Beranda blog Halaman 523

Permintaan Naik, Pengrajin Tahu di Banda Aceh Genjot Produksi di Awal Ramadan

0
Pengrajin Tahu di Banda Aceh Genjot Produksi di Awal Ramadan. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menyambut awal Ramadan 1446 Hijriah, para pengrajin tahu di Banda Aceh dan sekitarnya meningkatkan produksi hingga dua kali lipat. Lonjakan permintaan ini diperkirakan berlangsung selama 10 hari pertama Ramadan sebelum kembali normal menjelang Lebaran.

Sekretaris Asosiasi Tahu Tempe Aceh, Mulizar, mengatakan bahwa peningkatan produksi ini terlihat dari jumlah bahan baku yang digunakan. Jika pada hari biasa kebutuhan kedelai hanya berkisar 400 hingga 500 kilogram per hari, maka pada awal Ramadan meningkat drastis hingga satu ton per hari. Dari jumlah tersebut, dapat dihasilkan sekitar 450 papan atau lempeng tahu.

“Ada peningkatan produksi tahu hingga dua kali lipat di awal hingga 10 hari pertama Ramadan. Selanjutnya, produksi diperkirakan normal hingga akhir Ramadan,” kata Mulizar di Banda Aceh, Minggu (2/3/2025).

Pasokan kedelai untuk produksi tahu ini sebagian besar didatangkan dari Medan, Sumatera Utara. Mulizar menyebut bahwa kedelai yang digunakan merupakan produk impor dengan harga relatif stabil, yakni Rp9.800 per kilogram. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pihaknya telah memasok 10 ton kedelai guna mencukupi kebutuhan produksi selama 10 hari pertama Ramadan.

“Untuk produksi awal Ramadan tahun ini, kami memasok 10 ton kedelai. Pasokan ini mencukupi untuk produksi 10 hari pertama Ramadan,” ujarnya.

Meskipun permintaan melonjak, harga tahu tetap stabil. Setiap lempeng tahu yang berisi 21 potong dijual dengan harga Rp45 ribu.

“Harga tetap seperti biasa, tidak ada kenaikan, walau permintaan meningkat. Permintaan meningkat ini biasa setiap awal bulan puasa dan kembali normal mulai pertengahan Ramadan nanti,” kata Mulizar, yang juga pemilik usaha tahu Timbul Jaya di Banda Aceh.

Lonjakan permintaan tahu di awal Ramadan menjadi tren tahunan seiring meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap makanan berbasis kedelai. Namun, menjelang pertengahan Ramadan, pola konsumsi mulai bergeser ke kebutuhan Lebaran, menyebabkan produksi tahu kembali ke tingkat normal.

Editor: Akil

Wali Nanggroe Aceh Segera Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Singapura

0
Wali Nanggroe Aceh Segera Jalin Kerja Sama Pendidikan dengan Singapura. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Medan – Wali Nanggroe Aceh, Tgk Malik Mahmud Al Haythar, memastikan akan bertolak ke Singapura dalam waktu dekat guna menindaklanjuti kerja sama di bidang pendidikan. Langkah ini diharapkan membuka peluang bagi pertukaran pelajar serta peningkatan mutu pendidikan di Aceh.

Sebelumnya, Wali Nanggroe bersama rombongan telah melakukan kunjungan kerja ke Medan, termasuk menemui Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura, Edmund Chia. Pertemuan tersebut membahas berbagai potensi kerja sama, tidak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga pengembangan ekonomi dan investasi di Aceh.

“Beberapa hari terakhir Wali Nanggroe bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke Kota Medan. Salah satunya ke Konsulat Jenderal (Konjen) Singapura di Medan,” kata Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe Aceh, Zulfikar Idris, di Aceh Besar, Minggu (2/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Nanggroe memaparkan perkembangan pembangunan di Aceh serta tantangan yang dihadapi. Menurut Zulfikar, diskusi tersebut mendapat respons positif dari Edmund Chia, yang melihat peluang kerja sama lebih lanjut antara Aceh dan Singapura.

Setelah Idul Fitri, Wali Nanggroe dan Dinas Pendidikan Aceh dijadwalkan berkunjung ke Singapura untuk membahas secara lebih rinci implementasi kerja sama yang telah diwacanakan.

