Beranda blog Halaman 55

LF PWNU Aceh: Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bertepatan 14 Ramadhan

0
Ilustrasi Gerhana Bulan Total. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ketua Lembaga Falakiyah (LF) PWNU Aceh, Tgk Ismail Al-Farlaky, menyampaikan bahwa gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026, bertepatan dengan 14 Ramadhan 1447 Hijriah. Peristiwa ini menjadi satu-satunya gerhana bulan yang dapat diamati di langit Aceh sepanjang tahun 2026.

Menurutnya, gerhana merupakan peristiwa terhalangnya cahaya dari suatu sumber oleh benda lain. Dalam konteks gerhana bulan, cahaya Matahari yang menuju Bulan terhalang oleh Bumi sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi.

Tgk Ismail mengajak masyarakat Aceh memanfaatkan fenomena ini tidak hanya sebagai sarana edukasi astronomi, tetapi juga sebagai momentum penguatan spiritual di bulan suci Ramadhan.

“Waktu terbaik pelaksanaan salat gerhana bagi masyarakat Aceh berada setelah salat Magrib hingga menjelang Isya, menyesuaikan fase puncak gerhana yang terjadi pada malam hari,” ujarnya.

LF PWNU Aceh mengimbau masyarakat untuk memilih lokasi pengamatan yang terbuka serta memperhatikan kondisi cuaca. Salat gerhana dapat dilaksanakan secara berjamaah di masjid dan meunasah dengan tetap menjaga kekhusyukan, serta memperbanyak doa dan istighfar.

Secara astronomi, gerhana bulan hanya terjadi saat fase purnama. Namun, tidak setiap fase purnama menghasilkan gerhana karena orbit Bulan yang mengelilingi Bumi memiliki kemiringan sekitar lima derajat terhadap orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Dalam kajian ilmu falak, gerhana bulan terbagi menjadi tiga jenis, yakni gerhana total, sebagian (parsial), dan penumbra. Pada gerhana total, seluruh piringan Bulan masuk ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi sehingga biasanya tampak berwarna kemerahan.

Berdasarkan data BMKG dan Almanak 2026, fase gerhana di wilayah WIB dimulai dengan gerhana sebagian sekitar pukul 16.50 WIB. Gerhana total diperkirakan mulai pada pukul 18.04 WIB dengan puncaknya terjadi sekitar pukul 18.34 WIB.

Gerhana total berakhir sekitar pukul 19.03 WIB, sedangkan fase gerhana sebagian berakhir pada pukul 20.17 WIB.

Secara global, fenomena ini dapat diamati di sejumlah kawasan, termasuk Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Tengah, serta sebagian wilayah Amerika yang memungkinkan dari sisi visibilitas.

Safari Ramadhan 1447 H, Dinkes Aceh Hadirkan Pengobatan Gratis untuk Warga Aceh Utara

0
Dokter Spesialis THT sedang membersihkan telinga salah satu anak di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (2/3/2026). (Foto: Dinkes Aceh)

NUKILAN.ID | LHOKSUKON — Dinas Kesehatan Provinsi Aceh menggelar bakti sosial pelayanan kesehatan dalam rangka Safari Ramadhan 1447 Hijriah di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (2/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB itu menghadirkan layanan pengobatan massal gratis bagi masyarakat. Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta layanan dokter spesialis.

Untuk memperluas akses layanan spesialistik, Dinas Kesehatan Aceh menghadirkan dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorok (THT), dokter spesialis anak, dan dokter spesialis gigi yang didatangkan dari Banda Aceh. Kehadiran para dokter tersebut disambut antusias warga, terutama orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk memeriksakan kondisi kesehatan, pasien dengan keluhan THT, serta masyarakat yang mengalami masalah gigi dan mulut.

Kegiatan sosial ini turut didukung oleh jajaran Dinas Kesehatan Aceh Utara dan puskesmas setempat. Sejak pagi, warga terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi kegiatan untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana, agar masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan kondisi kesehatan yang optimal,” ujarnya.

