Beranda blog Halaman 586

M Hendra Supardi Ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama Bank Aceh Syariah

0
M Hendra Supardi Ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama Bank Aceh Syariah. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Komisaris Bank Aceh Syariah resmi menunjuk M Hendra Supardi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Aceh Syariah, menggantikan Fadhil Ilyas. Keputusan ini diambil dalam rangka memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan stabilitas manajemen perbankan syariah di Aceh.

Penunjukan M Hendra Supardi tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Komisaris Bank Aceh Syariah dan telah sesuai dengan Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007. Saat ini, ia juga masih menjabat sebagai Direktur Dana dan Jasa di bank milik daerah tersebut.

Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Iskandar, menyebutkan bahwa pergantian ini bertujuan untuk memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG) serta menjaga independensi internal bank dalam masa transisi sebelum keputusan dari pemegang saham pengendali—yakni gubernur terpilih—ditetapkan guna melengkapi susunan direksi.

“Kemudian, pergantian ini juga dalam rangka mempertimbangkan agar pelaksanaan tanggung jawab mitigasi risiko dalam pengelolaan bank tidak bertumpu pada satu orang, maka perlu dilakukan rotasi,” kata Iskandar, Selasa (18/2/2025), di Banda Aceh.

Selain itu, pergantian ini juga mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 17 Tahun 2023 serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Bank Aceh Syariah. Penunjukan M Hendra Supardi pun telah mendapatkan pencatatan dari OJK pada 14 Februari 2025.

“Diharapkan dengan pengalaman dan kepemimpinan yang dimiliki M Hendra Supardi mampu membawa Bank Aceh semakin maju dan terus meningkatkan kualitas layanan perbankan syariah bagi masyarakat Aceh dan sekitarnya,” ujar Iskandar.

Pergantian ini juga dilakukan setelah evaluasi menyeluruh guna memastikan kelangsungan pengelolaan bank tetap stabil dan meningkatkan efektivitas dalam penerapan fungsi mitigasi risiko.

Sementara itu, Fadhil Ilyas kini kembali ke posisi semula sebagai Direktur Bisnis definitif. Dalam jabatan tersebut, ia akan fokus mengelola lini penyaluran pembiayaan, baik di sektor produktif maupun konsumtif, demi mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh.

Penunjukan M Hendra Supardi ini menjadi bagian dari strategi Bank Aceh Syariah dalam menghadapi tantangan industri perbankan syariah di Tanah Rencong, sekaligus memperkuat daya saing dan kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah ini.

Editor: Akil

Dua Pelaku Maisir di Aceh Besar Dicambuk

0
Proses Eksekusi cambuk terhadap dua terpidana kasus maisir atau judi di halaman Masjid Al-Munawwarah Kota Jantho, Aceh Besar, pada Selasa 18 Februari 2025. (Foto: Dok. Kejari Aceh Besar)

NUKILAN.id | Aceh Besar – Kejaksaan Negeri Aceh Besar melaksanakan eksekusi hukuman cambuk terhadap dua terpidana kasus jarimah maisir atau judi. Eksekusi dilaksanakan di halaman Masjid Al-Munawwarah Kota Jantho, pada Selasa (18/2/2025) siang.

Pelaksanaan hukuman cambuk ini dipimpin oleh Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Aceh Besar berdasarkan surat perintah pelaksanaan putusan Mahkamah Syariah Jantho. 

Kepala Seksi Intelijen Kejari Aceh Besar, Filman Ramadhan mengatakan, kedua terpidana, T dan F, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan jarimah masir melanggar Pasal 18 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. 

“Mereka dijatuhi hukuman 10 kali cambuk yang kemudian dikurangi menjadi 5 kali cambuk karena telah menjalani masa tahanan selama 5 bulan,” kata Filman dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.

Filman menambahkan, sebelum dilakukan eksekusi ‘uqubat takzir Cambuk, kepada para terdakwa dilakukan pemeriksaan Kesehatan oleh Tim Kesehatan dari Puskesmas Kota Jantho dan pelaksanaan ‘uqubat takzir cambuk tersebut dilaksanakan dengan aman dan tertib.

