Beranda blog Halaman 497

Wisuda Perdana Ma’had Shafwatul Quran: Lulusan Terbaik Raih Hadiah Umrah

0
Tasyakuran wisuda perdana MSQ. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH —  (MSQ) yang berlokasi di Gampong Pineung, Banda Aceh, menggelar tasyakuran wisuda perdana bagi lima santriwati tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) pada Senin, 23 Juni 2025. Acara berlangsung di halaman sekolah dengan suasana khidmat.

Kepala madrasah, Dra. Ainal Mardhiah Ahmad, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara tasyakuran perdana tersebut. Ia menilai para santriwati yang diwisuda merupakan sosok-sosok tangguh dan gigih yang telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun. Wisuda ini juga menjadi tonggak awal dalam menciptakan model pendidikan khas MSQ.

Ketua Yayasan MSQ, dr. Teuku Yusriadi, Sp.BA, FIAPS atau yang akrab disapa Doto Popon, menyampaikan apresiasi kepada para orangtua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di MSQ. Ia mengakui proses tiga tahun berjalan tidak mudah, namun hasilnya kini mulai terlihat. Para santriwati tidak hanya menimba ilmu umum dan agama, tetapi juga dibekali dengan kemampuan menghafal Al-Qur’an, bahkan di antaranya telah mencapai 30, 20, hingga 15 juz.

Prestasi para santriwati pun cukup membanggakan. Beberapa di antaranya telah menjuarai lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) cabang Hifzil Quran baik di tingkat kota maupun provinsi. Keberhasilan ini tak lepas dari bimbingan para ustaz dan ustazah, seperti Ustazah Munira, Lc, Ustaz Tabsyirah, Lc, Ustaz Aidil Ridha, Lc, serta tenaga pengajar lainnya.

Pembina Yayasan MSQ, Yusniar Abdurrahman, juga menyampaikan ucapan selamat kepada para santriwati dan orangtua. Ia menambahkan bahwa ke depan pihak yayasan berupaya melengkapi fasilitas asrama dan berencana membangun asrama baru yang lebih representatif agar dapat menampung lebih banyak santri, baik putra maupun putri.

Pada acara tersebut, salah satu santriwati, Zalfa Azkia—putri dari Perdana Tahru dan Cut Nurlina—dianugerahi penghargaan sebagai lulusan terbaik. Ia menerima trofi dan hadiah umrah yang merupakan sumbangan dari para donatur. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk motivasi bagi santri lainnya agar semakin bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an.

Acara tasyakuran turut dihadiri oleh Pimpinan Dayah Insan Qurani, Ustaz H. Muzakir, yang juga menjadi pembicara utama. Hadir pula Geuchik Gampong Pineung beserta perangkat desa, dewan guru, pengurus yayasan, dan para orangtua santri. Acara ditutup dengan santap siang bersama.

Bek Muda Asal Aceh Dipanggil Timnas U-23, Siap Hadapi Kualifikasi AFC U-23

0
Bek muda asal Aceh, Rahmat Syawal, masuk dalam daftar pemain yang dipanggil memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Bek muda asal Aceh, Rahmat Syawal, masuk dalam daftar pemain yang dipanggil memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23. Ia dipersiapkan menghadapi dua ajang internasional yang akan berlangsung di tanah air, yakni ASEAN U-23 Mandiri Cup pada 14-29 Juli 2025, serta Kualifikasi AFC U-23 yang dijadwalkan berlangsung 1-9 September 2025.

Nama Rahmat diumumkan bersama 30 pemain lainnya yang akan mengikuti pemusatan latihan (TC) mulai 20 Juni hingga 14 Juli 2025 di Jakarta.

Beberapa nama yang sudah akrab di Timnas kembali mendapat panggilan, seperti Jens Raven, Hokky Caraka, Toni Firmansyah, dan Muhammad Ferarri. Sementara itu, pelatih kepala Timnas U-23, Gerald Vanenburg, mempersiapkan Rahmat Syawal untuk memperkuat lini pertahanan, bersama Kadek Arel dan Muhammad Ferarri.

Rahmat Syawal merupakan pemain kelahiran Sigli, Aceh, yang kini berusia 19 tahun. Ia memiliki postur menjulang dengan tinggi badan mencapai 190 sentimeter.

Sebelumnya, Rahmat sempat tergabung dalam tim futsal Aceh yang diproyeksikan tampil pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024. Namun namanya mulai dikenal luas saat tampil bersama Persas Sabang dalam kompetisi Liga 3 Zona Aceh pada Oktober 2023.

