Beranda blog Halaman 539

Senator DPD RI Fasilitasi Pemulangan Warga Aceh Korban TPPO di Laos

0
Sudirman Haji Uma, Senator Aceh. (Foto: Dok Pribadi).

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tiga warga Aceh yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Laos akhirnya berhasil kembali ke tanah air setelah mendapat fasilitasi dari anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman Haji Uma. Ketiganya tiba di Indonesia melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara.

“Tiga warga Aceh yang menjadi korban TPPO di Laos sudah kembali dipulangkan ke Aceh melalui Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara,” kata Sudirman Haji Uma di Banda Aceh, Kamis (20/2).

Ketiga korban tersebut diketahui berinisial HP (26) dan RM (19) asal Kabupaten Bireuen, serta AS (27) dari Kota Lhokseumawe. Kasus ini terungkap setelah pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut kepada Haji Uma, yang kemudian bergerak cepat untuk membantu pemulangan mereka.

Para korban sebelumnya bekerja secara paksa sebagai scammer di Laos selama sekitar lima bulan. Mereka mengalami berbagai bentuk tekanan dan tindak kekerasan sebelum akhirnya berhasil melarikan diri ke imigrasi setempat. Kesempatan untuk kabur muncul setelah paspor mereka yang sempat ditahan oleh perusahaan dikembalikan akibat adanya razia dari otoritas setempat.

Mendapat laporan tersebut, Haji Uma segera berkoordinasi dengan Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Laos.

“Alhamdulillahi, setelah kita berkoordinasi dengan pihak Kemenlu dan KBRI di Laos, mereka kemudian melakukan komunikasi dengan pihak Imigrasi Laos untuk langkah proteksi korban. Sehingga ketiganya dapat dipulangkan,” ujar Haji Uma.

Berdasarkan keterangan korban, mereka tertipu oleh tawaran pekerjaan di Laos yang tersebar melalui media sosial. Para perekrut menjanjikan gaji besar, tetapi sesampainya di sana, mereka justru dipaksa bekerja sebagai scammer.

“Namun, setelah tiba di Laos, semuanya tidak sesuai seperti yang dibayangkan dan mereka dipekerjakan sebagai scammer,” kata Haji Uma.

Menanggapi kejadian ini, Haji Uma kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran kerja di luar negeri, terutama yang berasal dari sumber tidak resmi. Ia mengimbau agar setiap calon pekerja memastikan keabsahan tawaran kerja agar tidak menjadi korban TPPO di luar negeri.

“Saya meminta agar masyarakat harus sangat berhati-hati dan waspada terhadap berbagai ajakan kerja di luar negeri agar tidak bertambah korban ke depannya,” tegasnya.

Kasus TPPO dengan modus serupa bukan kali pertama terjadi. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat edukasi agar praktik perdagangan orang ini dapat dicegah sejak dini.

Editor: Akil

Biro SDM Polda Aceh Raih Juara 1 Assessment Jabatan Internal Terbanyak se-Indonesia

0

NUKILAN.id | Banda Aceh — Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Aceh mencatat prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama dalam kategori realisasi assessment center jabatan internal terbanyak. Penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas keberhasilan Biro SDM Polda Aceh dalam melaksanakan assessment jabatan internal secara maksimal, melebihi Polda lain di seluruh Indonesia.

Piagam penghargaan tersebut diterima oleh Kabag Binkar Biro SDM Polda Aceh, AKBP Imam Asfali, dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Asesor Assessment Center Polri Tahun Anggaran 2025, yang diselenggarakan di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis, 20 Februari 2025.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dan dedikasi Tim Asesor Biro SDM Polda Aceh dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kepolisian.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa Polda Aceh berkomitmen dalam mengoptimalkan sistem assessment untuk menciptakan SDM yang profesional dan kompeten. Hal ini tentu sejalan dengan kebijakan Polri dalam mewujudkan transformasi menuju institusi yang lebih modern dan berintegritas,” ujar Joko, dalam rilisnya, Kamis, 20 Februari 2025.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Biro SDM Polda Aceh yang telah bekerja keras dalam pelaksanaan assessment selama ini, termasuk para asesor yang terus menjaga objektivitas dalam menilai kompetensi personel, sehingga berhasil mendapat penghargaan dari SSDM Polri.