Ia berharap, melalui Safari Ramadhan ini, layanan kesehatan yang hadir langsung di tengah masyarakat dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus memperkuat akses pelayanan hingga ke tingkat desa.

Ferdiyus juga menghimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan puskesmas secara optimal, termasuk untuk pemeriksaan kesehatan secara gratis.

“Kalau kita lihat hari ini, semua masyarakat yang datang tujuannya untuk berobat dan datang dengan keluhan tertentu terkait kondisi kesehatannya. Kita berharap ke depan masyarakat dapat memanfaatkan Puskesmas untuk memeriksakan kesehatannya, sebagai langkah deteksi dini dan upaya pencegahan dirinya dari penyakit”, harap Plt Kadinkes itu.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kadinkes Aceh turut menyerahkan bantuan berupa Al-Quran, mukena, dan kain sarung kepada Meunasah Blang Peuria yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan tersebut.

Awal 2026, Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 8,22 Persen

0
wisman
Ilustrasi Kunjungan Wisman ke Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Aceh pada Januari 2026 tercatat sebanyak 3.666 orang. Angka tersebut mengalami penurunan 8,22 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 4.836 kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik Aceh, Agus Andria, mengatakan tren penurunan juga terjadi secara tahunan.

“Dibandingkan Januari 2025, jumlah wisman turun 5,81 persen dari 3.892 kunjungan,” ujarnya saat penyampaian rilis bulanan di kantor BPS Aceh, Senin (2/3/2026).

Data tersebut menunjukkan adanya perlambatan arus kunjungan wisatawan asing ke Aceh pada awal tahun. Kondisi musiman serta faktor ekonomi diduga turut memengaruhi pergerakan jumlah kunjungan.

Selain itu, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Aceh pada Januari 2026 juga tercatat menurun. Rata-rata TPK berada di angka 19,31 persen, atau turun 8,22 poin dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 27,53 persen.

Berdasarkan negara asal, Malaysia menjadi penyumbang wisman terbanyak ke Aceh. Sepanjang Januari 2026, tercatat 2.908 wisatawan asal negeri jiran tersebut berkunjung ke Tanah Rencong.

Di posisi kedua terdapat Singapura dengan 55 kunjungan, disusul Australia di peringkat ketiga dengan total 51 wisatawan.

Adapun pintu masuk utama wisman ke Aceh tercatat melalui dua jalur, yakni Bandara Sultan Iskandar Muda dan Pelabuhan Internasional Sabang. Kedua akses tersebut menjadi jalur strategis kedatangan wisatawan asing, baik melalui transportasi udara maupun laut.

Mahasiswa KKN USK Tuntaskan Program Kemendiktisaintek untuk Pemulihan Pascabencana di Geunteng

0
Mahasiswa KKN USK Tuntaskan Program Kemendiktisaintek untuk Pemulihan Pascabencana di Geunteng. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) merampungkan Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Gampong Geunteng, Kabupaten Pidie Jaya, Jumat (28/2/2026). Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama 21 hari, sejak 7 Februari 2026.

Program tersebut mengangkat tema “Penerapan Kompor Tekanan Tinggi Berbahan Bakar Minyak Jelantah dan Larutan Pembersih Kerak Hemat Air sebagai Solusi Energi dan Efisiensi Produksi Usaha Masyarakat Terdampak Bencana.” Fokus kegiatan diarahkan pada pemberdayaan warga melalui pemanfaatan energi alternatif ramah lingkungan serta peningkatan efisiensi produksi usaha lokal pascabencana.

Keuchik Gampong Geunteng, Usman, mengapresiasi kontribusi mahasiswa dan tim pengabdi yang dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Inovasi yang diperkenalkan sangat membantu masyarakat, khususnya dalam mendukung usaha kecil. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut dan silaturahmi tetap terjaga,” ujarnya.

Ketua Tim Pengabdi, Fachrizal Ambia, M.Pd., kepada Nukilan.id menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi aplikatif guna mendukung pemulihan ekonomi warga terdampak bencana. Ia didampingi drh. Daniel, M.Si., Ir. Muhammad Resthu, S.Pt., M.Si., IPM., Dr. drh. Hamny, M.Si., serta drh. Lailia Dwi Kusuma Wardhani, M.Si.

