Beranda blog Halaman 578

Indikasi Korupsi Rp500 Juta Dana Desa di Aceh Barat, Inspektorat Lakukan Audit

0
Ilustrasi Korupsi Dana Desa. (Foto: kawanhukum.id)

NUKILAN.id | Meulaboh – Inspektorat Kabupaten Aceh Barat menemukan indikasi dugaan korupsi dalam pengelolaan dana desa di Gampong Ranto Panyang Barat, Kecamatan Meureubo. Jumlah dana yang diduga diselewengkan mencapai lebih dari Rp500 juta.

“Temuan indikasi penyelewengan keuangan dana desa ini kita ketahui, setelah tim auditor diturunkan ke desa untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat,” kata Inspektur Kabupaten Aceh Barat, Zakaria Mahmud, dikutip dari ANTARA, Kamis (20/2/2025).

Didampingi Ketua Tim Audit Dana Desa Inspektorat Aceh Barat, Santoso, Zakaria menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyempurnaan audit guna memastikan jumlah riil dana yang diduga tidak digunakan sesuai peruntukan.

Laporan awal dari masyarakat yang masuk pada 7 Januari 2025 menyebutkan dugaan penyelewengan dana desa di Gampong Ranto Panyang Barat mencapai sekitar Rp723 juta. Namun, setelah dilakukan audit serta adanya pengembalian dana dalam bentuk penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa baru-baru ini, angka dugaan penyelewengan turun menjadi sekitar Rp500 juta lebih.

Zakaria menambahkan, tim auditor juga telah meminta keterangan dari sejumlah aparatur desa terkait pelaksanaan program yang diduga tidak dijalankan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hingga kini, proses audit masih berlangsung untuk memastikan kebenaran temuan tersebut.

Kasus dugaan korupsi dana desa kerap menjadi perhatian karena menyangkut kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan guna memastikan dana desa digunakan sebagaimana mestinya.

Editor: Akil

Danantara: Risiko Besar di Tangan Prabowo

0
Danantara Indonesia. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Opini – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berani, atau bisa dibilang berisiko tinggi, dengan membentuk Badan Pengelola Prestasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga ini bukan sekadar upaya penswastaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetapi sebuah eksperimen besar dalam ekonomi terpimpin bergaya militaristik. Alih-alih memperkuat daya saing perusahaan negara, kebijakan ini justru bisa melemahkan kepercayaan pasar global terhadap perekonomian Indonesia.

Undang-Undang BUMN yang disahkan pada 4 Februari 2025 menyebutkan bahwa Danantara akan menguasai 99% saham perusahaan negara, sementara sisanya dipegang oleh Kementerian BUMN. Dengan skema ini, aset BUMN yang selama ini menjadi bagian dari pendapatan negara melalui dividen, kini akan dikelola secara langsung oleh Danantara. Tahun lalu saja, dividen dari 65 BUMN yang masuk ke kas negara mencapai Rp85,5 triliun dari total aset Rp10.402 triliun yang mereka kelola. Kini, angka tersebut akan masuk ke kas Danantara, diolah sebagai investasi tanpa kontrol langsung dari negara.

Kebijakan ini berimplikasi besar. Dengan statusnya yang baru, perusahaan-perusahaan di bawah Danantara tak lagi dianggap sebagai kekayaan negara yang dipisahkan. Direksi dan komisarisnya pun tidak lagi dikategorikan sebagai penyelenggara negara, sehingga tak masuk dalam cakupan Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mereka tak wajib melaporkan harta kekayaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), bahkan terbebas dari tanggung jawab ganti rugi atas keputusan bisnis yang keliru.

Lebih jauh, Danantara juga menghilangkan peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam mengaudit perusahaan-perusahaan tersebut. Sebagai gantinya, audit akan dilakukan oleh kantor akuntan publik, layaknya perusahaan swasta. BPK hanya bisa masuk dalam kasus investigasi khusus atas izin Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ini menciptakan celah besar dalam transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset negara.