Performa apiknya di lini belakang membuat Rahmat mendapat kesempatan membela Timnas U-19 dan U-20. Penampilannya yang konsisten pun menarik perhatian klub Liga 1, PSIS Semarang, yang kemudian merekrutnya.

Rahmat diketahui merupakan jebolan Lambhuk Football Academy, sebuah sekolah sepak bola yang cukup dikenal di Banda Aceh. Kini, ia menjadi salah satu pemain muda yang mulai menunjukkan potensi besar sebagai bek masa depan Indonesia.

Editor: Akil

Prabowo Puji Mualem di Forum Ekonomi Rusia: Dulu Berseberangan, Kini Bersatu

0
Prabowo Puji Mualem di Forum Ekonomi Rusia. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, dalam sesi diskusi panel di ajang St Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung rekonsiliasi yang pernah terjadi di Aceh, saat dirinya dan Mualem berada di posisi berseberangan selama konflik berkepanjangan. Ia menuturkan bahwa keduanya kini bisa bersatu meskipun pernah berada dalam konflik selama puluhan tahun.

“Pemberontakan separatis di Aceh. Sangat panjang, saya kira hampir 30 tahun. Tapi bayangkan, mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka, yang dulu melawan kami selama lebih dari 25 tahun, sekarang bergabung dengan partai saya,” kata Prabowo dalam forum yang berlangsung pada Jumat (20/6/2025).

“Bahkan dia kini menjadi Gubernur Aceh, dan saya Presiden Indonesia. Ini menunjukkan bahwa mantan musuh pun bisa bersatu,” lanjutnya.

Prabowo menekankan pentingnya rekonsiliasi dan menyelesaikan konflik lewat dialog. Ia menyebut pendekatan komunikasi menjadi cara yang lebih baik ketimbang kekerasan.

“Sebagai mantan prajurit, saya selalu berusaha, bahkan dari dulu untuk bernegosiasi. Negosiasi, negosiasi, negosiasi. Lebih baik berbicara daripada saling membunuh,” pungkasnya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo sebagai respons atas pertanyaan panelis terkait peran rekonsiliasi dalam membangun stabilitas nasional.

Editor: Akil

Sebanyak 50 Da’i Ikuti Upgrading FDP di Aceh Tenggara

0
Bupati Fakhry saat membuka acara Upgrading Lembaga Forum Dakwah Perbatasan (FDP) wilayah Aceh, di Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala gala pada Sabtu (21/6/2025). (Foto: Diskominfo Aceh Tenggara)

NUKILAN.ID | Kutacane — Sebanyak 50 da’i dari berbagai daerah mengikuti pelatihan dalam kegiatan Upgrading Lembaga Forum Dakwah Perbatasan (FDP) wilayah Aceh yang berlangsung di aula Dayah Miftahul Jannah Hidayatullah, Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (21/6/2025).

Peserta yang hadir berasal dari sejumlah daerah seperti Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Banda Aceh.

Bupati Aceh Tenggara, Salim Fakhry, yang membuka kegiatan tersebut, menyebutkan pentingnya peningkatan kapasitas bagi para da’i.

“Acara ini penting bagi Da’i untuk meningkatkan kapasitas diri,” ujar Fakhry.

Ia juga berharap para da’i dapat menjadi teladan serta memberikan dampak positif dalam memperkuat pengamalan syariat Islam di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Aceh Tenggara.

Sementara itu, Sekretaris FDP Wilayah Aceh, Dr. Abizal, menyampaikan bahwa FDP selama satu dekade terakhir telah menjalankan berbagai program dakwah di daerah perbatasan, termasuk pembangunan masjid, rumah da’i, dan pembinaan terhadap mualaf.

“Semoga program ini dapat didukung oleh pemerintah daerah,” katanya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan dakwah Islam di wilayah pedalaman dan perbatasan Aceh yang memerlukan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.

Editor: Akil

Menyingkap Luka Tambang Nikel Raja Ampat

0
Tambang Nikel Raja Ampat. (Foto: Arsip Greeenpeace)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Di negeri ini, celah pelanggaran kerap disembunyikan dengan asap pencitraan. Para pejabat merasa telah lihai menutup jejak, padahal publik melihatnya dengan mata telanjang. Kasus pencabutan izin empat perusahaan tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, adalah contoh terbaru bagaimana ketidakberesan tata kelola sumber daya alam kembali terkuak, meski dibungkus dengan narasi heroik dari pusat kekuasaan.

Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin itu semula tampak sebagai langkah tegas melindungi alam Papua. Namun bila ditelisik lebih dalam, langkah itu justru membuka borok yang lebih lebar: betapa penambangan nikel telah berlangsung secara ilegal dan merusak lingkungan sejak 2023, tanpa ada pengawasan berarti dari pemerintah.

Data menunjukkan, ada 16 perusahaan yang telah mengantongi konsesi di kawasan Raja Ampat, sebuah gugusan kepulauan eksotis yang dijuluki “surga terakhir di bumi”. Dari jumlah itu, lima perusahaan telah beroperasi secara destruktif, mengancam hutan dan ekosistem laut yang menjadi penopang hidup masyarakat adat setempat.

Ironisnya, publik baru benar-benar terperangah setelah Greenpeace Indonesia membuka praktik buruk ini dalam diskusi Critical Minerals Conference and Expo di Jakarta, 3 Juni 2025. Dalam forum yang diadakan oleh Asosiasi Penambang Nikel Indonesia dan Shanghai Metals Market—platform pasar logam asal Tiongkok—aktivis lingkungan memanfaatkan momen untuk membeberkan wajah gelap penambangan nikel di Papua.

Sudah lama diketahui bahwa industri nikel di Indonesia sarat dengan praktik koruptif: dari suap perizinan, konflik kepemilikan lahan, hingga pengabaian hak-hak masyarakat lokal. Sayangnya, pemerintah justru kerap berdiri di sisi pelaku, bukan korban.

Penerbitan izin tambang di Raja Ampat adalah bentuk nyata pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (yang direvisi pada 2014). Dalam beleid itu, Pasal 35 huruf K dengan jelas melarang aktivitas penambangan mineral di pulau kecil berukuran kurang dari 2.000 kilometer persegi. Dari sekitar 1.500 pulau di Raja Ampat, hanya Pulau Waigeo dan Misool yang melebihi ambang batas tersebut.

Celakanya, pemerintah tetap memberikan konsesi penambangan, bahkan di Pulau Gag, dengan alasan berada di luar kawasan geopark. Dalih itu jelas menyesatkan, sebab Undang-Undang tidak mengenal pengecualian berbasis status geopark. Ini bukan soal persepsi, melainkan hukum yang dilanggar terang-terangan.

Kisruh tambang nikel Raja Ampat juga menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan dan penegakan hukum. Para pejabat seolah baru bertindak setelah dipaksa oleh protes publik. Padahal, sejak 2022 Presiden Joko Widodo telah menunjuk Bahlil Lahadalia sebagai ketua satuan tugas penataan penggunaan lahan yang bertugas mengevaluasi ribuan izin tambang. Dalam kapasitas itu, Bahlil sempat mencabut lebih dari 2.000 izin pertambangan, termasuk konsesi nikel yang bermasalah.

Namun, menjelang pelantikan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil justru menerbitkan izin baru bagi perusahaan tambang di Raja Ampat, dan menghidupkan kembali izin yang sebelumnya dicabut. Alih-alih merasa bersalah, ia berdalih bahwa izin tersebut keluar sebelum dirinya menjabat sebagai menteri. Padahal, publik tak lagi bisa dibodohi oleh alibi-alibi teknokratis yang menutupi kepentingan bisnis dan politik.

Fenomena ini membuktikan bahwa hilirisasi yang selama ini diagungkan sebagai strategi menghidupkan ekonomi nasional, hanyalah kedok untuk menyedot kekayaan alam demi keuntungan segelintir elite. Mereka yang berdiri di belakang perusahaan tambang di Raja Ampat adalah kaum oligark—elit partai politik, kroni penguasa, dan para taipan tambang—yang menjadikan sumber daya mineral sebagai alat akumulasi kekayaan.

Sudah saatnya kita bertanya, untuk siapa sebenarnya kekayaan alam negeri ini dikelola?

Richard Auty, ekonom dari Lancaster University, pernah mengemukakan teori “kutukan sumber daya alam” (resource curse) dalam bukunya Sustaining Development in Mineral Economies (1993). Dalam pandangannya, negara-negara yang memiliki kekayaan alam melimpah justru cenderung terjebak dalam kemiskinan struktural karena korupsi, tata kelola yang buruk, dan eksploitasi berlebihan.