Dengan jumlah realisasi assessment jabatan internal terbanyak, Biro SDM Polda Aceh telah berhasil menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu seleksi dan promosi jabatan. Keberhasilan ini juga menandakan bahwa sistem SDM Polda Aceh sudah berjalan secara transparan, akuntabel, dan berbasis meritokrasi.

Untuk diketahui, assessment center merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem manajemen SDM di kepolisian, yang bertujuan untuk menilai kompetensi dan potensi personel dalam menduduki jabatan tertentu, sehingga setiap personel yang terpilih untuk menduduki jabatan tertentu memiliki kualifikasi yang sesuai dengan standar profesionalisme yang ditetapkan.

Pengangkatan Alhudri Dinilai Tepat, Demisioner BEM Nusantara Ucapkan Selamat 

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Demisioner Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Aceh Muhammad khalis mengucapkan selamat kepada bapak Drs Alhudri, MM atas pengangkatan sebagai Plt Sekretaris Daerah Aceh.

Menurutnya, pengangkatan yang dilaksanakan oleh Wakil Gubernur Faduhullah pada Rabu 19 Februari 2025 di Gedung Serbaguna Pemerintah Aceh adalah keputusan yang sudah tepat.

“Dari rekam jejak kinerjanya di pemerintahan Aceh sudah sangat layak beliau diangkat sebagai Plt Sekda Aceh, baik dari segi kepemimpinan, Managemant dan tanggung jawab terhadap sesama ASN atau PNS di semua jajaran sangat tinggi. Ia pernah menjabat sebagai kepala satpol PP dan WH Aceh, Kepala Dinas Sosial Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh serta PJ Bupati Gayo Lues,” ucap Khalis.

Tentunya, bedasarkan pengalaman dan sepakterjang beliau selama ini menjadi sebuah acuan dan kriteria yang tepat untuk menduduki jabatan Plt Sekda Aceh. Dikarenakan beliau paham tentang tatanan pemerintahan Aceh dan bisa bekerja sama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh dengan baik.

Sebenarnya, ini menjadi berita gembira untuk masyarakat Aceh, semoga menjadi energi baru di kepemimpinan Muallem-Dek fadh

Dengan telah terlaksananya pengangkatan tersebut, harapan kita semoga Aceh tidak lagi di kategorikan ‘Provinsi Termiskin’ se Aceh. []

Stok Ternak Meugang Ramadhan di Banda Aceh Capai 733 Ekor, Harga Daging Diprediksi Naik

0
Suasana Pasar Peuniti di Hari Meugang. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang tradisi meugang Ramadhan 1446 Hijriah, persediaan ternak sapi dan kerbau di Banda Aceh dipastikan mencukupi. Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (P2KP) Kota Banda Aceh mencatat stok mencapai 733 ekor, terdiri dari 724 ekor sapi dan sembilan ekor kerbau.

Kepala Dinas P2KP Kota Banda Aceh, Nurdin, menyatakan bahwa jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat meugang.

“Stok hewan ternak untuk daging meugang mencukupi untuk kebutuhan meugang Ramadhan di Banda Aceh,” katanya, Kamis (20/2/2025).

Hewan ternak ini mayoritas berasal dari peternak lokal di Banda Aceh serta tambahan dari peternak di Aceh Besar.

“Ada juga kambing dari peternak yang ada di Aceh Besar, tetapi datanya ada di mereka,” tambahnya.

Seiring dengan tingginya permintaan, harga daging sapi di Banda Aceh saat meugang Ramadhan diperkirakan mengalami lonjakan signifikan. Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Kopukmdag) Kota Banda Aceh, Samsul Bahri, mengatakan bahwa harga daging yang saat ini berada di kisaran Rp145-150 ribu per kilogram berpotensi naik menjadi Rp180-200 ribu per kilogram.

“Saat inspeksi ke pasar beberapa waktu lalu dikatakan pedagang prediksi harga daging sapi melonjak sampai Rp200 ribu per kg karena harga sapi lokal yang mahal,” ujar Samsul.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, pemerintah kota telah menetapkan lokasi penjualan daging di sejumlah pasar induk Banda Aceh.

