Beranda blog Halaman 521

Warga Non Muslim di Banda Aceh Ikut ‘War’ Takjil: Bukti Pluralisme di Aceh

0
Warga Non Muslim di Banda Aceh Ikut War Takjil. (Foto: AJNN)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasar takjil yang tersebar di 25 titik di Banda Aceh menjadi magnet bagi warga yang ingin mencari makanan untuk berbuka puasa. Namun, tak hanya umat Muslim yang meramaikan suasana pasar sore itu, warga non-Muslim pun ikut berburu takjil—atau yang kini populer dengan sebutan War Takjil—menjelang waktu berbuka.

Di pasar takjil yang berlokasi di Jalan Tgk Dibaroh dan Jalan Garuda, suasana sore hari begitu semarak. Beragam hidangan khas Ramadan tersaji di sepanjang jalan, dari camilan manis hingga makanan berat yang menggugah selera. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, Aurelia, seorang warga non-Muslim, tampak antusias memilih takjil favoritnya.

“Seru ramai-ramai, banyak kuliner yang kadang tidak ditemukan di tempat lain ada di sini,” kata Aurelia saat ditemui di pasar takjil pada Senin (3/3/2025) lalu.

Ia mengaku sudah beberapa tahun terakhir menjadikan berburu takjil sebagai bagian dari rutinitasnya setiap Ramadan. Menurut Aurelia, berburu takjil bukan sekadar menikmati kuliner, tetapi juga merasakan kebersamaan dalam suasana Ramadan yang penuh kehangatan.

“Saya sering datang untuk mencoba berbagai macam makanan yang dijajakan di sini. Ada Mie Sop dan Martabak yang menjadi favorit saya,” katanya.

Tidak hanya Aurelia, beberapa warga non-Muslim lainnya juga terlihat berbaur dengan pengunjung Muslim di pasar takjil. Para pedagang menyambut baik keberagaman ini, melihatnya sebagai peluang untuk memperkenalkan kuliner khas Ramadan kepada siapa saja tanpa memandang latar belakang agama.

“Biasa aja, kan kita juga berbaur,” tambah Aurelia dengan senyum. Baginya, keberadaan pasar takjil bukan hanya tentang berburu makanan lezat, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat yang majemuk.

Seiring berkembangnya tren kuliner di Banda Aceh, pasar takjil semakin menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar daerah. Keberagaman pengunjung memberikan dampak positif bagi para pedagang UMKM yang berjualan di sana. Banyak dari mereka yang merasakan peningkatan omzet berkat semakin ramainya pembeli dari berbagai kalangan.

Di bulan Ramadan, semangat berbagi dan kebersamaan terasa di setiap sudut kota. Tradisi berburu takjil bukan hanya milik umat Muslim, tetapi juga telah menjadi bagian dari kebiasaan sosial yang menyatukan masyarakat Banda Aceh dalam keberagaman.

Editor: Akil

Bawa 1 Kg Sabu Tujuan Kendari, Pemuda Asal Aceh Timur Diamankan di Bandara SIM

0
Barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan oleh Avsec Bandari SIM. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Petugas Avsec Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 1 kilogram yang hendak diangkut ke Kendari.

Tersangka berinisial RM (27), warga Idi Rayeuk, Aceh Timur, ditangkap pada Selasa (4/3/2025) dini hari sekitar pukul 06.00 WIB saat hendak melakukan perjalanan.

Menurut keterangan Kapolsek Kuta Baro, Iptu M Jabir, sabu tersebut disembunyikan dalam sebuah koper dan dibungkus menjadi empat plastik dengan total berat kotor mencapai 1 kilogram.

“Empat bungkusan besar plastik dengan total berat bruto lebih kurang 1 kg,” kata Iptu M Jabir dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan.

Dijelaskannya, penemuan barang bukti bermula dari pemeriksaan X-Ray yang dilakukan petugas Avsec bandara. Tersangka kemudian diserahkan kepada Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil interogasi sementara, RM mengakui sudah dua kali untuk membawa barang narkotika jenis sabu tersebut, satu kali berhasil,” jelas Iptu Jabir.

Menurut pengakuan terduga pelaku, barang tersebut diperoleh di pinggir jalan seputaran Gampong Beureunuen, Kota Sigli, Pidie. Namun RM tidak kenal dengan orang yang memberikan barang tersebut.

