Beranda blog Halaman 555

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Motor Bekas dan Hewan Ilegal dari Thailand di Aceh

0
Barang bukti yang diamankan Bea Cukai Langsa. (Foto : Dok BC Langsa)

NUKILAN.id | Langsa – Upaya penyelundupan 12 unit motor bekas dan 20 hewan ilegal asal Thailand berhasil digagalkan dalam operasi gabungan yang dilakukan Bea Cukai Langsa bersama Kanwil DJBC Aceh dan Kanwil DJBC Sumatera Utara. Penindakan tersebut berlangsung pada Minggu, 2 Februari 2025, sekitar pukul 05.15 WIB di Jalan Raya Medan-Banda Aceh, tepatnya di Alue Dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Kepala Kantor Bea Cukai Langsa, Sulaiman, dalam keterangan resminya, mengungkapkan bahwa operasi ini bermula dari laporan masyarakat terkait rencana pembongkaran barang impor ilegal asal Thailand di wilayah pesisir timur Aceh. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Tim P2 Kanwil DJBC Aceh dan Tim P2 KPPBC TMP C Langsa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Setelah berkoordinasi, Tim P2 Bea Cukai Langsa langsung menggelar patroli di jalur lintas Medan-Banda Aceh guna memantau kendaraan yang dicurigai sebagai sarana pengangkut barang ilegal. Ketika truk yang sesuai dengan ciri-ciri dalam laporan melaju ke arah Kabupaten Aceh Tamiang, tim segera melakukan penghentian untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah memperkenalkan diri, Tim P2 Bea Cukai Langsa melakukan pemeriksaan terhadap sarana pengangkut tersebut,” ujar Sulaiman.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa truk tersebut mengangkut berbagai barang ilegal, termasuk 12 unit kendaraan roda dua dengan pelat nomor beraksara Thailand, 24 koli teh hijau merek Cha Tra Mue, beberapa koli kardus kosong dengan merek yang sama, serta 8 ekor kambing dan 12 ekor hewan mirkat atau surikata. Selain itu, petugas juga menemukan enam koli suku cadang kendaraan bermotor, satu koli mesin kendaraan bermotor, dan satu koli tanaman hias.

Dalam pengembangan kasus ini, tim gabungan berhasil mengamankan seorang pria di Kabupaten Aceh Tamiang yang diduga terlibat dalam penyelundupan tersebut. Lebih lanjut, dua orang tersangka berinisial ES (48) dan AB (33) telah ditetapkan sebagai pelaku utama. ES berperan sebagai pengangkut barang ilegal, sementara AB diduga bertindak sebagai perantara dalam pemasukan barang tersebut. Keduanya saat ini ditahan di Lapas Kelas II/B Langsa.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, para tersangka terancam hukuman penjara mulai dari satu hingga sepuluh tahun serta denda dengan nominal maksimal mencapai Rp 5 miliar.

Keberhasilan ini semakin menambah daftar penindakan terhadap kendaraan bermotor ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia. Sejak Mei 2024 hingga Februari 2025, total kendaraan roda dua yang diamankan mencapai 43 unit.

Sulaiman menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi nasional yang sejalan dengan arahan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Kami berkomitmen untuk melindungi perekonomian negara dan akan terus melakukan operasi penindakan guna menjaga kedaulatan fiskal negara,” pungkasnya.

Editor: AKil

Tim ESDM Aceh Hadir di AINS, Kenalkan Geologi dan Kesiapsiagaan Gempa Bumi

0
Tim ESDM Aceh Hadir di AINS, Kenalkan Geologi dan Kesiapsiagaan Gempa Bumi. (Foto; Dinas ESDM Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh menggelar kegiatan edukasi bertajuk GeoMobil: Edukasi Geologi dan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Aceh Islamic Nature School (AINS) pada Selasa, 11 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai geologi serta kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi, terutama saat berada di lingkungan sekolah.

Inisiatif ini diselenggarakan oleh Komite Sekolah AINS Family Club (AFC) dengan dukungan penuh dari para orang tua siswa. Ketua AFC yang juga merupakan Penanggung Jawab (PJ) orang tua siswa kelas 5 menuturkan bahwa program ini penting untuk membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar tentang geologi dan mitigasi bencana.

Selama kegiatan, para siswa diajak mengenali karakteristik gempa bumi, penyebabnya, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko. Tim ESDM juga menghadirkan sesi simulasi yang melibatkan seluruh siswa agar mereka lebih memahami tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa.

Diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana geologi di masa mendatang.

BMKG Deteksi Delapan Titik Panas di Aceh, Warga Diimbau Waspada

0
Peta sebaran titik panas di wilayah Aceh. (Foto: BMKG)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh melaporkan adanya delapan titik panas (hotspot) yang terdeteksi di beberapa wilayah di Provinsi Aceh pada Minggu (9/2/2025).

Prakirawan BMKG Blang Bintang, Aceh Besar, Betsi, mengungkapkan bahwa titik panas tersebut tersebar di sejumlah daerah, yakni Simeulue, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tenggara, serta Subulussalam.

“Hingga Minggu pagi ini kami memantau terdapat delapan titik panas yang tersebar di Provinsi Aceh, yaitu di wilayah Simeulue, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tenggara, serta Subulussalam,” ujarnya dikutip dari RRI.

Menurut Betsi, kondisi ini dipicu oleh minimnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir di Aceh. Ia menjelaskan bahwa hujan hanya terjadi di sejumlah wilayah tertentu, seperti di pesisir barat, selatan, dan timur Aceh, sementara daerah lainnya mengalami suhu yang lebih tinggi.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di siang hari.

“Terkait dengan hot spot atau suhu yang tinggi, masyarakat dihimbau untuk menggunakan tabir surya saat beraktifitas di siang hari, serta tidak membakar sampah dan membuka lahan sembarangan di situasi suhu yang tinggi, karena dapat berpotensi terjadi kebakaran lahan,” pesannya.

Untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan pantauan titik panas, masyarakat dapat mengakses pembaruan resmi dari BMKG melalui situs web bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG.

Editor: Akil

Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2025, Fokus Cegah Kemacetan dan Kecelakaan Jelang Ramadan

0
Polda Aceh Gelar Operasi Keselamatan Seulawah 2025, Fokus Cegah Kemacetan dan Kecelakaan Jelang Ramadan. (Foto: Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang bulan suci Ramadan, Polda Aceh menggelar Operasi Keselamatan Seulawah 2025 guna menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 10 hingga 23 Februari 2025, ini diresmikan melalui apel gelar pasukan di Lapangan Mapolda Aceh, Senin (10/2/2025).

Kapolda Aceh Irjen Pol. Achmad Kartiko, S.I.K., M.H., bertindak sebagai inspektur apel dan menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya menjadi isu yang semakin penting, terutama dengan meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadan.

“Selain itu, keberadaan pedagang takjil dadakan turut berkontribusi terhadap meningkatnya aktivitas di titik-titik keramaian yang berpotensi menyebabkan kepadatan lalu lintas, peningkatan risiko kecelakaan serta pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Apel gelar pasukan ini dihadiri oleh Wakapolda Aceh, pejabat TNI, pejabat utama (PJU) Polda Aceh, pejabat pemerintahan daerah, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, serta berbagai instansi terkait lainnya. Dalam prosesi apel, Kapolda Aceh menyematkan pita tanda pergelaran operasi kepada perwakilan pasukan yang terdiri dari personel Polri, TNI, Dishub, dan instansi lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolda menekankan bahwa operasi ini mengedepankan tindakan preemtif dan preventif guna menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib dan aman. Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

“Hindari tindakan yang berlebihan dan tetaplah bersikap tegas namun santun. Jalin komunikasi yang baik dengan instansi terkait guna mendukung kelancaran dan keberhasilan operasi serta berikan pelayanan terbaik agar kehadiran kita benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.

Dengan adanya Operasi Keselamatan Seulawah 2025, diharapkan situasi lalu lintas di Aceh tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas Ramadan dengan aman dan nyaman. Kapolda Aceh pun mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan operasi ini serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Aceh.

Editor: Akil

Aktivis Desak DPRA Evaluasi Qanun Perbankan Syariah di Aceh

0
Aktivis Muda, Syahrul Amin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Aktivis Mahasiswa Peduli Aceh Selatan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk segera mengevaluasi Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Desakan ini muncul menyusul gangguan layanan mobile banking Bank Syariah Indonesia (BSI) BYOND yang terjadi sejak 9 Februari 2025, yang dinilai sangat merugikan masyarakat Aceh.

