Beranda blog Halaman 573

Pemerintah Aceh Jalin Kemitraan dengan Singapura, Buka Peluang Pendidikan Global bagi Anak Aceh

0
Pemerintah Aceh Jalin Kemitraan dengan Singapura, Buka Peluang Pendidikan Global bagi Anak Aceh. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh terus berupaya meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Singapura, negara yang dikenal memiliki sistem pendidikan unggul. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang bagi putra-putri Aceh untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik dunia.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A., mengungkapkan rencana tersebut dalam pertemuan dengan Wali Nanggroe Aceh, Paduka Mulia Teungku Malik Mahmud Al-Haythar, di Banda Aceh, Senin (25/2/2025).

Menurut Marthunis, langkah ini merupakan bagian dari visi Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang ingin memastikan anak-anak Aceh mendapatkan akses pendidikan internasional.

“Gubernur Aceh ingin anak-anak Aceh bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia, termasuk Singapura, yang dikenal memiliki sistem pendidikan unggul,” ujar Marthunis.

Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan Aceh juga telah melakukan pertemuan dengan perwakilan dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Malaysia, dan Tiongkok, untuk menjajaki peluang kerja sama serupa.

Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud, menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan komitmennya untuk mendukung program ini.

“Sebagai Wali Nanggroe, kami sangat mendukung program kerja sama pendidikan ini. Kami akan membantu memastikan kelancaran bagi anak-anak Aceh yang ingin melanjutkan studi ke Singapura,” kata Malik Mahmud.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan Aceh harus diperluas tidak hanya ke Singapura, tetapi juga ke negara-negara lain yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia.

“Pendidikan adalah kunci kemajuan suatu daerah. Kami ingin memastikan anak-anak Aceh mendapatkan pendidikan terbaik, baik di Singapura maupun negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia,” tambahnya.

Menurut Malik Mahmud, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Aceh. Ia berharap, lulusan yang menempuh pendidikan di luar negeri dapat kembali ke tanah air dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Penting untuk melibatkan semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, dalam mewujudkan cita-cita besar ini. Pendidikan yang berkualitas adalah investasi bagi masa depan anak-anak Aceh yang akan membawa daerah ini ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Pemerintah Aceh optimistis kerja sama ini akan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk berkembang di kancah global. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi Aceh yang siap bersaing di tingkat internasional dan membawa perubahan positif bagi daerah mereka.

Editor: Akil

Petani Nilam Aceh Jaya Minta Pemerintah Stabilkan Harga Minyak Nilam

0
Petani nilam. (Foto: Kemenag RI)

NUKILAN.id | CalangAnjloknya harga minyak nilam membuat petani di Aceh Jaya resah. Salah satunya Asradi, seorang petani nilam yang menilai pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, perlu turun tangan untuk menstabilkan harga agar tidak merugikan petani.

Harga minyak nilam yang semula mencapai Rp 1.850.000 per kilogram kini merosot tajam menjadi Rp 800.000 per kilogram. Penurunan drastis ini membuat petani mengalami kerugian besar, sehingga kehadiran pemerintah dianggap sangat diperlukan.

“Di sinilah diperlukan kehadiran pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Perdagangan untuk menstabilkan ke harga yang sesuai,” katanya kepada Nukilan.id pada Senin (24/2/2025).

Menurut Asradi, harga yang ideal untuk minyak nilam saat ini setidaknya berada di angka Rp 1.500.000 per kilogram. Ia menilai angka tersebut lebih sesuai dengan tuntutan ekonomi saat ini, sehingga petani dapat tetap bertahan.

“Setidaknya Rp 1.500.000 per kilo, sesuai tuntutan ekonomi sekarang ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asradi meyakini bahwa jika pemerintah mampu membuat regulasi yang mengatur harga pasar minyak nilam, maka dampaknya akan sangat positif bagi kesejahteraan petani. Bahkan, ia optimistis regulasi yang tepat dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan dalam beberapa tahun ke depan.

“Kalau pemerintah kita mampu membuat regulasi yang mengatur harga pasar minyak nilam, Insya Allah angka kemiskinan akan turun dalam kurun waktu lima tahun,” kata Asradi dengan penuh harap.