Hanya saja menurut pengakuannya, dia diarahkan pria berinisial TK (panggilan) ke tempat tersebut serta diberikan uang jalan sebesar Rp 20 juta yang ditransfer sekaligus digunakan untuk pembelian tiket.

“Hingga saat ini petugas terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna menemukan tersangka terhadap tindak pidana narkotika jenis sabu tersebut,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

BI Aceh Siapkan Rp 3,6 Triliun untuk Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri

0
Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini bersama Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal saat membuka kegiatan penukaran uang rupi di Kantor BI Aceh, Banda Aceh, pada Selasa 4 Maret 2025. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1446 Hijriah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, mengatakan persiapan ini merupakan bagian dari program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2025 dengan tema “Menjaga Rupiah di Bulan Penuh Berkah”.

“Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dalam program SERAMBI setiap tahunnya,” ujar Agus Chusaini dalam keterangannya kepada Nukilan, Selasa (4/3/2025).

Tahun ini, BI mengoptimalkan penggunaan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) yang dapat diakses masyarakat untuk layanan penukaran di loket perbankan. Aplikasi ini diharapkan meningkatkan kepastian layanan, mengurangi antrean, serta memastikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat.

Layanan penukaran uang Rupiah akan dilaksanakan mulai 5 hingga 22 Maret 2025 melalui empat kegiatan utama. Pertama, Layanan Kas Keliling Ritel di lokasi-lokasi strategis seperti masjid, pesantren, dan pasar pada 5-14 Maret pukul 09.00-12.00 WIB.

Kedua, Layanan Kas Keliling Tematik Aceh Ramadan Festival, kolaborasi Pemerintah Aceh dan KPwBI Provinsi Aceh yang dilaksanakan pada 12-16 Maret pukul 16.00-17.30 WIB, dan 17 Maret pukul 09.00-12.00 WIB.

Ketiga, Layanan Kas Keliling Terpadu kerja sama BI dan Perbankan di area Taman Bustanussalatin Kota Banda Aceh pada 18-20 Maret dan Terminal Bus Batoh Kota Banda Aceh pada 22 Maret pukul 09.00-12.00 WIB.

Keempat, masyarakat juga dapat melakukan penukaran uang Rupiah di 23 Kantor Cabang Bank pada 13 Perbankan di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia, mulai 19-20 Maret 2025.

“Kami mengapresiasi seluruh mitra perbankan, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR), serta berbagai pihak yang telah mendukung kelancaran program SERAMBI 2025,” tambah Agus.

Masyarakat dapat mengakses layanan penukaran uang Rupiah melalui Aplikasi PINTAR mulai 3 Maret 2025 pukul 12.00 WIB di https://pintar.bi.go.id sesuai dengan kuota yang tersedia. Pendaftaran dapat dilakukan sesuai jadwal dan lokasi yang diinginkan melalui aplikasi tersebut.

Reporter: Rezi

Direktur LBH Banda Aceh Sebut Eksekusi Cambuk tanpa Penjara Tidak Adil

0
Ilustrasi terpidana yang dicambuk. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Aulianda Wafisa menyayangkan kasus dua terpidana kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh Utara yang divonis bebas usai menjalani eksekusi cambuk di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, Rabu (26/2/2025) lalu. Menurut Aulianda, bebasnya dua terpidana usai dicambuk ini tidak dibarengi dengan hukuman penjara yang seharusnya dilaksanakan.

“Yang utama memang soal penghukuman itu, karena menurut kita nggak adil kalau dia cuma dicambuk, karena terpidana seperti ini bisa mendatangkan bahaya bagi orang lain. Kalau hanya dicambuk, itu tidak komulatif dan masih jauh dari rasa keadilan, walaupun pelaksanaan hukuman cambuk itu tidak bisa dihindari,” ujar Aulianda kepada Nukilan, Jumat (28/2/2025).

Dia menegaskan karena itulah revisi Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat sangat diperlukan. Menurut Aulianda, dalam revisi Qanun Jinayat yang saat ini masih menunggu fasilitasi dari Kemendagri RI, selain ada pemberatan hukuman bagi pelaku, revisi qanun tersebut juga mengatur tentang pemulihan bagi korban, restitusi, dan kompensasi bagi korban.

