Beranda blog Halaman 522

Cuaca Aceh Hari Ini: Berawan dengan Potensi Hujan Ringan dan Petir di Beberapa Wilayah

0
Ilustrasi Cuaca berawan (Foto: detikSumut)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Provinsi Aceh pada Selasa, 4 Maret 2025, akan didominasi oleh kondisi berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa daerah serta petir pada malam hari di beberapa wilayah.

Kota Banda Aceh

Pagi hari, suasana di Kota Banda Aceh akan terasa sejuk dengan suhu sekitar 25°C dan kondisi udara kabur. Angin bertiup dari tenggara ke barat laut dengan kecepatan 2,4 m/s, sementara kelembapan udara cukup tinggi di angka 88%.

Memasuki siang, suhu meningkat hingga 30°C dengan kondisi tetap berawan. Angin berhembus dari barat ke timur dengan kecepatan 7,5 m/s, sementara kelembapan turun menjadi 64%.

Pada sore hari, suhu sedikit menurun ke 29°C dengan angin yang bertiup lebih kencang dari barat daya ke timur laut mencapai 10,2 m/s. Kelembapan kembali meningkat menjadi 70%.

Malam harinya, kondisi tetap berawan dengan suhu 27°C. Angin berhembus dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 10,9 m/s dan kelembapan naik menjadi 81%.

Aceh Selatan

Di wilayah Aceh Selatan, pagi hari akan diawali dengan udara kabur dan suhu 22°C. Angin bertiup dari timur laut ke barat daya dengan kecepatan 2,5 m/s, sementara kelembapan sangat tinggi di angka 99%.

Siang harinya, cuaca tetap berawan dengan suhu naik menjadi 26°C. Angin datang dari arah barat ke timur berkecepatan 1,6 m/s, sementara kelembapan berkurang menjadi 83%.

Sore hari, hujan ringan diprediksi turun dengan suhu 25°C. Angin berhembus lebih kencang dari barat daya ke timur laut pada kecepatan 9,5 m/s, dengan kelembapan meningkat ke angka 91%.

Malam harinya, kondisi berubah menjadi petir dengan suhu 22°C. Angin datang dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 3,1 m/s dan kelembapan udara tetap tinggi di angka 98%.

Aceh Barat

Pagi hari di Aceh Barat akan diawali dengan cuaca berawan dan suhu 23°C. Angin bergerak dari utara ke selatan dengan kecepatan 2 m/s, sementara kelembapan mencapai 98%.

Siang harinya, kondisi tetap berawan dengan suhu naik menjadi 28°C. Angin bertiup dari utara ke selatan dengan kecepatan 4,4 m/s dan kelembapan berkurang hingga 80%.

Pada sore hari, hujan ringan diperkirakan turun dengan suhu tetap di angka 26°C. Angin berhembus dari tenggara ke barat laut pada kecepatan 4,8 m/s dan kelembapan meningkat menjadi 89%.

Malam hari, cuaca kembali berawan dengan suhu 24°C. Angin bertiup dari barat daya ke timur laut dengan kecepatan 3,4 m/s dan kelembapan tetap tinggi di angka 98%.

Aceh Barat Daya

Aceh Barat Daya akan memulai pagi dengan cuaca cerah berawan dan suhu 21°C. Angin bertiup dari timur laut ke barat daya dengan kecepatan 1,1 m/s, sementara kelembapan mencapai 97%.

Pada siang hari, hujan ringan diprediksi turun dengan suhu mencapai 25°C. Angin datang dari selatan ke utara dengan kecepatan 4 m/s dan kelembapan turun menjadi 86%.

Sore hari, hujan ringan masih berlanjut dengan suhu stabil di 24°C. Angin berhembus dari barat ke timur pada kecepatan 2,8 m/s, sementara kelembapan naik menjadi 90%.

Malam harinya, cuaca berubah menjadi petir dengan suhu 22°C. Angin bertiup dari utara ke selatan dengan kecepatan 2,2 m/s, dan kelembapan cukup tinggi di angka 98%.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup signifikan di beberapa wilayah, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan. Hujan ringan hingga petir diperkirakan terjadi di beberapa daerah pada sore dan malam hari. Pastikan untuk membawa perlengkapan yang sesuai agar tetap nyaman beraktivitas sepanjang hari.

