Beranda blog Halaman 585

Siswa MIN 27 Aceh Besar Terpilih sebagai Petugas Api Unggun Jambore Pramuka 2025

0
Siswa MIN 27 Aceh Besar Terpilih sebagai Petugas Api Unggun Jambore Pramuka 2025. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Jambore Cabang Aceh Besar 2025 menghadirkan salah satu momen paling dinanti, yakni upacara api unggun yang berlangsung pada Selasa (18/2/2025) malam. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta didik dari berbagai sekolah di Aceh Besar dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Dua siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 27 Aceh Besar, Aufar Hasan dan Tanisya Munira, mendapat kehormatan sebagai petugas api unggun dalam acara tersebut. Aufar dipercaya untuk memimpin doa, sementara Tanisya membacakan Dasadarma Pramuka di hadapan seluruh peserta jambore.

Pembina upacara, Kak Ismayadi, dalam amanatnya menyampaikan makna mendalam di balik tradisi api unggun dalam kegiatan Pramuka.

“Kami tidak menyembah api, tapi api adalah lambang semangat kami yang terus membara,” ujar Kak Ismayadi, mengobarkan semangat peserta jambore.

Suasana semakin syahdu saat api unggun dinyalakan, disertai lantunan shalawat yang menggema di lapangan upacara. Sorot api yang berkobar menjadi simbol tekad dan kebersamaan para peserta didik yang mengikuti kegiatan ini.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Aufar Hasan, yang menambah kekhusyukan malam itu. Jambore Cabang Aceh Besar 2025 dijadwalkan berakhir pada Rabu (19/2/2025). Kegiatan ini diharapkan dapat membangun jiwa kepemimpinan dan karakter kuat bagi generasi muda, serta menanamkan semangat kebersamaan dalam bingkai nilai-nilai Pramuka.

Editor: Akil

Pergelaran Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara 2025 di Perpusnas, Pengunjung: “Unik dan Keren!”

0
Seorang pengunjung tampak sedang melihat Karya Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara 2025 di Perpusnas. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Pameran Pergelaran Seni Rupa Berbasis Budaya Nusantara 2025 yang digelar di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sejak 10 Februari hingga 17 Februari 2025 menarik perhatian banyak pengunjung. Salah satunya adalah Rumiati, warga Jakarta Barat, yang datang bersama teman-temannya untuk menikmati berbagai karya seni yang dipamerkan.

“Sebelumnya sudah pernah ke sini, tapi datang lagi ke sini. Aku datang sama teman-teman aku,” katanya kepada Nukilan.id pada Minggu (19/2/2025) lalu.

Rumiati mengungkapkan bahwa awalnya ia tidak berencana mengunjungi pameran seni rupa ini. Ia terlebih dahulu menyaksikan kegiatan lain di Perpusnas, seperti peragaan busana adat, sebelum akhirnya naik ke lantai empat dan menemukan pameran ini.

“Jadi awalnya aku bukan pengen ngeliat ini, tadi aku udah ngeliat kegiatan lain kayak fashion show baju adat gitu, terus aku ke lantai 4 aku ngeliat ini yaudah masuk karena penasaran,” tambahnya.

Meski baru melihat sebagian karya yang dipamerkan, Rumiati mengaku terkesan dengan keunikan dan kualitas seni yang ditampilkan.

“Tanggapannya karena baru ngeliat sedikit ya tapi menurut aku unik sih, terus keren-keren juga fotonya, lukisannya,” katanya.

Pameran ini menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung Perpusnas, menghadirkan berbagai karya seni rupa yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara.

Editor: Akil

RESYA Dukung M. Hendra Supardi sebagai Plt. Direktur Utama Bank Aceh Syariah

0
Juru Bicara RESYA, Mukhlisin, S.E. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Bnada Aceh – Rakyat Ekonomi Syariah Aceh (RESYA) menyatakan dukungan penuh terhadap M. Hendra Supardi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Aceh Syariah. Dukungan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap rekam jejak dan pengalaman panjang Hendra dalam dunia perbankan syariah di Aceh.

