Beranda blog Halaman 558

Pj Gubernur Aceh Pastikan Lansia di Pidie Dapat Rumah Layak Huni

0
Pj. Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA. M. Si, didampingi Plt. Sekda Aceh, Drs. Muhammad Diwarsyah, M.Si, dan Pj. Bupati Pidie, Drs. Samsul Azhar, saat meninjau langsung proses verifikasi pembangunan rumah layak huni yang akan dikerjakan pada tahun 2025 oleh Pemerintah Aceh, di Gampong Cot Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Kab. Pidie. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Sigli – Harapan baru datang bagi Syarifuddin (70) dan istrinya, Naimah (60), pasangan lansia yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan di sebuah gubuk kecil berukuran 3×4 meter di Gampong Cot Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Pidie. Rumah berdinding bambu lapuk dengan atap rumbia yang bocor itu akhirnya akan digantikan dengan hunian layak, setelah kunjungan langsung Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, pada Sabtu (8/2/2025).

Didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh, Muhammad Diwarsyah, serta Pj. Bupati Pidie, Samsul Azhar, Safrizal meninjau kondisi calon penerima bantuan rumah layak huni. Begitu tiba, ia langsung disambut oleh Syarifuddin dan Naimah yang berdiri di depan rumah sederhana mereka. Mata mereka berbinar, seakan tak percaya bahwa sosok nomor satu di Aceh itu datang ke kediaman mereka.

Kondisi tempat tinggal pasangan lansia itu benar-benar memprihatinkan. Dinding bambu yang sudah lapuk nyaris tak lagi mampu melindungi dari terpaan angin dan hujan, sementara di dalamnya hanya ada ranjang bambu sederhana berkelambu lusuh sebagai tempat beristirahat.

Melihat hal tersebut, Safrizal langsung memastikan status mereka dalam daftar penerima bantuan rumah layak huni.

“Bapak dan Ibu tidak perlu memberi apa pun. Kalau ada yang datang meminta uang, tolak saja. Ini bantuan pemerintah, tidak ada tips, tidak ada fee,” tegasnya, mengingatkan agar mereka tidak tertipu oleh oknum yang mengatasnamakan bantuan sosial.

Tak hanya menjanjikan rumah baru, Safrizal juga menyerahkan bantuan berupa beras, telur ayam, sirup, minyak goreng, serta uang tunai.

“Ini ada sedikit bantuan, diterima ya, Bu. Semoga bisa bermanfaat,” katanya sambil menyerahkan bantuan kepada Naimah, yang hanya bisa terdiam haru dengan mata berkaca-kaca.

Dalam kunjungan tersebut, Safrizal juga menemukan kondisi serupa di rumah seorang janda tua bernama Syakinah. Wanita lanjut usia itu hidup sebatang kara di rumah berdinding bambu yang disusun jarang-jarang, sehingga angin dan hujan dengan mudah masuk ke dalam. Tanpa ragu, ia kembali menanyakan status Syakinah kepada pihak Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Aceh. Pihak terkait memastikan bahwa Syakinah telah masuk dalam daftar penerima bantuan dan akan segera mendapatkan rumah layak huni pada tahap berikutnya.

Tak ingin bantuan ini disalahgunakan, Safrizal menegaskan bahwa ia turun langsung untuk memastikan program berjalan sebagaimana mestinya. Ia meminta Plt. Sekda Aceh dan Pj. Bupati Pidie mengawal proses pembangunan agar tepat sasaran dan bebas dari pungutan liar.

“Saya ingin memastikan semuanya berjalan sesuai aturan. Ini program bantuan untuk masyarakat, jadi tidak boleh ada penyimpangan sedikit pun. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada tips, tidak ada fee,” ujarnya dengan nada serius.

Geuchik Gampong Cot Kunyet, Faisal, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Pj. Gubernur Aceh.

