Beranda blog Halaman 499

ASN Kemenag Aceh Diminta Sukseskan Asta Protas

0
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi. (Foto: Dok. Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs H Azhari MSi meminta komitmen seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh untuk melaksanakan dan mengawal Asta Protas Kemenag Berdampak atau delapan program prioritas Kemenag Berdampak yang dikenalkan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.

“Kewajiban kita sebagai ASN Kemenag untuk melaksanakan dan mengawal program ini,” kata Azhari, Kamis (20/3/2025).

Program-program yang terpilih ini merupakan langkah konkret Kemenag untuk menyelesaikan Asta Cita serta 17 program prioritas yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

“Asta Protas ini berisi delapan program besar, yang outputnya diharapkan berdampak langsung pada masyarakat serta berkontribusi terhadap penyelesaian Asta Cita dan 17 program prioritas Presiden dan Wapres. Ini insyaAllah akan kita kerjakan selama periode 2025 sampai 2029,” jelas Menag Nasaruddin, 6 Maret 2025 lalu.

Delapan program prioriitas Kemenag, meliputi: (1) Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan; (2) Penguatan Ekoteologi; (3) Layanan Keagamaan Berdampak; (4) Mewujudkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi; (5) Pesantren Berdaya; (6) Pemberdayaan Ekonomi Umat; (7) Sukses Haji; dan (8) Digitalisasi Tata Kelola.

Azhari mengungkapkan, di antara program yang telah sukses dan akan terus dilanjutkan terkait Asta Protas pada 2025 terkait penguatan ekoteologi ialah penanaman pohon di lahan produktif.

“Program pemanfaatan lahan wakaf produktif sekaligus program penghijauan ini, kita lanjutkan bersama jajaran dan mitra pada 2025 ini, setelah target 20 ribu pohon produktif telah selesai ditanam di tanah wakaf pada tahun 2024,” ujarnya.

Azhari berharap, program penanaman pohon produktif di lahan wakaf ini terus berlanjut. “Kalau 20 ribu batang setahun, maka 5 tahun menjadi 100 ribu. Insya Allah seluruh tanah wakaf yang ada di Aceh semuanya sudah ditanami pohon dan produktif,” katanya.

Pemberdayaan tanah wakaf menjadi salah satu fokus Kemenag Aceh, sehingga tanah-tanah wakaf tidak terbengkalai, lahan-lahan kosong bisa produktif dan menghasilkan, dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi dan kemaslahatan umat.

Oleh karenanya, penanaman pohon disesuaiikan dengan kondisi daerah. “Kalau di Bener Meriah misalnya cocok alpukat, kopi, jeruk. Di Sabang ditanam kelapa dan cengkeh, dan sebagainya,” ucap Azhari.

Program ini sudah berjalan di beberapa daerah, seperti halnya, Kemenag Aceh Singkil yang telah menanam 1.100 batang sawit di lahan wakaf di Gampong Sebatang. Kemudian, Aceh Tengah telah menanam 2 ribu batang kopi di Kala Wih Ilang. Di Bireuen ditanam 2 ribu rambutan, mangga, dan kelapa.

“Di Aceh Tenggara, mangga. Turun ke Aceh Timur ditanami kelapa. Pidie Jaya kelapa, Pidie lain lagi,” katanya.

Kemenag Aceh, lanjut Azhari terus berkomitmen untuk menjalankan Asta Protas ini. “Insya Allah delapan program dalam Asta Protas ini akan kita wujudkan di Aceh,” tutup Azhari. []

5 Buah Ini Bisa Bantu Tajamkan Ingatan, Apa Saja?

0
Rahasia Otak Tetap Muda. (Foto: Wikipedia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ingatan yang tajam adalah kunci bagi seseorang untuk tetap cekatan, teliti, dan cerdas. Seiring bertambahnya usia, daya ingat sering kali mengalami penurunan, bahkan berisiko menyebabkan kepikunan. Namun, pola makan yang sehat bisa menjadi salah satu solusi untuk menjaga fungsi otak tetap optimal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi buah-buahan tertentu dapat membantu meningkatkan daya ingat dan melindungi otak dari penuaan. Berikut lima buah yang terbukti memiliki manfaat bagi kesehatan otak yang dirangkum Nukilan.id:

1. Alpukat

Alpukat dikenal sebagai sumber lemak sehat yang baik bagi otak. Buah ini kaya akan vitamin E dan vitamin C, yang memiliki sifat antioksidan untuk melindungi sel-sel otak dari kerusakan.