“Kami mengapresiasi dukungan Keuchik, Sekretaris Desa, Tuha Peut, perangkat gampong, dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa dengan baik. Semoga inovasi kompor berbahan bakar minyak jelantah dan larutan pembersih hemat air ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” kata Fachrizal.

Selama pelaksanaan, mahasiswa tidak hanya menggelar sosialisasi dan pelatihan teknis, tetapi juga melakukan pendampingan penggunaan teknologi tepat guna bagi pelaku usaha. Kompor tekanan tinggi berbahan bakar minyak jelantah diharapkan mampu menekan biaya produksi, sementara larutan pembersih hemat air mendukung efisiensi operasional usaha.

Program ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mendorong peran aktif perguruan tinggi berbasis riset dan inovasi untuk mempercepat pemulihan dampak bencana, khususnya di wilayah Sumatra. (XRQ)

Nukilan Cares Bagikan Sejumlah Paket Sembako kepada Warga pada Ramadan 1447 Hijriah

0
Pada Jumat, 27 Februari 2026, bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 Hijriah, manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program Nukilan Cares kembali menebar kebaikan dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program sosial Nukilan Cares kembali menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan perusahaan pada Jumat (27/2/2026), bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan berbagi tersebut menjadi bagian dari program rutin perusahaan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2024 sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat. Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada warga yang membutuhkan, dengan harapan dapat membantu meringankan kebutuhan selama bulan suci Ramadan.

Nandasari selaku manajemen menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar agenda tahunan, tetapi juga wujud komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Pada Jumat, 27 Februari 2026, bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 Hijriah, manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program Nukilan Cares kembali menebar kebaikan dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. (Foto: Nukilan)

“Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian. Melalui program ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujarnya kepada pihak redaksi.

Warga penerima manfaat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka mengaku paket sembako sangat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.

Pada Jumat, 27 Februari 2026, bertepatan dengan 9 Ramadan 1447 Hijriah, manajemen PT Nukilan Jaya Mandiri melalui program Nukilan Cares kembali menebar kebaikan dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan. (Foto: Nukilan)

Program Nukilan Cares sendiri dirancang sebagai gerakan sosial berkelanjutan yang berfokus pada kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat. Ke depan, perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas kegiatan sosial agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil

Katibul Wali Nanggroe Terima Audiensi RRI Meulaboh

0
Audiensi dan silaturahmi RRI Meulaboh bersama Abdullah Hasballah, Katibul Wali (Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh), di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh. Pertemuan ini menjadi momentum memperkuat sinergi kelembagaan dan kolaborasi dalam mendukung penyebarluasan informasi serta nilai-nilai keacehan melalui siaran publik (Foto: RRI/iqval)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Abdullah Hasballah selaku Katibul Wali atau Kepala Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe Aceh menerima audiensi LPP RRI Meulaboh di Kantor Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Senin (2/3/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara Lembaga Wali Nanggroe Aceh dan RRI Meulaboh dalam mendukung penyebarluasan informasi publik yang edukatif dan inspiratif.

Kepada Nukilan.id, Abdullah Hasballah menegaskan pentingnya peran media publik dalam menjaga marwah budaya dan adat Aceh. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun narasi yang konstruktif di tengah masyarakat.

“Media memiliki posisi strategis dalam membangun narasi positif, memperkuat persatuan, dan menyampaikan pesan-pesan kebangsaan yang sejalan dengan nilai adat dan syariat,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara Lembaga Wali Nanggroe Aceh dan RRI Meulaboh dapat terus diperkuat, terutama dalam menghadirkan program-program siaran yang mengangkat nilai adat, sejarah, serta identitas keacehan.