Syahrul Amin, salah satu aktivis yang menyuarakan hal ini, menyesalkan gangguan sistem digital tersebut. Menurutnya, ribuan nasabah di Aceh yang mengandalkan layanan mobile banking BSI untuk transaksi keuangan mengalami kesulitan besar. Ia menilai insiden ini mencerminkan lemahnya kesiapan infrastruktur digital bank syariah terbesar di Indonesia itu.

“Hampir seluruh masyarakat Aceh menggunakan M-Banking BSI sebagai alat transaksi, mengingat adanya Qanun Aceh yang mewajibkan lembaga keuangan beralih ke prinsip syariah. Namun, gangguan ini menunjukkan bahwa sistem yang ada belum sepenuhnya siap,” ujar Syahrul kepada Nukilan.id Selasa (11/2/2025).

Ia meminta DPRA, untuk segera membentuk panitia khusus (pansus) guna mengevaluasi lembaga perbankan di Aceh. Menurutnya, evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa sistem keuangan syariah di Aceh mampu melayani masyarakat dengan optimal.

Syharul juga merekomendasikan agar perbankan konvensional kembali diizinkan beroperasi di Aceh guna memberikan alternatif layanan keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Dengan demikian, peluang pembiayaan bagi pengusaha Aceh akan lebih terbuka lebar, bahkan investor akan lebih yakin untuk berinvestasi di Aceh,” tegasnya. (xrq)

Reporter: Akil

BNNP Aceh Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, Sabu dan Ekstasi Diamankan

0
Ilustrasi Sabu. (Foto: Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh kembali menorehkan keberhasilan dalam memberantas peredaran narkotika. Dalam dua operasi berbeda, aparat berhasil mengungkap jaringan narkoba lintas negara Aceh-Malaysia, menyita puluhan kilogram sabu, ratusan ribu butir ekstasi, serta ratusan kilogram ganja.

Dalam pengungkapan pertama, petugas BNNP Aceh menangkap seorang tersangka yang membawa 33 kg sabu dan 262.000 butir pil ekstasi. Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., menegaskan bahwa kasus ini semakin memperjelas keterlibatan jaringan narkoba internasional dalam peredaran gelap narkotika di Aceh.

Penangkapan terjadi pada Kamis (7/2/2025), ketika tim BNNP Aceh mengamankan seorang kurir yang mengendarai sepeda motor di wilayah Lhokseumawe. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku diperintah oleh bandar berinisial Y yang beroperasi dari Malaysia.

Petugas kemudian menelusuri informasi tersebut dan menemukan rumah kosong yang dijadikan tempat penyimpanan narkotika di perkebunan kelapa sawit Dusun Bukit Nibung, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara. Dari lokasi ini, tim menyita 104 bungkus pil ekstasi—diperkirakan berjumlah sekitar 262.500 butir—serta 18 bungkus sabu dengan berat sekitar 33 kg. Tersangka, H (35), diketahui merupakan warga Desa Meunasah Blang Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Di lokasi lain, tim BNNP Aceh juga berhasil menggagalkan peredaran ganja dalam jumlah besar. Dua pelaku yang diduga bagian dari jaringan narkoba ditangkap di Jalan KKA–Bener Meriah, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara. Kedua tersangka, UC (50) asal Meunasah Mesjid, Muara Dua, Lhokseumawe, dan SK (42) warga Deli Serdang, Medan, diamankan saat berusaha mengantarkan ganja menggunakan mobil Toyota Innova Reborn berpelat BL 1752 NM.

Dalam operasi ini, petugas menyita 11 karung ganja dengan berat bruto total mencapai 184,8 kg. Keberhasilan pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan terkait pengiriman ganja dalam jumlah besar. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BNNP Aceh melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap kedua pelaku saat sedang dalam perjalanan menuju Nisam, Aceh Utara.

Brigjen Pol. Marzuki menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam membantu pihak berwenang mengungkap kasus ini.

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat dalam memberantas narkoba. Informasi yang Anda berikan sangat berharga bagi kami,” ujarnya dalam wawancara bersama RRI, Senin (10/2/2025).

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan dugaan peredaran narkoba melalui saluran resmi BNN, seperti hotline, website, dan media sosial.

“Kami menjamin kerahasiaan informasi yang diberikan oleh masyarakat,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis dalam pemberantasan narkotika, BNNP Aceh telah melatih ratusan intelijen dari masyarakat dan menempatkannya di berbagai wilayah rawan, termasuk kawasan pesisir, lingkungan kampus, hingga tempat hiburan. Diharapkan, dengan sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat, Aceh dapat terbebas dari ancaman narkoba yang semakin marak.