Selain regulasi harga, ia juga menyoroti pentingnya sistem klasifikasi kualitas minyak nilam. Menurutnya, pemerintah perlu menetapkan standar kualitas yang jelas untuk minyak nilam, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan, baik petani, agen, maupun eksportir minyak atsiri.

“Demikian juga dengan petani, ketika ada ketentuan harga maka petani harus menjaga kualitas minyak. Bila perlu dibuat juga pengelompokan kualitas minyak sangat bagus, bagus, dan kurang bagus,” paparnya.

Dengan adanya langkah-langkah tersebut, Asradi berharap keseimbangan pasar dapat terjaga. Semua pihak yang terlibat dalam industri minyak nilam, mulai dari petani hingga eksportir, dapat memperoleh manfaat yang adil dan berkelanjutan.

“Sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, baik dari kalangan petani maupun kalangan agen dan perusahaan eksportir minyak atsiri,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Harga Minyak Nilam Anjlok, Petani di Aceh Jaya Merana

0
Kebun Nilam. (Foto: Trubus.id)

NUKILAN.id | Calang – Petani nilam di Aceh Jaya tengah menghadapi tantangan besar akibat anjloknya harga minyak nilam secara drastis. Pada 16 Februari lalu, harga minyak nilam masih bertahan di angka Rp 1.850.000 per kilogram. Namun, hanya dalam beberapa hari, tepatnya pada Senin, 24 Februari, harga kembali merosot tajam menjadi Rp 800.000 per kilogram. Kondisi ini membuat petani resah dan kehilangan gairah.

Asradi, seorang petani nilam di Kecamatan Lhok Kruet, Aceh Jaya, menduga penurunan harga ini bukan sekadar faktor pasar, tetapi juga akibat permainan agen yang mengendalikan harga. Kepada Nukilan.id, pada Senin (24/2/2025) ia mengungkapkan keheranannya terhadap fenomena ini, mengingat permintaan dari luar negeri justru meningkat.

“Sebab kata Rektor Unsyiah, permintaan dari Prancis justru bertambah,” kata Asradi.

Selain itu, ia juga menduga adanya penyebaran isu terkait kualitas minyak nilam yang dianggap rendah. Isu tersebut menyebutkan bahwa kadar Patchouli Alcohol (PA) dalam minyak nilam Aceh menurun akibat panen yang terlalu muda sehingga ditolak oleh pasar global.

“Padahal minyak nilam Aceh kualitas terbaik,” tegasnya.

Meski begitu, Asradi tidak menampik bahwa ada beberapa petani yang memang memanen nilam di bawah usia tanam lima bulan. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh dinamika harga yang terus berfluktuasi di pasaran.

“Salah satu penyebabnya adalah petani mengejar harga, karena harga di pasaran naik-turun secara signifikan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ketidakstabilan harga sering kali membuat petani dilanda kecemasan. Ketika harga turun secara drastis seperti yang terjadi saat ini, banyak petani yang khawatir akan kerugian yang lebih besar jika menunda panen.

“Nah, ketika mengalami penurunan, kebanyakan petani was-was, karena harga nilam ini kan bisa turun di luar nalar, contohnya sekarang ini,” ungkapnya.

Asradi pun menilai bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perdagangan, perlu turun tangan untuk menstabilkan harga minyak nilam agar tidak merugikan petani.

“Di sinilah diperlukan kehadiran pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Perdagangan untuk menstabilkan ke harga yang sesuai. Setidaknya Rp 1.500.000 per kilo, sesuai tuntutan ekonomi sekarang ini,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Bus Trans Koetaradja Kembali Beroperasi, Tambah Tiga Rute Baru

0
Bus Transkoetaradja. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar baik bagi masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar, layanan Bus Trans Koetaradja kembali beroperasi mulai Selasa (25/2) besok. Sebanyak 14 rute akan kembali melayani mobilitas warga secara bertahap, dengan tiga di antaranya merupakan rute baru yang memperluas jangkauan layanan.

Pengoperasian kembali Trans Koetaradja ini sejalan dengan arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang menekankan pentingnya layanan publik, termasuk transportasi umum. Dinas Perhubungan Aceh telah merampungkan proses administrasi kerja sama dengan operator bus dan melakukan berbagai persiapan teknis untuk memastikan kelancaran operasional.

