Beranda blog Halaman 503

Polda Aceh: Hotline Mudik 110 Siap Layani Masyarakat 24 Jam secara Gratis

0
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto. (Foto: Dok. Polda Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Dalam rangka memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat selama musim mudik Lebaran 2025, Polda Aceh mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan Hotline 110. Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh dan dapat diakses secara gratis oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto menjelaskan bahwa Hotline 110 disiapkan untuk menerima berbagai laporan dari masyarakat di seluruh Indonesia—panggilan akan diarahkan ke operator kepolisian terdekat—, termasuk keadaan darurat, kecelakaan, tindak kriminal, serta gangguan keamanan dan ketertiban umum.

“Layanan ini kami sediakan agar masyarakat dapat dengan mudah menghubungi kepolisian dalam situasi yang memerlukan respons cepat. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi 110 jika mengalami kendala selama perjalanan mudik,” ujar Joko, dalam rilisnya, Senin, 17 Maret 2025.

Namun, Joko mengingatkan agar masyarakat menggunakan layanan ini dengan bijak dan tidak melakukan panggilan palsu atau iseng, karena dapat menghambat penanganan laporan yang lebih mendesak.

Dengan adanya layanan Hotline 110 ini, diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik nantinya dapat merasa lebih aman dan nyaman. Polda Aceh berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengunjungi laman resmi Polda Aceh atau mengikuti perkembangan terkini melalui akun media sosial resmi kepolisian, atau kantor polisi terdekat.

Selain layanan Hotline 110, Polda Aceh bersama jajaran baik Polres maupun Polsek nantinya juga akan menyiapkan posko-posko pengamanan di berbagai titik strategis guna memastikan kelancaran arus mudik dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif. []

Mengenal Mushaf Baiturrahman yang Dicuri Belanda

0
Duplikat Mushaf Baiturrahman. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mushaf Baiturrahman, naskah Al-Qur’an bersejarah yang ditemukan dalam dekapan jasad Imam Masjid Raya Baiturrahman saat perang Aceh melawan Belanda pada 27 Maret 1873, kini kembali hadir dalam bentuk duplikat. Upaya ini dilakukan untuk menghadirkan kembali mushaf yang hingga kini masih tersimpan di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda.

Sejarah mencatat, mushaf tersebut pertama kali ditemukan oleh Kapten Infanteri J.H.A Ijssel de Achepper pada 27 April 1873 dan kemudian dikirim ke Prof. Michael Jan de Goeje di Belanda. Mushaf asli ini berukuran 31,2 x 20,3 cm dan menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan tanah airnya dari penjajahan.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah ini, sejak 6 Maret 2025, sebanyak 30 kaligrafer dari seluruh Aceh melakukan penyalinan ulang mushaf tersebut. Setiap kaligrafer menyalin satu juz, menghasilkan manuskrip duplikat yang berukuran lebih besar, yakni 59 x 84 cm. Mushaf duplikat ini tidak hanya berisi Al-Qur’an, tetapi juga dilengkapi dengan doa, tajwid, serta pengantar yang memperkaya kandungan historisnya. Kegiatan penyalinan ini akhirnya rampung pada 16 Maret 2025 di Masjid Raya Baiturrahman.

Hermansyah, seorang dosen filologi asal Aceh yang turut berperan dalam proyek ini, mengungkapkan bahwa dirinya telah memperoleh salinan digital manuskrip asli dari Leiden. Ia menyoroti keunikan mushaf ini dibandingkan Al-Qur’an pada umumnya. Mushaf ini memiliki keunikan dibanding Al-Qur’an pada umumnya, seperti keberadaan simbol tajwid yang lengkap dengan makharijul huruf serta keterangannya. Penyalinan ulang ini sangat penting dilakukan dengan tujuan agar masyarakat Aceh dapat mengaksesnya tanpa harus ke Belanda.

Puncak dari proses ini berlangsung pada Minggu (16/3/2025) malam, yang bertepatan dengan malam 17 Ramadan 1446 H. Amatan Nukilan.id, pada momen penuh makna tersebut, perwakilan Bank Indonesia menyerahkan mushaf duplikat kepada Gubernur Aceh, yang kemudian menyerahkannya kepada Imam Masjid Raya Baiturrahman. Acara ini menjadi simbol bahwa sejarah dan warisan Islam di Aceh tetap hidup dan dapat diakses oleh generasi mendatang.