Dikutip dari studi dalam Journal of Nutrition (2017) menunjukkan bahwa konsumsi alpukat dapat meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat, terutama pada orang dewasa yang lebih tua.

2. Jeruk

Jeruk merupakan sumber vitamin C yang tinggi. Vitamin ini berperan sebagai antioksidan kuat yang dapat melindungi otak dari stres oksidatif yang dapat menyebabkan penurunan kognitif.

Riset yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition (2017) menemukan bahwa kadar vitamin C yang tinggi dalam darah berhubungan dengan peningkatan fungsi kognitif dan daya ingat.

3. Delima

Delima mengandung punicalagin, senyawa antioksidan kuat yang berperan dalam melindungi otak dari kerusakan dan membantu meningkatkan memori.

Studi dalam Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine (2013) menyebutkan bahwa konsumsi jus delima dapat meningkatkan memori dan fungsi kognitif pada orang dewasa dengan gangguan memori ringan.

4. Anggur

Anggur, terutama anggur merah, mengandung resveratrol, senyawa yang diketahui berperan dalam meningkatkan memori dan fungsi otak.

Menurut studi yang diterbitkan dalam Scientific Reports (2015), resveratrol dapat membantu meningkatkan daya ingat dan kesehatan otak pada orang dewasa yang lebih tua.

5. Pisang

Pisang kaya akan vitamin B6, yang berperan penting dalam produksi neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin. Neurotransmiter ini berpengaruh pada suasana hati dan juga fungsi memori.

Riset dalam Journal of Psychopharmacology (2010) mengungkapkan bahwa vitamin B6 memiliki manfaat dalam meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat.

Menjaga kesehatan otak tidak hanya bergantung pada pola pikir yang aktif, tetapi juga pada pola makan yang sehat. Mengonsumsi buah-buahan yang kaya antioksidan, vitamin, dan senyawa bioaktif dapat membantu menjaga daya ingat tetap tajam. Jadi, tidak ada salahnya mulai memasukkan lima buah ini ke dalam menu harian Anda untuk mendukung kesehatan otak di masa depan. (XRQ)

Reporter: Akil

Beralas Tikar, Gubernur Muzakir Manaf Buka Puasa Bersama Korban Konflik di Aceh Timur

0
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, saat menyerahkan bantuan kepada Wak Hamamah yang merupakan korban konflik di Gampong Seuneubok Teungoh, Kec. Darul Ihsan, Aceh Timur. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem berbuka puasa bersama para korban konflik di Gampong Seuneubok Teungoh, Kecamatan Darul Ihsan, Aceh Timur, Rabu (19/3/2025). Dengan hanya beralaskan tikar di halaman rumah seorang korban konflik, suasana berbuka berlangsung hangat dan penuh kebersamaan.

Mualem tiba di kediaman Wak Hamamah, salah satu korban konflik yang hidup dalam keterbatasan, usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur. Sejumlah korban konflik, fakir miskin, lansia, serta janda korban konflik turut menyambut kedatangan orang nomor satu di Aceh itu.

Tanpa sungkan, Mualem duduk lesehan di atas tanah bersama warga. Suasana tampak penuh keakraban, mencerminkan kedekatan pemimpin dengan rakyatnya. Di tengah obrolan ringan menjelang berbuka, Mualem menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan perhatian kepada para korban konflik melalui berbagai program pemulihan.

“Kami ingin terus hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang terdampak konflik. Aceh harus bangkit bersama,” ujar Mualem.

Setelah berbuka puasa, Mualem menyerahkan bantuan kepada warga. Sebanyak 200 paket sembako yang berisi beras 15 kilogram, minyak goreng lima liter, gula satu kilogram, telur satu papan, serta kain sarung dibagikan kepada fakir miskin, lansia, dan janda korban konflik. Wak Hamamah, Hafasah, Saudah, Salamah, Doijah, dan Abu Bakar Hasyem termasuk di antara penerima bantuan tersebut.

