Beranda blog Halaman 560

MK Tolak Tiga Permohonan Sengketa Pilkada 2024 di Aceh, Dua Lainnya Lanjut ke Persidangan

0
Gedung Mahkamah Konstitusi. (Foto: Hukum Online)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mahkamah Konstitusi (MK) menolak tiga dari lima permohonan perselisihan hasil pemilihan (PHP) kepala daerah 2024 di Aceh. Sementara itu, dua permohonan lainnya diterima dan akan berlanjut ke tahap pembuktian serta pemeriksaan saksi.

“Berdasarkan putusan MK yang kami terima, ada tiga permohonan PHP pada Pilkada 2024 dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh ditolak atau dismissal. Sedangkan dua permohonan lain diterima dan persidangannya dilanjutkan,” ujar Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Provinsi Aceh, Ahmad Mirza Safwandy, Kamis, (6 /2/2025).

Adapun tiga permohonan yang ditolak berasal dari Kota Lhokseumawe dan Kota Langsa. Permohonan pertama diajukan oleh pasangan calon Ismail dan Azhar Mahmud terkait sengketa Pilkada Kota Lhokseumawe. Sementara itu, dua permohonan lainnya berasal dari Kota Langsa, masing-masing diajukan oleh pasangan calon Maimul Mahdi dan Nur Zahri, serta calon wali kota Fazlun Hasan. MK menyatakan ketiganya tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke tahap persidangan.

Sebaliknya, dua permohonan yang diterima berasal dari Kabupaten Aceh Timur dan Kota Sabang.

“Dua permohonan lainnya dinyatakan diterima oleh MK dan akan memasuki tahap persidangan lebih lanjut. Kedua permohonan ini berasal dari Kabupaten Aceh Timur dan Kota Sabang,” jelas Safwandy.

Lebih lanjut, permohonan dari Kabupaten Aceh Timur diajukan oleh pasangan calon Sulaiman dan Abdul Hamid, sementara permohonan dari Kota Sabang diajukan oleh pasangan calon Ferdiansyah dan Muhammad Isa. Keduanya akan memasuki tahap pemeriksaan dan pembuktian.

“Permohonan yang diterima tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan dan pembuktian,” ujarnya.

Dengan putusan ini, proses sengketa Pilkada di Aceh masih berlanjut bagi dua daerah, sementara tiga lainnya harus menerima hasil yang telah ditetapkan. Keputusan MK ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi politik di Aceh.

Editor: Akil

Tengku Abrar Zym Jadi Khatib di Masjid Raya Baiturrahman, Bahas Keberkahan Negeri

0
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. (Foto: Disbudpar Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Barat, Tengku Abrar Zym, menjadi khatib Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Jumat (7/2/2025). Dalam khutbahnya yang bertajuk Keberkahan Sebuah Negeri, ia menyoroti makna keberkahan dalam kehidupan dan bagaimana suatu negeri bisa memperoleh atau kehilangan berkah tersebut.

Amatan Nukilan.id, Awalnya Tengku Abrar Zym menjelaskan bahwa secara bahasa, kata berkah berasal dari bahasa Arab barakah, yang berarti nikmat atau karunia dari Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. Menurut Imam al-Ghazali, berkah adalah ziyadah al-khair, yakni bertambahnya nilai kebaikan.

Ia juga menukil pendapat Imam Nawawi yang menyatakan bahwa berkah adalah kebaikan yang melimpah, tumbuh, berkembang, dan abadi.

“Para ulama menjelaskan bahwa berkah mencakup segala sesuatu yang banyak dan melimpah, baik secara material maupun spiritual, seperti keamanan, ketenangan, kesehatan, dan rezeki,” katanya.

Negeri yang Penuh Berkah

Dalam khutbahnya, Tengku Abrar menekankan bahwa keberkahan adalah kondisi yang diinginkan oleh semua hamba yang beriman.

“Dengan keberkahan, penduduk suatu negeri akan hidup dalam kedamaian, kesejahteraan, kemakmuran, dan kebahagiaan,” jelasnya.