Dengan menempatkan Danantara langsung di bawah kekuasaan presiden, Prabowo berpotensi menggunakan lembaga ini sebagai alat politik dan ekonomi. Alih-alih menjadi badan investasi yang mandiri, Danantara bisa digunakan untuk membiayai program-program prioritas pemerintah, seperti proyek makan bergizi gratis atau bahkan pembentukan pasukan militer baru di berbagai daerah. Konsekuensinya, pasar merespons dengan skeptisisme. Sebelum peluncurannya pada 24 Februari 2025, nilai saham sejumlah perusahaan pelat merah sudah mengalami penurunan tajam. Harga saham Bank Mandiri anjlok 16,07%, BRI melemah 4,75%, BNI turun 8,59%, sementara saham PT Semen Indonesia Tbk jatuh hingga 22,49%. Ini menunjukkan bahwa investor tak percaya dengan model pengelolaan baru yang ditawarkan Danantara.

Jika ditarik ke belakang, Danantara bukan sekadar proyek Prabowo. Ini adalah realisasi gagasan Sumitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo, yang sejak 1980-an sudah mengusulkan pembentukan lembaga investasi serupa. Ide ini ditolak oleh Menteri Keuangan JB Sumarlin pada 1988-1993, tetapi kemudian diterapkan di Malaysia melalui Hasanah Nasional Berhad pada 1993. Prabowo sendiri mengonfirmasi ketertarikannya terhadap gagasan ini dalam bukunya “Paradoks Indonesia dan Solusinya” (2022). Dalam buku itu, ia mengklaim bahwa kekayaan Indonesia lari ke luar negeri karena sumber daya alam tidak dikelola perusahaan negara.

Prabowo tampaknya mengadopsi inspirasi dari model reformasi ekonomi Deng Xiaoping di Tiongkok pada akhir 1970-an, yang menciptakan 150.000 BUMN untuk mengelola sumber daya alam. Namun, perbedaan mendasarnya adalah, Tiongkok menerapkan model ini dalam sistem ekonomi tertutup dengan kontrol penuh oleh Partai Komunis. Indonesia, sebagai negara demokrasi dengan ekonomi terbuka, menghadapi tantangan berbeda. Mengadopsi kapitalisme negara tanpa checks and balances yang memadai justru berpotensi merusak kepercayaan pasar dan menggerus transparansi.

Lebih jauh, Danantara bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga politik. Jika visi Prabowo benar-benar ingin mengikuti “demokrasi Pancasila” yang ia sebutkan dalam bukunya, ini bisa berujung pada pergeseran besar dalam sistem pemerintahan. Demokrasi Pancasila yang ia bayangkan menghapus pemilihan langsung dan menguatkan peran negara dalam ekonomi, menciptakan sistem yang lebih otoriter dibanding demokratis.

Prabowo sedang mempertaruhkan kredibilitas ekonomi dan politiknya dalam satu langkah besar. Jika Danantara gagal menunjukkan transparansi dan akuntabilitas, bukan hanya investor yang akan menarik diri, tetapi juga kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa runtuh. Danantara bisa menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Indonesia, atau justru menjadi bom waktu yang mengguncang stabilitas ekonomi nasional. (XRQ)

Penulis: Akil

PD PGMNI Kabupaten Aceh Besar Resmi Dilantik, Siap Perkuat Barisan Guru Madrasah

0
PD PGMNI Kabupaten Aceh Besar Resmi Dilantik. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Jantho – Pengurus Daerah (PD) Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Kabupaten Aceh Besar resmi dilantik untuk masa bakti 2025-2030. Pelantikan berlangsung di Aula Dekranas Aceh Besar pada Kamis (20/2/2025) dengan mengusung tema Meningkatkan Dedikasi untuk Membangun Negeri.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penandatanganan naskah pelantikan antara Ketua PW PGMNI Aceh, Ismaidar, M.Pd, dan Ketua PD PGMNI Kabupaten Aceh Besar, Adriah, S.Ag., M.A. Dalam susunan kepengurusan baru, Adriah menjabat sebagai ketua, dengan Wakil Ketua Rahmadiani, S.Pd., Sekretaris Umum Nurul Hikmah, S.Pd., dan Bendahara Umum Zahra Nuzul Liza, S.Pd., M.Pd. Selain itu, sejumlah bidang dan lembaga lainnya juga turut dilantik dalam kepengurusan tersebut.