Editor: Akil

Pemkab Aceh Barat Mulai Distribusikan Air Bersih ke Ribuan Pelanggan

0
Pemkab Aceh Barat Mulai Distribusikan Air Bersih ke Ribuan Pelanggan. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Setelah hampir setengah tahun terhenti, pasokan air bersih dari Perumda Tirta Meulaboh akhirnya kembali mengalir ke rumah-rumah warga di Kabupaten Aceh Barat. Sebanyak 1.200 pelanggan dari total 4.800 pelanggan telah mulai menikmati layanan air bersih secara bertahap sejak Senin (3/3/2025).

“Alhamdulillah, untuk tahap pertama ini, sebanyak 1.200 pelanggan dari total 4.800 pelanggan air di Kota Meulaboh khususnya Kecamatan Johan Pahlawan, sudah mulai mendapatkan pasokan air bersih,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, Kurdi.

Kurdi menjelaskan, pemulihan layanan ini dilakukan setelah satu unit mesin pompa air di instalasi pengolahan air bersih (WTP) di kawasan Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, kembali difungsikan. Saat ini, Perumda Tirta Meulaboh mampu memproduksi air bersih sebanyak 40 liter per detik selama 24 jam penuh, dengan total produksi harian mencapai 3.456 meter kubik.

Sementara itu, masih ada sekitar 3.600 pelanggan yang belum menerima pasokan air. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana untuk segera menyalurkan air ke seluruh pelanggan setelah satu unit mesin baru yang telah dipesan tiba di daerah tersebut.

“Jika dikonversi liter/detik ke meter kubik per hari, produksi air bersih di Aceh Barat saat ini mencapai 3.456 m³/hari,” kata Kurdi menambahkan.

Selain memastikan distribusi air, Pemkab Aceh Barat juga berfokus pada kualitas air yang disuplai ke masyarakat. Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, telah menginstruksikan agar produksi air memenuhi standar kejernihan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

“Maka penanganan dengan baik, sistematis, dan terukur akan menjaga kualitas air dan juga menyehatkan air yang diproduksi Perumda Tirta Meulaboh,” kata Kurdi.

Meski proses perbaikan masih berlangsung, Pemkab Aceh Barat berencana segera meresmikan distribusi air bersih secara simbolis. Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, bersama Wakil Bupati Said Fadheil, dijadwalkan akan memimpin peresmian dalam waktu dekat.

“Persiapan peresmian saat ini sedang disiapkan,” demikian Kurdi.

Editor: Akil

Masjid Cut Meutia Banda Aceh Sediakan 350 Porsi Berbuka Puasa Selama Ramadan

0
Masjid Cut Meutia Banda Aceh Sediakan 350 Porsi Berbuka Puasa. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masjid Cut Meutia Banda Aceh kembali menggelar program berbuka puasa gratis bagi masyarakat selama bulan Ramadan. Setiap hari, panitia menyediakan sekitar 350 porsi makanan berbuka bagi warga, mahasiswa, perantau, serta masyarakat kurang mampu.

Pantauan Nukilan.id pada Senin (3/3/2025) sore, warga mulai berdatangan ke Masjid Cut Meutia sejak pukul 18.00 WIB. Mereka duduk di teras masjid sembari menunggu waktu berbuka tiba. Beragam menu berbuka disiapkan oleh panitia dengan variasi yang berbeda setiap harinya.

Rizky, seorang perantau asal Aceh Selatan, mengaku rutin datang ke masjid ini bersama teman-temannya sejak tahun lalu. Ia menuturkan bahwa menu berbuka yang disediakan selalu bervariasi.

“Kemarin puasa pertama itu ada nasi briyani, hari ini ayam geprek. Dari tahun lalu memang beda-beda setiap hari,” kata Rizky.

Menurut keterangan dari Rizky, panitia tak hanya membagikan makanan utama, namun juga menyiapkan aneka takjil dan minuman segar.