Indonesia tampaknya sedang menjalani kutukan itu dalam bentuk paling telanjang. Kita kaya, tetapi tetap miskin. Kita punya nikel, tetapi tidak punya daya tawar. Kita punya undang-undang, tapi tidak punya nyali menegakkannya. Lebih dari segalanya, kita punya pejabat, tapi kehilangan integritas.

Kisruh tambang nikel Raja Ampat adalah alarm keras bagi kita semua. Bila negara terus berpihak pada kekuasaan dan modal, maka rakyat akan terus menjadi korban. Saatnya masyarakat sipil memperkuat pengawasan, dan menagih akuntabilitas. Sebab tanpa perlawanan, kebijakan yang lahir bukan untuk menjaga bumi, melainkan untuk mengurasnya hingga habis. (XRQ)

Penulis: Akil

Muswil IDI Aceh: dr. Muntadar Terpilih Jadi Ketua Secara Aklamasi

0
dr Muntadar, SpB, Subsp, Ped (K), salah seorang dokter di SMF Bedah RSUZA Banda Aceh terpilih secara aklamasi sebagai Ketua IDI Wilayah Aceh periode 2025-2028, dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IDI di Bireuen, dimulai Sabtu (21/6/2025) malam. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.IDBIREUEN – Dokter spesialis bedah anak Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, dr Muntadar, terpilih sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh periode 2025–2028.

Pemilihan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) IDI Aceh yang digelar di Aula Ampoen Chiek, Fakultas Kedokteran Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Kabupaten Bireuen, Sabtu malam, 21 Juni 2025.

Ketua IDI Bireuen, dr Zumirda, menyampaikan bahwa kegiatan Muswil berjalan lancar dan dihadiri oleh pengurus IDI Pusat, IDI Wilayah Aceh, serta perwakilan IDI dari 23 kabupaten/kota se-Aceh. Dalam sidang tersebut, dr Muntadar terpilih secara aklamasi.

“Kami berharap IDI Aceh bersinergi dengan IDI pusat supaya ke depan bisa melahirkan dokter-dokter unggul, profesional dalam segala hal, dedikasi yang tinggi tentang hubungan dan etika di tengah masyarakat,” ujar dr Zumirda.

Muswil IDI kali ini juga menjadi momentum penting bagi Fakultas Kedokteran Umuslim yang baru didirikan. Fakultas tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Umuslim, Pemerintah Kabupaten Bireuen, IDI Cabang Bireuen, dan IDI Wilayah Aceh. Kehadirannya dinilai sebagai pencapaian besar yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Kita ingin menciptakan dokter-dokter untuk memberi pelayanan kesehatan bagi masyarakat, kami IDI Bireuen dan IDI Aceh, Yayasan Umuslim, Rektor Umuslim Dr Marwan, Pemkab Bireuen, sangat mensuport fakultas ini. Saat ini telah menerima mahasiswa baru gelombang I,” lanjut Zumirda.

Ketua IDI Aceh terpilih, dr Muntadar, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemkab Bireuen dalam menyukseskan Muswil IDI Aceh di Umuslim. Ia juga berharap agar Fakultas Kedokteran tersebut dapat mencetak tenaga medis yang berdedikasi tinggi dan mampu menjawab kebutuhan dokter di Aceh maupun Indonesia.

Dokter asal Gampong Abeuk Jaloh, Kecamatan Jangka, Bireuen itu menyatakan, kegiatan seperti Muswil ke depan akan digalakkan di setiap IDI Cabang kabupaten/kota sebagai bentuk penguatan organisasi.

“Harapan saya kegiatan IDI ke depan bisa meningkatkan keterampilan bagi anggota, kekompakan, kesejawatan, etik di antara keluarga besar IDI, juga program ke masyarakat yaitu promotif, preventif, kuratif,” kata dr Muntadar.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Ketua IDI Wilayah Aceh sebelumnya, Dr dr Safrizal Rahman, beserta seluruh jajaran yang telah membangun kepercayaan masyarakat terhadap IDI selama ini.

Editor: Akil

Aceh Didorong Masuk Daftar Prioritas PLTSa, Komisi III DPRA Siap Kawal

0
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hasballah. S.Ag. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.ID | BANDA ACEHAnggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hasballah, menyatakan dukungannya terhadap program nasional pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 33 kota besar di Indonesia. Ia menilai Aceh harus menjadi bagian dari proyek tersebut sebagai solusi atas persoalan sampah yang kian mendesak.

Menurut Hasballah, pembangunan PLTSa merupakan langkah penting dalam mengatasi darurat sampah sekaligus memperkuat energi terbarukan. Ia menyambut baik dorongan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperluas pembangunan PLTSa ke berbagai provinsi.