Mualem berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga, khususnya mereka yang masih berjuang untuk pulih dari dampak konflik berkepanjangan di Aceh.

“Kita akan terus bekerja keras agar para korban konflik mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Dalam kunjungan ini, Mualem didampingi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin, mantan Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib atau Rocky, serta sejumlah pejabat Pemerintah Aceh. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh dalam upaya memperkuat kesejahteraan masyarakat yang terdampak konflik di Aceh Timur.

Editor: Akil

Tok! DPR Sahkan RUU TNI Jadi Undang-Undang

0
Ketua DPR Puan Maharani. (Foto: Tangkapan layar Youtube DPR)

NUKILAN.id | Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pengesahan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2025).

Ketua DPR Puan Maharani yang memimpin rapat meminta persetujuan dari seluruh fraksi sebelum palu sidang diketok.

“Sekarang tibalah saatnya kami meminta persetujuan fraksi-fraksi terhadap RUU Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia apakah dapat disetujui untuk disahkan menjadi UU?” tanya Puan.

“Setuju,” jawab para anggota dewan yang hadir.

“Terima kasih,” ucap Puan seraya mengetukkan palu tanda pengesahan.

Revisi UU TNI ini membawa sejumlah perubahan signifikan, termasuk perluasan jabatan sipil yang bisa diisi oleh perwira aktif TNI serta penambahan usia pensiun prajurit.

Sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, ketentuan baru ini menjadi sorotan lantaran membuka peluang lebih luas bagi anggota TNI untuk berkarier di instansi sipil. Namun, beberapa pihak mengkritisi aturan tersebut dengan alasan potensi tumpang tindih peran antara militer dan sipil.

Pengesahan revisi ini juga diwarnai perdebatan di berbagai kalangan, terutama terkait implikasi kebijakan terhadap profesionalisme TNI dan keseimbangan peran militer dalam sistem demokrasi.

Editor: Akil

Ketua TP PKK Aceh Takziah dan Beri Santunan kepada Warga

0
Ketua TP-PKK Aceh, Ny. Marlina Muzakir, melakukan takziah ke rumah warga serta menyerahkan bantuan kebutuhan pokok di Gampong Seuneubok Teungoh, Kecamatan Darul Ihsan, Aceh Timur. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, mengunjungi rumah duka almarhum Muhammad Yusuf di Gampong Seuneubok Teungoh, Kecamatan Darul Ihsan, Aceh Timur, Rabu malam (19/3/2025). Kedatangannya sebagai bentuk takziah sekaligus memberikan santunan kepada keluarga yang berduka.

Dalam kunjungan tersebut, Marlina didampingi mantan Bupati Aceh Timur, Hasballah M. Thaib atau yang akrab disapa Rocky, beserta istrinya. Kehadiran mereka disambut hangat oleh keluarga almarhum serta warga yang turut melayat.

Sebagai wujud kepedulian, Marlina dan Rocky menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok bagi keluarga yang ditinggalkan. Dalam kesempatan itu, Marlina turut berbincang dengan keluarga almarhum dan memberikan dukungan moral.

“Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah dalam menerima cobaan ini,” ujarnya.

Rocky menjelaskan bahwa Muhammad Yusuf merupakan anak dari Usmanbidin, mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di wilayah tersebut, yang meninggal dalam konflik sekitar tahun 1999.

“Setelah Usmanbidin wafat, saya kemudian menggantikan posisinya hingga akhirnya perdamaian Aceh terwujud pada 2005,” tutur Rocky.

Sebelumnya, menjelang waktu berbuka puasa, Gubernur Aceh Muzakir Manaf bersama Rocky dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) juga menyerahkan santunan kepada fakir miskin, lansia, dan janda korban konflik di gampong tersebut.

Total bantuan yang disalurkan mencapai 200 paket, masing-masing berisi 15 kg beras, 5 kg minyak goreng, 1 papan telur ayam, 1 kg gula, dan 1 kain sarung.