“Selain nasi, ada minuman yang segar kayak cincau, kemudian kurma, kadang nanti ada gorengan juga,” tambahnya.

Bagi Rizky dan teman-temannya, berbuka di masjid ini menjadi cara untuk menghemat pengeluaran selama Ramadan. Ia pun mengapresiasi para donatur yang telah berkontribusi dalam program ini.

“Memang saya dengan kawan saya setiap hari ke sini buat menghemat pengeluaran. Saya doakan para donatur senantiasa dibalas kebaikan oleh Allah,” tuturnya.

Program berbuka puasa gratis di Masjid Cut Meutia ini telah menjadi tradisi tahunan yang dinanti banyak warga. Selain membantu meringankan beban masyarakat, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan. (XRQ)

Reporter: Akil

Penghapusan Barcode BBM Ditolak, Gubernur Aceh Soroti Transparansi

0
ampon man
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman. (Foto: Dok Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menolak permintaan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, terkait penghapusan sistem barcode untuk pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Keputusan ini didasarkan pada alasan bahwa barcode tetap diperlukan untuk mencegah penyimpangan dalam distribusi BBM bersubsidi.

Menanggapi keputusan tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, melalui juru bicara Teuku Kamaruzzaman atau Ampon Man, menyatakan bahwa pihaknya akan mengkaji lebih dalam konsep akuntabilitas dan transparansi yang disampaikan oleh Kepala BPH Migas, Erika Retnowati.

“APBN diperoleh dari pajak rakyat dan juga eksploitasi sumber daya alam, yang sebagian dihasilkan dari rakyat dan sumber daya alam (SDA) Aceh. Karena itu, kami ingin mendapatkan data dan penjelasan lebih mendalam mengenai pola distribusi, kompensasi, serta jumlah BBM subsidi yang diberikan ke masing-masing daerah beserta komposisinya,” ujar Ampon Man.

Ampon Man menekankan bahwa transparansi dalam distribusi BBM sangat penting bagi Aceh. Menurutnya, sistem yang diterapkan harus jelas dan adil bagi seluruh pihak yang terdampak.

“Kami menghargai semua pendapat yang berpedoman pada akuntabilitas dan transparansi. Namun, bagi Aceh, keadilan dalam mekanisme dan sistem yang dibuat harus diperjelas. Tidak boleh semua ini hanya diselesaikan dengan selembar surat dari Kepala BPH Migas. Kami ingin mengetahui pola, sistem, serta mekanisme distribusi BBM yang dikuasai negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengkritisi surat keputusan Kepala BPH Migas yang tidak mencantumkan dasar pemikiran, jangka waktu, serta kompensasi dari penetapan Aceh sebagai daerah percontohan. Ia juga mempertanyakan perbandingan kebijakan ini dengan wilayah lain serta dampaknya bagi konsumen.

Ampon Man menyoroti perlindungan konsumen yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Ia menegaskan bahwa hak konsumen bukan hanya soal keamanan dan kenyamanan, tetapi juga informasi yang transparan dan akurat mengenai produk yang mereka gunakan.

“Konsumen BBM di Aceh juga berhak mendapatkan perlindungan sesuai undang-undang, yang menyebutkan bahwa hak konsumen bukan hanya soal keamanan, kenyamanan, dan keselamatan, tetapi juga informasi yang jelas, benar, dan jujur terhadap kondisi suatu produk. Apalagi, BBM adalah produk yang dikuasai negara,” jelasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Ampon Man mengungkapkan bahwa pihaknya akan membentuk tim khusus untuk meneliti lebih lanjut kebijakan ini.

“Kami akan membentuk tim khusus untuk memeriksa dan meneliti persoalan ini secara lebih detail. Kami tentu akan bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan negara lainnya demi memperoleh transparansi, akuntabilitas, serta keadilan bagi masyarakat Aceh,” tutupnya.

Editor: Akil

Ingin Hidup Lebih Lama? Kopi Bisa Jadi Kuncinya

0
Kopi Hitam. (Foto: Pixels)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bagi banyak orang, secangkir kopi di pagi hari adalah ritual yang tak tergantikan. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan ini ternyata bisa membawa manfaat lebih dari sekadar meningkatkan semangat?