Ia kemudian mengisahkan tentang negeri Saba’, yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik dan Tuhan yang Maha Pengampun).

“Negeri Saba’ pada waktu itu adalah negeri yang subur, indah, dan penuh berkah, serta penduduknya senantiasa bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.”

Menurut penjelasan Imam Ibnu Katsir, lanjutnya, negeri Saba’ menikmati kelimpahan dalam segala aspek kehidupan, mulai dari kelapangan rezeki hingga kesehatan dan keamanan.

“Bahkan, menurut tafsir Ibnu Zaid, tidak pernah ada nyamuk, lalat, kutu, atau binatang berbahaya di daerah tersebut, karena cuaca yang baik, alam yang sehat, dan perlindungan dari Allah,” ungkapnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa ketika penduduk negeri Saba’ berpaling dari syariat dan perintah Allah, bencana besar pun datang menimpa mereka.

“Ini menjadi pelajaran penting bahwa bersyukur kepada Allah adalah kunci keberkahan,” kata Tengku Abrar.

Pentingnya Agama dalam Keberkahan Negeri

Dari kisah negeri Saba’ yang sebelumnya indah dan penuh berkah, Tengku Abrar mengajak jemaah untuk mengambil hikmah.

“Banyak negara yang hancur karena melalaikan agama dan menentang perintah Tuhan,” pungkasnya.

Sebagai penutup khutbah, ia mengingatkan para jemaah bahwa sejarah telah membuktikan bahwa keberkahan datang kepada mereka yang beriman dan bertakwa. Allah pun menjanjikan akan menghilangkan rasa lapar serta ketakutan bagi umat yang tunduk kepada-Nya, sebagaimana tertuang dalam QS. Quraisy ayat 3-4.

“Semoga negeri kita selalu dalam lindungan Allah SWT, terhindar dari bencana dan malapetaka. Semoga kita semua senantiasa diberkahi dan dijaga dalam kebaikan,” tutupnya. (XRQ)

Reporter: Akil

BI Aceh Bersama Perguruan Tinggi Bahas Penyempurnaan Program Beasiswa Tahun 2025

0
Bank Indonesia Provinsi Aceh mengadakan pertemuan bersama pimpinan perguruan tinggi. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan perguruan tinggi untuk membahas evaluasi program beasiswa yang akan disalurkan pada tahun 2025. 

Kegiatan yang dihadiri pimpinan dari tujuh universitas di Aceh ini berlangsung di Aula Kantor Bank Indonesia Provinsi Aceh, Banda Aceh, pada Jum’at (7/2/2025).

Kepala BI Aceh, Agus Chusaini menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan terkait program beasiswa yang diberikan oleh BI. “Kami ingin mencari masukan dari teman-teman perguruan tinggi mengenai program beasiswa ini, apakah ada yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan,” kata Agus kepada Nukilan.

Agus menjelaskan, proses seleksi beasiswa dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi. BI meminta usulan nama mahasiswa yang memenuhi syarat dari kampus-kampus yang bekerja sama, kemudian dilakukan seleksi lebih lanjut, termasuk wawancara dan penilaian akademik. Namun, karena keterbatasan anggaran, jumlah penerima beasiswa dibatasi sesuai kuota yang telah ditentukan.

“Tahun ini ada tujuh perguruan tinggi yang menerima beasiswa, yaitu Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Universitas Teuku Umar, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Abulyatama, dan Politeknik Aceh,” ujarnya.

Agus juga menyebutkan bahwa untuk tahun 2024, BI telah menetapkan kuota penerima beasiswa di berbagai kampus, seperti USK yang menerima 100 mahasiswa. Sementara untuk tahun 2025, jumlah penerima masih dalam tahap evaluasi dan akan bergantung pada anggaran yang tersedia.

Sementara itu, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, IPU, menyampaikan apresiasi kepada BI atas kontribusinya dalam dunia pendidikan di Aceh. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian BI terhadap mahasiswa kami, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. 

Beasiswa ini sangat membantu mereka dalam menyelesaikan studi,” ujarnya.