Ketua PW PGMNI Aceh, Ismaidar, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelantikan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi organisasi profesi guru madrasah di Aceh Besar.

“Sebagai organisasi profesi guru madrasah, PGMNI hadir untuk memberikan wadah bagi para pendidik di lingkungan madrasah dalam mengembangkan kompetensi, memperjuangkan hak-hak profesi, serta berkontribusi aktif dalam memajukan pendidikan nasional,” ujarnya.

Ia juga berharap PD PGMNI Kabupaten Aceh Besar dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.

“PGMNI hadir sebagai rumah besar bagi guru madrasah. Dengan dilantiknya pengurus baru ini, diharapkan PGMNI Kabupaten Aceh Besar dapat berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi guru madrasah dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, apalagi banyak guru-guru berprestasi di Aceh Besar,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PD PGMNI Kabupaten Aceh Besar, Adriah, S.Ag., M.Pd., mengungkapkan bahwa pelantikan ini merupakan hasil dari kerja keras selama dua tahun terakhir.

“Tugas ini sebenarnya sudah dua tahun lalu kita rencanakan, akhirnya hari ini resmi dilantik oleh Ketua PW PGMNI. Semoga dengan pelantikan ini para pengurus bisa terus bekerja untuk peningkatan kualitas guru di Aceh Besar,” ujarnya.

Staf Ahli Bupati Aceh Besar, Adi Darma, S.Pd., M.Pd., juga memberikan apresiasi terhadap peran guru madrasah dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Guru madrasah tidak hanya berperan dalam mendidik ilmu umum saja, tapi juga mendidik akhlak para generasi ke depan. Ini menjadi tugas kita bersama PD PGMNI untuk terus bekerja,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Besar, H. Saifuddin, SE., menyampaikan penghargaan terhadap berbagai organisasi profesi keguruan yang aktif di Aceh Besar.

“Di tengah efisiensi anggaran saat ini, kita terus bekerja ikhlas tanpa kenal lelah untuk Kementerian Agama. Semoga ini ada hikmahnya dan menjadi hal baik di masa akan datang,” ujarnya yang disambut antusias oleh para peserta yang hadir.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Aceh Besar, Adi Darma, S.Pd., Ketua PGRI Aceh Besar, Agus Jumadi, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, serta sejumlah pejabat lainnya seperti Ketua PW PGMNI Aceh, PD PGMI Aceh Besar, dan Kasi Penmad, Suryadi, S.Ag. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan penuh terhadap peran PGMNI dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di Aceh Besar.

Editor: Akil

DPR Aceh Santuni Anak Yatim Jelang Ramadhan 1446 H

0
DPR Aceh Santuni Anak Yatim Jelang Ramadhan 1446 H. (Foto: DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah/2025 Masehi, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menggelar kegiatan santunan kepada 50 anak yatim, Jumat (21/2/2025). Acara berlangsung di Gedung Utama DPRA usai pelaksanaan Shalat Ashar.

Santunan diberikan langsung oleh Ketua DPR Aceh, Zulfadhli, A.Md, yang turut didampingi sejumlah anggota DPR Aceh lintas fraksi. Hadir di antaranya Ketua Fraksi Demokrat, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes, Ketua Fraksi Golkar, Muhammad Rizky, SE, serta anggota Fraksi Nasdem, Muhammad Raji Firdana.