“Sementara lokasi yang ditetapkan di pasar induk Kota Banda Aceh, seperti Ulee Kareng, Setui, Al Mahirah, dan lainnya, sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Tradisi meugang, yang telah berlangsung turun-temurun di Aceh, menjadi momentum bagi masyarakat untuk menikmati hidangan berbahan dasar daging sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Meski harga daging diperkirakan naik, antusiasme masyarakat dalam menyambut tradisi ini tetap tinggi.

Editor: Akil

MPU Aceh Dukung Kebijakan Gubernur Soal Penutupan Kedai Saat Waktu Shalat

0
lem faisal
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali alias Lem Faisal. (Foto: Nukilan).

NUKILAN.id | Meulaboh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang meminta masyarakat menutup kedai saat waktu shalat tiba. MPU menilai kebijakan ini sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang dijunjung tinggi di Aceh.

Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, menegaskan bahwa lembaganya mendukung penuh setiap kebijakan keagamaan yang diinisiasi oleh Pemerintah Aceh.

“Secara pribadi dan kelembagaan, kami akan memberikan dukungan yang sangat kuat kepada kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh,” ujar Tgk Faisal Ali dikutip dari ANTARA, Kamis (20/2/2025).

Menurutnya, kebijakan menutup kedai atau warung pada waktu pelaksanaan ibadah shalat sangat baik dan patut diterapkan. Ia menilai bahwa setiap umat manusia tidak boleh jauh dari Tuhannya, sehingga kebijakan ini dapat semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk melaksanakan ibadah tepat waktu.

MPU Aceh menegaskan bahwa peran pemerintah dalam menegakkan nilai-nilai syariat Islam harus mendapat dukungan penuh dari semua elemen masyarakat. Kebijakan ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketakwaan masyarakat Aceh.

“Tentu gagasan Mualem itu (sapaan akrab Muzakir Manaf) kita berikan dukungan yang luar biasa dalam konteks keagamaan,” lanjutnya.

Selain mendukung kebijakan terkait penutupan kedai saat waktu shalat, MPU Aceh juga memberikan dukungan terhadap gagasan lain yang diajukan oleh Gubernur Muzakir Manaf, termasuk upaya mengembalikan empat pulau yang selama ini diklaim milik daerah luar Aceh. MPU siap berkontribusi dalam kajian akademis maupun pandangan keagamaan guna memperkuat langkah-langkah yang diambil pemerintah.

MPU Aceh berharap kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dalam konteks keagamaan maupun pembangunan daerah. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kebijakan ini dapat berjalan efektif dan mendapat respons positif dari masyarakat Aceh.

Editor: Akil

Serangan Digital pada Perusahaan Media Siber Merupakan Bentuk Kekerasan terhadap Pers

0
Yayasan Tifa, Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), dan Human Rights Working Group (HRWG) meluncurkan skor terbaru Indeks Keselamatan Jurnalis di Indonesia, di Jakarta Selatan, pada Kamis, 20 Februari 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Yayasan Tifa, Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), dan Human Rights Working Group (HRWG) meluncurkan skor terbaru Indeks Keselamatan Jurnalis di Indonesia, di Jakarta Selatan, pada Kamis, 20 Februari 2025. Riset ini menyimpulkan skor keselamatan jurnalis selama 2024 lalu adalah 60,5 poin atau masuk kategori “agak terlindungi”. Peluncuran indeks ini bertepatan dengan pelaksanaan Konvensi Media di Dewan Pers, untuk memperingati Hari Pers Nasional.

Meskipun ada perbaikan skor dari tahun sebelumnya, riset ini menemukan bahwa tantangan yang dihadapi oleh jurnalis dan media, terutama dalam hal ancaman fisik, intimidasi, dan ancaman digital seperti doxing di media sosial, justru meningkat. Secara khusus, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyoroti makin maraknya serangan DDoS atau Distributed Denial of Service pada media-media yang pemberitaannya kritis dan independen.

Serangan DDoS ini amat mengganggu operasional media dan iklim kebebasan pers di Indonesia. Selain menyebabkan berita media tidak bisa diakses oleh publik karena situs beritanya down, serangan digital semacam ini juga membengkakkan biaya operasional perusahaan pers yang terpaksa membayar berkali lipat biaya server mereka. Maraknya upaya sensor digital semacam ini menandai makin pentingnya perlindungan menyeluruh pada pers. Perlindungan tidak cukup lagi hanya mencakup keselamatan fisik dan digital jurnalis, tetapi juga perlindungan terhadap perusahaan media.