Selain bantuan dana pendidikan, program beasiswa BI juga mencakup pengembangan soft skill bagi mahasiswa, seperti pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, public speaking, dan komunikasi. 

“Kami berharap ke depannya BI juga dapat menambahkan program magang agar mahasiswa lebih siap memasuki dunia kerja,” tambah Prof. Marwan.

Terkait kemungkinan penambahan kuota beasiswa untuk 2025, pihak USK masih menunggu keputusan dari BI. “Harapan kami tentu ada penambahan. Mudah-mudahan BI memiliki anggaran lebih sehingga bisa berbagi dengan lebih banyak mahasiswa di Aceh,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

MIN 6 Banda Aceh Pertahankan Gelar Juara Umum di Marssal XI

0
MIN 6 Banda Aceh Pertahankan Gelar Juara Umum di Marssal XI. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – MIN 6 Banda Aceh kembali menorehkan prestasi gemilang dengan mempertahankan gelar Juara Umum dalam ajang Madrasah for Religion, Science, Sport, Art, and Language (Marssal) XI. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh MTsN 1 Model Banda Aceh pada 3-6 Februari 2025 dan diikuti oleh sekolah-sekolah dari Banda Aceh dan Aceh Besar, mulai tingkat SD/MI hingga SMP/MTs.

Dalam kategori SD/MI, MIN 6 Banda Aceh menunjukkan dominasinya dengan meraih juara di 10 cabang perlombaan. Prestasi yang mereka raih antara lain Juara 1 Olimpiade IPA, Juara 1 Olimpiade Matematika, Juara 1 Spelling Bee, Juara 1 Pidato Bahasa Inggris, Juara 2 Melukis, Juara 2 Pidato Bahasa Arab, Juara 2 Cerdas Cermat, Juara 3 Olimpiade IPA, Juara 3 Pidato Bahasa Arab, serta Juara 3 Rebana dan Badminton Putri. Dengan pencapaian tersebut, MIN 6 Banda Aceh berhasil mengumpulkan poin tertinggi dan mengamankan kembali gelar juara umum.

Kepala Madrasah, Bukhari, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan yang diraih oleh peserta didiknya.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras para pelatih, pendamping, serta peserta didik yang telah berusaha maksimal hingga kita bisa kembali meraih Juara Umum. Meskipun saya baru menjabat sebagai kepala madrasah di sini, saya sangat bangga dengan semangat dan dedikasi seluruh warga madrasah,” ujarnya.

Selain itu, Bukhari juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga madrasah dan wali murid yang telah memberikan dukungan penuh. Peran serta mereka dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peserta didik untuk berkembang dan berprestasi.

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan posisi MIN 6 Banda Aceh sebagai salah satu madrasah unggulan di wilayahnya. Diharapkan, pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus mengasah kemampuan di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik, serta membawa nama baik madrasah ke tingkat yang lebih tinggi.

Editor: Akil

Perpustakaan Wilayah Aceh Dikunjungi 187.581 Orang Sepanjang 2024, Melebihi Target Tahunan

0
Perpustakaan Wilayah Aceh Dikunjungi 187.581 Orang Sepanjang 2024. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perpustakaan Wilayah Aceh mencatat lonjakan jumlah pengunjung sepanjang tahun 2024 dengan total 187.581 orang, melampaui target tahunan yang sebelumnya ditetapkan sebesar 170.000 pengunjung. Berbagai inovasi layanan dan program literasi menjadi faktor utama peningkatan ini.

Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Wilayah Aceh, Zulfadli, mengungkapkan bahwa salah satu program unggulan yang berkontribusi terhadap meningkatnya jumlah kunjungan adalah Mini Teater Library.

“Tahun ini kami menambah beberapa kegiatan baru, Mini Teater Library yang memutar film dokumenter dan edukasi. Pengunjung yang datang untuk menonton film biasanya juga berkeliling ke berbagai ruang perpustakaan, sehingga meningkatkan angka kunjungan,” katanya, Kamis (6/2/2025).