“Saya berharap Aceh dan Singapura dapat saling bekerja sama. Kita akan menyiapkan anak muda yang mampu untuk menjadi duta Aceh di mata internasional,” ujar Tgk Malik Mahmud.

Edmund Chia menyebutkan bahwa terdapat dua institusi yang berpotensi menjalin kemitraan pendidikan dengan Aceh, yakni politeknik dan sekolah perfilman di Singapura. Selain itu, dia juga menyinggung peluang kerja sama di bidang teknologi ramah lingkungan.

“Mungkin nanti akan ada pertukaran pelajar. Beberapa di antaranya bisa kerja sama untuk motor listrik dan green energy. Kita juga akan ajak investor Singapura untuk berinvestasi ke Aceh,” kata Edmund.

Diharapkan kunjungan ke Singapura nanti tidak hanya membahas aspek pendidikan, tetapi juga menjadi langkah awal implementasi kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam investasi dan inovasi di berbagai sektor. Dengan kolaborasi ini, diharapkan Aceh dapat semakin maju dalam dunia pendidikan serta menarik lebih banyak peluang investasi dari luar negeri.

Editor: Akil

Tiga Korban TPPO Asal Aceh Dipulangkan, Haji Uma Sambut di Bandara

0
Tiga Korban TPPO Asal Aceh Dipulangkan. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Jakarta – Tiga warga Aceh yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air setelah melalui perjalanan panjang dari Laos. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, pada Sabtu (1/3/2025), dan disambut langsung oleh anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang akrab disapa Haji Uma.

Proses pemulangan ketiga korban tersebut turut dibantu oleh Protokol Kesekjenan DPD RI dalam urusan keimigrasian. Mereka adalah MA (24) asal Aceh Utara, serta YU (27) dan FR (26) asal Lhokseumawe.

Melarikan Diri dari Perbudakan Digital

Ketiga korban sebelumnya bekerja di Laos sebagai scammer, setelah dijebak oleh agen tenaga kerja ilegal dengan iming-iming gaji besar. Namun, mereka berhasil melarikan diri dan mencari perlindungan di kantor kepolisian setempat. Dengan bantuan tim Haji Uma dan perlindungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), mereka akhirnya bisa menyeberang ke Chiang Rai, Thailand, pada Rabu (26/2). Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan ke Bangkok dengan transportasi udara.

“Mereka sempat menginap semalam di Bangkok. Jumat (28/2), mereka berangkat ke tanah air dengan jalur transit di Malaysia, dan Sabtu sekitar pukul 09.30 WIB menjalani penerbangan ke Jakarta,” jelas Haji Uma, Minggu (2/3/2025).

Modus Penipuan yang Menggiurkan

Menurut keterangan para korban, mereka awalnya berangkat ke Laos karena tergiur dengan janji gaji besar. Mereka direkrut melalui Medan, Sumatera Utara, lalu diberangkatkan ke Jakarta. Dari sana, mereka diterbangkan ke Thailand sebelum akhirnya menyeberang ke Laos melalui perbatasan di Provinsi Chiang Rai.

“Kita berharap kepada ketiganya agar lebih selektif untuk memilih bekerja di luar negeri. Jika ingin bekerja ke luar negeri, pilihlah jalur dari agen resmi yang telah terverifikasi oleh Depnaker dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI),” pinta Haji Uma.

Kasus TPPO Kian Marak

Haji Uma menambahkan bahwa kasus ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sejauh ini, pihaknya telah membantu advokasi serta fasilitasi perlindungan dan pemulangan korban TPPO dari berbagai negara, termasuk Kamboja, Myanmar, dan Laos.

“Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat Aceh sehingga tidak ada lagi korban lainnya ke depan,” harapnya.

Editor: Akil

Kemendikti-LPDP Perbarui Kerja Sama, Rp 2 Triliun untuk Beasiswa Pendidikan

0
Ilustrasi LPDP. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) kembali menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam program kolaborasi pendanaan beasiswa dan peningkatan kompetensi. Perjanjian kerja sama ini resmi diperbarui pada Jumat (28/2/2025) dalam sebuah acara yang dihadiri oleh jajaran tinggi dari kedua lembaga.

Turut hadir dalam penandatanganan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie, Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek Togar Mangihut Simatupang, serta Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto. Kerja sama ini bertujuan memperkuat pendanaan bagi pendidikan tinggi, khususnya dalam mendukung beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dari jenjang S1 hingga S3.