“Kami sangat menghargai kedatangan Pak Safrizal dan rombongan. Ini adalah bentuk perhatian nyata dari pemerintah terhadap masyarakat kecil. Semoga bantuan ini membawa kebahagiaan bagi warga kami,” tuturnya.

Kunjungan ini memberikan secercah harapan bagi masyarakat kurang mampu di Aceh, bahwa bantuan rumah layak huni benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus memastikan pembangunan berjalan inklusif, agar tak ada lagi warga yang terpaksa bertahan di rumah tidak layak huni.

Editor: Akil

Guru Dayah dan Kader Poskesda Aceh Dapat Pelatihan Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia dan Stunting

0
Guru Dayah dan Kader Poskesda Aceh Dapat Pelatihan Aksi Bergizi untuk Cegah Anemia dan Stunting. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah guru dan tenaga pendidik di dayah, bersama kader Poskesda di Aceh, mendapat pelatihan dalam program Aksi Bergizi. Program ini bertujuan meningkatkan kesehatan santri sekaligus menekan angka anemia dan stunting di kalangan remaja.

Pelatihan yang berlangsung pada 5-6 Februari 2025 di Hotel Ayani, Banda Aceh, diinisiasi oleh UNICEF, Flower Aceh, dan Pemerintah Aceh. Sebanyak 26 peserta dari berbagai dayah di Aceh mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas tenaga pendidik dalam mendukung program gizi di lingkungan dayah.

Kepala Perwakilan UNICEF Aceh, Andi Yoga Tama, menekankan pentingnya program ini sebagai strategi dalam menekan tingginya angka anemia dan stunting di kalangan santri. Program Aksi Bergizi di dayah mencakup tiga aspek utama, yakni pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) seminggu sekali untuk mencegah anemia, edukasi gizi dan perubahan pola makan sehat, serta pembinaan lingkungan sehat bagi santri.

Data dan Tantangan di Aceh

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 15,5 persen remaja berusia 15-24 tahun mengalami anemia. Sementara itu, hanya 45,2 persen remaja putri usia 10-19 tahun yang rutin mengonsumsi TTD. Di Aceh, salah satu faktor utama rendahnya konsumsi TTD adalah kurangnya informasi, yang mencapai 52 persen.

Kabid Pembinaan Sumber Daya Manusia Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Andriansyah, menyebut program ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Aksi Bergizi pada 24 Januari 2025 lalu.

“Kami terus mendorong implementasi program ini di dayah. Dengan komitmen dari berbagai pihak, diharapkan kesehatan santri meningkat dan prestasi belajar pun semakin baik,” ujarnya.

Peran Penting Dayah dalam Kesehatan Santri

Pimpinan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk. Marbawi Yusuf, menilai program ini sangat relevan mengingat dayah di Aceh berjumlah lebih dari 1.600 dengan santri yang mencapai jutaan. Mayoritas santri tinggal di asrama, sehingga mereka lebih rentan terhadap masalah kesehatan.

“Santri di Aceh yang jumlahnya jutaan umumnya tinggal di asrama. Ini membuat mereka lebih rentan terhadap masalah kesehatan. Maka, keterlibatan teungku, ustaz, dan ustazah dalam menjaga kesehatan santri sangat penting,” ungkapnya.

HUDA juga berkomitmen mendukung keberlanjutan program ini. “Menjaga kesehatan adalah bagian dari ibadah. Program ini harus kita sukseskan bersama demi kemaslahatan umat,” tambah Tgk. Marbawi Yusuf.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang gizi seimbang, pencegahan anemia, serta cara mengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) di dayah. Mereka juga dilatih menggunakan metode edukasi gizi berbasis permainan interaktif agar lebih menarik bagi santri.

Direktur Flower Aceh, Riswati, berharap guru dan kader Poskesda dapat lebih aktif dalam meningkatkan kesadaran remaja mengenai gizi seimbang. Ia juga mendorong agar edukasi gizi dapat dimasukkan dalam kurikulum sekolah, madrasah, dan dayah.