Aksi sosial ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung masyarakat terdampak konflik di Aceh, terutama mereka yang membutuhkan bantuan di tengah bulan Ramadan.

Editor: Akil

Mualem Minta Bupati Aceh Timur Tertibkan Perusahaan Sawit

0
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, mengambil Sumpah Jabatan dan Melantik Iskandar Usman Alfarlaky Sebagai Bupati dan T. Zainal Abidin sebagai Wakil Bupati Aceh Timur periode 2025-2030 pada Rapat Paripurna DPRK Aceh Timur, di Kantor DPRK Aceh Timur, Rabu, 19/03/2025. (Foto: Humas Pemerintah Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, meminta Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur untuk menertibkan perusahaan sawit yang beroperasi di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa luas kebun sawit harus sesuai dengan Hak Guna Usaha (HGU) dan perusahaan wajib memperhatikan kesejahteraan petani serta masyarakat sekitar.

Hal ini disampaikan Mualem usai melantik Iskandar Usman Al Farlaky dan T. Zainal Abidin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur periode 2025-2030 dalam rapat paripurna DPRK Aceh Timur, Rabu (19/3/2025).

Evaluasi Luas HGU dan Kesejahteraan Masyarakat

Mualem menyatakan pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengukuran ulang terhadap kebun sawit yang beroperasi di Aceh Timur.

“Kami akan mengukur kebun-kebun sawit perusahaan di Aceh Timur, apakah luasnya sesuai dengan HGU atau tidak. Jika ada kelebihan, kami akan ambil tindakan. Ini demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menuntut agar perusahaan perkebunan sawit memberikan 30 persen dari luas HGU mereka kepada masyarakat dalam bentuk kebun plasma. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Maksimalkan Potensi Aceh Timur

Mualem juga menekankan pentingnya pengembangan potensi daerah, seperti sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Aceh Timur harus dimanfaatkan untuk kemajuan daerah.

Ia juga berpesan agar Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur menjaga hubungan baik dengan DPRK dan menjalin koordinasi erat dengan Pemerintah Aceh.

“Jaga dukungan masyarakat dan doa ulama agar pembangunan di Aceh Timur berjalan lancar,” kata Mualem.

Bupati Aceh Timur: Fokus Stabilitas Keuangan dan Kinerja Aparatur

Menanggapi pesan tersebut, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky mengapresiasi dukungan berbagai pihak sejak Pilkada hingga pelantikannya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu pasca-Pilkada demi kemajuan daerah.

“Dinamika Pilkada mari kita sudahi. Sekarang saatnya kita bekerja bersama untuk Aceh Timur,” ujarnya.

Iskandar mengakui kondisi keuangan Pemkab Aceh Timur saat ini tidak dalam kondisi ideal. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Aceh dapat memberikan dukungan lebih dalam hal anggaran agar pembangunan dapat berjalan lebih cepat.

Selain itu, ia meminta jajaran kepala SKPD, camat, dan ASN di Aceh Timur bekerja optimal.

“Kami akan menilai kinerja aparatur dengan alat ukur yang jelas. Kami siap menerima kritik yang konstruktif dan akan langsung menjalankan program dalam 100 hari pertama,” pungkasnya.

Editor: Akil

Universitas Malikussaleh, PTN Aceh dengan Penerimaan SNBP Terbanyak 2025

0
Prof. Dr. Ir Herman Fithra, ASEAN Eng, Rektor Universitas Malikussaleh. (Foto: HUMAS UNIMAL)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Universitas Malikussaleh (Unimal) mencatatkan diri sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) dengan jumlah penerimaan mahasiswa terbanyak di Aceh pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Sebanyak 3.264 calon mahasiswa dinyatakan lulus, dengan rincian 2.706 orang diterima pada pilihan pertama dan 558 orang di pilihan kedua.

Berdasarkan data, jumlah peserta yang lulus di program studi sains dan teknologi (saintek) mencapai 1.611 orang, sedangkan di bidang sosial dan humaniora (soshum) sebanyak 1.653 orang. Informasi lengkap mengenai nama-nama yang lulus dapat diakses melalui situs resmi Unimal di unimal.ac.id.