Riset kualitatif yang dilakukan AMSI untuk melengkapi survei keselamatan jurnalis 2024, menemukan bahwa serangan DDoS kerap menimpa media online yang mengangkat topik sensitif, seperti korupsi polisi, judi online, pelanggaran HAM dan lainnya. Riset ini dilakukan pada Desember 2024 dengan responden media-media anggota AMSI yang pernah menjadi korban serangan digital, di antaranya Tempo, KBR, Narasi, Suara.com, Project Multatuli, Pojoksatu.id, serta Harapanrakyat.com.

Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika menegaskan pentingnya definisi kekerasan terhadap pers, diperluas, agar tak lagi hanya menyangkut jurnalis. “Di era digital ini, perusahaan media justru kerap jadi korban serangan digital yang bertujuan untuk menghalangi akses publik untuk tahu masalah-masalah sensitif yang diangkat oleh jurnalis,” katanya. “Perlu ada upaya sistematis untuk melindungi perusahaan media dari ancaman kebangkrutan akibat tidak mampu membayar biaya server yang mendadak melonjak akibat serangan digital,” katanya lagi.

Riset AMSI menemukan salah satu serangan digital paling brutal dialami Narasi.tv pada September 2022. Ketika itu, seluruh konten situs Narasi tak bisa diakses lantaran mengalami serangan DDoS. Bahkan, beberapa gawai dan akun media sosial awak Narasi pun dikuasai orang tak dikenal. Setelah serangan itu, Narasi mendapatkan ancaman dari pelaku dengan tulisan “diam atau mati”. Meski sudah dilaporkan ke polisi sejak September 2022, sampai hari ini, pelaku belum terlacak.

Kepala Pemberitaan Narasi.tv Laban Laisila menyebut serangan DDoS sebagai bagian dari keseharian kerja redaksi di medianya. “Durasi serangan DDoS tidak bisa diprediksi, ada yang cepat, ada yang lebih lama. Serangan yang terjadi pada 2022 itu berlangsung sekitar dua minggu,” kata Laban.

Setahun kemudian, website KBR.ID sempat juga menjadi sasaran DDoS sehingga tak bisa diakses selama tujuh hari. “Kami mesti akrobat dan mengalihkan publikasi ke media sosial,” kata Pemimpin Redaksi KBR, Citra Dyah Prastuti. Pada saat bersamaan, website Project Multatuli juga diserang DDoS ketika mengangkat pemberitaan tentang ojek online. Setahun sebelumnya, ketika mengangkat kasus pencabulan di Sulawesi, website Project Multatuli juga diserang habis-habisan.

Pada September 2023, Tempo mengalami serangan DDoS yang cukup berat setelah menerbitkan berita tentang judi online dan kepolisian. Suara.com juga mengalami serangan DDoS pada Oktober 2023, ketika mengangkat pemberitaan serupa. “Serangan masuk ke server dalam jumlah yang sangat besar. Seakan-akan jumlah visitor tinggi. Namun setelah dicek, di traffic biasa saja. Akibatnya kerja server menjadi lambat,” jelas Suwarjono, CEO Suara.com.

Tak hanya media nasional, serangan digital juga menimpa banyak media lokal. “Pojoksatu.com pernah mengalami serangan DDoS pada 2020-2022. Website kami mendapatkan serbuan IP dari luar negeri, sampai puluhan juta traffic per detik, sementara di Google Analytics tidak ada kenaikan traffic,” jelas Muhammad Ridwan, Chief Product Officer Pojoksatu.com.

Direktur Utama harapanrakyat.com Subagja Hamara berbagi keluhan serupa. “Serangan DDoS dan Malware menghancurkan performa kami. Traffic turun sampai 80 persen, adsense juga turun. Dan sampai hari ini kami masih harus perbaiki dampaknya,” kata dia.

Dampak menjalar ke bisnis dan redaksi
Serangan digital ini memberikan pukulan berat pada perusahaan media karena biaya pengelolaan server meningkat drastis, bisa dua hingga lima kali lipat biaya normal. “Biaya bayar server pernah lebih besar dibandingkan biaya gaji,” kata Ridwan dari Pojoksatu.com.