“Dengan adanya eksekusi ‘uqubat takzir Cambuk tersebut dapat menjadi pelajaran kepada Masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Besar agar mentaati dan mematuhi Qanun Jinayat yang berlaku di Wilayah Provinsi Aceh,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

RM Ampera 2 Tak: Sajian Sunda yang Tak Pernah Sepi Pengunjung

0
Rumah Makan Ampera 2 Tak, Cikini. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Bagi pecinta kuliner Sunda, RM Ampera 2 Tak menjadi salah satu destinasi favorit yang selalu ramai dikunjungi. Rumah makan yang terletak di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat ini menawarkan lebih dari 50 jenis lauk, lengkap dengan sayur asem segar, sambal dadak pedas, serta lalapan yang menggugah selera. Pada hari biasa saja pengunjung datang silih berganti, sementara di akhir pekan antrean panjang tak terelakkan.

Amatan Nukilan.id, salah satu daya tarik utama rumah makan ini adalah konsep prasmanan yang memungkinkan pelanggan memilih lauk sesuai selera. Setelah memilih, lauk akan dihangatkan terlebih dahulu sebelum disajikan. Nasi dan sayur asem bisa diambil sendiri sepuasnya, membuat pengalaman makan semakin memuaskan.

“Kalau makan di sini, rasanya puas banget karena bisa pilih lauk sesuka hati. Sayur asemnya juga segar dan pas banget dipadukan dengan ikan asin jambal serta sambal pedas,” ujar Sri Wibowo, salah seorang pelanggan setia.

Di antara beragam pilihan menu, sayur asem menjadi favorit banyak pelanggan. Rasanya yang segar dan gurih semakin nikmat jika dipadukan dengan lauk seperti pepes gabus, gurami goreng, cumi, pepes ayam, hingga bakwan jagung.

“Saya juga pasti ambil pepes gurami dan bakwan jagung. Paduan lauknya lengkap, bikin makan jadi lebih nikmat,” tambahnya.

Pelanggan sedang memilih lauk di RM Ampera 2 Tak. (Foto: Nukilan)

Selain lauk utama, lalapan yang segar juga menjadi pelengkap wajib bagi para pengunjung. Salah satu yang cukup menarik perhatian adalah daun pohpohan, yang dikenal kaya akan kalsium dan bermanfaat untuk kesehatan tulang serta menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Meskipun menawarkan pilihan lauk yang beragam, RM Ampera 2 Tak tetap menjaga harga yang terjangkau bagi semua kalangan. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa rumah makan ini selalu ramai dikunjungi.

“Saya sering ke sini karena harganya cukup bersahabat, dan porsinya banyak. Cocok buat makan bareng keluarga,” kata Adi, pelanggan lainnya.

Bagi Anda yang ingin menikmati kuliner khas Sunda dengan cita rasa autentik, RM Ampera 2 Tak bisa menjadi pilihan yang tepat. Dengan konsep prasmanan yang fleksibel, lauk yang beragam, dan harga yang ramah di kantong, tak heran jika rumah makan ini selalu menjadi favorit para pecinta masakan Sunda di Jakarta. (xrq)

Reporter: Akil

Menelusuri Pameran Lukisan di Perpusnas: Kisah di Balik Sapuan Kuas Paudi

0
Pelukis dengan lukisannya di Lantai 4 Gedung Perpusnas RI. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) tak hanya menjadi rumah bagi ribuan buku, tetapi juga ruang ekspresi bagi seni dan budaya. Pada Minggu (16/2/2025) sore, suasana lantai 4 Perpusnas terasa lebih hidup dengan pameran lukisan yang menampilkan berbagai karya bertema budaya Nusantara.

Salah satu momen menarik terjadi ketika seorang pria paruh baya tampak baru saja menyelesaikan sebuah lukisan. Dengan sapuan kuas yang masih basah, ia mengabadikan keindahan budaya Nusantara dan tradisi garapan sapi di atas kanvasnya.