Wamen Stella menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi salah satu pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

“Hari ini kita akan menandatangani kerja sama program kolaborasi Kemendikti Saintek dengan LPDP menggunakan Dana Abadi Pendidikan (DAP), khususnya beasiswa. Momen ini menjadi salah satu tumpuan atau poros untuk membangun sumber daya manusia di Indonesia,” ujar Stella, Sabtu (1/3/2025).

Sejalan dengan itu, Sesjen Kemendikti Saintek Togar Mangihut Simatupang menambahkan bahwa program ini akan mendukung pendanaan beasiswa secara transparan demi meningkatkan kualitas generasi mendatang.

“Kami berharap PKS ini dapat meningkatkan kolaborasi antara LPDP dan Kemendikti Saintek, serta membangun generasi sumber daya manusia yang lebih baik di masa depan,” jelasnya.

Perjanjian kerja sama ini tidak hanya mencakup program beasiswa bergelar (degree) untuk jenjang S1 hingga S3, tetapi juga beasiswa non-gelar (non-degree) yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mahasiswa serta tenaga pengajar. Pembaruan kerja sama ini memastikan kelanjutan program beasiswa yang telah berjalan sebelumnya, sekaligus memperkenalkan inisiatif baru yang akan mulai diimplementasikan pada tahun 2025.

Dengan anggaran sebesar Rp 2 triliun, program ini diharapkan dapat semakin memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa Indonesia. Direktur Utama LPDP Andin Hadiyanto menekankan bahwa pihaknya akan terus berupaya meningkatkan layanan beasiswa agar lebih tepat sasaran dan berdampak maksimal bagi penerima manfaat.

LPDP berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dengan “cara memaksimalkan pelayanan dan sportivitas untuk hasil yang optimal, tepat, dan berdampak positif bagi bangsa dan negara.”

Melalui kerja sama ini, Kemendikti Saintek dan LPDP berharap dapat memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia. Selain memberikan bantuan dana pendidikan, sinergi pendanaan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas riset serta memperbesar peluang mahasiswa dan akademisi untuk berkontribusi dalam inovasi nasional.

Program ini sejalan dengan visi pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang menargetkan peningkatan daya saing dan produktivitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan investasi besar di sektor pendidikan, harapannya Indonesia dapat melahirkan lebih banyak talenta unggul yang siap bersaing di tingkat global.

Editor: Akil

Puasa Aman bagi Penderita Maag, Simak Tips agar Ibadah Lancar

0
Ilustrasi penderita maag tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman asalkan mengikuti pola makan yang tepat dan menghindari pemicu naiknya asam lambung. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan menjadi momen yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Namun, bagi penderita maag, perubahan pola makan dan waktu makan yang lebih terbatas bisa menjadi tantangan tersendiri. Rasa perih di lambung hingga naiknya asam lambung sering kali menjadi kendala bagi mereka yang memiliki gangguan pencernaan ini.

Meski begitu, bukan berarti penderita maag tidak bisa berpuasa. Dengan menerapkan pola makan yang tepat dan menghindari pemicu naiknya asam lambung, ibadah puasa tetap bisa dijalankan dengan aman dan nyaman. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan agar puasa tetap lancar bagi penderita maag.

1. Jangan Lewatkan Sahur

Sahur merupakan waktu makan yang sangat penting bagi penderita maag. Dengan mengonsumsi makanan sahur yang tepat, kadar asam lambung dapat terjaga selama menjalani puasa. Pilihlah makanan yang mudah dicerna seperti nasi, protein tanpa lemak, sayur, dan buah agar perut tetap nyaman sepanjang hari.

2. Hindari Makanan Asam dan Pedas

Makanan yang terlalu asam dan pedas berisiko memicu naiknya asam lambung, yang dapat menyebabkan perut terasa perih. Sebaiknya, konsumsi makanan yang lebih ringan dan tidak mengiritasi lambung agar ibadah puasa tidak terganggu.

3. Kurangi Minuman Berkafein

Minuman berkafein seperti kopi, teh hitam, dan soda dapat meningkatkan produksi asam lambung. Sebagai gantinya, pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup saat sahur dan berbuka.