Dalam sambutannya, Zulfadhli mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus ungkapan syukur menyambut bulan penuh berkah.

“Menghadapi bulan puasa penuh maghfirah ini, hati dan jiwa kita harus bersih. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, kami dan keluarga besar DPR Aceh memohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Tak hanya sebagai aksi sosial, kegiatan ini juga digelar sebagai bagian dari rasa syukur atas rencana pelantikan H. Ali Basrah, S.Pd, MM, sebagai Wakil Ketua DPR Aceh dari Fraksi Golkar untuk masa jabatan 2024–2029. Prosesi pelantikan dijadwalkan berlangsung pada malam hari di hari yang sama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), dan Sekretaris DPR Aceh, Khudri, S.Ag, MA. Kehadiran mereka menambah kekhusyukan dan mempertegas semangat kebersamaan antar tokoh politik Aceh dalam menggalang solidaritas sosial.

“Semoga santunan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, terutama anak yatim, serta menjadi amal baik bagi kita semua dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” tambah Zulfadhli.

Kegiatan ini pun disambut hangat oleh para penerima manfaat. Salah seorang anak yatim yang hadir mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh lembaga legislatif tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada DPR Aceh yang telah peduli kepada kami,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, DPR Aceh berharap tradisi berbagi dapat terus terjaga sebagai bagian dari komitmen membangun semangat kepedulian dan mempererat silaturahmi di tengah masyarakat Aceh menjelang Ramadhan.

Marlina Usman Resmi Dilantik sebagai Ketua TP PKK dan TP Posyandu Aceh

0
Marlina Usman Resmi Dilantik sebagai Ketua TP PKK dan TP Posyandu Aceh. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Marlina Usman, istri Gubernur Aceh, resmi menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Aceh periode 2025-2030. Pelantikan berlangsung di Aryanusa Ballroom, Menara Danareksa, Jakarta Pusat, pada Kamis, 20 Februari 2025. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum TP PKK dan Ketua Umum Tim Pembina Posyandu, Tri Tito Karnavian.

Dalam pelantikan tersebut, Tri Tito Karnavian membacakan naskah pengukuhan yang menandai resmi dimulainya kepemimpinan Marlina Usman di dua organisasi tersebut.

“Dengan ini, saya selaku Ketua Umum TP PKK secara resmi melantik Ny. Marlina Muzakir sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh,” ujar Tri dalam acara tersebut.

Selain menjabat sebagai Ketua TP PKK Aceh, Marlina juga mengemban tugas sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu Aceh.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang juga merupakan pembina TP PKK. Mukarramah Fadhlullah, istri Wakil Gubernur Aceh, serta Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Safrizal ZA, yang pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Aceh, juga hadir dalam acara ini. Tak hanya itu, mantan Ketua TP PKK Aceh, Safriati, serta sejumlah pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri turut menyaksikan pelantikan tersebut.

Pelantikan Marlina Usman ini beriringan dengan pengukuhan Ketua TP PKK dan TP Posyandu dari seluruh provinsi di Indonesia. Acara berlangsung pada sore hari, setelah sebelumnya Presiden Prabowo Subianto melantik para kepala daerah hasil Pilkada 2024 di Istana Kepresidenan pada pagi harinya.

Dalam sambutannya, Tri Tito Karnavian menegaskan pentingnya peran PKK dan Posyandu dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan program-program PKK dan Posyandu sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat.

“Saya meminta para ketua yang baru dilantik untuk memaksimalkan kinerja dan membangun sinergi yang baik dengan semua pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tri berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh kepada TP PKK dan Posyandu agar berbagai program yang telah dirancang dapat berjalan dengan optimal.

“Dukungan dari pemerintah sangat penting untuk memastikan bahwa program-program PKK dan Posyandu dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Usai pelantikan, Marlina Usman menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk menjalankan amanah dengan baik. Ia berjanji akan melanjutkan program-program yang telah berjalan serta melakukan perbaikan di berbagai aspek.