Lukisan Budaya Nusantara dan Garapan Sapi. (Foto: Nukilan)

Saat didekati oleh tim Nukilan.id, pria tersebut dengan ramah mengizinkan lukisannya untuk difoto. Bahkan, ia bersedia berpose di samping karyanya.

“Ini menggambarkan budaya Nusantara dan garapan sapi,” ujarnya singkat kepada Nukilan.id.

Ketika ditanya apakah lukisan tersebut baru saja dibuat, ia mengangguk sambil berkata, “Iya, Mas. Ini masih basah.” Namun, ketika diminta untuk wawancara lebih lanjut, ia terburu-buru dan segera beranjak pergi. “Maaf, saya buru-buru, Mas,” katanya seraya menyebut namanya sekilas, “Paudi.”

Pameran lukisan ini menjadi bukti bahwa seni terus hidup di tengah ruang literasi. Selain menginspirasi pengunjung dengan karya-karya penuh makna, momen seperti ini mengingatkan bahwa setiap goresan kuas menyimpan kisah yang menarik untuk ditelusuri. (XRQ)

Reporter: Akil

Bupati Aceh Selatan Tolak Mobil Dinas, Fokus pada Efisiensi Anggaran untuk Kepentingan Rakyat

0
Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS bersama wakil bupati Aceh Selatan saat diwawancarai wartawan di ruang kerja Bupati Aceh Selatan, Tapaktuan, Selasa (18/2/2024) ( Foto : LarasNews.com)

NUKILAN.id | Tapaktuan Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS menegaskan komitmennya untuk menghemat anggaran daerah dengan menolak menggunakan mobil dinas sebagai fasilitasnya dalam menjalankan tugas. Keputusan ini diambil guna memprioritaskan hal-hal yang lebih mendesak dan bermanfaat untuk masyarakat Aceh Selatan.

Dalam wawancara dengan wartawan di ruang kerjanya pada Selasa (18/2/2025), Bupati Mirwan menjelaskan, “Ada hal yang lebih prioritas, yang jelas bukan mobil dinas. Kita perlu melakukan langkah efisiensi anggaran daerah, namun tetap memaksimalkan pelayanan dan program-program untuk kepentingan rakyat yang dinilai lebih bermanfaat.”

Pemilihan untuk tidak menggunakan mobil dinas ini menjadi bagian dari upayanya mengedepankan efisiensi anggaran di tengah kondisi keuangan daerah Aceh Selatan yang sedang mengalami defisit. H. Mirwan berharap langkah ini dapat memberikan contoh kepada jajaran pemerintah daerah agar lebih fokus dalam menjalankan tugas dengan anggaran yang lebih hemat.

Mirwan menambahkan bahwa anggaran yang seharusnya digunakan untuk mobil dinas tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih urgent, seperti meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan program-program yang benar-benar dibutuhkan oleh rakyat Aceh Selatan.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Pemkab Aceh Selatan yang telah memfasilitasi kami mobil dinas. Tetapi dengan kerendahan hati kami menolak menggunakan fasilitas mobil dinas tersebut,” ujar Bupati.

Sementara itu, H. Mirwan menegaskan bahwa langkah efisiensi ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam hal penghematan anggaran. Sebagai informasi, APBK Aceh Selatan saat ini tengah mengalami defisit, dan beberapa anggaran juga mengalami pemangkasan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.

“Ada hal yang lebih prioritas dibandingkan untuk kebutuhan pribadi kami, yaitu bagaimana meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan program-program yang urgent untuk kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Melalui langkah tersebut, Bupati Mirwan berharap Pemkab Aceh Selatan dapat semakin bijak dalam mengelola anggaran, dengan fokus pada program-program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Efisiensi anggaran adalah langkah penting yang harus kita lakukan sebagaimana diamanahkan oleh Presiden RI Bapak Prabowo Subianto,” pungkasnya.

Langkah ini pun mendapat respons positif dari berbagai pihak, yang berharap kebijakan ini dapat membawa perubahan positif dalam manajemen anggaran daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Aceh Selatan.

Editor: Akil

Fenomena Pindah Kewarganegaraan: Hilangnya Nasionalisme atau Hak Individu?