4. Pilih Karbohidrat Kompleks

Makanan tinggi serat dan karbohidrat kompleks seperti oatmeal, nasi merah, dan roti gandum membantu perut terasa kenyang lebih lama serta mencegah naiknya asam lambung. Dengan memilih jenis makanan ini, penderita maag bisa lebih nyaman dalam menjalani puasa.

5. Berbuka dengan Makanan Lembut

Saat berbuka, hindari langsung mengonsumsi makanan berat. Mulailah dengan kurma dan air putih, lalu lanjutkan dengan makanan berkuah seperti sup atau bubur sebelum beralih ke makanan utama agar lambung dapat beradaptasi secara perlahan.

6. Jangan Makan Berlebihan saat Berbuka

Makan dalam porsi besar saat berbuka bisa membuat lambung bekerja lebih keras dan meningkatkan produksi asam lambung. Sebaiknya, makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar sistem pencernaan tidak terbebani.

7. Tidur dengan Posisi yang Tepat

Langsung berbaring setelah makan sahur atau berbuka dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Untuk menghindari hal ini, beri jeda sekitar 2-3 jam sebelum tidur agar makanan dapat dicerna dengan baik.

8. Konsultasi dengan Dokter

Bagi penderita maag kronis atau penyakit asam lambung yang parah, konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa sangat disarankan. Dokter dapat memberikan saran khusus atau meresepkan obat yang bisa membantu mengontrol asam lambung selama berpuasa.

Dengan menerapkan tips di atas, penderita maag tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman dan aman. Kuncinya adalah menjaga pola makan yang sehat, menghindari makanan pemicu maag, dan mendengarkan kondisi tubuh. Semoga Ramadan kali ini tetap penuh berkah dan lancar! (XRQ)

Editor: Akil

Masjid Oman Hadirkan Qari Nasional dan Internasional sebagai Imam Tarawih Ramadan Tahun Ini

0
Masjid Oman Hadirkan Qari Nasional dan Internasional sebagai Imam Tarawih Ramadan Tahun Ini. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masjid Oman menghadirkan sejumlah qari nasional dan internasional sebagai imam salat tarawih selama bulan Ramadan tahun ini. Amatan Nukilan.id, hal ini disampaikan oleh Bendahara Umum Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Oman, Ustaz Fauzan Zakaria, dalam khutbahnya usai salat tarawih pertama pada Jumat (28/2/2025) malam.

Keterangan dari Ustaz Fauzan, pelaksanaan salat tarawih di Masjid Oman akan dilakukan dengan delapan rakaat, dua rakaat sekali salam, kemudian dilanjutkan dengan witir tiga rakaat sekali salam.

“Salat tarawih di masjid kita ini akan kita laksanakan 8 rakaat, 2 rakaat sekali salam, dilanjutkan dengan witir 3 rakaat sekali salam. Kegiatan ini akan diisi oleh imam-imam pilihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembagian imam tarawih telah ditentukan untuk tiga periode selama Ramadan.

“Yang pertama, 10 malam pertama akan dipimpin oleh imam-imam lokal terbaik dari Aceh,” kata Ustaz Fauzan.

Sementara itu, untuk 10 malam kedua, pihak masjid menghadirkan seorang imam dari Mesir.

“10 malam kedua, salat tarawih nanti akan dipimpin oleh Syaikh Abdurrahman Muknis Allaithy dari Mesir. Jadi paruh kedua nanti, akan dipimpin oleh Syaikh Muknis,” jelasnya.

Kemudian, pada 10 malam terakhir Ramadan, imam tarawih akan didatangkan dari Arab Saudi.

“Kemudian 10 malam terakhir, salat tarawih nanti akan diimami oleh Syaikh dari Mekkah, yaitu Syaikh Faisal Muhammad dari Arab Saudi. Dan tiket beliau sudah kita lunaskan, dan beliau tinggal berangkat dari Jeddah menuju Jakarta lalu ke Aceh,” ungkapnya.

Namun, pada malam terakhir Ramadan, kepemimpinan salat tarawih akan dipercayakan kepada seorang qari nasional asal Aceh.