Dilansir Nukilan.id dari Jurnal JAMA Internal Medicine pada tahun 2018, ditemukan fakta bahwa konsumsi kopi dikaitkan dengan penurunan risiko kematian akibat berbagai penyebab, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Penelitian berjudul Association of Coffee Drinking with Mortality by Genetic Variation in Caffeine Metabolism yang dilakukan oleh Loftfield mengungkapkan bahwa peminum kopi memiliki tingkat harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi minuman berkafein ini.

Manfaat Kopi untuk Kesehatan

1. Membantu Menjaga Berat Badan Ideal
Menjaga berat badan tetap ideal menjadi tantangan bagi banyak orang. Kafein dalam kopi ternyata bisa membantu mengontrol berat badan dengan meningkatkan metabolisme tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa zat ini mampu membakar lemak dan membantu penurunan berat badan. Ditambah lagi, kopi mengandung magnesium dan kalium yang berperan dalam memperlancar metabolisme tubuh.

2. Menjaga Kesehatan Jantung
Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Namun, kabar baiknya, konsumsi kopi dalam jumlah yang tepat bisa membantu menurunkan risikonya. Studi menunjukkan bahwa minum tiga hingga lima cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 15 persen. Agar manfaatnya maksimal, kopi sebaiknya dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis buatan.

3. Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak menyebabkan kematian di dunia. Kopi diketahui memiliki efek pembakaran lemak, antioksidan, dan anti-inflamasi yang membantu tubuh lebih sensitif terhadap insulin. Selain itu, kopi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan usus, yang berpengaruh terhadap risiko diabetes.

4. Melindungi dari Beberapa Jenis Kanker
Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua setelah penyakit jantung. Meskipun faktor genetik tidak dapat dikontrol, ada banyak cara untuk menurunkan risiko kanker—salah satunya adalah dengan mengonsumsi kopi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat menurunkan risiko kanker hati dan kanker endometrium. Kandungan antioksidan dalam kopi juga mampu melindungi sel dari kerusakan yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.

5. Meningkatkan Fungsi Otak dan Mood
Tak hanya memberikan efek segar dan terjaga, kopi juga memiliki dampak positif bagi kesehatan otak. Minuman ini dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, Parkinson, dan demensia. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi kopi dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi risiko depresi.

Konsumsi yang Bijak

Meskipun kopi memiliki banyak manfaat, konsumsi yang berlebihan juga dapat menimbulkan efek samping, seperti gangguan tidur dan peningkatan detak jantung. Oleh karena itu, mengonsumsi kopi dalam jumlah wajar, tanpa tambahan gula berlebihan, tetap menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan manfaatnya.

Jadi, jika ingin hidup lebih lama dan lebih sehat, secangkir kopi tanpa gula bisa menjadi teman terbaik Anda! (XRQ)

Reporter: Akil

Mahasiswa Padati Masjid UIN Ar-Raniry untuk Berbuka Puasa, 1.500 Paket Disediakan Setiap Hari

0
Mahasiswa Padati Masjid UIN Ar-Raniry untuk Berbuka Puasa. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ribuan mahasiswa memadati Masjid Fatun Qarib, Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, setiap sore menjelang berbuka puasa. Masjid yang terletak di kawasan Kopelma Darussalam itu menjadi tempat favorit mahasiswa untuk menikmati hidangan berbuka yang disediakan oleh panitia.

Pantauan Nukilan.id pada Minggu (2/3/2025) sore menunjukkan bahwa mahasiswa dan mahasiswi mulai berdatangan sejak pukul 17.30 WIB. Mereka duduk di teras masjid, menanti waktu berbuka dengan paket makanan yang disediakan.

Bagi mahasiswa perantauan, program berbuka puasa ini sangat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan makan saat Ramadan. Saleh, mahasiswa asal Bireuen, mengungkapkan kebahagiaannya karena bisa menikmati hidangan berbuka tanpa harus repot memasak atau membeli makanan di luar.

“Kami merasa sangat terbantu ya, apalagi kan di sini ngekos, jadi langsung ke sini saja,” kata Saleh.