Juru Bicara RESYA, Mukhlisin, S.E., menyampaikan bahwa Hendra Supardi adalah sosok yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi dalam mengembangkan perbankan berbasis syariah. Dengan pengalaman panjangnya di industri keuangan, RESYA optimistis kepemimpinan Hendra akan membawa perubahan positif bagi Bank Aceh Syariah.

“Kami sangat percaya bahwa di bawah kepemimpinan M. Hendra Supardi, Bank Aceh Syariah akan semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh. Beliau memiliki visi yang jelas dalam memajukan perbankan berbasis syariah,” kata Mukhlisin kepada Nukilan.id pada Rabu (19/2/2025).

Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Aceh Syariah terus melakukan inovasi serta penguatan layanan berbasis syariah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dukungan dari berbagai elemen, termasuk RESYA, diharapkan dapat menjadi dorongan bagi bank daerah ini dalam meningkatkan kinerjanya dan memperluas jangkauan layanannya.

M. Hendra Supardi sendiri bukanlah nama baru di Bank Aceh Syariah. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Dana dan Jasa, sebuah posisi strategis yang membuatnya memiliki pemahaman mendalam tentang operasional dan pengelolaan bank. Dengan pengalaman tersebut, ia dinilai mampu melanjutkan kepemimpinan Bank Aceh Syariah secara profesional dan berintegritas.

RESYA juga menilai bahwa dukungan ini mencerminkan harapan besar masyarakat Aceh terhadap keberlanjutan serta kemajuan Bank Aceh Syariah sebagai institusi keuangan syariah yang berdaya saing tinggi.

“Kami dari RESYA mewakili seluruh rakyat Aceh berharap M. Hendra Supardi mampu membawa Bank Aceh Syariah semakin maju, tumbuh, dan terus meningkatkan kualitas layanan perbankan syariah bagi masyarakat Aceh dan sekitarnya,” tambah Mukhlisin.

Lebih lanjut, RESYA juga menaruh harapan besar agar Bank Aceh Syariah semakin berperan dalam mendukung perekonomian daerah, terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Serta dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelaku UMKM di Aceh melalui penyaluran pembiayaan UMKM/KUR,” tutup Mukhlisin. (XRQ)

Reporter: Akil

Kisah Penjual Kaos Monas: Rezeki Bergantung pada Musim dan Jumlah Pembeli

0
Bang Adam, Salah satu penjual kaos monas. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Di sekitar kawasan luar Monas, deretan pedagang kaos dengan desain khas ibu kota menjadi pemandangan yang umum. Salah satu pedagang di sana adalah Adam, perantau asal Sumatera Barat yang telah menetap di Jakarta sejak tahun 2000. Selama merantau, ia telah mencoba berbagai jenis pekerjaan sebelum akhirnya memutuskan berjualan kaos sejak lima tahun terakhir.

Dalam perbincangan dengan Nukilan.id, Adam mengungkapkan bahwa penghasilannya dari berjualan kaos tergantung pada situasi dan jumlah pengunjung.

“Yang namanya rezeki kita tidak tahu, Bang. Rata-rata harian itu dapat Rp 1 juta omzetnya,” katanya kepada Nukilan.id pada Rabu (19/2/2025).

Namun, ketika akhir pekan atau musim liburan tiba, pendapatannya bisa meningkat tajam.

“Kalau lagi akhir pekan, musim liburan itu bisa-bisa sampai Rp 2 juta, Rp 3 juta,” tambahnya.

Menariknya, hampir semua pedagang di kawasan ini menjual kaos dengan harga dan kualitas yang serupa. Adam menjelaskan bahwa hal ini bukan kebetulan, melainkan karena para pedagang mendapatkan barang dagangan dari sumber yang sama.

“Memang sama semua, Bang. Harganya sama, barangnya juga sama. Kita dari koperasi,” ungkapnya.

Soal harga, para pedagang di kawasan Monas menawarkan promo menarik bagi para pembeli.