“Karena Syaikh Faisal ini biasanya pulang satu hari karena ingin lebaran di kampungnya, maka malam terakhir Ramadan nantinya kita salat tarawih akan dipimpin oleh Ustaz Muzammil Hasballah, imam nasional asal Aceh yang cukup terkenal,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Peluang Emas! Beasiswa S1-S3 ke Taiwan, Tunjangan Hidup hingga Rp 9,9 Juta per Bulan

0
Ilustrasi Beasiswa. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kabar baik bagi pelajar Indonesia yang bercita-cita melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri. Kementerian Pendidikan Taiwan (Ministry of Education of Taiwan) masih membuka pendaftaran untuk dua program beasiswa bergengsi: Beasiswa MoE Taiwan dan Huayu Enrichment Scholarship (HES).

Kedua program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di Taiwan dengan berbagai keuntungan, termasuk biaya pendidikan dan tunjangan hidup yang menggiurkan.

Beasiswa MoE Taiwan: Biaya Kuliah dan Tunjangan Hidup

Dilansir Nukilan.id dari laman Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Sabtu (1/3/2025), Beasiswa MoE Taiwan tersedia bagi mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3. Mahasiswa yang lolos seleksi berhak mendapatkan biaya pendidikan hingga NT$ 40.000 per semester atau sekitar Rp 19,9 juta.

Selain itu, penerima beasiswa juga akan mendapatkan tunjangan bulanan dengan rincian sebagai berikut:

  • Mahasiswa S1: NT$ 15.000/bulan (sekitar Rp 7,4 juta)
  • Mahasiswa S2 dan S3: NT$ 20.000/bulan (sekitar Rp 9,9 juta)

Program ini memberikan kebebasan bagi penerima beasiswa untuk memilih program studi di berbagai universitas di Taiwan. Namun, sebelum mendaftar, calon peserta harus diterima lebih dulu di salah satu universitas di Taiwan.

Universitas dan Jurusan yang Menerima Beasiswa

Berikut beberapa universitas di Taiwan yang menerima Beasiswa MoE Taiwan 2025:

  • National Taipei University (semua program)
  • National Taiwan University of Science and Technology (semua program)
  • Taipei Medical University (semua program)
  • National Taipei University of Education (semua program)
  • CTBC Business School: Graduate School of Financial Management Programs, Bachelor of Business Administration – Financial Management Program

Durasi beasiswa ini juga bervariasi, sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh:

  • S1: 4 tahun
  • S2: 2 tahun
  • S3: 4 tahun

Persyaratan Beasiswa MoE Taiwan 2025

Bagi yang berminat, berikut beberapa syarat yang harus dipenuhi:

  • Tidak berstatus Overseas Chinese Student atau warga negara Taiwan.
  • Tidak terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu kampus di Taiwan pada tahun sebelumnya.
  • Tidak pernah menempuh pendidikan di Taiwan pada jenjang yang sama.
  • Tidak sedang mengikuti program pertukaran pelajar antar universitas.
  • Tidak pernah menerima beasiswa dari pemerintah Taiwan lebih dari lima tahun.
  • Tidak pernah membatalkan program beasiswa MoE Taiwan sebelumnya.
  • Tidak menerima beasiswa lain dari pemerintah Taiwan jika lolos seleksi.

Dokumen yang Diperlukan

Untuk mendaftar, calon peserta harus menyiapkan beberapa dokumen berikut:

  • Formulir pendaftaran Beasiswa MoE Taiwan 2025.
  • Fotokopi paspor dan kartu keluarga.
  • Fotokopi ijazah dan transkrip nilai pendidikan terakhir dalam bahasa Inggris atau Mandarin. Jika lulusan luar negeri, dokumen harus dilegalisir.
  • Bukti pendaftaran universitas di Taiwan untuk semester Fall 2025.
  • Dua surat rekomendasi dari kepala sekolah, dekan, rektor, atau profesor, yang telah ditandatangani dan tersegel dalam amplop.
  • Sertifikat kemampuan bahasa. Jika program studi menggunakan bahasa Mandarin, wajib melampirkan sertifikat “Test of Chinese as a Foreign Language” (TOCFL). Jika menggunakan bahasa Inggris, wajib melampirkan sertifikat TOEFL.

Pendaftaran Hingga 31 Maret 2025

Pendaftaran Beasiswa MoE Taiwan dan Huayu Enrichment Scholarship masih dibuka hingga 31 Maret 2025. Di Indonesia, program ini dikelola oleh Divisi Pendidikan TETO Jakarta.

Bagi yang tertarik, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram Official Taiwan Education Center Indonesia di @tetotec_indonesia.

Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk meraih pendidikan berkualitas di Taiwan! (XRQ)

Reporter: Akil

Rahasia Otak Tetap Muda, Cegah Pikun di Usia Senja

0
Rahasia Otak Tetap Muda. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjaga kesehatan otak agar tetap muda bukan hanya dipengaruhi oleh faktor genetika, tetapi juga dipengaruhi oleh pola hidup yang dijalani sehari-hari. Studi terbaru dari Swedia menunjukkan bahwa gaya hidup sehat dan olahraga teratur memiliki peran besar dalam memperlambat penuaan otak.

Para peneliti menggunakan kecerdasan buatan dan pemindaian otak untuk meneliti kaitan antara gaya hidup lansia dengan kesehatan otak. Hasil penelitian menemukan bahwa individu yang memiliki diabetes, riwayat stroke, serta aktivitas fisik yang rendah cenderung mengalami “brain age gap” yang lebih besar.

Brain age gap adalah selisih antara usia biologis otak dengan usia kronologis seseorang. Semakin besar brain age gap, semakin tinggi pula risiko peradangan otak, perubahan pada materi putih, serta tanda-tanda penurunan fungsi kognitif. Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Alzheimer’s and Dementia.

Gaya Hidup Menentukan Kesehatan Otak

Menukil Health, Ambar Kulshreshtha dari Emory University menjelaskan bahwa keputusan sehari-hari seseorang, seperti seberapa sering berolahraga, bersosialisasi, dan melakukan aktivitas yang menstimulasi otak, sangat memengaruhi kesehatan otak dalam jangka panjang.

“Ia juga menekankan pentingnya mengontrol faktor gaya hidup, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi medis seperti diabetes atau penyakit jantung.”

Seiring bertambahnya usia, otak manusia mengalami penyusutan dan penurunan efisiensi dalam mengirim sinyal. Selain itu, beberapa kondisi kesehatan dapat memperburuk suplai darah ke otak dan memicu peradangan. Meskipun penuaan otak tidak dapat dihindari sepenuhnya, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memperlambat proses tersebut.

Cara Agar Otak Tetap Awet Muda

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar otak tetap sehat dan terjaga fungsinya:

  1. Tetap aktif
    Tidak harus berolahraga berat, aktivitas ringan seperti berjalan kaki, berkebun, atau gerakan fisik lainnya tetap bermanfaat.
  2. Hindari rokok dan alkohol
    Kedua kebiasaan ini dapat merusak pembuluh darah di otak dan mempercepat penuaan sel-sel otak.
  3. Tidur cukup
    Pastikan tidur selama 7-9 jam setiap malam untuk membantu regenerasi sel-sel otak.
  4. Latih otak dengan aktivitas menantang
    Bermain puzzle, membaca, atau mencoba hal baru dapat membantu menjaga ketajaman kognitif.
  5. Bersosialisasi
    Interaksi sosial yang aktif dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan fungsi kognitif.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan aktif, risiko penuaan otak yang cepat dapat dikurangi. Menjaga kesehatan otak sejak dini akan memberikan manfaat besar di usia senja.

Editor: Akil

BPBD Aceh Barat Imbau Warga Tidak Bakar Lahan, Cegah Karhutla

0
Ilustrasi Kebakaran hutan (Foto: Dok BPBA)

NUKILAN.id | Meulaboh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan atau kebun guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Imbauan ini disampaikan mengingat cuaca terik dan tingkat kelembapan udara yang tinggi di wilayah tersebut.

“Imbauan ini kami sampaikan agar masyarakat dapat terhindar dari potensi terjadinya kebakaran lahan, mengingat sepanjang siang cuaca sangat terik dengan kelembapan udara yang sangat tinggi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, Sabtu (1/3/2025).

Menurutnya, selain berisiko menyebabkan kebakaran, membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar dapat memperburuk kualitas udara dan mengancam kesehatan masyarakat sekitar. Hingga saat ini, pihak BPBD mencatat ada 22 titik lokasi di Aceh Barat yang masih tergolong rawan karhutla.

Sejumlah kecamatan yang masuk dalam kategori rawan kebakaran hutan dan lahan antara lain Kecamatan Woyla Timur, Woyla Barat, Woyla, Arongan Lambalek, Bubon, Pante Ceureumen, Kaway XVI, Meureubo, Johan Pahlawan, dan Samatiga.