Dampak tak berhenti di biaya operasional untuk pembayaran infrastruktur server yang lebih besar, namun juga mempengaruhi kebijakan editorial di redaksi. Ketika ada satu konten yang diserang terus menerus, maka ada kekhawatiran serangan akan meluas ke konten yang lain. “Kalau sudah begitu, kami terpaksa menurunkan konten. Kalau tidak, serangan akan menyebar ke konten yang lain,” kata Ridwan. Dampak swa sensor inilah yang tampaknya diinginkan oleh pelaku serangan digital ke perusahaan media.

Untuk itu, AMSI meminta Dewan Pers dan Kementerian Komunikasi Digital turun tangan mendorong aparat penegak hukum untuk memproses setiap serangan digital pada perusahaan media. “Jangan sampai media di Indonesia tidak ada yang berani menerbitkan berita kritis dan independen, karena khawatir dibangkrutkan lewat serangan digital yang tak bertanggungjawab,” kata Wahyu Dhyatmika. (*)

Tentang AMSI
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) adalah organisasi yang mewadahi media-media digital di Indonesia, dengan tujuan untuk memperjuangkan kepentingan media siber, memajukan jurnalisme yang independen dan berkualitas, serta meningkatkan kapasitas dan profesionalisme media digital di Indonesia [www.amsi.or.id].

Dindon WS Gelar Workshop Sastra Pertunjukan di Sabang, Angkat Legenda Nyak Rubiah

0
Dindon WS Gelar Workshop Sastra Pertunjukan di Sabang, Angkat Legenda Nyak Rubiah. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Sabang – Dalam upaya menghidupkan kembali seni tradisi berbasis sastra, seniman teater Dindon WS menyelenggarakan Workshop Sastra Pertunjukan di Sabang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pendayagunaan Ruang Publik yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dengan tujuan memperkenalkan seni pertunjukan berbasis sastra kepada masyarakat luas.

Workshop yang berlangsung sejak 1 hingga 14 Februari 2025 ini diadakan di Tugu Merah Putih, Sabang, dan melibatkan 20 peserta yang terdiri dari seniman tradisi, kelompok teater, penggiat seni dan budaya, serta pelajar di Pulau Sabang. Selain itu, empat pemusik turut mendukung jalannya program ini dengan mengiringi pertunjukan yang akan dipentaskan sebagai puncak kegiatan.

Kepada Nukilan.id, Dindon WS mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kekayaan sastra lokal melalui pendekatan kreatif yang lebih interaktif dan menarik bagi generasi muda.

Sebagai penutup, hasil karya dari workshop ini akan dipentaskan pada 15 Februari 2025 dengan mengangkat tema Syair Nyak Rubiah, sebuah kisah legenda yang telah lama dikenal masyarakat Sabang mengenai asal-usul Pulau Rubiah.

“Kisah Nyak Rubiah dan Teuku Iboh bukan sekadar dongeng, tetapi juga refleksi nilai keberanian dan kearifan lokal yang masih relevan hingga saat ini. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menggali dan melestarikan warisan budaya mereka,” ujar Dindon WS.

Pementasan ini akan menjadi eksplorasi seni pertunjukan yang memadukan syair tradisional dengan estetika teater modern. Dalam pelaksanaannya, Dindon WS bekerja sama dengan Kana Art Institute yang bertanggung jawab atas aspek artistik, sementara Ramadhani Anastasya bertindak sebagai humas dan narasumber kegiatan.

Workshop ini juga mendapat dukungan dari berbagai komunitas seni dan budaya di Sabang. Dengan semangat kolaborasi dan eksplorasi kreatif, diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat tradisi sastra dan seni pertunjukan di daerah tersebut.

Sebagai bagian dari persiapan, Dindon WS beserta tim pendukung telah mengadakan audiensi dengan Penjabat Wali Kota Sabang pada 10 Februari 2025 untuk membahas rencana kegiatan ini. (xrq)

Reporter: Akil

Keluarga Nunung, Asyraf Jamal, Yeyen Lidya, dan Cindy Gulla Siap Bersaing Menjadi yang Terbaik di ‘Keluarga Seleb Indonesia’

0
Keluarga Nunung, Asyraf Jamal, Yeyen Lidya, dan Cindy Gulla Siap Bersaing Menjadi yang Terbaik di ‘Keluarga Seleb Indonesia’. (Foto: MNCTV)

NUKILAN.id | Iklan – MNCTV menghadirkan program terbaru yang menghadirkan keseruan yang melibatkan antar keluarga bintang akan bertanding di ‘Keluarga Seleb Indonesia’ yang ditayangkan setiap Kamis, pukul 21.00 WIB.