“Kita ada obral mulai dari satu kaos Rp 20.000. Kalau beli tiga, kita kasih Rp 50.000. Kalau ambil enam kaos, itu kita obral Rp 100.000,” jelas Adam.

Selain itu, bagi mereka yang ingin kaos dengan kualitas lebih baik, tersedia opsi lain.

“Istilahnya tadi, kita dari Dinas UMKM DKI memang harganya di sini sama rata. Kalau yang mau bagusan, itu ada harga Rp 50.000 per kaosnya,” katanya.

Meskipun harga sudah ditetapkan, ada sedikit fleksibilitas bagi pembeli yang mengambil dalam jumlah besar.

“Jadi kita tidak bisa kasih kurang harga, kecuali gini, kalau ada yang ambil banyak, ya kita kasih bonus satu kaos,” ujarnya.

Dengan sistem seperti ini, tidak ada persaingan harga antarpenjual, sehingga semuanya bergantung pada rezeki masing-masing.

“Jadi tidak ada persaingan harga, tergantung rezeki masing-masing,” pungkas Adam. (XRQ)

Reporter: Akil

Cristiano Ronaldo ke Indonesia: Dari Aceh, Bali, hingga Kupang

0
Kunjungan Ronaldo ke Kupang tahun ini menjadi catatan ketiga dalam rekam jejaknya di Indonesia. Kali ini, ia terlibat dalam aksi sosial bersama Yayasan Graha Kasih Indonesia. Meski rincian kegiatannya masih belum diungkap ke publik, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran mantan bintang Real Madrid itu begitu besar.

NUKILAN.id | Banda Aceh – Cristiano Ronaldo kembali menginjakkan kaki di Indonesia. Megabintang Al-Nassr itu dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa (18/2) WIB sebelum melanjutkan perjalanan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (19/2) WIB menggunakan pesawat pribadi. Kali ini, kehadiran Ronaldo bertujuan untuk melakukan aksi sosial bersama Yayasan Graha Kasih Indonesia yang dipimpin oleh Dr. Susi Maria Katipana. Namun, hingga saat ini, detail kegiatannya di Kupang masih dirahasiakan.

Bukan kali pertama Ronaldo mengunjungi Indonesia. Sebelumnya, ia pernah datang ke Aceh dan Bali dalam rangka misi kemanusiaan serta pelestarian lingkungan.

Aceh – 2005: Bertemu Martunis, Korban Tsunami

Pada 11 Juni 2005, Ronaldo yang saat itu masih berseragam Manchester United, mengunjungi Banda Aceh pasca-bencana tsunami yang melanda wilayah tersebut. Kedatangannya ke Tanah Rencong bertujuan untuk bertemu Martunis, seorang bocah yang selamat dari terjangan tsunami. Martunis ditemukan mengenakan jersey tim nasional Portugal, yang menarik perhatian Ronaldo dan dunia internasional.

Pertemuan itu menjadi awal dari hubungan istimewa antara keduanya. Ronaldo bahkan mengangkat Martunis sebagai anak asuh dan membiayai pendidikannya hingga lulus SMA. Selain itu, ia turut memberikan bantuan bagi para korban tsunami di Aceh.

Bali – 2013: Duta Mangrove Indonesia

Delapan tahun berselang, Ronaldo kembali mengunjungi Indonesia. Pada 26 Juni 2013, ia tiba di Bali untuk menjalankan tugas sebagai Duta Forum Peduli Mangrove Bali Indonesia. Dalam acara bertajuk “Save Mangrove, Save Earth” yang digelar di Benoa, Badung, Ronaldo bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara simbolis menanam bibit mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Saat itu, Ronaldo mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali ke Indonesia dan turut serta dalam kampanye pelestarian alam. Menteri Kehutanan kala itu, Zulkifli Hasan, secara resmi menganugerahkan gelar Duta Mangrove kepada CR7.

Kupang – 2025: Aksi Sosial di NTT

Kunjungan Ronaldo ke Kupang tahun ini menjadi catatan ketiga dalam rekam jejaknya di Indonesia. Kali ini, ia terlibat dalam aksi sosial bersama Yayasan Graha Kasih Indonesia. Meski rincian kegiatannya masih belum diungkap ke publik, antusiasme masyarakat terhadap kehadiran mantan bintang Real Madrid itu begitu besar.