“Kami akan segera bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang telah ditetapkan. Dengan dukungan semua pihak, Insyaallah PKK dan Posyandu Aceh akan semakin maju dan berjaya,” kata Marlina.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam kesempatan tersebut mengingatkan para Ketua TP PKK untuk memiliki niat dan semangat yang kuat dalam menjalankan tugasnya. Ia menegaskan bahwa 10 program pokok PKK harus tetap menjadi prioritas utama, meskipun harus dijalankan bersamaan dengan program pendukung lainnya.

Selain itu, Tito juga menyoroti peran Posyandu yang harus diperluas cakupannya agar tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan.

“Posyandu harus mampu melaksanakan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, sosial, serta ketertiban umum dan perlindungan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Tito, keberhasilan TP PKK dan Posyandu sangat bergantung pada dua faktor utama, yaitu kemauan dan kemampuan para pemimpinnya.

“Jika kedua hal ini dimiliki, saya yakin PKK dan Posyandu di Indonesia akan terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat,” tutupnya.

Editor: Akil

Senator DPD RI Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Korban TPPO di Laos

0
Sudirman Haji Uma, Senator Aceh. (Foto: Dok Pribadi).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tiga warga Aceh yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Laos akhirnya berhasil kembali ke tanah air setelah mendapat fasilitasi dari anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma. Ketiganya tiba di Indonesia melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara.

“Tiga warga Aceh yang menjadi korban TPPO di Laos sudah kembali dipulangkan ke Aceh melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara,” kata Sudirman Haji Uma di Banda Aceh, Kamis (20/2).

Ketiga korban tersebut diketahui berinisial HP (26) dan RM (19) asal Kabupaten Bireuen, serta AS (27) dari Kota Lhokseumawe. Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada Haji Uma, yang kemudian bergerak cepat untuk membantu pemulangan mereka.

Para korban sebelumnya bekerja secara paksa sebagai scammer di Laos selama sekitar lima bulan. Mereka mengalami berbagai bentuk tekanan dan tindak kekerasan sebelum akhirnya berhasil melarikan diri ke imigrasi setempat. Kesempatan untuk kabur muncul setelah paspor mereka yang sempat ditahan oleh perusahaan dikembalikan akibat adanya razia dari otoritas setempat.

Mendapat laporan tersebut, Haji Uma segera berkoordinasi dengan Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Laos.

“Alhamdulillahi, setelah kita berkoordinasi dengan pihak Kemenlu dan KBRI di Laos, mereka kemudian melakukan komunikasi dengan pihak Imigrasi Laos untuk langkah proteksi korban. Sehingga ketiganya dapat dipulangkan,” ujar Haji Uma.

Berdasarkan keterangan korban, mereka tertipu oleh tawaran pekerjaan di Laos yang tersebar melalui media sosial. Para perekrut menjanjikan gaji besar, tetapi sesampainya di sana, mereka justru dipaksa bekerja sebagai scammer.

“Namun, setelah tiba di Laos, semuanya tidak sesuai seperti yang dibayangkan dan mereka dipekerjakan sebagai scammer,” kata Haji Uma.

Menanggapi kejadian ini, Haji Uma kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja di luar negeri, terutama yang berasal dari sumber tidak resmi. Ia mengimbau agar setiap calon pekerja memastikan keabsahan tawaran kerja agar tidak menjadi korban TPPO di luar negeri.

“Saya meminta agar masyarakat harus sangat berhati-hati dan waspada terhadap berbagai ajakan kerja di luar negeri agar tidak bertambah korban ke depannya,” tegasnya.

Kasus TPPO dengan modus serupa bukan kali pertama terjadi. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat edukasi agar praktik perdagangan orang ini dapat dicegah sejak dini.