Politisi Partai Aceh itu menjelaskan, beberapa hari lalu pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Yunnan Construction and Investment Holding Group Co., Ltd (YCIH), investor proyek PLTSa di Surabaya. Pertemuan itu turut dihadiri oleh Sekretaris Komisi III DPRA, Hadi Surya, serta perwakilan Pemerintah Aceh seperti Kadis PUPR Mawardi dan jajarannya, serta M Fauzan Febriansyah dari Aspebindo Aceh.

Hasballah mengatakan, YCIH membuka peluang investasi untuk Aceh selama daerah ini mampu menyiapkan syarat teknis dan dukungan kebijakan.

Ia menambahkan, pihaknya bersama Pemerintah Aceh dan Forbes DPR/DPD RI akan mendorong revisi terhadap Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 agar Aceh dapat dimasukkan sebagai lokasi prioritas pembangunan PLTSa.

“Kita akan dorong agar Aceh dimasukkan dalam revisi Perpres tersebut. Tidak cukup hanya menunggu. Komitmen dan kerja advokatif diperlukan agar Aceh diakui sebagai daerah yang siap dan strategis dalam pengembangan PLTSa,” ujarnya.

Hasballah juga menilai bahwa pendekatan konvensional dalam penanganan sampah sudah tidak relevan. Ia menyebut Banda Aceh dan Aceh Besar memiliki potensi besar untuk menjadi percontohan pembangunan PLTSa apabila didukung dengan infrastruktur dan regulasi yang memadai.

“Darurat sampah adalah persoalan nyata. PLTSa bukan hanya proyek listrik, tapi solusi lingkungan. Kalau Palembang sudah progres, dan Surabaya masuk prioritas, kenapa Aceh tidak?” tutupnya.

Editor: Akil

Rupiah Diprediksi Menguat, Meski Masih Bergerak Fluktuatif

0
Rupiah dan Dolar AS. (Foto: market.bisnis.com)

NUKILAN.ID | JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif pada hari ini, Senin (23/6/2025), namun cenderung ditutup menguat di kisaran Rp16.350 hingga Rp16.400 per dolar AS.

Dikutip Nukilan.id dari data Bloomberg, pada perdagangan Jumat (20/6/2025), rupiah ditutup menguat tipis sebesar 0,06% atau 9,5 poin ke level Rp16.396,5 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau turun 0,25% ke posisi 98,66.

Penguatan rupiah juga sejalan dengan tren sejumlah mata uang Asia lainnya. Yen Jepang naik 0,07%, dolar Singapura menguat 0,18%, dolar Taiwan 0,42%, dan won Korea Selatan 0,86%. Peso Filipina pun menguat 0,48%, yuan China 0,05%, rupee India 0,16%, dan ringgit Malaysia 0,05%.

Pengamat forex Ibrahim Assuaibi menyebut ada sejumlah sentimen yang memengaruhi pergerakan mata uang Garuda menjelang akhir pekan lalu. Dari eksternal, pasar global terpengaruh oleh sikap hawkish The Fed. Ketua The Fed Jerome Powell masih belum menunjukkan komitmen terkait rencana pemangkasan suku bunga di masa mendatang. Bahkan, bank sentral AS memangkas proyeksi penurunan suku bunga untuk 2026.

Situasi geopolitik di Timur Tengah turut membayangi. Ketegangan antara Iran dan Israel terus memanas, sementara pejabat senior AS disebut tengah mempersiapkan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat. Iran sendiri telah berulang kali memperingatkan terhadap skenario tersebut. Perundingan nuklir antara AS dan Iran pun mandek setelah Israel menyerang fasilitas nuklir Iran pekan lalu.

Dari dalam negeri, gejolak ekonomi global turut membawa dampak. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS memicu kekhawatiran atas kondisi fiskal negara tersebut, yang kemudian berimbas pada ketidakpastian global, termasuk Indonesia. Dalam situasi seperti ini, perekonomian nasional turut berada dalam pusaran dinamika global yang tidak menentu.

Sementara itu, berdasarkan pantauan pada pukul 12.00 WIB, rupiah tercatat melemah 0,65% ke level Rp16.504 per dolar AS. Indeks dolar AS di saat bersamaan menguat 0,32% menjadi 99,03.