Sementara itu, pihak RRI Meulaboh menyampaikan komitmennya untuk terus menghadirkan siaran berkualitas melalui platform radio maupun digital. RRI juga membuka ruang kerja sama dalam bentuk dialog interaktif, feature budaya, serta konten edukatif lainnya yang berkaitan dengan nilai-nilai adat dan sejarah Aceh.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal kerja sama berkelanjutan antara kedua lembaga dalam mendukung pelestarian adat dan budaya Aceh serta pembangunan karakter masyarakat di era digital. (xrq)

Dosen FT Unimal Dorong Platform Tanggapi untuk Pastikan Suara Korban Bencana Tak Tenggelam

0
Ilustrasi. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | MEUREUDU – Dosen Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal) sekaligus Koordinator Humansight Pidie Jaya, Mohd. Habibie, mendorong penguatan sistem respons bencana berbasis data yang tetap menempatkan manusia sebagai pusat kebijakan. Hal itu ia sampaikan dalam refleksinya mengenai pengalaman merespons bencana banjir dan lumpur yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, termasuk Pidie Jaya.

Habibie yang merupakan warga Dayah Kruet, Pidie Jaya, mengaku rumahnya ikut terdampak dan ditenggelamkan lumpur. Dari pengalaman pribadi tersebut, ia melihat bagaimana solidaritas publik bisa bergerak cepat melalui media sosial, namun juga cepat memudar.

“Di balik angka dan laporan bencana, ada manusia dengan cerita, luka, harapan, dan ketangguhan. Cerita ini datang dari para penyintas banjir di Aceh,” tulis Humansight dalam salah satu unggahan awal mereka tentang banjir Aceh.

Kepada Nukilan.id, Habibie menjalaskan setiap bencana memang selalu melahirkan angka—jumlah korban jiwa, pengungsi, hingga kerusakan fasilitas. Namun ia menilai angka tidak boleh menjadi tujuan akhir.

Ia memperkenalkan pendekatan yang mereka sebut sebagai Humanitarian Data-Driven Response, yakni respons kemanusiaan berbasis data yang tidak berhenti pada statistik, tetapi ditindaklanjuti menjadi kebijakan dan aksi nyata. Data, kata dia, harus diberi konteks, wajah, dan koordinat agar benar-benar bermakna dalam proses pemulihan.

Dari kolaborasi dengan Pemerintah Aceh, lahirlah platform tanggapi.acehprov.go.id yang dirancang bersama Dinas Komunikasi dan Informatika dan Sandi Aceh. Platform tersebut menjadi saluran resmi pelaporan masyarakat agar setiap informasi terdokumentasi dan ditindaklanjuti.

Habibie menjelaskan, sistem itu kini berkembang menjadi Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat yang terintegrasi dalam enam klaster penanggulangan bencana, yakni pencarian dan pertolongan, logistik, pengungsian, kesehatan, pendidikan, serta pemulihan.

Ia menegaskan, kontribusi Humansight dalam kolaborasi tersebut bukan sekadar penyediaan data atau kode pemrograman, melainkan perspektif yang menempatkan manusia sebagai pusat setiap titik informasi. Setiap laporan yang masuk, menurutnya, merepresentasikan kebutuhan nyata warga terdampak di lapangan.

Habibie juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan bencana sering kali muncul ketika perhatian publik mulai surut. Ia menyebut, beberapa bulan setelah bencana, sorotan media dan solidaritas publik biasanya berkurang, sementara persoalan di lapangan belum sepenuhnya selesai.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan platform yang tersedia agar suara warga tidak lagi bergantung pada momentum viral di media sosial.

“Sudah cukup? Tidak. Belum cukup. Belum pernah cukup,” ujarnya.

Ia pun mengajak warga terdampak untuk melaporkan kondisi di lapangan, relawan untuk mendokumentasikan temuan, serta akademisi, jurnalis, dan pegiat data untuk melakukan analisis dan pengawalan kebijakan.

