konkret kepada masyarakat.

“Pemilihan ketua periode baru menjadi titik tolak untuk memperkuat program-program strategis, seperti pengembangan kapasitas anggota, kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta inisiatif pemberdayaan masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu peserta Musda, Dr. Muhajir Al Fairusy, alumni pascasarjana Fakultas Ilmu Budaya, Departemen Antropologi UGM, menilai kehadiran tokoh nasional seperti Nezar Patria dan orasi dari Prof. Nazaruddin menjadi isyarat kuat bahwa KAGAMA Aceh serius membangun sinergi baik di tingkat lokal maupun nasional.

Halal bi halal yang digelar bersamaan juga disebut Muhajir sebagai ruang penting dalam memperkuat ikatan emosional antaralumni, yang menjadi modal sosial untuk menggerakkan roda organisasi ke depan.

Dengan mengusung semangat “Memperkuat Jejaring, Mengabdi untuk Negeri,” ia berharap KAGAMA Aceh dapat menjadi organisasi yang inklusif dan transformatif.

“Regenerasi kepemimpinan yang transparan dan partisipatif ini diharapkan membawa angin segar bagi penguatan peran alumni UGM dalam mendukung kemajuan Aceh secara berkelanjutan,” tutup Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh tersebut.

Editor: Akil

Simposium Internasional di Aceh Kupas Isu Terkini Lima Spesialisasi Medis

0
Simposium Internasional di Aceh Kupas Isu Terkini Lima Spesialisasi Medis. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ratusan pakar kesehatan dari berbagai negara berkumpul di Banda Aceh dalam ajang Aceh International Expert Symposium 2025, Sabtu (19/4). Agenda bergengsi ini menghadirkan pembahasan mendalam seputar inovasi terbaru di lima bidang spesialisasi kedokteran, yakni Ortopedi, Kardiologi, Gastroenterologi dan Hepatologi, Onkologi, serta Neurologi.

Simposium ini menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam mendorong kemajuan dunia medis, khususnya di Aceh. Ketua Panitia, dr Muyasir, menyampaikan bahwa pertemuan ini tidak hanya mempertemukan para pakar, tetapi juga membuka ruang diskusi dan pertukaran ide inovatif.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari kolaborasi mendorong perkembangan dunia medis di Aceh pada khususnya dan dunia pada umumnya,” kata dr Muyasir.

Lebih dari 500 dokter dari dalam dan luar negeri turut ambil bagian dalam simposium ini. Mereka mengikuti berbagai sesi yang membahas tren dan teknologi terkini yang diyakini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

“Kegiatan yang menghadirkan banyak pakar dalam bidang kesehatan ini akan memberikan manfaat besar untuk meningkatkan pelayanan di dunia kesehatan,” tambahnya.

Salah satu mitra utama dalam kegiatan ini adalah KPJ Healthcare, jaringan rumah sakit asal Malaysia. Presiden & Managing Director KPJ Healthcare, Chin Keat Chyuan, mengatakan pihaknya menghadirkan 11 pembicara ahli dari Malaysia dan Indonesia.

“Mereka membagikan wawasan terkini mengenai inovasi pengobatan, pendekatan multidisiplin, dan praktik klinis terbaik,” ujarnya.

Para narasumber yang tampil antara lain Prof. Dr. dr. Azharuddin, SpOT(K-SPINE) dari RSUDZA yang membawakan materi Tren Terbaru Bedah Tulang Belakang, serta Dr. Azlan Mohd Sofian dari KPJ Damansara yang mengulas Pendekatan Modern Ortopedi. Di bidang kardiologi, hadir Prof. Dr. Shahrul Amry Hashim dan dr. Haris Munirwan, SpJP dari RS Fakinah.

Tak ketinggalan, pembahasan inovasi dalam pengobatan saluran cerna dan penyakit hati juga disampaikan oleh Dr. Wan Najmi Wan Daud dari KPJ Penang dan Dr. dr. Azzaki Abubakar, SpPD-KGEH dari RSUDZA.

Chin Keat Chyuan menegaskan komitmen KPJ untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berorientasi pada pasien melalui jaringan rumah sakit yang tersebar di Malaysia. Menurutnya, kolaborasi semacam ini memiliki dampak besar terhadap pengobatan lintas batas negara.

“Melalui kolaborasi yang terbangun dapat memberikan dampak positif terhadap hasil pengobatan lintas batas,” katanya.

Simposium ini merupakan kegiatan keempat KPJ Healthcare di Indonesia dalam setahun terakhir, setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta, Medan, dan Pekanbaru. Agenda ini juga menjadi bagian dari strategi ekspansi KPJ untuk memperluas jaringan klinis dan memperkenalkan layanan dari 30 rumah sakit yang dikelolanya di Malaysia.

Editor: Akil

Razia Balapan Liar di Banda Aceh, Polresta Amankan 30 Motor dan Miras

0
Razia Balapan Liar di Banda Aceh, Polresta Amankan 30 Motor dan Miras. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Aksi balapan liar di Kota Banda Aceh kembali meresahkan warga. Menyikapi keluhan tersebut, personel Polresta Banda Aceh menggelar razia pada Sabtu (19/4/2025) dini hari, dan berhasil mengamankan 30 sepeda motor serta 10 botol minuman keras (miras) berbagai merek.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, mengatakan bahwa razia tersebut merupakan respons cepat terhadap laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas balap liar di sejumlah titik di ibu kota provinsi Aceh.

“Kami mengamankan 30 sepeda motor yang melanggar aturan lalu lintas dan turut diamankannya 10 botol minuman keras berbagai merk yang diangkut menggunakan mobil,” kata Joko Heri, di Banda Aceh.

Petugas menyisir kawasan Jalan Iskandar Muda, dengan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil penumpang, mobil barang, hingga sepeda motor. Fokus utama razia ini mencakup pemeriksaan kelengkapan surat kendaraan, senjata api ilegal, senjata tajam, bahan peledak, narkotika, dan minuman keras.

“Pemeriksaan difokuskan pada kelengkapan surat-surat kendaraan, adanya penggunaan senjata api ilegal, sopir maupun penumpang yang membawa senjata tajam dan bahan peledak serta narkotika maupun minuman keras,” ujarnya.

Seluruh kendaraan dan barang bukti yang diamankan kini telah dibawa ke Mapolresta Banda Aceh untuk proses lebih lanjut.

Kapolresta juga menyoroti bahwa aktivitas ilegal di malam hari di Banda Aceh masih terjadi, mengindikasikan perlunya langkah-langkah pencegahan yang lebih fleksibel dan menyeluruh.

“Bisa diprediksi pelaku kejahatan kemungkinan akan mencari jalur atau lokasi alternatif yang belum diawasi secara ketat. Maka, patroli dan razia ke depan dilakukan bersifat dinamis dan mobile,” pungkasnya.

Razia ini menjadi upaya nyata aparat dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat serta menekan potensi gangguan ketertiban dan kriminalitas di wilayah hukum Polresta Banda Aceh.

Editor: Akil