Mini Teater Library yang mulai diresmikan pada akhir 2024 ini berlokasi di lantai III gedung perpustakaan dan menayangkan film setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 14.00 WIB dengan kapasitas maksimal 75 orang.

Selain menghadirkan fasilitas hiburan edukatif, Perpustakaan Wilayah Aceh juga mengadakan berbagai kegiatan inklusi sosial yang mendorong peningkatan kunjungan.

“Kita meningkatkan kegiatan inklusi sosial di tahun ini. Kita juga ada ruang inkubator bisnis dan klinik inklusi sosial. Dua kegiatan ini yang tampaknya meningkatkan jumlah pengunjung,” ujar Zulfadli.

Program inklusi sosial ini mencakup pelatihan keterampilan, diskusi, dan bimbingan usaha bagi pemula. Program tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas perpustakaan tidak hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai pusat pengembangan diri.

Dari segi layanan peminjaman, Perpustakaan Wilayah Aceh mencatat 11.464 transaksi dengan total 11.505 judul buku yang dipinjam sepanjang tahun 2024. Sementara itu, jumlah anggota aktif juga mengalami peningkatan signifikan, dari 34.550 orang pada awal tahun menjadi 39.884 anggota di akhir tahun.

Selain layanan fisik, perpustakaan ini juga mengembangkan akses digital melalui aplikasi i-Pustaka Aceh yang kini memiliki koleksi 14.000 judul buku. Sepanjang tahun 2024, sebanyak 7.185 orang telah terdaftar sebagai member, dengan 2.707 orang di antaranya aktif meminjam buku secara digital.

Di sisi lain, layanan perpustakaan keliling (pusling) juga mengalami lonjakan pengunjung. Sepanjang 2024, layanan ini menjangkau 19.501 pengunjung, meningkat dari 14.442 pengunjung pada tahun sebelumnya.

Pusling hadir secara rutin setiap Sabtu dan Minggu di Lapangan Blang Padang, Stadion Harapan Bangsa, dan Gelanggang Mahasiswa, serta atas permintaan khusus dari sekolah, yayasan, atau komunitas pada hari-hari lain.

Dengan berbagai inovasi dan program literasi yang terus berkembang, Perpustakaan Wilayah Aceh semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat literasi dan edukasi bagi masyarakat Aceh.

Editor: Akil

Rumah Tenun Mutiara Songket Aceh Besar Terima Kunjungan BI Pusat

0
Rombongan Bank Indonesia pusat saat mengunjungi Rumah Tenun Mutiara Songket di Aceh Besar, pada Kamis 6 Februari 2025. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Aceh Besar  – Rombongan Bank Indonesia (BI) Pusat mengunjungi Rumah Tenun Mutiara Songket di Gampong Krueng Kalee, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Kamis (6/2/2025). Kunjungan ini untuk melihat langsung perkembangan UMKM binaan BI Aceh yang telah diresmikan pada Juli 2024 lalu.

“Kami memiliki berbagai motif songket, termasuk motif pintu Aceh. Yang terbaru adalah songket menggunakan benang sulam,” kata Sekretaris Rumah Tenun Mutiara Songket, Ira Mutiara kepada Nukilan.

Menurut Ira, harga songket yang dijual bervariasi mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta, tergantung kualitas, cara penenunan, dan modelnya. Pemasaran produk dilakukan secara online maupun offline dengan jangkauan pasar yang cukup luas mencakup Jakarta, Palembang, hingga Papua.

Salah satu prestasi Rumah Tenun Mutiara Songket adalah karyanya yang dipakai oleh artis Ariel Tatum di Paris melalui desainer Didiet Maulana. “Desainer Didiet Maulana yang datang langsung kesini untuk membeli kain, lalu di-design dan dipakai Ariel Tatum di Paris,” jelasnya.

Rumah tenun yang merupakan generasi kedua ini memiliki sejarah panjang sejak 1977. “Awalnya ibu saya adalah murid Nyakmu dan menenun sendiri di rumah tanpa bantuan. Pada 2019, BI dan Dekranas Aceh Besar mulai membina kami dengan memberikan pelatihan,” tutur Ira.