Editor: Akil

Biro SDM Polda Aceh Raih Juara 1 Assessment Jabatan Internal Terbanyak se-Indonesia

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Aceh mencatat prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama dalam kategori realisasi assessment center jabatan internal terbanyak. Penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas keberhasilan Biro SDM Polda Aceh dalam melaksanakan assessment jabatan internal secara maksimal, melebihi Polda lain di seluruh Indonesia.

Piagam penghargaan tersebut diterima oleh Kabag Binkar Biro SDM Polda Aceh, AKBP Imam Asfali, dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Asesor Assessment Center Polri Tahun Anggaran 2025, yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dan dedikasi Tim Asesor Biro SDM Polda Aceh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa Polda Aceh berkomitmen dalam mengoptimalkan sistem assessment untuk menciptakan SDM yang profesional dan kompeten. Hal ini tentu sejalan dengan kebijakan Polri dalam mewujudkan transformasi menuju institusi yang lebih modern dan berintegritas,” ujar Joko, dalam rilisnya, Kamis, 20 Februari 2025.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Biro SDM Polda Aceh yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan assessment selama ini, termasuk para asesor yang terus menjaga objektivitas dalam menilai kompetensi personel, sehingga berhasil mendapat penghargaan dari SSDM Polri.

Dengan jumlah realisasi assessment jabatan internal terbanyak, Biro SDM Polda Aceh telah berhasil menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu seleksi dan promosi jabatan. Keberhasilan ini juga menandakan bahwa sistem SDM Polda Aceh sudah berjalan secara transparan, akuntabel, dan berbasis meritokrasi.

Untuk diketahui, assessment center merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem manajemen SDM di kepolisian, yang bertujuan untuk menilai kompetensi dan potensi personel dalam menduduki jabatan tertentu, sehingga setiap personel yang terpilih untuk menduduki jabatan tertentu memiliki kualifikasi yang sesuai dengan standar profesionalisme yang ditetapkan.

Pengangkatan Alhudri Dinilai Tepat, Demisioner BEM Nusantara Ucapkan Selamat 

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Demisioner Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Aceh Muhammad khalis mengucapkan selamat kepada bapak Drs Alhudri, MM atas pengangkatan sebagai Plt Sekretaris Daerah Aceh.

Menurutnya, pengangkatan yang dilaksanakan oleh Wakil Gubernur Faduhullah pada Rabu 19 Februari 2025 di Gedung Serbaguna Pemerintah Aceh adalah keputusan yang sudah tepat.

“Dari rekam jejak kinerjanya di pemerintahan Aceh sudah sangat layak beliau diangkat sebagai Plt Sekda Aceh, baik dari segi kepemimpinan, Managemant dan tanggung jawab terhadap sesama ASN atau PNS di semua jajaran sangat tinggi. Ia pernah menjabat sebagai kepala satpol PP dan WH Aceh, Kepala Dinas Sosial Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh serta PJ Bupati Gayo Lues,” ucap Khalis.

Tentunya, bedasarkan pengalaman dan sepakterjang beliau selama ini menjadi sebuah acuan dan kriteria yang tepat untuk menduduki jabatan Plt Sekda Aceh. Dikarenakan beliau paham tentang tatanan pemerintahan Aceh dan bisa bekerja sama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dengan baik.

Sebenarnya, ini menjadi berita gembira untuk masyarakat Aceh, semoga menjadi energi baru di kepemimpinan Muallem-Dek fadh

Dengan telah terlaksananya pengangkatan tersebut, harapan kita semoga Aceh tidak lagi di kategorikan ‘Provinsi Termiskin’ se Aceh. []

Stok Ternak Meugang Ramadhan di Banda Aceh Capai 733 Ekor, Harga Daging Diprediksi Naik

0
Suasana Pasar Peuniti di Hari Meugang. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang tradisi meugang Ramadhan 1446 Hijriah, persediaan ternak sapi dan kerbau di Banda Aceh dipastikan mencukupi. Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (P2KP) Kota Banda Aceh mencatat stok mencapai 733 ekor, terdiri dari 724 ekor sapi dan sembilan ekor kerbau.