Unimal Peringkat Kesembilan Nasional

Prestasi ini menjadikan Unimal sebagai PTN dengan penerimaan mahasiswa SNBP terbesar di Aceh, serta menempatkannya di peringkat kesembilan secara nasional. Unimal berada di bawah Universitas Negeri Surabaya, IPB University, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Padang, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Diponegoro.

Program Studi Favorit

Di kategori saintek, program studi dengan jumlah penerimaan tertinggi adalah Teknik Sipil (165 mahasiswa), Teknik Mesin (150 mahasiswa), dan Agroekoteknologi (150 mahasiswa). Sementara di bidang soshum, Ilmu Hukum menjadi yang terbanyak dengan 275 mahasiswa, diikuti Manajemen (200 mahasiswa), serta Ilmu Komunikasi dan Administrasi Publik yang masing-masing menerima 175 mahasiswa.

Tahapan Praregistrasi

Peserta yang dinyatakan lulus wajib melalui tahapan praregistrasi dengan mengunggah scan nilai rapor semester 1 hingga 5 pada 20-26 Maret 2025. Setelah verifikasi nilai rapor, calon mahasiswa diwajibkan mengisi formulir Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada 23-28 April 2025, sedangkan pendaftaran ulang akan dilakukan pada 16-23 Mei 2025.

Unimal Semakin Diminati

Rektor Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Ir. Herman Fithra, ASEAN Eng, menyatakan bahwa meningkatnya jumlah penerimaan mahasiswa baru melalui SNBP menunjukkan semakin besarnya daya tarik Unimal di tingkat nasional.

“Kami menargetkan menerima sekitar 7.000 mahasiswa baru pada 2025. Semoga target ini dapat terwujud seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Unimal,” ujar Prof. Herman.

Dengan capaian ini, Universitas Malikussaleh semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sumatra dan terus berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

Editor: Akil

Hasto Ditahan KPK, Akhir dari Perjalanan Politik Sang Sekjen

0
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto kenakan rompi orange dan dibrogol dipamerkan saat konferensi pers KPK. (Foto: Gemapos.ID)

NUKILAN.id | Indepth – Seorang pria bertubuh gempal tampak menuruni anak tangga di sebuah ruangan yang berseberangan dengan lobi utama Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia berjalan paling depan, diikuti beberapa pria bertubuh tegap yang terus mengarahkannya untuk melangkah.

Pria tersebut adalah Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan. Usai menjalani pemeriksaan selama delapan jam, ia keluar dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi oranye bertuliskan tahanan KPK. Kamis, 20 Februari 2025, menjadi hari terakhir Hasto merasakan kebebasan.

Tak ada lagi sambutan hangat maupun karpet merah yang biasa menyertainya dalam setiap langkah. Kini, kesehariannya hanya dihabiskan bersama tahanan lain, termasuk saat berolahraga di dalam rumah tahanan.

Tak Ada Lagi Perlindungan

Dalam berbagai kesempatan, Hasto kerap menyatakan bahwa kasus hukum yang menjeratnya adalah konsekuensi politik akibat ketegangan dengan Presiden Joko Widodo sejak Pemilu 2024. Sejak perpecahan itu, ia menjadi salah satu tokoh utama yang vokal mengkritik Jokowi. Sikap itu terus dipertahankannya hingga akhirnya ia ditahan.

“Semoga ini (penahanan) menjadi momentum bagi Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menegakkan hukum tanpa kecuali. Termasuk memeriksa keluarga Pak Jokowi,” ujar Hasto sebelum masuk ke mobil tahanan KPK.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekecewaannya terhadap Jokowi. Namun, ironisnya, selama pemerintahan Jokowi, Hasto justru tetap berada di luar jangkauan hukum, meskipun kasus yang menjeratnya sudah mencuat sejak lama.

Kasus yang akhirnya membawa Hasto ke balik jeruji bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 2020. Dalam operasi itu, KPK menangkap Komisioner KPU RI saat itu, Wahyu Setiawan, beserta orang kepercayaannya, Agustiani Tio, serta dua pihak lain, yakni Saeful yang berasal dari kalangan swasta, dan Harun Masiku, caleg PDIP pada Pileg 2019.