“Kami telah melakukan inspeksi keselamatan (rampcheck) terhadap armada bus serta pengecekan halte agar fasilitas ini dalam kondisi prima dan nyaman digunakan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal.

Pada tahap awal, bus akan melayani empat rute utama, yakni Pusat Kota – Darussalam, Pusat Kota – Blang Bintang via Lambaro, Pusat Kota – Lambaro via Lueng Bata, serta rute khusus Kopelma Darussalam (Trans Campus). Jika tidak ada kendala, layanan penuh dengan 14 rute diharapkan bisa beroperasi mulai Rabu (26/2).

Yang lebih menggembirakan, layanan Trans Koetaradja tetap gratis bagi masyarakat karena masih mendapat dukungan anggaran dari Pemerintah Aceh (APBA).

“Pembebasan biaya terhadap pengguna jasa Trans Koetaradja ini kita harapkan dapat meringankan pengeluaran masyarakat untuk biaya transportasi,” kata Teuku Faisal.

Layanan bus ini juga akan tetap beroperasi selama bulan Ramadan, sehingga masyarakat bisa menggunakannya untuk berbagai aktivitas, mulai dari perkuliahan, ibadah, wisata, hingga keperluan ekonomi lainnya.

Tahun ini, tiga rute baru ditambahkan untuk menjangkau lebih banyak pengguna, yakni rute Darussalam – Pasar Lam Ateuk, rute Pusat Kota – Lampaseh – Lambung, serta rute Keudah – Pasar Al Mahirah.

“Perluasan wilayah yang dilayani ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan Trans Koetaradja sehingga semakin mudah diakses,” pungkas Teuku Faisal.

Dengan tambahan rute dan perbaikan layanan, diharapkan Trans Koetaradja semakin menjadi pilihan utama bagi warga Banda Aceh dan Aceh Besar dalam bertransportasi sehari-hari.

Editor: Akil

Manfaat Pembekalan Lemhannas bagi Kepala Daerah, Ini Kata Alumni

0
Alumni Lemhanas, Nicholas Siagian. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Jakarta – Pembekalan kepemimpinan yang diberikan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) kepada kepala daerah dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat kepemimpinan di tingkat regional. Namun, seberapa konkret manfaat yang bisa diperoleh dari program ini?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Nukilan.id menghubungi Nicholas Martua Siagian, Alumni Lemhannas. Ia menyampaikan bahwa tidak ada ukuran konkret yang bisa digunakan. Namun, menurutnya, pembekalan ini tetap memiliki nilai penting bagi para kepala daerah.

“Memang tidak ada yang bisa diukur secara konkret, namun retret seharusnya menjadi bekal semakin memantapkan diri sebagai pemimpin di berbagai daerah, utamanya adalah agar tetap setia pada empat konsensus berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa kepala daerah memiliki peran strategis dalam menjalankan kebijakan pemerintah pusat di tingkat daerah. Oleh karena itu, pembekalan yang mereka terima di Lemhannas diharapkan dapat memperkuat pemahaman mereka tentang tugas tersebut.

“Bahwa pemerintah daerah adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat untuk menyelenggarakan pelayanan publik dan pembangunan, sehingga bisa sampai ke masyarakat,” tambahnya.

Dengan demikian, meskipun tidak dapat diukur secara konkret, pembekalan dari Lemhannas tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat kepemimpinan kepala daerah serta memastikan arah kebijakan daerah selaras dengan kepentingan nasional. (xrq)

Reporter: Akil

Retret Kepala Daerah di Magelang, Seberapa Penting?

0
Retret Kepala Daerah di Magelang. (Foto: g-news.id)

NUKILAN.id | Jakarta – Sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah mengikuti retret kepemimpinan yang berlangsung selama sepekan di Akademi Militer Magelang. Kegiatan ini bertujuan memperkuat soliditas dan kesiapan kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan. Selain itu, retret juga menjadi ajang pembekalan visi kepemimpinan nasional, peningkatan sinergi dengan pemerintah pusat, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif.