Dengan kunjungannya yang ketiga ini, Ronaldo semakin mengukuhkan dirinya bukan hanya sebagai ikon sepak bola dunia, tetapi juga sosok yang peduli terhadap kemanusiaan dan lingkungan. Apakah di masa depan CR7 akan kembali ke Indonesia dengan misi yang lebih besar? Kita tunggu saja.

Editor: Akil

Mualem: Pabrik Gula Akan Dibangun di Aceh Tengah

0
Gubernur Aceh Mualem saat memberikan sambutan pada acara pelantikan kepala daerah Aceh Tengah. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Takengon – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem mengungkapkan rencana pembangunan pabrik gula di Aceh Tengah. Rencana ini melibatkan investor asal Malaysia yang telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Aceh.

“Mungkin nanti lokasi pabriknya ada di antara Aceh Tengah dan Bener Meriah,” kata Mualem usai menghadiri pelantikan Bupati Aceh Tengah, Selasa (18/2/2025).

Menurut Mualem, pemilihan wilayah tengah Aceh bukan tanpa alasan. Kecamatan Ketol dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber bahan baku utama, yaitu tebu. Ketersediaan lahan yang luas serta iklim yang mendukung membuat daerah ini cocok untuk pengembangan industri gula.

Investor yang tertarik membangun pabrik ini, kata Mualem, saat ini masih beroperasi di Selangor, Malaysia. Mereka ingin meningkatkan kapasitas produksi dengan teknologi yang lebih modern di Aceh.

“Jadi mereka ingin bangun pabrik yang lebih modern nanti di Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mualem menegaskan bahwa proyek ini perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak. Selain berpotensi mengembangkan sektor industri, pembangunan pabrik gula juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Rencana ini menjadi salah satu upaya pemerintah Aceh dalam menarik investasi guna meningkatkan perekonomian daerah. Jika proyek ini terwujud, Aceh tidak hanya akan memiliki industri gula sendiri tetapi juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Editor: Akil

Transaksi QRIS di Aceh Tembus Rp2,09 Triliun, Didominasi Usaha Mikro

0
Ilustrasi QRIS.(Foto: BI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penggunaan transaksi digital di Aceh terus menunjukkan tren positif. Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di provinsi ini mencapai Rp2,09 triliun hingga Desember 2024.

“Sudah tercatat 17,03 transaksi dengan nominal Rp2,09 triliun hingga Desember 2024,” kata Kepala Perwakilan BI Aceh, Agus Chusaini, di Banda Aceh, Selasa (18/2/2025).

Agus menjelaskan, jumlah pengguna QRIS di Aceh terus bertambah, dengan total 658.721 user hingga akhir tahun lalu. Sementara dari sisi merchant, sebanyak 178.926 pedagang atau pelaku usaha telah mengadopsi sistem pembayaran ini, dengan dominasi dari usaha mikro.

“Berdasarkan klasifikasi usaha, share merchant QRIS terbesar disumbangkan oleh usaha mikro dengan jumlah 130.607 merchant atau 72,99 persen,” ujarnya.

Peningkatan transaksi digital ini didukung oleh berbagai event yang mendorong masyarakat untuk lebih familiar dengan pembayaran non-tunai. Sejumlah acara lokal dan nasional turut berkontribusi terhadap peningkatan penggunaan QRIS di Aceh sepanjang 2024, seperti Sabang Marine Festival, Festival Ramadhan, Sambot Muharram Raya, Pekan QRIS Nasional, hingga PON Aceh-Sumut 2024.

“Dukungan digitalisasi pada event PON Aceh-Sumut dilaksanakan melalui penyelenggaraan QRIS corner pada Expo UMKM PON,” kata Agus.