“Jika Anda warga terdampak, laporkan. Jika Anda relawan di lapangan, dokumentasikan. Jika Anda akademisi, jurnalis, atau pegiat data. analisis dan kawal. Jika Anda hanya punya hp dan empat menit waktu luang, buka, lihat, dan sebarkan,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, Habibie berharap sistem respons bencana di Aceh tidak hanya reaktif, tetapi juga berkelanjutan, dengan memastikan tidak ada suara warga terdampak yang terabaikan dalam proses pemulihan. (XRQ)

Aktivis Kritik Lemahnya Penerapan Women Peace and Security dalam Pemulihan Pascabencana di Aceh dan Sumatra

0
Ilustrasi perempua dan anak saat bencana. (Foto: AFP)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Aktivis lingkungan Masyitoh Chusnan menilai pendekatan Women, Peace, and Security (WPS) belum terintegrasi secara optimal dalam kebijakan rehabilitasi pascabencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Padahal, menurutnya, pengalaman bencana besar seperti tsunami 2004 di Aceh semestinya menjadi rujukan penting dalam merancang kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.

Hal itu disampaikan Masyitoh dalam Konsultasi Kertas Kebijakan Situasi Pascabencana Banjir dan Longsor Aceh 2025 dengan Pendekatan WPS di Jakarta, Selasa (24/2/2026) lalu.

Ia menegaskan, pendekatan WPS berperan memastikan perempuan tidak hanya dipandang sebagai korban, tetapi juga sebagai pengambil keputusan dalam proses pemulihan.

“Pendekatan WPS memastikan perempuan tidak hanya diposisikan sebagai korban, tetapi sebagai subjek yang terlibat aktif dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Menurut Masyitoh, berbagai pengalaman bencana di Aceh dan wilayah Sumatra menunjukkan bahwa kebutuhan spesifik perempuan kerap luput dalam perencanaan hingga distribusi bantuan. Minimnya pelibatan perempuan dinilai berpotensi memperlebar ketimpangan, sekaligus mengabaikan risiko kekerasan berbasis gender dalam situasi darurat.

Dilansir Nukilan.id dari berbagai sumber, pendekatan WPS sendiri menekankan tiga aspek utama, yakni perlindungan, partisipasi, dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan, baik dalam konteks konflik maupun bencana. Dalam konteks Aceh dan Sumatra yang memiliki riwayat konflik dan kerentanan sosial, Masyitoh menilai integrasi WPS menjadi semakin relevan.

Pandangan serupa disampaikan Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Deden Sukendar. Ia menekankan bahwa pemulihan pascabencana harus menjadi momentum untuk memperkuat kepemimpinan perempuan di tingkat komunitas.

“Pemulihan bencana tidak boleh sekadar membangun kembali infrastruktur fisik, tetapi juga membangun sistem sosial yang adil dan setara,” ujar Deden.

Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan data terpilah berdasarkan gender dalam setiap tahapan penanganan bencana. Tanpa data tersebut, pemerintah daerah dan pemangku kepentingan akan kesulitan merancang program yang tepat sasaran.

Deden mengingatkan, risiko kekerasan terhadap perempuan cenderung meningkat di lokasi pengungsian maupun hunian sementara. Karena itu, integrasi perspektif WPS perlu mencakup mekanisme pengaduan yang aman, responsif, dan ramah bagi perempuan serta kelompok rentan lainnya.

Menurutnya, keberhasilan pemulihan di Aceh dan Sumatra tidak semata diukur dari kecepatan pembangunan fisik, tetapi juga dari penerapan prinsip keadilan gender. “Jika WPS diintegrasikan secara serius, pemulihan bencana akan lebih inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Tausiyah Ramadan di Rumah Aspirasi H. T. Ibrahim: Ustaz Masrul Aidi Ingatkan Kekuatan Iman di Tengah Ujian, dari Jepang hingga Tsunami Aceh

0
Ustaz Masrul Aidi Saat Mengisi Tausiyah Ramadan di Rumah Aspirasi H. T. Ibrahim. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Rumah Aspirasi Anggota DPR RI, H. T. Ibrahim, tidak hanya difungsikan sebagai tempat menyerap aspirasi masyarakat. Dalam momentum buka puasa Ramadan, lokasi tersebut berubah menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan kebersamaan umat.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Masrul Aidi menyampaikan pesan tentang pentingnya iman ketika manusia menghadapi musibah. Ia menyinggung Jepang, negara yang dikenal maju dan disiplin, namun tetap tidak luput dari bencana alam besar.