“Kesadaran akan gizi dan hidup sehat harus ditanamkan ke anak sejak dini agar anak bisa tumbuh menjadi remaja yang sehat dan menjadi individu yang lebih produktif serta mampu belajar dengan baik. Ketika mereka dewasa dan menjadi orang tua, mereka dapat melahirkan serta merawat anak dengan optimal. Pada akhirnya, generasi berikutnya juga akan lahir dengan kualitas yang lebih baik, terhindar dari stunting, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.

Editor: Akil

Cristiano Ronaldo Rayakan Ulang, Martunis Kirim Ucapan Selamat dan Harapan di Instagram

0
Unggahan pada Instagram @martunis_ronaldo (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Megabintang sepak bola asal Portugal, Cristiano Ronaldo, baru saja merayakan ulang tahun ke-40 pada 5 Februari lalu. Meskipun sudah memasuki usia kepala empat, Ronaldo, yang telah meraih lima gelar Ballon d’Or dan lima Liga Champions, tetap menunjukkan performa luar biasa di lapangan. Di musim ini, ia telah mengoleksi 23 gol dari 25 penampilan bersama klub Al Nassr, termasuk enam gol yang ia cetak dalam lima pertandingan Liga Champions.

Namun, perayaan ulang tahun Ronaldo kali ini juga menarik perhatian banyak pihak, termasuk dari Indonesia. Di Aceh, Martunis, sosok yang telah dikenal luas berkat kisah inspiratifnya, memberikan ucapan selamat kepada Ronaldo di akun Instagram pribadinya.

“40 th @cristiano terus menuju 1000 goal GOAT 😎 Dan bisa ketemu tahun ini 🤲,” tulis Martunis dikutip Nukilan.id pada Sabtu (8/2/2025).

Lalu, siapakah Martunis?

Perlu diketahui, Martunis merupakan salah satu korban selamat dari bencana tsunami Aceh 2004, mengenakan jersey tim nasional Portugal saat ditemukan setelah terombang-ambing di laut selama 21 hari. Kisah heroik Martunis ini langsung menarik perhatian Cristiano Ronaldo, yang saat itu masih membela Manchester United.

Ronaldo, yang terharu dengan kisah Martunis, kemudian mengunjungi Aceh dan bertemu dengan anak tersebut. Pertemuan pertama mereka pada 2005 lalu semakin mempererat hubungan mereka, yang terus berlanjut hingga beberapa kali pertemuan berikutnya, termasuk pada 2015 ketika Ronaldo masih bermain untuk Real Madrid.

Pertemuan terakhir mereka terjadi pada 2019 di Turin, Italia, ketika Martunis diundang oleh sebuah situs belanja online untuk bertemu dengan Ronaldo. Meskipun hanya berlangsung singkat, pertemuan tersebut sangat berarti bagi Martunis, yang menganggap Ronaldo sebagai ayah angkatnya.

Kini, meskipun jarak memisahkan mereka, Martunis tetap menyimpan harapan untuk bertemu dengan sang megabintang lagi, yang ia anggap sebagai inspirasi besar dalam hidupnya. Harapan itu pun ia tuliskan dalam ucapan selamat ulang tahun yang ia bagikan di Instagram.

Ronaldo, yang kini terus mencetak prestasi gemilang di Al Nassr, tentu menjadi sosok yang menginspirasi tidak hanya di dunia sepak bola, tetapi juga bagi banyak orang seperti Martunis yang mengenal kekuatan semangat hidup dan ketulusan hati. (XRQ)

Reporter: Akil

USK Raih 1 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu, dan Special Award di Thailand Inventor’s Day 2025

0
USK Raih 1 Emas, 1 Perak, 2 Perunggu, dan Special Award di Thailand Inventor’s Day 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Bnada Aceh – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali mencetak prestasi gemilang di awal tahun 2025 dengan berhasil meraih 1 Medali Emas, 1 Medali Perak, 2 Medali Perunggu, dan Special Award dalam ajang Thailand Inventor’s Day 2025 yang berlangsung di Bangkok International Trade and Exhibition Centre (BITEC), Thailand.