Wahyu, Agustiani, dan Saeful telah melalui proses hukum dan divonis bersalah. Wahyu terbukti menerima suap sekitar Rp 600 juta untuk mengupayakan Harun Masiku menjadi anggota DPR melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW).

Jakarta – Hingga kini, Harun Masiku masih berstatus buronan. Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru menetapkan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, serta seorang pengacara bernama Donny Tri Istiqomah sebagai tersangka pada akhir 2024. Penetapan ini terjadi setelah pemerintahan Joko Widodo dan dominasi PDIP di pemerintahan berakhir.

Menanggapi perkembangan kasus ini, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md menilai adanya unsur politik yang tak terpisahkan dalam proses hukum terhadap Hasto. Ia mempertanyakan mengapa KPK baru mengambil langkah hukum setelah PDIP tidak lagi berkuasa.

“Nah itulah yang saya katakan politisasi, PDIP ada di pemerintahan (saat itu),” ujar Mahfud melalui kanal YouTube pribadinya.

Mahfud juga menekankan pentingnya mengungkap pihak-pihak yang diduga menghalangi proses hukum terhadap Hasto.

“Seharusnya kalau mau jujur nih yah, yang menghalangi siapa? Harusnya kan Hasto dibuka saat itu, berarti kalau tidak dibuka berarti ada yang merintangi dong sehingga tidak terungkap,” tegasnya.

Hasto dan Firli Diduga Punya Hubungan Dekat

Dugaan adanya pihak yang menghalangi proses hukum terhadap Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mencuat dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 6 Februari 2025. Tim Biro Hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap bahwa pimpinan KPK periode 2019-2024 menolak penetapan Hasto sebagai tersangka, meskipun penyidik telah menyampaikan konstruksi perkara secara rinci.

“Di dalam forum rapat ekspose, tim KPK yang melaksanakan OTT sudah memaparkan rangkaian peristiwa secara runut dan rinci, termasuk peran pemohon (Hasto) dalam konstruksi perkara tersebut,” ujar anggota Tim Biro Hukum KPK.

Namun, alih-alih memberikan persetujuan, pimpinan KPK saat itu justru menolak pengajuan tersebut dan mengganti seluruh tim satgas yang menangani operasi tangkap tangan (OTT).

“Pimpinan KPK kemudian mengganti satgas penyidikan dengan tim lain,” lanjutnya.

Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh mantan penyidik KPK Ronald Paul Sinyal. Dalam keterangannya yang dikutip dari Inilah.com, Ronald menyebut bahwa kasus yang melibatkan Hasto sudah berlangsung lebih dari lima tahun dan mengalami banyak hambatan sejak tahap penyelidikan hingga penyidikan.

“Seperti yang kita ketahui bahwa perkara HM ini sudah berlangsung lama dan berlarut-larut sampai lebih dari 5 tahun, lalu dari panjangnya proses tersebut terjadi cukup banyaknya perintangan dari masa penyelidikan, penyidikan (yang saat itu saya tangani),” kata Ronald.

Ronald juga mengungkap bahwa saat gelar perkara pasca-OTT pada Januari 2020, Firli Bahuri, yang saat itu menjabat sebagai Ketua KPK, tidak menghadiri forum tersebut. Sementara itu, pimpinan KPK lainnya yang hadir diduga telah berkoordinasi untuk membatasi jumlah tersangka menjadi tiga orang.

“Saat ekspos pasca OTT, Saudara FB (Firli) tidak ikut menghadiri ekspos tersebut, namun pihak Pimpinan yang hadir seperti sudah berkoordinasi dan berperan pasif dengan mengharapkan tersangka yang ditetapkan cukup 3 orang saja. Namun, karena Tim Penyelidik saat itu bersikeras bahwa seharusnya ada 5 tersangka karena tidak logis bila hanya 3 tersangka, akhirnya finalnya ditetapkan 4 tersangka (+HM yang sedang buron),” ungkap Ronald.