Editor: AKil

Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar, Warga Diminta Waspada Asap

0
Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Meulaboh – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda wilayah Aceh Barat pada Senin (10/2/2025) siang. Api membakar lahan gambut di beberapa titik, memicu penyebaran asap yang berpotensi mengganggu aktivitas warga.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat terus berupaya memadamkan api di tiga kecamatan. Berdasarkan pemantauan melalui aplikasi SIPONGI dan laporan masyarakat, kebakaran pertama kali terdeteksi di Gampong Blang Beurandang, Kecamatan Johan Pahlawan, dengan dua titik hotspot sejak Minggu (9/2) pukul 16.30 WIB. Sehari setelahnya, Senin (10/2), kebakaran kembali muncul di Gampong Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga, sekitar pukul 13.00 WIB, serta di Gampong Nurul Huda, Kecamatan Woyla, pukul 14.00 WIB.

“Saat ini, titik api di Gampong Gampa telah berhasil dipadamkan 100 persen, sementara di Blang Beurandang dan kawasan Nurul Huda masih dalam proses penanganan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, T Ronald Nehdiansyah, dalam laporan tertulisnya yang diterima RRI.co.id.

Luas lahan yang terdampak di Blang Beurandang diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare, sementara di Gampong Gampa sekitar 0,0004 hektare, dan di Gampong Nurul Huda sekitar 5.000 meter persegi. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Untuk memadamkan api, BPBD Aceh Barat telah mengerahkan sejumlah personel dan peralatan. Di Gampong Blang Beurandang, 10 personel diterjunkan dengan dukungan satu unit armada D-Max dan satu unit mesin portabel. Sementara itu, di Gampong Gampa, sembilan personel dikerahkan dengan satu unit armada pemadam kebakaran dari Mako BPBD Aceh Barat. Di Gampong Nurul Huda, tujuh personel bersama satu unit armada pemadam dari Pos Kecamatan Woyla terus berupaya menanggulangi api.

Selain personel dan armada pemadam, BPBD juga mengerahkan satu unit drone untuk memantau kebakaran dari udara. Sejumlah pihak turut terlibat dalam operasi ini, termasuk Polsek setempat, Koramil, Muspika kecamatan, petugas Pusdalops BPBD, serta relawan pemadam kebakaran.

BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran hutan dan lahan di wilayah mereka. Penyebaran asap akibat kebakaran ini juga dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga setempat.

Editor: Akil

Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar Sapu Bersih Gelar Juara di Funwalk Milad XX SIT Nurul Fikri

0
Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar Sapu Bersih Gelar Juara di Funwalk Milad XX SIT Nurul Fikri. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan menyapu bersih gelar juara dalam ajang Funwalk Milad XX SIT Nurul Fikri X Marching Banda. Kompetisi yang berlangsung di Taman Sari, Banda Aceh ini menjadi panggung bagi berbagai tim dari sekolah dan madrasah di Aceh untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di bidang marching band.

Keikutsertaan MTsN 2 Aceh Besar dalam ajang ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mengembangkan bakat seni dan kreativitas siswa, khususnya dalam seni musik. Persaingan yang ketat tidak menghalangi tim ini untuk tampil maksimal dan meraih juara di empat kategori bergengsi.

Dalam perlombaan tersebut, Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar meraih Juara 1 Colour Guard berkat koreografi yang atraktif, kreatif, dan penuh sinkronisasi. Selain itu, mereka juga menjadi Juara 1 Perkusi dengan permainan ritme yang solid dan dinamis. Keunggulan tim ini juga terlihat dalam kategori Musik Terbaik, di mana mereka menampilkan harmoni yang rapi dengan tingkat kesulitan tinggi yang dieksekusi dengan sempurna. Tak hanya itu, kepiawaian field commander dalam mengatur tempo dan dinamika pertunjukan membawa tim ini meraih Juara 1 Field Commander.

Prestasi ini tentu tidak diraih dengan mudah. Seluruh anggota tim menjalani latihan intensif selama berbulan-bulan di bawah bimbingan para pelatih dan guru pembina. Disiplin tinggi, kerja keras, serta semangat pantang menyerah menjadi kunci keberhasilan mereka dalam kompetisi ini.

Kepala MTsN 2 Aceh Besar, H. Sudirman M, S.Ag, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa ini.