Kompetisi internasional ini, yang dikenal dengan nama IPITEx (International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition), diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) pada tanggal 2-6 Februari 2025.

Ajang ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai penjuru dunia, termasuk 690 tim dari 22 negara, seperti Kanada, China, Hongkong, India, Malaysia, dan Indonesia. IPITEx 2025 merupakan platform bergengsi bagi penemu dan inovator global untuk memperkenalkan hasil penelitian dan inovasi mereka di berbagai kategori, mulai dari kesehatan, energi, lingkungan, hingga teknologi industri.

Universitas Syiah Kuala tampil mengesankan dengan mengirimkan empat tim inovasi yang berhasil meraih medali dalam kategori yang berbeda. Salah satunya adalah tim BIOLEATHER COFFCANE yang memanfaatkan ampas kopi dan tebu untuk menghasilkan kulit sintetis.

Tim yang terdiri dari Nabila Fardina Idrus dan Fatma Aulia ini meraih Medali Emas pada kategori Manufacturing Processes serta meraih Special Award dari Malaysian Invention and Design Society (MINDS). Tim ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Sri Aprilia, M.T., ASEAN Eng, yang juga merupakan Ketua Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik USK.

Sementara itu, tim DEPIK FISH, yang beranggotakan Selvia Katiara, Wira Nahma Griantara, dan Syifa Lanita, berhasil meraih Medali Perak di kategori Foodstuffs. Mereka memperkenalkan inovasi pengolahan ikan depik untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Tim ini dibimbing oleh Dr. Evi Ramadhani, S.Si., M.Si., dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK.

Dua tim lainnya juga sukses meraih Medali Perunggu. Tim XEERELAM, yang mengembangkan produk minyak urut dan aromaterapi dari minyak nilam dan rempah Aceh, berhasil meraih medali di kategori Pharmacy, Health and Medicine. Tim ini beranggotakan Anggun Rizky, Fathia Maula Caisary, Helifa Nuzula Piska, Najwa Audi Windira, dan Varza Setia, di bawah bimbingan Ir. Sarika Zuhri, S.T., M.T., dosen Teknik Industri FT USK. Tim CLITORIA INK, yang menghasilkan tinta berbahan dasar bunga telang, meraih Medali Perunggu pada kategori Personal Care Products. Tim ini terdiri dari Cut Dhinie Decita, M. Abian Al Fathir, dan Shufia Asyifa, yang dibimbing oleh Dr. Ir. Wira Dharma, S.Si., M.Si.

Kompetisi ini telah melewati proses seleksi yang ketat sejak November 2024, dengan lebih dari 2000 peserta yang mengikuti tahap abstrak temuan. Hanya tim-tim terbaik yang berhasil lolos ke tahap final, di mana mereka mempresentasikan inovasi mereka di depan dewan juri dan para pengunjung di arena expo.

Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Prestasi USK, Prof. Dr. Ir. Farid Mulana, ST., M.Eng, memberikan apresiasi tinggi atas capaian mahasiswa USK dalam kompetisi internasional ini.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang telah dilakukan oleh para mahasiswa ini, yang berkat bimbingan dosen-dosen yang berpengalaman di bidangnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, menyatakan, “Syukur dan bangga berkat kerja keras usaha dari tim USK yang telah mempersiapkan diri jauh hari sehingga prestasi yang membanggakan ini bisa dicapai.”

Dengan perolehan medali dan penghargaan ini, USK berharap dapat memotivasi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam dunia internasional.

“Semoga karya mahasiswa USK terus berkembang dan membanggakan kampus, dikenal tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” tambah Prof. Mustanir.