Dengan hadirnya duplikat Mushaf Baiturrahman ini, masyarakat Aceh kini dapat mengenang kembali sejarah perjuangan para syuhada serta melestarikan kekayaan intelektual Islam yang telah lama tersimpan di negeri seberang. Ini bukan sekadar naskah, tetapi juga bagian dari identitas dan kebanggaan Aceh yang terus dijaga. (XRQ)

Reporter: Akil

Peringati Nuzulul Quran, Guru PAI Aceh Barat Tulis Mushaf Alquran

0
Peringati Nuzulul Quran, Guru PAI Aceh Barat Tulis Mushaf Alquran. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Meulaboh – Dalam rangka memperingati Nuzulul Quran, para Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kabupaten Aceh Barat mengikuti kegiatan menulis mushaf Alquran, Senin (17/3/2025). Kegiatan ini berlangsung di MIN 11 Aceh Barat sebagai bagian dari program Gerakan Menulis Mushaf Alquran (GEMMA) yang diinisiasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh.

Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Aceh, H Khairul Azhar SAg MSi, menyebutkan bahwa program ini melibatkan 1.215 Guru PAI se-Aceh sebagai langkah mempercepat realisasi pendidikan agama yang unggul sesuai program Menteri Agama.

“Gerakan ini merupakan program lanjutan dari Gerakan Tuntas Baca Alquran (GETBA),” jelas Khairul.

Khairul menambahkan bahwa Aceh memiliki sekitar 12 ribu Guru PAI yang terdaftar. Ia berharap program GEMMA dapat terus berjalan dan melibatkan lebih banyak guru ke depannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Abrar Zym SAg MH, mengungkapkan bahwa di Aceh Barat, sebanyak 56 Guru PAI turut serta dalam program ini. Mereka terdiri dari 30 guru sekolah dasar (SD), 20 guru sekolah menengah pertama (SMP), 3 pengawas PAI, serta 33 guru dari tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan.

Abrar menekankan pentingnya ketelitian dalam menulis mushaf Alquran agar tidak dilakukan secara terburu-buru.

“Mushaf Alquran adalah kalam Allah, jadi harus dijaga dengan baik,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini, Guru PAI di Aceh Barat mendapat bagian untuk menulis mushaf pada juz 18 dan 19, dengan masing-masing guru menulis satu halaman. Selain Guru PAI, Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat, H Abrar Zym SAg MH, dan Kepala Seksi PAI, H Suhadi SAg, juga turut serta dalam penulisan mushaf, menandakan komitmen mereka dalam mendukung program ini.

Program GEMMA tidak hanya menjadi wadah peningkatan literasi Alquran bagi para guru, tetapi juga sebagai bentuk syiar Islam yang lebih luas di Aceh. Dengan semangat kebersamaan, para pendidik ini berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkuat nilai-nilai keislaman di dunia pendidikan.

Editor: AKil

Naik Kelas, Rapor Pendidikan Aceh Catat Tren Positif

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis ST. D.E.A. (Foto: Disdik)

NUKILAN.idBanda Aceh – Pendidikan Aceh kembali mencatatkan tren positif. Rapor Pendidikan Aceh tahun 2025 menunjukkan peningkatan dengan indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) mencapai 70,67. Capaian ini menempatkan Aceh dalam kategori “Tuntas Pratama”, naik satu tingkat dari tahun sebelumnya yang masih berada di kategori “Tuntas Muda”.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa kualitas layanan pendidikan di Tanah Rencong semakin membaik. Berdasarkan ketentuan dalam Permendagri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM), capaian pendidikan diklasifikasikan dalam enam kategori secara berurutan, yaitu: belum tuntas, tuntas muda, tuntas pratama, tuntas madya, tuntas utama, dan paripurna.