Selama kegiatan, para peserta mengikuti jadwal ketat yang dimulai sejak pagi hari dengan olahraga bersama, apel, hingga sesi pembekalan yang diberikan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dan sejumlah menteri. Materi yang disampaikan mencakup efisiensi anggaran, tugas pokok kepala daerah, serta isu strategis seperti ketahanan pangan dan pendidikan.

Namun, di balik tujuan mulia tersebut, retret ini menuai kritik. Banyak pihak mempertanyakan relevansi kegiatan ini, mengingat pemerintah gencar mengimbau penghematan anggaran, tetapi justru menggelar acara yang dinilai kurang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Untuk menggali lebih dalam, Nukilan.id mewawancarai Nicholas Martua Siagian, Alumni Lemhannas, guna mendapatkan perspektif terkait urgensi retret bagi kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.

“Kalau dipelajari dari sisi terminologi, retret itu kan artinya menarik diri sejenak dari rutinitas untuk mendekatkan diri dengan Tuhan,” kata Nicholas pada Senin (24/2/2025).

Menurutnya, makna retret seharusnya tidak hanya sebatas penguatan visi kepemimpinan, tetapi juga harus menjadi momen refleksi spiritual bagi kepala daerah.

“Nah, artinya retret kalau dikaitkan dengan kegiatan kepala daerah yang dilaksanakan di Akademi Militer Magelang, seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan melalui pembelajaran jasmani dan rohani, sebagai bekal memimpin daerah dengan integritas,” lanjutnya.

Dengan demikian, retret ini diharapkan dapat membentuk pemimpin yang benar-benar bekerja demi rakyat, bukan demi kepentingan kelompok tertentu. Nicholas menegaskan bahwa pendidikan kepemimpinan semacam ini tetap memiliki urgensi.

“Jadi, mereka benar-benar bekerja untuk rakyat bukan untuk penguasa, untuk ketua partai, maupun kepentingan segelintir orang,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai pentingnya retret bagi kepala daerah, Nicholas memberikan analogi menarik.

“Tentu penting, jangankan kepala daerah, Aparatur Sipil Negara saja ada pendidikannya di BPSDM sebelum benar-benar disumpah menjadi aparatur negara. Apalagi, kepala daerah, sebagai top level di masing-masing daerahnya,” ungkapnya.

Meski demikian, kritik terhadap anggaran yang digunakan untuk kegiatan ini tetap menjadi perdebatan. Masyarakat berharap, selain pembekalan kepemimpinan, retret ini juga dapat menghasilkan kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan publik. (XRQ)

Reporter: Akil

Pemerintah Aceh Cairkan Gaji Tenaga Kontrak Besok, Ekonomi Rakyat Diharapkan Bergerak

0
Ilustrasi Gaji (Foto: infobanknews.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar gembira bagi tenaga kontrak di Aceh. Pemerintah Aceh memastikan gaji mereka akan dicairkan besok, setelah seluruh Surat Keputusan (SK) rampung. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) segera menyelesaikan administrasi tenaga kontrak agar pembayaran upah tidak tertunda.

Permintaan tersebut disampaikan Fadhlullah saat memimpin apel pada Senin (24/2/2025). Ia menegaskan bahwa pencairan gaji ini bertujuan untuk memastikan roda ekonomi masyarakat bawah tetap berputar, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

“Hari ini Alhamdulillah semua SKPA sudah menyelesaikan seluruh SK tenaga kontrak, dan besok kita pastikan mereka bisa menerima upah guna menyambut bulan suci Ramadhan,” ujar Fadhlullah dalam keterangan tertulisnya.

Menurutnya, pembayaran gaji tenaga kontrak akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama dalam menghadapi tradisi meugang, yang biasanya meningkatkan permintaan bahan pokok di Aceh.

Selain itu, Fadhlullah mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya yang bertugas di SKPA terkait, untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok di pasaran. Ia juga menekankan pentingnya kelancaran transportasi umum menjelang Ramadhan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam beraktivitas.

“Sebagaimana disampaikan Pak Gubernur pada hari pelantikan, kehadiran kami bukan untuk menyusahkan rakyat, tapi untuk memudahkan seluruh rakyat Aceh,” tegasnya.

Fadhlullah juga menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat kecil harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memperlancar distribusi kebutuhan pokok akan membantu rakyat dalam menghadapi bulan suci dengan lebih tenang.