Ira menambahkan, Rumah Tenun Mutiara Songket saat ini mempekerjakan 10 orang pengrajin yang merupakan warga lokal. “Kami merekrut ibu-ibu rumah tangga di sini untuk meningkatkan pendapatan mereka,” tambahnya.

Untuk diketahuim Rumah Tenun Mutiara Songket diresmikan oleh Bank Indonesia Provinsi Aceh bersama Dekranasda Aceh pada 20 Juli 2024. Peresmian ini merupakan bagian dari program sosial Bank Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sektor UMKM di Aceh.

Reporter: Rezi

Donor Rutin Tahap Pertama 2025, DPKA Sumbang 23 Kantong Darah

0
Donor Rutin Tahap Pertama 2025, DPKA Sumbang 23 Kantong Darah. (Foto: Arpus)

NUKILAN.id | BANDA ACEH – Aparatur Sipil Negara di Jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh sukses menyumbangkan 23 kantong darah, pada Donor Darah Rutin Pemerintah Aceh tahap pertama tahun 2025. Donor berlangsung di halaman DPKA, Jum’at (7/2/2025).

Sekretaris DPKA Zulkifli, yang hari ini turut berdonor menjelaskan, jajaran DPKA akan terus mendukung kegiatan sosial Pemerintah Aceh ini demi menjaga ketersediaan stok darah di Unit Transfusi Darah PMI Kota Banda Aceh.

“Sesuai instruksi Pak Edi Yandra selaku Kepala DPKA, jajaran ASN baik para PNS, PPPK maupun tenaga kontrak, berkomitmen terus mendukung program donor darah massal Pemerintah Aceh. Alhamdulillah, hari ini kami berhasil menyumbangkan 23 kantong darah,” ujar Zulkifli.

Sekdis menambahkan, DPKA siap menyukseskan kegiatan sosial massal yang dilakukan rutin setiap tahun ini dan siap menyumbangkan lebih banyak lagi darah di tahap selanjutnya.

“Target awal kami 52 kantong, namun 29 calon pendonor kami tidak bisa berdonor karena sejumlah alasan. Ada yang kurang darah, kurang hb serta beberapa alasan medis lainnya. Insya Allah, tahap selanjutnya kami akan menyumbangkan lebih banyak lagi,” pungkas Zulkifli.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Resmikan Galeri Seuramoe Dekranasda, Dorong UMKM dan Digitalisasi

0
Pj Gubernur Aceh Resmikan Galeri Seuramoe Dekranasda. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA., M.Si., meresmikan Galeri Seuramoe Dekranasda Aceh di Kompleks Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, pada Kamis (6/2/2025). Peresmian ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan industri kerajinan lokal serta upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aceh agar lebih maju dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Safrizal menekankan pentingnya pengelolaan galeri agar semakin menarik bagi wisatawan dan pembeli. Ia mengungkapkan, perbaikan interior terus dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan estetis.

“Kita memulai (renovasi) dari awal, lalu terus menyempurnakan. Ini sudah ketiga kalinya saya berkunjung, artinya saya memberi atensi. Interiornya terus kita benahi agar tampilannya semakin menarik, sehingga orang mau datang dan menghabiskan uangnya di sini,” ujarnya.

Safrizal menyoroti peran besar UMKM dalam perekonomian nasional. Menurutnya, sektor ini berkontribusi sekitar 61–63 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menjadi tulang punggung ketahanan ekonomi, terutama dalam menghadapi krisis.

“Indonesia dibangun di atas UMKM. Saat krisis ekonomi, sektor inilah yang tetap bertahan. Jika UMKM berjalan, maka tidak ada pengangguran. Sumber daya manusia Aceh ini hebat, kita hanya perlu memberikan kesempatan dan peluang,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya Aceh beralih dari ketergantungan terhadap ekspor sumber daya alam menuju penguatan industri kreatif dan intelektual.

“Singapura mengekspor produk kerajinan hingga 41 persen, Thailand 29 persen, sementara Indonesia baru mencapai 15,7 persen. Artinya, kita masih harus bekerja keras,” kata Safrizal.