Di awal perdagangan pagi hari, rupiah juga sempat dibuka melemah sebesar 58 poin atau 0,35% ke posisi Rp16.454,5 per dolar AS, dengan indeks dolar AS menguat 0,34% ke 99,04. (XRQ)

Reporter: Akil

Wagub Aceh Lantik Pengurus IOF 2025–2029, Dorong Sinergi Off-Road untuk Wisata dan Kemanusiaan

0
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, saat memberi sambutan pada Pelantikan Pengurus Daerah Indonesia Off-Road Federation Aceh periode 2025-2029, di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat, (20/6/2025). (Foto: Diskominfo Aceh)

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., melantik Pengurus Daerah Indonesia Off-Road Federation (IOF) Aceh periode 2025–2029 pada Jumat, 20 Juni 2025, di Banda Aceh. Pelantikan ini turut dihadiri pegiat off-road dari berbagai kabupaten/kota di Aceh serta jajaran IOF Pusat. Dalam susunan pengurus baru, Ahmad Heqal Asri ditetapkan sebagai ketua.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Aceh menekankan pentingnya dedikasi, kolaborasi, dan kepatuhan terhadap nilai-nilai keselamatan serta pelestarian lingkungan dalam menjalankan roda organisasi.

“IOF bukan hanya wadah bagi pecinta off-road, tetapi juga organisasi strategis yang bisa berkontribusi besar dalam promosi wisata alam, penguatan ekonomi lokal, hingga kegiatan kemanusiaan dan mitigasi bencana,” kata Fadhlullah.

Ia menyambut baik kehadiran Ketua Umum IOF Pusat dan rombongan, serta mengapresiasi semangat komunitas off-road yang semakin aktif di Aceh. Pemerintah Aceh, kata Fadhlullah, berharap IOF dapat memperkuat sinergi dengan pemda, TNI/Polri, dan komunitas lokal.

“Aceh memiliki kekayaan bentang alam dan hutan yang luar biasa. Ini menjadi potensi besar untuk kegiatan off-road yang edukatif, produktif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga mendorong agar aktivitas off-road tidak hanya menjadi ajang hobi, tetapi sekaligus menjadi medium menjaga lingkungan, membangun semangat kepemimpinan di kalangan pemuda, serta mempererat tali silaturahmi antarwilayah.

“Kami percaya, dengan filosofi kebersamaan yang menjadi semangat IOF, para pengurus baru akan mampu membawa organisasi ini menjadi lebih progresif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Evakuasi Warga yang Diterkam Buaya di Aceh Timur, Polisi Tembakkan Senjata untuk Selamatkan Jasad

0
Ilustrasi Buaya. (Foto: Republika)

NUKILAN.ID | IDI RAYEUK – Seorang pria bernama Iskandar (32), warga Gampong Leubok Pempeng, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mencari kerang di sungai. Proses evakuasi jenazah korban berlangsung dramatis, dengan aparat kepolisian harus melepaskan tembakan ke arah air untuk membuat buaya melepaskan korban.

Kapolsek Peureulak, AKP Muslim Siregar, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Sabtu siang (21/6). Saat itu, Iskandar tengah menyelam bersama dua rekannya di aliran sungai setempat untuk mencari kerang air tawar. Ketika menyelam, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menyerang.

“Buaya menerkam korban pada bagian kepala kemudian menyeret korban ke dalam air,” ujar Muslim, Minggu (22/6/2025).

Mendapati kejadian itu, dua rekan korban segera meminta bantuan warga dan pihak kepolisian. Warga yang datang kemudian menyusuri sungai untuk mencari keberadaan korban.

Hingga sekitar pukul 15.48 WIB, buaya yang membawa tubuh Iskandar terlihat muncul di permukaan sungai. Saat itu, setengah tubuh korban masih berada dalam mulut hewan tersebut.

Setelah berkoordinasi, tokoh masyarakat setempat meminta Bhabinkamtibmas Polsek Peureulak untuk melepaskan tembakan ke air guna membuat buaya melepaskan jasad korban. Polisi akhirnya melepaskan tembakan ke samping buaya. Buaya pun menjauh, sehingga korban bisa dievakuasi.

“Melihat buaya telah pergi menjauh, anggota kami bersama warga langsung mengangkat korban. Namun korban sudah dalam kondisi meninggal dunia, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan Fardhu Kifayah,” kata Muslim.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Irwan Kurniadi, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat beraktivitas, terutama di kawasan perairan yang rawan satwa liar seperti buaya.

“Hal ini karena Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak Polri yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dituntut untuk mampu mendeteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban, serta mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

Editor: AKil