Akan banyak kejutan yang dihadirkan seperti kolaborasi duo generasi yang siap beraksi bernyanyi menampilkan aksi panggung seru dan banyak momen kekompakan pasangan keluarga. Menghadirkan Family Juri, yakni Hetty Koes Endang dan Afifah, Iis Dahlia dan Salsha, serta Ikang Fawzi dan Bella Fawzi.

Keluarga Seleb Grup A yang sudah tampil dan lolos ke babak selanjutnya adalah Fajar Sadboy dan Ibu Rahmiyati dan Chika Jessica dan Om Wawan. Keluarga Seleb grup B yang sudah tampil dan lolos ke babak selanjutnya adalah Yadi Sembako dan Katthan.

Minggu lalu, Keluarga Seleb C yang tampil ada dokter Dema dan Razqa, yang merupakan suami dan anak laki-laki dari host Vega Darwanti. Razqa tampil energik dan bertingkah lucu membuat para juri dan penonton gemas dan tertawa melihat penampilannya.

Keluarga Seleb Grup C yang sudah tampil dan lolos ke babak selanjutnya adalah Mastur dan Pule. Minggu ini merupakan grup terakhir yang akan bertanding. Yang akan tampil di Grup D, yakni Nunung dan Mpy, Asyraf Jamal dan Mama Sri, Cindy Gulla dan Mama Nenny, serta Yeyen Lidya dan Angel.

Dukung terus keluarga seleb favoritmu di aplikasi RCTI+ dan jangan sampai ketinggalan aksi seru dan penuh kejutan dari keluarga-keluarga selebriti terbaik di Keluarga Seleb Indonesia, setiap Kamis pukul 21.00 WIB hanya di MNCTV.

Editor: Akil

Prabowo Sambut Hangat Mualem di Istana, Simbol Rekonsiliasi Politik?

0
Prabowo Sambut Hangat Mualem di Istana. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dengan penuh kehangatan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (20/2/2025). Momen kedekatan ini terekam jelas ketika Prabowo menyalami para kepala daerah yang hadir dalam acara pelantikan. Tak sekadar berjabat tangan, Prabowo merangkul Mualem dengan erat, lalu keduanya tampak berbincang sejenak sambil tersenyum.

Pertemuan ini menjadi sorotan, mengingat hubungan keduanya yang di masa lalu berada di posisi berseberangan. Namun, politik selalu menyisakan ruang bagi rekonsiliasi. Kedekatan Prabowo dan Mualem pun semakin terlihat dalam beberapa kesempatan, termasuk saat acara Silaturahmi Kebangsaan Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025). Kala itu, Prabowo secara terbuka mengungkapkan kebanggaannya terhadap sosok Mualem.

“Dua panglima bermusuhan, tapi sekarang bisa berangkulan dan sekarang jadi Gubernur. Saya bangga dengan Mualem,” ujar Prabowo yang disambut riuh tawa para hadirin.

Kehadiran Mualem di Istana Kepresidenan kali ini dalam rangka pelantikan kepala daerah terpilih hasil Pilkada 2024. Bersama wakilnya, Fadhlullah, Mualem resmi menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2025-2030 setelah dilantik di DPR Aceh pada 12 Februari 2025.

Pelantikan ini menjadi momen bersejarah bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya, sebanyak 33 gubernur, 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota dilantik secara serentak dalam satu upacara yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa jabatan kepala daerah adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.

“Saya ingin mengingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih sebagai pelayan rakyat. Saudara harus membela kepentingan rakyat, menjaga kesejahteraan mereka, serta berjuang untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah masing-masing,” tegas Prabowo.

Usai pelantikan, Mualem dan Fadhlullah dijadwalkan mengikuti retret kepemimpinan di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada 21 hingga 28 Februari 2025. Program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Langkah ini dinilai sebagai strategi Presiden untuk membangun harmoni dan mempererat hubungan antara kepala daerah dengan pemerintah pusat. Dengan latar belakang militer yang kental, Prabowo tampaknya ingin menanamkan kedisiplinan dan semangat nasionalisme kepada para kepala daerah terpilih.