Sebagai upaya konkret mendukung UMKM, Safrizal mengusulkan kebijakan penggunaan produk lokal di kalangan pegawai pemerintah.

“Setiap Kamis, pegawai kita bisa diwajibkan memakai batik khas Aceh. Ada sekitar 20 ribu pegawai, jika mereka menggunakan batik Aceh, maka UMKM akan terus berproduksi,” ujarnya.

Selain mengembangkan galeri fisik, Safrizal juga bercita-cita agar Dekranasda Aceh berkembang menjadi marketplace digital yang mempertemukan pengrajin dengan pembeli.

“Kita harus membuat Dekranasda menjadi platform digital yang mempertemukan pengrajin dengan pembeli. Tidak semua orang bisa datang ke sini, tapi mereka tetap bisa membeli produk kerajinan Aceh secara online,” katanya.

Sebagai langkah strategis lainnya, Safrizal menginstruksikan agar produk Dekranasda dijadikan sebagai buah tangan resmi bagi tamu-tamu pemerintah. “Dengan cara ini, uang akan terus berputar di masyarakat dan para pengrajin bisa merasakan dampaknya,” ujarnya.

Peran Dekranasda Aceh

Penjabat Ketua Dekranasda Aceh, Hj. Safriati, dalam kesempatan yang sama mengisahkan perjalanan panjang Dekranasda Aceh. Sejak berkantor di Peunayong pada tahun 1990 dan hanya menampilkan kerajinan bordir, kini Dekranasda telah berkembang pesat. Gedung baru yang diresmikan pada 2004 di Taman Ratu Safiatuddin awalnya hanya berfungsi sebagai showroom tanpa optimalisasi penuh.

“Kami berinisiatif membuat galeri ini sebagai cikal bakal galeri yang lebih besar untuk Aceh. Walaupun masih jauh dari sempurna, ini adalah langkah awal. Produk dari 23 kabupaten/kota di Aceh kini mulai hadir di sini, mulai dari tikar hingga kursi enceng gondok,” ujar Safriati.

Ia berharap galeri ini terus berkembang dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak. Untuk memperluas jangkauan, ia mengusulkan agar produk kerajinan Aceh tersedia di berbagai tempat strategis.

“Kami ingin galeri ini tidak hanya ada di sini, tapi juga di bandara, pusat perbelanjaan besar, bahkan hotel-hotel. Bisa saja ada aturan yang mewajibkan hotel dan rumah makan di Aceh menggunakan taplak meja dan runner buatan pengrajin lokal,” katanya.

Saat ini, Dekranasda Aceh memiliki dua unit usaha utama, yakni rumah batik dan galeri. Ia pun mengajak dinas pemerintahan untuk mulai memesan batik dari Dekranasda sebagai bentuk dukungan terhadap pengrajin lokal.

“Belanja di sini berarti ikut membesarkan pengrajin Aceh,” ujar Safriati.

Acara peresmian ini turut dihadiri oleh istri Gubernur Aceh terpilih, Marlina Usman, Kepala Bank Aceh Syariah, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Safrizal juga meminta pihak perbankan untuk mendukung pengembangan Dekranasda melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dengan hadirnya Galeri Seuramoe Dekranasda, diharapkan industri kerajinan Aceh semakin berkembang dan memiliki daya saing lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Editor: Akil

Efisiensi Anggaran, Kemenag Aceh Besar Dorong ASN Lebih Inovatif

0
Efisiensi Anggaran, Kemenag Aceh Besar Dorong ASN Lebih Inovatif. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Jantho – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Besar menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional tidak boleh menjadi penghalang dalam menjalankan program kerja. Sebaliknya, kondisi ini harus menjadi pemicu bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyukseskan berbagai program.

Kepala Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, menekankan bahwa meskipun anggaran mengalami pemangkasan, program-program yang telah dirancang tetap harus berjalan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Meskipun kita dihadapkan pada efisiensi anggaran, bukan berarti program-program harus terhenti, ujar Saifuddin di Aceh Besar, Kamis (6/2/2025).