Kepala Dinas P2KP Kota Banda Aceh, Nurdin, menyatakan bahwa jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat meugang.

“Stok hewan ternak untuk daging meugang mencukupi untuk kebutuhan meugang Ramadhan di Banda Aceh,” katanya, Kamis (20/2/2025).

Hewan ternak ini mayoritas berasal dari peternak lokal di Banda Aceh serta tambahan dari peternak di Aceh Besar.

“Ada juga kambing dari peternak yang ada di Aceh Besar, tetapi datanya ada di mereka,” tambahnya.

Seiring dengan tingginya permintaan, harga daging sapi di Banda Aceh saat meugang Ramadhan diperkirakan mengalami lonjakan signifikan. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Kopukmdag) Kota Banda Aceh, Samsul Bahri, mengatakan bahwa harga daging yang saat ini berada di kisaran Rp145-150 ribu per kilogram berpotensi naik menjadi Rp180-200 ribu per kilogram.

“Saat inspeksi ke pasar beberapa waktu lalu dikatakan pedagang prediksi harga daging sapi melonjak sampai Rp200 ribu per kg karena harga sapi lokal yang mahal,” ujar Samsul.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, pemerintah kota telah menetapkan lokasi penjualan daging di sejumlah pasar induk Banda Aceh.

“Sementara lokasi yang ditetapkan di pasar induk Kota Banda Aceh, seperti Ulee Kareng, Setui, Al Mahirah, dan lainnya, sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Tradisi meugang, yang telah berlangsung turun-temurun di Aceh, menjadi momentum bagi masyarakat untuk menikmati hidangan berbahan dasar daging sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Meski harga daging diperkirakan naik, antusiasme masyarakat dalam menyambut tradisi ini tetap tinggi.

Editor: Akil

MPU Aceh Dukung Kebijakan Gubernur Soal Penutupan Kedai Saat Waktu Shalat

0
lem faisal
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali alias Lem Faisal. (Foto: Nukilan).

NUKILAN.id | Meulaboh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang meminta masyarakat menutup kedai saat waktu shalat tiba. MPU menilai kebijakan ini sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang dijunjung tinggi di Aceh.

Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, menegaskan bahwa lembaganya mendukung penuh setiap kebijakan keagamaan yang diinisiasi oleh Pemerintah Aceh.

“Secara pribadi dan kelembagaan, kami akan memberikan dukungan yang sangat kuat kepada kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh,” ujar Tgk Faisal Ali dikutip dari ANTARA, Kamis (20/2/2025).

Menurutnya, kebijakan menutup kedai atau warung pada waktu pelaksanaan ibadah shalat sangat baik dan patut diterapkan. Ia menilai bahwa setiap umat manusia tidak boleh jauh dari Tuhannya, sehingga kebijakan ini dapat semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan ibadah tepat waktu.

MPU Aceh menegaskan bahwa peran pemerintah dalam menegakkan nilai-nilai syariat Islam harus mendapat dukungan penuh dari semua elemen masyarakat. Kebijakan ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketakwaan masyarakat Aceh.

“Tentu gagasan Mualem itu (sapaan akrab Muzakir Manaf) kita berikan dukungan yang luar biasa dalam konteks keagamaan,” lanjutnya.

Selain mendukung kebijakan terkait penutupan kedai saat waktu shalat, MPU Aceh juga memberikan dukungan terhadap gagasan lain yang diajukan oleh Gubernur Muzakir Manaf, termasuk upaya mengembalikan empat pulau yang selama ini diklaim milik daerah luar Aceh. MPU siap berkontribusi dalam kajian akademis maupun pandangan keagamaan guna memperkuat langkah-langkah yang diambil pemerintah.

MPU Aceh berharap kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dalam konteks keagamaan maupun pembangunan daerah. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kebijakan ini dapat berjalan efektif dan mendapat respons positif dari masyarakat Aceh.

Editor: Akil