“Jadi komprehensif sebetulnya revisi ini, kalau sekarang belum ada, sebenarnya ada pengaturannya dalam Qanun Jinayat tentang restitusi, tapi belum bisa dilaksanakan. Ini yang coba diperbaiki dalam revisi Qanun Jinayat. Kita berharap perubahan ini bisa segera ditetapkan oleh Pemerintah Aceh dan DPRA,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, dua terpidana kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di Aceh Utara, Ammar Rizki dan Syahril Ramadhana, dibebaskan usai menjalani eksekusi cambuk di halaman kantor Kejari Aceh Utara, Rabu (28/2/2025) lalu. Ammar mendapat 41 kali dari vonis 50 kali usai dipotong masa tahanan selama sembilan bulan, sementara SR mendapat 100 kali cambukan dalam eksekusi tersebut. []

Reporter: Sammy

Tak Sekedar Makan, Bukber Juga Baik untuk Kesehatan Mental

0
Ilustrasi Buker. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Buka puasa bersama atau yang sering disebut bukber menjadi salah satu tradisi yang tak terpisahkan di bulan Ramadan. Selain sebagai ajang berbagi makanan, kegiatan ini juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental dan sosial. Jika dilakukan dengan tepat, bukber bisa menjadi momen berharga untuk meningkatkan kesejahteraan emosional dan mempererat hubungan sosial.

Psikolog Klinis, Tengku Sheila Noor Faraza, mengungkapkan bahwa berbuka puasa bersama dapat memberikan dampak positif bagi individu, terutama dalam aspek sosial.

“Karena ketika berbuka puasa bersama, kita bertemu dengan orang lain saat berbuka,” katanya kepada Nukilan.id pada Selasa (4/3/2025).

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi ruang bagi setiap individu untuk berbagi cerita, mendengarkan, dan memperkuat hubungan yang telah terjalin.

“Dengan bukber biasanya akan mempererat silaturahmi, rasa kekeluargaan dan memunculkan sikap toleransi serta peduli dengan orang lain,” jelasnya.

Selain itu, rutinitas di bulan Ramadan yang sering kali dipenuhi dengan kesibukan pekerjaan dan urusan keluarga dapat memicu stres. Oleh karena itu, buka puasa bersama juga berperan dalam menjaga keseimbangan emosional.

“Buka puasa bersama ini bisa mengurangi stres dan cemas berlebihan di tengah kesibukan,” tambahnya.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, buka puasa bersama bukan hanya menjadi tradisi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesehatan mental dan memperkuat ikatan sosial di tengah kesibukan Ramadan. (XRQ)

Reporter: Akil

Benarkah Puasa Bermanfaat bagi Kesehatan Mental? Ini Penjelasan Psikolog

0
Psikolog Klinis Tengku Sheila Noor Faraza. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Puasa merupakan ibadah keagamaan yang dilakukan oleh banyak orang, terutama umat Muslim. Selain memiliki manfaat bagi kesehatan fisik, seperti menurunkan berat badan dan mengatur kadar gula darah, puasa juga diyakini memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.

Psikolog Klinis, Tengku Sheila Noor Faraza, membenarkan hal tersebut dan menjelaskan bagaimana puasa dapat membantu seseorang dalam mengelola stres serta meningkatkan kesejahteraan psikologis.

“Selama berpuasa, kita dapat memiliki kontrol diri yang baik, sehingga dapat membatasi pikiran dan perbuatan negatif kita,” kata Sheila kepada Nukilan.id pada Selasa (4/3/2025).

Dengan kontrol diri yang lebih baik, seseorang dapat menghindari perilaku impulsif yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, puasa juga berdampak positif pada aspek sosial seseorang. “Selain itu, dapat meningkatkan nilai sosial kita dengan mengerjakan salah satu ibadah kita yaitu bersilaturahmi dan bersedekah dengan orang lain,” lanjutnya.

Dalam momen Ramadan, kebiasaan berbagi dan menjalin silaturahmi semakin diperkuat, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan hubungan sosial.

“Hal ini dapat meningkatkan nilai dan hubungan sosial kita dengan orang lain,” tambahnya.