Didukung oleh Peningkatan Literasi dan Numerasi

Rapor pendidikan ini diperoleh berdasarkan hasil Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) yang dilaksanakan pada Agustus 2024. Selain itu, data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) juga dijadikan acuan dalam menghitung akses pendidikan.

Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan ini adalah membaiknya kemampuan literasi dan numerasi siswa Aceh. Kedua aspek tersebut mengalami perkembangan yang lebih tinggi dibandingkan indikator lainnya, seperti kualitas pembelajaran, iklim keamanan, dan iklim kebinekaan.

Seperti Diagnosa di Laboratorium

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST., D.E.A., mengapresiasi kerja keras semua pihak dalam dunia pendidikan yang berkontribusi terhadap pencapaian ini. Ia mengibaratkan Rapor Pendidikan seperti hasil laboratorium yang berfungsi sebagai alat diagnosa bagi tenaga pendidikan.

“Ini ibarat hasil lab. Civitas dinas pendidikan adalah dokter spesialis yang akan mendiagnosa, membuat resep obat, dan melakukan observasi apakah diagnosanya benar serta resep perbaikan manjur,” ujar Marthunis.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian ini bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal menuju kualitas pendidikan yang lebih baik.

“Masih ada daerah lain dengan capaian lebih tinggi dari kita. Ini tugas bersama yang harus terus kita tingkatkan. Mari kita apresiasi hasil yang ada, tetapi tetap berupaya lebih baik. Kita upayakan tahun depan dapat meningkat ke Tuntas Madya,” tambahnya.

Komitmen untuk Pendidikan Berkualitas

Sebagai instrumen evaluasi, Rapor Pendidikan mengukur berbagai aspek pendidikan di setiap daerah, termasuk mutu guru, capaian siswa, serta kualitas layanan pendidikan. Dengan peningkatan indeks ini, Aceh semakin optimis dalam mencetak generasi yang lebih unggul dan berdaya saing.

Dinas Pendidikan Aceh berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, mengoptimalkan sumber daya yang ada, dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah ini diharapkan mampu memastikan kualitas pendidikan yang lebih baik, sekaligus mendukung visi “Aceh Maju” dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia di provinsi ini.

Editor: Akil

Korem 011/Lilawangsa Peringati Nuzulul Quran 1446 H di Lhokseumawe

0
Korem 011/Lilawangsa Peringati Nuzulul Quran 1446 H di Lhokseumawe. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Korem 011/Lilawangsa menggelar peringatan Nuzulul Quran 1446 Hijriah di Masjid Al-Fitrah, Kompleks Asrama TNI AD, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Minggu (16/3/2025) malam. Acara ini dihadiri oleh prajurit TNI serta masyarakat sekitar yang turut serta dalam rangkaian ibadah.

Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas diturunkannya kitab suci Al-Quran sebagai pedoman hidup umat Islam.

“Nuzulul Quran adalah momentum nilainya sangat besar tak terhingga, dimana pertama kali Alquran diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW di Gua Hira,” ujarnya.

Danrem juga menekankan bahwa peristiwa ini memiliki makna mendalam, mencakup penguatan iman, keberkahan malam Lailatul Qadar, serta dorongan untuk meningkatkan ibadah selama bulan suci Ramadhan.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustadz Dr. H. Muhammad Amin, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa Nuzulul Quran menandai diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah dan menjadi momen bersejarah bagi umat Islam.

“Hikmah, keutamaan, kemuliaan, dan istimewaan peringatan Nuzulul Quran di antaranya, umat Islam memahami sejarah dan peristiwa turunnya Al-Quran, kemudian meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kandungan Al-Quran mengajarkan umat Islam untuk selalu bersabar dan berhati-hati dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

“Di kesempatan bulan Ramadhan ini, perbanyaklah membaca Al-Quran dan jadikan kebiasaan dalam kehidupan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kemudahan untuk kita setiap tugas sebagai amal kebaikan, Amin. Wallahu A’alam Bishowab,” tutupnya, diaminkan oleh para jamaah yang hadir.

Acara peringatan Nuzulul Quran ini diawali dengan shalat Isya berjamaah, dilanjutkan dengan tausiah, serta diakhiri dengan shalat Tarawih bersama. Suasana khidmat terasa sepanjang acara, mencerminkan semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat dalam meningkatkan pemahaman serta pengamalan ajaran Al-Quran selama bulan Ramadhan.