0
Ilustrasi Fenomena ribuan WNI pindah ke Singapura. (Foto: kompasiana)

NUKILAN.id | Jakarta – Fenomena perpindahan kewarganegaraan dari Indonesia ke Singapura terus menjadi sorotan. Data Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mencatat bahwa sebanyak 3.912 Warga Negara Indonesia (WNI) telah beralih menjadi Warga Negara (WN) Singapura dalam rentang waktu 2019-2022.

Pada 2023, Menteri Investasi saat itu, Bahlil Lahadalia, sempat mempertanyakan nasionalisme para WNI yang memilih meninggalkan Indonesia. Menurutnya, keputusan tersebut mencerminkan kurangnya rasa kebangsaan.

Namun, benarkah perpindahan kewarganegaraan selalu berkaitan dengan nasionalisme? Alumni Lemhannas, Nicholas Siagian, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai bahwa kewarganegaraan bukan sekadar soal nasionalisme, melainkan hak individu yang dijamin oleh konstitusi.

“Jadi kewarganegaraan itu hak, bukan kewajiban. Hak dalam artian hak asasi, bisa diambil bisa tidak. Kalau kewajiban itu baru harus dilaksanakan. Jadi dia bebas dong mau milih,” kata Nicholas saat ditemui Nukilan.id di sebuah kafe di kawasan Cikini, Minggu (16/2/2025).

Menurutnya, seseorang berhak menentukan kewarganegaraannya sesuai dengan aturan yang berlaku. Negara tidak dapat membatasi pilihan individu selama persyaratan yang telah diatur dalam undang-undang terpenuhi.

“Dia bebas milih warga negara Indonesia atau tidak. Dan syaratnya itu ada di undang-undang. Misalnya ada berapa lama dia di Indonesia, ada persyaratan administratif dan sebagainya. Jadi ini tidak bisa dibatasi oleh negara,” lanjutnya.

Nicholas menegaskan bahwa menjadikan kewarganegaraan sebagai sebuah kewajiban justru bertentangan dengan konstitusi. Menurutnya, jika perubahan kewarganegaraan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang, maka hal itu sah-sah saja dilakukan. Ia juga menambahkan bahwa hal ini sejalan dengan Pasal 28 UUD 1945, yang menjamin hak setiap warga negara untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

“Jika ini menjadi kewajiban artinya sudah bertentangan. Konstitusi kita itu mengatur bahwa itu adalah hak. Kemudian, dalam Pasal 28 UUD 1945 tentang meningkatkan kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa perpindahan kewarganegaraan bukanlah bentuk pengkhianatan terhadap negara, melainkan hak asasi yang dijamin oleh undang-undang. (XRQ)

Reporter: Akil

Kakanwil Kemenag Aceh Apresiasi Acer, Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pendidikan

0
Kakanwil Kemenag Aceh Apresiasi Acer, Perkuat Kolaborasi Digitalisasi Pendidikan. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, bersama Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Dr. H. Zulkifli, S.Ag, M.Pd, menjajaki peluang kolaborasi lebih lanjut dengan PT Acer Indonesia dalam mendukung digitalisasi pendidikan di madrasah.

Dalam kunjungan ke Kantor Pusat Acer Indonesia di The Plaza Office Tower, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2025), Azhari menyampaikan apresiasi atas kontribusi Acer terhadap dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah di Aceh.

“Pada kesempatan yang baik ini, kami ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Acer Indonesia atas segala kontribusi dan dukungannya yang luar biasa bagi dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah dalam Provinsi Aceh,” ujar Azhari.

Fokus pada Digitalisasi Madrasah

Pertemuan ini turut membahas penguatan pola madrasah boarding di pondok pesantren modern, optimalisasi aplikasi pendidikan berbasis digital, serta kebutuhan perangkat keras guna mendukung transformasi pendidikan di Aceh.

“Kita semua menyadari bahwa pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun generasi yang unggul dan berkarakter. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta. Dan hari ini, kita patut bersyukur karena Acer telah menjadi mitra strategis yang turut berkontribusi dalam memajukan pendidikan di madrasah,” kata Azhari.