Ia menambahkan bahwa sejak tahun lalu program ini sudah berjalan dan menjadi rutinitasnya selama Ramadan.

“Saya selalu datang ke Fatun Qarib dengan teman-teman. Sejak tahun lalu kan ada program ini, kami selalu ke sini. Jadi bisa langsung maghrib berjamaah dan tarawihnya juga berjamaah,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Vira, mahasiswi tingkat akhir yang tengah mengerjakan tugas akhirnya. Kesibukan bimbingan skripsi sejak pagi hingga sore membuatnya tidak memiliki waktu dan tenaga untuk memasak sendiri.

“Jadi dari pagi hingga sore kan ke kampus, bimbingan. Pulangnya udah capek. Enggak mood lagi untuk masak. Jadi langsung ke sini,” ungkap Vira.

Diketahui, UIN Ar-Raniry Banda Aceh menyediakan 1.500 paket berbuka puasa setiap hari selama bulan Ramadan. Dikutip dari kemenag.go.id, Rektor UIN Ar-Raniry, Mujiburrahman, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari dukungan dan bantuan Ramadan bagi sivitas akademika UIN Ar-Raniry dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui Yayasan Khalifa bin Zayed Al Nahyan.

Dengan adanya program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan makanan berbuka secara gratis, tetapi juga dapat menjalankan ibadah secara berjamaah di masjid kampus, menciptakan suasana Ramadan yang lebih bermakna. (XRQ)

Reporter: Akil

Gubernur dan Wagub Aceh Absen di Apel Perdana Ramadhan, Masih dalam Perjalanan dari Magelang

0
Prabowo Sambut Hangat Mualem di Istana. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Apel pagi perdana bulan Ramadhan di halaman Kantor Gubernur Aceh, Senin (3/3/2025), berlangsung tanpa kehadiran Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhlullah (Dek Fadh). Keduanya masih dalam perjalanan kembali ke Aceh usai mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Dikutip dari Kompas.com, sejak pukul 07.20 WIB, para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Aceh mulai berdatangan dan langsung memasuki barisan upacara. Apel dipimpin oleh Plt Sekda Aceh, Alhudri, menggantikan gubernur yang masih dalam perjalanan.

Gubernur Tertahan di Perjalanan

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat, menjelaskan bahwa Gubernur Muzakir Manaf telah berusaha segera kembali ke Aceh setelah kegiatan di Magelang. Namun, kepadatan penerbangan membuatnya harus transit lebih lama di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara.

“Beliau sudah berusaha sejak kemarin, cuma karena kondisi tiket penuh. Jadi dari Sumatera Utara baru ke Aceh. Sekarang masih dalam perjalanan,” kata Akkar usai mengikuti apel.

Sementara itu, Plt Sekda Aceh, Alhudri, yang ditunjuk menggantikan gubernur dalam apel pagi tersebut, menyampaikan pesan langsung dari Gubernur kepada seluruh ASN yang hadir.

“Mohon maaf Pak Gubernur masih belum bisa hadir bersama kita hari ini. Beliau masih dalam perjalanan, izinkan saya membacakan sambutan beliau,” ujar Alhudri di hadapan para ASN.

Pesan Gubernur untuk ASN

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Plt Sekda Aceh, Gubernur Muzakir Manaf menekankan pentingnya disiplin dan optimalisasi kinerja ASN, terutama dalam memastikan realisasi anggaran berjalan sesuai rencana.

“Arahan beliau, pertama tetap bekerja maksimal dan mengontrol realisasi anggaran. Apa yang sudah diprogramkan harus segera dilaksanakan, dan harus menyentuh masyarakat Aceh,” tutupnya.

Meskipun tanpa kehadiran gubernur dan wakil gubernur, apel pagi berlangsung lancar dengan para ASN tetap mengikuti jalannya upacara sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.