Editor: Akil

Kapolres Aceh Tamiang Gelar Buka Puasa Bersama Tahanan

0

NUKILAN.id | Kualasimpang – Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Aceh Tamiang pada Sabtu (15/03/2025) sore. Sebanyak 35 tahanan mendapat kesempatan berbuka puasa bersama Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, S.H., M.H. Kegiatan ini diawali dengan lantunan sholawat bersama, menciptakan nuansa religius yang menenangkan di dalam rutan.

Momentum Ramadhan tersebut semakin bermakna dengan adanya tausyiah singkat yang disampaikan sebelum waktu berbuka tiba. Para tahanan tampak khusyuk mendengarkan nasihat keagamaan, seolah menjadi renungan di tengah perjalanan hidup mereka.

Saat adzan Maghrib berkumandang, Kapolres beserta para tahanan menikmati hidangan berbuka yang telah disiapkan. Momen itu mencerminkan kebersamaan tanpa sekat, seolah menghapus batas antara aparat kepolisian dan mereka yang tengah menjalani proses hukum.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Muliadi, S.H., M.H., yang didampingi Kasat Tahti, Iptu Adil Azhar, S.E., menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan keakraban.

“Bulan Ramadhan merupakan momentum yang baik bagi sesama umat muslim untuk saling berbagi berkah, kebahagiaan, dan rezeki, termasuk dalam membangun keakraban antara polisi dan para tahanan,” ujarnya.

Ia juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi para tahanan untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik di masa mendatang.

“Karena itu, kami bersama dengan para tahanan ikut merayakan ibadah puasa dan mudah-mudahan menjadi keberkahan dan jadi pengingat bahwa kita semua harus menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Polres Aceh Tamiang tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga memberikan sentuhan kemanusiaan kepada para tahanan. Diharapkan, momentum Ramadhan ini dapat menjadi awal perubahan bagi mereka yang sedang menjalani proses hukum untuk bangkit dan memperbaiki diri.

Editor: Akil

DPM UNAYA Sesalkan Pernyataan PEMA UNAYA Terkait Konflik Yayasan

0
Ketua DPM UNAYA, Robi Annamal. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Abulyatama Aceh (DPM UNAYA) menyayangkan pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden Mahasiswa Universitas Abulyatama (PEMA UNAYA) terkait konflik yayasan yang menaungi kampus tersebut. DPM UNAYA menilai pernyataan itu dikeluarkan tanpa koordinasi yang memadai, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan mahasiswa.

Ketua DPM UNAYA, Robi Annamal, mengungkapkan bahwa pihaknya baru mengetahui pernyataan tersebut setelah unggahannya tersebar luas di berbagai media sosial. Ia menegaskan bahwa tidak ada komunikasi terlebih dahulu antara PEMA UNAYA dan DPM UNAYA sebelum pernyataan itu dibuat.

“Tidak ada koordinasi sama sekali, sehingga DPM UNAYA sangat menyayangkan hal ini. Sebagai mitra pengawas dan penegak peraturan perundang-undangan di lingkungan kampus, DPM UNAYA kecewa terhadap kebijakan yang diambil PEMA UNAYA tanpa koordinasi dengan DPM UNAYA sedikit pun,” ujar Robi Annamal, Senin (12/2/2024).

DPM UNAYA juga mengkhawatirkan dampak dari pernyataan tersebut, yang dinilai dapat menimbulkan kegelisahan di kalangan mahasiswa. Menurut Robi, langkah yang diambil PEMA UNAYA seharusnya lebih tegas dalam menyikapi konflik yayasan yang berpotensi menghambat hak mahasiswa dalam menempuh pendidikan.

“PEMA UNAYA seharusnya mengambil sikap tegas dalam menyikapi konflik yang sedang terjadi di Universitas Abulyatama yang bisa saja menghambat hak mahasiswa dalam menempuh pendidikan, bukan hanya berdiam diri dan berkedok netralitas,” tambahnya.