Acer Indonesia selama ini telah berperan aktif dalam mendukung berbagai program pendidikan di Aceh, di antaranya:

  1. Pelatihan Kepala Madrasah, guna meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta inovasi dalam pengelolaan madrasah.
  2. Pelatihan Guru PIC Platform Jelajah Ilmu, yang membantu guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.
  3. Program CSR, yang memberikan dukungan fasilitas pendidikan bagi madrasah.
  4. Penghargaan Madrasah Awards, yang menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus berprestasi dan berinovasi dalam dunia pendidikan.

Dukungan Acer untuk Jelajah Ilmu

Managing Director Acer Indonesia, Leny Ng, menyambut baik kolaborasi ini dan berharap diskusi yang berlangsung dapat menghasilkan inisiatif baru guna mempercepat digitalisasi pendidikan di madrasah Aceh.

Sementara itu, Kabid Penmad Dr. Zulkifli menyoroti perkembangan platform Jelajah Ilmu yang telah digunakan oleh madrasah di Aceh. Saat ini, dari 1.326 madrasah yang ada di Aceh—terdiri atas 611 madrasah negeri dan 715 madrasah swasta—sebanyak 62 madrasah telah menggunakan platform tersebut.

“Pengguna platform Jelajah Ilmu setiap tahun terus bertambah, pada 2022 hanya 700 akun lebih, pada 2023 lebih dari 3.000 akun, dan 2024 lebih dari 7.000 akun. Serta target kami 2025 lebih dari 10 ribu akun platform Jelajah Ilmu,” jelas Zulkifli.

Meskipun perkembangan penggunaan teknologi di madrasah semakin pesat, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, serta anggaran. Namun, dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, madrasah, dan pihak swasta seperti Acer, Zulkifli optimistis program ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi pendidikan di Aceh.

“Dengan jumlah madrasah yang banyak, dukungan masyarakat yang kuat, dan semangat untuk memanfaatkan teknologi, program ini dapat menjadi solusi untuk pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan,” pungkasnya.

Editor: Akil

Antisipasi Lonjakan Harga, BI Aceh Pantau Komoditas Pangan Jelang Ramadhan

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, Bank Indonesia (BI) Aceh mengambil langkah proaktif dalam memperkuat pengendalian inflasi dengan melakukan evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, serta pemantauan harga komoditas secara berkala.

Kepala BI Aceh, Agus Chusaini menyebutkan beberapa komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga, diantaranya daging ayam ras, telur ayam ras, minyak goreng, gula pasir, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih.

“Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan mencegah panic buying, kami mengedukasi masyarakat melalui kampanye Belanja Bijak untuk Ramadhan yang Lebih Berkah,” kata Agus dalam bincang-bincang media di Banda Aceh, pada Senin (17/2/2025).

Dijelaskannya, Kampanye ini mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membandingkan harga sebelum membeli, memilih alternatif barang yang lebih terjangkau, serta menghindari penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan.

“Dengan penerapan strategi yang terarah dan sinergi bersama stakeholders, Bank Indonesia optimis bahwa perekonomian Aceh akan tetap tumbuh kuat, inflasi terkendali, serta daya beli masyarakat tetap terjaga sepanjang tahun 2025,” ujarnya.

Agus juga menambahkan, inflasi di Aceh pada Januari 2025 tercatat sebesar 1,61% (yoy), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 2,17% (yoy). Penurunan ini didorong oleh kebijakan diskon tarif listrik yang diberikan oleh pemerintah.

“Diskon 50 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA hingga 2.200 VA selama Januari dan Februari 2025 memberikan dampak positif bagi pengendalian inflasi,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, Bank Indonesia menerapkan strategi 4K yang mencakup keterjangkauan harga melalui pasar murah dan subsidi ongkos angkut, ketersediaan pasokan dengan peningkatan produksi dan distribusi pangan, kelancaran distribusi melalui kerja sama antar daerah, serta komunikasi efektif.

“Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan harga barang, terutama menjelang bulan Ramadhan yang biasanya ditandai dengan peningkatan permintaan,” tutupnya.