Dengan demikian, puasa tidak hanya membawa manfaat individu, tetapi juga mempererat ikatan sosial dalam masyarakat.

Sejumlah penelitian ilmiah turut mendukung manfaat puasa bagi kesehatan mental. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Religion and Health (2014) menemukan bahwa puasa Ramadan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis serta mengurangi gejala depresi dan kecemasan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa membantu individu merasa lebih terkendali dan memiliki tujuan spiritual yang kuat, yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental.

Selain itu, puasa juga dikaitkan dengan peningkatan kualitas tidur. Penelitian dalam Sleep and Breathing (2013) menunjukkan bahwa puasa Ramadan dapat membantu memperbaiki pola tidur. Kualitas tidur yang baik sangat penting bagi kesehatan mental, mengingat kurang tidur dapat memicu berbagai masalah seperti stres, kecemasan, dan depresi.

Tak hanya itu, puasa Ramadan juga dapat meningkatkan koneksi sosial dan spiritual seseorang. Studi lain dalam Journal of Religion and Health (2016) menemukan bahwa puasa dapat memperkuat rasa kebersamaan dan dukungan sosial. Dengan meningkatnya interaksi sosial selama Ramadan, perasaan isolasi dan kesepian pun dapat berkurang, sehingga kesehatan mental menjadi lebih baik.

Dengan berbagai manfaat tersebut, dapat disimpulkan bahwa puasa tidak hanya menjadi ibadah wajib bagi umat Muslim, tetapi juga memiliki dampak positif bagi kesehatan mental dan kesejahteraan sosial. (XRQ)

Reporter: AKil

Tips Menjaga Kesehatan Mental dan Emosional di Bulan Ramadan

0
Ilustrasi Emosional. (Foto: identitasunhas.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjalankan ibadah puasa selama Ramadan tidak hanya menghadirkan tantangan fisik, tetapi juga emosional. Kurangnya asupan makanan dan cairan sepanjang hari dapat memengaruhi suasana hati, membuat seseorang lebih mudah tersulut emosi. Banyak orang cenderung lebih fokus pada aspek fisik dari puasa, padahal kesejahteraan mental dan emosional juga perlu diperhatikan agar ibadah tetap berjalan dengan khusyuk.

Untuk memahami strategi menjaga kesehatan mental selama berpuasa, Nukilan.id menghubungi Psikolog Klinis, Tengku Sheila Noor Faraza. Ia menekankan pentingnya mengatur pola aktivitas agar tubuh dan pikiran tetap seimbang. Menurutnya, kelelahan fisik dapat memicu stres dan ketidakstabilan emosi, sehingga menjaga keseimbangan antara aktivitas dan istirahat sangat penting selama Ramadan.

“Pertama tentu di sela-sela beraktivitas tetap perlu adanya waktu istirahat agar tidak merasa lelah,” katanya pada Selasa (4/3/2025).

Selain itu, Tengku Sheila juga mengingatkan agar seseorang lebih selektif dalam memilih lingkungan selama menjalani ibadah puasa. Dengan menghindari situasi atau lingkungan yang penuh tekanan, seseorang dapat lebih fokus pada ibadah dan menjaga ketenangan batin.

“Kemudian perbanyak waktu ibadah dan menjaga diri dari lingkungan yang dapat mengganggu ibadah,” tambahnya.

Selain saran dari psikolog, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa pola makan dan aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kesehatan mental selama puasa. Dilansir dari Harvard Medical School, konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka sangat berpengaruh terhadap keseimbangan emosional. Hindari makanan tinggi gula dan lemak yang dapat menyebabkan fluktuasi energi dan suasana hati.

Tak hanya itu, menjaga tubuh tetap aktif juga bisa menjadi solusi. Dikutip dari Mayo Clinic, olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan produksi endorfin, hormon yang membuat perasaan lebih baik.

Di sisi lain, praktik relaksasi juga disarankan sebagai cara mengelola stres saat berpuasa. Dilansir dari American Psychological Association, meditasi, pernapasan dalam, atau dzikir dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.