Editor: Akil

Dua Bulan Tak Digaji, Pendamping Desa di Aceh Terpaksa Berutang Jelang Lebaran

0
Ilustrasi Gaji (Foto: infobanknews.com)

NUKILAN.id | Lhokseumawe Memasuki pekan ketiga Maret 2025, tepatnya 16 Ramadhan 1446 H, ribuan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) atau Pendamping Desa di Provinsi Aceh masih belum menerima gaji dan dana operasional untuk Januari dan Februari 2025. Padahal, mereka telah menjalankan tugas pendampingan sejak awal tahun. Kondisi ini membuat banyak dari mereka harus berutang demi memenuhi kebutuhan hidup dan operasional kerja.

Seorang Pendamping Lokal Desa di Aceh Utara yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kesulitan yang ia dan rekan-rekannya hadapi akibat keterlambatan pembayaran gaji.

“Kami tetap harus mendampingi, sekarang beberapa desa dampingan sedang finishing APBDes. Belum lagi pemenuhan data yang selalu harus kami update,” ujarnya kepada KABARDAILY.COM, Minggu (16/3/2025) di Lhokseumawe.

Ia mengaku keterlambatan pembayaran gaji tidak hanya berdampak pada kondisi finansial, tetapi juga pada psikologis keluarganya.

“Apalagi puasa seperti ini, tahu sendiri Bang, kebutuhan anak-anak jelang Lebaran harus dipenuhi,” tuturnya lirih.

Pendamping yang Pernah Jadi Caleg Tak Digaji

Sementara itu, Isran, seorang TPP di Aceh Tengah, mengungkapkan kondisi yang lebih parah dialami oleh para TPP yang sebelumnya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2024. Mereka bahkan disebut tidak menerima gaji sama sekali.

Ditengah isu pemecatan sepihak oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDT), beredar kabar bahwa kontrak kerja mereka telah diputus sejak Januari 2025 tanpa adanya pembayaran hak atas pekerjaan yang telah dilakukan. Informasi ini diperoleh setelah sejumlah perwakilan TPP yang melakukan advokasi di Jakarta bertemu dengan pihak terkait di Kemendesa PDT.

“Kami lebih sedih, Bang. Seperti yang Haji Uma sampaikan, kami diperlakukan tidak manusiawi,” ujar Isran, menyinggung pernyataan H. Sudirman (Haji Uma), anggota DPD asal Aceh, kepada media, Jumat (14/3/2025).

Janji Pencairan Gaji dalam Dua Hari

Dikonfirmasi terpisah, Poltak Napitupulu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) II Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendesa PDT, menyatakan bahwa pencairan gaji TPP saat ini sudah dalam tahap proses Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

“Diperkirakan dalam dua hari ke depan bisa cair. Senin atau Selasa,” sebut Poltak via telepon.

Namun, ketika ditanya terkait gaji bagi TPP yang pernah menjadi caleg 2024, ia hanya memberikan jawaban singkat bahwa pembayaran tidak akan dilakukan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Situasi ini menambah beban psikologis bagi para pendamping desa di Aceh yang telah bekerja tanpa kepastian upah selama dua bulan terakhir. Dengan Lebaran yang semakin dekat, mereka berharap janji pencairan gaji benar-benar terealisasi agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga di hari raya.

Editor: Akil

Gubernur Aceh Bertekad Tarik Investasi Rumah Sakit Berteknologi Tinggi

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menggelar pertemuan dengan investor asal Malaysia yang bergerak di bidang kesehatan, Dr. Fetrix. (Foto: Humas Pemprov Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, berupaya menarik investasi asing untuk membangun rumah sakit berteknologi tinggi di Aceh. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah menjalin kerja sama dengan investor asal Malaysia, Dr. Fetrix, yang bergerak di bidang kesehatan.

“Kesehatan masyarakat Aceh menjadi prioritas utama. Kami ingin menghadirkan fasilitas kesehatan terbaik dengan teknologi modern dan tenaga medis yang mumpuni,” ujar Mualem dalam keterangannya di Banda Aceh, Minggu (16/3/2025).