Reporter: Rezi

Illiza Sidak Pasar Al-Mahirah, Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Ramadan

0
Illiza Sidak Pasar Al-Mahirah, Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Ramadan. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadan, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, turun langsung ke Pasar Al-Mahirah Lamdingin, Senin (17/2/2025), untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok.

Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, Illiza didampingi Kepala Bulog Aceh dan jajaran dinas terkait. Ia berinteraksi langsung dengan pedagang untuk memantau harga sejumlah bahan pokok, seperti cabai, bawang, beras, minyak goreng, dan ayam.

“Hasil pengecekan kita bersama Kepala Bulog Aceh dan pihak dinas masih relatif stabil,” kata Illiza usai berbincang dengan pedagang dan pembeli.

Meski sebagian besar harga tetap terkendali, Illiza mengungkapkan adanya kenaikan pada komoditas ayam. Harga ayam mengalami kenaikan sebesar Rp 5 ribu per kilogram dan kini dijual seharga Rp 60 ribu per kilogram. Sementara itu, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga.

“Untuk cabai yang sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 60 ribu/kilo, kini dijual menjadi Rp 32 ribu dan cabai hijau Rp 24 ribu. Sementara untuk bawang merah dijual Rp 40 ribu per kilonya,” jelasnya.

Selain itu, minyak goreng jenis “Minyak Kita” masih dapat diperoleh dengan harga normal Rp 17 ribu per liter.

Illiza berharap tidak ada lonjakan harga signifikan menjelang Ramadan. Ia juga menegaskan bahwa kondisi inflasi di Banda Aceh masih terkendali dan arus mudik tetap berjalan lancar.

“Jadi sebelum retreat nanti, saya kunjungi pasar dulu, dengan harapan dinas melakukan pemantauan,” ujarnya.

Sebagai upaya menekan harga dan membantu masyarakat, Pemkot Banda Aceh akan menggelar pasar murah di empat titik. Pasar murah ini akan berlangsung pada 16-18 Februari dan melibatkan Perumdam PDAM serta instansi terkait.

Sidak ini mendapat respons positif dari pedagang dan masyarakat. Mereka berharap pemerintah terus mengawal harga kebutuhan pokok agar tetap stabil, terutama menjelang momen penting seperti Ramadan.

Editor: Akil

Wagub Fadhlullah Minta DPD RI Perjuangkan Dana Otsus Aceh

0
Wagub Fadhlullah Minta DPD RI Perjuangkan Dana Otsus Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah, meminta Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk memperjuangkan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh agar tidak mengalami pemotongan dalam upaya efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat. Ia juga mengusulkan agar dana tersebut ditambah, mengingat masih tingginya angka kemiskinan serta ketertinggalan Aceh dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Permintaan tersebut disampaikan Fadhlullah saat menerima kunjungan kerja Komite II DPD RI di Kantor Gubernur Aceh, Senin (17/2/2025). Pertemuan ini berlangsung dalam rangka pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

“Tolong teman-teman di DPD RI membantu memperjuangkan agar dana Otsus Aceh tidak mengalami pemotongan, mengingat kebutuhan peningkatan perekonomian dan pembangunan di Aceh yang masih sangat besar,” ujar Fadhlullah.

Selain mempertahankan dana Otsus, Fadhlullah juga meminta agar masa berlakunya diperpanjang guna memastikan kesinambungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komite II DPD RI, Abdul Waris Halid, menegaskan kesiapan pihaknya untuk memperjuangkan kepentingan Aceh di tingkat nasional.

“Kami tentu akan memperjuangkan sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bapak Wakil Gubernur,” ujar Waris.

Dalam kesempatan tersebut, Waris juga menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan Wakil Gubernur, Fadhlullah, atas pelantikannya untuk memimpin Aceh selama lima tahun ke depan.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Zulkifli, serta sejumlah pejabat Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait. Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh juga hadir dalam agenda tersebut. Sementara itu, dari rombongan DPD RI, hadir sejumlah anggota, termasuk Azhari Cage dan Komeng.

Editor: Akil