“Kita harus pastikan bagaimana rakyat kecil bisa tenang, selalu yang dipesankan Pak Prabowo, kalau rakyat kecil tersenyum, kami pimpinan pasti bahagia,” pungkasnya.

Editor: Akil

Retret Kepala Daerah Dikritik Boros Anggaran, Ini Tanggapan Pakar Kebijakan

0
Retret Kepala Daerah. (Foto: Herald Jateng)

NUKILAN.id | Jakarta – Retret kepala daerah yang baru-baru ini digelar mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Kritik yang mencuat menyebutkan bahwa acara tersebut dinilai hanya membuang anggaran, terutama di tengah kebijakan efisiensi yang sedang diterapkan pemerintah. Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Indonesia, Nicholas Siagian, mengungkapkan pandangannya.

Menurutnya, kritik publik muncul karena ada ketidaksesuaian antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan.

“Sebenarnya kritik masyarakat itu terjadi karena di satu sisi memberikan instruksi efisiensi anggaran, di satu sisi menyelenggarakan retret kepala daerah,” ungkapnya kepada Nukilan.id pada Senin (24/2/2025).

Ketidakkonsistenan kebijakan ini, lanjut Nicholas, membuat publik semakin mempertanyakan penggunaan anggaran negara.

“Artinya, apa yang diatur dan apa yang dijalankan saling bertabrakan,” tambahnya.

Tak hanya itu, kritik terhadap retret ini juga tak lepas dari kekecewaan masyarakat terhadap pemotongan anggaran di berbagai sektor strategis.

“Apalagi, publik akhirnya fokus kepada anggaran pelaksanaan kegiatan ini juga bentuk meluapkan emosi atas wacana pemotongan anggaran yang terjadi beberapa sektor penting, seperti pendidikan, infrastruktur, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Namun demikian, Nicholas menekankan bahwa retret ini seharusnya dimanfaatkan sebagai ajang bagi kepala daerah untuk memahami tugas dan fungsinya secara lebih mendalam.

“Sekali lagi, retret ini seharusnya menjadi momentum bagi masing-masing kepala daerah mempelajari tupoksinya, apa saja tugas kepala daerah, bagaimana koordinasi dari kabupaten/kota kepada provinsi, provinsi ke Kemendagri, dan kementerian/lembaga lainnya,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak malah memperkuat sentralisasi pemerintahan, melainkan justru mendorong daerah untuk lebih mandiri dalam mengambil kebijakan.

“Satu lagi, harapannya retret ini juga bukan membuat pemerintah daerah semakin tersentralisasi, namun semakin memantapkan pemerintah daerah menjalankan otonomi daerah, artinya kepala daerah bisa berinovasi sesuai dengan kebutuhan daerah masing-masing,” pungkasnya.

Kritik terhadap penyelenggaraan retret ini menjadi pengingat bagi pemerintah untuk lebih transparan dalam penggunaan anggaran dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil selaras dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil

Aliansi BEM NKRI Geruduk KPK, Desak Pengusutan Kasus Penambahan Reses DPD RI

0
Aliansi BEM NKRI Geruduk KPK. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Suasana di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (24/2) pagi mendadak riuh. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM NKRI menggelar aksi demonstrasi untuk mendesak KPK segera mengusut dugaan penyalahgunaan keuangan negara oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI terkait penambahan jumlah reses pada tahun 2024.

Aksi ini bermula pukul 10.00 WIB dan diikuti sekitar 50 mahasiswa yang telah lebih dulu melayangkan surat pemberitahuan kepada Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, pada Jumat (21/2). Mereka menegaskan aksi ini akan berlangsung damai dan tertib, namun dengan pesan yang tajam dan jelas: meminta KPK bertindak tegas terhadap dugaan penyimpangan anggaran yang berpotensi merugikan negara hingga puluhan miliar rupiah.

Dalam pernyataan tertulisnya, Komite Aksi Aliansi BEM NKRI menyoroti keputusan Pimpinan DPD RI yang mengadakan dua kali reses dalam periode Oktober hingga Desember 2024. Menurut mereka, kebijakan ini bertentangan dengan tiga undang-undang, yakni UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3), UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN, serta UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.