Editor: Akil

Pemangkasan Anggaran: Risiko Gagalnya Pemerintahan Prabowo

0
Ilustrasi Efisiensi Anggaran. (Foto: Radar Madiun)

NUKILAN.id | Opini – Keputusan pemerintah untuk memangkas anggaran kementerian dan lembaga negara dalam jumlah besar menandakan buruknya perencanaan keuangan negara. Presiden Prabowo Subianto, yang ingin terus menjalankan program populisnya, berisiko mengganggu jalannya pemerintahan dan memacetkan layanan publik.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun Anggaran 2025, Prabowo memerintahkan pemotongan anggaran sebesar Rp306,6 triliun. Angka tersebut mencakup Rp256,1 triliun dari belanja kementerian dan lembaga serta Rp50 triliun dari dana transfer ke daerah. Kebijakan ini terbit pada 22 Januari 2025 dan langsung menimbulkan kegelisahan di berbagai sektor.

Namun, masalah ini tidak muncul tiba-tiba. Akar persoalannya terletak pada kesalahan penyusunan APBN 2025 oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan tim ekonominya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merancang anggaran tanpa mempertimbangkan realitas utang yang harus ditanggung pemerintah. Selama satu dekade kepemimpinan Jokowi, utang negara meningkat hampir Rp6.000 triliun. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah harus membayar pokok dan bunga Surat Berharga Negara (SBN) yang jatuh tempo hingga Rp3.036 triliun, termasuk Rp803 triliun yang harus dibayarkan pada tahun ini.

Meski dihadapkan pada krisis fiskal, APBN 2025 tetap mengalokasikan anggaran untuk proyek-proyek ambisius seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (Rp14,4 triliun) dan program makan siang gratis (Rp71 triliun). Di sisi lain, pemerintah menghadapi pukulan telak akibat kegagalan sistem pajak digital baru, Cortex. Hingga Januari 2025, Direktorat Jenderal Pajak hanya mampu mengumpulkan 20 juta faktur pajak, jauh di bawah pencapaian tahun lalu yang mencapai 70 juta. Akibatnya, penerimaan pajak anjlok drastis dari Rp172 triliun pada awal 2024 menjadi hanya Rp50 triliun pada periode yang sama tahun ini. Defisit anggaran pun melebar, dan selama dua bulan pertama 2025, pemerintah hanya bisa bertahan dengan sisa anggaran 2024 senilai Rp45,4 triliun.

Alih-alih menyalahkan kondisi kahar, Prabowo dan Sri Mulyani seharusnya lebih realistis dalam menyusun anggaran sejak awal. Sebagai anggota kabinet Jokowi yang kini memegang kendali pemerintahan, mereka seharusnya sudah memiliki proyeksi atas tantangan yang akan dihadapi.

Pemangkasan anggaran yang dilakukan atas nama efisiensi justru menimbulkan tanda tanya besar. Sejumlah kementerian dan lembaga tampaknya lolos dari pemotongan, sementara yang lain dihantam kebijakan ini secara brutal. Ada indikasi bahwa keputusan pemangkasan anggaran lebih didasarkan pada kepentingan politik dibandingkan kriteria yang objektif. Tercatat, 17 lembaga negara tidak mengalami pemotongan anggaran, termasuk Kementerian Pertahanan (Rp16,2 triliun), Kepolisian RI (Rp16,6 triliun), dan Kejaksaan Agung (Rp24,2 triliun). Sebaliknya, kementerian teknis yang melayani masyarakat justru mengalami pemangkasan besar-besaran. Misalnya, anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dipotong Rp81,38 triliun dari Rp110,95 triliun, sementara anggaran Kementerian Perhubungan dipangkas Rp17,9 triliun dari pagu awal Rp31,5 triliun.

Keputusan ini memunculkan ironi: anggaran pertahanan dan keamanan tetap terjaga, tetapi anggaran untuk infrastruktur jalan, jembatan, serta subsidi transportasi publik justru dipangkas. Padahal, infrastruktur dan layanan publik adalah faktor utama yang menunjang kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, pemborosan masih terjadi dalam bentuk kunjungan kenegaraan dengan rombongan besar dan kabinet yang tetap gemuk.

Hasil riset dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia menunjukkan bahwa kabinet besar ala Prabowo berpotensi memboroskan anggaran hingga Rp158,21 triliun pada 2025. Jika pemerintah tetap bersikeras dengan kebijakan ini tanpa perbaikan yang berarti, Indonesia bisa saja masuk dalam kategori negara gagal.

Di tengah krisis fiskal ini, Prabowo harus segera mengambil langkah-langkah yang lebih rasional dan adil. Jika benar-benar ingin menyelamatkan keuangan negara, pemangkasan harus dilakukan secara transparan dan berdasarkan skala prioritas yang jelas. Pemotongan anggaran tidak boleh dilakukan berdasarkan lobi politik atau kepentingan elite, melainkan harus diarahkan pada penghematan yang efektif dan efisien.

Tanpa perubahan kebijakan yang signifikan, kondisi ekonomi Indonesia hanya akan semakin memburuk. Pemerintah perlu memastikan bahwa pemangkasan anggaran tidak mengorbankan kesejahteraan rakyat dan layanan publik yang seharusnya menjadi prioritas utama. (XRQ)

Penulis: AKil

Tim SAR Gabungan Lanjutkan Evakuasi Pendaki di Puncak Carstensz Jayapura

0
Puncak Carstensz Jayapura. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi terhadap para pendaki yang masih berada di Puncak Gunung Carstensz, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (3/3/2025) pagi. Mengingat kondisi medan yang sulit, evakuasi dilakukan menggunakan helikopter untuk menjemput para pendaki yang saat ini bertahan di Basecamp Lembah Kuning.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mimika, I Wayan Suyatna, menegaskan bahwa proses evakuasi akan dilaksanakan hari ini.

“Proses evakuasi terhadap para pendaki akan kami lakukan hari ini,” ungkapnya dikutip dari Kompas.com.

Selain para pendaki yang selamat, Tim SAR juga akan mengevakuasi jenazah Lilie Wijayanti Poegiono, yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia dalam pendakian tersebut.

“Jenazah Lilie akan dilakukan hari ini bersama dengan para pendaki yang selamat,” ujar Wayan.

Cuaca Buruk Jadi Kendala Evakuasi

Namun, upaya evakuasi ini menghadapi tantangan besar akibat cuaca yang tidak menentu. Kondisi cuaca yang buruk pada hari sebelumnya memaksa tim untuk menunda proses penyelamatan hingga hari ini.

“Kondisi cuaca kemarin kurang baik sehingga ditunda untuk hari ini dilakukan evakuasi terhadap para pendaki termasuk jenazah Lilie,” tambah Wayan.

Akses menuju lokasi yang sulit membuat penggunaan helikopter menjadi pilihan utama dalam operasi penyelamatan ini. PT Tropic Cartenz Jaya, selaku sponsor resmi, telah bekerja sama dengan kepolisian dan Basarnas Timika untuk mendukung proses evakuasi menggunakan helikopter Komala dan Intan Angkasa yang diberangkatkan dari Timika.

Tiga Pendaki Telah Dievakuasi Lebih Dulu

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Mimika, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bily Hildiarto Budiman, mengungkapkan bahwa jenazah Lilie saat ini berada di Basecamp Lembah Kuning dan akan segera diterbangkan ke Kabupaten Mimika.

“Saat ini jenazah Elsa berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika,” ungkapnya.

Dari data yang dihimpun, tiga pendaki telah lebih dahulu dievakuasi ke Kabupaten Mimika, yakni Indira Alaika, Saroni, dan Ruslan, yang berperan sebagai pemandu. Ketiganya berhasil dievakuasi bersama jenazah Elsa yang lebih dulu ditemukan.

Proses penyelamatan ini menjadi sorotan mengingat tantangan medan ekstrem di Puncak Carstensz serta pentingnya koordinasi antara berbagai pihak demi keselamatan para pendaki yang tersisa.