Momen keakraban Prabowo dan Mualem di Istana Kepresidenan pun menambah catatan baru dalam perjalanan politik nasional. Apakah ini menjadi simbol rekonsiliasi yang lebih luas? Hanya waktu yang akan menjawab.

Editor: AKil

Aceh Masih Miskin Jelang Berakhirnya Otsus, Mungkinkah Penyaluran Langsung ke Masyarakat Diterapkan?

0
Ilustrasi Dana Otsus. (Foto: Google News)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI untuk memperjuangkan agar dana otonomi khusus (Otsus) Aceh tidak mengalami pemotongan dalam upaya efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat. Bahkan, ia mengusulkan agar dana Otsus Aceh ditambah, mengingat tingginya angka kemiskinan di provinsi tersebut serta masih tertinggalnya Aceh dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Fadhlullah saat menerima kunjungan kerja Komite II DPD RI di Kantor Gubernur Aceh, Senin (17/2/2025). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Dana Otsus Aceh sendiri akan berakhir pada tahun 2027, namun hingga kini kemiskinan masih menjadi masalah serius. Sebelumnya, almarhum Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pernah mengkritik mekanisme penyaluran dana Otsus yang dianggap tidak efektif. Menurutnya, birokrasi yang korup menyebabkan bantuan tidak sampai ke masyarakat secara optimal.

“Jadi harus kita tinggalkan cara penyaluran lewat birokrasi, karena birokrasinya korup,” ungkap Rizal pada tahun 2019. Ia menilai bahwa Indonesia seharusnya meniru model penyaluran dana di Alaska, Amerika Serikat.

Di Alaska, kata Rizal, pemerintah pusat menyalurkan dana kesejahteraan langsung ke rekening-rekening penduduk asli, seperti suku Indian, sehingga masyarakat memiliki akses langsung terhadap bantuan tersebut.

“Akhirnya setiap bulan ditransfer aja lewat Bank dana kesejahteraan, mereka masih bisa tetap hidup, kapan mau enak mereka punya uang,” jelasnya.

Namun, apakah model tersebut bisa diterapkan di Aceh? Untuk mengupas lebih dalam, Nukilan.id berbincang dengan Nicholas Siagian, alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Menurutnya, sistem seperti yang diterapkan di Alaska tidak dapat dilakukan di Indonesia karena berbenturan dengan regulasi keuangan negara.

“Jadi kalau misalnya mau mengadopsi kayak di Alaska itu tidak memungkinkan, karena yang namanya dana apapun itu alokasi baik umum maupun khusus itu harus ditransfernya ke badan publik, badan publik itu apa? ya pemerintah daerah. Karena di undang-undang pemerintah daerah maupun keuangan negara pun pasti cara seperti itu bertentangan,” jelas Nicholas kepada Nukilan.id pada Kamis (20/2/2025).

Lebih lanjut, direktur eksekutif Asah Kebijakan Indonesia ini menyebut bahwa jika pemerintah ingin menyalurkan dana langsung ke masyarakat, maka mekanismenya harus melalui pengurangan dana transfer ke daerah dan memperbesar anggaran perlindungan sosial.

“Kalau memang mau ditransfer ke masyarakat langsung opsinya itu adalah dana transfer ke daerahnya dikurangi, nanti jumlah perlinsos untuk ditransfer ke masyarakat itu diperbesar,” tambahnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa skema ini memiliki konsekuensi lain. Jika masyarakat menerima bantuan langsung, maka layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan kemungkinan besar harus mereka tanggung sendiri.

“Jadi pelayanan-pelayanan dasar kepada masyarakat itu nanti mereka bayar sendiri, misalnya kayak biaya pendidikan, kesehatan. Selebihnya pemerintah daerah bisa menyiapkan hal-hal administratif,” tuturnya.

Polemik mengenai efektivitas dana Otsus Aceh terus menjadi perdebatan. Di satu sisi, pemerintah daerah berharap adanya tambahan anggaran untuk mengejar ketertinggalan, namun di sisi lain, muncul kritik terhadap efektivitas penggunaan dana tersebut. Dengan sisa waktu yang tinggal dua tahun sebelum Otsus berakhir, Aceh dihadapkan pada tantangan besar dalam memastikan kesejahteraan masyarakatnya benar-benar meningkat. (XRQ)

Reporter: Akil