Mualem telah menggelar pertemuan dengan Dr. Fetrix pada Sabtu (15/3), membahas rencana pembangunan pusat kesehatan yang ditargetkan dapat terealisasi sebelum 100 hari kerja pertamanya sebagai Gubernur Aceh. Rumah sakit ini nantinya akan difokuskan pada penanganan penyakit jantung, kesehatan ibu dan anak, serta layanan perawatan kulit dan kecantikan.

Rumah sakit modern yang diusung dalam proyek ini akan dilengkapi dengan teknologi canggih, termasuk perangkat Magnetic Resonance Imaging (MRI) guna meningkatkan akurasi diagnosis pasien. Tak hanya itu, fasilitas kesehatan ini juga akan menerapkan sistem kolaborasi tenaga medis dari Malaysia dan Indonesia.

“Kerja sama ini akan segera kami kaji secara mendalam agar dapat direalisasikan,” kata Mualem, menegaskan pentingnya kajian teknis sebelum proyek ini dijalankan.

Ia optimistis bahwa investasi ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat Aceh akan layanan kesehatan berkualitas, khususnya dalam penanganan penyakit jantung serta kesehatan ibu dan anak. Selain itu, keberadaan rumah sakit ini diharapkan mampu mengurangi angka pasien Aceh yang harus berobat ke luar negeri.

“Pemerintah Aceh bersama tim dari Malaysia akan segera melakukan kajian lebih lanjut terkait aspek teknis dan administratif guna memastikan proyek ini berjalan lancar,” pungkasnya.

Jika proyek ini terealisasi, masyarakat Aceh akan memiliki akses lebih luas terhadap layanan medis berstandar internasional, sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui kolaborasi dengan tenaga medis asing.

Editor: Akil

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky Dijadwalkan Dilantik 19 Maret

0
Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur terpilih, Iskandar Usman Al Farlaky dan T Zainal Abidin Periode 2025-2030, dijadwalkan akan dilantik pada Rabu. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur terpilih, Iskandar Usman Al Farlaky dan T Zainal Abidin, dijadwalkan akan dilantik pada Rabu, 19 Maret 2025. Prosesi pelantikan akan digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur dan diperkirakan berlangsung khidmat serta dihadiri berbagai tokoh penting.

Wakil Bupati Aceh Timur terpilih, T Zainal Abidin, membenarkan jadwal tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dan panitia pelantikan.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Aceh dan panitia pelantikan. InsyaAllah, pelantikan Bupati Aceh Timur akan berlangsung pada Rabu (19 Maret). Tinggal menunggu diumumkan secara resmi besok dari pemerintah provinsi,” ujar Zainal Abidin saat dikonfirmasi oleh awak media, Minggu (16/3/2025).

Acara pelantikan ini akan dihadiri oleh Gubernur Aceh, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para ulama, serta perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan di Aceh Timur. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan terhadap kepemimpinan baru yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi daerah tersebut.

Pelantikan Iskandar Usman Al Farlaky dan T Zainal Abidin menjadi momentum penting bagi masyarakat Aceh Timur. Pasangan yang berhasil memenangkan Pilkada 2025 ini diharapkan mampu mewujudkan visi pembangunan yang merata dan berkeadilan di seluruh wilayah.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Aceh Timur agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat,” tambah Zainal.

Iskandar Usman Al Farlaky dikenal sebagai figur berpengalaman di bidang politik dan sosial, sedangkan wakilnya, T Zainal Abidin, memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan tokoh sosial. Kombinasi keduanya diharapkan dapat mempercepat pembangunan daerah, terutama dalam sektor infrastruktur, kesejahteraan petani, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Antusiasme masyarakat dalam menyambut kepemimpinan baru ini cukup tinggi. Banyak yang berharap agar pemerintahan yang baru segera merealisasikan program-program strategis demi kemajuan Aceh Timur.

Untuk memastikan keterlibatan masyarakat luas dalam momen bersejarah ini, prosesi pelantikan akan disiarkan langsung melalui kanal resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, termasuk melalui YouTube Humas DPRK Aceh Timur. Dengan demikian, warga yang tidak dapat hadir langsung tetap bisa menyaksikan jalannya pelantikan secara virtual.

Editor: AKil