Editor: AKil

PSSI Didenda AFC Rp20 Juta Akibat Pelanggaran Regulasi

0
Logo PSSI (Adie Prasetyo Nugraha/Suara.com).

NUKILAN.id | Jakarta – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akibat pelanggaran regulasi dalam laga uji coba internasional antara Persiraja Banda Aceh dan Penang FC.

Dilansir dari Antara, denda yang dikenakan sebesar 1.250 USD atau sekitar Rp20 juta dijatuhkan karena pertandingan yang digelar di Stadion H. Darmatula, Banda Aceh, pada 6 November 2024, tidak memenuhi ketentuan administrasi AFC terkait izin laga internasional.

Dalam peraturan AFC pasal 11 ayat 10, setiap tim yang akan menggelar pertandingan internasional harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari asosiasi anggota AFC. Selain itu, pihak penyelenggara juga diwajibkan menyerahkan surat persetujuan semua pihak yang terlibat kepada AFC paling lambat 14 hari sebelum laga berlangsung.

Namun, dalam kasus ini, PSSI baru mengajukan permohonan otorisasi pertandingan pada 26 dan 29 Oktober 2024, atau hanya 12 hari sebelum pertandingan digelar. AFC dalam pernyataannya menegaskan, “Tergugat baru mengajukan permohonan otorisasi pertandingan internasional kepada AFC pada tanggal 26 dan 29 Oktober 2024.”

Atas pelanggaran ini, PSSI diwajibkan membayar denda dalam waktu 30 hari sejak keputusan pelanggaran dikomunikasikan, sesuai dengan pasal 11 ayat 3 kode etik dan disiplin AFC.

Sanksi ini menjadi catatan bagi PSSI untuk lebih cermat dalam mengurus administrasi pertandingan internasional demi menghindari hukuman serupa di masa mendatang.

Editor: AKil

Siswa dari 7 Sekolah di Aceh Utara Gagal Ikuti SNBP, MPD: Harus Ada yang Bertanggung Jawab

0
Cara daftar SNBP 2025, Sudah Dibuka, Ini Link dan Syarat Pendaftaran SNBP 2025. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Sebanyak tujuh sekolah di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, tidak mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Akibatnya, para siswa di sekolah tersebut dipastikan gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

Ketujuh sekolah tersebut adalah SMK Negeri 1 Baktia Barat, SMA Islam Darul Mutallimin, SMK Nurul Yaqin, SMK Negeri 1 Muara Batu, SMA Negeri 1 Samudera, SMA Swasta Uswatun Hasanah, dan SMK Negeri 1 Baktia Barat.

Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Utara, Razali, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kelalaian ini.

“Harus ada yang bertanggung jawab atas kasus ini. Apakah kepala sekolah atau kepala cabang dinas pendidikannya yang harus dievaluasi oleh Dinas Pendidikan Aceh,” ujar Razali saat dihubungi, Jumat (7/1/2025).

Menurut Razali, kesalahan ini sangat disayangkan karena pengisian PDSS merupakan mekanisme rutin yang dilakukan setiap tahun. Ia menilai kelalaian ini menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap masa depan siswa di Aceh Utara.

“Padahal ini reguler setiap tahun ada mekanisme pengisian PDSS. Masak bisa lupa, lalai, dan abai. Ini tanda tidak peduli pada nasib generasi Aceh Utara,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Utara, Khairuddin Budiman, mengaku pihaknya masih mencari solusi atas permasalahan ini.

“Jumlahnya saya lupa berapa totalnya, puluhan siswa dari sekolah negeri tidak berhasil diisi PDSS,” ungkapnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada sanksi yang diberikan kepada kepala sekolah yang bertanggung jawab.

“Kami sedang mencari solusinya. Kami belum bicara sanksi buat kepala sekolahnya,” tuturnya.

Peristiwa ini memicu keprihatinan berbagai pihak, mengingat SNBP merupakan jalur masuk perguruan tinggi negeri yang mengandalkan prestasi akademik siswa. Kelalaian dalam pengisian PDSS tidak hanya merugikan individu siswa, tetapi juga mencerminkan buruknya manajemen administrasi pendidikan di tingkat sekolah dan dinas terkait.

