Beranda blog Halaman 5

Ketua MPU Aceh: Idul Adha Momentum Perkuat Ukhuwah dan Pulihkan Luka Pascabanjir

0
Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) Aceh, sekaligus Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang akrab disapa Lem Faisal. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh yang juga pengurus PWNU Aceh, Tgk H Faisal Ali, mengajak masyarakat Aceh menjadikan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kepedulian sosial, terutama bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Aceh.

Tokoh yang akrab disapa Abu Sibreh itu menilai Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan yang identik dengan penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi madrasah kehidupan yang mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, ketaatan kepada Allah SWT, serta kepedulian terhadap sesama.

“Idul Adha mengandung pesan yang sangat besar bagi umat Islam. Di dalamnya ada nilai pengorbanan Nabi Ibrahim AS, ketundukan Nabi Ismail AS, serta semangat berbagi kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang harus kita hidupkan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Abu Sibreh dalam keterangannya pada momentum Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan ibadah haji di Padang Arafah juga menghadirkan pesan kuat tentang persatuan dan kesetaraan manusia. Menurutnya, jutaan umat Islam berkumpul tanpa membedakan suku, bangsa, jabatan, maupun status sosial demi mencari ridha Allah SWT.

“Di Arafah, kita melihat bagaimana manusia berkumpul tanpa membedakan jabatan, suku, bangsa maupun status sosial. Semua setara di hadapan Allah. Semangat persatuan dan ukhuwah seperti itulah yang harus terus kita rawat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Abu Sibreh menilai semangat Arafah harus menjadi inspirasi bagi masyarakat Aceh untuk terus menjaga solidaritas sosial, terlebih setelah berbagai daerah dilanda banjir bandang pada akhir 2025 hingga awal 2026 yang meninggalkan dampak cukup besar bagi masyarakat.

Bencana tersebut menyebabkan ribuan warga terdampak, rumah rusak, fasilitas umum terganggu, lahan pertanian tertimbun lumpur, hingga hilangnya sumber penghidupan sebagian masyarakat. Namun di balik musibah itu, ia melihat munculnya semangat gotong royong masyarakat Aceh yang luar biasa.

Menurutnya, berbagai elemen masyarakat mulai dari kalangan dayah, masjid, organisasi kemasyarakatan, relawan, mahasiswa, hingga masyarakat umum bergerak membantu korban tanpa membedakan latar belakang.

“Di tengah musibah, kita menyaksikan semangat persaudaraan masyarakat Aceh yang luar biasa. Banyak pihak turun membantu tanpa melihat latar belakang penerima bantuan. Inilah nilai-nilai Islam yang harus terus dijaga,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak berhenti setelah masa tanggap darurat selesai. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk membangun kembali rumah, memulihkan usaha, serta menghidupkan kembali sektor pertanian dan perikanan yang terdampak.

Karena itu, Abu Sibreh mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat kurban sebagai energi sosial untuk membantu sesama.

“Makna kurban bukan hanya menyembelih hewan dan membagikan daging. Kurban juga berarti kesiapan untuk berkorban demi kemaslahatan orang lain. Ada yang berkurban dengan hartanya, ada yang berkurban dengan waktunya, tenaganya, ilmunya, bahkan pikirannya untuk membantu masyarakat bangkit kembali,” katanya.

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan bahwa pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas akan melahirkan keberkahan besar. Ketika Allah SWT menguji Nabi Ibrahim dengan perintah yang berat, beliau menerimanya dengan penuh kepatuhan.

“Semangat pengorbanan Nabi Ibrahim harus menjadi inspirasi bagi kita semua. Dalam kehidupan bermasyarakat, pengorbanan itu dapat diwujudkan dengan membantu saudara yang kesulitan, memperkuat kepedulian sosial, dan menjaga persatuan umat,” jelasnya.

Selain bencana alam, Abu Sibreh juga menilai masyarakat saat ini menghadapi berbagai persoalan sosial yang berpotensi melemahkan persaudaraan. Karena itu, ia mengajak umat Islam memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah sebagai fondasi kehidupan bersama.

Ia menambahkan, masyarakat Aceh memiliki modal sosial yang kuat berupa tradisi gotong royong, nilai-nilai keagamaan yang mengakar, serta warisan ulama yang selalu mengajarkan pentingnya persatuan dan kepedulian sosial.

“Warisan terbesar para ulama bukan hanya ilmu, tetapi juga keteladanan dalam menjaga persatuan dan membantu masyarakat. Nilai-nilai itu harus terus diwariskan kepada generasi muda agar Aceh tetap menjadi daerah yang kuat secara sosial dan spiritual,” ujarnya.

Abu Sibreh berharap momentum Idul Adha tahun ini dapat menjadi titik penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia mengajak umat Islam menjadikan ibadah kurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama manusia.

“Idul Adha harus menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, menumbuhkan empati, dan menghadirkan kepedulian yang nyata kepada masyarakat yang masih berjuang bangkit dari dampak bencana. Ketika kita saling membantu dan saling menguatkan, maka luka-luka sosial akan lebih cepat pulih,” katanya.

Menutup pesannya, Abu Sibreh mengajak seluruh masyarakat Aceh memperbanyak doa agar daerah tersebut senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari berbagai musibah, serta diberikan kekuatan untuk bangkit bersama.

“Semoga Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum mempererat persaudaraan, meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim as, serta menyembuhkan luka masyarakat Aceh pascabanjir bandang. Dengan kebersamaan, gotong royong, dan pertolongan Allah SWT, kita yakin Aceh akan bangkit lebih kuat dan lebih baik,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Iduladha 1447 H di Kluet Timur: Warga Kurbankan 145 Hewan

0
hewan kurban
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: ChatGPT)

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN – Semangat berkurban masyarakat Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah menunjukkan tren yang menggembirakan.

Berdasarkan data yang dihimpun Nukilan.id pada Rabu (27/5/2026), total hewan kurban yang disembelih di wilayah tersebut mencapai 145 ekor, terdiri atas 8 ekor kerbau, 20 ekor sapi, 101 ekor kambing, dan 16 ekor biri-biri.

Jumlah tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban sekaligus memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dari sembilan gampong yang terdata, Gampong Durian Kawan menjadi salah satu wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak. Di gampong tersebut, warga menyembelih 1 ekor kerbau, 3 ekor sapi, 25 ekor kambing, dan 7 ekor biri-biri.

Sementara itu, Gampong Lawe Sawah mencatatkan 3 ekor kerbau dan 23 ekor kambing, sedangkan Gampong Sapik menyumbang 3 ekor kerbau, 5 ekor sapi, 10 ekor kambing, dan 1 ekor biri-biri.

Di Gampong Paya Laba, masyarakat berkurban 1 ekor kerbau, 2 ekor sapi, 8 ekor kambing, dan 1 ekor biri-biri. Adapun warga Gampong Alai menyembelih 16 ekor kambing dan 5 ekor biri-biri.

Gampong Paya Dapur tercatat menyembelih 9 ekor sapi dan 14 ekor kambing, menjadikannya gampong dengan jumlah sapi kurban terbanyak di Kecamatan Kluet Timur tahun ini.

Selanjutnya, Gampong Lawe Cimanok mencatat 3 ekor sapi, 19 ekor kambing, dan 2 ekor biri-biri, sementara Gampong Lawe Buluh Didi menyembelih 1 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Di Gampong Pucuk Lembang, warga berkurban 3 ekor kambing.

Momentum Iduladha tidak hanya menjadi sarana pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga. Daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan.

Tradisi kurban yang terus terjaga di Kecamatan Kluet Timur ini menjadi bukti bahwa nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan berbagai elemen gampong, pelaksanaan kurban tahun ini berlangsung khidmat sekaligus memperkuat solidaritas sosial di wilayah tersebut. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

PDI Perjuangan Aceh Sembelih Hewan Kurban, Perkuat Solidaritas dengan Masyarakat

0

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — DPD PDI Perjuangan Aceh bersama DPC PDI Perjuangan Aceh Besar dan DPC PDI Perjuangan Banda Aceh melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa satu ekor sapi sebagai bentuk kepedulian sosial dan rasa syukur kepada Allah SWT pada momentum Idul Adha.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan warga dan simpatisan partai di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Jamaluddin, mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan agenda tahunan partai sebagai bentuk kehadiran di tengah masyarakat.

“Melalui momentum Idul Adha, seluruh kader diajak untuk terus menanamkan jiwa berkorban dan memperkuat kepedulian terhadap sesama, terutama dalam berbagi kebahagiaan melalui pembagian daging kurban yang merata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Besar, Zulyadi Anwar, menyebut kolaborasi antar-pengurus partai tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ia menjelaskan, distribusi daging kurban diprioritaskan bagi warga kurang mampu di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri atas dukungan yang diberikan kepada DPD PDI Perjuangan Aceh selama ini.

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tersebut turut menjadi momentum memperkuat soliditas partai bersama masyarakat di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Beasiswa Super SPX Express Bantu Anak Kurir Raih Pendidikan Tinggi

0
beasiswa
Ilustrasi beasiswa. (Foto: Eduspace)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia terus melesat dalam beberapa tahun terakhir. Di balik pesatnya transaksi digital tersebut, terdapat para kurir yang menjadi ujung tombak pengiriman barang kepada masyarakat.

Nilai transaksi e-commerce Indonesia tercatat mencapai Rp 1.288,93 triliun pada 2024. Pada periode yang sama, jumlah usaha e-commerce juga meningkat 15,3 persen dibanding tahun sebelumnya menjadi 4,4 juta unit usaha. Pertumbuhan ini turut didukung lebih dari 15.800 usaha pergudangan, ekspedisi, dan layanan kurir yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Meski industri berkembang pesat, kondisi ekonomi para kurir belum tentu ikut longgar. Rata-rata upah pekerja di sektor ekspedisi dan kurir Indonesia tercatat sebesar Rp 4,6 juta per bulan pada 2024. Penghasilan tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, namun masih menjadi tantangan ketika harus membiayai pendidikan tinggi anak.

Biaya kuliah di perguruan tinggi negeri untuk sejumlah program studi diketahui berkisar Rp 5 juta hingga Rp 12 juta per semester. Angka itu belum termasuk kebutuhan lain seperti biaya kos, transportasi, dan perlengkapan akademik.

Bagi keluarga dengan penghasilan mendekati upah minimum provinsi (UMP), biaya pendidikan tinggi sering kali menjadi beban besar, bahkan menyebabkan anak tidak melanjutkan kuliah. Kondisi ini turut memengaruhi rendahnya tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Dikutip Nukilan.id dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi Indonesia baru mencapai 32,89 persen pada 2025. Artinya, sebagian besar penduduk usia kuliah masih belum mengakses pendidikan tinggi.

Kelompok yang paling rentan tertinggal berasal dari keluarga pekerja sektor informal maupun kontraktual, termasuk keluarga kurir. Riset mengenai mobilitas pendapatan antargenerasi di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap pendapatan seseorang pada masa depan.

Situasi tersebut kerap disebut sebagai jebakan kemiskinan antargenerasi, yakni kondisi ketika keterbatasan ekonomi orang tua menghambat akses pendidikan anak, sementara rendahnya pendidikan anak kembali membatasi peluang ekonominya di masa depan.

Dalam kondisi seperti ini, program beasiswa dari sektor korporasi dinilai memiliki peran penting, bukan sekadar bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga sebagai upaya membantu memutus rantai keterbatasan ekonomi lintas generasi.

SPX Express mengambil langkah tersebut melalui peluncuran program Beasiswa Super. Program ini memberikan bantuan biaya pendidikan tinggi jenjang Diploma 3 (D3) dan Sarjana (S1) bagi anak kurir aktif SPX Express.

Selain bantuan pendidikan, penerima manfaat juga akan mendapatkan kesempatan jalur rekrutmen setelah lulus kuliah.

“Kami percaya pendidikan memiliki dampak jangka panjang bagi generasi berikutnya,” ujar Direktur Operasional Bisnis SPX Express Harry Akbar, dikutip dari Kompas.com.

Pendaftaran Beasiswa Super dibuka mulai 1 Juni hingga 10 Juli 2026. Kurir yang ingin mendaftarkan anaknya diwajibkan telah aktif bekerja minimal satu tahun per Juni 2026 serta memiliki rekam jejak performa kerja yang baik.

Sementara itu, anak kurir yang mengikuti program wajib telah diterima di perguruan tinggi terakreditasi untuk tahun akademik 2026-2027. Pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Program ini dinilai menyasar kelompok masyarakat yang kerap berada di tengah-tengah kondisi ekonomi, yakni tidak tergolong miskin ekstrem tetapi juga belum cukup mapan untuk membiayai pendidikan tinggi tanpa mengorbankan kebutuhan lain.

Keluarga kurir, misalnya, tidak selalu masuk kategori penerima bantuan pendidikan pemerintah seperti KIP Kuliah. Namun di sisi lain, mereka juga belum tentu memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membayar biaya kuliah anak secara mandiri.

Karena itu, kehadiran beasiswa korporasi seperti Beasiswa Super dianggap dapat membantu mengisi celah yang belum sepenuhnya dijangkau oleh kebijakan bantuan pendidikan pemerintah.

Informasi lebih lanjut mengenai syarat dan mekanisme pendaftaran Beasiswa Super dapat diakses melalui kanal resmi SPX Express.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Polda Aceh Serahkan 46 Hewan Kurban untuk Masyarakat pada Iduladha 1447 H

0
POLDA
olda Aceh menyerahkan sekaligus melakukan penyembelihan hewan kurban secara simbolis dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di lingkungan Mapolda Aceh, Rabu (27/5/2026). (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Polda Aceh menyerahkan sekaligus melakukan penyembelihan hewan kurban secara simbolis dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di lingkungan Mapolda Aceh, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah sebagai bentuk kepedulian sosial keluarga besar Polda Aceh kepada masyarakat.

Kabid Humas Polda Aceh Joko Krisdiyanto mengatakan, tradisi kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Polda Aceh merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan keikhlasan dalam memaknai Hari Raya Iduladha.

“Pelaksanaan kurban ini menjadi bentuk kepedulian sosial Polda Aceh kepada masyarakat sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” ujar Joko.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan hewan kurban secara simbolis dari Kapolda Aceh kepada perwakilan Wali Nanggroe, perwakilan Masjid Raya Baiturrahman, serta panitia penyembelihan hewan kurban.

Wakapolda Aceh Ari Wahyu Widodo dan Irwasda Polda Aceh Joko Susilo juga turut menyerahkan hewan kurban secara simbolis.

Usai penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban di lingkungan Mapolda Aceh. Hewan kurban tersebut berasal dari Kapolda Aceh, Wakapolda Aceh, Irwasda Polda Aceh, serta personel dan keluarga besar Polda Aceh.

Turut hadir dalam kegiatan itu Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, para pejabat utama Polda Aceh, dan sejumlah pengurus Bhayangkari Daerah Aceh lainnya.

Joko menjelaskan, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini mencapai 46 ekor, terdiri atas 27 ekor sapi dan 19 ekor kambing.

“Daging hewan kurban nantinya akan disalurkan kepada masyarakat, desa-desa, serta pesantren yang berada di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar,” jelasnya.

Setelah kegiatan penyerahan dan penyembelihan hewan kurban selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan halal bihalal di Kantin Astagina Polda Aceh. Suasana penuh keakraban dan kebersamaan tampak mewarnai kegiatan tersebut sebagai bagian dari momentum mempererat silaturahmi di Hari Raya Iduladha, pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Jemaah Haji Asal Bireuen Meninggal Dunia di Tenda Arafah

0
Jemaah haji Indonesia berkumpul di tenda Arafah, Makkah, menjelang wukuf, Selasa (26/5/2026).(Foto: Kompas/Pythag Kurniati)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan seorang jemaah calon haji asal Aceh meninggal dunia di Arafah akibat masalah kesehatan.

Jemaah tersebut merupakan calon haji asal Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 8. Almarhumah meninggal dunia saat berada di tenda Arafah menjelang puncak ibadah haji.

Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal membenarkan adanya jemaah calon haji Aceh yang meninggal dunia di Makkah pada Selasa pagi waktu setempat.

“Benar, salah seorang calon haji Aceh telah meninggal di Makkah tadi pagi,” kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Selasa (26/5/2026).

Ia menyebut jemaah yang meninggal dunia bernama Nurwaida Muhammad Yusuf (76), warga Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Kloter 8.

Menurut Arijal, almarhumah meninggal sekitar pukul 07.20 Waktu Arab Saudi (WAS) di tenda Arafah. Nurwaida diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan jantung.

Arijal mengatakan jenazah almarhumah terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit sebelum dilakukan proses pemakaman di Arab Saudi.

PPIH Embarkasi Aceh juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya jemaah calon haji asal Aceh tersebut.

“Semoga Almarhumah diampunkan segala dosanya dan ditempatkan di surga Allah SWT serta memperoleh haji mabrur dan kepada pihak keluarga diberi kekuatan dan ikhlas atas kepergian almarhumah,” ujarnya.

Selain itu, Arijal menambahkan dari total 5.484 calon haji Aceh yang berada di Makkah, hingga saat ini masih ada satu jemaah yang menjalani perawatan di RS King Abdulaziz.

Jemaah tersebut bernama Mahdi Muhammad Sufi dari Kloter 2.

“Kondisi Jemaah ini masuk rumah sakit sehari sebelum berangkat ke Arafah dan belum sadarkan diri, sehingga akan dibatalkan hajinya,” kata Arijal.

Ombudsman Aceh Soroti Blackout Berulang, Desak PLN Lebih Transparan

0
OMBUDSMAN ACEH
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Ombudsman RI Perwakilan Aceh kembali menyoroti terjadinya pemadaman listrik massal (blackout) di wilayah Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), termasuk Aceh. Peristiwa yang berulang tersebut dinilai menunjukkan masih lemahnya ketahanan dan keandalan sistem kelistrikan nasional.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, mengatakan gangguan kelistrikan yang kembali terjadi dalam waktu berdekatan menjadi persoalan serius yang perlu segera dievaluasi secara menyeluruh oleh PT PLN (Persero).

“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Dian, Ombudsman mencatat gangguan layanan listrik berskala besar bukan pertama kali terjadi di Aceh. Sebelumnya, pemadaman massal juga sempat terjadi pada 29 September 2025 dan kembali berulang saat bencana pada akhir November 2025.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi gangguan serta pola komunikasi publik yang dilakukan PLN kepada masyarakat.

Ombudsman juga menyoroti pernyataan PLN pada 24 Mei 2026 yang menyebut sistem kelistrikan Aceh telah pulih. Namun, kurang dari 24 jam setelah pernyataan tersebut, kembali terjadi pemadaman massal yang disertai penjelasan bahwa sistem kelistrikan masih belum stabil.

“Informasi yang disampaikan kepada publik harus benar-benar andal, akurat, dan berbasis kondisi faktual di lapangan,” ujarnya.

Dian menegaskan, dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan oleh masyarakat rumah tangga, tetapi juga pelaku UMKM hingga sektor industri yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Meski memahami adanya kemungkinan force majeure atau gangguan di luar kendali, Ombudsman menilai PLN tetap harus menunjukkan akuntabilitas dan empati sebagai penyelenggara layanan publik.

“PLN tetap perlu menunjukkan akuntabilitas dan empati kepada pelanggan, termasuk dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas terganggunya layanan publik yang dirasakan masyarakat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Adha,” ungkapnya.

Menurut Ombudsman, sektor kelistrikan merupakan bagian dari layanan infrastruktur dasar yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Karena itu, keandalan sistem distribusi energi harus menjadi perhatian utama, terutama bagi pelanggan yang telah memenuhi kewajibannya membayar layanan listrik.

Dian juga mengungkapkan bahwa Ombudsman RI Perwakilan Aceh bersama Ombudsman di provinsi-provinsi terdampak lainnya telah melaporkan persoalan tersebut kepada pimpinan Ombudsman RI di Jakarta. Langkah itu dilakukan untuk mendorong koordinasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap kementerian maupun BUMN terkait di tingkat nasional.

“Ombudsman mengingatkan bahwa kemandirian energi dan dukungan energi untuk hilirisasi merupakan bagian dari Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang harus mendapat perhatian serius seluruh jajaran pemerintah sebagai penyedia layanan publik,” pungkasnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

6 Sunnah Salat Idul Adha yang Sering Dilupakan, Padahal Penuh Makna

0
Ilustrasi. (Foto: Unplash)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Salat Idul Adha bukan sekadar pelaksanaan dua rakaat dan khutbah pada pagi hari. Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menyambut hari raya kurban tersebut.

Menariknya, beberapa sunnah ini mulai jarang diperhatikan masyarakat, padahal memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

Sunnah Idul Adha tidak hanya menjadi ritual ibadah semata, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam sekaligus simbol kebersihan, syiar, dan kebersamaan.

Berikut Nukilan.id sajikan enam sunnah salat Idul Adha yang dianjurkan untuk dilakukan:

  1. Mandi Sebelum Salat Id

Salah satu sunnah yang dianjurkan ialah mandi sebelum berangkat melaksanakan salat Idul Adha.

Para ulama menyebut Nabi Muhammad SAW biasa mandi pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai bentuk persiapan menyambut hari besar umat Islam.

  1. Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian

Umat Islam juga dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian ketika menuju tempat salat.

Dalam riwayat hadits, Ali bin Abi Thalib menyebut Rasulullah SAW memerintahkan umatnya memakai pakaian dan wewangian terbaik pada dua hari raya.

  1. Mengumandangkan Takbir

Takbir Idul Adha mulai dikumandangkan sejak 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah hingga akhir hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah.

Takbir menjadi simbol pengagungan kepada Allah SWT sekaligus pembeda suasana Idul Adha dengan hari-hari biasa.

  1. Menunda Makan Sebelum Salat Idul Adha

Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan sebelum salat, pada Idul Adha umat Islam justru disunnahkan menunda makan sampai selesai salat.

Tradisi ini berkaitan dengan anjuran menyantap daging kurban setelah penyembelihan dilakukan.

  1. Berangkat dan Pulang Lewat Jalan Berbeda

Rasulullah SAW disebut kerap mengambil jalan berbeda saat pergi dan pulang salat Id.

Para ulama menjelaskan hikmah sunnah ini antara lain untuk memperluas syiar Islam dan mempererat interaksi sosial masyarakat.

  1. Menyegerakan Salat Idul Adha

Salat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan lebih pagi dibandingkan Idul Fitri.

Tujuannya agar umat Islam memiliki waktu lebih panjang untuk menyembelih hewan kurban dan membagikan daging kepada masyarakat.

Di Indonesia, mayoritas masjid biasanya menggelar salat Idul Adha sekitar pukul 07.00 pagi, termasuk Masjid Istiqlal.

Karena itu, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri lebih awal agar dapat menjalankan sunnah-sunnah Idul Adha secara maksimal. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Hikmah Sunnah Tidak Makan dan Minum sebelum Salat Iduladha

0
Ilustrasi seorang muslim sedang berbuka. (Foto: freepik.com)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Umat Islam dianjurkan untuk tidak makan dan minum sebelum melaksanakan salat Iduladha. Sunnah ini berbeda dengan Hari Raya Idulfitri, di mana umat Muslim justru dianjurkan makan dan minum terlebih dahulu sebelum salat Id dilaksanakan.

Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada hari ini, Rabu, 27 Mei 2026. Seperti halnya Idulfitri, umat Islam akan melaksanakan salat Id pada pagi hari. Namun, terdapat amalan sunnah yang dianjurkan sebelum salat Iduladha, yakni menahan diri untuk tidak makan dan minum hingga salat selesai.

Dikutip Nukilan.id dari NU Online, anjuran tersebut didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dari sahabat Buraidah RA.

“Rasulullah saw tidak berangkat untuk salat Idul Fitri sebelum makan dan tidak makan pada hari Idul Adha kecuali setelah pulang (dari salat), lalu beliau makan dari hewan kurbannya.”

Anjuran tidak makan dan minum sebelum salat Iduladha kerap menjadi pertanyaan di kalangan umat Muslim. Namun, sunnah tersebut memiliki hikmah dan pelajaran yang mendalam.

Salah satu hikmahnya berkaitan dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang menahan diri seperti berpuasa sebelum salat Id, karena setelahnya beliau akan menyantap daging hewan kurban. Selain mengikuti sunnah Nabi, amalan ini juga menjadi latihan bagi umat Islam untuk menahan lapar, terutama bagi mereka yang belum terbiasa menjalankan puasa sunnah.

“Idulfitri adalah hari diharamkannya berpuasa setelah sebulan penuh diwajibkan. Sehingga dianjurkan untuk bersegera berbuka agar semangat melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan perintah makan pada Idulfitri (sebelum salat Id) adalah untuk membedakan kebiasaannya berpuasa. Sedangkan untuk Hari Raya Iduladha berbeda. Karena pada hari Iduladha disyariatkan memakan hasil kurban. Jadinya, kita dianjurkan tidak makan sebelum salat Id dan nantinya menyantap hasil sembelihan tersebut. (Al Mughni, 2: 228)”

Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan kesempatan yang lebih luas bagi umat Islam yang berkurban untuk terlebih dahulu menyembelih hewan kurbannya, lalu menikmatinya bersama keluarga dan masyarakat setelah salat Id selesai dilaksanakan.

Sementara itu, pelaksanaan salat Iduladha biasanya dimulai setelah matahari terbit, sekitar pukul 06.00 hingga 07.30 waktu setempat. Dalam tradisi Islam, salat Iduladha dianjurkan dilakukan lebih awal dibandingkan salat Idulfitri agar umat Islam memiliki waktu lebih panjang untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban usai salat selesai. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Warga Lamteuba Terima Bantuan Kurban Sapi Limousin dari Presiden Prabowo Subianto

0
sapi
Sapi jenis Limousin dengan berat 1.024 kilogram bantuan kurban Lebaran Idul Adha 1447 Hijriah dari Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Dinas Pertanian Aceh Besar)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Masjid Masjid Sirajul Huda di Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar menerima bantuan sapi kurban jenis Limousin dengan berat mencapai 1.024 kilogram dari Presiden Prabowo Subianto untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

“Tahun ini warga Lamteuba sebagai penerima bantuan kemasyarakatan Presiden berupa sapi untuk kurban Hari Raya Idul Adha,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Aceh Besar, Uzir, di Lambaro, Selasa.

Ia menjelaskan, sapi bantuan Presiden untuk kurban Idul Adha tersebut dibeli dari peternak asal Desa Lambihueu LA, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar.

Sapi jenis Limousin yang berusia empat tahun itu dibeli dari peternak bernama Rizki Aulia, yang juga berasal dari Kabupaten Aceh Besar.

“Sapi bantuan kurban dari Bapak Presiden sudah diperiksa kesehatannya. Kondisinya sangat sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

Uzir menambahkan, penyaluran sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto tersebut dilakukan berdasarkan surat permohonan pengajuan calon penerima bantuan yang diajukan oleh Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, kepada Kementerian Sekretariat Negara.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan satu ekor sapi dengan bobot lebih dari satu ton untuk pelaksanaan ibadah kurban masyarakat di Masjid Sirajul Huda Kemukiman Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News