Koordinator Lapangan aksi, Kevin Simamora, yang juga menjabat sebagai Presiden Mahasiswa Universitas Jayabaya, menegaskan bahwa langkah DPD RI bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga berpotensi memperkaya diri atau kelompok tertentu.

“Kami sudah menelusuri pola reses DPR dan DPD dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, DPR RI hanya melaksanakan satu kali reses dalam periode Oktober hingga Desember. Tetapi yang terjadi di DPD RI pada tahun 2024 ini justru anomali. Mereka melaksanakan dua kali reses dalam periode yang sama, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini jelas bukan kesalahan teknis, tetapi ada unsur kesengajaan yang berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas Kevin.

Dalam aksi tersebut, Aliansi BEM NKRI juga menyerahkan bukti-bukti yang mereka klaim memperkuat dugaan penyalahgunaan anggaran oleh pimpinan DPD RI.

“Kami tidak datang hanya untuk berorasi atau sekadar protes. Kami telah menyerahkan bukti-bukti bahwa reses DPD dilakukan dua kali dalam periode yang sama, berbeda dengan DPR RI yang hanya satu kali. Ini bukan sekadar opini, tetapi ada fakta konkret yang bisa diverifikasi oleh KPK,” ujar Kevin.

Selain menuntut pengusutan kasus ini, mereka juga mendesak agar dana reses tambahan yang telah dicairkan bisa dikembalikan kepada negara. Aliansi BEM NKRI juga menyerukan agar KPK lebih aktif dalam mengawasi keuangan negara, terutama yang berkaitan dengan lembaga legislatif.

Tidak hanya mahasiswa, aksi ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil. Salah satu figur yang turut hadir adalah Bona Paputungan, seniman yang dikenal dengan lagu-lagu bertema antikorupsi. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam aksi ini.

“Bung Bona membakar semangat mahasiswa dan seluruh peserta aksi dengan lagu-lagunya yang selalu membawa pesan kuat tentang pentingnya melawan korupsi. Kami percaya seni juga bisa menjadi alat perjuangan dalam membangkitkan kesadaran publik,” kata Kevin.

Aliansi BEM NKRI menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga ada langkah nyata dari KPK. Mereka berharap aksi ini menjadi titik balik dalam pengelolaan keuangan negara yang lebih transparan dan berintegritas.

Editor: Akil

Wakil Bupati Aceh Jaya Pimpin Apel Perdana, Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

0
Wakil Bupati Aceh Jaya Pimpin Apel Perdana, Ajak ASN Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik. (Foto: MC Aceh Jaya)

NUKILAN.id | Calang – Wakil Bupati Aceh Jaya, Muslem D, memimpin apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya pada Senin, 24 Februari 2025. Apel yang digelar di halaman Kantor Bupati Aceh Jaya ini dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Jaya, para Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPK, Direktur RSUD Kabupaten Aceh Jaya, para Kepala Puskesmas, kepala BPP, serta seluruh ASN.

Dalam amanatnya, Muslem D menegaskan bahwa apel ini menjadi momentum penting untuk memperkuat disiplin, tanggung jawab, serta dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Peningkatan etos kerja dan efisiensi anggaran adalah kunci utama dalam mewujudkan visi dan misi kepemimpinan kita yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan, kesejahteraan masyarakat, serta pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Muslem D juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk bekerja sama demi mewujudkan Aceh Jaya yang lebih maju dan sejahtera. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan pemerintah, agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal dan mengetahui penggunaan anggaran negara.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk bersatu, bersinergi, dan bekerja keras bersama-sama mewujudkan Aceh Jaya yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih mandiri.”

Ia berharap ASN di Kabupaten Aceh Jaya terus berinovasi dan bekerja keras demi kemajuan daerah. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, diharapkan pelayanan publik semakin baik dan pembangunan daerah dapat berjalan dengan optimal.

“Saya mengajak seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk tetap menjaga semangat pengabdian, bekerja dengan tulus, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai,” tutupnya.

Apel perdana ini menjadi momentum bagi ASN untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih baik. Selain itu, apel ini juga diharapkan dapat mempererat sinergi antar perangkat daerah dalam mendukung program pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Aceh Jaya.

Editor: Akil