“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan dedikasi tinggi seluruh tim. Kami sangat bangga melihat bagaimana anak-anak ini terus berlatih dan berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sudirman berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain agar tidak takut bermimpi dan terus berusaha meraih prestasi.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkembang serta menginspirasi siswa lain agar tidak takut bermimpi dan berusaha meraih prestasi,” harapnya.

Sudirman juga menekankan pentingnya peran serta semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan madrasah, dalam mendukung pengembangan bakat siswa. MTsN 2 Aceh Besar berkomitmen untuk terus membina siswanya agar dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Keberhasilan Tim Marching Band MTsN 2 Aceh Besar dalam ajang ini semakin mengukuhkan mereka sebagai salah satu tim terbaik di Aceh. Dengan semangat juang yang tinggi, diharapkan mereka dapat terus mengharumkan nama madrasah dan meraih prestasi lebih gemilang di masa depan.

Editor: Akil

Pelantikan Wali Kota Banda Aceh Dijadwalkan Usai Pelantikan Gubernur Aceh

0
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah. (Foto: MC ILLIZA-AFDHAL)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh terpilih, Illiza Sa’aduddin Djamal dan Afdhal  Khalilullah akan dilantik pada hari yang sama dengan pelantikan Gubernur Aceh pada hari Rabu 12 Februari 2025.

Ketua Dewan Perwakilan Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah membenarkan informasi pelantikan tersebut. Ia mengatakan pelantikan Illiza dan Afdhal dilaksanakan setelah pelantikan Gubernur Aceh oleh Kemendagri.

“Berdasarkan informasi dari Pj Sekda Aceh Muhammad Dirwansyah, pelantikan akan dilakukan pada sore hari sekitar pukul 16.00-16.30 WIB, setelah pelantikan Gubernur Aceh oleh Kemendagri,” kata Irwansyah kepada Nukilan, Senin (10/2/2025).

Irwansyah menambahkan, prosesi pelantikan akan dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh dan bertempat di gedung DPRK Banda Aceh. Terkait undangan, pihaknya akan menerbitkan undangan resmi sesuai hasil komunikasi dengan Walikota terpilih.

“Kami baru saja mengadakan pertemuan untuk memantapkan proses pelantikan ini. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pihak DPRK, Walikota terpilih di kediaman Ibu Illiza, Pj Sekda Banda Aceh, Sekwan DPRK Banda Aceh beserta jajaran masing-masing,” jelasnya.

Diketahui, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh telah menetapkan pasangan Illiza Sa’aduddin Djamal-Afdhal Khalilullah sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih untuk periode 2025-2030.

Penetapan ini diumumkan dalam rapat pleno yang digelar di Hotel Hermes Palace pada Kamis, (9/1/2025) lalu, yang dipimpin oleh Ketua KIP Yusri Razali. Keputusan ini diambil setelah pasangan nomor urut 01 meraih 44.982 suara atau 41,24 persen dari suara sah, unggul dari tiga pasangan lainnya.

Reporter: Rezi

Kadinsos Aceh Hadiri Rakor Inflasi Bersama Mendagri, Bahas Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat

0
Kadinsos Aceh Hadiri Rakor Inflasi Bersama Mendagri. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Aceh, Dr. Muslem Yacob, S.Ag, M.Pd, turut menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Inflasi Daerah yang digelar oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Senin, 10 Februari 2025. Rapat berlangsung di ruang rapat Gubernur Aceh, Lantai 2, dan dipimpin oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, Dr. Zulkifli.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta instansi vertikal di Aceh. Beberapa di antaranya adalah perwakilan TNI, Polri, Kepala Inspektur Aceh, Bappeda, Badan Pengelola Keuangan Aceh (BPKA), serta dinas-dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Perkebunan (Tanbun), Dinas Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Selain itu, rapat juga diikuti oleh Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), Dinas Koperasi dan UKM, serta Biro Perekonomian Setda Aceh.

Rakor ini berfokus pada langkah konkret dalam mengendalikan inflasi daerah, termasuk strategi stabilisasi harga kebutuhan pokok dan upaya menjaga keseimbangan ekonomi di berbagai wilayah. Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menerapkan kebijakan yang tepat guna menekan lonjakan harga, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

“Tujuan utama pengendalian inflasi daerah adalah untuk menjaga kestabilan harga barang dan jasa, melindungi daya beli masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.”

Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait semakin kuat dalam menekan potensi inflasi, sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalisir.

Editor: Akil