Dengan menerapkan strategi ini, diharapkan umat Muslim dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang dan nyaman, tanpa harus merasa terbebani secara emosional maupun fisik. (xrq)

Reporter: Akil

Sekretaris Desa di Nagan Raya Dituntut 5,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Desa

0
Sekretaris Desa di Nagan Raya Dituntut 5,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Dana Desa. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Nagan Raya menuntut Zulkifli Joni, Sekretaris Gampong Kuala Seumanyam periode 2016-2021, dengan hukuman lima tahun enam bulan penjara dalam kasus tindak pidana korupsi dana desa.

Tuntutan tersebut dibacakan JPU Bagus Agung Santoto dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Banda Aceh, Senin (12/2/2024). Persidangan dipimpin oleh majelis hakim yang diketuai Apriyanti serta didampingi dua hakim anggota, Harmi Jaya dan Heri Alfian.

Selain hukuman penjara, jaksa juga menuntut terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp100 juta. Jika denda tersebut tidak dibayarkan, maka terdakwa akan menjalani hukuman tambahan selama tiga bulan kurungan.

Penyimpangan Dana Desa Rp1,7 Miliar

Berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, Zulkifli Joni bersama Guntur, Keuchik (kepala desa) Kuala Seumanyam yang telah dipidana dalam perkara terpisah, serta Didit Pranata, seorang bendera desa yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), diduga melakukan penyimpangan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) tahun 2016 hingga 2021.

Total dana yang dikelola dalam periode tersebut mencapai miliaran rupiah, dengan rincian:

  • Tahun 2016: Rp867,1 juta
  • Tahun 2017: Rp1,04 miliar
  • Tahun 2018: Rp951,7 juta
  • Tahun 2019: Rp1,2 miliar
  • Tahun 2020: Rp1,16 miliar
  • Tahun 2021: Rp1,13 miliar

Namun, dalam pengelolaannya, ditemukan berbagai penyimpangan yang merugikan negara hingga Rp1,7 miliar lebih. Modus yang digunakan antara lain perjalanan dinas fiktif, pembuatan tapal batas fiktif, serta pengadaan barang seperti kipas angin dan proyektor yang tidak sesuai. Selain itu, terdapat pajak yang dipungut tetapi tidak disetorkan ke kas daerah.

Terdakwa Akan Sampaikan Nota Pembelaan

Dalam persidangan, terdakwa menyatakan akan menyampaikan nota pembelaan secara tertulis. Sidang akan dilanjutkan pada Senin (10/3) dengan agenda mendengarkan pembelaan dari terdakwa.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” kata JPU Bagus Agung Santoto dalam persidangan.

Kasus ini menjadi perhatian publik, mengingat dana desa seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Dengan adanya korupsi dalam pengelolaannya, masyarakat pun dirugikan secara langsung.

Editor: Akil

BNN Bongkar Sindikat Narkoba Gagak Hitam, Sabu Disembunyikan di Tangki BBM Pajero

0
BNN Bongkar Sindikat Narkoba Gagak Hitam, Sabu Disembunyikan di Tangki BBM Pajero. (Foto: Kompas.com)

NUKILAN.id | Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap modus baru dalam peredaran narkoba di Indonesia. Kali ini, sindikat narkoba asal Aceh bernama Gagak Hitam mencoba menyelundupkan sabu melalui tangki bahan bakar minyak (BBM) mobil Pajero Sport. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh petugas gabungan BNN bersama Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara dan Sumatera bagian Barat.

Kepala BNN Marthinus Hukom mengungkapkan, kasus ini terungkap pada Rabu, 5 Februari 2025, saat petugas mencurigai sebuah mobil Pajero yang melintas di Sumatera Utara.

“Pada Rabu, 5 Februari 2025, petugas gabungan BNN pusat bersama Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara dan Sumatera bagian Barat menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dari Aceh melalui Sumatera Utara yang dilakukan oleh sindikat Kelompok Gagak Hitam,” ujar Marthinus dalam konferensi pers di Kantor BNN, Jakarta Timur, Senin (3/3/2025).

Petugas yang telah lama melakukan pemantauan terhadap kendaraan tersebut akhirnya menghentikan mobil di rest area Tebing Tinggi, Kisaran, Sumatera Utara. Semua penumpang mobil kemudian dibawa ke Gedung Keuangan Negara di Kota Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Setibanya di sana, petugas melakukan penggeledahan terhadap mobil tersebut dan menemukan 11 bungkus sabu seberat 10,96 kg yang disembunyikan dalam tangki BBM mobil,” ungkap Marthinus. Dua tersangka, berinisial T dan I, langsung diamankan beserta barang bukti.