Editor: Akil

Tgk. Amran Kembalikan Mobil Dinas BL 1 T, Sebut Pemkab Aceh Selatan Tutup Akses Pembayaran Lelang

0
Tgk. Amran Kembalikan Mobil Dinas BL 1 T, Sebut Pemkab Aceh Selatan Tutup Akses Pembayaran Lelang. (Foto: LarasNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mantan Bupati Aceh Selatan periode 2018-2023, Tgk. Amran, secara resmi mengembalikan mobil dinas Toyota Land Cruiser Prado dengan nomor polisi BL 1 T kepada Pj Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma. Serah terima kendaraan dinas itu berlangsung di Banda Aceh pada Jumat (7/2/2025) pagi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Tgk. Amran menegaskan bahwa pengembalian mobil dinas tersebut merupakan bentuk kepatuhannya terhadap aturan yang berlaku. Ia menyoroti pentingnya menjaga etika birokrasi dan tertib administrasi dalam sistem pemerintahan.

“Sesuai aturan yang ada, saya dengan penuh tanggung jawab menyerahkan kembali mobil dinas ini kepada Pj Bupati Aceh Selatan. Ini adalah bagian dari sistem yang harus kita hormati dan jalankan dengan baik,” ujar pria yang akrab disapa Teungku Am itu.

Kendala Pembayaran Lelang

Tgk. Amran juga menanggapi isu yang berkembang terkait kepemilikan mobil dinas tersebut. Ia menjelaskan bahwa dirinya telah mengajukan proses penghapusan aset melalui mekanisme lelang setelah kendaraan dinas itu digunakan selama lima tahun masa jabatannya. Namun, ia mengklaim bahwa upayanya untuk menuntaskan pembayaran lelang terhambat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan.

Menurutnya, Pemkab Aceh Selatan menutup akses pembayaran yang diperkirakan mencapai Rp400 juta lebih. Hal ini, kata Tgk. Amran, melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab, mulai dari Pj Bupati Cut Syazalisma, Kepala BPKD Syamsul Bahri, hingga Kabid Aset Irwansyah.

“Tapi sayangnya, sampai batas waktu berakhir akses untuk pembayaran uang tersebut masih tertutup. Saya sudah beberapa kali menanyakan rekeningnya namun mereka tak bergeming,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyesalkan sikap BPKD Aceh Selatan yang tidak pernah memberikan pemberitahuan, baik secara lisan maupun tertulis, mengenai batas akhir pembayaran lelang kendaraan tersebut. Akibatnya, ia tidak memiliki kesempatan untuk melunasi pembayaran sebelum tenggat waktu yang ditentukan.

“Seluruh kelengkapan administrasi lainnya untuk penghapusan aset telah lengkap, tapi anehnya nomor rekening untuk pembayaran tak diberikan sehingga saya tak ada akses untuk melunasinya,” ungkapnya.

Menepis Tudingan

Tgk. Amran juga membantah tudingan bahwa ia sengaja menguasai kendaraan dinas setelah masa jabatannya berakhir. Ia menegaskan bahwa dirinya siap mengembalikan mobil tersebut, tetapi hanya kepada pimpinan daerah, bukan kepada Kabid Aset BPKD.

“Saat itu juga langsung saya tegaskan bahwa saya siap menyerahkan kendaraan ini, tapi tak mungkin saya serahkan kepada Kabid Aset melainkan langsung kepada pimpinan daerah. Karena posisi waktu itu sedang di Banda Aceh maka saya putuskan meletakkannya dalam gudang,” tegasnya.

Ia juga mengaku mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan Pj Bupati Cut Syazalisma untuk membahas penyerahan kendaraan dinas tersebut. Upaya untuk bertemu melalui ajudan dan orang-orang terdekatnya beberapa kali gagal. Namun, komunikasi akhirnya terjalin pada Kamis (6/2/2025) malam, yang kemudian menghasilkan kesepakatan untuk menyerahkan mobil pada Jumat pagi di Banda Aceh.