Editor: Akil

KPA Luwa Nanggroe Bertemu Petinggi Petronas di KLCC, Bahas Investasi Migas untuk Aceh

0
KPA Luwa Nanggroe Bertemu Petinggi Petronas di KLCC, Bahas Investasi Migas untuk Aceh. (Foto: Haba Nusantara)

NUKILAN.id | Kuala Lumpur – Upaya mewujudkan kemandirian energi di Aceh semakin nyata. Ketua KPA Luwa Nanggroe, Teuku Emi Syamsyumi alias Abu Salam, bersama Kamarozhar Abdul Kadir alias Abu Kadir sebagai penghubung, bertemu dengan petinggi Petronas di Petronas Twin Towers, KLCC, Kuala Lumpur, Jumat (28/02/2025). Pertemuan ini membahas peluang investasi sektor minyak dan gas (migas) oleh Petronas di Aceh serta potensi fasilitasi langsung oleh Ketua Umum KPA sekaligus Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf alias Mualem, dalam pengelolaan energi daerah.

Sejumlah tokoh penting hadir dalam pertemuan ini, termasuk Mohd Redhani Abdul Rahman, Vice President Stakeholder Management International Assets Petronas; Amiruddin Jamil, Stakeholder Management International Assets Petronas; Datuk Lukhman Ghani dan Foo Jong Wee, Exco Member British Graduates Association of Malaysia (BGAM); serta Datuk Kamaruddin Md Ali, Presiden BGAM.

Dalam diskusi tersebut, Abu Salam menegaskan bahwa Aceh sangat terbuka bagi investasi sektor energi, terutama dari perusahaan dengan rekam jejak baik seperti Petronas.

“Pada dasarnya, kita terbuka bagi investasi dari manapun. Namun harus memiliki nilai akuntabilitas dan transparan,” ujarnya.

Menurutnya, investasi strategis di bidang migas dapat menjadi kunci percepatan pembangunan dan penurunan angka kemiskinan di Aceh, yang hingga kini masih bergantung pada sektor primer.

“Kami melihat Petronas sebagai mitra potensial. Dengan ranking dan kredibilitas global yang dimiliki, kami yakin Petronas bisa menjalankan investasinya di Aceh sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik,” tambahnya.

Pihak Petronas menyambut baik gagasan ini, namun menekankan pentingnya regulasi yang mendukung serta kepastian hukum dalam investasi energi di Aceh.

“Kami selalu terbuka untuk peluang investasi, terutama di kawasan yang memiliki potensi besar seperti Aceh. Namun, kami juga butuh kepastian dalam regulasi serta dukungan dari semua pihak terkait,” ujar Mohd Redhani Abdul Rahman.

Sementara itu, Datuk Kamaruddin Md Ali dari BGAM menambahkan bahwa investasi di sektor energi tidak hanya bergantung pada kesepakatan bisnis, tetapi juga kestabilan politik dan kepastian kebijakan dari pemerintah daerah.

“Aceh memiliki peluang besar, tapi butuh dukungan penuh dari jajaran eksekutif dan legislatif agar regulasi yang ada tidak menghambat investasi,” katanya.

Menanggapi hal ini, Abu Salam menekankan bahwa Pemerintah Aceh harus segera menyiapkan regulasi yang mempermudah masuknya investasi migas.

“Kami meminta kepada seluruh jajaran pemerintah Aceh, baik eksekutif maupun legislatif, untuk mempercepat regulasi yang memungkinkan Petronas hadir di Aceh. Kita tidak bisa terus bergantung pada pusat jika kebijakan yang ada tidak berpihak pada rakyat Aceh,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa langkah ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut harga diri dan kemandirian Aceh dalam mengelola sumber daya alamnya sendiri.

Sementara itu, Abu Kadir yang berperan sebagai penghubung dalam pertemuan ini menambahkan bahwa komunikasi intensif akan terus dilakukan agar kesepakatan ini segera terealisasi.

“Kami akan terus menjalin komunikasi dengan Petronas agar proses ini berjalan lancar. Aceh harus mendapatkan haknya dalam pengelolaan migas sesuai dengan MoU Helsinki,” ujar Abu Kadir.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis bagi Aceh dalam membangun skema baru pengelolaan energi yang lebih mandiri dan menguntungkan bagi masyarakat. Jika pemerintah pusat terus menghambat, Aceh siap membuka jalur kerja sama langsung dengan perusahaan migas internasional demi masa depan yang lebih cerah.

Editor: Akil