Dari data yang dirilis Stasiun BMKG Meulaboh, wilayah pantai barat Aceh saat ini mengalami kondisi hidrometeorologi yang mengarah pada kekeringan ekstrem, terutama pada siang hari. Situasi ini semakin meningkatkan risiko karhutla, terutama di lahan gambut yang mudah terbakar.

BPBD Aceh Barat pun meminta warga di wilayah dengan lahan gambut atau area rawan kebakaran untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya pencegahan ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan melindungi ekosistem setempat dari dampak buruk kebakaran hutan dan lahan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla dan pentingnya menerapkan metode yang lebih ramah lingkungan dalam mengelola lahan pertanian. Dengan kolaborasi semua pihak, diharapkan potensi kebakaran lahan di Aceh Barat dapat diminimalisir.

Editor: Akil

Dua Pria Mengaku Lihat Hilal di Aceh, Mengapa Tak Disumpah MS Jantho?

0
Dua Pria Mengaku Lihat Hilal di Aceh. (Foto: Detik.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dua pria mengaku melihat hilal 1 Ramadan saat pemantauan di Pusat Observatorium Teungku Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar. Namun, keduanya tidak disumpah dalam sidang Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho. Hal ini pun memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Tim Falakiyah Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra, menjelaskan bahwa kedua perukyat tersebut adalah Muhammad Inwan Nudin (48), pengurus Lembaga Falakiyah Nahdatul Ulama, dan Muchammad Qolbir Rohman (33), seorang guru di Jawa Timur. Mereka merupakan praktisi hisab rukyat dari Gresik dan Sidoarjo yang diutus langsung oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk melakukan pemantauan hilal di Aceh.

“Kedua perukyat ini merupakan tenaga profesional yang diutus oleh Kemenag RI. Mereka juga sudah mengantongi surat tugas dari Kemenag untuk melakukan pemantauan hilal di Aceh,” kata Alfirdaus dalam keterangannya, Sabtu (1/3/2025).

Alfirdaus menyesalkan beredarnya isu bahwa kedua pria tersebut adalah penyusup. Menurutnya, pemantauan hilal pada Jumat (28/2) melibatkan Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, utusan Kemenag RI, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), perguruan tinggi, serta sejumlah ormas Islam.

“Yang melihat hilal kemarin adalah tenaga profesional yang fokus pada pemantauan hilal di daerahnya, mereka adalah pakar falakiyah Lembaga Falakiyah Nahdhatul Ulama,” ujarnya.

“Saat pemantauan, kedua perukyat tersebut mengaku melihat hilal pada pukul 18.56 WIB sehingga ini menjadi rujukan sidang isbat di Jakarta,” lanjutnya.

Sebelumnya, sidang Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho digelar di gedung Observatorium Teungku Chik Kuta Karang pada Jumat (28/2) malam. Sidang ini dipimpin oleh hakim tunggal Muhammad Redha Valevi.

Muhammad Inwan Nudin dan Muchammad Qolbir Rohman, yang mengaku melihat hilal, sempat mengisi formulir dan duduk di kursi saksi. Namun, setelah identitas mereka diperiksa, hakim meminta mereka pindah ke kursi pengunjung karena bukan berasal dari Aceh Besar.

Sebagai gantinya, dua pimpinan pesantren dari Aceh Besar, Tgk Bustami dan Teungku Muhammad Faisal, maju sebagai saksi. Keduanya disumpah sebelum memberikan kesaksian dan menyatakan bahwa mereka tidak melihat hilal.

Akibatnya, permohonan Kakanwil Kemenag Aceh Azhari terkait kesaksian hilal 1 Ramadan tidak dapat dilanjutkan. Hakim tunggal Arsudian Putra pun memutuskan permohonan tersebut tidak dapat diterima.

“Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima,” demikian putusan hakim Arsudian Putra.

Kisruh mengenai perbedaan kesaksian ini menimbulkan polemik di masyarakat. Beberapa pihak mempertanyakan standar penentuan saksi dalam pemantauan hilal di Aceh, sementara yang lain menyoroti aspek teknis dari proses rukyat yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Ke depan, transparansi dan standar baku dalam penentuan hilal diharapkan semakin diperjelas agar tidak menimbulkan perdebatan di masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil