Beranda blog Halaman 5

BKSDA Aceh Tinjau Ulang Mitigasi Konflik Setelah Warga Meninggal Akibat Serangan Gajah

0
BKSDA ACEH. (Foto: IDN TIMES)

NUKILAN.ID | JAKARTABalai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (BKSDA Aceh) melakukan evaluasi terhadap upaya mitigasi konflik satwa liar setelah terjadi interaksi negatif antara manusia dan gajah sumatra yang menewaskan seorang warga. Peristiwa tersebut terjadi di Desa Pantan Lah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Korban bernama Musahar (53) meninggal dunia setelah mengalami luka berat yang diduga akibat injakan gajah liar. Ia sempat mendapatkan perawatan di RSU Bireuen Medical Center (BMC), namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Aceh, Teuku Irmansyah, menyampaikan bahwa tim telah diterjunkan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban sekaligus melakukan kajian ulang terhadap efektivitas sistem mitigasi konflik di wilayah tersebut.

“Sejumlah fasilitas penghalau seperti pagar listrik (power fencing) ditemukan dalam kondisi rusak atau tidak terawat. Ini akan menjadi fokus evaluasi kami bersama para pihak,” ujar Irmansyah, Minggu, 22 Februari 2026.

Menurutnya, selain kerusakan sarana mitigasi, perubahan jalur pergerakan gajah juga diduga dipicu oleh faktor bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor yang mengubah kondisi bentang alam habitat satwa.

Informasi yang dihimpun petugas menyebutkan, kejadian bermula ketika korban mengikuti jejak gajah liar di sekitar pondok kebunnya yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman warga. Tak lama kemudian terdengar suara raungan gajah dari arah lokasi korban berada.

Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan luka serius pada bagian dada dan rahang.

BKSDA Aceh mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penghalauan satwa liar secara mandiri dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan gajah di sekitar kawasan permukiman.

“Penanganan konflik harus dilakukan sesuai prosedur keselamatan agar risiko korban jiwa dapat ditekan. Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem mitigasi konflik satwa liar di wilayah Bener Meriah,” ucapnya.

Mau Tukar Uang Baru? Simak Jadwal dan Lokasi Kas Keliling BI Aceh

0
Mobil kas keliling. (Foto: Dok. BI Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) senilai Rp4 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447H. 

Penyediaan dana tersebut menjadi bagian dari program nasional Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang resmi diluncurkan di Halaman Kantor Perwakilan Bank Indonesia setempat pada Rabu (18/2/2026).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, menyatakan pihaknya berkomitmen memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup bagi seluruh masyarakat Aceh selama momen Ramadan dan Lebaran tahun ini.

“Kami telah menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp4 triliun. Bank Indonesia terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dalam program SERAMBI setiap tahunnya,” ujar Agus dalam keterangaan tertulisnya yang diterima Nukilan. 

Program SERAMBI 2026 mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah” dan digelar bekerja sama dengan perbankan serta Asosiasi Perusahaan Jasa Pengelolaan Uang Rupiah (PJPUR). 

Tahun ini, layanan penukaran uang dioptimalkan melalui aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) yang dapat diakses masyarakat di laman https://pintar.bi.go.id sejak 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB.

Layanan penukaran uang dibuka mulai 23 Februari hingga 13 Maret 2026 melalui tiga skema. Pertama, Kas Keliling Ritel di lokasi strategis seperti masjid, pesantren, dan pasar yang berlangsung pada 23 Februari hingga 4 Maret 2026, pukul 09.00–12.00 WIB. 

Kemudian, Kas Keliling Terpadu hasil kerja sama BI dan perbankan yang hadir di Taman Seni dan Budaya Aceh pada 9–13 Maret 2026 di jam yang sama. Selanjutnya, layanan penukaran melalui loket bank umum di wilayah kerja BI Aceh dan BI Lhokseumawe yang dibuka mulai 26 Februari hingga 6 Maret 2026.

Seluruh layanan tersebut mengharuskan masyarakat melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi PINTAR sesuai kuota, jadwal, dan lokasi yang tersedia.

Agus juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan transaksi digital seperti mobile banking, internet banking, dan QRIS sebagai alternatif transaksi yang mudah dan aman selama Ramadan dan Idulfitri.

“Sinergi yang kuat antara BI, perbankan, dan berbagai pihak terkait diharapkan memastikan distribusi uang berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat di Aceh,” tambahnya. 

Reporter: Rezi

Salat Subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Warga Aceh

0
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan untuk Warga Aceh. (Foto: Kmendagri)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melaksanakan salat Subuh berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh. Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian kunjungan kerjanya ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh pada awal Ramadan.

Dalam sambutannya, Tito mengatakan dirinya telah lama merencanakan menjalankan puasa hari pertama di Aceh Tamiang. Safari Ramadan ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga untuk meninjau langsung perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.

“Sambil melihat perkembangan yang terjadi di Aceh Tamiang, kemudian juga melaksanakan buka puasa bersama pengungsi di huntara. Dilanjutkan dengan salat Tarawih dan diskusi dengan bupati, Forkopimda, apa saja permasalahan-permasalahan yang masih ada,” ujar Tito, dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Ia menjelaskan, kunjungannya ke berbagai daerah di Aceh merupakan tindak lanjut amanah Presiden Prabowo Subianto, yang menunjuknya sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera. Menurutnya, tugas tersebut juga menjadi bagian dari ibadah dalam membantu masyarakat terdampak bencana.

Tito mengaku langsung bergerak meninjau wilayah terdampak setelah bencana melanda tiga provinsi di Sumatera. Ia menyebut kerusakan yang terjadi cukup luas dan berdampak pada berbagai infrastruktur. Selain Aceh, dampak bencana juga dirasakan signifikan di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

“Dan setelah melihat skalanya, saya ditunjuk sebagai Kasatgas, saya harus membantu (daerah terdampak bencana),” jelasnya.

Ia menambahkan, setelah beberapa bulan berlalu, proses pemulihan mulai terlihat di hampir seluruh wilayah terdampak. Hal tersebut ditandai dengan pulihnya jaringan listrik, kembali bergeraknya aktivitas ekonomi masyarakat, serta mulai terhubungnya akses jalan dan sungai.

Pemerintah saat ini terus mengoptimalkan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Tito juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar sekaligus mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi.

“Kalau kata orang Inggris ada satu (ungkapan), every cloud has a silver lining. Setiap awan yang gelap, itu pasti ada cerah lapisan cerah di baliknya yang berwarna perak. Yang itu memberikan tanda juga, tanda yang terang,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Tito turut menyerahkan ratusan paket bantuan perlengkapan ibadah kepada masyarakat, termasuk wakaf Al-Qur’an dari Presiden Prabowo untuk warga Aceh.

Acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh, tokoh masyarakat, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Gema MA Aceh Apresiasi Langkah Cepat Polda Aceh Tangani Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

0
Ketua DPW Gema MA Aceh, Mahdi Andela. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA) Aceh menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dalam menangkap Dedi Saputra, pendeta asal Aceh yang juga merupakan pemilik akun TikTok @tersadarkan5758, terkait dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama.

Ketua DPW Gema MA Aceh, Mahdi Andela, menilai tindakan tegas aparat kepolisian melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh, khususnya Unit 3 Subdit Siber, menjadi bukti komitmen aparat dalam menjaga ketertiban serta keharmonisan antarumat beragama di Aceh.

“Terlebih lagi yang bersangkutan menyebut dirinya sebagai pendeta asal Aceh,” ujar Mahdi di Banda Aceh, Sabtu (21/2/2026).

Mahdi berharap proses hukum terhadap tersangka dapat berlangsung secara profesional, transparan, serta sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga situasi yang kondusif dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar di media sosial.

Sementara itu, pihak kepolisian diketahui mengamankan tersangka di Bengkayang, Kalimantan Barat. Setelah penangkapan, yang bersangkutan kemudian dibawa ke Banda Aceh untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Saat ini, tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Dit Tahti Polda Aceh guna kepentingan penyidikan.

Gema MA Aceh menegaskan dukungannya terhadap langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian demi menjaga stabilitas serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Aceh.

Mendagri Tekankan Peran Kementan dalam Percepatan Pemulihan Sawah Terdampak Banjir di Aceh

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera meninjau lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. (FOTO: Kemendagri)

NUKILAN.ID | MEUREUDU — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera menegaskan pentingnya dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mempercepat pemulihan lahan persawahan yang tertutup lumpur akibat banjir di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Hal tersebut disampaikan Tito saat meninjau langsung area persawahan terdampak banjir, sebagaimana keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (21/2).

“Mudah-mudahan nanti Pak Mentan (Menteri Pertanian), Pak Amran Sulaiman memberikan perhatian segera (terhadap kondisi lahan) untuk bisa kembali produktif,” kata Mendagri dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, sekitar 1.500 hektare sawah milik masyarakat mengalami kerusakan berat karena tertutup lumpur dengan ketebalan mencapai 50 sentimeter hingga 1 meter di sejumlah titik. Bahkan, sebelumnya kedalaman lumpur dilaporkan lebih parah di beberapa lokasi.

Selain kerusakan berat tersebut, ribuan hektare lahan pertanian lainnya juga terdampak banjir dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.

Menurut Tito, Kabupaten Pidie Jaya merupakan salah satu lumbung pangan di daerah dengan total luas lahan pertanian sekitar 8.800 hektare. Kerusakan sawah akibat banjir dikhawatirkan dapat menurunkan produksi padi apabila tidak segera dilakukan penanganan.

“Karena ini kasian juga masyarakatnya, di samping itu produksi padi kita kan bisa berkurang juga,” ujarnya.

Ia berharap Kementerian Pertanian dapat segera memberikan perhatian dan dukungan teknis agar proses rehabilitasi berjalan cepat. Upaya percepatan pemulihan dinilai penting supaya lahan yang tertutup lumpur dapat kembali difungsikan sebagai area tanam dan aktivitas pertanian masyarakat segera pulih.

Polisi Amankan Pria Asal Aceh Diduga Hina Nabi Muhammad SAW Lewat TikTok

0
Ilustrasi. (Foto: google)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menangkap seorang pria asal Aceh berinisial DS atau Dedi Saputra terkait dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui media sosial TikTok. Penangkapan dilakukan setelah video yang diunggahnya viral di media sosial dan memicu kecaman dari masyarakat.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Aceh Kombes Wahyudi melalui Kanit 3 Subdit Siber Iptu Adam Maulana menyampaikan bahwa tersangka diamankan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 18 Februari 2026.

“Yang bersangkutan ditangkap di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat pada tanggal 18 Februari,” kata Adam saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026), mengutip DetikSumut.

Berdasarkan video yang diunggah akun resmi Ditreskrimsus Polda Aceh, Dedi ditangkap saat berada di jalan raya ketika mengendarai sepeda motor. Setelah diamankan, ia langsung dibawa ke Markas Polda Aceh untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Adam menjelaskan, penyidik telah menetapkan Dedi sebagai tersangka dan saat ini yang bersangkutan ditahan di ruang tahanan Polda Aceh.

Dalam kasus ini, Dedi dijerat sejumlah pasal terkait dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ia disangkakan melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Selain itu, penyidik juga menjerat tersangka dengan Pasal 156a serta Pasal 300 juncto Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Peristiwa dugaan tindak pidana tersebut disebut terjadi di Jalan KH Ahmad Dahlan No. 1, Merduati, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh, pada 8 Oktober 2025.

Sebelumnya, laporan terhadap Dedi telah diterima Polda Aceh dengan nomor LP/B/357/XI/2025/SPKT/Polda Aceh pada Rabu, 5 November 2025. Laporan itu diajukan oleh Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah.

Rendi menyebut laporan tersebut dibuat bersama sejumlah pihak, di antaranya Dinas Syariat Islam Aceh, Satpol PP/WH Aceh, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam. Mereka menilai video yang diunggah Dedi mengandung unsur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dan menyinggung mualaf.

Video itu diunggah melalui akun TikTok @tersadarkan5758 dan telah ditonton sekitar 1,9 juta kali. Dalam video tersebut, Dedi menjelaskan alasan dirinya berpindah agama dari Islam ke Kristen.

Namun, dalam penyampaiannya, ia diduga mengeluarkan pernyataan yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW serta menyinggung kelompok mualaf. Video tersebut kemudian ramai dibagikan warganet dan menuai berbagai komentar hingga akhirnya berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian.

Saat ini, penyidik masih mendalami perkara tersebut serta melengkapi berkas penyidikan untuk proses hukum lebih lanjut.

Satpol PP Aceh Tegaskan Kepatuhan Jam Operasional Usaha Selama Ramadan

0
Ilustrasi pedagang takjil. (Foto: AcehEkspress)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh menegaskan bahwa pengaturan jam operasional pelaku usaha selama bulan Ramadan tetap mengacu pada seruan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ketentuan tersebut berlaku bagi pedagang, kafe, hotel, serta berbagai jenis usaha lainnya.

Penegasan ini disampaikan Kepala Bidang Pengawasan Syari’at Islam Satpol PP dan WH Aceh, Azmanto, S.E., M.M., dalam program Dialog Banda Aceh Menyapa, Kamis (19/2/2026).

Azmanto menyebutkan, tidak terdapat perubahan berarti dibandingkan pengaturan pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah hanya kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jam operasional yang telah ditetapkan.

Menurutnya, Satpol PP memiliki tugas utama menegakkan qanun dan peraturan kepala daerah, sekaligus menjaga ketertiban umum serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan syariat Islam di Aceh.

Ia menjelaskan, pedagang tidak diperbolehkan menjual makanan secara terbuka setelah waktu imsak. Warung makan baru diizinkan membuka lapak mulai pukul 16.30 WIB atau setelah salat Asar.

Namun demikian, di lapangan para pedagang kerap memulai persiapan lebih awal. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus pengawasan selama Ramadan berlangsung.

“Kami menegakkan qanun, peraturan kepala daerah, dan surat edaran pimpinan,” ujar Azmanto. Ia menambahkan bahwa aturan tersebut juga merujuk pada qanun syariat Islam yang berlaku di Aceh.

Menjelang Ramadan, Satpol PP bersama Dinas Syariat Islam telah melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dengan melibatkan asosiasi pedagang. Dalam kegiatan tersebut, para pedagang diminta menghentikan aktivitas usaha saat waktu Magrib hingga selesai salat tarawih.

Aktivitas usaha kembali diperbolehkan setelah pukul 21.30 WIB.

Azmanto mengatakan pedagang di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar pada prinsipnya berkomitmen mematuhi aturan yang berlaku. Mereka dinilai mendukung pelaksanaan syariat Islam guna menjaga kekhusyukan masyarakat selama Ramadan.

Selain itu, Satpol PP juga telah mengirimkan surat kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Aceh agar menyesuaikan serta menegakkan seruan tersebut sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Ia berharap kepatuhan bersama dari masyarakat dan pelaku usaha dapat menjaga ketertiban umum sepanjang Ramadan. Pengawasan di lapangan, kata dia, tetap dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis.

Diplomasi Sahur di Pendopo: Illiza Jamu Mendagri Tito Karnavian dengan Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap

0
Walikota Illiza Jamu Mendagri Tito Karnavian dengan Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Sekitar satu jam menjelang imsak pada Minggu, 22 Februari 2026 atau bertepatan dengan 4 Ramadan 1447 Hijriah, Pendopo Wali Kota di Banda Aceh menerima kunjungan tamu penting. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, menghadiri undangan sahur bersama yang digelar Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal.

Kehadiran mendagri tidak sendiri. Ia turut didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Penjabat Gubernur Aceh, Staf Khusus Irjen Pol Wahyu, Korspri Andi Ony, serta sejumlah petugas pendamping lainnya.

Amatan Nukilan.id, suasana pendopo tampak ramai dengan hadirnya Wakil Gubernur Aceh Fadhullah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), serta sejumlah anggota DPR Aceh. Tampak pula Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur forkopimda kota, dan para ulama.

Dalam suasana sahur yang hangat, Illiza didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan kondisi terkini ibu kota provinsi kepada mendagri. Beragam hidangan khas Aceh disajikan sebagai bentuk jamuan sekaligus pendekatan kultural.

Melalui sajian Kuah Beulangong dan Ayam Tangkap, Illiza membangun komunikasi informal guna menggalang keberlanjutan dukungan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bagi pembangunan kota serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Illiza juga menyerahkan cinderamata berupa paket produk UMKM unggulan Banda Aceh kepada Tito Karnavian dan rombongan. Salah satu produk yang diberikan adalah parfum berbahan dasar nilam khas Aceh.

“Ini parfum aroma khas Aceh. Kalau Pak Menteri sudah pakai ini, bakal lebih cepat ‘booming’ produk lokal kita,” ujar Illiza kepada mantan Kapolri tersebut.

Usai santap sahur, rombongan bergerak menuju Masjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan salat Subuh berjemaah.

Dalam kunjungan tersebut, Tito Karnavian yang dipercaya Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, menutup rangkaian lawatannya di Aceh dengan menyalurkan bantuan 500 paket Al-Qur’an beserta perlengkapan ibadah kepada masyarakat Banda Aceh. (XRQ)

Gajah Betina Ditemukan Mati di Aceh Tengah, Diduga Tersengat Kawat Listrik di Kebun Warga

0
Gajah ditemukan mati diduga akibat kawat listrik (Foto: dok. BKSDA Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Seekor gajah sumatra betina (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di kawasan Gampong Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Temuan tersebut dilaporkan warga kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh pada 21 Februari 2026.

Kepala BKSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim gabungan bersama kepolisian dan instansi terkait setelah menerima laporan tersebut.

“Tim BKSDA Aceh menerima laporan dari warga pada tanggal 21 Februari 2026,” kata Ujang Wisnu Barata, Sabtu (21/2/2026).

Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan bahwa satwa liar yang ditemukan dalam kondisi mati tersebut berjenis kelamin betina dengan perkiraan usia sekitar 20 tahun. Saat ditemukan, tubuh gajah sudah dalam keadaan kaku dan diduga telah mati pada malam hari, 20 Februari 2026.

“Di lokasi kejadian ditemukan satu ekor gajah betina dengan perkiraan umur berkisar 20 tahun dalam kondisi sudah kaku, yang diperkirakan gajah mati di malam hari pada tanggal 20 Februari 2026,” ujar Ujang.

BKSDA Aceh menduga kematian gajah terjadi akibat sengatan kawat listrik yang dipasang di kebun milik warga. Dugaan ini diperkuat oleh kondisi belalai gajah yang masih terlilit kawat saat ditemukan di lokasi kejadian.

“Pada saat ditemukan belalai gajah masih terlilit kawat listrik,” kata Ujang.

Aparat penegak hukum kemudian memasang garis polisi di area tersebut untuk mengamankan lokasi sambil menunggu tim medis melakukan proses nekropsi. Setelah pemeriksaan selesai, bangkai gajah rencananya akan dikuburkan.

Terkait kejadian ini, BKSDA Aceh kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memasang kawat berarus listrik bertegangan tinggi karena berisiko besar, baik bagi satwa liar maupun manusia.

“Tetapi juga keselamatan jiwa kita sendiri, keluarga, dan warga sekitar,” ujar Ujang.

Mengapa Sensus Ekonomi 2026 Penting bagi Perekonomian Aceh?

0
Ilustrasi perekonomian Aceh 2026. (Foto: AI)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Pagi belum sepenuhnya ramai di kawasan Lampeuneurut, Aceh Besar, ketika Amal mulai menata galon-galon di depan depot air minum isi ulang miliknya. Satu per satu pelanggan datang membawa galon kosong, menukar kebutuhan harian yang sederhana namun tak pernah sepi permintaan.

Usaha kecil itu mungkin tampak biasa. Namun di balik aktivitas rutin tersebut tersimpan satu pertanyaan besar: apakah usaha seperti milik Amal benar-benar terlihat dalam peta ekonomi negara?

“Kalau soal pendataan, kami kurang tahu juga. Yang penting usaha jalan,” kata Amal saat diwawancarai Nukilan.id, pada Sabtu (21/2/2026).

Padahal, usaha-usaha kecil seperti miliknya justru menjadi fondasi utama perekonomian Aceh. Seperti Amal, misalnya, yang mampu mempekerjakan dua orang karyawan dalam usahanya. Tanpa pendataan yang akurat, denyut ekonomi masyarakat berisiko tidak terbaca secara utuh oleh para pembuat kebijakan.

Inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebuah pendataan ekonomi nasional yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali.

Potret Ekonomi Aceh Masih Ditopang UMKM

Hasil Sensus Ekonomi 2016 menunjukkan struktur ekonomi Aceh sangat bergantung pada usaha mikro dan kecil. Tercatat sebanyak 422.469 usaha masuk kategori Usaha Mikro Kecil (UMK), sementara Usaha Menengah Besar (UMB) hanya berjumlah 4.412 usaha.

Dominasi tersebut semakin terlihat dari sisi penyerapan tenaga kerja. UMK menyerap sekitar 1.061.217 tenaga kerja, jauh melampaui UMB yang mempekerjakan 110.838 tenaga kerja.

Data ini menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Aceh. Namun dalam satu dekade terakhir, pola usaha berubah cepat seiring perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumsi, serta munculnya model bisnis baru yang belum sepenuhnya tergambar dalam data lama.

Wajah Baru UMKM Aceh

Perubahan lanskap usaha terlihat jelas di Banda Aceh. Zakir, pelaku usaha coffeeshop di kawasan Simpang Mesra, menyaksikan langsung pertumbuhan bisnis kopi yang semakin pesat.

Saat diwawancarai Nukilan.id pada Sabtu (21/2/2026) malam, Zakir menilai menjamurnya coffeeshop di hampir setiap kawasan menjadi tanda semakin banyak anak muda yang berani membuka usaha sendiri. Menurutnya, pendataan yang lengkap akan membantu pemerintah melihat perkembangan ekonomi masyarakat secara lebih nyata.

“Sekarang coffeeshop hampir di setiap kawasan. Banyak anak muda membuka usaha sendiri. Kalau datanya lengkap, pemerintah bisa melihat perkembangan ekonomi sebenarnya,” kata Zakir.

Dalam menjalankan usaha kedai kopi miliknya, Zakir juga menyediakan layanan pembayaran nontunai karena mayoritas pelanggannya berasal dari kalangan mahasiswa. Usaha tersebut turut membuka lapangan kerja dengan menyerap lima tenaga kerja muda.

Transformasi ekonomi juga terlihat melalui munculnya bisnis berbasis digital. Salah satunya dijalankan oleh Wanbalqis, pedagang lasagna khas Italia di Banda Aceh, yang mengelola usahanya tanpa toko fisik. Kepada Nukilan.id, ia mengaku bersama dua rekannya memasarkan produk tersebut hanya melalui media sosial dengan sistem pre-order (PO).

“Pesanan datang lewat Instagram dan WhatsApp. Jadi produksi sesuai order, tidak perlu stok banyak,” ujarnya.

Model usaha seperti ini semakin umum di kalangan pelaku UMKM muda. Namun usaha berbasis digital kerap sulit terpetakan jika pendataan ekonomi tidak diperbarui secara menyeluruh.

Pendataan Ekonomi Terbesar di Indonesia

Sensus Ekonomi merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling lengkap di Indonesia yang telah dilaksanakan sejak 1986 oleh BPS setiap sepuluh tahun sekali. SE2026 bertujuan menyediakan data dasar yang terpercaya bagi seluruh kegiatan ekonomi nonpertanian sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional.

Pendataan mencakup berbagai entitas, mulai dari perusahaan seperti restoran, hotel, bank, dan jasa konstruksi; lembaga pemerintah seperti sekolah dan rumah sakit; usaha rumah tangga termasuk bisnis online dan sektor informal; hingga lembaga non-profit seperti organisasi sosial dan tempat ibadah.

Seluruh pelaku usaha di Indonesia akan menjadi responden dalam sensus ini.

Pelaksanaan SE2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026, diawali pengisian kuesioner online secara mandiri pada 1–31 Mei 2026. Selanjutnya, petugas BPS akan melakukan pendataan lapangan secara door-to-door pada 1 Juni hingga 31 Juli 2026 bagi usaha yang belum mengisi secara daring.

Menjawab Tantangan Ekonomi Modern

Melalui SE2026, pemerintah berupaya menjawab berbagai isu strategis ekonomi, seperti daya saing usaha antarwilayah, pemetaan struktur ekonomi daerah, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan.

Pendataan ini juga akan mengidentifikasi persoalan dunia usaha serta kebutuhan dukungan yang diperlukan pelaku usaha dalam merencanakan ekspansi dan mencari peluang pasar baru.

Bagi pemerintah, data sensus menjadi dasar kebijakan yang akurat agar pembangunan ekonomi tidak lagi bertumpu pada asumsi. Sementara bagi pelaku usaha, hasil sensus dapat menjadi referensi untuk memahami tren pasar, persaingan usaha, serta potensi pengembangan bisnis.

Data sebagai Fondasi Masa Depan Ekonomi

Bagi sebagian orang, pendataan mungkin tampak sebagai hal sederhana. Namun bagi Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat, data ekonomi menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan jangka panjang.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, setiap aktivitas usaha diharapkan dapat tergambar secara utuh dalam peta ekonomi Indonesia.

Dengan data yang lebih mutakhir dan komprehensif, kebijakan ekonomi ke depan diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, inklusif, dan benar-benar mencerminkan denyut usaha masyarakat Aceh yang terus berkembang. (xrq)