Selain itu, Ronald juga menyebut bahwa Firli diduga menghalangi upaya penggeledahan kantor Hasto.

“Saudara FB langsung menghalangi proses penggeledahan dengan cara mencoret salah satu objek penggeledahan, yaitu ke Kantor Saudara HK (Hasto),” ujarnya.

Mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, juga pernah menyinggung adanya kedekatan antara Firli dan Hasto. Pernyataan ini disampaikan Novel saat menghadiri orasi ilmiah Guru Besar Antropologi Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Sulistyowati Irianto, pada 7 Mei 2024.

“Saya juga sampaikan pengetahuan saya bahwa Hasto adalah teman dekat Firli Bahuri yang merusak KPK,” kata Novel.

Novel mendesak agar kasus yang melibatkan Hasto segera disidangkan agar fakta hukum dapat terungkap di pengadilan.

“Saya pikir perkara ini sudah cukup jelas dan mestinya segera dituntaskan agar bisa diperiksa semua di pengadilan dalam pokok perkara. Selain itu semua dugaan adanya kasus suap besar di balik perkara ini bisa terungkap,” ujarnya. (XRQ)

Reporter: Akil

Pemerintah Aceh Cairkan THR bagi ASN dan Anggota DPRA

0
Ilustrasi THR. (Foto: iStockphoto)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Aceh resmi mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahan setempat, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), serta ketua lembaga keistimewaan dan kekhususan Aceh.

“Peraturan Gubernur (Pergub) sudah diteken oleh Gubernur dan Sekda, sehingga proses pencairan bisa segera dilakukan,” kata Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) Reza Saputra di Banda Aceh, Rabu (19/3/2025).

Pencairan THR ini mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 7 Tahun 2025 tentang Teknis Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025. Regulasi ini juga mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji Ketiga Belas kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan.

Komponen dan Penerima THR

Reza menjelaskan bahwa THR diberikan kepada berbagai kelompok penerima, termasuk PNS dan calon-PNS, pejabat negara, pimpinan dan anggota DPRA, Ketua Lembaga Keistimewaan dan Kekhususan Aceh, serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Komponen THR yang diberikan terdiri atas gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, serta tambahan penghasilan bagi instansi daerah yang memberikan tambahan penghasilan dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah.

“Besaran THR ini diberikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mengacu pada pangkat, jabatan, peringkat jabatan, atau kelas jabatannya,” ujarnya.

Ketentuan bagi Guru dan PPPK

Bagi guru yang gaji pokoknya bersumber dari APBA dan tidak menerima tambahan penghasilan, dapat diberikan THR paling banyak sebesar tunjangan profesi guru atau tambahan penghasilan guru ASN dalam satu bulan.

Untuk pimpinan dan anggota DPRA, THR dan gaji ke-13 diberikan paling banyak sebesar akumulasi dari uang representasi, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan sesuai ketentuan hak keuangan dan administratif yang berlaku.

Sementara itu, bagi PPPK, pemberian THR dan gaji ke-13 mengikuti ketentuan khusus. PPPK dengan masa kerja kurang dari satu tahun akan menerima THR dan gaji ke-13 secara proporsional sesuai dengan jumlah bulan kerja. Namun, PPPK yang bekerja kurang dari satu bulan kalender sebelum hari raya Idulfitri 2025 tidak akan menerima THR. Begitu pula dengan PPPK yang bekerja kurang dari satu bulan kalender sebelum 1 Juni 2025, tidak akan mendapatkan gaji ke-13.

“Jadi, tidak semua tenaga PPPK mendapatkan THR dan gaji ke-13. Itu tergantung dari masa kerja mereka,” kata Reza.

Waktu Pencairan THR dan Gaji ke-13

Reza memastikan bahwa pencairan THR dilakukan paling cepat mulai hari ini, setelah Pergub disahkan. Saat ini, pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk mempercepat proses pencairan, sehingga ASN dapat segera memanfaatkan dana tersebut.

“Untuk gaji ke-13, rencananya akan dibayarkan paling cepat pada Juni 2025, dengan besaran setara penghasilan satu bulan pada Mei 2025,” pungkasnya.