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Kementerian/Lembaga. Dalam kebijakan tersebut, Kementerian Agama diminta untuk melakukan efisiensi anggaran hingga Rp14,2 triliun.

Menghadapi kondisi ini, Kemenag Aceh Besar telah menggelar rapat koordinasi guna menyusun strategi pengelolaan anggaran yang lebih efektif. Fokus utama adalah memastikan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan keagamaan tetap berjalan optimal meskipun dengan dana yang terbatas.

Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik dari kita. Karena itu, tetap harus bekerja dengan profesionalisme, integritas, dan semangat pengabdian yang tinggi, tegas Saifuddin.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan baru dalam melaksanakan program kerja di tengah keterbatasan anggaran. Menurutnya, situasi ini harus menjadi tantangan bagi seluruh pegawai untuk berpikir lebih inovatif dan mencari solusi agar program tetap berjalan dengan baik.

Selain itu, Saifuddin mengajak para ASN untuk memanfaatkan teknologi, menjalin kemitraan strategis, serta menerapkan prinsip manajemen yang efisien demi memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap prima.

Saya mengajak kita semua tetap semangat, bekerja dengan cerdas, dan beradaptasi dengan tantangan yang ada demi kemajuan pelayanan keagamaan dan pendidikan di Aceh Besar, tutupnya.

Editor: Akil

Harimau Kembali Teror Aceh Timur, Ternak Warga Jadi Korban

0
Harimau Kembali Teror Aceh Timur, Ternak Warga Jadi Korban. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Konflik manusia dengan satwa liar kembali terjadi di Kabupaten Aceh Timur. Seekor harimau sumatera diduga memangsa satu ekor sapi milik Irwan (45), warga Desa Julok Rayeuk Selatan, Kecamatan Indra Makmur. Peristiwa ini menambah daftar panjang serangan harimau terhadap hewan ternak dalam dua bulan terakhir.

Kapolsek Indra Makmur, Iptu Muhammad Alfata, mengonfirmasi bahwa sapi tersebut ditemukan dalam keadaan mati di kawasan perkebunan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) pada Kamis (6/2/2025).

“Diduga baru saja mati karena masih ada sisa darahnya,” ujar Kapolsek.

Kasus serupa bukan kali pertama terjadi. Dalam dua bulan terakhir, serangan harimau terhadap hewan ternak semakin sering terjadi di pedalaman Aceh Timur. Hingga kini, setidaknya tujuh ekor sapi telah menjadi korban keganasan satwa liar yang dilindungi tersebut. Pihak kepolisian mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan menjaga ternaknya di sekitar permukiman untuk menghindari kejadian serupa.

“Kami imbau, sebelum harimaunya tertangkap, lebih baik sapi dipelihara di dekat rumah dulu agar kasus serupa tidak terulang lagi,” tambahnya.

Sementara itu, upaya menangkap harimau yang telah menebar teror ini belum membuahkan hasil. Kepala Bidang Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, Kamarudzaman, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memasang dua perangkap di Kecamatan Indra Makmur dan Kecamatan Nurussalam sejak Jumat (31/1/2025), namun satwa buas tersebut belum terjebak.

“Belum masuk ke perangkap harimaunya. Sudah dua kali kami coba,” ungkapnya.

BKSDA Aceh terus berupaya mengatasi konflik ini dengan berbagai langkah, termasuk meminta dukungan warga untuk menjaga kelestarian hutan.

“Dalam jangka panjang, kami harap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bisa membuat program perlindungan kawasan hutan,” ujarnya.

Konflik manusia dan harimau di Aceh Timur semakin mengkhawatirkan. Alih fungsi hutan menjadi perkebunan membuat habitat harimau semakin menyempit, memaksa mereka turun ke wilayah penduduk untuk mencari makan. Jika tidak ada langkah konkret dalam menjaga ekosistem hutan, serangan harimau terhadap hewan ternak, bahkan manusia, bisa saja semakin meningkat.

Editor: Akil