Kasus serupa juga terungkap di Karawaci, Tangerang, pada hari yang sama. Petugas BNN menangkap dua tersangka lainnya, Ja dan B, yang menyembunyikan 11 bungkus sabu seberat 10,93 kilogram di dalam tangki BBM mobil mereka.

Dalam operasi pemberantasan narkoba sepanjang Februari 2025, BNN mencatat penyitaan narkotika dengan total 1,2 ton. Upaya ini dinilai berhasil mencegah potensi penyalahgunaan narkotika oleh 1,4 juta orang di Indonesia serta menghentikan perputaran uang sebesar Rp 1 triliun dalam bisnis gelap tersebut.

“Berdasarkan total barang bukti narkotika yang telah disita, kita telah berhasil mencegah perputaran uang untuk pembelian narkotika sebesar Rp 1 triliun, sekaligus mencegah 1,4 juta orang yang berpotensi menyalahgunakan narkotika,” kata Marthinus.

Selain narkotika, BNN juga mengamankan 20 kendaraan yang digunakan untuk aksi penyelundupan. Dari jumlah tersebut, 16 unit merupakan kendaraan roda empat, termasuk tujuh unit mobil mewah seperti Mercy, BMW, Audi, Fortuner, dan Pajero. Kendaraan-kendaraan ini sengaja dimodifikasi agar bisa digunakan untuk menyembunyikan narkotika serta mengelabui petugas saat razia.

Dengan pengungkapan kasus ini, BNN terus berupaya mempersempit ruang gerak jaringan narkotika yang kian kreatif dalam menjalankan aksinya. Marthinus menegaskan bahwa pihaknya akan semakin memperketat pengawasan dan meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak guna menekan peredaran gelap narkoba di Tanah Air.

Editor: Akil

Bupati Aceh Barat Minta ASN Profesional, Tegas Tolak Lobi Politik Jabatan

0
Bupati Aceh Barat Minta ASN Profesional, Tegas Tolak Lobi Politik Jabatan. (FOTO: ANTARA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP menegaskan komitmennya untuk menciptakan birokrasi yang profesional dengan menghindari segala bentuk lobi-lobi politik dalam pengisian jabatan di lingkungan pemerintahan. Hal ini disampaikannya saat memimpin apel perdana bersama ribuan aparatur sipil negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Aceh Barat, Senin (3/3/2025).

Dalam apel tersebut, Tarmizi yang didampingi Wakil Bupati Said Fadheil menekankan bahwa setiap ASN harus fokus pada pengembangan karier berbasis kinerja, bukan kedekatan politik.

“Kami berharap ASN fokus pada karir, selama kepemimpinan kami, kami pastikan penilaian kerja secara objektif dan profesional,” kata Tarmizi.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah akan menerapkan sistem reward and punishment bagi ASN. Pegawai yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan, sementara mereka yang melanggar aturan akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati Tarmizi menegaskan bahwa seleksi jabatan di lingkup Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan dilakukan secara transparan melalui mekanisme lelang jabatan.

“Nanti saat dibuka silahkan ikut, ajukan proposal, kami akan lihat visi dan misinya. Silahkan sampaikan target yang ingin dicapai dalam bekerja secara visioner dan kreatif,” ujarnya.

Tarmizi juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi intervensi politik dalam rekrutmen jabatan.

“Semakin ramai yang menyampaikan pesan (lobi) semakin tipis diterima (tidak lolos seleksi),” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi dendam politik pasca Pilkada 2024 lalu.

“Kami setelah terpilih tidak ada waktu untuk ada dendam, tidak ada waktu sakit hati, bantu kami melupakan masa lalu,” katanya.

Meski ia menyadari bahwa ada ASN yang terlibat dalam politik praktis pada Pilkada lalu, ia memastikan hal tersebut sudah tidak menjadi masalah. Kini, fokus utama pemerintahannya adalah membangun Aceh Barat dengan profesionalisme dan integritas.

Editor: Akil