Editor: Akil

Thailand Kembali Gaet Investasi Data Center, Kini Rp44 Triliun

0
Ilustrasi Investasi. (Foto: Meta AI)

NUKILAN.id | Jakarta — Thailand kembali menarik investasi besar di sektor pusat data dan layanan cloud. Kali ini, Negeri Gajah Putih mendapatkan kucuran dana senilai US$2,7 miliar atau sekitar Rp44,4 triliun (kurs Rp16.444) dari sejumlah perusahaan teknologi global.

Pada Senin (17/3/2025), Dewan Investasi Thailand mengumumkan bahwa pemerintah telah menyetujui proyek investasi ini. Investasi tersebut menambah portofolio sektor teknologi yang kian berkembang di Thailand.

Sejumlah perusahaan terlibat dalam proyek ini, termasuk Beijing Haoyang Cloud & Data Technology dari China, Empyrion Digital dari Singapura, serta perusahaan lokal Thailand, GSA Data Center 02. Beijing Haoyang, misalnya, berencana membangun pusat data berkapasitas 300 megawatt dengan nilai investasi mencapai 72,7 miliar baht. Sementara itu, perusahaan Thailand mengalokasikan 13,5 miliar baht untuk pusat data berkapasitas 35 megawatt.

Investasi besar di sektor ini tidak lepas dari meningkatnya permintaan infrastruktur digital akibat pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Asia Tenggara, termasuk Thailand, semakin gencar membangun pusat data untuk menampung server dan perangkat komputasi yang digunakan perusahaan dalam mengolah serta menyimpan data.

Pada Januari lalu, TikTok yang dimiliki Bytedance juga mengumumkan investasi sebesar 126,8 miliar baht di Thailand untuk mendirikan layanan hosting data. Sebelumnya, raksasa teknologi lainnya seperti Google dan Amazon Web Services juga telah berkomitmen menanamkan modal besar di negara tersebut. Google mengumumkan investasi senilai US$1 miliar, sementara Amazon Web Services mengalokasikan US$5 miliar untuk Thailand dalam jangka waktu 15 tahun.

Mengapa Bukan Indonesia?

Di tengah derasnya arus investasi pusat data ke Thailand, pertanyaan besar muncul: mengapa investor lebih memilih negara tersebut dibandingkan Indonesia?

Chairman Indonesia Data Center Provider (IDPRO), Hendra Suryakusuma, mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor utama yang memengaruhi keputusan investor. Salah satu yang paling krusial adalah ketidakpastian hukum dan regulasi data.

“Kalau kita bicara terkait onshoring data regulation, sebenarnya dulu kita pernah punya PP 82 2012, tapi itu direlaksasi menjadi PP 71 2019. Jadi kalau saya lihat akhirnya data itu walaupun milik masyarakat Indonesia, itu tetap bolehkan disimpan di luar negeri. Itu berbeda dengan yang ada di Malaysia dan juga di Vietnam,” ujar Hendra kepada CNNIndonesia.com, Rabu (12/3).

Selain itu, rendahnya peringkat Indonesia dalam indeks kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EoDB) juga menjadi hambatan. Berdasarkan laporan World Bank pada 2020, Indonesia mencatat skor 69,6 dari 100, menempatkan negara ini di peringkat ke-6 di Asia Tenggara dan ke-73 secara global.

Hendra juga menyoroti rumitnya proses perizinan serta praktik pungutan liar yang memperburuk iklim investasi. Tak hanya itu, gangguan dari organisasi masyarakat (ormas) yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur semakin menambah tantangan bagi investor.

Faktor lain yang menjadi daya tarik negara tetangga adalah insentif investasi yang lebih kompetitif. Malaysia dan Thailand, misalnya, menawarkan keringanan pajak serta pembebasan bea masuk untuk impor chipset AI, yang menjadi komponen vital dalam pengoperasian pusat data.

Dengan tren investasi yang terus mengalir ke Thailand, Indonesia perlu melakukan reformasi regulasi dan kebijakan investasi agar tidak tertinggal dalam persaingan global di sektor teknologi digital. (XRQ)

Reporter: Akil