“Posisi saat ini mobil secara resmi telah saya kembalikan kepada Pemkab Aceh Selatan sebagai bagian dari aturan yang tetap dijaga dalam sistem pemerintahan daerah,” tutup Tgk. Amran.

Editor: Akil

100 Tukik Dilepas di Pulau Terluar Aceh, Dorong Konservasi dan Ekowisata

0
PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) bersama masyarakat melepaskan sebanyak 100 tukik di kawasan Pantai Lambaro, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (7/2/2025) (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) melepas sebanyak 100 tukik di kawasan Pantai Lambaro, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (7/2/2025). Langkah ini merupakan bagian dari upaya konservasi penyu sekaligus mendukung ekowisata berbasis lingkungan di daerah pesisir.

“Sebanyak 100 tukik dilepas di area pesisir strategis. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar,” kata Kepala Cabang Pelni Medan, Romadhoni.

Pelepasan tukik tersebut menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelni. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan populasi penyu yang kian menurun akibat perburuan liar dan degradasi lingkungan.

Romadhoni menegaskan bahwa Pelni tidak hanya berfokus pada layanan transportasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Dengan adanya program konservasi ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menjaga populasi penyu yang semakin berkurang serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama melindungi ekosistem laut,” ujarnya.

Selain pelepasan tukik, Pelni juga menyerahkan perlengkapan patroli kepada komunitas lokal yang berperan menjaga habitat penyu dari ancaman perburuan dan kerusakan ekosistem. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Tak hanya itu, Pelni turut menggelar edukasi konservasi bagi masyarakat dan pelajar di Pulo Aceh. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut dan langkah-langkah konkret dalam melindungi habitat penyu.

Romadhoni menambahkan bahwa program konservasi ini tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

“Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar melalui ekowisata berbasis konservasi. Kami berharap masyarakat dapat ikut serta dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan,” katanya.

Dengan adanya kawasan konservasi yang terjaga, peluang pengembangan ekowisata semakin terbuka. Hal ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi warga sekitar, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam.

Editor: AKil

Polres Aceh Barat Bagikan Makan Bergizi Gratis untuk Murid SDN 5 Meulaboh

0
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. (Foto: AI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan anak-anak dengan membagikan makanan bergizi gratis kepada lebih dari seratus murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Meulaboh, Jumat (7/2/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Aceh Barat Kompol Anton Praptono.

Kapolres Aceh Barat AKBP Andi Kirana menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Pembagian makanan ini sebagai wujud komitmen kami dalam mendukung Program Pemerintahan Presiden Prabowo, melalui partisipasi aktif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah,” ujar Andi Kirana di Aceh Barat.

Menurutnya, MBG merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, terutama bagi mereka yang masih berstatus pelajar mulai dari tingkat TK hingga SMA.

Andi Kirana menambahkan bahwa Polres Aceh Barat akan terus berupaya mendukung kesejahteraan anak-anak, terutama dalam aspek pendidikan dan kesehatan.

“Kegiatan ini bertujuan mendukung program pemerintah terkait kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, kegiatan ini juga menjadi bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat. Ia berharap program ini bisa menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat.

“Kita sudah mulai jalankan program MBG ini, dan program ini sangat baik tentunya untuk mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak ke depannya, sehingga di sekolah mereka lebih konsentrasi belajar,” ungkapnya.

Kepala SD Negeri 5 Meulaboh mengapresiasi inisiatif Polres Aceh Barat dan menyebut kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi para siswa.

“Kegiatan ini bukan hanya memenuhi kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menumbuhkan kedekatan antara pihak kepolisian dan masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak anak-anak yang mendapatkan akses makanan bergizi demi mendukung tumbuh kembang mereka yang lebih baik.