Lebih lanjut, BI terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk mempercepat digitalisasi ekonomi serta meningkatkan inklusi keuangan. Agus menegaskan bahwa penggunaan transaksi digital tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

“Digitalisasi ini perlu didorong untuk meningkatkan transparansi, lebih efisien karena ongkosnya lebih rendah, dan uang itu bisa digunakan untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya.

Editor: AKil

Irwandi Yusuf Datangi KPK Bersama Steffy Burase, Ada Apa?

0
Irwandi Yusuf Datangi KPK Bersama Steffy Burase. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta — Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menyambangi gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Selasa (18/2/2025). Ia datang bersama istrinya, Fenny Steffy Burase, yang tampak menggandengnya sejak tiba di lokasi.

Saat keluar dari gedung KPK, Irwandi sempat melempar candaan kepada awak media yang menanyakan tujuan kedatangannya.

“Ambil duit, ha-ha-ha…” ujar Irwandi dengan nada bercanda.

Steffy yang mendampinginya langsung menimpali dan memberikan klarifikasi bahwa kunjungan tersebut hanya sekadar silaturahmi.

“Berkunjung, silaturahmi,” sahut Steffy.

Irwandi juga menegaskan bahwa kedatangannya bukan untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus hukum yang pernah menjeratnya. Steffy pun membenarkan hal tersebut.

“Nggak ada, kapan terakhir diperiksa?” kata Irwandi.

“Nggak ada pemeriksaan apa-apa, cuma cek,” tambah Steffy.

Irwandi Yusuf sebelumnya tersandung kasus korupsi dana otonomi khusus Aceh dan divonis tujuh tahun penjara. Ia dihukum bersama mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Izil Azhar, yang berperan sebagai perantara dalam dugaan gratifikasi proyek pembangunan dermaga di Sabang yang didanai APBN.

Izil Azhar, yang sempat buron selama empat tahun, akhirnya ditangkap dan dijatuhi hukuman lima tahun penjara serta denda Rp 200 juta.

Meskipun telah menyelesaikan masa hukumannya, kedatangan Irwandi ke KPK tetap menarik perhatian publik. Apakah benar hanya sekadar silaturahmi, atau ada agenda lain yang belum terungkap?

Editor: Akil

Diculik Gegara Utang Narkoba Sang Kakak, Pria Aceh Diselamatkan di Thailand

0
Ilustrasi Penculikan. (Foto: iStockPhoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bustami, seorang pria asal Aceh Timur, menjadi korban penculikan dan penyekapan di Thailand. Ia diduga diculik oleh sindikat narkoba internasional akibat utang kakaknya yang belum dibayarkan. Beruntung, tim gabungan berhasil menyelamatkan dan memulangkannya ke Indonesia.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto mengungkapkan, operasi penyelamatan Bustami dilakukan oleh tim gabungan dari Ditreskrimum Polda Aceh, Atase Polri di KBRI Bangkok, Royal Thai Police, dan Interpol. Setelah melalui proses yang panjang, korban akhirnya bisa kembali ke Tanah Air.

“Penanganan kasus hilangnya Bustami di Thailand bermula dari laporan Panit Subdit 1 Ditreskrimum Polda Aceh Ipda Angga Nurdiansyah pada 28 Desember 2024. Dalam laporannya disebutkan, Bustami diduga menjadi korban penculikan dan penyekapan oleh warga negara Thailand,” kata Joko dalam keterangannya, Selasa (18/2/2025).

Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa Bustami berangkat ke Thailand atas bujukan dua WNI berinisial MN alias AM dan DH. Kedua orang itu menjanjikan korban peluang mendapatkan uang untuk usaha. Tanpa curiga, Bustami menerima tawaran tersebut dan terbang ke Thailand.

Setibanya di Bandara Don Muang pada 22 Desember 2024, Bustami dijemput oleh seseorang yang tidak dikenalnya dan dibawa ke Chiangmai. Tiga hari kemudian, saudara kandungnya, HUS, menerima sebuah video yang menunjukkan Bustami tengah disekap dalam kondisi yang mengenaskan.

Upaya negosiasi dilakukan untuk membebaskan korban. Pelaku disebut meminta tebusan Rp 700 juta, tetapi meski uang telah diserahkan, korban tak kunjung dilepas.