“Disiplin itu penting. Sistem itu penting. Tapi ketika gempa dan musibah menghantam, yang menyelamatkan jiwa manusia adalah iman. Orang beriman punya sandaran, punya harapan, punya tempat kembali,” tegasnya.

Ia kemudian mengajak jamaah mengingat kembali peristiwa tsunami Aceh yang pernah meluluhlantakkan ribuan rumah serta memisahkan banyak keluarga. Menurutnya, masyarakat Aceh mampu bangkit dari tragedi tersebut karena kekuatan keyakinan kepada Allah serta eratnya silaturahmi di tengah masyarakat.

Mengutip ayat Al-Qur’an tentang pergiliran masa sulit dan masa kemenangan, Ustaz Masrul menekankan bahwa musibah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan ujian yang memurnikan keimanan manusia.

“Allah memberi dua nikmat besar: menghilangkan lapar dan memberi rasa aman. Kalau dua ini hilang, manusia runtuh. Maka tugas kita adalah saling menguatkan,” ujar Ustaz Masrul Aidi.

Sementara itu, H. T. Ibrahim—yang akrab disapa Ampon Bram—menegaskan bahwa Rumah Aspirasi harus menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, bukan sekadar simbol politik semata.

“Perjuangan bukan hanya soal kebijakan di Senayan. Perjuangan juga tentang menjaga silaturahmi, menguatkan masyarakat, dan hadir di tengah umat,” katanya.

Kegiatan buka puasa berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kehangatan. Di tengah hidangan sederhana, jamaah diajak merenungkan hakikat kehidupan, bahwa setelah seharian menahan lapar dan dahaga, manusia cukup merasa bahagia dengan seteguk air dan beberapa suap makanan saat berbuka.

Menurut Ustaz Masrul, Ramadan menjadi pengingat bahwa kemewahan bukanlah sumber ketenangan hidup. Kekuatan sejati manusia, katanya, terletak pada iman, solidaritas, dan kepedulian sosial.

Momentum kebersamaan di Rumah Aspirasi tersebut pun menjadi simbol bahwa kekuatan umat tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari kebersamaan dan keyakinan.

Patroli Subuh untuk Antisipasi Balap Liar, Polres Aceh Barat Perketat Pengawasan di Jalan Iskandar Muda

0
Patroli Subuh untuk Antisipasi Balap Liar, Polres Aceh Barat Perketat Pengawasan di Jalan Iskandar Muda. (Foto: tribratanews.polresacehbarat.com)

NUKILAN.ID | MEULABOH — Guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), personel Satuan Samapta Polres Aceh Barat melaksanakan patroli subuh sebagai langkah pencegahan terhadap aksi balap liar di wilayah hukumnya, Minggu (1/3/2026) pagi.

Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 06.00 WIB tersebut difokuskan di Jalan Iskandar Muda, Gampong Kuta Padang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Patroli dipimpin oleh Ipda Nurul Huda, S.E., selaku perwira pengendali, bersama personel piket fungsi Polres Aceh Barat.

Dalam kegiatan itu, petugas melakukan penyisiran di sejumlah titik yang kerap digunakan sebagai lokasi balap liar. Selain itu, personel juga memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui perwira pengendali patroli Ipda Nurul Huda, S.E., menyampaikan bahwa patroli tersebut merupakan upaya preventif kepolisian dalam menekan praktik balap liar yang meresahkan warga.

“Patroli ini kami laksanakan secara rutin, khususnya pada jam-jam rawan, guna mencegah terjadinya balap liar serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas di pagi hari,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi anak-anaknya sehingga tidak terlibat dalam aksi balap liar yang berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas maupun pelanggaran hukum.

Sekitar pukul 07.00 WIB, patroli pencegahan balap liar tersebut selesai dilaksanakan. Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.