Editor: Akil

Pj Gubernur Aceh Klaim Berhasil Tekan PMK, Hanya Tersisa Empat Kasus

0
Pj Gubernur Aceh Klaim Berhasil Tekan PMK, Hanya Tersisa Empat Kasus. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.idBanda Aceh – Pemerintah Aceh mengklaim berhasil menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak hingga hanya menyisakan empat kasus. Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, optimistis wabah ini bisa segera mencapai nol kasus.

“Alhamdulillah, PMK berhasil kita tekan. Berdasarkan data terbaru yang dilaporkan, per hari ini hanya tersisa empat kasus,” ujar Safrizal ZA di Banda Aceh, Jumat (7/2/2025).

Safrizal menyebut, sejak wabah ini merebak, sebanyak 2.692 ternak warga sempat terinfeksi. Dari jumlah tersebut, 2.635 ekor telah dinyatakan sembuh, sementara 19 ekor harus dipotong paksa dan 34 lainnya mati. Kini, hanya tersisa empat ternak yang masih sakit, yang tersebar di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Selatan.

Pemerintah Aceh pun mengapresiasi Dinas Peternakan Aceh serta tenaga kesehatan hewan (Nakeswan) yang telah bekerja keras dalam menangani wabah ini.

“Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada Dinas Peternakan dan seluruh Nakeswan se-Aceh yang telah mendukung, membantu, dan bekerja sama pada kerja besar ini,” kata Safrizal.

Vaksinasi Dipercepat, Biosekuriti Diperketat

Sejak kemunculan kembali wabah PMK di akhir 2024, Pemprov Aceh terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menekan kasus. Vaksinasi menjadi strategi utama dalam pencegahan.

Kepala Dinas Peternakan Aceh, Zalsufran, menjelaskan bahwa dari 1.000 dosis vaksin hibah dari pemerintah pusat, seluruhnya telah disalurkan. Selain itu, dari alokasi vaksin tahap pertama sebanyak 5.900 dosis, sudah 2.846 dosis diberikan kepada ternak warga, sementara 3.055 dosis lainnya masih tersedia.

“Sesuai arahan Pj Gubernur, penanganan dan pengawasan terus kita lakukan. Termasuk vaksin, masih kita salurkan ke ternak warga,” ujarnya.

Selain vaksinasi, Pemerintah Aceh juga mengimbau peternak untuk menerapkan biosekuriti guna mencegah penyebaran PMK. Langkah ini mencakup pemisahan ternak yang sehat dari yang sakit, pembersihan dan desinfeksi kandang secara rutin, serta pembatasan pergerakan ternak.

“Kita juga tetap melakukan pengetatan lalu lintas ternak di cek poin yang berada di perbatasan, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Subulussalam,” kata Zalsufran.

Peternak Diminta Lebih Waspada

Pemerintah Aceh terus mengingatkan masyarakat, terutama peternak, agar tetap waspada terhadap PMK dan tidak lengah dalam melakukan pencegahan. Safrizal menekankan pentingnya vaksinasi berkala dan koordinasi dengan tenaga kesehatan hewan.

“Alhamdulillah, upaya kita membuahkan hasil maksimal. Target kita tentu saja harus zero case (nol kasus). Dan, tetap harus selalu waspada,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, peternak diimbau untuk rutin memeriksa kesehatan ternaknya, memastikan pemberian pakan berkualitas, serta melakukan desinfeksi kandang, peralatan, dan kendaraan secara berkala. Limbah peternakan juga harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi sumber penularan penyakit.

“Jika menemukan ternak yang sakit dengan gejala air liur berlebih, luka pada mulut dan kuku, pincang atau ambruk, dan hilang nafsu makan, segera laporkan ke Nakeswan,” imbau Zalsufran.

Dengan upaya yang terus dilakukan secara konsisten, diharapkan Aceh bisa segera terbebas dari wabah PMK dan menjaga kesehatan ternak masyarakat.

Editor: AKil