“Pada 27 Januari, operasi penyelamatan pun dilakukan oleh Kepolisian Thailand di Chiangmai. Namun saat itu, korban berhasil melarikan diri sebelum ditemukan dalam keadaan selamat di Stasiun Kereta Api Bangkok, pada 29 Januari,” jelas Joko.

Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa berdasarkan penyelidikan, kasus ini terkait dengan utang narkoba kakak korban yang memiliki hubungan dengan jaringan narkoba lintas negara.

“Setelah dilakukan koordinasi dengan Divhubinter, Atase Polisi di KBRI Bangkok, Polda Aceh berhasil menyelamatkan serta memulangkan korban penculikan yang berada di Thailand. Berdasarkan penyelidikan ditemukan fakta bahwa kasus ini terkait dengan utang kakak korban yang memiliki hubungan dengan sindikat narkoba lintas negara,” ujar Joko.

Saat ini, pihak kepolisian masih memburu pelaku penyekapan dan penculikan. “Upaya yang akan dilakukan adalah melakukan penangkapan terhadap pelaku penculikan. Karena pelaku diduga merupakan bagian dari sindikat narkoba lintas negara,” pungkasnya.

Kasus ini menyoroti bahaya jaringan narkoba internasional yang tak hanya merusak generasi muda, tetapi juga membawa dampak kriminalitas yang melibatkan penculikan hingga penyekapan lintas negara. Polisi terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam kasus ini dan berkomitmen untuk membongkar jaringan tersebut.

Editor: Akil

Mualem Naik Helikopter Polisi, Maraton Lantik Bupati dan Wali Kota di Aceh

0
Gubernur Aceh Mualem naik helikopter polisi. (Foto: Dok Polda Aceh)

NUKILAN.idBanda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, melakukan perjalanan maraton ke berbagai daerah di Aceh untuk melantik bupati dan wali kota. Dalam sehari, ia melantik hingga lima kepala daerah. Demi efisiensi waktu, Mualem menggunakan helikopter milik Polri.

Penggunaan helikopter mulai dilakukan sejak Senin (17/2/2025), saat Mualem terbang dari Lhokseumawe ke Aceh Tamiang. Keesokan harinya, ia kembali melanjutkan perjalanan udara untuk melantik Bupati Pidie Jaya, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan terakhir Bupati Bireuen. Setiap pelantikan digelar dalam rapat paripurna istimewa DPR Kabupaten setempat.

Mualem tidak sendirian dalam perjalanan ini. Sejumlah pejabat turut mendampinginya, termasuk Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko. Helikopter Polri jenis Agusta Westland 169 menjadi kendaraan utama dalam lawatan ini.

“Penggunaan helikopter Polri jenis Agusta Westland dalam kunjungan ini tidak hanya memastikan efisiensi waktu tetapi juga mencerminkan kesiapan Polri dalam mendukung mobilitas strategis dalam menjalankan tugas negara,” ujar Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko, Selasa (18/2/2025).

Menurut Kartiko, kehadiran Polri dalam pelantikan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap kelancaran transisi kepemimpinan daerah. Polda Aceh disebut siap menyukseskan pelantikan seluruh bupati dan wali kota yang terjadwal.

“Kami siap bersinergi dengan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif demi pembangunan yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Di sela-sela agenda pelantikan, Mualem dan rombongan juga menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan pejabat daerah. Beberapa isu strategis yang dibahas antara lain peningkatan keamanan, kesejahteraan masyarakat, serta percepatan pembangunan di masing-masing wilayah.

“Dengan pelantikan ini, diharapkan bupati yang baru saja dilantik dapat segera menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi serta berkolaborasi dengan seluruh stakeholder guna mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat Aceh,” kata Kartiko.

Pelantikan kepala daerah di Aceh sudah berlangsung sejak Rabu (12/2/2025). Mualem dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan ke wilayah barat selatan Aceh pada Rabu (19/2/2025) untuk melantik bupati dan wali kota lainnya.

Editor: Akil